A Cheating test?
Satu yang harus kalian tahu dari Luhan.
Luhan adalah lelaki yang sensitif.
Sangat sensitif.
Ketika ia melihat anak kucing yang terlantar di depan kafenya ia akan membawa kucing itu pulang ke rumah dan menangis didepan Sehun sambil merengek, "Bagaimana kalau Haowen yang ditelantarkan seperti itu Sehun? Kedinginan, kelaparan."
Seperti ada saja orang yang berani menelantarkan Haowen. Apalagi kalau mereka tahu ayah Haowen adalah Lu Han.
Sensitif.
Contoh lain, seperti sekarang. Di hari valentine, tentu saja ia berharap sang suami memberikan sebuah hadiah untuk mengungkapkan rasa cintanya pada Luhan. Tapi si bodoh,tidak peka, Oh Sehun hanya menciumnya di pipi sambil berkata, "Hari valentine seperti hari-hari biasa untukku. Kau tidak perlu menunggu hari valentine untuk menerima cinta dariku bukan?"
Sialan.
Memang benar, Setiap harinya Sehun selalu menyatakan atau mengekspresikan cintanya untuk Luhan tanpa menunggu hari valentine. Jadi Luhan tidak bisa berdebat lagi.
Tapi setidaknya satu batang coklatpun sudah cukup untuk Luhan. Ia ingin mengupload coklat itu ke instagram dan memamerkan keseluruh followersnya (420 followersnya) bahwa ia juga menerima hadiah valentine dari sang suami.
Ugh, Dasar suami yang tidak peka!
Luhan cemberut seharian. Di kafe yang penuh dengan tema valentine, warna merah muda dimana-mana, lambang cinta tergantung disetiap sudut kafe dan pasangan-pasangan muda yang datang tidak membuat Luhan menarik bibirnya. Ia tetap cemberut dan kesal.
Ia ingin hadiah valentine!
"Permisi!" sebuah suara wanita meleburkan lamunannya, "Bisakah aku memesan sebuah minuman? Apapun yang bisa merubah hatiku yang pahit ini menjadi manis."
Luhan ternganga.
Wanita itu menangis sambil mencengkeram dadanya kuat.
"Kenapa kau tidak menulis pesananku tuan? Apakah aku juga tidak pantas untuk berada disini seperti aku berada disisi mantan kekasihku?!" tanya wanita itu menekan kata mantan dengan emosi yang membara.
Dengan canggung Luhan mengusulkan Cokelat panas untuk wanita itu dan wanita itu setuju. Ia memerintahkan Jongdae untuk membuat cokelat panas itu dan kembali ke konter sambil tersenyum.
Dan wanita desperate itu masih disana.
"Kau tahu kenapa hatiku terasa pahit?"
"Pacarku selingkuh! Di hari valentine!" lanjut wanita itu tanpa menunggu jawaban dari Luhan.
"Uh aku turut sedih dengan ceritamu nona. Tapi uhm bisakah anda keluar dari antrian?"
"Apa kau juga mengusirku seperti mantan kekasihku yang baru saja mengusirku dari apartemennya?"
"Tidak!" Luhan menghela nafas, "Hanya saja kau menghalangi antrian nona."
"Oh," gumam wanita itu setelah melihat antrian dibelakangnya. Wanita itu pun bergeser kesamping masih sambil menekuk wajahnya.
"Nona ini pesananmu." Ucap Luhan pada wanita desperate itu, "Jangan bersedih lagi oke? Masih banyak laki-laki yang lebih baik dari mantanmu itu."
Luhan tersenyum menenangkan, "Oh dan aku juga memberimu kue gratis. Jangan bilang-bilang ke pelangganku yang lain ya? Happy valentine!"
Wanita itu menatap bungkus kue digenggamannya dengan takjub, "Kau sangat baik tuan. Apakah kau mau menjadi pacarku?"
Luhan tertawa geli, "Oh maaf aku sudah menikah dan mempunyai 3 anak kecil dirumah."
2 anak kecil yang sebenarnya dan 1 suami yang childish. Lanjutnya dalam hati.
"Oh selamat tuan. Semoga kau bahagia," ucap wanita itu. Ia hendak pergi sebelum berbalik lagi menghadap Luhan.
"Tapi kalau istrimu tidak memberikan hadiah, kau bisa menemuiku di toko jajjangmyeon diseberang 14 april nanti. Jika ia tidak memberi hadiah tidak ada harapan untuk hubunganmu."
-DEG-
Darah Luhan berdesir. Jantungnya berdetak dengan cepat.
Apa?
Apa yang tadi wanita desperate itu bilang?
Jika ia tidak memberi hadiah tidak ada harapan untuk hubunganmu.
Luhan menggigit bibir bawahnya menahan tangis.
Apa jangan-jangan Sehun memang tidak mau melanjutkan rumah tangga mereka? Atau jangan-jangan Sehun selingkuh?!
Luhan meminta salah satu staffnya untuk menggantikannya di meja kasir.
Ia butuh sebuah saran sekarang! Maka dari itu ia menelepon Baekhyun.
"Halo hyung?"
"Baekhyun!" rengeknya, "Apa yang harus kulakukan?! Sehun tidak mencintaiku lagi! Ia tidak mencintaiku lagi?"
Baekhyun tidak menjawab selama beberapa detik.
"Halo Baekhyun apa kau disana?"
"Apa dia masih memberikan ritual morning kiss kalian?"
"Iya."
"Apa dia masih tersenyum bodoh setelah melakukannya."
Luhan mengingat-ingat sebentar. Tadi pagi setelah mencium pipinya Sehun tersenyum. Ah ya senyum bodoh itu masih ada.
"Ya ia tersenyum bodoh."
"Apakah ia terlambat pergi bekerja lagi?"
Luhan mengingat-ingat lagi. Memang benar tadi pagi Sehun terlambat bekerja 2 jam karena perdebatan hadiah valentine dan karena ia tidak mau melepaskan pelukannya dari Luhan dan berhenti menciumi Luhan.
"Ya, ia terlambat." Jawab Luhan, "2 jam lebih tepatnya."
"Yeah aku tahu itu bakal terjadi. Ia pasti tidak mau melepaskanmu lagi ya kan?"
Uh Baekhyun benar. Sehun terlambat karena ia mengeluh masih mengantuk dan memeluk tubuh Luhan seperti Koala. Tidak lupa juga bibirnya yang merah menciumi setiap inci wajah dan leher Luhan. Bukannya Luhan tidak suka, tapi kalau Sehun terlambat terus apa yang akan dikatakan karyawannya nanti?
Lagipula, kenapa Baekhyun tahu semua kegiatan Dirinya dan Sehun?
"Kalau begitu ia masih mencintaimu hyung."
Luhan cemberut, "Tapi ia tidak memberikan hadiah valentine untukku! Bagaimana kalau dia selingkuh?"
"Kenapa kau tidak tes kesetiaan Sehun saja sih?"
Seakan tertarik dengan ide Baekhyun ,ekspresi Luhan berubah menjadi lebih cerah, "Bagaimana caranya?"
"Duh, apa kau tidak bisa berpikir sendiri ? Kupikir kau lebih berpengalaman dariku!"
"Baekhyun aku sedang galau sekaran oke? Aku tidak bisa lagi berpikir hal lainnya!"
"Ugh Fine," ujar Baekhyun, "Bagaimana kalau kau menulis surat mengatakan kalau kau kabur. Lihat reaksinya kalau dia senang berarti ia selingkuh, kalau ia menangis sambil berlutut berarti ia mencintaimu."
Baekhyun tidak tahu kenapa ia mengusulkan ini semua walaupun ia sudah bisa menebak Sehun akan melakukan hal terakhir, menangis sambil berlutut (atau lebih dramatisnya menangis dibawah guyuran shower).
"Hey itu ide yang bagus! Aku akan melakukannya dirumah! Thanks baek!"
"Yeah sama-sama hyung! Ah dan selamat hari valentine! Cek akun instagramku setelah ini ok?"
Setelah Baekhyun memutus teleponnya, sesuai dengan permintaan Baekhyun, Luhan membuka akun instagram Baekhyun.
Disana Baekhyun mengupload foto ia memeluk teddy bear besar dengan caption;
'Thanks My baby Giant, You'll always be my valentine! real_pcy #valentine #withyou #love #gift'
Luhan merengut.
Sialan.
Luhan duduk di meja kerjanya dirumah, kertas dan pulpen sudah terletak rapi didepannya.
Ia sudah siap menjalankan misinya mengetes kesetiaan sang suami.
Dengan mantap ia menulis isi dari surat tersebut.
Dear Sehun,
Aku tidak bisa hidup lagi denganmu .
Aku tidak mau hidup dengan lelaki yang tidak merayakan hari valentine dan tidak memberikanku hadiah.
Bahkan sepupumu saja memberikan hadiah kepada pasangannya!
Kalau kau tidak percaya, lihat saja Instagram Baekhyun.
Anak itu sengaja ingin membuatku kesal. Kurang ajar.
Oh iya dan satu hal lagi! Aku pergi dari rumah!
Jangan mencariku!
Atau menanyakan keberadaanku kepada Baekhyun atau Kyungsoo.
Aku tidak akan pergi bersama mereka karena,
MEREKA ADA KENCAN DENGAN PASANGAN MEREKA.
DI HARI VALENTINE!
Kau benar-benar luar biasa Oh Sehun!
Sekarang kau bisa selingkuh sesuka hatimu!
Dengan Tao atau dengan tetangga kita lainnya!
Dari suamimu yang tidak mendapat hadiah valentine,
Lu Han.
Merasa puas dengan surat yang ia tulis. Luhan segera ke kamarnya dan menaruh surat itu dibantal Sehun. Setelah ini, ia berencana untuk sembunyi dikolong tempat tidur untuk melihat reaksi Sehun.
Yep rencana yang sempurna.
"Baba," panggil Ziyu, "Uh kau tidak akan kemana mana kan?"
Luhan menggeleng, "Tidak! Memangnya kenapa?"
Ziyu bersorak yes sambil berjingkak kegirangan, "Tidak! Hanya saja Ziyu ingin kita bersama di hari valentine."
"Awww.." Luhan berlutut dan memeluk Ziyu.
Oh ia sangat tersentuh dengan kepolosan anaknya.
Untung sifat tidak peka Sehun tidak menurun ke Ziyu.
"Ah Ziyu, maukah kau menolong baba?"
Ziyu mengedip-ngedipkan matanya, "Menolong apa?"
"Kalau appa sudah pulang ziyu harus berteriak sekencang-kencangnya dari bawah 'Wah Appa sudah pulang!' ok?"
"Kenapa Ziyu harus melakukan itu semua baba?"
Luhan tersenyum lalu membelai pipi anaknya dengan sayang, "Agar baba tahu ayahmu sudah pulang. Kami sedang bermain petak umpet."
"Benarkah?" tanya Ziyu riang, "Boleh Ziyu ikut bermain?"
"Tentu saja!" seru Luhan, "Yang perlu Ziyu lakukan adalah berteriak seperti tadi dan mengatakan kalau baba tidak ada dirumah dengan muka yang sangat sedih, arra? Kita satu tim!"
Ziyu mengangguk dengan antusias.
Luhan tertawa dalam hati.
Rencananya menjadi lebih sempurna.
.
.
.
Pukul 8 malam, saat Luhan sedang memakai maskernya ia terlonjak kaget saat mendengar Ziyu dengan lantang berteriak "Wah! Appa sudah pulang!"
Dengan panik ia berdiri dari kursi dan masuk kekolong tempat tidur.
Ia mendengar pintu kamarnya dibuka dan ditutup dengan pelan. Luhan membuka sedikit bed cover yang menutupi kolong tempat tidur untuk mengintip. Ia melihat kaki suaminya yang masih memakai kaos kaki dan slippers rumahan.
Ia mendengar suara sebuah kertas dibuka dan kaki Sehun melangkah menjauh dan duduk disofa diujung kamar. Luhan bisa melihat jelas Sehun dengan alisnya yang mengkerut membaca surat yang ia tulis dengan seksama.
Luhan mengernyitkan alisnya.
Huh? Kenapa Sehun belum menangis?
Bukannya menangis sambil berguling-guling dilantai. Dengan santai Sehun mengambil pulpen disaku jasnya dan menulis sesuatu di kertas itu. Setelah selesai ia menaruhnya di nakas samping sofa dan pergi ke ruang lemari pakaian sambil bersiul.
Luhan merasa kesal dengan sikap cuek Sehun.
Jangan-jangan Oh Sehun benar-benar selingkuh?!
Sehun keluar dari ruangan tersebut dengan pakaian santai. Ia lalu mengambil ponselnya di tas kerja dan mulai menghubungi seseorang.
"Tao? Ya ini aku. Suamiku pergi. Hmm ya kita bisa pergi malam ini. Aku jemput kau dirumah ok? See you soon."
Setelah perbincangannya selesai Sehun keluar dari kamar dan menutup pintunya.
Luhan dengan segera keluar dari kolong tempat tidur. Air mata sudah membasahi pipinya. Ia sudah kesal bukan main.
Pria brengsek! Jadi ia akan pergi berduaan bersama tao?! Lalu bagaimana dengan anak-anak? Kalau Haowen dan Ziyu ditinggalkan sendiri mereka akan menonton kartun hingga larut malam!
Luhan menutup matanya rapat-rapat.
Luhan, Fokus, bukan itu yang harus kau pikirkan sekarang.
Dengan kesal ia mengambil suratnya yang terletak dinakas dan membaca pesan yang ditulis Sehun tadi.
Bodoh, Aku melihatmu mengintip dari kolong tempat tidur.
Keluarlah aku membelikan kue red velvet kesukaanmu.
Aku keluar sebentar untuk membeli makanan untuk anak-anak.
Dan bisa dibilang pada saat itu Luhan adalah suami yang tidak tahu malu.
Ia keluar dari kamar dan mendapati kue red velvet bertuliskan "Happy valentine,Love." di meja makan dan menguploadnya di instagram, sebelum memakan setengah loyang dari kue tersebut.
'7_Luhan_m posted: Red velvet cake from my husband 3 I love you baby #Cake #valentine #gift'
Tag: Baekhyunee , hzttao .
EPILOG (Apa yang terjadi setelah tes kesetiaan dari Luhan?)
"Ahhh," Luhan melenguh, merasakan dingin di nipplenya. Sehun menyeringai dan menyemprotkan lagi whipped cream di nipple Luhan yang satunya.
"Kau terlihat sangat nikmat sayang. Aku tidak sabar ingin memakanmu." Sehun menjilat whipped cream itu membuat Luhan mendesah.
"Sehunnhh stop! Ku-kumohon."
"Kenapa?" tanya Sehun menghentikan kegiatannya.
"Aku sudah tidak tahan lagi. Ayo kita lakukan saja sekarang!" rengek Luhan.
"No Baby," ucap Sehun sambil mengocok kaleng whipped cream ditangannya dan menyemprotkannya di pusar Luhan, "Kau sudah mendapatkan hadiah valentinemu. Dan sekarang giliran aku mendapatkan hadiah valentineku."
Luhan kembali melenguh merasakan lidah Sehun yang berdansa diperutnya.
"Kau sangat nikmat dan manis," ucap Sehun, "Kau lebih enak dari kue manapun Lu."
Pipi Luhan bersemu merah, "Apa kau menyamakanku dengan kue red velvet yang kau beli?"
Sehun tertawa melihat Luhan dan memeluk tubuh suaminya itu.
"Aku mencintaimu Luhan. Dan aku akan terus mengatakannya setiap malam sebelum kau tidur, dan setiap pagi setelah kau bangun. Aku tidak akan menunggu hari valentine untuk mengucapkannya. Karena satu hari tidak cukup untukku mengekspresikan rasa cintaku padamu."
Luhan tersenyum, melingkarkan tangannya dileher Sehun, "Aku juga mencintaimu Sehun."
Ia lalu mencium bibir Sehun membuat Sehun tersenyum.
"Jadi? Uhm kau masih lapar?" tanya Luhan seduktif.
"Oh Aku sangat lapar Luhan," ucap Sehun sambil menyemprotkan whipped cream dipenis Luhan yang menegak, "Sepertinya aku tidak akan kenyang sebelum menghabiskanmu hingga lima ronde? Ah dan besok adalah weekend. Apakah itu sebuah kebetulan?"
Sehun menyeringai.
Luhan meneguk salivanya kasar.
Ia akan habis tidak tersisa dimakan oleh Oh Sehun hingga pagi menjelang.
HAPPY VALENTINE! /Tabur confetti bentuk hati/
FF singkat untuk merayakan hari valentine! Hihihihi
Maaf kalau tidak memuaskan.
Sekali lagi happy valentine!
Lots of love dari Keluarga Luhan dan Sehun :D
Love,
SeLuminati.
