summary

tanpa sengaja empat anggota idol grub u's menemukan benda aneh di kawasan sekolah mereka. dan siapa sangka dari benda itu membuat mereka terdampar di dunia yang penuh dengan monster dan penuh petualangan. di bantu seorang lunar knight mereka menempuh segala rintangan agar bisa kembali ke dunia mereka


Disclaimer :

Dragon nest © Eyedentity, Shanda games, Gemscool
Love Live! school idol project © sakurako kimino


"haaaa~ kenapa cuma kita berempat yang ada di sini? yang lain nya pada kemana?" ucap gadis dengan rambut berwarna orange gelap itu dengan nada kecewa dan agak sedikit manja yang bernama kousaka honoka

"mungkin mereka sebentar lagi akan sampai. Lagian juga ini terlalu pagi untuk berkumpul" kali ini gadis bernama sonoda umi yang memiliki surai biru gelap panjang yang menjawab pertanyaan honoka tadi,
"iya, dan kenapa juga kau malah menjemput kami secara tiba tiba? bukan sebelum nya kita akan berkumpul jam 9 ? Dan sekarang ini masih jam 7 kau tau?" gerutu gadis berambut twin tails hitam yang bernama yazawa nico,
"hehe. maaf maaf, aku hanya terlalu bersemangat tentang hal ini" balas honoka dengan nyengir malu malu
"tapi kenapa kau memilih tempat ini untuk kita berkumpul? apakah tidak apa apa kita berada di sekolah di hari minggu?" tanya gadis bernama nishikino maki yang mempunyai rambut merah terang. semerah buah tomat,
"ah tidak apa kok. Lagian aku sudah meminta ijin kepada kepala sekolah untuk menggunakan sekolah untuk hari ini kemarin" balas
honoka,
"tapi sebelum aku menjemput kalian tadi aku sempat mengirim pesan sms kepada teman teman yang lain. mungkin mereka sebentar lagi akan sampai kemari," lanjut honoka,

pagi itu mereka berkumpul di bawah pohon yang berada di kawasan sekolah otonokizaka,
tempat di mana mereka biasa melakukan aktifitas saat jam istirahat sekolah,
honoka mengajak teman teman school idol nya untuk berkumpul dan membicarakan tentang babak ke 2 kompetisi love live,
karna u's nama grub mereka dan 3 grub idol lain nya lolos dalam babak seleksi tingkat kota. dan akan di adu lagi untuk memilih 1 grubyang akan lolos ke ajang love live tingkat nasional,

selagi menunggu teman nya yang lain honoka pun mengajak teman nya yang ada di situ untuk duduk sambil meminum minuman hangat yang di beli honoka dari mesin penjual minuman,

"jadi lagu tema apa yang akan kita pake untuk love live babak ke 2 nanti?" tanya maki kepada honoka,
"hmmm mungkin bertema tentang natal. karna kompetisi babak selanjut nya itu bulan desember dan 2 bulan lagi," jawab honoka,
"ya malaupun sekitar 2 dari sekarang. tetapi kita harus mempersapkan semua nya sekarang dan meningkatkan kemampuan kita, mengingat bahwa lawan kita A-rise. pemenang love live sebelum nya" ucap umi kepada teman teman nya yang sedang memperhatikan,

honoka mulai berdiri dan mulai berbicara "ya! untuk itu lah aku menyuruh kalian kemari, dan bersama kita bangun semangat dan mengalahkan A-rise untuk memenangkan love live!" ucap honoka dengan sangat semangat dan di balas senyuman oleh teman teman nya,

"eh? cahaya apa itu?" tanya honoka dengan tangan nya menunjuk ke arah bawah pohon tempat mereka berada,
yang lain juga ikutan menoleh ke arah yang di tunjuk honoka dan memeriksa benda apa yang membuat cahaya tersebut,
mereka pun mendekati sumber cahaya yang terpantul oleh sinar matahari pagi yang terbit di pagi itu,
dan mencoba membongkar bongkahan batu yang ternyata menutupi sebuah lubang yang ada di bawah pohon tersebut,

mereka menemukan semacam seperti cermin tangan, hanya saja benda itu terlihat
karna langsung terkena antik dengan berhias permata di sisi benda tersebut
karna terkena mandi sinar matahari benda tersebut pun mengeluarkan cahaya berwarna warni akibat dari pantulan permata yangmenghiasi benda tersebut,

"indah sekali" ucap honoka dengan rasa kagum,

gadis yang lain pun hanya bisa terdiam kagum seraya melihat pantulan cahaya berwarna dari benda tersebut,
karna merasa kagum honoka menyentuh beberapa permata yang menghiasi benda itu,
yang membuat nya sangat tertarik karna dari semua permata yang terhias itu ada 1 permata berwarna merah terang yang paling besar berada di urutan atas benda tersebut,

dan siapa sangka bahwa permata paling besar dan berada di pangkal atas benda tersebut adalah tombol. dan tanpa sengaja honoka menekan permata itu,

:

:
:

tanpa sadar beberapa waktu mereka pingsan dan telah mendapati mereka berada di tengah hutan,
1 per 1 dari mereka mulai sadar dengan kebingungan,

"kita berada di mana?" tanya maki,
"aku tidak tau, aduh! kepala ku pusing" jawab umi dengan memegang kepala nya
"apa yang sebenar nya terjadi, dan cahaya yang sangat terang apa tadi?" tanya nico yang dengan tanda tanya,
dan teman teman nya itu hanya terdiam sambil menggelengkan kepala,
"sebaiknya kita cari jalan keluar dari hutan ini" ucap umi yang mulai bangkit,

para gadis lain pun mengangguk tanda setuju dan mulai ikutan bangkit,
mereka mulai berjalan dan di pimpin oleh umi,
mereka pun saling berpegang tangan seraya agar sedikit tidak terlalu takut,
karna merasa bahwa hutan itu sedikit menyeramkan menurut mereka,
ketakutan dan kecemasan pun mulai terukir di wajah wajah mereka,

mereka berjalan terus di dalam hutan dan melihat semacam asap yang membubung tinggi ke atas,
"ah! apa itu asap tanda ada seseorang ya ada di hutan ini?" tanya honoka,
"mungkin saja, mungkin ada seseorang yang berkemah di hutan ini" jawab nico yang wajah nya mulai terukir senyuman

merekapun berjalan menghampiri kepulan asap tersebut sampah harus menerobos semak semak belukar
dan tanpa di sangka. setelah mereka keluar dari semak belukar mereka mendapatin semacam perkemahan,
tetapi bukan perkemahan manusia, melainkan perkemahan monster,

memang bentuk tubuh mereka seperti manusia tetapi wajah mereka lebih mirip seperti babi hutan dan bertubuh hijau dan besar,
dan saat itu juga para monster itu langsung menyadari keberadaan para gadis tersebut,
dan karna kaget langsung saja para gadis melarikan diri dari tempat itu yang di ikutin para moster untuk mengejar mereka,
mereka terus di kejar kejar di dalam hutan itu,

walaupun dengan nafas terengah engah tapi mereka tidak peduli, mereka tetap berlari demi bisa lolos dari kejaran para monster itu,
tanpa sadar kaki maki tersandung oleh batu,
"maki-chan!" teriak honoka yang menghentikan langkah nya
melihat maki terjatuh umi dan nico pun menghentikan langkah mereka karna kawatir terhadap maki,
dan langsung saja maki di hampiri oleh 1 monster dengan badan yang paling besar dan terlihat sangat berbeda dari moster lain yang mengejar mereka,
maki pun merangkak mundur seraya untuk menjaga jarak dari monster itu,
tetapi gerakan nya terhenti karna punggung nya sudah buntu oleh pohon yang ada di belakang nya
dengan cepat monster itu langsung melompat ke arah maki,
untung saja gadis bersurai merah tersebut sigap menghindar ke samping agar tidak di tangkap dan membuat moster itu menabrak pohon,
setelah lolos dengan monster dengan badan paling besar maki pun berlari mendekati teman teman nya,
karna kejadian maki yang tersandung tadi dan teman teman nya malah berhenti berlari mereka pun telah di kepung oleh para monster,
mereka mulai putus asa akan keadaan tersebut,
para moster pun mulai mendekati mereka. termasuk 1 moster yang ingin menangkap maki tadi,
dan terjadilah suatu kejutan dimana satu monster yang paling besar tiba tiba melambung tepat melewati atas kepala para gadis yang sedang ketakutan,

para moster lain nya pun terkejut dengan kejadian itu dan mencoba apa penyebab kenapa teman monster mereka bisa begitu,
alih alih melihat moster lain yang mengganggu mereka ternyata itu adalah perbuatan seorang manusia laki laki,

"berisik sekali, mengganggu tidur ku saja" ucap pemuda itu tanpa expresi yang terukir di wajah nya,
"ku mohon tolong kami!" pinta honoka kepada pemuda itu dengan wajah yang sangat ketakutan, sangkin ketakutan nya dia dan teman nya sampai mengeluarkan air mata,

salah satu monster bernisiatif untuk mencoba menangkap honoka tetapi dapat di cegah pemuda itu dengan satu lemparan batu yang tepat mengenaik kepala monster itu,

"kalian cepat kemari!" teriak pemuda itu untuk meminta para gadis menghampiri nya,
mereka pun langsung segera berlari berlari dan mencoba berlindung di belakang pemuda itu,
tapi tetap saja expresi di wajah mereka masih ketakutan. mengingat bahwa mereka belum betul betul terlepas dari mara bahaya,

"tenang lah, kalian akan aman sekarang" ucap pemuda itu dengan sedikit senyum yang menghiasi wajah nya,
tetapi mereka tetap saja belum tenang, apa lagi satu monster paling besar yang sempat terpental melambung tadi masih sadar dan bergabung dengan kumpulan sesama monster,
para monster itu bergerak untuk segera menyerang dan membuat para gadis gadis itu menjadi sangat ketakutan.

"kalian bisa mundur sedikit?" pinta pemuda itu
dan dia pun mengambil sebilah pedang yang tergeletak di tanah,
di keluarkan nya pedang itu dari sarung nya
tetapi ada sesuatu dipikiran honoka. maki. umi dan nico,
apakah pemuda itu bisa untuk mengalahkan para monster monster tersebut yang jumlah nya sepuluh dengan sendirian?
tetapi anggapan mereka salah. karna seperti sudah terbiasa terukir senyuman yang lebar di wajah pemuda itu menandakan bahwa dia tidak takut,

dengan dengan mengumpulkan tenaga dalan dan dia pun memulai tebasan dengan gerakan serangan vertical dia pun membuat semacam gelombang angin.
"HYAAAA!" pekik nya dan membuat semua monster yang di hadapan nya terpental dan tidak sadar kan diri
dengan tebasan setengah lingkaran yang bernama 'halfmoon slash'
karna merasa bahwa para monster sudah di kalahkan dan tidak sadarkan diri dia pun menyarungkan pedang nya kembali,
"yo! kalian tidak apa apa kan?" tanya pemuda itu dengan tersenyum


haha!
maaf ya kalo di chapter ini saya hanya menceritakan bagaimana para member μ's,
dan cerita nya jadi malah di ulang di bagian pertemuan anggota μ's dan pemuda itu XD

ok jadi mohon di tunggu ya lanjutan chapter selanjut nya (o.o)v