CHAPTER 2

Menyedari Sehun yang sedang dalam lamunan nya ketika memandang ke arah Luhan , seluruh murid turut memandang ke arah yeoja berdarah China itu. "Sehun, kau kenapa terusan menatap nya, jangan bilang bahwa kau sudah jatuh cinta lirikan pertama," bisik Kai. Sehun yang menyedari tingkah anehnya terus berasa malu . Tae songsaenim terus berkata "Oh Sehun , kau bisa duduk di tempatmu . Tempat di belakang Luhan kosong , kau bisa mendudukinya di sebelah Wu Yi Fan." Bagaikan sudah mengenali siapa yang dimaksudkan dengan Luhan , Oh Sehun terus berjalan ke arah kerusinya

.Sehun POV

'Dingin sekali wajah bocah disebelahku ini , bahkan langsung tidak berjabat tangan denganku atau sekadar memberi salam kenal. Ah , nanti saja setelah songsaenim keluar aku akan menyapa nya.' Aku terus melirik ke arah namja yang bernama Yi Fan di sebelahku ini dengan menggunakan ekor mata. Lumayan tinggi, wajah blasteran . Eropah mungkin ? Seperti sosok model dengan rambut acak acakan nya. Pasti digilai ramai wanita.

Normal POV

"Hai, namaku Oh Sehun. Kau Yi Fan , benar ?" ucap Sehun bersikap ramah setelah Tae Saem keluar dari kelas. Yi Fan terus menoleh dan berkata "Kau sudah mengatakan namamu tadi. Ya dan kau juga sudah mengetahui bahawa aku bernama Yi Fan tapi mereka memanggilku Kris. Itu adalah namaku ketika menetap di Kanada. " Sehun terlihat terangguk angguk manakala Kris terus mendekatkan tubuhnya kepada Sehun dan berkata "Ku perhatikan wajahmu ketika di hadapan kelas tadi ketika kau merenung wajah Luhan. Kau sudah bermula untuk menyukai nya, bukan? Dalam mimpi sahaja , bocah. Hanya aku yang dibenarkan untuk memilikinya." Sehun mengernyitkan alisnya. Apa benar yang dikatakan oleh Kris? Setahunya Luhan itu yeoja keras kepala yang tidak mudah untuk jatuh cinta. Ah, mungkin saja dia telah berubah sih. Dia terus memperhatikan yeoja di hadapan nya itu yang tidak langsung berpusing ke belakang untuk menyapa. Yeoja itu sedari tadi asyik mengobrol dengan teman sebelahnya itu yang entah apalah nama nya yang Sehun tahu yeoja itu bermata bola golf. Sehun tertawa sendiri.

Waktu rehat tiba. Sehun telah mengumpul kekuatan nya untuk menyapa Luhan yang sudah dirindui nya selama lima tahun ini. "Tunggu sebentar Luhan , kau Luhan , iya kan? Masih ingat padaku?" tanya Sehun berharap bahawa gadis di hadapan nya ini akan menoleh anstusias dan memeluknya . Namun sangkaan Sehun meleset, gadis itu terus berkata " Iya , aku Luhan dan aku tidak tahu siapamu. Aku tidak mengenalmu dan kita tidak pernah bertemu." Kata Luhan dingin dan terus berjalan keluar kelas. 'Maaf Sehun, aku merindukanmu namun ini adalah balasan yang terbaik bagi kau yang meninggalkanku lima tahun lalu tanpa aba aba. Bukankah kau pernah berjanji bahwa tidak akan sesekali pergi jauh dariku?'

Sehun menatap hampa gadis yang baru saja keluar dari kelas itu. Dia yakin bahwa gadis itu sengaja berpura pura bahwa tidak mengenalinya. Mungkin kesalahannya di waktu silam yang menyebabkan gadis itu bertingkah begitu terhadapnya. Namun, dia akan berusaha untuk terus berbicara dengan teman sewaktu kecilnya itu, persetankan tatapan tajam Kris yang sedang menyandar di tepi dinding memerhatikan mereka.

"Yak Sehun, termenung lagi eoh? Ayo kekantin , aku sudar lapar lagipula aku mahu bertemu dengan BabySoo hahaha seharian ini aku belum berbicara dengannya kerana menguruskanmu." Kai yang entah dari mana muncul menyapa Sehun. Sehun terus berkata "BabySoo? Memangnya siapa babysoo Kai? Pacarmu? Ya sudah kita ke kantin terus. " Kai hanya tertawa dan berkata bahawa dia akan memperkenalkan BabySoo nya kepada Sehun ketika di kantin. Ketika tiba di kantin, kaki jenjang Kai terus berjalan menuju ke satu meja yang terletak di satu sudut sambil tersenyum sendirian. "Kyungsoo! BabySoo! Aku rindu sekali padamu hehehe" teriak Jongin padahal mereka belum tiba di meja itu. "Yak Kai , usah begitu dong! Jaga standardmu sih, lihat itu semua orang di kantin memandang aneh ke arah kita, aku jadi malu sih " gerutu Sehun di belakang Kai. Namun , peratus malu Sehun terus meningkat apabila Kai berhenti berjalan ketika tiba di meja yang diduduki oleh Luhan dan teman temannya

. 'Aduh, bagaimana bisa? Luhan pasti tidak suka aku berada di sini. Bisa bisanya dia memuntahkan makanan melihatku. Ngomong ngomong, yang mana sih Kyungsoo si pacar Jongin ? ' batin Sehun. "Sehun , kenalkan ini Do Kyungsoo dan yang di hadapannya ini Lu Han" kata Kai sambil terus menempel di sebelah Kyungsoo. Astaga apa apaan ini. Yeoja bermata bola golf ini pacarnya Kai? Sehun terus menyengir sambil berkata " Oh kamu Kyungsoo ya , yang duduk dihadapan Kris itu? Sejujurnya aku amat takut sih melihatmu dan matamu tapi kerana Kai ini pacarmu, ya sudah kita teman saja sih hehe. Ngomong ngomong, kau imut juga ya jika dilihat dari sudut hadapan hehe" . Kyungsoo terus merona malu. Luhan pula terus membulatkan matanya namun disorokkan daripada tatapan mereka. Kai pula terus mencantas " Soo ini baby ku ya , pantas saja dia imut Sehun ah.. Tapi jangan kau cuba cuba untuk mendekati Kyungsoo ya Sehun". 'Cih , memujinya imut juga bahkan dimarahi oleh Kai.' Kyungsoo yang sedari tadi diam terus berkata "Maafkan dia ya Sehun , dia memang begitu sih , padahal kami tidak pacaran sama sekali, dia ini memang menyebalkan dan suka mengangguku" kata Kyungsoo memperjelaskan hal sebenar sambil menjeling Kai marah. "Haha Sehun ah aku cuma bercanda kok . Tapi Soo, aku selalu akan mencintaimu hehe" . Kai terus menggombal.

Sehun dan Luhan sekadar memerhatikan situasi awkward itu. Sehun yang duduk di sebelah Luhan tersenyum apabila bertemu mata dengan Luhan

."Lu-"

"Diamlah"

"Waduh waduh""

Temuiku di rooftop setelah habis jam sekolah"Sehun bersyukur, setidaknya Luhan masih mahu bertoleransi dengannya."Baiklah , Nona Xi."Kai dan Kyungsoo menatap heran. "Tunggu. Jadi kalian saling kenal? Tapi perbualan kalian aneh sekali" Kata Kyungsoo sambil membulatkan lagi matanya. Kai hanya mengangguk mengiyakan.

"Iya , kami saling kenal sewaktu kecil" Jawab Sehun ringkas.