Chapter 06
Penulisan tidak sesuai EyD.
Dan ma'af bila jelek, membosankan dan alurnya ngak sesuai dengan jalan cerita dan harapan reader...
.
.
.
.
.
.
Pagi yang cerah untuk memulai aktivitas sehari-hari dengan wajah yang berseri, burung-burung bercicit ria dan anak-anak bermain dengan gembiranya, Namun itu semua berbanding terbalik dengan mood seorang Jung Taek Woon, yang sedang mendengus kesal melihat papan pengumuman ujian sekolahnya.
Karena hari ini adalah hari pengumuman nilai mereka setelah 6 bulan belajar disana dan 5 hari menjalani ujian. Dan Taek Woon adalah orang yang sial menurutnya. Karena mendapatkan nilai dibawah sang nilai sempurna itu lagi.
"Peringkat 2 lagi. Padahal tinggal sedikit lagi" batin Taek Woon geram meremas tangannya sendiri
"Huuh..." Dia menghela napasnya setelah melihat papan pengumuman disekolahnya dan melepaskan remasan tangannya.
"Nama itu lagi, sial..." batin Taek Woon kesal, kenapa Taek Woon kesal?. Karena lagi-lagi dia mendapatkan peringkat ke-dua, padahal dia juga terkenal dengan kepintarannya. kenapa dia tidak mendapatkan peringkat pertama coba? itulah yang membuatnya kesal!.
Padahal Taek Woon terkenal dengan kepintaran dalam semua bidang mata belajaran disana. dia selalu mendapatkan nilai yang cukup memuaskan disetiap mata belajaran tak lebih dari itu karena lagi-lagi dia terkalahkan oleh sosok yang tidak diketahuinya yang mendapat nilai 100, nilai yang sempurna dalam semua mata pelajaran padahal Taek Woon tidak pernah melihat mau pun mendengar suara dari seseorang yang bernama Cha Hak Yeon. Eh? Pernah sih diamusement Park dan itu hanya sekali.
Ya, nama yang selama ini menganggu atau lebih tepatnya menghantui pikiran seorang Jung Taek Woon.
Ingat baik-baik Cha Hak Yeon sosok yang terkenal akan kepintarannya tidak pernah muncul disekolah dan selalu mendapatkan nilai yang sempurna, itu hanyalah pemikiran seorang Jung Taek Woon. Karena dia tidak mengetahui siapa itu sosok sebenarnya dari seorang Cha Hak Yeon.
Sebenarnya Taek Woon Tidak salah, Hanya saja dia tidak tahu bahwa sang pintar Hak Yeon selalu berkeliaran di sekitarnya. Dengan penampilan yang bisa dibilang cukup rapi dan tidak terlalu menonjol saat kelas dimulai.
Tidak hanya Taek Woon yang penasaran dengan seorang Cha Hak Yeon tapi seluruh siswa sekolah "StarLight Academy" juga penasaran seperti apa sih sosok seorang Cha Hak Yeon itu hingga dia selalu mendapatkan nilai sempurna dari pada mereka semua disana yang selalu hadir dan tidak pernah bolos disetiap mata pelajaran. Tapi, apakah mereka juga pernah menyadari kalau nama N tidak pernah ada didalam peringkat itu? Nama yang selalu berada disekeliling mereka? (Pertanyaan yang mudah bukan?).
"Taek Wooon Hyung..." Panggil Ken yang tak jauh darinya yang juga melihat papan pengumuman.
"Hyung.. Di peringkat dua dan aku diperingkat tiga dan sepertinya kita akan satu kelas lagi" ujar Ken sambil tersenyum manis
"Hyung.. Aku juga di peringkat empat kok" ucap Ravi yang tepat berada di belakang Ken
Ken yang kaget sontak langsung loncat memeluk Taek Woon yang berada di depannya.
"Ken.. Lepaskan.. Aku.. tidak.. bisa bernapas.." Ucap Taek Woon yang terasa tercekik dengan pelukan Ken yang tiba-tiba, Ravi yang berada di belakang Ken dan mendengar ucapan Taek Woon langsung menarik Ken menjauh dari Taek Woon.
"Aish... Ravi kenapa kau mengangetkan Hyung... Hampir saja aku jantungan.." Ujar Ken mengusap dadanya setelah melepaskan pelukannya dari Taek Woon karena ditarik Ravi dan melihat ke arah Ravi.
Setelah berbicara dengan Ravi didepan papan pengumuman yang masih dipadatin banyak siswa untuk mengetahui peringkat mereka masing-masing Ken yang melihat orang yang dikenalnya langsung melambaikan tangannya dan berteriak lagi.
"Hong Bin-ah.." Teriak Ken yang dibalas oleh seseorang yang dipanggil namanya dengan lambaian dan sedikit berlari untuk mencapai tempat Jae Hwan.
"Hong Bin-ah kau di peringkat 5" ucap Ken dengan senyuman yang tak lepas dari bibirnya.
"Hmm... Sudah ku duga, pasti diperingkat pertama Hak Yeon Hy~mmm" Ujar Hong Bin terpotong dan langsung di tutup mulutnya dengan tangan oleh Ken dan ditarik menjauh dari kerumunan oleh Ravi yang menyadari perkataan apa yang akan diluarkan Hong Bin yang sangat rahasia itu. (Ingat Itu Rahasia, sangat Rahasia)
" Hong Bin, Jangan katakan kau sudah lupa?." bisik Ravi di telinga Hong Bin dan dijawab gelengan oleh Hong Bin karena mulutnya masih ditutup oleh Ken dan Ravi.
Taek Woon yang mendengar nama yang sudah tak asing lagi baginya itu langsung mendekat dan bertanya ke Hong Bin, Ken dan Ravi yang sudah melepaskan tangannya dari bibir Hong Bin.
" Kenapa dengan Hak Yeon?" Tanya Taek Woon
Mendengar pertanyaan Taek Woon sontak ke tiga orang yang berada di sampingnya kaget dan saling pandang dan Mengatakan tidak ada hubungan apa-apa dengan Hak Yeon.
Taek Woon yang merasakan kejangalan memberikan mereka tatapan mematikannya namun ke tiga orang yang diberikan tatapan itu langsung berpura-pura sibuk dengan aktivitas mereka masing-masing untuk menghindar dari tatapan mematikan dari seorang Taek Woon, yang pastinya singa saja takut sama tatapan Taek Woon.
"Ah, hyung sepertinya bel sudah mau berbunyi sebaiknya aku ke kelas duluan Bye~" ucap Ken berlari meninggalkan mereka bertiga.
"Aku juga hyung.. Bye~" di ikuti dengan Ravi dan Hong Bin yang berlari menyusulnya.
Taek Woon yang melihatnya bingung. Karena sepertinya mereka menyembunyikan sesuatu darinya. Bukan sepertinya lagi. Tapi, memang menyembunyikan sesuatu.
Kenapa mereka menghindari pertanyaan Taek Woon?. Itu karena sejak hari pertama ujian jika ada waktu luang Taek Woon selalu bertanya kepada mereka tentang Hak Yeon dan mereka selalu saja menghindar dari pertanyaan tersebut dan malah menjawab dengan jawaban yang lain dari apa yang dipertanyakan.
.
.
.
.
.
.
Sekolah StarLight Academy selalu mengadakan Classmeeting selama seminggu guna untuk menyegarkan dan menghilangkan pikiran para siswa yang tegang setelah menghadapi ujian yang sangat berat seminggu yang lalu.
ClassMeeting dimulai dengan permainan BadMinton, Basket, sepak bola dilanjutkan dengan Volly, Renang, Tennis Meja, dll. Pertanding antar Grup ini berlangsung cukup lama dan Grup yang tersisa adalah pemenang dari masing-masing permainan yang diikuti mereka.
Dan grup Dance termasuk salah satu pemenangnya. Apakah kalian bisa melihat wajah senang mereka? Yang penuh canda tawa dan teriakkan histeris itu? Bisakah kalian merasakannya?.
Dan disetiap hari terakhir dari acara ClassMeeting ada saatnya seluruh siswa berkumpul dan menginap bersama disekolah untuk melihat Api Unggun (benar ngak tulisannya?) untuk menghilangkan penat mereka.
Hari ini adalah hari yang disukai Hak Yeon hari dimana mereka berkumpul bersama melakukan semuanya bersama-sama dan tertawa bersama-sama karena semuanya serba bersama-sama itulah yang Hak Yeon sukai, melakukan sesuatu selalu bersama-sama.
Hari sudah larut malam tapi, sebagian dari mereka sudah terlelap ke alam mimpi dan sebagian dari mereka masih ada yang dengan setianya masih berkumpul disana tanpa ada yang ingin menutup matanya seakan hari ini akan berlalu begitu saja jika tidak dijaga dan menampilkan hari esok yang baru dimana hari yang lalu akan terlupakan begitu saja dan mereka akan kembali pada aktivitas mereka masing-masing.
Seperti halnya Hak Yeon dia masih dengan setianya memandang api unggun yang semakin lama cahayanya semakin pudar dan akhirnya menghilang ditiup angin malam yang semakin lama semakin dingin dan dia belum mengantuk sedikit padahal sahabat-sahabatnya dan Taek Woon sudah tertidur cukup pulas. Tanpa dia sadari seseorang sedang memandanginya dari belakang dibawah sebuah pohon rindang dan tersenyum menyeringai.
"Ketemu kau, Hak Yeon. Akan kuhancurkan semua yang sudah kau jaga, termaksud orang yang kau sayangi." Ucapnya dan berbalik berjalan menjauh dari sana.
.
.
.
.
.
.
hari ini adalah hari minggu dimana harinya untuk mengistrahatkan badan dan pikiran. Hari dimana semua aktivitas seperti pergi kekantor, sekolah, bekerja, dll akan terhentikan digantikan dengan harinya bersenang-senang.
Tapi, lain halnya dengan Hak Yeon yang masih setiannya berkutat dengan semua berkas-berkas yang harus dibacanya dan ditandatangani hampir 3 jam sudah dia disana, dikantor kecil disamping kamarnya.
Tinggal sedikit lagi maka urusan kantor akan selesai dan 30 kemudian Hak Yeon melepaskan pengangannya pada dokument tersebut dan melipatnya kembali seperti semula.
"Aahhh... Akhirnya selesai" ucap Hak Yeon lega merengangkan badannya.
Hak Yeon berdiri dan berjalan kearah jendelanya yang terbuka dan berdiri disana memandangi langit biru yang menawan dihiasi dengan awan putih disekitarnya. Melamun? Itulah yang sedang Hak Yeon lakukan sekarang. Hingga suara bunyi pintu diketuk membuatnya tersadar dari lamunannya.
TOK... TOK... TOK...
"Tuan muda Hak Yeon, anda dipanggil tuan" ucap seorang maid dari luar pintu
"Ya, aku akan segera turun" jawab Hak Yeon kemudian.
Saat ini Hak Yeon yang sedang menuruni tangga dilihatnya Appa dan Eomma-nya diruang keluarga sedang duduk di sana sambil berbincang tentang sesuatu, sepertinya sesuatu yang penting.
"Hak Yeon, kemarilah ada yang ingin Appa tanyakan" panggil Mr. Cha saat dilihat anaknya yang berada tidak jauh dari mereka.
"Iya, Appa" ucap Hak Yeon yang baru turun dari tangga.
"apakah sejauh ini tidak ada yang mengetahui identitas mu?" Tanya Mr. Cha
"Tidak, tidak ada Appa" jawab Hak Yeon
"Bagus, sampai hari pengesahan dirimu sebagai pewaris utama diumumkan. Jangan sampai ada yang tahu. Jika ada yang tahu, Appa tidak segan-segan akan mengirimmu kembali ke LA" ucap Mr. Cha panjang lebar
"Baik, Appa" jawab Hak Yeon
"Tapi, Appa kenapa aku harus menyembunyikan identitas ku sampai hari itu tiba? Apa tradisi ini tidak bisa diubah?" Tanya Hak Yeon kemudian sebelum Appa-nya bangun dari duduknya.
"Untuk melindungi mu dari musuh-musuh Appa yang ingin membunuhmu dan mengambil alih kepemimpinan yang sudah kita jaga selama ini dan tradisi ini tidak bisa diubah semudah membalikkan telapak tangan Hak Yeon. karena tradisi ini sudah ada sejak dulu." jawab Mr. Cha
"Biar Eomma jelaskan Appa. Disetiap keluarga Cha jika sang pewaris utama belum berumur 20 tahun. Dia harus menyembunyikan identitasnya untuk melindungi diri dari musuh-musuh lama kakek-mu yang ingin menghancurkan keluarga Cha yang terkenal dengan kecerdasannya dalam memimpin suatu kelompok, grup maupun perusahan dan juga ada rumor yang mengatakan bahwa keluarga kita memiliki kekuatan yang tersembunyi disetiap pewaris utama yang ke-dua dan kelipatannya dan kekuatan itu ada didalam dirimu, Hak Yeon." jelas Mrs. Cha
"Aku? Mempunyai kekuatan?" Tanya Hak Yeon bingung
"Ya.. Itu benar." Jawab Mr. Cha menggangukkan kepalanya.
"Apakah kau tidak ingat? saat kau masih kecil kau pernah membuat semua barang dirumah ini berterbangan hanya dengan satu kata darimu dan mengembalikannya ketempat mereka semula?" Tanya Mrs. Cha
FlashBack
Haha... Haha... Haha...
Hak Yeon yang berumur 4 tahun itu tertawa senang melihat semua barang yang dirumahnya berterbangan
Mrs. Cha dan Mr. Cha yang mendengar Hak Yeon tertawa tidak biasanya sesenang itu melihat kearah ruangan tengah setelah menidurkan Sang Hyuk yang masih berumur 1 tahun di tempat tidur bayi.
Dan alangkah terkejutnya mereka melihat semua barang dirumah mereka semuanya terbang. dengan sedikit takut barang-barang itu akan jatuh mereka menuju dimana tempat Hak Yeon berada untuk melindunginya dari barang-barang tersebut dan kembali menuju tempat yang aman.
"Apa yang sebenarnya terjadi?" Tanya Mrs. Cha kepada sang suami Mr. Cha
"Aku tidak tahu" jawab Mr. Cha bingung bagaimana bisa semua barang dirumahnya bertebangan.
"Kembali.." ucap Hak Yeon kecil dengan senangnya.
"Apa katamu Hak Yeon?" Tanya Mrs. Cha bingung dengan sebuah kata yang dikeluarkan anaknya.
Tidak lama kemudian setelah Hak Yeon mengatakan kata 'kembali' semua barang yang tadinya berterbangan kembali ke posisi mereka semula tanpa ada satupun yang salah.
Mrs. Cha maupun Mr. Cha kaget dan tentu tidak percaya dengan semua yang terjadi didepan mata mereka.
"Mungkinkah Hak Yeon mempunyai kekuatan itu?" Tanya Mrs. Cha
"Itu... Mungkin saja. Karena dia mungkin pewaris utama ke-dua belas." Jawab Mr. Cha
FlashBack End.
"Kenapa aku harus bersembunyi jika aku memiliki sekuatan sebesar itu?" Tanya Hak Yeon.
"Itu tidak semudah yang kau bayangkan Hak Yeon" ucap Mrs. Cha
"Sampai umur mu mengijak 20 tahun kekuatan itu tidak akan muncul lagi seperti saat kau masih kecil dan rambutmu akan berubah menjadi merah setelahnya." ucap Mr. Cha melanjutkan ucapan Mrs. Cha
.
.
.
.
.
.
Hak Yeon masih kepikiran dengan semua yang Appa maupun Eomma-nya katakan tentang dirinya. Tentang Pewaris utama? Bersembunyi dari dunia luar dan musuh? Dan kekuatan?
Kalau dipikir-pikir lagi dia memanglah pewaris utama keluarga Cha yang sekarang dan berusaha menyembunyikan identitas dirinya agar terlindungi dari musuh-musuh yang sudah ada sejak dulu. Tapi, Apa maksudnya dengan kekuatan? Dan rambut merah? Hak Yeon sendiri masih bingung dengan yang orangtuanya katakan. Kekuatan apa itu? Dan seperti apa kekuatannya? Karena Hak Yeon sendiri merasa selama ini dia tidak merasakan bahwa dia memiliki kekuatan apapun didalam dirinya.
Dan kata-kata terakhir yang diucapkan Appa-nya sebelum meninggalkannya sendirian disana membuatnya malu setengah mati.
FlashBack
"Hak Yeon" panggil Appa-nya lagi.
"Apakah kau menyukai Bocah yang bernama Jung Taek Woon itu?" Lanjutnya bertanya.
Hak Yeon yang mendengar nama Taek Woon seketika mukanya sedikit merona.
"Bagaimana bisa... Aku tidak tahu" Elak Hak Yeon bukannya menjawab pertanyaan Appanya.
"Appa selalu mempunyai mata-mata yang bisa dipercaya, Hak Yeon" ucap Appa-nya menyeringai sambil menunjuk kepala-nya dengan tangan yang ditumpukan pada pahanya. (bisa bayangkan?)
"Jika kamu tidak menjawabnya, Appa amsumsikan bahwa kamu menyukainya" lanjut Appa-nya bangun dan pergi dari ruang keluarga dengan Eomma-nya meninggalkan Hak Yeon sendirian disana.
"Appa... Ahhh..." Teriak Hak Yeon dengan rona yang masih ada diwajahnya setelah kedua orangtua-nya pergi. Dan tangannya berada dikepalannya seakan kepalanya akan pecah.
FlashBack End.
Dan kata-kata itu sukses membuat Hak Yeon malu dan menyembunyikan wajahnya dengan menutupnya dengan berkas terakhir yang sedang dibacanya.
Dan tiba-tiba saja suara HandPhonenya membuatnya tersadarkan dari lamunannya. Dengan segera dia mengambil benda persegi empat panjang yang berada disakunya dan melihat kelayarnya yang menampilkan nomor yang tidak dikenal meneleponnya.
"Hallo, Ini siapa?" Tanya Hak Yeon mengangkat telepon tersebut.
"..." Tidak ada jawaban
"Hallo?" Tanya Hak Yeon kembali bersuara.
"Hay, Hak Yeon" jawab suara diseberang kemudian.
Deg...
'Suara itu...'
.
.
.
.
.
.
TBC Or End
Kamsahamnida sudah menunggu maupun yang sudah mereview saya ucapkan Neomu Gomawoyo...
Kemarin, author baru baca review dari reader.. Dan dari beberapa review ada yang tidak mengerti jalan ceritanya.
Apakah setelah sampai dichapter ini sudah ada yang sedikit mengerti tentang situasi dan keadaan Hak Yeon?
Mianhae jika saya terlalu banyak memasukkan Teka-teki ne? Dan sekali lagi mianhae jika banyak yang tidak mengerti selama perjalanan menuju chapter ini. Dan mianhae lagi kalau bahasa saya ribet banget. #Bow bersama VIXX
Oh, iya untuk yang bertanya Taek Woon membeku kenapa? Itu karena perkataan Sang Hyuk yang tidak ingin Perhatian Hak Yeon teralihkan ke Taek Woon dan Taek Woon yang mendengarnya harus mencernanya dulu sampai akhirnya dia mengerti kalau Hak Yeon itu memperhatikannya disuatu tempat dan memilih megejar Sang Hyuk untuk mengetahui dimana Hak Yeon dan bagaimana sosoknya.
Kalau author jabarkan jadi panjang banget jadinya, segitu saja dulu yah penjelasannya.
Oh, iya, Saya boleh tanya? Apakah Sad Ending lebih bagus untuk FF ini atau Happy Ending? Silakan dijawab, ini untuk menentukan chapter-chapter selanjutnya.
Kalau menurut saya sendiri Sad Ending lebih bagus, tapi yang tragis pastinya.
Jangan salah paham dulu, Endingnya masih agak lama koq, mungkin sekitar 2 atau 3 Chapter lagi ^_^.
I'll Be Back Next Week To See it.
See U Next Week Guys. Bye-bye.
Kamsahamnida
Thank U
Arigatou
Danke
Xie Xie
Grazie
