Hari ini adalah hari minggu yang biasanya dipakai orang-orang untuk mengistrahatkan dirinya. Tapi, lain Halnya dengan Hak Yeon. Dia selaku Presdir di Angel Corp ini sedang melakukan rapat dengan ke delapan presdir lainnya yang menanamkan sahamnya di Angel Corp.

Dan disetiap rapat yang dipimpin olehnya selalu diakhiri dengan tepuk tangan yang meriah pertanda semua yang hadir disana menyetujui ide yang diberikannya.

Setelah rapat selesai, ke delapan Presdir dari masing-masing perusahan keluar dari ruangan rapat satu persatu dan pulang kerumah. Tapi, ada juga yang masih berkumpul dan bergosip-ria. Seperti beberapa Presdir ini.

"Ide yang diberikan olehnya sangatlah bagus-bagus" ucap Presdir Oh

"Benar, tidak salah kita menanamkan saham kita disini" ucap Presdir Kan

"Itu benar, sampai-sampai aku ingin menikahkan putri-ku dengan Presdir Cha yang masih muda itu" ucap Presdir Yoo

"Tentu, aku juga sama. Tapi, kita tidak tahu bagaimana wajah Presdir Cha dibalik topeng phatom itu" ujar Presdir Hwang

"Benar sekali, siapa yang tahu apa yang tersembunyi dibalik topeng itu" ucap Presdir Kan

Presdir Jung yang tidak jauh dari mereka mendengar pembicaraan tersebut, Presdir Jung adalah Presdir dari perusahan Best Corp. yang baru menandatangi kontrak kerjasama dengan Angel Corp 2 minggu yang lalu. Jadi, jika dia berpikir kalau Presdir Cha masih muda berarti umurnya kurang lebih antara 20 atau 30.. Mengingat kata muda, dia jadi teringat anaknya yang masih muda. Jung Taek Woon dan dia juga teringat bahwa anaknya bersekolah di StarLight Academy yang juga merupakan sekolah yang dibangun oleh Angel Corp 50 tahun yang lalu. Mungkinkah dia harus bertanya pada anaknya?.

Sementara itu ditempat lain

Hak Yeon yang merasa dirinya sedang digosipkan tiba-tiba saja bersin saat sedang membaca laporan tentang gravitasi perusahan dikantornya.

'Sepertinya ada yang sedang membicarakan ku' batinnya.

Dan dia tetap melanjutkan membaca laporannya.

.

.

.

.

.

.

Sementara itu dirumahnya.

Sang Hyuk merasa kalau dirumah ini terasa sepi tanpa Hak Yeon Hyungnya. Walau dirumah ada Appa dan Eommanya yang selalu bermesraan seperti remaja yang sering memadu kasih. Tapi, tetap saja dirumah hanya dia yang merasa bosan sendiri. Entah apa yang ada dipikirannya sepertinya sebuah ide muncul dikepalanya. Sang Hyuk dengan cepat menganti bajunya menjadi baju untuk berpergian setelah mandi pastinya ya.

'Apakah aku langsung mengajak Hyung atau membuatnya kaget dulu?' Pikirnya.

'Dan sepertinya kalau banyak orang akan lebih bagus' batinnya dan menggangukkan kepalanya.

Dan tangannya segera menekan nama seseorang yang akan diteleponnya untuk diajaknya.

"Halo, Hyung... Bisakah Hyung membawa Hyung yang lain?" Tanya Sang Hyuk kepada seseorang yang diseberang

"..."

"Kita akan bertemu di Amusement Park, jam 10. Okay Hyung?." Ucap Sang Hyuk.

"..."

"Ya, bye bye" ucap Sang Hyuk mengakhiri panggilan teleponnya.

'Sekarang tinggal Hak Yeon Hyung'batinnya.

Dengan cepat dia mengambil dua topi, dua kacamata dan juga beberapa pakaian yang akan dibawanya dengan warna yang sama yaitu warna Hitam. kenapa warna hitam? Ya, mungkin untuk menghindari kemungkinan terburuk yang akan terjadi.

Sang Hyuk berjalan dengan cepat menaiki mobilnya dan menuju ke kantor kakaknya

.

.

.

.

.

.

Sementara dikediaman Jung

Terlihat sebuah mobil berhenti didepan kediaman Jung dan memperlihatkan seorang anak kecil mungkin umurnya sekitar 10 tahun berlari memasuki kediaman Jung dengan wajah yang ceria dan sepertinya keluarga Jung kedatangan tamu kecil.

"Ah, lihat siapa yang datang" ucap Mrs. Jung

"Hay, tante... Taek Woon Hyungie ada?" Sapa dan tanyanya pada Mrs. Jung dengan nada manisnya yang duduk mensejajarkan tubuhnya dengan anak itu.

"Tentu, Taek Woon Hyungie ada dikamarnya" jawab Mrs. Jung mencubit pipinya anak itu.

Anak itu berlari menaiki tangga setelah mendengar jawab Mrs. Jung dan menuju kamar yang ujung dari tangga dan membuka pintu dengan kasar.

BRAKK.

"Taek Woon Hyungie..." Teriak namja kecil itu memasuki kamar Taek Woon. Taek Woon yang tadinya sedang membaca buku tentang musik dan komposer tidak sengaja menjatuhkannya saat mendengar teriakan yang memekahkan telinga itu dan juga pintu yang dibanting (?).

"Hay, Hyun Woo." Sapa Taek Woon dan mengambil bukunya yang dia jatuhkan tadi.

" Taek Woon Hyungie... Ayo pergi ke Amusement Park" rengek Hyun Woo dilengan Taek Woon

"Hyung tidak bisa pergi Hyun Woo karena besok Hyung ada ujian" ucap Taek Woon untuk menolak ajakan sepupu kecilnya itu dengan lembut dan membelai kepalanya.

"Tapi, aku sudah lama tidak bermain bersama Hyungie" ucap Hyun Woo menunduk, dengan suara yang terdengar sedih dan sepertinya sebentar lagi dia akan mengeluarkan air matanya.

Taek Woon yang dari awal tidak tegaan melihat sepupu kecilnya itu akan menangis membelai lagi kepalanya.

"Baiklah, Hyung akan pergi bersamamu"

Ucap Taek Woon menyetujui permintaan sang sepupu.

"Tunggu, Hyung di bawah ne?" Lanjut Taek Woon.

"Ne... Cepat ya Hyungie" Jawab Hyun Woo dengan senyum manis andalannya.

Setelah mengatakan itu Hyun Woo dengan segera turun ke bawah dan duduk disofa diruang keluarga dengan memainkan kakinya sambil bernyanyi dan mengerakkan badannya ke kiri dan ke kanan tanda dia sedang senang sekali.

Tidak lama menunggu Taek Woon turun dengan baju casualnya dan berjalan menuju ruang tengah dimana Hyun Woo sedang bernyanyi dengan senang.

"Ayo, kita pergi Hyun Woo" ucap Taek Woon

"Ne, ayo jalan" ucap Hyun Woo setengah berteriak dan juga tangan yang diangkat seperti orang menyemangati.

.

.

.

.

.

.

Hak Yeon yang sedang membaca laporan tentang rapat tadi pagi yang diselenggarakan olehnya tidak menyadari Sang Hyuk yang sudah duduk didepannya dan Sang Hyuk sangat tidak menyukai itu ketika Hak Yeon sudah fokus dengan pekerjaannya dia akan mengabaikan sekelilingnya dan asyik dengan dunianya sendiri. Dengan ide yang tiba-tiba saja muncul diotaknya Sang Hyuk bangun dari duduknya dan berjalan mendekati Hak Yeon dan berdiri tepat dibelakangnya dan sedikit membungkuk untuk berbisik dan tangannya yang siap mengagetkan Hak Yeon dengan mengerakkannya perlahan.

" Yeonnie Hyung~~" bisik Sang Hyuk dengan nada seperti hantu dan dia tidak lupa untuk menjalankan tangannya disekeliling leher Hak Yeon.

Hak Yeon yang merasa namanya dipanggil dengan nada seperti itu seketika merinding. Tapi, saat dirasakannya sebuat tangan bergerak disekitar lehernya dengan cepat Hak Yeon nangkap tangan itu.

"Cha Sang Hyukkie... Apa yang sedang kau lakukan disini?." Tanya Hak Yeon dengan nada yang sudah menebak siapa pelakunya dan menjauhkan tangan Sang Hyuk dari lehernya.

"Aku disini ingin melihat Hyung kok" jawab Sang Hyuk kembali ketempat dimana dia duduk.

"Tidak biasanya kamu datang kesini, pasti ada apa-apanya" ucap Hak Yeon yang tidak percaya dengan jawaban Sang Hyuk.

"Ah... Yeonie Hyung selalu tahu apa yang kuinginkan" ucap Sang Hyuk menpoutkan bibirnya.

"Kau memanggilku dengan nama itu rasanya dunia akan terbalik" ucap Hak Yeon sedikit tertawa.

"Hyungie... Apakah aku tidak boleh memanggilmu begitu?" Tanya Sang Hyuk cemberut.

"Tentu kau bisa memanggilku begitu. Tapi, kenapa sekarang kamu ingin memanggilku begitu?" Tanya Hak Yeon berdiri dari duduknya dan berjalan menuju kaca besar dibelakangnya.

"Karena aku sayang Hyung" jawab Sang Hyuk yang tiba-tiba saja memeluknya dari samping.

Mendengar jawaban adiknya Hak Yeon hanya tersenyum dan membelai kepalanya.

"Baiklah, sekarang apa yang kamu inginkan? Hmm..?" Tanya Hak Yeon tersenyum

"Untuk sekarang, yang aku inginkan hanya satu" jawab Sang Hyuk sambil memperlihatkan satu jarinya didepan wajahnya.

"Apa itu Hyukkie? Hyung akan memenuhinya" ucap Hak Yeon memperhatikan gerakan Sang Hyuk.

"Kalau begitu ayo ganti baju" lanjut Sang Hyuk kembali ceria setelah tadi dia mengingat tujuan yang sebenarnya dia datang kekantor Hak Yeon.

"Ganti baju? Untuk apa?" Tanya Hak Yeon yang masih dengan posisinya yaitu, berdiri didepan kaca yang memperlihatkan keindahan kota Seoul.

"Tenang... Yeonie Hyung ikut saja" ucap Sang Hyuk mendorong Hak Yeon untuk mengikutinya.

"Tapi, Hyung masih ada pekerjaan" ucap Hak Yeon

"Katanya Yeonie Hyung mau memenuhi permintaanku" ucap Sang Hyuk kembali cemberut mendengar perkataan adiknya Sang Hyuk yang sudah kembali cemberut akhirnya Hak Yeon mengiyakan perkataan adiknya.

Setelah itu Sang Hyuk memberikan Hak Yeon pakaian yang dibawanya. Sekarang Hak Yeon sudah berdiri dengan baju casual warna hitam tidak lupa juga dengan topi dan kacamata yang berwarna hitam.

Sekarang tinggal keluar dari kantor saja tanpa diketahui seketaris Min yang hampir sama menyeramkannya dengan sang Ayah.

Selama berjalan keluar dari kantornya yang dipimpin oleh Sang Hyuk mereka memakai jalan belakang yang artinya harus lewat tangga darurat yang jarang dilewati banyak orang. Dan sekarang mereka sudah diluar dan menuju mobilnya.

.

.

.

.

.

.

Dan... Disinilah mereka sekarang di Amusement Park tempat dimana orang-orang menghabiskan waktu mereka untuk bersenang-senang dan menghilangkan stress.

"Kenapa kita kesini Hyukkie?" Tanya Hak Yeon yang memandang ngeri beberapa permainan. Sang Hyuk yang ditanya hanya tersenyum dan kembali menarik Hak Yeon untuk memasuki Amusement Park saat dilihatnya orang yang dikenalnya Sang Hyuk langsung berlari menuju kearah mereka.

"Hyung..." Teriak Sang Hyuk.

Hak Yeon yang tadinya ditarik bernafas lega saat Sang Hyuk berlari kearah orang yang mereka kenal.

Dan Hak Yeon mengikuti Sang Hyuk dari belakang menuju tiga orang yang dipanggil Hyung oleh Sang Hyuk. Siapa mereka? Siapa lagi kalau bukan Ken, Ravi, dan Hong Bin.

Sebelum Hak Yeon sampai ditempat mereka Sang Hyuk seperti membisikkan sesuatu kepada tiga orang tersebut dan sepertinya mereka mengganguk mengerti dengan rencana Sang Hyuk dan berbalik memandangi Hak Yeon yang melihat mereka dengan pandangan bertanya.

"Yeonnie Hyung... Palliwa..." panggil mereka bersamaan dengan seringaian yang terukir diwajah mereka.

.

.

.

.

.

.

Sementara Taek Woon bersama Hyun Woo sedang berjalan menuju ke salah satu permainan, tidak jauh darinya dia mendengar suara beberapa orang yang memanggil nama 'Yeonnie' dengan segera dia berpaling dari Hyun Woo melihat beberapa orang yang dikenalnya mendorong seseorang yang tidak dikenalnya.

'Bukankah itu Ken. Ravi. Dan Hong Bin dan juga Si bocah Smp itu. Dan siapa yang memakai kacamata dan topi hitam itu? bahkan bajunya juga hitam.' Batin Taek Woon melihat mereka seperti sangat akrab satu sama lain.

'apakah mereka saling kenal? Terlihat... sangat akrab' Batin Taek Woon lagi

Sementar Hyun Woo sudah cemberut melihat Hyung tersayangnya mengalihkan perhatiannya dari Hyun Woo.

"Hyung... Taek Woon Hyungie..." ucap Hyun Woo yang pertamanya memanggil Taek Woon pelan sambil menarik celananya setengah berteriak memanggil Taek Woon sehingga membuat Taek Woon sadar akan keberadaan Hyun Woo disampingnya dan juga apa yang sebenarnya tujuan mereka berada di Amusement Park.

"Ah, ya. Mian. Hyung mengabaikan mu Hyun Woo-ah" jawab Taek Woon mensejajarkan badannya dengan Hyun Woo yang memalingkan wajahnya dari Taek Woon.

"Hyung mengabaikanku" ucap Hyun Woo memalingkan wajahnya

"Hyungkan sudah minta ma'af Hyunnie..." ucap Taek Woon tidak kalah cemberutnya dengan Hyun Woo

"kalau Hyunnie masih marah Hyungie pulang saja" lanjut Taek Woon berdiri dari duduknya

"Aniya... jangan pulang... Hyunnie tidak marah kok " ucap Hyun Woo dengan cepat memeluk kaki jenjang Taek Woon.

"baiklah, Hyung belikan tiketnya dulu, Hyun Woo tunggu disana yah?" ucap Taek Woon yang menunjuk bangku yang tersedia disana.

"Nde, Hyun Woo akan tunggu disana" ucap Hyun Woo senang dan berlari menuju bangku yang ditunjuk oleh Taek Woon.

Taek Woon kembali melihat kearah dimana tadi dilihatnya Ken, Ravi, Hong Bin, si bocah Smp dan juga seseorang yang memakai kacamata dan topi yang serba hitam itu, dilihatnya lagi disekeliling tempat tadi tapi, tidak menemukan mereka dan dia beramsumsi bahwa mereka sudah pergi dari sana.

Padahal mereka sangat-sangat dekat malah, seperti saatini mereka (Ken, Ravi, Hong Bin dan Sang Hyuk) sedang berjalan mendorong Hak Yeon menuju salah satu wahana yang tidak disukai Hak Yeon dan Taek Woon yang berlari menuju kasir untuk membeli tiket.

Dan hampir dua jam sudah mereka dan Taek Woon disana selalu berlawanan arah dan tempat. Tapi, sepertinya takdir tidak mengizinkan mereka bertemu barang sedikit pun.

.

.

.

.

.

.

Matahari sudah semakin terik dan Amusement Park sudah semakin ramai. Tapi, mereka masih setia bermain dengan wahana-wahana tersebut.

Tapi, kali ini sepertinya Taek Woon yang baru keluar dari wahana Jet Coaster (benar ngak tulisannya?) itu bersama Hyun Woo benar-benar melihat mereka secara langsung berjalan didepan mereka dengan mengelilingi seseorang yang memakai kacamata dan topi hitam yang tidak diketahui namanya oleh Taek Woon itu seperti sedang marah dengan mereka dan mereka yang meminta ma'af dengan tangan didepan wajah mereka.

Sebenarnya hanya tiga orang saja yang meminta ma'af karena hanya Sang Hyuk yang tersenyum dan berjalan dibelakang mereka dengan tangan yang berada dibelakang kepalanya.

'apakah mereka memang sudah saling mengenal dengan orang yang memakai kacamata dan topi hitam itu? Mereka terlihat sangat akrab dan apakah mereka juga mengenal bocah Smp itu? Mencurigakan..' batin Taek Woon yang melihat keakraban mereka dengan seseorang itu serta Sang Hyuk yang tersenyum kemenangan.

'mungkinkah dia adalah Hak Yeon?' pikir Taek Woon curiga dengan seseorang tersebut.

.

.

.

.

.

.

Sang Hyuk yang merasa diperhatikan memalingkan wajahnya kesamping kirinya dan alangkah terkejutnya dia melihat Taek Woon yang tersenyum dan mulutnya seperti mengatakan 'aku menemukanmu' dan 'tidak akan kubiarkan lolos' yang berada tidak jauh dari mereka dan dengan cepat dia berjalan kedepan dan berbisik ditelinga para Hyungnya.

'Kita harus pulang, ada Taek Woon Hyung tidak jauh disamping kiri kita' bisik Sang Hyuk

Mendengar bisikkan Sang Hyuk sontak ke-empat orang itu terdiam ditempat karena mereka tidak menyangka bahwa Taek Woon bisa berada disana memperhatikan mereka.

Tanpa berpikir lebih lama Hak Yeon langsung berbalik mengatakan rencananya dan setelah mengatakannya Hak Yeon langsung berlari dengan menarik tangan Sang Hyuk untuk mengikutinya ketiga orang lainnya yang melihat Hak Yeon mulai berlari ikut berlari tapi, mereka berlari berlainan arah dengan Hak Yeon sesuai seperti yang direncanakan Hak Yeon.

.

.

.

.

.

.

Taek Woon berjalan kearah mereka setelah mengatakan pada Hyun Woo untuk menunggunya di sebuah Kafe didalam Amusement Park itu. Dia berjalan mendekati mereka, hampir sampai didekat mereka tiba-tiba saja seseorang yang memakai kacamata dan topi hitam mulai berlari dengan menarik tangan si bocah Smp dan saat ingin menyentuh pundak Ken dan Hong Bin tiba-tiba saja mereka bertiga berlari berlainan arah dengan orang tersebut dan apa yang terjadi? Tentu saja mereka seperti bermain kejar-kejaran, didalam Amusement Park? dengan matahari yang terik? Tentu dan mereka sedang melakukannya.

Tapi, kalian tahu kan? Kalau Taek Woon tidaklah bodoh? Ya, iyalah karena dialah peringkat kedua di StarLight Academy berarti otaknya pintar, sangat pintar malah.

Oleh karena itu dia lebih memilih mengejar seseorang itu yang dia duga adalah Hak Yeon dan si bocah Smp daripada mengejar Ken, Ravi, dan Hong Bin.

Dan kalian tahu? Itu sudah diperkirakan Hak Yeon kalau merekalah yang akan dikejar Taek Woon bukannya Ken, Ravi maupun Hong Bin mungkin juga bukan Sang Hyuk tapi, Hanya Hak Yeon yang dikejar olehnya.

Sekarang mereka seperti kucing dan tikus kalau dilihat secara nyata, kucing yang mencari tikus dan tikus yang bersembunyi dari kucing, mirip bukan? (Hanya perumpamaan, jangan bash author ya).

Mereka seperti bermain petak umpet selama 1 jam dan hari sudah semakin sore menandakan malam akan segera tiba 2 jam lagi.

Seperti halnya matahari yang sudah mulai mengantuk dan turun secara perlahan-lahan dan sedikit demi sedikit Amusement Park pun mulai menutup dirinya. Disaat itulah Taek Woon melihat seseorang yang memakai topi dan juga kacamata tidak lupa juga dengan baju berwarna hitam berlari ke arah jalan keluar dari Amusement Park dimana sebuah mobil telah menunggunya untuk dia masuki.

"Hak Yeon, Tunggu!" Teriak Taek Woon seketika membuat orang yang dipanggil berhenti berlari tanpa membalikkan badannya.

"Ma'af, kau salah orang" ucap orang itu membelakangi Taek Woon dan kembali berlari menuju pintu keluar Amusement Park meninggalkan Taek Woon yang terdiam dengan kata-kata orang tersebut.

'Suaranya seperti pernah ku dengar disuatu tempat' batin Taek Woon.

.

.

.

.

.

.

Sementara itu Hak Yeon yang sudah sampai dirumahnya langsung menuju kamarnya setelah melepaskan kacamata dan juga topi yang sedari tadi dipakainya dan kemudian berjalan ke balkon kamarnya

"Haahh..." Hak Yeon menghela napasnya.

'Seandainya tradisi ini tidak ada, pasti aku akan memberitahumu bahwa akulah Yeonnie yang kau cari sekaligus Hak Yeon yang kau anggap rival, Woonie-ah' batin Hak Yeon memandang langit malam.

.

.

.

.

.

.

Keesokan paginya

Ini adalah hari senin, yang berarti adalah Hari Ujian bagi siswa maupun siswi disana untuk menentukan kelas kedua mereka yang lagi-lagi diambil menurut peringkat mereka. tapi, pembagian ini diambil dari peringkat 1 sampai 20 untuk kelas utama dan seterusnya dan ujiannya hanya berlangsung 5 hari saja tidak lebih dan tidak kurang dan tentu itu membuat mereka berlomba-lomba untuk memasuki kelas utama, kelas yang sering menjadi pusat perhatian selama 40 tahun terakhir.

Dan ujian itu mereka lakukan secara tertib dan tidak ada kerusuhan sedikit pun karena jika ada yang membuat kerusuhan maka kau akan dikeluarkan secara paksa.

Banyak siswa maupun siswi yang gugup menghadapi ujian ini. tapi, Taek Woon menatapnya lurus kedepan menyakinkan hatinya yang menggangap ujian ini seperti mendapatkan tantangan dari Hak Yeon.

'Aku harus bisa mengalahkanmu' batinnya menatap papan pengumuman.

.

.

.

.

.

.

TBC Or End

Ma'af membuat saudara sekalian menunggu...

Karena sekarang sudah saya lanjutkan...

I Hope U Like It Guys! And Don't forget To Review. If, you want :D

Kamsahamida

Thank You

Arigatou

Danke

Xie xie

Grazie