summary

tanpa sengaja empat anggota idol grub u's menemukan benda aneh di kawasan sekolah mereka. dan siapa sangka dari benda itu membuat mereka terdampar di dunia yang penuh dengan monster dan penuh petualangan. di bantu seorang lunar knight mereka menempuh segala rintangan agar bisa kembali ke dunia mereka


Disclaimer :

Dragon nest © Eyedentity, Shanda games, Gemscool
Love Live! school idol project © sakurako kimino


"heeee? verathea? apa maksut mu verathea? aku tidak pernah dengar ada nama negara seperti itu" ucap honoka dengan wajah yang kebingungan,

"tetapi honoka. aku punya firasat kalau kita ini telah terjebak ke dunia lain" kata umi,

"maksut mu kita berada di dunia lain yang bagaimana? apakah kita sudah mati!" ucap honoka kepada umi yang tengah memasang wajah panik sambil memegang kedua bahu umi dengan tangan nya,

"bukan yang seperti itu honoka" balas umi mencoba menenangkan honoka,

"ah maaf mencela pembicaraan kalian. jadi apa kalian benar benar bukan berasal dari dunia ini?" tanya pemuda yang sedari tadi hanya memperhatikan para gadis itu berbica,

"seperti nya memang begitu" ucap umi dengan wajah yang sedikit murung dan di ikutin teman teman nya yang tidak kalah murung,

pemuda itu terdiam sejenak sambil memperhatikan wajah para gadis yang telah terukir kemurungan di expresi mereka,

"baiklah. mungkin sekarang ini kita harus pergi ke desa yang ada di dekat hutan ini, di sana ada seseorang yang mungkin bisa menjelas apa yang telah terjadi kepada kalian" pinta pemuda itu yang memecah kesunyian yang sempat terasa di tempat mereka berpijak,

para gadis itu pun setuju dengan usulan pemuda itu yang tampak seakan percaya apa yang telah terjadi pada mereka,
baru bebera langkah berjalan maki terlihat seperti seakan mau tumbang,

"eh maki-chan. kau tidak apa apa?" tanya honoka kepada nya dengan sedikit cemas

"ah tidak apa apa kok," jawab maki,

tetapi gadis bersurai merah itu tidak bisa berbohong untuk saat itu. di karnakan terlihat bahwa kaki nya sedang terluka dan sedikit mengeleluarkan darah

"sini ku bantu" kata umi dan langsung membantu maki berjalan dengan meletakan tangan maki berada di atas bahu nya,

melihat keadaan seperti itu pemuda itu pun berhenti dari langkah nya dan mendekati maki dan umi,

sejenak dia meminta ke honoka untuk membawakan yang dia gantungkan di belakang punggung nya. kemudian dia berbalik badan membelakangi mereka. dia pun berjongkong di hadapan mereka dengan punggung nya yang di hadapkan ke mereka,

"ayo sini ku gendong" pinta pemuda itu,

mendengar perkataan pemuda itu maki pun langsung kaget kebingungan,

"eh? apa maksut mu?" tanya maki,

"kau tidak bisa berjalan dengan normal dengan luka kaki seperti itu kan?" balas nya

"t-tidak kok! kaki ku baik baik saja" ucap maki,

"baik baik saja gimana? sudah jelas kau harus di bantu seperti itu untuk berjalan kan? maka nya lebih baik ku bantu saja kau" ucap pemuda itu datar,

"t-tidak apa, lagian a-aku tidak mau merepot kan mu" balas maki yang keliatan nya sifat tsundere nya muncul,

"ya memang kau tidak merepotkan ku. tetapi kau malah merepot kan dia" ucap nya sambil mengarahkan pandangan nya ke arah umi yang sedang memapah maki,
mendengar perkataan nya maki pun terdiam,

"aku tidak masalah kok, kalau maki memang tidak mau. aku tidak keberatan kok memapah nya sampai ke desa" ucap umi dengan senyum,

"tapi t-tidak mungkin kan jika aku di gendong seorang lelaki?" gumam maki,

"oh ya baiklah kalau kau tidak mau" ucap pemuda itu dan dia pun bangkit,

tetapi entah kenapa gengsi maki pun pudar karna merasa bahwa pemuda itu memang berniat untuk menolong nya dengan tulus,
akhir nya maki pun bersedia di gendong oleh pemuda itu walau rona merah terhias di wajah gadis dengan surai merah itu,

"hmmm tuan, kalau boleh tau siapa nama mu?" tanya honoka kepada pemuda itu

"ha? nama ku?" ucap nya,

"iya nama mu, kami belum tau nama mu siapa" tanya honoka lagi,

"amizora, amizora alcydhes" jawab nya,

"jadi kami harus memangil mu amizora ya? terdengar seperti nama perempuan. tetapi nama yang indah" ucap honoka sedikit tersenyum,

"iya terserah kalian" jawab nya ketus

"amizora-san, apakah jalan menuju desa yang kau katakan tadi masih jauh?" kali ini gadis bernama niko dengan rambut hitam dengan twin tails berpita menghiasi kepala nya,

"sudah dekat kok"

sementara mereka berjalan terdengar suara hentakan kaki yang terdengar sangat besar. sangkin besar nya sampai sampai tanah pun terasa bergetar

"eh? apa itu?" tanya honoka dengan wajah sedikit kaget

terdengar suara degungan langkah kaki yang seakan berasal dari raksasa itu perlahan mengarah ke mereka. dan benar saja. bahwa langkah raksasa itu benar benar mengarah mendekati mereka,

para gadis pun keliatan nya mulai ketakutan akan hadir nya raksasa yang sedang mengarah ke mereka,

dan beberapa saat kemudia terlihat beberapa pohon bergoyang seakan ada yang mencoba menerobos lebat nya hutan tersebut,

mereka pun mendekatkan diri ke amizora karna mulai ketakutan,

termasuk maki. dia yang sedang di gendong oleh amizora mulai memeluk erat amizora dan menutup erat mata nya,
sementara amizora pun sedikit memberontak karna merasa bahwa lengan maki yang sedang melingakr di leher nya mencekik nya nya,

sampai mahluk yang mendekati mereka itu pun akhir nya terlihat oleh mata mereka secara langsung,

di hadapah mereka berdiri monster minotaur yang berukuran raksasa,

betubuh seperti manusia akan tetapi berwajah seperti banteng dan memiliki bulu hitam lebat di sekujur tubuh nya yang membuat monster itu menjadi terlihat sangat amat menyeramkan,

dengan badan nya yang setinggi lebih dari 3 meter dan memegang sebuah kapak yang besar monster itu sukses membuat para gadis gemeteran,

tapi tidak dengan amizora. dia hanya menatap minotaur itu dengan tatapan datar,

"oh ternyata itu benar anda. tuan amizora" ucap minotaur itu dengan nada agak formal,

"yo! jendral umrak. apa yang sedang kau lakukan di sini?" tanya amizora yang merasa sudah akrab dengan moster tersebut,
tetapi seperti nya para gadis yang ada di tempat itu sedikit kaget dan kebingungan, bagaimana bisa pemuda ini terlihat akrab dan saling mengenal kepada monster ini

"maaf tuan, tetapi king minotaur umbaba memerintahkan ku dan beberapa pasukan ku untuk berjaga-jaga di gray ruins. karna dia mengatakan bahwa bangsa orc dan ogre sedang merencanakan untuk menyerang desa calderock" jelas minotaur itu kepada amizora,

"yah. aku tau, karna tadi aku baru saja mengalahkan beberapa dari mereka di dekat hutan lower ridge" ucap amizora,

"jadi benar mereka akan merencanakan penyerangan untuk waktu yang dekat ini" gumam minotaur itu,

"tenang saja, karna juga aku beberapa hari ini sedang menyelediki apa maksut dan tujuan mereka. dan juga aku belum bisa mengetahui siapa yang memimpin mereka" ucap amizora
"dan keliatan bukan cuma bangsa orc dan ogre saja yang akan melakukan penyerangan. tetapi bangsa goblin. dark elf dan para harpy juga akan desa calderock" sambung amizora,

"kalau begitu biarkan kami para bangsa minotaur bergabung dengan mu untuk melakukan perlawanan kepada mereka. tuan"

"terima kasih jendral umrak. kalian para minotaur memang bisa di andalkan" kata amizora
"tetapi selama ada aku. tidak akan ku biarkan mereka mendekati desa calderock ini" ucap amizora dengan serius
"tolong katakan pada raja mu bahwa berhati-hati lah sedikit. aku punya firasat ada kemungkinan bahwa mereka akan menyerang kerajaan minotaour juga" sambung amizora kepada jendral umrak

"baiklah tuan. akan ku sampaikan pesan mu kepada raja umbaba" balas minotaur dan kemudian dia pun undur diri dari hadapah amizora dan para gadis dari tempat itu,

melihat pembicaraan mereka berdua yang keliatan nya penting itu honoka. umi. maki dan niko pun hanya bengong di tempat itu,

"kenapa kalian diam? ayo lanjut jalan. desa ada di depan sana" ucap amizora mulai berjalan yang juga sedang menggendong maki di punggung nya

:

:

:

:

:

setelah memasuki gerbang desa mereka pun disambut oleh keramainan penduduk desa waupun pendatang yang sedang berlalu-lalang di desa tersebut,
terlihat juga beberapa adventure tangguh yang sedang berada di sana karna suatu urusan.
mereka pun menuju sebuah rumah besar yang terletak berada di pinggiran desa yang berhadapan langsung mengarah ke padang rumput hijau yang luas,

sesampai nya mereka di rumah itu amizora pun langsung membawa mereka ke sebuah kamar yang sedikit besar dan menurunkan maki ke sebuah kasur

"baiklah, kalian beristirahat saja dulu di sini. anggap saja rumah sendiri. aku akan keluar sebentar untuk mencari makanan" ucap amizora kepada gadis gadis itu,

"terima kasih tuan atas semua kebaikan anda" ucap honoka pada pemuda itu,

"tidak usah sungkan. kalian coba sedikit rawat lah dia. aku juga akan mencoba mencari seseorang yang bisa menyembuhkan luka nya" ucap amizora sambil menatap ke arah maki yang sedang terduduk di atas kasur
"baiklah! seperti nya hari ini aku akan sedikit sibuk" gumam amizora yang sedang menuju keluar dari kamar itu

"bagaimana keadaan kaki mu maki-chan?" tanya niko kepada maki,

"ku rasa tidak apa-apa. walaupun seperti nya kaki ku tidak bisa di gerakan" ucap maki

"hey honoka-chan" panggil niko kepada gadis berambut jingga tersebut,

"hem? ada apa niko-chan?" tanya honoka,

"apa cuma perasaan ku saja kalau pemuda itu sedikit aneh? maksut ku bagaimana bisa dia yang terlihat seperti manusia biasa bisa melakukan hal-hal yang tidak masuk akal?"
"seperti dia mengalahkan para monster yang mengejar kita sebelum nya dengan mudah dan dia terlihat seperti berteman dengan monster raksasa yang menakutkan tersebut" ujar niko,

"yang memang benar apa yang kau katakan. aku juga merasa dia tidak seperti manusia normal, tapi mungkin karna dunia ini berbeda dengan dunia kita jadi ku anggap hal itu adalah wajar di dunia ini" terang umi kepada niko,

"iya. tapi setidak nya kan dia tidak terlihat seperti orang jahat. justru walau sifat nya yang keliatan nya menyebalkan tetapi dia telah menolong kita" ucap maki yang sedari tadi terduduk di atas kasur

"tetapi bagaimana dengan nasib kita di sini. di dunia ini? apa yang akan kita lakukan selanjut nya. apakah kita tidak akan bisa bertemu lagi dengan teman-teman kita yang lain dan juga keluarga kita?" ujar honoka dengan sedikit menundukan kepala.
bagaimana dengan impian kita yang sebelum nya. impian bersama kita untuk memenangkan kompitisi love live bersama" sambung honoka

suasana di ruangan tersebut secara langsung menjadi sunyi,
bahkan tidak ada suara pun dari mulut mereka yang keluar. hanya ada suara angin yang berhembus ke pepohonan yang berada di jendela kamar tersebut.
semua nya diam dan hanya menundukan kepala mereka,


yosh!

untuk nama pemuda itu sih emang dari dulu kepikiran untuk menggunakan nama 'amizora'
untuk nick itu memang saya pakai sudah bertahun-tahun di internet dan di beberapa game online XD

sekedar info : nick amizora itu sebenar nya bukan mempunyai job lunar knight di dragon nest. melaikan job gladiator
kalau untuk nama alchydhes itu di ambil jadi char saya juga di dragon nest dengan job dark avenger,
banyak temen game yang mengira bahwa nama alcydhes itu terinspirasi dari sosok pahlawan mitologi yang bernama achilles tapi sebenar nya tidak
alcydhes itu murni dari pemikiran saya. dan kebetulan setelah coba sreaching di google bahwa nama alcydhes itu adalah nama lain dari sosok mitologi yunani yang bernama 'hercules' (kebetulan banget ya)

ok sampai di sini dulu bacotan saya (o.o)v

tolong di reviews dan memberi saran ya agar saya bisa lebih bersemangat melanjutkan cerita ini ^_^