"Ziyu," panggil Luhan lembut,namun Ziyu masih bersembunyi dibalik pintu kamar Luhan.

Luhan tertawa kecil lalu memberi isyarat untuk Ziyu mendekatinya, "Ziyu bagaimana bisa Appa melihat wajah Ziyu kalau Ziyu sembunyi seperti itu?"

"Tidak mau," jawab Ziyu, "Ziyu ingin melihat Hun Appa tapi Ziyu tidak ingin Hun Appa melihat Ziyu."

"Kenapa?"

Ziyu menunduk dan bermain dengan tangan kecilnya, "Ziyu takut Hun Appa pergi meninggalkan kita lagi baba."

"Ziyu Baby," panggil Luhan lembut sambil menghampiri Ziyu, "Appa tidak meninggalkan kita. Appa hanya sedang berpetualang untuk menggapai mimpinya seperti seorang ksatria didalam buku dongeng Ziyu. Setelah Appa mendapatkan mimpinya, nanti ia akan kembali dan membagi mimpi itu bersama Ziyu."

"Ziyu ingin melihat mimpi Appa kan?"

Ziyu mengangguk antusias, "Pasti mimpi Appa sangat keren!"

Luhan tertawa sambi mengelus pipi Ziyu dan menciumnya, "Sekarang ayo kita bertemu dengan Hun Appa lewat komputer Baba."

Luhan menarik tangan ziyu menuju meja komputernya. Ziyu sedang duduk dipangkuan Luhan dan memeluk tubuhnya saat Sehun menghubungi akun skype Luhan.

"Nah Appa sudah menelepon!" Seru Luhan, membuat Ziyu terkesiap lalu turun dari paha Luhan dan bersembunyi dibalik kursi yang Luhan duduki.

"Hai Sehun," Sapa Luhan ketika wajah Sehun sudah muncul di layar komputernya.

"Hai Hyung," sapa Sehun sambil tersenyum, "Dimana Ziyu?"

Luhan menoleh ke belakang dimana Ziyu sedang bersembunyi dibaliknya.

"Hai Ziyu, ini Appa."

Ziyu mengintip Sehun dari punggung Luhan. Ziyu terkesima dengan wajah Appa'nya yang tampan. Baba selama ini benar, Appa'nya seperti pangeran berkuda putih didalam dongeng.

"Ziyu, Ayo berikan salam kepada Appa," perintah Luhan. Ziyu dengan ragu melangkah maju dengan kaki kecilnya. Ia lalu membungkuk dalam untuk memberi salam pada Sehun.

"Annyeonghaseyo A-" Ziyu dengan ragu melirik Luhan.

Luhan memberikan senyum untuk menyemangati Ziyu.

"A-Appa."

Sehun tersenyum. Rasanya ia ingin menangis melihat anaknya, bayi kecilnya, sekarang sudah bisa berjalan,berbicara dan memanggilnya Appa.

"Annyeong Ziyu!" balas Sehun dengan riang, "Kenapa Ziyu tidak ingin melihat Appa?" ucap Sehun sedih

Ziyu yang menunduk dengan cepat mendongak, menatap Sehun dengan mata bulat dan berkilaunya (Matanya mirip dengan mata Luhan,pikir Sehun), "Ti-tidak! Ziyu mau melihat Appa kok!"

Sehun tertawa, "Appa senang Ziyu mau melihat Appa."

"Karena itu Appa akan memberikan Ziyu hadiah,ini dia!" ucap Sehun sambil menunjukkan bantal dengan gambar bambi kepada Ziyu.

Dan dengan dipancing oleh bantal Bambi, Ziyu akhirnya mulai nyaman berbincang bersama Sehun selama tiga jam.

.

.

Bertemu dengan Ziyu lewat media skype sudah menjadi rutinitas untuk Sehun.

Setiap jam istirahat dikantornya, ia akan menghubungi akun skype Luhan dan melakukan video chat singkat dengan Ziyu. Di akhir minggu video chat yang dilakukan akan berlangsung lama. Sehun tidak keberatan mendengar celotehan anaknya hingga berjam-jam atau sekedar melihat Ziyu bermain dengan mainannya.

Namun malam itu Ziyu terlihat berbeda. Ia duduk ,diam didepan komputer sambil menunduk.

"Ziyu baby, ada apa?" tanya Sehun khawatir.

"Bogoshipeo Appa," Ucap Ziyu sambil melap air mata yang menggenang dimatanya.

"Nado," ucap Sehun sambil tersenyum sedih, "Apa Ziyu mau bertemu Appa besok ditaman?"

Ziyu mendongak, "Apakah boleh? Bukankah Appa sedang mengejar Mimpi Appa?"

Sehun tersenyum, "Tentu Boleh. Appa sudah berhasil mendapat mimpi apa kok! Dan sekarang Appa ingin mengejar mimpi Appa yang paling indah. Yaitu Ziyu."

Ziyu tersenyum cerah membuat Sehun ikut merasa bahagia.

"Kalau begitu Besok kita bertemu di taman ya Appa! Ziyu akan mengatakannya pada baba!" ucap Ziyu riang sambil melambaikan tangannya lalu berlari dan memanggil-manggil Luhan.

Ziyu kembali lagi sambil menarik Luhan dengan kaos putih bergambar donald duck untuk mengikutinya. Setelah mereka sudah berdiri didepan komputer (masih terhubung dengan Sehun) sambil melompat-lompat, Ziyu menceritakan rencana yang ia buat bersama Appanya.

"Besok Appa mengajak kita bertemu ditaman baba! Appa sudah menemukan mimpinya! Besok Appa akan kembali bersama kita lagi!" teriak Ziyu sambil melompat kegirangan.

"Appa sampai bertemu besok," ucap Ziyu, "Jangan bagi mimpi Appa dengan siapapun kecuali dengan Ziyu dan baba ok?"

Sehun tersenyum dan mengangguk, "Baiklah. Sana tidur. Appa ingin berbicara dengan baba."

Ziyu terkikik geli lalu mencium layar komputer Luhan, "Saranghae Appa."

"Nado saranghae Ziyu,"

"Mimpi Indah Appa!" Ziyu lalu berlari ke ranjang dan melompat keatas ranjang. menyamankan dirinya untuk tidur dibalik selimut.

Sehun hanya tersenyum,walaupun ia ragu ia bisa mimpi indah. Karena mimpi-mimpi iidnahnya sekarang berada dihadapannya. Salah satu mimpi indah Sehun, Sudah tertidur lelap.

.

.

.

.

Dan mimpi indah Sehun yang lain, Sedang tersenyum kearahnya dengan memakai kaos putih bergambar donald duck.

-TBC-

Ini sehari sebelum Sehun ketemu Luhan dan Ziyu ditaman (Chapter 1.)

Enjoy!

Jangan lupa like page fb aku: SeLuminati