"Selamat atas kelulusanmu, Hyukkie" ucap suara yang sangat dikenalnya itu.

"Nee...!" Balas Sang Hyuk malas tanpa melihat ke pemilik suara tersebut.

"Aku harus pergi sekarang, sampai ketemu lagi, Hyukkie" Ucap Orang itu lagi.

Tunggu

Yang memanggilnya Hyukkie hanya satu orang saja dan orang itu adalah orang yang sangat dikenalnya.

Dan

Suara itu, seperti pernah dia dengar sebelumnya. Jika tebakannya benar, maka dia adalah...

Dengan segera Sang Hyuk bangun dari baringnya dan melihat orang tersebut, dia memiliki rambut merah menawan, dan rambutnya yang agak panjang dan postur tubuhnya mirip dengan Hyungnya, dan orang tersebut semakin menjauh dari tempat Sang Hyuk berdiri. Sang Hyuk akhirnya mengejar orang itu sebelum dia sampai pada sebuah mobil yang sudah menunggunya.

"Tunggu!" Teriak Sang Hyuk membuat orang tersebut berhenti berjalan dan dia tidak membalikkan badannya sedikitpun.

"Kau siapa? Kenapa kau tahu namaku?, hanya Yeonnie Hyung yang memanggilku seperti itu." Ucap Sang Hyuk membuat orang itu tersenyum walau Sang Hyuk tidak bisa melihatnya.

"Kau tahu siapa aku dan aku sangat mengenalmu, Hyukkie" Ucap Orang tersebut dan kembali berjalan meninggalkan Sang Hyuk sedikit berpikir namun, kemudian tersenyum.

"Kau menepati janjimu, Hyung" gumam Sang Hyuk

.

.

.
.

Beberapa minggu kemudian

Sejak hari itu, Setelah dia bertemu dengan seseorang yang sangat dikenalnya itu. Sang Hyuk terus mengunjungi tempat tersebut berharap tidak... Tidak... Lebih tepatnya Sang Hyuk Sangat Berharap bahwa siapa tahu dia akan bertemu dengan Yeonnie Hyung-nya lagi.

Yeonnie Hyung? Oh, tentu. Dia pasti adalah Hak Yeon yang telah hilang selama 3 tahun entah dimana keberadaannya dan sekarang keberadaannya pun tidak diketahui oleh siapapun. Termasuk Sang Hyuk dan Keluarganya sendiri.

'Kapan kau kembali kerumah, Hyungie?' Batin Sang Hyuk memandang langit.

.

.

.
.

Sementara itu dikediaman Jung. Terlihat seorang laki-laki tinggi berperawakan rupawan tersebut sedang melamun memandang sang langit biru yang sangat menawan dengan awan putih disekitarnya.

Sejak hari itu, hari dimana dia mengetahui kebenaran tentang Hak Yeon yang telah Taek Woon anggap sebagai rival dan ternyata N adalah Hak Yeon yang menyamar dan juga seorang Yeonnie yang dicarinya. Adalah orang yang sama dan seseorang tersebut selalu berada disekitarnya. Bagaimana bisa dia tidak mengetahuinya? Padahal Hak Yeon selalu berada disekitarnya. Memberikannya sinyal walau hanya sedikit. Tapi, dia, Taek Woon tidak memperdulikan sinyal tersebut sedikitpun. Karena menurutnya jika ada N disampingnya, Dia, Taek Woon tidak membutuhkan apapun selain N saja.

Kini hidupnya terasa hampa. Hampa? Apakah itu karena Hak Yeon tidak ada disisinya?. Ya... Itu benar karena 2 tahun yang lalu dia baru mengetahui perasaannya terhadap Hak Yeon. Perasaan yang membuatnya merasa kosong, sepi dan sunyi. Dia merasa ingin mati saja bersama Hak Yeon dari pada hanya hatinya saja yang dibawa pergi oleh Hak Yeon.

Bosan memandang langit. Dia pun bangkit dari duduknya dan pergi dari sana. Keluar dari rumahnya menuju sebuah mobil hitam yang sudah terparkir disana menunggu sang pemilik mengendarainya. Siapa lagi pemiliknya kalau bukan Jung Taek Woon.

Taek Woon mengendarai mobilnya entah kemana, terus mengendarainya dijalanan lurus. hingga dia tiba-tiba saja berhenti dan memakirkan mobilnya didepan sebuah kafe yang akhir-akhir ini menjadi salah satu favoritnya.

.

.

.
.

disinilah sekarang Taek Woon memandang keluar kafe tersebut seakan disana akan ada yang menarik perhatiannya. Taek Woon terus memandang keluar kafe tersebut. Hingga seseorang berambut merah menawan dengan wajah yang sangat familiar baginya lewat begitu saja didepan matanya dan jantungnya berdetak dengan cepat saat seseorang tersebut lewat disana.

'Bukankah itu Hak Yeon?' Batinnya.

Dengan segera Taek Woon keluar dari kafe tersebut setelah membayar minuman yang telah dipesannya. Keluar dari sana, mencari seseorang yang dianggapnya Hak Yeon. Berlari kearah dimana tadi Hak Yeon pergi hingga menabrak beberapa orang yang memberikannya sumpah serapah. Taek Woon tidak memperdulikannya. Karena dipikirannya hanya ada Hak Yeon, Hak Yeon dan Hak Yeon.

Taek Woon berhenti, melihat disekelilingya mencari Hak Yeon yang sempat menghilang dari penglihatannya. Hingga matanya melihat seseorang yang dianggapnya Hak Yeon, berada diseberang jalan. Berlawanan arah dengan Taek Woon. Tunggu! Dia tidak sendiri, dia bersama dengan seorang anak kecil, umurnya sekitar 10 atau 11 tahun, dia tersenyum dengan sangat manis kearah anak kecil tersebut membuat Taek Woon yang melihatnya cemburu dan berjalan kearah mereka tanpa melihat kanan dan kirinya. Karena dikepalanya hanya ada Hak Yeon saja, tidak ada yang lain. Hingga sebuah suara mobil membuatnya berhenti dan melihat kearah mobil tersebut. Membuat semua orang yang ada disana melihat kearahnya. Taek Woon menutup matanya menuggu mobil tersebut menabraknya.

TIIIINNNNGGGG!

'Apakah ini sudah takdirku?' Batin Taek Woon.

CCIIITTTT

Selama beberapa menit tidak merasakan mobil tersebut mehempaskan badannya, Taek Woon membuka matanya.

"Woee... Kalau nyemberang lihat-lihat!" Teriak seseorang yang mengendarai mobil tersebut.

"Mianhaeyo" Ucap Taek Woon membungkuk kearah orang tersebut.

Dengan segera Taek Woon lari keseberang jalan. matanya kembali melihat sekelilingnya, kembali mencari Hak Yeon. Ya... Itu karena insiden barusan membuatnya kehilangan jejak Hak Yeon lagi. Setelah mencarinya disekeliling tempat itu, Tak lama dilihatnya Hak Yeon memasuki sebuah mobil, dengan sekuat tenaganya Taek Woon mengejar Hak Yeon yang berada dalam mobil yang sudah berjalan agak jauh darinya.

"Hak Yeon!" Teriak Taek Woon.

Taek Woon terus berlari sampai dia lupa kalau dia membawa mobilnya sendiri. sangat bodoh bukan?. Mobil tersebut semakin jauh dan menghilang dalam belokkan.

"Hak Yeon!" Teriak Taek Woon lagi sebelum mobil itu hilang dalam belokkan.

'Arrgg... Lagi-lagi aku hilangan dirinya' batin Taek Woon.

.

.

.
.

Taek Woon POV

Apakah takdir tidak mengijikanku untuk bertemu dengan Hak Yeon?. Kenapa aku terus kehilangan dirinya?. Padahal dia ada didekatku.

Dan juga sejak beberapa hari yang lalu aku terus bermimpi bertemu dengan Hak Yeon, tapi, setiap aku mengejarnya dia selalu terasa jauh. Apa maksud semua ini?.

'Apakah ini sebuah cobaan buatku?'

Pertanyaan itulah yang terus berputar dikepalaku. Apakah ini memang jalan takdirku?. Aku tidak tahu. Aku merasa dunia ini tidak mengijinkanku untuk bersama dengan Hak Yeon.

Taek Woon POV End .

.

.
.

Hak Yeon POV

Hari ini hari minggu, aku dan Sang Won berencana pergi ke toko sebuah baju yang tidak jauh dari sini. Aku yang mengendarainya dan Sang Won duduk dikursi penumpang. Dengan mobil untuk kesana membutuhkan waktu 30 menit dalam kecepatan 50km/jam.

Aku berencana memberikannya sebuah hadiah untuk ulang tahunnya. Sang Won sangat mirip dengan Hyukkie sewaktu dia masih kecil sangat manja padaku dan cukup manis. Mengingatnya aku jadi kangen ketemu Hyukkie lagi padahal baru sekitar 3 minggu yang lalu aku bertemu dengan Hyukkie dan Sang Won membuatku terasa nyaman tinggal dirumah mereka.

aku tersenyum dengan senyuman andalanku kearahnya.

Tidak lama aku mendapatkan hadiah yang ku cari untuk Sang Won dan juga kami sudah membeli apa yang Sang Won inginkan.

Kami berjalan menuju mobil yang kami pakai untuk kesini dan menaikinya. Aku kembali membawanya untuk membawa kami kembali kerumah. Samar-samar aku mendengar seseorang memanggil namaku saat mobil kami berbelok dan suara itu suara yang sangat kukenali.

'Taek Woon?' Batin Hak Yeon.

Hak Yeon POV End.

.

.

.
.

Setelah sampai dirumah Sang Won turun dari mobil dan berlari memasuki kamarnya sedangkan Hak Yeon memasukkan mobil itu kembali ke dalam bagasi. Menyusul Sang Won untuk memasuki rumah tersebut berjalan menuju ruangan yang sudah menjadi kamarnya sejak 3 tahun yang lalu. Berjalan menuju teras kamarnya yang terbuka dan berdiri disana bersandar pada pagar pembatas membuat angin sepoi-sepoi menerpa wajahnya.

Tanpa Hak Yeon sadari seseorang memasuki kamarnya mencari Hak Yeon. Setelah menemukan Hak Yeon diteras dia tersenyum kemudian berjalan menuju tempat Hak Yeon berdiri dan menepuk pundaknya.

"Kangen Rumah?" Tanya orang tersebut.

"Ya... Aku sangat merindukan mereka" ucap Hak Yeon memandang lurus keluar sana.

"kalau begitu kau harus pulang. Mereka sudah sangat lama menunggumu" ucap orang itu tersenyum

"Ya, kau benar Uisa Oh, kalau begitu aku akan pulang besok" ucap Hak Yeon yang juga tersenyum kearah seseorang yang baru diketahui ternyata adalah seorang uisa (dokter).

"Neomu Gomawo, sudah mengijinkan ku tinggal disini selama 3 tahun," Ucap Hak Yeon.

"Tidak apa-apa. Anggap saja rumah sendiri Hak Yeon" Ucap Uisa Oh yang lagi-lagi menepuk pundak Hak Yeon dan dibalas senyuman juga oleh Hak Yeon.

"Aku akan memberitahu Sang Won" Ucap Uisa Oh.

"Uisa Oh.. Bisakah aku saja yang mengatakannya?" Tanya Hak Yeon mendengar pertanyaan Hak Yeon Uisa Oh kembali tersenyum.

"Tentu, Hak Yeon kau bisa melakukannya." Ucap Uisa Oh

"Hyung mau pulang?" Tanya sebuah suara kecil yang sudah duduk dipinggir tempat tidur.

"Sang Won... Sejak kapan kamu disitu?" tanya uisa Oh

"Dari tadi Appa... Aku sudah mendengar semuanya, jadi tidak perlu menjelaskan lagi padaku" Jawab Sang Won menunduk sedih. Hak Yeon yang melihatnya hanya tersenyum kecil, kemudian berjalan kearah Sang Won.

"Ya... Hyung akan pulang besok. Karena hari ini kita akan merayakan ulang tahunmu" Ucap Hak Yeon.

"Tapi... Apa Hyung akan ke sini lagi?" Tanya Sang Won.

"Tentu, Hyung akan datang bermain kalau ada waktu dan Sang Won juga bisa menemui Hyung kapan pun" Ucap Hak Yeon.

"Benarkah?." Ucap Sang Won mengangkat wajah tersenyum dengan senangnya.

"Iya.." Jawab Hak Yeon.

"Horrreee!" Teriak Sang Won berlari keluar dari kamar Hak Yeon.

Hak Yeon dan Uisa Oh hanya tersenyum melihat tingkat Sang Won yang ada-ada saja.

Acara ulang tahun Sang Won sangatlah meriah dan penuh canda tawa. Sementara itu Hak Yeon hanya memandang dari samping acara tersebut dengan sedikit senyuman. Sampai acara tersebut selesai.

.

.

.
.

Keesokan paginya Hak Yeon bangun sangat pagi. melihat ke sekelilingnya dan mengingat lagi, jika kemungkinan ada sesuatu yang dia lupakan.

Setelah dirasakannya tidak ada, Hak Yeon berjalan keluar kamar itu dengan membuka dan penutupnya dengan pelan agar tidak membangunkan Sang Won dan Uisa Oh.

"Kau sudah mau pergi?" Tanya Uisa Oh yang tiba-tiba saja sudah berada dibelakangnya.

"Ya... Aku pergi uisa oh." Ucap Hak Yeon tersenyum.

"Kau melupakanku Hyung..." Ucap Sang Won yang ternyata sudah duduk disamping meja makan. Melihatnya Hak Yeon berjalan kesamping Sang Won

"Sang Won... Gomawo ne..." Ucap Hak Yeon mencubit pipi tembemnya, kemudian berjalan menuju pintu rumah tersebut. Setelah didepan pintu tersebut Hak Yeon membalikkan badannya.

"Sampai jumpa" Ucap Hak Yeon berdiri dari sana kemudian membukannya dan kemudian melambaikan tangannya sebelum akhirnya menutup pintu rumah tersebut.

.

.

.
.

Setelah menempu perjalanan yang sedikit agak jauh, akhirnya Hak Yeon sampai didepan pagar kediaman keluarga Cha. Hak Yeon Menekan tombol bell yang sudah tersedia disana hingga seseorang yang dikenalnya keluar dan berdiri depan Hak Yeon..

"Cari siapa ya?" Tanya tuan Park yang berada diseberang pagar sana membuka pagarnya.

"Selamat pagi, tuan Park. senang melihat kau baik-baik saja" ucap Hak Yeon tersenyum.

"Kau... Bagaimana kau..." Ucap tuan Park terbata-bata melihat senyuman itu.

"Apakah kau sudah lupa denganku tuan Park?" Tanya Hak Yeon.

"T-tuan m-muda Cha...". Ucap tuan Park tidak percaya

"Ya?" Jawab Hak Yeon.

"HUAAA... MR. CHA! MRS. CHA!, TUAN MUDA SANG HYUK!" Tuan Park Berteriak berlari terburu-buru seperti dikejar hantu masuk kedalam rumah memanggil semua penghuni rumah tersebut.

Hak Yeon yang melihatnya hanya mengelengkan kepalanya. Dan memasuki halaman rumahnya setelah menutup pagar tentunya.

Didalam rumah

"Mr. Cha... Hosh... Hosh... Mrs. Cha... Hosh... Tuan Muda Sang Hyuk... hosh..." panggil tuan Park

Sementara ketiga orang yang dipanggil kebingungan dengan panggil tuan Park yang seperti dikejar-kejar tukang tagih rekening.

"Ada apa tuan Park?" Tanya Mrs. Cha mencairkan suasana yang terasa aneh.

"Diluar haah... Haah... Ada..." belum sempat tuan Park selesai berbicara Sang Hyuk langsung berlari keluar rumah.

Mr. Cha dan Mrs. Cha bingung melihat Sang Hyuk yang berlari keluar rumah. Hingga Sang Hyuk berteriak. Membuat mereka semua berlari keluar dari rumah.

Diluar rumah

"Hyung... Kau pulang...!" Teriak Sang Hyuk dan berlari menuju Hak Yeon dan memeluknya.

Teriakkan Sang Hyuk sukses membuat semua yang tadinya ada didalam rumah keluar dari sana. Mr. Cha maupun Mrs. Cha menatap tidak percaya Hak Yeon anak mereka yang selama 3 tahun menghilang, sekarang ada dihadapan mereka.

"Hak Yeon~" panggil Mrs. Cha yang hampir mengeluarkan airmatanya.

"Ne, Eomma?" Jawab Hak Yeon tersenyum dan masih dipeluk oleh Sang Hyuk.

Tanpa menunggu lama Mrs. Cha berlari memeluk Hak Yeon diikuti oleh Mr. Cha mereka berpelukkan hampir satu jam lamanya. Hingga acara memeluk selesai digantikan dengan acara menangis oleh Mrs. Cha yang harus ditenangkan oleh mereka semua. Tuan Park dan Bibi Go hanya menangis terharu dengan yang mereka lihat.

"Lebih baik, kita masuk dulu kedalam rumah" ucap Mr. Cha mengkomando semuanya masuk kedalam rumah.

.

.

.
.

" Hak Yeon~ anakku~ hiks..bagaimana kau bisa selamat dari ledakan itu?" Tanya Mrs. Cha masih sesegukkan sambil memeluk Hak Yeon seakan Hak Yeon akan pergi jauh darinya lagi.

"Apa Eomma tidak ingin aku selamat?" Tanya Hak Yeon cemberut bukannya menjawab pertanyaan Eomma-nya, Hak Yeon malah mengajukan pertanyaan yang lain.

"Tentu, Eomma ingin anak Eomma yang satu ini selamat~" ucap Mrs. Cha mencubit pipi Hak Yeon.

Melihat tingkah Mrs. Cha membuat Mr. Cha dan Sang Hyuk merasa geli karena Mrs. Cha atau Eomma mereka jadi over terhadap Hak Yeon. Seakan Hak Yeon menjadi anak kecil lagi.

"Oh, iya. Kenapa rambut Hyung berubah merah dan juga mata Hyung berubah menjadi biru muda" tanya Sang Hyuk bingung.

"Rambut dan mataku?, bukankah ini sudah tradisi?." Jawab Hak Yeon tapi lebih seperti bertanya kearah sang Appa.

"Ya... Itu semua adalah tradisi dari tahun ke tahun untuk setiap anak pertama" ucap Mr. Cha menjelaskan kepada Sang Hyuk.

"Oh... Aku kira Hyung memakai lensa kotak dan juga mencat rambutnya" jawab Sang Hyuk mempoutkan bibirnya membuat mereka memandang satu sama lain dan...

"Hahahaha..."

Mereka semua tertawa mendengar jawaban Sang Hyuk.

"Hak Yeon.. Kau belum menjawab pertanyaan Eomma" Ucap Mrs. Cha

"Apa Eomma masih ingin mendengar ceritanya?" Tanya Hak Yeon

"Tentu, sayang" jawab Eomma-nya

"Ya, ya, ceritakan pada kami" ucap Sang Hyuk tidak sabaran dan Mr. Cha hanya melihatnya.

"Baiklah... Begini ceritanya..." Ucap Hak Yeon memulai ceritanya.

FlashBack On

Hak Yeon Berlari kecil kearah Yook Hwan dan membawa Yook Hwan bersamanya. Hampir sampai pintu keluar dan disamping mereka terdapat jendela yang cukup besar yang sudah pecah.

Tiba-tiba saja Yook Hwan mendorongnya dari jendela tersebut dan Hak Yeon jatuh terguling hingga sampai dibawah sana hampir terjatuh kesungai, Hak Yeon mencoba bangkit dari baringnya.

DUARR!

Suara ledakan besar tersebut membuat Hak Yeon melebarkan matanya.

"Yook Hwan...issh" Gumam Hak Yeon dan menahan sakit dipunggungnya yang terluka tersebut. Mencoba berjalan dan sesekali meringgis menahan sakit yang disebabkan oleh ledakan saat melindungi Sang Hyuk dan Juga pecahan kaca yang sedikit menusuk dilengan dan kakinya membuat darah terus keluar dari sana. Pandangan Hak Yeon semakin lama semakin memudar dan menciptakan bayangan-bayangan hingga akhirnya dia pingsan dan jatuh kesungai.

BYURR!

Tubuh Hak Yeon terbawa arus sungai sangat jauh, terus mengapung tidak tentu arah sampai sebuah suara kecil terdengar.

"Appa... Lihat ada orang mengapung" ucap seorang bocah berumur sekitar 8 tahun tersebut sambil menunjuk kearah tengah sungai.

"Dimana Sang Won?" Tanya Appa-nya melihat-lihat sekitarnya.

"Disana Appa" ucap Sang Won menunjuk Hak Yeon yang mengapung

"Ah, kau benar... Kita harus menyelamatkannya, sebelum dia mati tenggelam" Ucap Sang Appa.

Sejak Hak Yeon ditemukan oleh seorang Appa dan seorang anak bernama Sang Won beberapa jam yang lalu. Hak Yeon belum juga terbangun dari tidurnya.

Satu minggu kemudian

Sudah seminggu semenjak Hak Yeon ditemukan tapi, Hak Yeon belum juga siuman. Sang Won kecil terus menemaninya setelah dia pulang sekolah. Bermain sendiri dengan sebuah mobil dilantai yang ditemani dengan banyak mainan lainnya. Hingga sebuah suara membuat Sang Won melihat kearah Hak Yeon.

"Ini... Dimana?" Tanya Hak Yeon dengan suara serak layaknya orang bangun tidur dengan mata yang setengah terbuka.

"Kau sudah bangun Hyung?" Tanya Sang Won senang.

"Aku akan memanggilkan Appa" lanjutnya kemudian berlari keluar dari ruangan tersebut.

"Appa... Appa... Hyung sudah bangun." Panggil Sang Won menarik baju kerja Appa-nya.

"Benarkah Sang Won?" Tanya Appa-nya menatap kebawah kearah anaknya Sang Won.

"Iya... Dia baru saja bangun, ayoo.. Cepat..." Ucap Sang Won terus menarik baju kerja Appa-nya.

"Baiklah, baiklah..." Ucap Appa-nya mengikuti Sang Won berjalan memasuki ruangan tersebut.

"Ini dimana?" Tanya Hak Yeon

"Kau berada dirumah kami" ucap Appa Sang Won

"Ah, Mianhae, membuat anda kerepotan... Aku akan pergi" ucap Hak Yeon bergerakberdiri dari baringnya berjalan menuju pintu keluar. Hak Yeon berjalan dengan badan yang terhuyung-huyung dan akan jatuh. Namun. Badannya tidak sampai jatuh karena sebuah tangan membantunya kembali berdiri.

"Tidak usah memaksakan dirimu, kau bisa tinggal disini untuk sementara waktu" ucap Uisa Oh.

"Tapi, aku harus pulang sekarang juga" Ucap Hak Yeon dengan tubuh yang lemah.

"Tidak apa-apa, mereka pasti bisa menunggumu" Ucap Uisa Oh

Dan selama 3 tahun lamanya Hak Yeon tinggal disana.

FlashBack End.

"Dan disinilah aku sekarang... Right?" Tanya Hak Yeon tersenyum mengakhiri ceritanya.

"Syukurlah kau selamat hiks... Hak Yeon" Ucap Eomma-nya sepertinya Mrs. Cha ingin menangis lagi setelah mendengar cerita dari Hak Yeon.

"Kita harus berterimakasih kepada Uisa Oh dan juga Yook Hwan yang terlah mengorbankan nyawanya." Ucap Mr. Cha angkat bicara.

"Ya, Appa" jawab Hak Yeon tersenyum.

"Tapi... Bagaimana caranya?" Tanya Mrs. Cha kemudian

"Bagaimana dengan sebuah pesta dansa?" Usul Sang Hyuk, mendengarnya Mr. Cha dan Hak Yeon menggangukkan kepalanya tanda mereka sejutu tapi, mendengar ucapan Sang Hyuk yang kedua membuat mereka berdua sedikit berpikir.

"Dan juga dengan topeng" lanjut Sang Hyuk menampilkan senyuman manisnya.

"Aku setuju dengan Sang Hyuk" Ucap Mrs. Cha yang sudah menyetujui usulan Sang Hyuk yang berarti Pesta Dansa ini adalah 'Pesta Dansa Bertopeng'

"Tidak lupa dengan kunjungan kepemakamam Yook Hwan" Ucap Hak Yeon membuat mereka serempak menggangukkan kepalanya.

.

.

.
.

Pagi berganti siang dan siangpun berganti menjadi malam. malam kembali datang membuat mereka kembali berkumpul diruangan makan, malam ini tidak luput juga dari canda tawa dan keisengan Sang Hyuk.

Namun, tiba-tiba saja pintu rumah mereka terbuka menampilkan 3 orang namja yang sedang berjalan bersama bibi Go memasuki rumah tersebut dan alangkah terkejutnya mereka saat dilihat seseorang yang mereka rindukan berada didepan mata mereka. Hak Yeon berdiri saat melihat mereka dengan kagetnya. terlihat salah satu dari mereka mulai menitikan airmata tanda ia ingin menangis.

"Hak Yeon Hiks... Hyung~ hwaaa" Ucap Jae Hwan lari memeluk Hak Yeon yang terkejut dengan kedatangan mereka.

"Kukira kau... Hiks... Sudah mati... Hiks" ucap Jae Hwan menangis memeluk Hak Yeon. Hak Yeon tersenyum dan balas memeluk Jae Hwan dan mengelus puncak kepalanya dengan lembut.

"Apakah kau ingin Hyung mati?" Tanya Hak Yeon membuat beberapa orang yang mendengar ucapannya membelalakkan matanya.

"ANIYA" Teriak beberapa orang yang berada disana kecuali sang Appa yang mengetahui itu hanyalah candaan Hak Yeon. Sontak membuat Sang Hyuk berdiri dan juga memeluk Hak Yeon, diikuti dengan dua orang lainnya. Dan terbuatlah Grup Hug. (Hahaha...)

"Jangan bercanda Hyung... Kami sangat merindukanmu" Ucap Hong Bin.

"Ya... Aku juga merindukan kalian semua" ucap Hak Yeon menjawab ucapan Hong Bin. Setelah Grup Hug tersebut berhenti dan mereka duduk dikursi masing-masing tiba-tiba saja Hak Yeon bersuara lagi.

"Oh, iya.. Apa kalian bisa membantu-ku?" Tanya Hak Yeon kepada toga orang didepan dan disampingnya.

"Bantu apa Hyung?" Tanya Ravi

"Kami siap membantu Hyung kapanpun" ucap Ken

"Jadi... Apa yang perlu kami bantu Hyung?" Tanya Hong Bin

Mendengarnya tiga pasang mata tersebut menunggu jawaban dari Hak Yeon yang masih terdiam membuat mereka penasaran.

"Begini, aku berencana membuat pesta dansa topeng" ucap Hak Yeon

"PESTA DANSA BERTOPENG?" Teriak ketiga orang tersebut.

TBC

Yeaaa... Akhirnya Anna post juga ney chapter. Gamsahamnida atas Reviewnya... Sudah terjawabkah pertanyaan saudara-saudari sekalin dichapter ini?.

Ma'afkan Anna jika dichapter ini mengecewakan...
See You Next Week With 1 Chapter again. Bye bye... #bow.