.

.

.

.

.

.

.

"Taek Woon..." Ucap Hak Yeon pelan tidak menyangka Taek Woon ada disana.

"Jadi.. N adalah Hak Yeon" Ucap Taek Woon tidak menduga bahwa N yang dikenalnya adalah Hak Yeon. Seseorang yang dicarinya selama di StarLight Academy.

Shock? Tentu mereka sangat terkejut karena Taek Woon maupun Hak Yeon tidak menduga hal seperti ini akan terjadi. Terutama Taek Woon yang menatap Hak Yeon tidak percaya dan juga sebaliknya.

"Bagaimana bisa kau ada disini?" Ucap Hak Yeon tidak percaya.

"Aku diajak dia untuk mengikutinya kesini" Ucap Taek Woon menunjuk Yook Hwan

FlashBack

Disebuah sungai yang dipadati dengan banyak pasangan terlihat seseorang sedang duduk disalah satu tempat diluar kafe yang disenangi-nya baru-baru ini.

Memandang kearah sungai Han tetapi pandadangan dihalangi oleh seseorang yang tidak diketahuinya.

"Apakah kau Jung Taek Woon?" Tanya orang itu

"Ya, benar. Kamu siapa?" Tanya Taek Woon menatap orang yang didepannya dengan padangan tidak suka.

"Aku Nam Yook Hwan teman Hak Yeon, salam Kenal Taek Woon-ssi" ucap Yook Hwan tersenyum lebih tepatnya menyeringai dan duduk dikursi disampingnya.

"Kau... Mengenal Hak Yeon?" Tanya Taek Woon

"Tentu, aku temannya" Jawab Yook Hwan

"Temannya?" Tanya Taek Woon lagi.

"Lebih seperti teman lamanya." Jawab Yook Hwan menatap jamnya

Drek...

"Aku harus pergi sekarang" lanjutnya.

"Kau mau kemana?" Tanya Taek Woon mengangkat wajahnya untuk melihat Yook Hwan.

"Sebentar lagi, aku mau bertemu dengan Hak Yeon, mau ikut?" Ucap Yook Hwan setelahnya diberbalik berjalan meninggalkan Taek Woon.

"Aku ikut" jawab Taek Woon setelah mendengar ucapan Yook Hwan dan berdiri mengikuti Yook Hwan.

Mendengar jawaban Taek Woon dari beberapa langkah tadi Yook Hwan menyeringai.

FlashBack Off

"Sudah cukup bicaranya, ini kukembalikan Sang Hyuk" Ucap Yook Hwan mendorong Sang Hyuk ke depan membuat Hak Yeon harus cepat-cepat menangkapnya sebelum jatuh tapi, dia sangat jauh dari Sang Hyuk. Tiba-tiba saja udara dan suara disekitarnya terasa menjadi lambat, Hak Yeon menutup matanya, merasakan ada sesuatu mengalir dalam tubuhnya, kemudian membuka matanya kembali, ada yang berbeda dengan matanya, matanya berubah menjadi warna kuning disekitarnya, dia melangkah dan melangkah dan melang...

Flash...

Baru dua langkah saat ingin melangkah untuk ketiga kalinya, tiba-tiba saja Hak Yeon sudah berada disana menangkap tubuh Sang Hyuk yang akan jatuh.

Mereka (Taek Woon, Yook Hwan, Ken, Ravi dan Hong Bin) yang ada disana terkejut dengan apa yang baru saja mereka lihat. Tentu saja, itu pertama kalinya mereka melihat hal seperti itu.

"Hyung... Badanku rasanya..." Ucap Sang Hyuk seperti tidak memiliki tenaga untuk berbicara

"Tidak apa-apa Hyukkie, Ayo, kita pergi, Hyung akan membantumu berjalan" Ucap Hak Yeon membantu Sang Hyuk berdiri.

"Tidak akan kubiarkan kau pergi semudah itu Hak Yeon" Ucap Yook Hwan entah darimana datangnya sebuah Pistol sudah berada ditangannya.

Yook Hwan mengarahkan Pistolnya kearah Sang Hyuk dan ...

DORR!

Hak Yeon lagi-lagi menutup matanya menunggu sesuatu terjadi tapi, tidak terjadi apa-apa. Karena suara, gerakan dan udara disekitarnya kembali berjalan lambat dan Hak Yeon membuka kembali matanya memunculkan warna hijau muda yang sangat manis. Hak Yeon mengarahkan tangannya kedepan membuat peluru yang ditembakkan Yook Hwan berbelok arah menuju sebuah tong (ma'af saya tidak tahu namanya apa) yang berisi minyak didalamnya mengalami ledakkan cukup besar dan Hak Yeon melindungi Sang Hyuk dari ledakan dengan tubuhnya membuat punggungnya terkena pecahan kaca kecil namun dapat menusuk punggung kecilnya. Ledakan tersebut membuat gedung tua itu terbakar dengan sangat cepat.

"Kita harus keluar dari sini!, Ravi, Hong Bin bawa Hyukkie bersama kalian" Ucap Hak Yeon mengintruksi mereka untuk keluar dari gedung tua tersebut sesegera mungkin.

"Aku tidak akan membiarkan mu pergi" Ucap Yook Hwan mengarahkan Pistolnya kearah Hak Yeon.

DORR!

"Taek Woon! Yook Hwan!" Teriak Hak Yeon melihat bongkahan kayu besar akan jatuh diatas mereka namun, dengan sigap Hak Yeon mengarahkan tangannya untuk menjauhkan bongkahan kayu tersebut dari mereka dan mengbaikan tembakan yang sudah diluncurkan oleh Yook Hwan.

"Hak Yeon... Uhuk!" Ucap Yook Hwan karena peluru yang ditembakkannya malah kembali kearahnya karena dia menembak disaat tangan Hak Yeon terangkat saat itu.

BRUKK!.

"Yook Hwan!" Teriak Hak Yeon

"Uhuk... Uhuk... iiissh..." kali ini Taek Woon yang dan sedikit meringis karena kakinya yang terjepit.

"Taek Woon?" Ucap Hak Yeon melihat Taek Woon terjatuh dilantai dengan kaki yang terjepit. Dengan kekuatan yang dimilikinya Hak Yeon mengarahkan tangannya diatas kayu tersebut dan memindahkannya.

"Ayo, jalan Taek Woon, biarkan ken membantumu, Ken kemarilah" Ucap Hak Yeon dan berteriak sesudahnya

"Bantu Taek Woon untuk berjalan, aku akan mengurus jalannya" Ucap Hak Yeon dan berjalan kedepan dimana jalan sudah tertutup oleh kayu yang jatuh tersebut. Lagi-lagi Hak Yeon harus memindahkannya agar mereka bisa keluar setelah jalan terbuka, Hak Yeon mendekati Sang Hyuk dan berbisik padanya.

"Jaga Appa dan Eomma sampai Hyung kembali" bisiknya.

"Apa maksudnya Hyung" tanya Sang Hyuk mendengar pertanyaan sang adik Hak Yeon hanya tersenyum manis.

"Cepatlah kalian keluar, aku akan membawa Yook Hwan bersamaku" Ucap Hak Yeon meyakinkan mereka.

"Kalian bawa Hyukkie keluar, cepat" Ucap Hak Yeon berteriak menunjuk jalan keluarnya dan sedikit menahan sakit dipunggungnya

"Woonie-ah, Mianhae" ucap Hak Yeon pelan sambil tersenyum tapi, suara Hak Yeon yang kecil itu dapat didengar oleh Taek Woon. Berlari kecil untuk kearah Yook Hwan dan membawa Yook Hwan bersamanya. Hampir sampai pintu keluar dan disamping mereka terdapat jendela yang cukup besar yang sudah pecah.

.

.

.

.

.

.

.

Setelah mereka cukup jauh dari gedung tua yang terbakar tersebut tiba-tiba saja terdengar suara Ledakan yang sangat besar tapi, Hak Yeon dan Yook Hwan masih berada didalam sana.

DUARR!

Ledakan tersebut sontak membuat mereka membalikkan badannya. Teringat sesuatu Sang Hyuk tiba-tiba lari dari sandarannya untuk berjalan namun, ditahan oleh Hong Bin.

"Tidak..., Yeonnie Hyung... Yeonnie Hyung..." Teriak Sang Hyuk

"Biarkan aku pergi, Yeonnie Hyung... Yeonnie Hyung masih didalam... Lepaskan aku... Lepaskan..." Ronta Sang Hyuk dari pelukkan Hong Bin.

Taek Woon yang dibantu Ken berdiri tidak jauh dari Sang Hyuk dan Hong Bin menatap tidak percaya Hak Yeon masih didalam sana dan juga kata ma'af dari Hak Yeon apakah ini maksudnya?.

Tunggu?

Yeonnie?

Apakah dia tidak salah dengar?

Apakah Sang Hyuk tidak salah ngomong?

Apakah Hak Yeon adalah Yeonnie yang berjanji dengannya?

.

.

.

.

.

.

Sehari setelah ledakan digedung tua tersebut hanya ditemukan satu mayat terbakar dengan peluru bersarang dijantungnya.

Tapi, mereka menemukan jejak darah yang mengarah pada sungai dan setelahnya jejak darah itu menghilang.

"Mungkin Hak Yeon terbawa arus sungai" Ucap seorang Polisi

"Kami akan mencarinya menyusuri arus sungai ini. Tapi, ada kemungkinan anak anda akan mati jika disepanjang sungai ini kami tidak segera menemukannya. Jadi kami hanya bisa memberikan kemungkinan ditemukannya anak anda hanya 50% saja" ucap polisi itu lagi dan setelah memberi hormat polisi itu pergi dari hadapan keluarga Cha.

Mendengarnya Mrs. Cha hanya bisa menangis dipelukkan Mr. Cha dan Sang Hyuk menghadapkan wajahnya keatas untuk menahan tangis untuk turun.

.

.

.

.

.

.

3 tahun kemudian

Terlihat seorang namja tinggi dengan rambut pirangnya duduk diatas rumput yang dekat dengan sebuah sungai, nama sungai itu adalah Sungai Gwang. Sungai dimana Hak Yeon hyungnya tidak ditemukan kembali setelah satu minggu mencarinya. Memandang sungai itu dengan lekat seakan Hyungnya akan keluar dari sana.

Namja itu adalah Sang Hyuk. Namja kecil yang dulunya sangat manja pada Hyungnya kini sudah besar.

lelah memandang sungai kini dia membaringkan dirinya diatas rumput itu dan memandang kelangit-langit.

"Hyung... Ini sudah tiga tahun sejak kau menghilang, dan kau berjanji akan kembali padaku" ucap Sang Hyuk memandang langit biru dan menangkat tangannya untuk mengampai bayangannya seakan ada Hak Yeon disana.

"Dan kau juga tidak datang dihari kelulusanku" ucap Sang Hyuk masih dengan aktivitasnya memgapai awan putih disana. Tiba-tiba saja bayangan seseorang menghalangi pandangannya dari sang langit.

"Selamat atas kelulusanmu, Hyukkie" ucap suara yang sangat dikenalnya itu.

"Nee...!" Balas Sang Hyuk malas tanpa melihat ke pemilik suara tersebut.

.

.

.

.

.

.

END Or U want TBC?

Haha... Ending-nya lebih cepat dari yang author perkirakan... Mianhaeyo Yeorobun!

Endingnya ngak ngantungkan? Ngakkan? Ngakkan? Anna pernah kasih pilihankan yang milih banyak yang bilang terserah Anna sih. jadi, jangan marah sama Anna yah... Hehe...

Jadi, kalau boleh. Anna tanya lagi ni... Jawaban yang tepat yang mana Sad Or Happy? Tanyakan pada hatimu (?) Eh?

Wanna Review? :D

Gamsahamnida

Thank U

Arigatou

Grazie

Xie Xie

Danke