summary
tanpa sengaja empat anggota idol grub u's menemukan benda aneh di kawasan sekolah mereka. dan siapa sangka dari benda itu membuat mereka terdampar di dunia yang penuh dengan monster dan penuh petualangan. di bantu seorang lunar knight mereka menempuh segala rintangan agar bisa kembali ke dunia mereka
Disclaimer :
Dragon nest © Eyedentity, Shanda games, Gemscool
Love Live! school idol project © sakurako kimino
"selamat pagi maki-chan dan umi-chan" sapa honoka ke pada teman-teman nya.
Pagi itu mereka berkumpul di suatu ruangan.
"eh? di mana nico-chan?" tanya honoka.
"dia sedang di dapur untuk membuat sarapan untuk kita" jawab maki.
"kalau amizora-san di mana?" tanya honoka lagi.
"mungkin dia masih tidur di kamar nya" jawab maki yang sedang memainkan ujung rambut merah nya tersebut.
honoka mengajak ke 2 teman nya di ke ruangan makan yang juga di jadikan dapur,
di ruangan tersebut mereka duduk di bangku yang di tengah nya teletak sebuah meja besar di tengah ruangan tersebut.
"makanan sudah siap!" ucap nico yang selesai membuat sarapan untuk teman teman nya.
"waaah~ keliatan nya enak" ucap honoka setelah melihat makanan yang tersaji di hadapan mereka.
"eh, tapi kenapa makanan nya sangat banyak begini?" tanya umi.
"hehe, aku melihat banyak sekali bahan makanan di tempat penyimpanan, jadi aku memasak nya sebagian" ucap nico
"tetapi apa ini tidak kebanyakan untuk kita? kan tidak mungkin kan kita menghabiskan semua makanan ini" kata maki kepada nico.
"tenang saja, aku tau kalau tuan rumah ini mempunyai nafsu makan yang besar, jadi kita tidak perlu kawatir" balas nico dengan sedikit senyuman terhias di wajah nya.
"ya sudah! kalau begitu aku akan membangunkan nya dulu" seru honoka yang mulai berdiri.
"woy! jika ingin masuk ke rumah seseorang setidak nya ketuk pintu dulu kek!" teriak seseorang yang seperti nya asal masuk ke rumah tersebut.
dan ternyata yang memasuki rumah nya amizora adalah genzu dan ginzha.
"wah! ternyata beneran dugaan ku, memang di sini ada makanan enak!" seru genzu yang tiba tiba langsung duduk di bangku sebelah maki.
"hehehe, tolong maaf kan orang bodoh yang satu ini ya" ucap ginzha dengan sedikit menundukan kepala nya.
"ah tidak apa kok, kebetulan makanan yang di masak sangat banyak" ucap umi.
"wah! kalau begitu kebetulan juga dong" kata genzu yang langsung menyediakan makanan yang tersaji ke piring.
"di mana amizora?" tanya ginzha.
"mungkin masih tidur" jawab honoka.
"aku bangunkan dulu ya" seru honoka yang langsung berlari ke kamar amizora yang berada di lantai atas.
sesampai nya di depan kamar amizora, dia pun mulai mengetuk pintu nya.
beberapa ketukan tetapi tidak ada respon apapun.
honoka pun mulai memegang gagang pintu dan memutar nya.
ternyata pintu nya pun tidak terkunci.
"amizora-san, ayo bangun saat nya sarapan" seru honoka yang mulai memasuki kamar amizora.
tetapi tetap saja tidak ada respon apapun.
honoka pun mendekati kasur yang ada di kamar itu,
di lihat nya seorang pemuda yang masih terlelap di alam tidur nya.
dengan posisi tidur telentang dan keliatan berantakan.
tetapi beberapa saat honoka sempat memandangi wajah amizora.
baru kali ini dia melihat wajah seorang lelaki yang sedang tertidur secara langsung.
"WOI! AYO BANGUN! sampai berapa lama kau mau tetap tidur ha!" teriak seorang pemuda di belakang honoka yang sukses membuat dia kaget.
setelah teriakan itu kelopak mata amizora pun mulai terbuka.
manik emas yang menghiasi mata nya pun tertuju ke arah langit langit ruangan.
dia pun menoleh ke arah pintu kamar nya.
di liat nya ada honoka dan genzu yang berdiri di kamar nya tersebut.
amizora pun mulai duduk di kasur nya dan sedikit menggaruk garuk kepala nya.
"huuaaammz~ ada apa sih mengganggu tidur ku saja" ucap amizora dengan nada malas.
"ayo kita sarapan amizora-san" kata honoka.
"oh" ucap amizora singkat,
dan dia pun kembali berbaring ke kasur nya dan menutupi seluruh badan nya dengan selimut.
"eeehh?" *sweetdrob*
honoka pun bingung melihat pemuda itu malah kembali tidur.
melihat kelakuan amizora, genzu pun mulai jengkel.
dia pun mendekati kasur amizora dan langsung menarik selimut amizora.
dia pun juga langsung mengunci leher amizora dengan lengan nya.
"bisa-bisa nya kau mengabaikan honoka seperti itu! hah!" gerutu genzu.
"oi! apa-apaan kau! a-aku tidak bisa bernafas dasar keparat!" teriak amizora.
"eh sudah sudah. jangan berkelahi" seru honoka untuk melerai mereka,
:::
"ayo silahkan di makan" pinta nico kepada orang orang yang ada di ruangan makan.
mereka pun mulai menikmati makanan yang tersaji.
tapi tidak dengan amizora,
dia hanya duduk dan terdiam,
dengan rambut putih yang masih berantakan dia pun menutup mata nya dengan lengan yang menopang dagu nya.
di saat yang lain sedang sibuk sarapan dia malah mencoba kembali tertidur di meja makan itu.
orang orang yang ada di ruangan itu hanya terdiam sembari memperhatikan.
"ah amizora-san, ayo kau ikut sarapan dulu, jika kau ingin tidur lagi kau bisa melakukan nya lagi" tegur umi yang saat itu duduk di sebelah nya.
dengan manik emas yang terhias di mata nya,
dan kelopak nya yang sesekali terbuka dan menutup dia pun menuruti apa yang di pinta oleh umi.
amizora pun mulai melahap makanan nya.
dalam hitungan menit makanan nya pun selesai di habiskan nya.
"hey kalian berdua ada keperluan ke rumah ku" tanya amizora ke ginzha dan genzu.
"tidak ada keperluan apa-apa, kami hanya ingin sarapan bersama para gadis gadis manis ini" balas genzu dengan senyum menggoda dan sesekali melirik ke arah maki.
"ah kami memang ada urusan pada mu" ucap ginzha
"kami di perintah devian memberitahukan untuk mu ke castil dan membicarakan strategi yang seperti nya akan di atur ulang" sambung ginzha.
"untuk apa? bukan kah semua sudah setuju dengan strategi sebelum nya?" tanya amizora.
"entahlah, tetapi dengan serangan mendadak 2 hari yang lalu membuat para petinggi berpikir untuk apa mereka menyerang dengan kekuatan yang tidak terlalu kuat itu" ucap ginzha
"mereka bisa menyerang kapan saja jadi semua nya harus siap kapan saja" kata amizora
"baiklah kalau begitu, tetapi kau tetap harus ikut untuk menghadiri pertemuan itu. dan kalian para gadis juga harus ikut karna ada seseorang yang ingin bertemu dengan kalian" ucap ginzha yang membuat para gadis bertanya-tanya,
kenapa mereka di panggil.
apa ini bersangkutan tentang masalah mereka yang secara misterius terdampar di dunia verathea ini.
setelah sarapan para gadis pun membereskan piring-piring yang kotor.
dan di bantu oleh genzu, yang sebenar nya tujuan dia adalah untuk menggoda para gadis.
sedangkan amizora dan ginzha mereka berada di ruangan tengah untuk mengobrol hal-hal kecil.
::::
setelah beberapa jam akhir nya mereka bersiap untuk menghadiri pertemuan.
mereka pun bergerak keluar rumah dan mulai berjalan.
sesekali mereka saling menyapa oleh para penduduk desa caldekrock.
walau hari sudah mulai sore tetapi masih terasa ramai oleh aktifitas para penduduk.
bahkan banyak anak-anak yang asik sibuk bermain.
"ah kak genzu! hey teman-teman! ada kak genzu" seru seorang bocah yang seperti nya kenalan genzu.
"hey hey nak! yo apa kabar" sapa genzu
"kak genzu kak genzu. apa kau baru pulang dari pertualangan mu mengelilingi dunia?" tanya bocah itu
"hahaha! tentu saja. karna aku 'the great adventure genzu' jadi hidup ku ini penuh dengan pertualangan" ucap genzu dengan percaya diri.
"ha? the great adventure?" gumam amizora
"ha? petualangan?" gumam ginzha
ginzha dan amizora pun bertatapan muka yang penuh tanda tanya.
"wah! jadi apakan kakak ada mengalahkan monster di pertualangan kakak di luar sana?" tanya bocah itu lagi.
"haha tentu saja! bahkan aku mengalahkan seekor naga yang buas di dalam petualangan ku"
"oi oi! jangan bilang kau menipu anak-anak desa ini dengan cerita bohong mu itu!" sela amizora yang memotong perkataan genzu.
"hey! jangan memotong perkataan ku" protes genzu.
"hah! kau sendiri kenapa kau mengatakan hal hal bodoh yang sudah jelas tidak bisa kau lakukan" kata amizora
"hahahahah! dia benar. mana mungkin kau bisa mengalahkan seekor dragon" seru ginzha
"sssssttt~ jangan membuat ku malu" ujar genzhu
"eh tapi ternyata genzu-san sangat populer ya di kalangan anak-anak ini" ucap honoka.
"ehehehe. ga terlalu kok" ucap genzu yang mulai malu-malu
"kak genzu! apa kau mau menceritakan petualangan mu lagi kali ini?" tanya seorang bocah yang dari tadi berdiri memperhatikan mereka
"baiklah! kali ini aku akan sedikit menceritakan tentang kisah petuala..." "sudah sudah, kau sudah cukup untuk menceritakan kisah konyol mu untuk anak-anak di sini" sela amizora yang sekali lagi memotong perkataan genzu.
"oy sialan!" teriak genzu
"hey dik apa kalian ingin mendengar sebuah kisah dari ku?" ucap amizora
"ha? beneran kak?" ujar bocah tersebut.
"tentu saja" ucap amizora
di hari yang mulai sore itu, amizora mulai menceritakan sebuah kisah legenda tentang kejadian luar biasa di dunia verathea itu
dia mulai bercerita di bawah pohon besar yang berada di tengah-tengah desa calderock itu
"baiklah dik. dengarkan cerita ini dengan seksama" ucap amizora
"50 tahun lalu, di pegunungan yang terlihat hitam dari sisi barat saint haven.
Pahlawan dengan julukan "The Six Heroes"
yang terdiri dari gabungan berbagai fraksi dan ras yaitu 'geraint, velskud, nerwin, karacule, teramai, barnac,'
Sedang berjuang untuk mengalahkan pembawa mala petaka, sosok makhluk ganas bertubuh raksasa yang dapat menghancurkan kota hanya dengan raungannya, dan dipenuhi kebencian yaitu 'Black Dragon Karas'
Setiap makluk hidup bersatu untuk memperjuangkan masa depan, pertentangan antara fraksi 'fairystar' dan fraksi 'temple knight, antara ras 'manusia' dan ras 'elf' semuanya menghilang seketika dengan tujuan yang sama 'Menyelamatkan Dunia'
Ini adalah perperangan terbesar di verathea antara setiap makhluk yang berada dalam jalan kebenaran melawan 'Black Dragon Karas' dan para pendukungnya, kisah yang tercatat dalam legenda di seluruh pelosok dunia.
keberangkatan mereka bermulai dari kota megah
kota terbesar dan pusat pemerintahan kerajaan yang ada di verathea
setelah di perintahkan oleh sang raja, mereka, para 'The Six Heroes' melakukan perjalana menuju 'black dragon nest' yang terletak di pegunungan 'black mountain' dengan di pimpin oleh seorang sword master bernama 'geraint'
tapi perjalanan mereka menutu black dragon nest tidak lah mudah.
karna di setiap langkah mereka selalu saja di hadang oleh monster-monster yang berkeliaran di daratan verathea ini
akan tetapi mereka tidak pantang menyerah, demi kedamaian umat yang ada di dunia ini. 'the six heroes' menghadapi para monster-monster itu sebelum sampai di 'black dragon nest'
setelah mereka sampai di tujuan utama mereka, para pahlawan itu pun akan menghadapi pertempuran yang sangat dahsyat
karna bukan hanya black dragon saja yang mereka hadapi.
akan tetapi para pasukan-pasukan dragon followers yang terkenal sangat kejam dan kuat.
mereka pun memulai pertempuran yang sangat hebat dengan di bantu oleh 'royal army, prajurit utusan anu arendel, temple knight dan juga fairystar' ikut bergabung dalam pertempuran itu
dan dengan begitu para 'the six heroes' langsung menghadapi monster terkejam yang ada di situ ya itu 'black dragon karas'
tapi siapa sangka bahwa kekuatan black dragon sangat lah besar.
pertarungan yang sangat amat sulit bagi mereka itu terasa sangat sulit untuk di menang kan.
ketika para 'six heroes' yang sudah kehilangan asa karna merasa tidak akan sanggup melawan nya, seekor 'gold dragon' misterius pun muncul di pertempuran tersebut.
dengan kekuatan yang besar dragon tersebut bisa mengimbangi kekuatan
besar dari black dragon
dengan segala kemampuan nya sang gold dragon berhasil mengalahkan black dragon dan juga berhasil menyelamatkan dunia dari mara bahaya
dan sebuah cerita kepahlawanan 'The Six Heroes' yang membuat nama mereka tercatat sebagai sejarah penting, terukir di hati setiap penduduk verethea.
walau 50 tahun berlalu setelah jatuhnya 'Black Drago Karas', namun pertempuran melawan monster-monster yang masih ingin menguasai dunia, termasuk sisa dari anak buah naga itu terus berlanjut sampai saat ini"
"nah dik, bagaimana dengan kisah ku yang tadi itu" ucap amizora
setelah mendengar cerita tersebut, para anak-anak tersebut pun hanya terdiam kagum dengan cerita tersebut,
mereka hanya pernah mendengar tentang kisah six heroes tapi tidak dengan kisah kepahlawanan mereka.
"WAH! itu sangat hebat kak!" seru seorang bocah tersebut,
setelah mendengar cerita tersebut, anak-anak tersebut pun saling berbicara masing-masing sembari mengatakan pendapat mereka terhadap cerita tersebut
setelah menceritakan sebuah kisah amizora dan teman-teman nya pun pamit kepada anak-anak tersebut dan mulai melanjutkan tujuan mereka untuk menghadiri suatu pertemuan.\
matahari sudah berada di ujung barat dan sudah mulai tenggelam.
dengan suasana senja mereka telah sampai di sebuah castil yang cukup besar.
mereka masuk dan di sambut oleh beberapa penjaga yang ada di gerbang castil tersebut,
dan para penjaga itu mengantar mereka memasuki sebuah ruangan yang cukup besar
dan di dalam nya sudah berkumpul beberapa orang yang adalah para petinggi di calderock
"oh selamat datang tuan amizora" sambut seorang pria tua.
"yo! apa kabar kalian semua? apa yang akan kita bicakaran untuk sekarang ini?"
A/N : huaaaaa! akhir nya bisa juga menyelesaikan chapter ini :'3
karna sebelum nya saya sangat sibuk dengan pekerjaan saya.
oh iya ada sedikit detail ini tentang character di fic ini
tentang amizora : berambut putih abu-abu sedikit agak panjang yang menutupi telingan dengan mata berwarna emas
tentang ginzha : rambut berwarna kuning dengan mata biru
tentang genzu : rambut ungu dengan mata juga biru
tentang devian : berambut berwarna putih terang dan mata nya juga biru.
oh iya antara devian, ginzha dan genzu itu mereka adalah saudara kandung. dan juga ginzha dan genzu adalah saudara kembar
hahaha! maaf ya kalo info ini menurut kalian tidak penting *garuk-garuk kepala*
REVIEWS?
