Disclaimer
Boboiboy © Animonsta Studio
Story written by Thunderpearl
.
.
Warning!
Typo, Bahasa Baku non Baku/?, cerita Tijel, Alur gaje, AU, no super power, little bit OOC, Humor, Human!Robot, Human!Alien, Inspiration from "12 Menit untuk selamanya", sequel from IMMORTALS.
If U dont like it, Just dont read it.
.
.
.
The Field Commander
.
.
.
Jarum Jam menunjukkan angka 12, sinar mentari saat ini terasa begitu panas. Seakan membakar orang-orang yang berada di luar. Sebagian orang enggan untuk pergi berpanas-panasan di bawah teriknya matahari. Tetapi, hal itu tidak bisa dinikmati oleh beberapa Anak yang berada di Lapangan Sekolah Menengah Pertama yang ada di pinggir Kota Jakarta.
Sudah 4 jam mereka berada disana, mereka hanya bisa berdiri sambil memainkan Alatnya dan dijemur di bawah sinar matahari yang cukup menyengat. Di tambah lagi, mereka semua harus kebal dan sabar jikalau mereka melakukan kesalahan dan diomeli oleh para pelatih mereka.
"SNARE! Kenapa pukulannya gak sesuai?! Mana stroke roll yang Saya minta tadi?!" Terdengar teriakkan seseorang yang memecah di tengah suasana yang panas ini. Jika dilihat dari keadaannya mungkin sebagian Kalian sudah bisa menebak, apa yang sedang mereka lakukan di Lapangan dan berjemur. Yap, mereka sedang latihan dasar Marching Band.
"Bass drum! Perhatikan temponya! SNARE DRUM! Kalian ini mainnya kayak dikejar anjing gila begitu sih?! Fokus makanya fokus!" Teriakkan yang berasal dari suara yang sama. Masih terdengar jelas dia begitu kesal dengan permainan dari section yang di latihnya. Ia menghirup napasnya perlahan dan membuang napasnya secara rakus. Ia kembali memandangi anak-anak yang tadi bermainnya kacau dan mengganggu tempo permainan.
Namanya Fang, ia pelatih battery yang memiliki ciri khas paling mencolok. Tubuhnya yang tinggi, kokoh, dan tegap membuatnya dikagumi banyak orang. Ia memiliki surai rambut berwarna biru keunguan yang mencuat melawan gravitasi, wajahnya yang tampan membuatnya terlihat begitu sempurna. Mungkin, jika kau mencarinya yang berada di Lapangan penuh akan orang, ia yang paling mudah dicari.
"AIR! KAMU JANGAN BENGONG! MAINNYA YANG BENAR!" Fang berteriak lebih keras, kekesalannya sudah memuncak dan tak terbendung lagi. Mungkin karena panas dan banyak yang melakukan kesalahan, dirinya jadi cepat marah-marah. Yang di teriakki tersentak kaget dan buru-buru mengejar pukulan-pukulan yang sempat terlewat oleh dirinya.
"Air, Snare drum! Saya minta Paradiddle nyajangan di lewatkan! Cymbal juga! Kalian jangan asal mainnya mentang-mentang alatnya gampang! Bass drum! Kalian kacau sekali hari ini! ayo fokus!" Fang kembali berteriak, Air yang merasa dirinya jelek karena di sebut duluan namanya hanya bisa meringis. Ia melirik ke salah satu pemain Quarto yang ia kenal. Dan tanpa sengaja mereka bertatapan, Air memberi kode seperti 'Aku salah lagi' kepada orang tersebut. Yang bertatapan hanya bisa terkekeh dan memberikan acungan jempol sebagai penanda 'Kau terbaik kok'
Air tersenyum, ia tahu. Temannya yang tadi itu memberikan acungan jempol bernama Gempa, ia baru saja kembali dari Jepang bersama Api dan Kakaknya Setahun yang lalu. Gempa pasti bermaksud untuk menghibur dirinya agar tidak terlalu sedih.
Disisi lain Lapangan, terlihat beberapa orang sedang berlatih dengan Tuba nya. Mereka tampak kelelahan. Karena, selain harus menggangkat Tuba yang berat, mereka juga harus meniup sekuat mungkin untuk mengeluarkan melodi dari Tuba mereka. Pipi mereka yang menggembung seperti balon sudah tidak kuat lagi untuk meniup, seakan pipi mereka akan meledak dalam hitungan ke 3.
Mungkin kalian akan tertawa begitu melihat pipi yang menggembung dan dipenuhi oleh udara hingga memerah karena terlihat lucu. Ah, andai kalian tahu.. betapa sakitnya mereka untuk dipaksa menggembung pipi mereka. Di tambah lagi, bibir mereka yang memerah karena terus-terusan meniup alat brass mereka.
"Haiya... API! Mainnya terlalu Legato! Fokus Api!" Teriak seorang perempuan yang berkacamata bulat, ia memiliki ciri khas rambut yang di kuncir dua. Logat cina nya yang kental membuat dirinya mudah di kenal. "ini mainnya sudah fokus tahu! Ih Kak Ying bawell!" batin seseorang yang di panggil Api tadi. Ying mendengus sebal melihat Api yang sempat bermain dengan legato, Api pasrah begitu di teriakki oleh pelatihnya. Nampak jelas peluh membanjiri kaus oblong warna merah yang dikenakan oleh dirinya. Ingin sekali ia menurunkan alat yang berat tersebut. Tetapi, ia terlalu malas untuk kena omelan dari pelatihnya itu.
Api hanya memperhatikan pelatihnya yang lain, seperti Gopal, Yaya, Adu du, dan Fang yang masih doyan memarahi sebagian besar anggota Marching Band yang diikutinya. "Gak capek apa ya? marah-marah siang bolong begini.." pikirnya begitu melihat semua pelatihnya marah. Mungkin karena efek siang yang panas pada hari ini, membuat mereka semua emosi? Ah dia tidak tahu.
"API! KENAPA BENGONG?! SAYA HUKUM KAMU!" Teriakkan Ying membuyarkan lamunan Api. Ying berteriak penuh amarah dan Ying sudah gemas karena dari setadi Api mengacaukan nada-nada yang harusnya dimainkan olehnya, bukannya bengong melihat orang-orang. Api hanya bisa pasrah menerima nasib kalau dihukum oleh Ying.
-oOo-
Setelah Latihan berjam-jam, kini waktunya untuk pulang. Sebelum itu, mereka memasukkan alat-alat musik ke Ruang alat. Kemudian semuanya bergegas untuk melakukan Apel Lapangan. Sebagian orang yang sudah selesai ada yang memilih untuk bersantai dahulu, ada juga yang bergegas untuk cepat-cepat pulang. Air lebih memilih untuk bergegas pulang karena dia ingin cepat-cepat bertemu dengan kekasihnya, yaitu Kasur di kamarnya. Belum semeter ia berjalan, tiba-tiba ia mendengar suara teriakkan yang memanggil dirinya dari jauh.
"AIRR! AIRR! AIIEERRR~~!" Teriak seseorang yang memanggil dirinya.
"Apa sih?" tanya Air setelah memilih untuk berhenti, ia menengok ke belakang dan mendapati Api dan Gempa yang terengah-engah kewalahan karena mengejar Air.
"Ihhhhhhhh! Ninggalin Kita berdua! Katanya janji mau jajan bareng-bareng!" Api merajuk kepada Air, Gempa juga memasang wajah cemberut ke Air. Sedangkan Air, ia hanya memutar matanya malas.
"Yaudah maaf, ayo pulang! Aku mau pacaran sama kasur nih! Capek tahu dari tadi diomel-omelin Kak Fang!"
"IH! AKU JUGA DI OMELIN SAMA KAK YING! MASA TADI PAS ISTIRAHAT API DISURUH PUSH UP 30 KALI!" Api berteriak dengan kencang, dan tak sengaja ada Ying yang melihat perilaku Api. Api baru menyadari kalau tadi ia berteriak dan menyebut salah satu pelatihnya itu. Ying hanya memberinya tatapan –akan ku tambah hukumanmu- kepada Api dan membuat Api ketakutan. Api yang kapok dihukum Ying memilih bersembunyi di punggung kembarannya dengan bergetar. Air dan Gempa hanya bisa tertawa melihat Api yang ketakutan berhadapan dengan pelatihnya.
"Sudah yuk, daripada kita diam di sini terus, mending kita pulang!" Usul Gempa yang langsung diiyakan oleh Air dan Api, Kini ketiganya pulang bersamaan meninggalkan tempat Latihan mereka.
-oOo-
Fang memijat keningnya begitu mendengar kabar dari Gopal, Gopal menatap gusar Fang yang terlihat begitu kesal setelah mendapat kabar darinya.
"Berapa jumlah anggota tim inti yang sekarang?"
"H—Hahh?"
"Gue tanya, berapa jumlah anggota tim inti yang ada pada saat ini?"
"I—ITU... AH! ADA 103 ORANG!" Gopal langsung menjawab pertanyaan Fang begitu paham pertanyaan dari Fang, Fang yang menggertakkan giginya dan segera menggebrak meja yang dari setadi ada di hadapannya. Gopal kaget begitu melihat Fang yang emosi dan tertunduk takut melihat Fang marah.
"103 ORANG? LO BILANG 103 ORANG?! KENAPA BISA BERKURANG BANYAK HAH?! DARI 167 ORANG DAN SEKARANG 103 ORANG?! KEMANA 64 ORANGNYA LAGI!"
"Me.. me... mereka... mereka ke.. keluar.. tadi Gue da..dapat kabar dari Pak Manager... ka..kalau anggota ki..kita hari ini berkurang 4 orang.." jawab Gopal gemetaran, Ia terlalu takut untuk berhadapan dengan Fang kalau ia sudah marah. Menurutnya, Fang bagai serigala lapar kalau sudah mengamuk. Dan itu terbukti! Ia melihat Fang mengamuk tadi. Fang hanya memijat keningnya kembali dan memilih untuk duduk sambil menahan emosinya yang melunjak drastis.
'Ini sudah bulan pertama materi lagu.. waktu kita sedikit untuk GPMB nanti.. astaga.." Ucap Fang lirih. Gopal yang mendengarnya hanya bisa menunduk, Ia merasa bersalah karena membuat teman seperjuangannya itu pusing kebingungan.
"Hah... Nanti kita rundingkan lain hari, lebih baik Lo pulang duluan, Lo pasti capek kan? nanti Gue susul Lo pulangnya.." Fang berkata dengan pelan. Ia terlalu lelah untuk berbicara. Gopal yang mengerti keadaan Fang segera bergegas menuju pintu keluar, sebelum ia benar-benar keluar dari Ruangan itu, Gopal berbalik kearah Fang dengan tatapan ragu.
"Eng... serius gak mau pulang sama Gue, Gue traktir Donat lobak merah deh..." Fang yang mendengar ucapan dari Gopal terdengar ragu dan khawatir dengan dirinya itu hanya bisa terkekeh. Ia tahu betul kalau Gopal merasa bersalah kepada dirinya, Tetapi ia terlalu gengsi untuk mengakui betapa senangnya ia dikhawatirkan oleh seseorang.
"Heh, Utang Lo aja masih numpuk, gaya sekali Kau mau traktir diri Ku ini.. Hahahahah.." Sindir Fang sambil tertawa. Gopal hanya mendengus sebal melihat Fang yang menyindir maksud baiknya itu.
"Apa sihhh... Gue kan bermaksud baik mau traktir Lo!"
"Halah, mending Lo simpan uangnya buat ngelamar cewek Lo nanti.. lagian Gue juga mau ketemu sama teman-teman Gue kok.." ucap Fang sambil membereskan drum stick miliknya ke dalam tas. Gopal hanya tersenyum dan memilih untuk meninggalkan Fang.
"Ok, Gue duluan ya? Hati-hati Fang! Titip salam buat Teman-teman Lo!" ucap Gopal yang meninggalkan Fang. Fang mengangguk dan melihat kalender yang terpasang di dekat pintu, ia hanya menghembuskan nafas lelah dan segera memasukkan barang-barang yang lainnya kedalam tasnya.
.
.
.
To Be Continue
.
.
.
Marching Band: Marching band adalah istilah dalam bahasa Inggris yang mengacu kepada sekelompok barisan orang yang memainkan satu atau beberapa lagu dengan menggunakan sejumlah kombinasi alat musik (tiup, perkusi, dan sejumlah instrumen pit) secara bersama-sama.
Brass: Alat musik tiup yang terbuat dari logam, Tuba, Trompet, Mellophone, dan Baritone merupakan salah satu Alat yang ada di Brass.
Section: pembagian selanjutnya dari department. Semisal dari percussion department ada battery section dan pit section.
Battery: Unit dalam Marching Band yang bertugas memimpin tempo permainan dengan memainkan alat musik perkusi (pukul). Snare drum, bass drum, quarto, cymbal merupakan salah satu alat perkusi.
Legato: Gaya memainkan dua atau lebih nada musik tanpa putus. Berasal dari bahasa Itali, artinya "terikat jadi satu".
A/N:
Hello There~ i'm back! Saya kembali membawa update cerita, semoga suka ya^^. Saya mau mengucapkan terima kasih karena banyak yang menyukai cerita Saya yang satu ini.. Saya terinspirasi dari Buku dan Film "12 menit untuk selamanya". Jadi Saya mohon maaf apabila ada unsur kemiripan dengan cerita tersebut, tetapi Saya usahakan cerita saya Original. Saya juga memohon maaf karena Saya tidak bisa membalas review satu persatu, tapi Saya membaca semua review kok! Oh iya, sekedar informasi.. cerita ini berlatar di Indonesia, tepatnya di Jakarta. Saya masih mengalami kesulitan membuat latar cerita di Negera aslinya..
Ada tambahan, Cerita Saya yang Gimme Your Attention Saya putuskan untuk hiatus sementara. Karena berhubung akhir-akhir ini Saya masih bingung dengan kelanjutan kedepannya.. Jadi Saya mohon maaf sekali lagi.. oTL Saya juga mohon sarannya dari Author senior karena Saya masih belajar dalam penulisan kata-kata yang sesuai EYD. Mohon bantuannya XD
Thank you for your support, review and Favorite! Hope you like my new chappie^^
