summary
tanpa sengaja empat anggota idol grub u's menemukan benda aneh di kawasan sekolah mereka. dan siapa sangka dari benda itu membuat mereka terdampar di dunia yang penuh dengan monster dan penuh petualangan. di bantu seorang lunar knight mereka menempuh segala rintangan agar bisa kembali ke dunia mereka
Disclaimer :
Dragon nest © Eyedentity, Shanda games, Gemscool
Love Live! school idol project © sakurako kimino
matahari yang sudah berada di upuk barat yang mengeluarkan cahaya jingga telah menandakan bahwa hari sudah menjelang sore,
di ruang rapat yang berada di sebuah castil di desa calderock. para petinggi dan petuah sedang berdiskusi tentang isu isu yang sempat menyebar di calderock,
perihal masalah bangsa bangsa monster yang akan melakukan penyerangan di calderock,
seorang pemuda memasuki ruangan rapat itu dan di ikuti oleh beberapa gadis,
mereka adalah 'Amizora alcydhes. Honoka kousaka. Umi sonoda. Maki nishikino dan niko yazawa'
"yo! tuan tuan. aku datang ke sini untuk memenuhi permintaan kalian dan ingin menanyakan beberapa pertanyaan" sapa amizora ke pada orang orang yang ada di ruangan itu,
"syukur lah kau ada di sini nak. kami juga ingin menanyakan beberapa hal pada mu"
amizora dan beberapa gadis itu pun duduk di kursi yang mengelilingi sebuah meja besar yang ada di tengah ruangan itu,
mereka mulai berdiskusi serius dan sedikit berdebat karna masalah yang mereka hadapi seperti nya bukan masalah sepele melainkan tentang masalah yang menyangkut tentang desa calderock,
"tuan amizora, apakah dalam penyelidikan mu kau menemukan info tentang monster monster yang berada di hutan hutan di dekat lower ridge dan crystal stream" tanya seorang pria separuh bawa ke pada nya,
"aku hanya mengetahui tentang hal yang ada di lower ridge. tetapi aku sudah meminta tolong ke pada scout fergus untuk menyelidiki di dekat crystal stream" terang amizora
"scout fergus mengatakan dia telah memata-matai camp orc yang berada di sana dan juga dia mengatakan bahwa di sign canyon ada bangsa harpy yang mulai bergerak" sambung amizora
"apa menurut kalian ini ada hubungan nya tentang para dragon followers?" ucap seorang wanita dewasa yang juga salah 1 petinggi di desa calderock bernama tiana
para petinggi yang berada di ruangan itu hanya dia dan saling bertatap-tatap muka sembari berbisik-bisik,
"mungkin juga itu ada hubungan nya. tidak mungkin juga bangsa orc. goblin. ogre. harpy dan dark elf bersatu jika tidak di kaitkan dengan dragon followers" ucap seorang pria tua dengan kepala dan janggut yang sudah memutih semua,
"seperti di pertempuran 'the great battefield calderock' di masa lalu" sambung pak tua itu yang bernama harold
ucapan pria tua itu pun sukses membuat seisi ruangan itu sunyi senyap
"heeem permisi. apakah di sini ada makanan? karna aku merasa sedikit lapar" ucap amizora dengan santai yang memecah kesunyian,
"hey anak muda! bisakah kau sedikit serius perihal masalah yang besar ini" teriak seorang wanita yang di panggil soscerres tiana,
mendengar perkataan tersebut sontak membuat tatapan amizora sedikit serius dan sedikit bergumam
"hey bisa santai sedikit bibi? aku juga di sini tidak berniat untuk bermain-main" jawab amizora dengan santai,
"ah tidak apa nonya. sifat nya memang selalu santai seperti itu namun dia adalah harapan desa untuk melewati pertempuran yang mungkin tidak bisa kita hindarkan ini" bisik seorang pria di kuping wanita tersebut,
"bagaimana bisa orang seperti dia menjadi harapan calderock" tanya wanita itu yang juga berbisik,
"yang ku dengar dari ketua orang seperti dia itu adalah utusan langsung dari saint haven dan langsung di perintah oleh king cassius" bisik pria itu juga,
"ya baiklah aku mengerti, tapi bukan kah dia terlihat terlalu muda untuk di perintah langsung oleh raja? dan juga gadis gadis yang berada di dekat nya itu siapa? apa mereka juga utusan dari saint haven?" tanya wanita itu
"entahlah. aku juga tidak tau, karna mereka terlalu muda untuk ikut campur dalam urusan ini, jadi tidak mungkin mereka utusan dari saint haven" jawab pria itu,
"hah~ banyak yang sudah terjadi semenjak aku kembali dari lotus mars kemarin. padahal masih banyak urusan di frairystar institut" gumam wanita itu,
mereka pun mulai menyusun strategi dan rencana untuk peperangan yang akan terjadi di desa mereka,
"tuan rodrigo. kau coba lah untuk memimpin pasukan dan mulai meningkatan penjagaan kan di gerbang selatan yang langsung mengarah crystal stream, " ujar ketua mereka,
"dan kamu amizora. saya juga mengharapkan mu untuk melakukan hal yang sama seperti tuan rodrigo di gerbang utara calderock. kita tidak tau kapan mereka akan menyerang," sambung pak tua itu,
"kalau soal pasukan yang ada di desa sebaiknya kau menempatkan semua yang akan berperang di gerbang selatan saja. karna aku saja sudah cukup" ucap amizora,
"tapi kau yakin bisa melawan mereka sendirian?" tanya ketua itu,
"ya sebenar nya aku tidak sendirian. akan ada RED ARMY yang akan sedikit membantu ku" jawab amizora
"APA!? RED ARMY!" sentak semua petinggi yang ada di ruangan itu,
"eh emang nya kenapa?" tanya amizora
"mereka kan bangsa minotaur yang dulu nya adalah musuh bagi manusia. dan juga mereka itu sangat buas dan tidak bisa di percaya" ucap seorang pria paruh baya yang ada di situ,
"tidak. mereka itu adalah bangsa paling setia menurut ku, jadi jangan kau ragukan mereka" balas amizora
"bukan begitu tuan, tetapi mereka itu adalah pasukan yang pernah menyerang calderock di masa lalu" terang pria itu yang di wajah nya sedikit ragu.
"tapi bagaimana bisa kau menjadikan para minotaur itu jadi sekutu mu?" tanya ketua mereka,
"hmm aku pernah mengalahkan raja mereka" jawab amizora dengan wajah datar,
"haaaa? kau mengalahkan king minotaur umbaba?" ucap pak tua itu dengan kaget
"bagaimana bisa kau mengalahkan raksasa itu? tidak pernah ada 1 pun orang yang bisa melukai dia apa lagi mengalahkan minotaur terkuat itu" sambung kakek itu,
"ya aku memang mengalahkan nya dua kali, yang pertama memang beneran aku bertarung dengan dia dan selanjut nya kami duel menari" ucap amizora yang terlihat santai
semua yang ada di ruangan itu terdiam karna seakan tidak percaya akan semua yang telah di ucapkan amizora,
bahkan mereka mengira bahwa amizora itu sedang tidak waras,
setelah itu mereka keliatan nya setuju akan usul amizora yang mengatakan pasukan calderock akan di tempat kan di gerbang selatan dan bersiap menahan para monster dari crystal stream,
::::::
setelah itu pun satu per satu dari petinggi desa itu keluar.
tinggal lah amizora. niko. maki. honoka. umi dan pria tua yang juga kepala desa calderock
"kakek harold, aku ingin menanyakan sesuatu pada mu" ucap amizora
"kau ingin bertanya apa amizora?" tanya kakek itu
"apa kau pernah mendengar sesuatu tentang dunia lain yang sama seperti dunia kita ini?" tanya amizora
"maksut mu dunia seperti apa?" kata kakek itu yang keliatan bingung tentang perkataan amizora
"hmm maksut ku. mereka ini adalah orang yang bukan dari dunia kita ini"
"mereka mengatakan pada ku bahwa mereka berasal dari jepang" jelas amizora sembari menunjuk para gadis yang berada di samping nya,
"aku tidak pernah mendengar tentang dunia lain selain dunia verathea" jawab kakek itu,
"haaah~ ku kira kau tau tentang hal seperti ini" ucap amizora dengan lesu,
"coba saja kau tanya hal ini kepada pak tua heraldry schoral staz. mungkin dia sedikit tau tentang hal ini" kata kakek itu,
"ya baiklah akan ku tanyakan pada dia nanti" ucap amizora yang mulai berdiri dan seperti nya bersiap meninggalkan ruangan itu dan di ikutin oleh gadis gadis,
saat melewati coridor yang ada di castil itu mereka melihat seorang pria yang seperti nya sedang menunggu mereka.
seorang cleric yang bernama jake,
"hey nak. apa yang kau bicarakan tadi kepada ketua dekart?" tanya pria itu
"ah tidak ada, bukan hal yang penting" jawab amizora ketus,
"hey nak. apa kau yakin untuk menanganin gerbang selatan sendirian?" tanya nya lagi,
"ya memang itu yang akan ku lakukan, lagian juga sudah ku bilang aku tidak sendiri juga" jawab amizora dan dia pun meninggalkan pria itu sendirian,
"eh jadi sekarang kita akan ke mana? apa kita akan ke tempat orang yang di maksut kakek tadi?" tanya honoka yang sembari tadi terus mengikuti amizora,
"kita cari makanan saja. aku masih lapar" jawab amizora dengan santai,
"hey bagaimana dengan nasib kami? tidak mungkin kan kami tetap berada di dunia ini terus kan?" ucap nico dengan suara yang sedikit keras,
"tenang lah sedikit nico-chan" ucap honoka,
"yang ku tau pak tua scolar itu sedang di desa lain sekarang. jadi kita juga tidak bisa bertemu dengan nya sekarang" sambut amizora,
setelah mendengar perkataan amizora mereka pun setuju dengan ajakan nya untuk mencari tempat makan,
:::::::
hari sudah malam. mereka mengunjungi suatu kedai makanan dan minuman,
di tempat itu tersedia berbagai makanan dan minuman,
malam itu mereka memesan 1 meja di tempat itu.
banyak makanan yang tersedia di meja mereka dan amizora pun sangat lahap menghabiskan makanan nya yang sangat banyak di meja mereka,
karna di tempat itu sangat ramai. para gadis keliatan nya terlihat canggung dengan suasana itu,
memang tempat itu setiap malam selalu ramai di kunjungi.
Karna tempat itu bisa di bilang cukup terkenal di desa calderock.
banyak penduduk desa menghabiskan malam di sana untuk berkumpul atau sekedar minum minum bir bersama teman,
"yo! amizora! apa kabar" sahut seorang pria yang menepuk pundak nya dari belakang,
amizora pun menoleh untuk melihat siapa gerangan yang memanggil nama nya,
"oh kalian ternyata. yo devian! yo ginzha! dan genzu!" sapa amizora kepada 3 orang yang berdiri di depan nya,
"wah wah wah~ seperti nya kau sedang di temanin oleh beberapa gadis yang manis di sini" ucap genzu yang tersenyum menggoda,
"haha! mereka bukan gadis ku" ketus amizora,
"wah kalau begitu boleh dong kami pinjem mere..." tiba tiba kepala genzu di pukul teman yang di samping nya
"sudahlah genzu! berhentilah menggoda mereka" ucap pemuda bernama devian yang baru saja menjitak kepala genzu,
"oi oi! aku hanya bercanda" protes genzu,
"hahahaha! kau ini. setiap bertemu wanita selalu saja sifat mesum mu muncul" ucap ginzha,
"siapa yang kau bilang mesum?" tatap genzu ke ginzha,
"hoy hoy! kenapa kalian malah ribut di meja ku? aku ini sedang mencoba untuk makan tenang tau!" gerutu amizora,
"hahahaha! maaf maaf, kami ke sini hanya mencoba mencari tempat yang enak untuk makan" ucap ginzha,
"bolehkah kami ikut bergabung?" tanya genzu dengan senyum menggoda yang mengarah ke para gadis,
"meja ini hanya cukup untuk 6 orang saja. bodoh!" seru amizora ke genzu,
"kalau begitu biar aku saja yang bergabung, kalian pergilah mencari meja lain" ucap genzu dan menyuruh ginzha dan devian pergi,
tapi devian pun kembali memukul kepala genzu untuk ke dua kali nya.
dan dia pun menggeser meja yang ada di dekat mereka dan di jadikan satu ke meja amizora,
"ada yang ingin kami bicarakan pada mu" ucap devian,
"hey hey! sebelum ngobrol ayo lah sebaik nya kita memperkenalkan diri kita dulu kepada nona nona yang cantik ini" sela genzu,
"hahaha! kau benar" seru ginzha.
"perkenalkan. nama ku ginzha. itu kakak ku devian dan pria yang paling di antara kami ini adalah genzu" ucap nya dengan sedikit tertawa,
"nama ku kousaka honoka" seru nya senyum
"aku sonoda umi. panggil saja umi" ucap nya gugup
"nishikino maki"
"aku yazawa nico. salam kenal"
"dan aku amizora alcydhes. yo!" ucap amizora sambil mengancungkan 2 jari nya
"NGAPAIN LU IKUT-IKUTAN PERKENALAN DASAR BEGO!" teriak genzu,
"diam lah! eh apa yang ingin kau bicarakan tadi devian?" tanya amizora,
"hm aku hanya ingin bertanya. apa benar kau yang akan menangani gerbang selatan seorang diri?" ucap devian,
"eh dari mana kau tau soal ini?" kata amizora
"kami ini juga ksatria calderock jadi wajar kami tau soal ini" ucap devian,
"iya sebenar nya aku yang mengajukan tentang itu" ucap amizora,
"jangan bercanda! kau tau kan bahwa dalam serangan kali ini dragon followers ikut ambil bagian" seru devian yang mulai serius,
"aku tidak bercanda, aku yang akan membereskan bagian gerbang selatan" balas amizora,
"kau yakin bisa menanganin gerbang selatan sendirian?" tanya ginzha,
"iya aku sangat yakin" jawab amizora,
"hey! kau bodoh ya? bagaimana bisa orang seperti mu mengangani pasukan musuh sendirian" sindir genzu yang mata nya malah sibuk memandangi maki yang ada di depan nya,
"hey kau sendiri juga bodoh, bahkan dia juga sangat jauh lebih kuat dari mu" ucap ginzha yang malah menyindir genzu juga,
"haha dia benar! bahkan kalian bertiga juga tidak akan bisa mengalahkan ku, karna kalian jauh lebih lemah dari ku HAHAHAHA!" balas sindir amizora,
"hahaha! sialan kau amizora!" ucap ginzha,
malam itu suasana di meja mereka terasa hangat,
karna mulai tidak ada lagi kecanggungan dari para gadis gadis itu,
mereka saling cerita dan ngobrol,
di mulai dari amizora menceritakan dari mana asal para gadis itu dan teman nya yang awal nya tidak percaya pun menjadi percaya karna menurut mereka amizora tidak akan berbohong,
mereka saling tertawa dan seperti nya mulai menjadi akrab,
karna honoka. umi. maki dan nico merasa bahwa para pria yang ada di dekat mereka itu bukan lah orang jahat,
tiba tiba mereka di samperin oleh seorang pria yang seperti nya sedang terengah engah,
"maaf tuan mengganggu acara mu, tapi saya membawa berita penting" ucap pria itu kepada devian,
"berita apa? cepat katakan" ucap devian,
"gerbang utara telah di serang tuan!" sambung pria itu,
"apa! kenapa mereka bergerak sangat cepat!" seru devian
"cepat segera kumpul kan pasukan untuk menghadang mereka" pertintah devian,
tanpa sadar devian melihat amizora berlari keluar dari kedai mereka berada dan segera mulai mengejar nya,
di ikutin oleh genzu. ginzha dan para gadis itu,
sesampai nya di gerbang utara mereka melihat hanya ada beberapa penjaga yang sedang menahan dobrakan dari luar gerbang,
"sialan! kalau begini tidak akan sempat mengumpulkan prajurit" gumam devian.
"hoy dev! boleh aku meminjam pedang mu sebentar? aku tadi tidak membawa pedang ku" ucap amizora yang sedang memandangi gerbang yang sedang di dobrak,
"hey jangan bilang kalau kau ingin melawan mereka sendirian" tanya devian,
"sudah lah! kau menurut saja dan perhatikan" ucap amizora dengan wajah terukir senyuman yang sangat lebar,
devian pun memberikan pedang nya kepada amizora,
dan amizora pun memerintahkan penjaga untuk membuka gerbang nya,
walaupun sedikit ragu tapi para penjaga akhir nya membuka gerbang,
dan setelah gerbang di buka beberapa orc langsung menerobos masuk ke dalam,
amizora yang sudah bersiap langsung melakukan tebasan yang mengeluarkan kilatan cahaya berwarna kebiruan yang di sebut skill 'crescent cleave'
beberapa orc yang menyerbu tadi pun langsung terkapar di buat ny
dan dia pun langsung berlari ke arah gerbang dan melakukan 'dash kick' ke monster monster yang ingin menyerbu sampai keluar gerbang,
devian pun memerintahkan ginzha dan genzu untuk membantu amizora.
mereka pun melaksanakan perintah tersebut,
dengan sendirian amizora terus menebaskan pedang nya ke arah para monster.
dan ketika dia di kepung para monster dia pun melakukan gerakan berputar 360 derajat yang sangat yang di sebut skill 'eclipse'
tebasan memutar itu pun membuat monster yang mengelilingi nya pun tumbang,
mereka bertiga pun sukses memukul mundur para monstes sampai menjauhi gerbang,
walau sampai di kegelapan hutan mereka terus saja bertarung walau yang terlihat hanya sekelebat kilatan cahaya yang di keluarkan oleh skill mereka
yang berada di dalam gerbang pun hanya bisa melihat pertarungan mereka,
terlebih lagi devian. honoka. umi. maki dan nico yang merasa takjub setelah melihat pertempuran mereka ber tiga,
kusus nya pada amizora yang telah mengalahkan puluhan monster seorang diri,
di bandingkan dengan nya. ginzha dan genzu bahkan tidak ada apa apa nya walau mereka juga mengalahkan para monster yang cuma beberapa saja,
"jadi seperti ini kekuatan mu yang sebenar nya" dalam hati devian,
"haah~ haah~ sebenar nya, seberapa kuat kau ini?" tanya ginzha yang sedikit ngos-ngosan,
"sudah ku bilang! aku ini memang kuat, kalau hanya segini tidak ada apa-apa nya bagi ku. HAHAHAHA!" tawa amizora sambil ngenyilangkan lengan nya,
"kalian tidak apa-apa?" tanya devian,
"kami tidak apa-apa, hanya saja si lemah ini sedikit terluka, hahaha!" balas ginzha melirik genzu,
"sialan kau! siapa yang kau bilang lemah!" gerutu genzu,
pertempuran singkat itu pun berakhir dengan kemenangan calderock,
di dalam hutan yang gelap terlihat seseorang berjubah merah darah dengan memakai topeng khas yang sedang mengawasi devian dan yang lain nya yang tengah senang setelah mengalahkan para monster,
dia hanya memperhatikan mereka dari balik pohon yang tersembunyi di dalam kegelapan hutan,
setelah cukup mengawasi mereka. dia pun memutar arah dan berjalan hutan yang gelap dan menghilang secara misterius
