NOTICE: BACA SUMMARY BAIK2

FF BARU YANG DI POST (08/02/15) ADA DI CHAPTER 14 (SATU CHAPTER SEBELUM CERITA INI)


Cerita ini ditulis oleh author ohmydeer!

Thanks for the story author-nim! (i like your pen name btw :p)

Btw disini Haowen dan Ziyu masing-masing sudah berumur 13 dan 11 tahun :3

Author: Roong (ohmydeer)

Extra Story : is it a love or a sin?

. .

. .

Ini adalah kebiasaan nya akhir-akhir ini, menunggu adik nya keluar dari sekolah nya. Baba Luhan tidak bisa menjemput Ziyu hari ini karna baba nya itu sedang menuju Busan dimana kafe barunya dibuka, sedang kan appa Sehun juga sibuk dikantornya. Sebagai kakak yang baik, Haowen dengan senang hati menawarkan diri untuk menjemput sang adik kesayangannya. Daripada baba Luhan harus meminta bantuan kepada Baekhyun samchon untuk menjemput Ziyu, lebih baik Haowen saja yang menjemputnya.

Haowen bersandar di salah satu tiang lampu yang berdiri di depan gerbang sekolah Ziyu, dengan setelan baju kaos biru langit dan celana bahan panjang berwarna hitam, Haowen dengan santai nya berdiri disana.

Dia melirik jam bergambar klub bola manchester united di tangan kiri nya, lima menit lagi bel sekolah berbunyi menandakan jam sekolah akan segera berakhir untuk hari ini, Haowen pun tersenyum, entah kenapa akhir akhir ini dia memang suka sekali dekat dengan Ziyu, bermain dan menggoda Ziyu terasa lebih menyenangkan untuknya sekarang. Apalagi baba dan appa nya juga sering membantu nya menggoda Ziyu, itu lebih menyenangkan.

Tapi Haowen memang suka menggoda adiknya dari dulu.

Seperti saat masih kecil dulu, saat Ziyu dan Haowen saling menyalahkan satu sama lain akibat insiden pecah nya salah satu vas bunga kesayangan Luhan. Luhan sih tidak terlalu mempermasalahkan vas bunga itu,ia tahu Ziyu yang memecahkannya tapi ia ingin Ziyu belajar bertanggung jawab. Haowen juga tahu Luhan tidak akan menghukum Ziyu dengan berat, Luhan paling hanya menyuruh Ziyu untuk membereskan mainannya yang menumpuk. Tapi Haowen ingin sekali menggoda Ziyu, membuat adiknya itu merengek panik jadi ia memutuskan untuk sedikit 'bersenang-senang' kala itu.

"Haowen Hyung! Haowen hyung yang mendorong Ziyu sampai menyenggol vas nya", bela Ziyu karna takut dimarahi baba dan appa nya.

"Tidak,Hyung tidak mendorong Ziyu kok. Ziyu saja yang ceroboh! Berlari-larian didalam rumah!"

"Tidak! Ziyu tidak ceroboh!" bela Ziyu, matanya sudah berkaca-kaca.

"Iya! Ziyu Ceroboh! Bahkan Superman tidak akan menjadikan Ziyu partnernya karena Ziyu ceroboh! Bisa-bisa Ziyu salah menangkap penjahat!"

"Hyung bohong! Superman suka dengan Ziyu Kok! Superman tidak suka anak yang berbohong seperti hyung!"

"Heyy bisakah kalian tidak saling berteriak?"—seru Luhan pelan sambil memijit keningnya.

Anak kecil memang selalu melempari masalah nya pada orang lain di sekitar nya bukan? dan itulah yang dilakukan Ziyu, Luhan tahu kalau Haowen hanya sedang menggoda nya. Haowen itu (sedikit) senang melihat wajah menangis adik nya, saat menangis Ziyu berlipat ganda lebih menggemas kan.

Tringggg

Bel sekolah membuyarkan lamunan Haowen seketika.

Haowen menoleh kesana kemari demi menemukan sosok pendek yang memakai tas bergambar rusa—rekomendasi baba nya—yang tas nya kebesaran itu. Beberapa menit berlalu, akhirnya yang di tunggu pun terlihat, seorang anak kecil pendek berambut mangkok yang warna nya serupa dengan milik baba mereka sedang berjalan kearah nya sambil tersenyum imut dan sambil memegang kedua sisi pegangan tas nya.

"Halo Hyung"—sapanya tersenyum

Haowen tersenyum, "Ayo pulang sebelum appa dan baba pulang lebih dulu."

"Bekerja?"

"Yap."

"Kalau begitu,Ayoo hyung!"

Baru saja Haowen merangkul adik nya yang lebih pendek beberapa centi itu, dan mereka berjalan beberapa langkah tiba-tiba ada suara anak perempuan yang menginstrupsi laju jalan mereka.

"Ziyuuuu, Haowen Oppa!"

Mereka berdua menolah kearah si pemanggil. Ah, ternyata itu Lauren, anak tetangga mereka.

"Ya? ada apa Lauren?", tanya Ziyu sambil tersenyum.

Lauren juga tersenyum, rambutnya agak berantakan karna barusan dia berlari sedikit untuk mencapai pijakan Haowen dan Ziyu, "Bolehkah kita pulang bersama? Orangtuaku tidak bisa menjemput hari ini?"

"Tao ahjussi bekerja?"—tanya Haowen

Lauren mengangguk, "Iya, Tao baba bekerja dan katanya tidak bisa di tunda."

Haowen tersenyum ramah, "Baiklah, lebih banyak lebih seru! Ayo pulang!"

Dan mereka pun pulang bersama bertiga. di selingi beberapa obrolan penuh tawa dari mulut kecil mereka.

. .

. .

. .

"Baba dengar kau dan Lauren sudah mulai akrab ya", tanya Luhan pada Ziyu yang tengah mengerjakan tugas sekolah di ruang tamu di temani oleh kakak, baba, dan appa nya.

Ziyu menjawab tanpa mengalihkan perhatian nya pada buku dan tugas tugas nya, "Kami memang akrab semenjak mereka jadi tetangga baru kita, Baba"

Luhan terkekeh dan mengangguk sambil menggumamkan kata 'baiklah'

"Memang nya kenapa kalau mereka akrab, bukankah itu bagus?", tanya Sehun yang sedang menonton acara favorite nya.

Luhan mengangguk, "Tentu. kita bisa menjodohkan mereka bukan?"—gumam Luhan yang hanya Sehun saja yang dengar. Sehun hanya geleng-geleng, dasar, padahal Ziyu masih di sekolah dasar. Sudah mau di jodohkan segala.

Tanpa mereka sadari, anak tertua di keluarga mereka mendengar pembicaraan Baba dan Appa nya barusan. Menjodohkan? Dia—Haowen—menatap Ziyu yang masih sibuk dengan tugas nya. memandang nya sendu. Jujur, hati kecil nya terasa terjepit saat mendengar kata kata baba nya barusan. Jika Ziyu di jodohkan berarti—

Ughh, Haowen, sadarlah. sudah untung kau diterima di keluarga ini. masih saja meminta permintaan yang tidak mungkin terjadi. Ingat lah, Ziyu itu adik mu! kau tidak bisa meminta lebih—suara di kepala Haowen menggumamkan kata kata itu.

Tapi, Haowen tidak bisa mengkhianati perasaan ini. sebuah perasaan tidak rela dalam dirinya yang mendengar usulan Baba nya untuk menjodohkan Ziyu dengan Lauren.

Walaupun terdengar kekanak-kanakan,tapi Ziyu adalah miliknya tidak boleh ada yang merebut Ziyu dari dirinya.

. .

. .

. .

Ziyu berlari menuju kamar nya—kamar dia dan Haowen—lalu mengguncangkan seseorang yang tengah tertidur nyenyak diatas kasur itu. sambil menggodanya sejenak.

"Hyuuung! Kapan kau akan bangun, jangan bilang kau ingin melupakan janji mu heyy!", Ziyu bersikeras untuk membangunkan kakak nya yang satu itu.

Mereka sudah membuat janji. Haowen telah berjanji mau menemani Ziyu berlatih ekskul bola hari ini, padahal Ziyu juga malas, namun sang Baba yang terkenal sangat menyukai bola akhirnya mengusulkan anak anaknya untuk mengikuti ekskul ini. berhubungan Haowen mempunyai jadwal latihan hari kamis dari sekolahnya, sedangkan Ziyu berlatih hari selasa, maka ini artinya Haowen yang menemani Ziyu latihan hari ini.

Terdengar suara erangan kecil. Ziyu langsung duduk dengan santai nya diatas ranjang Haowen, menunggu anak yang lebih tua membuka matanya. Haowen membuka matanya, masih dengan posisi kepala yang menempel indah dengan bantal bergambar tokoh kartun cars itu.

"Ada apa?"—tanya Haowen dengan polos dan malas nya, Ziyu menggembungkan dan mengeructkan bibirnya imut.

"Kau lupa lagi hyung?"

Haowen bangun dari posisi nya, duduk bersila di depan Ziyu lalu menggaruk kepala nya, "Ah, latihan bola?"

Ziyu mengangguk,

"Tidakkah kita dirumah saja? lagipula Baba dan Appa sedang keluar untuk beberapa jam. Bilang saja kau sudah pulang latihan", jawab Haowen sambil sesekali menguap, matanya sayu, terlihat sekali kalau dia sedang sangat lelah dan ingin tidur seharian dirumah.

Ziyu memandang penampilannya sendiri. Dia sudah rapih, sudah memakai seragam pemain bola dari sekolah nya, sudah memakai kaos kaki dan sudah menyiapkan sepatunya yang ada diruang tamu. lalu dengan seenak jidatnya si anak tertua mengurungkan niat untuk berlatih? Ziyu sudah membuka mulut kecil nya untuk mengomel, namun anak tertua sudah mendekap nya duluan.

Menjatuhkan diri mereka berdua di ranjang empuk Haowen. Dengan posisi Haowen yang memeluk kepala Ziyu, dan Ziyu yang berhadapan langsung dengan dada kakak nya.

"Hanya hari ini"—gumam Haowen parau.

Katakan lah Haowen egois. Namun memang itulah kenyataan nya. Dia akan menghabiskan banyak waktu dengan Ziyu mulai hari ini. karna semakin lama Ziyu akan semakin tumbuh dewasa, dan pada saat itulah Haowen harus sadar kalau Ziyu hanya adik nya saja. mengingat bagaimana senang nya sang Baba yang berniat akan menjodohkan Haowen dengan anak Tao ahjussi—tetangga mereka—maka Haowen tidak akan bisa membantahnya. Baba Luhan sudah sangat berjasa dalam hidupnya, kemauan Baba Luhan untuk mengangkat nya menjadi bagian dari anggota keluarga ini saja sudah membuat Haowen senang.

Haowen tidak akan mengkhianati Babanya.

Dan selamanya, Ziyu hanya akan menjadi adik kesayangannya (dan adik yang ia cintai).

. .

. .

. .

"Ayo cepatlah Hyung!", Ziyu masih terus mencoba menarik lengan kakak nya untuk terus mengikuti nya,

"Bagaimana kalau Baba dan Appa menemukan kita tidak ada di dalam kamar? mereka akan marah, Ziyu", balas Haowen agak kesal dengan sifat keras kepala Sehun dan Luhan yang mengalir dalam darah Ziyu.

Ziyu berbalik menatap kakaknya, masih dengan tangan mereka yang saling berpegangan, "Maka dari itu kita harus berjalan secepat mungkin. Ziyu hanya ingin menunjukkan sesuatu untuk Hyung"

Akhirnya Haowen pun ikut berlari bersama Ziyu, ke suatu tempat tujuan Ziyu sedari tadi. Sebuah taman bermain dekat rumah mereka. Entah apa yang membuat Ziyu ingin kemari, Haowen juga tidak tahu. Untung saja tidak ada satpam yang sedang patroli keliling di kawasan rumah mereka, jadi mereka bisa lolos dengan mudah nya. Ziyu juga sempat kewalahan saat mencoba keluar dari gerbang rumah/ Ziyu bukan lah bocah yang ahli dalam melarikan diri, asal kalian tahu saja.

"Nah, lihat itu Hyung",

Mereka sudah sampai di taman. Ziyu menunjuk kearah langit, diikuti dengan Haowen yang dengan takjub nya menatap langit juga. berjutaan bintang menghiasi seluruh langit. Jarang sekali pemandangan ini bisa dilihat.

"Kau tahu dari mana jika kita bisa lihat pemandangan sehebat ini dari taman?", tanya Haowen yang belum mengalihkan pandangan nya dari bintang bintang.

Ziyu yang merasa senang karna kakak nya terlihat takjub, dengan senyuman menjawab, "Lauren. Kemarin ia dan Tao ahjussi kemari. lalu langsung menceritakan pada Ziyu di sekolah. makanya Ziyu ingin mengajak Hyung, Lauren juga bilang kalau sesekali ada bintang jatuh. tapi Ziyu tidak menemukan nya"

Haowen menatap Ziyu dan merangkul adiknya itu, "Kita tunggu sampai ada yang jatuh."

"Bagaimana kalau Baba dan Appa mencari kita?", Ziyu ini memang bocah labil. Padahal tadi ia yang mengajak dan bilang baik-baik saja

Haowen membawa Ziyu duduk di sebuah bangku panjang yang berada ditaman itu. "Biar hyung yang tanggung jawab"

Ziyu hanya mengangguk menyetujui.

Mereka pun diam disana sambil sesekali Ziyu berceloteh tentang sekolah nya. mengabaikan udara dingin yang semakin menusuk kulit sensitif mereka.

"Hyung, apakah itu bintang jatuh?", ucap Ziyu semangat. Haowen melihat apa yang di tunjuk oleh Ziyu dan mengangguk.

"Buat permohonan", ucap Haowen sambil mengaitkan kedua telapak tangan dan jari-jarinya, memejamkan mata, namun—

"ZIYU INGIN MENJADI PENDAMPING HAOWEN HYUNG!", teriak Ziyu dengan suara nyaring nya. Haowen yang tadinya sudah memejamkan mata terpaksan membukanya lagi,

"Kenapa kau tidak menyebutkan nya dalam hati?"—tanya Haowen dengan wajah sedikit merona nya, ucapan polos Ziyu barusan membuat nya sweatdrop seketika.

Ziyu memandang kakak nya dengan wajah tidak mengerti, "Memangnya harus dalam hati?"

Haowen menggaruk tengkuknya, ternyata adik nya yang polos ini tidak mengerti cara meminta permintaan pada bintang.

"Hyung, Baba itu dalam keluarga kita siapa nya Appa?", tanya Ziyu dengan rancu

Haowen mencari kata yang sesuai, "Hmm—Suami?"

"Baiklah, kalau begitu permintaan Ziyu yang barusan berarti Ziyu ingin menjadi istri Haowen Hyung hehe, kata Lauren pendamping itu adalah seseorang yang menemani kita selama nya, jadi Ziyu ingin jadi suami Haowen hyung", ucap Ziyu kelewat senang, Haowen hanya menghela nafas senang. Haowen tersenyum.

Lalu memandang langit dan berteriak nyaring, "HAOWEN HYUNG JUGA BERSEDIA JADI SUAMI ZIYU!"

Lalu Haowen memandang Ziyu yang tengah tersenyum lebar kearah nya.

"Janji ya tidak akan meninggalkan Ziyu. yang Ziyu punya hanya Baba, Appa dan kakak satu-satunya seperti Haowen hyung", Ziyu mengarahkan jari kelingking kanan nya kedepan wajah Haowen,

Haowen tersenyum dan mengaitkan jari kelingking kanan nya bersamaan dengan jari kelingking Ziyu. janji kelingking ala anak kecil.

"Haowen hyung berjanji tidak akan meninggalkan Ziyu", Haowen tersenyum—sangat tulus.

Haowen semakin sadar.

Haowen jatuh cinta kepada adik nya—Ziyu.

Kalau sudah begini, bisakah bintang mengabulkan permintaan dua anak kecil ini? bisakah di masa depan mereka bersama? Tanpa menyakiti pihak lain. tanpa menyakiti perasaan Baba dan Appa nya yang pasti akan sangat kaget dengan perasaan yang Haowen rasakan.

"Ziyu", panggil Haowen dengan lembut, kelingking mereka masih berkaitan.

Ziyu yang tadi nya langsung menatap langit kini mengalihkan pandangan nya menatap kakak nya. "Ya?"

"Haowen hyung sangat mencintai Ziyu", ucapnya tulus dan jujur

Ziyu tersenyum, dan memeluk kakak nya, "Ziyu juga mencintai kakak Ziyu yang menyebalkan ini—", Haowen menggeleng pelan. bukan, bukan sebagai kakak.

"Ziyu mencintai Haowen Hyung"

Tapi Haowen tetap membalas pelukan Ziyu walaupun rasa kecewa terasa dihatinya.

Selamanya Ziyu akan tetap menjadi adiknya.

Cinta mereka hanya sebagai Kakak dan adik, tidak lebih.

Haowen memandang langit dan pertama kalinya ia berharap bintang jatuh benar-benar mengabulkan permohonannya dan Ziyu.

. .

. .

. .

. .

. .

. .

. .

( a/n : terimakasih kak SeLuminati buat semuanya ^^ engga pede sih buat kasih file fanfic ini ke kamu kak, ini engga oke banget-_- akhirnya masih ngegantung. Bingung. biasanya emang kejadian incest gitu akhirnya bakal ga jelas, kecuali kalo kedua orang tua mereka udah engga ada, mungkin cerita nya ngga serumit kayak yang diatas. Tapi berhubungan luhan dan sehun masih ambil bagian dalam cerita ini, jadi aku buat nya begini. Sebenernya itu Cuma alesan wkwk emang dari awal aku kepikiran nya begini masa. Maaf ya kak kalau kurang memuaskan ^^ )

Hi Roong! terima kasih kembali karena udah nulis fic ini! Gpp kok aku udah puas dengan ceritanya! Aku edit ga begitu banyak karena aku masih pengen pertahanin cerita yang kamu tulis! Anyway this is a good work! thanks! readers yang lain jangan lupa baca ff author ohmydeer ya!