Setiap orang pasti setidaknya mempunyai satu bakat tersembunyi, entah karena mereka tidak tahu atau karena mereka memang tidak mau ada orang lain tahu.

Begitu juga Boboiboy, bocah bertopi itu sebenarnya memiliki beberapa bakat yang ia sembunyikan dari semuanya kecuali keluarganya.

Dan, ketika ia berpecah, pecahan itu juga memiliki setidaknya satu bakat.

.

..

Hidden Talent?

.

Disc : Boboiboy's not mine!

..

Warning : OOC, jalan cerita gak dimengerti, humor garing, pendek

Talent : Cooking

..

.

Siang itu, siang yang sibuk bagi Boboiboy, karena itu ia memutuskan untuk memecah diri.

Petir dan Angin sedang membersihkan rumah. Air sedang membantu Tok Aba bersama Api, sedangkan Tanah baru kembali dari tugasnya.

Dan entah karena apa, begitu Api melihat Tanah, ia langsung memekik dan sembunyi dibalik Air, dan Tanah hanya bisa melihatnya dengan pasrah (Hal ini akan dijelaskan nanti).

Lalu, teman-teman yang lain mulai berdatangan, dan menatap heran pada Api.

"Itu Api kenapa?" Tanya Gopal.

"Err…" Tanah tidak tahu harus jawab apa, Air hanya menatap datar, Api menatap Tanah dengan pandangan takut, dan Tok Aba hanya menghela nafas.

"Karena Tanah menakutkan…" jawab Api.

"Menakutkan? Karena apa?" Tanya Yaya.

"…"

"Boboiboy?" kali ini Ying.

"Karena…"

Air memotong, "Kau mencium sesuatu?"

Yaya pun mulai mencium udara, "*Snif snif* Iya juga nih, dan harumnya!"

"Bau makanan ini!" seru Gopal.

"Asalnya dari rumahmu tuh." Tunjuk Fang, "Yuk kita kesana." Kata Tanah dan mereka pun berjalan menuju rumah Tok Aba.

Dan ketika mereka membuka pintu, hal pertama yang mereka lihat adalah Angin, bukan, Taufan berlutut dan memegang bagian depan apron yang digunakan Halilintar.

Ya saudara-saudara sekalian, anda tak salah baca. Halilintar memang sedang menggunakan apron. Lebih tepatnya apron berenda.

"PLIS HALI! CUMA SEPOTOOOONG SAJA!"

"…Gak."

"PLIIIIISSSS! DEMI SEMPAK ALLEN W****R, AKU PENGEEEEEN!"

"Dibilangin tidak, ya tidak. Dan lepaskan tanganmu!"

Tanah pun mulai angkat bicara, "Err… ada apa ini?"

Taufan menoleh, "Tanah! Tahu tidak? Ternyata bakat memasak ada di dia, dan dia membuat banyaaaak kue! TAPI SI MONSTER SATU INI TIDAK MAU MEMBAGINYA!" katanya sambil menunjuk Halilintar.

"Karena aku yang membuatnya, maka itu semua adalah punyaku." Kata Halilintar sambil men-deathglare Taufan

"Tunggu dulu, bau masakan enak ini berasal darimu?" Tanya Gopal dengan wajah berbinar, tapi langsung ciut ketika deathglare Halilintar berpindah ke dia.

Yaya menatap bingung ke para Boboiboy, terutama Halilintar, "Aku baru tahu kalau Boboiboy bisa memasak."

"Yah, itu karena kita memang tidak berniat menunjukkannya." Kata Tanah sambil menggaruk pipinya yang tidak gatal. "Tapi kayaknya sih, Halilintar yang mendapatkannya." Lanjutnya.

Fang menatap Tanah bingung, "Maksudmu?" tanyanya.

"Maksudnya, Boboiboy sebenarnya memiliki beberapa bakat, dan ketika berpecah seperti ini, bakat-bakat itu dibagikan. Dan Halilintar mendapatkan bakat memasak, sementara aku, Taufan, Api, dan Air tidak. Jadi, dia bisa memasak masakan enak, sementara kami… tidak." Jelas Tanah.

"Oh." Sahut Ying.

"PLIIIIISSSSSS!"

"BERISIK!"

BZZZZZTTT

CTAR

"AAAAUUUUUUGHHHH!"

"Ah." Gumam mereka berempat.

~TBC~

Hai hai~ Namaku Tail-chan, dan aku baru bisa meninggalkan jejak pertamaku disini~ Jadi kumohon jangan keras padaku, senpai~ *klik*

Eh…? Apa itu tadi? Kenapa aku berbicara lemah gemulai gitu?! Anyway, ini fic pertamaku disini, jadi maaf jika semua karakter disini pada OOC.

Sebenarnya sih, masih banyak ide seputar fandom ini, tapi entah kenapa setiap kali mau mengetiknya, pasti ada tembok besar tak terlihat menghalangiku *bilangajamales

Yang pasti, jika mau ini lanjut, harap menunggu hingga beberapa… hari? Minggu? Pokoknya sampai tembok besar itu runtuh *uhukrasamalasuhuk*.

Sampai nanti~