Disclaimer
Boboiboy © Animonsta Studio
Story written by Thunderpearl
.
.
Warning!
Typo, Bahasa Baku non Baku/?, cerita Tijel, Alur gaje, AU, no super power, little bit OOC, Humor, Human!Robot, Human!Alien, Inspiration from "12 Menit untuk selamanya", sequel from IMMORTALS.
If U dont like it, Just dont read it.
.
.
.
The Field Commander
.
.
.
Langit pada sore ini terlihat begitu indah, warna jingga yang tadi siang tidak terlihat kini mulai tampak di permukaan langit. Air terus memandangi langit sambil tersenyum kecil. Ia paling suka melihat langit, terutama langit sore yang ia lihat sekarang, begitu indah dan menakjubkan. Ia bisa merasakan dirinya begitu bebas saat melihat langit.
Air sudah berpisah dengan Gempa dan Api beberapa menit yang lalu. Kini ia sendirian, ia berjalan perlahan sambil sesekali menikmati pemandangan langit sore yang setiap hari ia lihat sepulang dari latihan Marching band. Tanpa ia sadari, kini dirinya sudah berada di depan perkarangan rumahnya.
"Ah.. sudah sampai ternyata." Ucapnya perlahan. Ia melihat sebuah motor besar milik Kakaknya yang terparkir di perkarangan Rumahnya. Air tersenyum tipis begitu mengetahui bahwa Kakaknya sudah pulang dari pekerjaannya. Ia masuk kedalam Rumahnya dan kembali memeriksa Motor yang terparkir di perkarangan rumahnya itu benar milik Kakaknya atau bukan.
"Assalamualaikum..." Air berkata pelan, saat ia hendak meletakkan sepatunya ke rak sepatu, Kakaknya muncul dari arah ruang tamu.
"Waalaikumussalam, Hei~ Airku tersayang sudah pulang ternyata! Lapar ya? Yuk makan, tadi Abang baru beli bahan-bahan persediaan makanan nih." Ucap Kakak Air sambil tersenyum lembut, Air terdiam dan melihat sekitar rumahnya yang nampak lenggang, Air nampak seperti mencari seseorang.
"Abang Taufan.. Mama sama Papa pergi lagi ya?" Air berkata lirih sambil menundukkan kepalanya. Ya walupun ia tahu jawaban yang pasti akan selalu sama seperti kemarin-kemarin.
Taufan terdiam begitu mendengar perkataan lirih Air, Ia mendekat ke arah Adiknya itu. Kemudian Taufan mengusap Kepalanya yang tidak ditutupi oleh topi kesayangan berwarna biru langit milik Adiknya itu.
"Yah, mereka kan sibuk.. lagi pula masih ada Abang kan? nah.. makan aja yuk, Kakak masak Mi goreng aja ya?"
'Tuh kan, jawaban yang itu lagi!' ucap Air dalam hati.
"Hah... iya ya, mereka sibuk.. Ihhh Gak ah! Air maunya makan yang berkuah! Kakak beli Mi apa? Air pilih rasanya sendiri aja deh, Air gak mau Mi goreng lagiiiiiii! Bosen! Bosennn! Abang beli jajanan gak? Beli camilan gak? Air mau minum yang segar! Air capek habis latihannnnn tahuuu!" Air menarik tangan Taufan sambil merengek ke Taufan, Taufan hanya tertawa melihat Adik kesayangannya itu merengek. Taufan tahu, kalau Air sudah lelah atau lapar, ia bisa menjadi bawel plus rewel jika tidak cepat-cepat dipenuhi permintaanya.
"Oi! Oi! Santai Air, santai! Iya Abang beli Mi goreng sama Mi rebus juga kok, Camilan juga beli yang banyak kok! Air serius capek nihhh? Apa ngambek habis di marahin sama Fang ya? Hayo ngaku~" Goda Taufan kepada Air. Sedangkan Air hanya bisa menggembungkan pipinya kesal dan terus mendorong-dorong Taufan dengan kasar.
"Dih! Apaan sih Bangggg! Ah males ngomong sama Abang Taufan! BODO AMAT!"
"Yahhh, Air ngambek~ ya... kalau gitu Camilan jatah Air buat Bang Taufan aja~ hehehe" Taufan makin gencar menggoda Air, ia sudah menahan tawa dari setadi karena melihat wajah Air yang bertekuk-tekuk akibat kesal.
"IH ABANG TAUFAN NYEBELLIIINNNNNN!" Teriak Air kesal. Air pergi ke Dapur sambil mencak-mencak, dan tentunya Taufan mengejar Air sambil tertawa terpingkal-pingkal.
-oOo-
Jaml 9 malam, merupakan jam bersantai Halilintar. Biasanya ia isi dengan membaca cerita sambil menyeruput kopi hangat yang ia buat sendiri. Terkadang kedua Adiknya ikut menemani sambil bercerita tentang pengalaman yang mereka alami, seperti pada saat ini.
"Bagaimana latihan Kalian hari ini?" Tanya Halilintar sambil meneguk Kopinya tenang.
"LATIHANNYA NYEBELIN BANGETTTTTT!" Teriak Api kesal, Halilintar yang terkejut mendengar teriakkan Api dan membuat dirinya tersedak. Setelah tenang, ia kembali bertanya ke Api.
"Hei Api, bisa tidak bicaranya gak teriak? Dan tumben bilang begitu, ada apa memang pas latihan?"
"Ini loh kak, Api di hukum sama Kak Ying gara-gara dia ketahuan bengong... Hehehehe" Jawab Gempa sambil tertawa. Api yang kesal melihat saudara Kembarnya meledek dirinya hanya bisa merengut dan merajuk ke Halilintar.
"Tapi Kak... Api gak bengong kok! Sumpah deh! Api tuh cuman merhatiin sama mikir kenapa Kak Fang sama yang lain marah-marah teruss, padahal kan lagi siang bolong! Ihh Kak Hali percaya kan sama Api?" Api terus-terusan merajuk ke Halilintar. Halilintar hanya terkekeh melihat Adik keduanya itu membela diri.
"Ya kamu salah dong, sudah tahu Pelatih galak, malah bengong. Ya mau gak mau harus di tegur."
"DI TEGUR TAPI KOK PAKAI HUKUMAN SIH?!"
"Iya! Kok Gempa juga sering kena marah sama pelatih!?"
"Marching band kan memang keras, memangnya Api dan Gempa lupa ya?"
Mendengar pernyataan sekaligus pertanyaan dari Kakak mereka. Keduanya hanya bisa terdiam. Benar, mereka baru sadar. Marching band memang keras. Keduanya hanya bisa tertawa dan menggaruk kepala mereka yang tak gatal.
"Hehehe iya lupa... Api lupa kak... Hehehe"
"Gempa juga.. ahahaha, jadi malu deh.." ucap Gempa yang ikut tertawa, Api yang merasa suasana sudah tidak pas, mulai mengganti topik dengan korbannya adalah Gempa.
"Aih? Gempa bisa malu? YA AMPUN INI MENCENGANGKAN!?"
"Ihhhhh! Apa-apaan sih Api, gak pernah lihat Aku malu memangnya?!" Gempa menggembungkan pipinya. Api hanya tertawa dan disusul oleh Halilintar. Halilintar pikir, kedua Adiknya begitu mirip dengan kedua sahabatnya, Fang dan Taufan.
Halilintar baru menyadari dirinya mengingat kedua sahabatnya itu, pikirannya pun melayang ke percakapannya dengan Fang dan Taufan satu hari yang lalu.
Flashback
Jam 1 siang, dan sekarang dirinya berada di sebuah cafe yang cukup terkenal di daerah Kota Jakarta. Halilintar kembali memeriksa ponselnya, ia mengetik sebuah pesan kepada kedua temannya yang belum kunjung tiba.
"Hoi Hal! Lama nunggu ya Lo?" seseorang berteriak kearahnya, Halilintar mendongak dan mendapati Taufan dan Fang sudah tiba. Mereka langsung menempati bangku kosong yang berada di meja Halilintar.
"Lama banget Lo berdua? Kemana aja sih?!" tanya Halilintar memasang wajah kesal begitu Fang dan Taufan duduk di bangku mereka masing-masing.
"Wow.. wow... Slow down bro! Slow down~ maaf nih, tadi Gue habis selesai motret..Tadi Klien Gue minta di Foto di daerah yang jauh dari sini, jadi sorry ya.." Ucap Taufan sambil menenangkan Halilintar.
"Kalau Gue baru selesai ngelatih Tim Marching band yang Adik-adik Lo ikut, terus ada masalah lagi di Tim Gue.." ucap Fang lesu. Halilintar dan Taufan saling berpandangan begitu mendengar keluhan langsung dari Fang.
"Masalah? Ada masalah lagi?" Taufan bertanya untuk memastikan, Fang mengangguk mengiyakan pertanyaan Taufan.
"Iya... Anggota Tim berkurang lagi, dan kebanyakan yang Out itu Anggota inti di Tim ini.. ah pusing Gue mikirnya! Mana Manegernya gak ada karena Beliau ada studi banding.. Hah.. Astaga.."
"Alasan mereka keluar apa Fang?" Tanya Halilintar To the Point.
"tsk, masalah biasa.. kayak gak di bolehin sama Papa Mama lah, nilai turun lah, terus kecapean, dan yang paling buat Gue kesal ya, Mereka ikut Marching Band karena ikut-ikutan teman mereka, terus kata mereka Marching band terlalu keras!" ucap Fang kesal, jika dilihat dari raut mukanya. Fang terlihat benar-benar emosi.
"Kalau mereka tahu Marching band keras, kenapa mereka pilih eskul ini?! Ada kan eskul yang santai?! Kalau sudah tahu konsekuensinya, kenapa keluar saat bulan-bulan penting sih?! Dari dulu itu terus yang bikin Gue kesal!" Fang menggerutukkan giginya karena menahan emosi.
Taufan dan Halilintar yang melihatnya hanya bisa saling berpandangan,baru pertama kali mereka terlihat begitu emosi. Fang yang terus-terusan menggerutukkan giginya akhirnya hanya bisa mendesah kasar begitu emosinya bisa terendam.
"Heh, kelar marahnya Bung?" Tanya Taufan memastikan, Fang hanya mengangguk malas dan kemudian mengambil menu untuk memesan sesuatu. Halilintar hanya bergeming melihat Fang yang masih terlihat begitu emosi. Dirinya terus memikirkan Fang dan tanpa sadar Taufan melambaikan tangannya di depan mukanya.
"Haloooo~ Hal, sadar Pak! Jangan melamun terus!" panggil Taufan, Halilintar tersentak dan menggelengkan kepala begitu tersadar dari Lamunannya. Fang yang melihatnya hanya bisa mendengus geli karena melihat wajah kaget Halilintar.
"Lamunin siapa sih Hali? Pacar ya~ eh cie cieee~" Goda Taufan kepada Halilintar.
"Engga! Sok tahu banget sih Lo!"
"Aihhh, Bohongnya ketahuan banget~ Jujur aja jujur lah Hali~"
"Apa sih?! Jijik!"
"Oi, daripada bercanda mulu, mending pesan makanan aja! Perut Gue kosong banget nih!" Fang menghentikan pertengkaran kecil antara Taufan dan Halilintar.
"Hiehhh...sabar sedikit kek, dasar perut Gentong!" cibir Taufan kepada Fang. Fang yang masih emosi malah terpancing oleh cibiran Taufan.
"Apa Lo bilang?!" Teriak Fang yang kesal dan mulai menghampiri Taufan yang baru menyadari omongannya.
Akhirnya ajang pertemuan mereka di mulai dengan Fang dan Taufan yang bertengkar dengan Halilintar yang heboh berusaha melerai pertengkaran kedua temannya.
Flashback End
Halilintar yang mengingat Hari itu hanya bisa mendesah kasar. Pasalnya, setelah dia berhasil menenangkan Fang dan Taufan, dia malah dipelototi oleh semua orang dan hal itu membuatnya malu setengah hidup.
"Tapi kalau dipikir-pikir, ada benarnya juga ya omongan Fang.. kalau sudah tahu Marching Band keras, kenapa mereka malah ikut eskul itu?" ucapnya pelan, namun sayang ia tidak tahu jawabannya dan memilih kembali menikmati Kopi hangatnya.
-oOo-
Esoknya, Air, Gempa dan Api berangkat bersamaan menuju kelasnya. Kelas mereka berada di lantai 2 dan kebetulan mereka di kelas yang sama. Sekarang mereka kelas VIII SMP. Mereka berjalan sambil bercanda.
"Nanti istirahat Kita jajan bersama ya? Api mau beli donatnya bibi Kantin, Air sama Gempa mau beli Apa?"
"Api, Kita kan belum istirahat... Kita juga baru masuk Sekolah... belum waktunya istirahat kan?" Ucap Gempa mengingatkan dan disetujui oleh Air.
"Iya nih! Masih jam 7 kurang juga! Memangnya Kau gak sarapan?" tanya Air memastikan kepada Api.
"Ihhhh, Aku kan cuman tanya! Ya sudah terserah!" Api membuang mukanya sambil mengerucutkan bibirnya dan mempercepat langkahnya meninggalkan Air dan Gempa.
"Ehhh kok ngambek sihhh?!" Ucap Gempa dan Air bersamaan karena kaget begitu melihat Api yang ngambek dan mereka berusaha mengejar Api.
Sesampainya mereka bertiga di kelas, mereka langsung menuju tempat duduk masing-masing dan melakukan kegiatan mereka sendiri seperti Gempa yang sibuk membantu membersihkan papan tulis, Api yang sibuk mencari contekkan PR, dan Air yang sibuk mempelajari Rudiment-rudiment yang belum Ia kuasai sebelumnya.
"AIR!"
"HUAAAA!" Air yang sedang asyik dengan Rudiment nya tanpa sadar dikejutkan oleh seseorang dan membuat dirinya berteriak. Seseorang yang mengangetkannya hanya terbahak-bahak melihat Air yang kaget.
"Apaan sih Ocho! Gak lucu tahu! Kalo Aku mati karena serangan jantung gimana!"
"Ya.. masa bodo! Hehehehe~"
"Ihhhh! Ochobot nyebelin banget sihh!"
"Oh iya Air, hari ini mau Jajan Ice choco gak? Nanti Aku yang traktir.. kebetulan Probe mau ikut, nanti Kau ajak Api dan Gempa ya?" Tanya orang tersebut yang dipanggil oleh Air dengan sebutan Ochobot.
"Eh? Hari ini? T—tapi Aku, Gempa, dan Api harus latihan sama Kakak Senior buat memperlancar bagian-bagian yang masih salah.." ucap Air pelan, Ochobot yang mendengar perkataan Air hanya bisa cemberut.
"Marching Band terus, gak bosan memangnya latihan terus?" ucap Ochobot sambil mencibir Air.
'Kalau ditanya bosan, tentunya iya! Tapi Aku gak mau ketinggalan banyak Rudiment!' Jerit Air dalam hati.
"Eh itu.. Aku juga ingin ikut pergi sama Kau Ocho, tapi kan Aku harus latihan sama Kakak senior soalnya Bulan ini sudah dekat sama GPMB.. Maaf ya Ocho, Lain kali Aku ikut deh.. sama Gempa dan Api! Kan Kau bisa ajak Iwan, ya ya ya?" Tanya Air sambil menjelaskan, Ochobot yang cemberut hanya bisa menghela nafas pasrah.
"Iya deh iya.. nanti Ku tanya Iwan deh.. Oh iya, sibuk banget kayaknya... lagi baca apa?" Ochobot bertanya sambil mengambil Kumpulan Rudiment yang dipegang oleh Air.
"Itu? Oh.. itu kumpulan Rudiment yang masih belum ku Kuasai.. eng.. ya masih perlu di lancarkan lagi supaya hasilnya bagus.." Jawab Air sekenanya, Ochobot yang tak paham hanya mengangguk sambil memperhatikan tumpukkan kertas yang penuh dengan not-not yang membuat dirinya makin pusing.
"Ih, ini susah banget sih! Memangnya Air main dialat apa kalau ikut Marching Band?"
"Aku? Snare drum, Kau tahu? Drum yang hanya ada satu tapi digendong depan itu loohh."
"Ahh itu! Iya Aku tahu, Pasti kelihatan keren ya kalau Air yang memainkannya, terus Gempa dan Api main alat apa?"
"Gempa main Quarto, drum yang jumlahnya ada dari 4-6. Kalau Api Tuba, trompet yang paling besar dan suaranya yang paling bass, bisa di bilang mereka alat yang berat... Snare drum juga berat sih sejujurnya hehehe.."
"Wihhh, alat yang Kalian mainkan Sounds Cool! Eh eh, kau tahu tidak.. kalau Kak Suzy itu yang gak main alat tapi goyang-goyang tangan kan, ih apa ya namanya?" Ochobot kembali bertanya sambil memperagakan apa yang dimaksudnya. Air yang paham hanya terkekeh pelan begitu melihat muka bingung Ochobot.
"Hehehe, Maksudmu itu Field Commander? Masa gak tahu sih?" Air terkekeh pelan begitu menjawab pertanyaan Ochobot.
"Ahhh! Itu maksu—d ku—.." Ucapan Ochobot terhenti begitu Guru datang ke Kelas mereka.
-oOo-
Di sisi lain, di ruangan yang kedap suara dan penuh alat Band, terlihat sosok Fang yang begitu Khidmat dengan permainan Drumset nya, ia sedang mengutarakan semua kegelisahannya kepada temannya yang selalu setia mendengar keluh kesahnya itu. Tak peduli mau di jawab oleh dia atau tidak, Fang terus menabuh drumstick nya di atas permukaan Drumset miliknya, seakan dirinya berbicara dengan teman lamanya.
Suara yang dihasilkan dari Drumset tidaklah terdengar sumbang atau kacau, malahan terdengar begitu sempurna dan dan bersih. Mungkinkah ini merupakan keajaiban dari Tuhan yang diberikan kepada dirinya? Ia tidak tahu pasti. Yang jelas, ia terus bermain sambil mengutarakan kegelisahannya.
Fang begitu mencintai Musik, sama seperti Halilintar yang mencintai Animasi, dan sama halnya seperti Taufan yang mencintai dunia pemotretan. Tetapi cintanya terhadap musik begitu besar. Ia bahkan hampir hapal semua jenis lagu yang ada, dari klasik sampai Modern sekalipun.
Fang memiliki julukan yang terbilang unik dari teman-temannya. Julukannya itu melekat erat dengan kecintaannya terhadap musik. Ia mendapat julukan "Si tangan Emas pencinta musik" Karena setiap kali ia memainkan Alat musik jenis apapun, semuanya akan tunduk ditangannya dan tak membohongi dirinya.
Tetapi, manusia tetaplah manusia. Fang masih merasa kurang. Menurutnya, masih banyak orang yang lebih hebat dan berbakat dari dirinya itu. Maka dari itu ia terus memperdalam ilmunya terhadap musik. Orangtua nya juga mendukung bakat yang dimiliki oleh Fang, maka tak perlu ditanya lagi.. ia disekolahkan oleh Orangtua di perguruan Seni bidang musik ternama dan memilih pekerjaan yang sesuai dengan yang ia impikan.
Saat Fang asyik memainkan Drumset nya, ia mendengar Handphone miliknya berbunyi yang menandakan adanya pesan masuk, saat dirinya membaca pesan tersebut, menit itu juga, tubuhnya langsung membeku ditempat.
.
.
.
To be continue
.
.
.
Field Commander: Pemimpin sebuah Marching Band saat tampil di lapangan. Seorang Field Commander harus memiliki musikalitas tinggi, karena tugasnya terbilang berat. Tugasnya adalah mengatur tempo dan menjaga tinggi rendahnya nada.
Rudiment: Teknik dasar memukul perkusi. Ada 40 rudiment yang memiliki pola serta ritme tersendiri. Stroke, roll, didde, dan flam merupakan bagian dari teknik dasar pukulan. Masing-masing teknik bisa dikembangkan lagi dan muncul seperti: single stroke roll,six stroke roll, singel paradiddle, flam tap, flam accent dan sebagainya.
A/N:
ADA YANG TAHU GAK KENAPA FANG BISA DIEM PAS BACA PESAN? YANG BISA NEBAK NANTI BOLEH KASIH OC BUAT CERITA INI~ (tapi Ocnya harus ikhlas buat berjalannya alur ini) And... Yang jawab bener pertama langsung ku PM untuk dapat hadiahnya~ TEEHEEEE~
ANDDD, HOW ARE YOU GUYS? MISS ME? I MISS U GUYS~~ SO MUCH~~/ciumbasah(jijay-_-) duh maaf yak.. saya updatenya lama... mana lagi Saya dapat problem bertubi-tubi. Dari laptop ngelek, rusak, gak nyala, wifi ngarol-ngidul, pindah rumah, ide mentok, pr ngehajar pakai cinta, dan ulangan banyak.. (lah curhat).
Oh ya.. Saya semaksimal mungkin untuk melanjutkan cerita, ya dan Saya nyuri waktu.. oh iya terima kasih loh udah repot-repot nungguin Saya update.. semoga Saya gak jadi Php berat nya.. mb/mz.. Karena Saya tahu rasanya nunggu itu gak enak #JHAA btw saya update bakal lama karena wifi error-_- tapi Saya mau kelarin field commander dulu baru ff Saya yang lain~~
Udah ah sesi curhatnya, maaf nih jadi baca curhatan alay Saya, berhubung Saya lagi pengen mengeluarkan kegundahan hati karena Ujian.. Yoshhh, bagi yang saat ini ujian semangatt~~ Saya doakan yang terbaik~~ semoga gak remed~~~ dan bentar lagi liburan yeayy~~~~ DAN EPISODE BARU BBB SERU BANGET HUHUHU;-;
Oh ye, di tunggu loh jawaban, review, Fav, and Follow~ yang Silent Readers jangan sungkan sama Saya~ LUV YA!
