summary
tanpa sengaja empat anggota idol grub u's menemukan benda aneh di kawasan sekolah mereka. dan siapa sangka dari benda itu membuat mereka terdampar di dunia yang penuh dengan monster dan penuh petualangan. di bantu seorang lunar knight mereka menempuh segala rintangan agar bisa kembali ke dunia mereka
Disclaimer :
Dragon nest © Eyedentity, Shanda games, Gemscool
Love Live! school idol project © sakurako kimino
"HYAAAAA!"
di pagi yang cerah terlihat dua orang pemuda sedang beradu pedang.
kedua pemuda itu adalah dua orang bersaudara ginzha dan genzu yang sedang berlatih di tengah padang rumput.
di tempat lain yang hanya berjarak beberapa meter dari tempat mereka berlatih terlihat dua sosok gadis yang memperhatikan mereka.
ke dua gadis itu adalah honoka dan maki.
kedua gadis itu terlihat serius memperhatikan latihan dua orang bersaudara itu.
seakan itu adalah pertarungan hidup dan mati, maki dan honoka merasa kagum dengan kemampuan bertarung mereka.
walau saat ini ke dua bersaudara itu hanya menggunakan pedang kayu.
di tempat lain, amizora yang duduk berdiam di ruangan utama rumah nya.
dia hanya berdiam diri.
entah apa yang di pikirkan nya, atau memang kepala nya yang kosong tidak memikirkan apapun.
"hey amizora-san" tegur sonoda umi yang berada di belakang nya.
"ha?" jawab amizora singkat.
"anda sedang apa?" tanya umi.
"tidak ada" jawab nya yang juga singkat.
"kenapa anda tidak ikutan latihan saja bersama mereka? kelihatan nya mereka sangat serius ya latihan nya." ucap umi.
"ah aku terlalu malas untuk latihan" jawab amizora dengan nada datar.
"eh? kenapa?" tanya umi lagi.
"ga apa. aku hanya malas saja" jawab amizora.
"oh begitu ya?" kata umi "ku pikir akan lebih baik jika kalian berlatih bersama, karna ketika kalian melawan monster saat hari itu kalian terlihat hebat" lanjut nya.
"kau sendiri bisa bertarung menggunakan pedang?" tanya amizora.
"hee? ah tidak tidak! aku cuma bisa menggunakan busur, itupun tidak terlalu ahli" jawab umi.
"wooh! jadi kau seorang archer?" seru amizora.
"eh archer? ehehe mungkin seperti itu" ucap umi.
"berapa orang yang pernah kau bunuh dengan busur dan panah mu?" tanya amizora lagi.
"bunuh? eh tidak tidak! aku tidak pernah melukai seseorang atau membunuh dengan busur ku. aku hanya latihan doang, tidak untuk membunuh" ucap umi.
"oh ku pikir kau seorang archer yang hebat" ketus amizora. "tapi kalau kau ingin menjadi archer yang beneran hebat, aku tau seseorang yang mengajari mu. atau pun teman teman mu" lanjut amizora.
"ya begitu lah. tetapi ku rasa hal seperti itu tidak perlu" balas umi dengan suara sedikit pelan.
"baiklah! ku rasa aku akan berlatih bersama mereka sebentar" seru amizora. "kau ingin melihat kehebatan ku?" lanjut nya.
pertanyaan amizora tadi di balas hanya dengan senyuman oleh umi.
dan pemuda itu pun berjalan ke arah pintu keluar dan di ikuti oleh umi di belakang nya.
::::::
setelah keluar dari rumah, umi pun bergabung bersama maki dan honoka.
"eh umi-chan! di mana nico-chan?" tanya honoka.
"dia masih mencuci piring di dalam. ketika ingin ku bantu dia malah menolak nya" jawab umi.
"oh begitu. . . . eh itu dia nico-chan" seru honoka ketika melihat nico keluar.
"kalian sedang apa?" tanya nico kepada teman teman nya.
"ah kami hanya melihat mereka yang sedang berlatih" jawab honoka.
:
"oy! mau bertarung dengan ku?" ucap pemuda berambut putih abu yang sedikit berantakan itu.
"bertarung? kebetulan aku memang ingin sekali menghajar mu sampe babak belur" seru genzu.
"hey genzu. kau terlalu naif seakan kau merasa lebih kuat dari nya" ucap saudara nya tersebut.
"hahahaha! bagaimana jika kalian berdua melawan ku" tantang amizora dengan mengancung batang sapu ke arah genzu dan ginzha.
"oy sialan! jangan meremehkan kami!" teriak genzu sambil berlari mengarah amizora.
di lancarkan nya serangan pertama ke arah amizora. dan secara sigap amizora menahan serangan itu dengan batang sapu yang di pegang nya.
secara tiba tiba ginzha muncul berlari di belakang genzu dan ingin menyerang.
dengan cepat amizora memegang kepala genzu dan melompat di atas nya sampai melewati ginzha.
lengah karna dia melihat amizora melewati atas kepala nya, ginzha pun menabrak belakang genzu yang ada di hadapan nya.
*GUBRAK!* "oy sialan! apa yang kau lakukan!" protes genzu.
"ah maaf aku tadi hanya ingin ikut menyerang nya" terang ginzha.
"GHAHAHAHA!" tawa amizora melihat apa yang mereka alami.
"jangan tertawa kau!" kesal genzu dan mulai maju bersama ginzha.
"woh!" seru amizora ketika melihat dua bersaudara itu maju secara bersamaan.
genzu memulai lagi serangan nya dan berhasil di tangkis amizora.
secara bersamaan ginzha juga menyerang amizora secara cepat.
walaupun serangan cepat bertubi tubi mengarah ke amizora, dia pun berhasil menangkis semua itu dengan batang sapu nya.
karna terus di serang, amizora pun secara bertahap melangkah mundur demi menghindari serangan.
merasa karna sudah mendesak nya. dengan kekuatan penuh, genzu pun melompat ke depan yang mengarah ke amizora.
dengan perhitungan, amizora pun berhasil mengindari serangan itu.
dan dengan begitu ternyata rencana genzu untuk mengepung nya pun berhasil.
dengan genzu di belakang dan ginzha di depan amizora, rencana membuat nya terdesak dengan mengepung nya pun sukses
karna merasa membuat nya terdesak, ginzha dan genzu pun menyerang amizora secara bersamaan dari depan dan belakang nya.
tapi walau dalam keadaan seperti itu amizora tetap tenang seakan meremehkan mereka.
dengan timing yang tepat amizora pun melompat ke atas demi menghindari mereka.
dengan begitu genzu dan ginzha pun kembali bertabrakan untuk ke dua kali nya.
"GHAHAHAHA! sekarang giliran ku" ucap amizora.
selagi di udara amizora pun mulai melancarkan serangan balik nya.
dia pun melakukan gerakan berputar ke samping dan berniat menghantam tanah.
melihat serangan balasan nya, ginzha dan genzu pun bergegas menghindari nya.
karna sedikit telat mereka berdua pun terpental karna dampak dari serangan nya tersebut.
karna terlalu kuat tanah yang di hantam nya pun menjadi hancur dan menyisakan lubang yang lumayan besar.
"yah~ senjata ku jadi patah" ucap amizora sambil memegang batang sapu nya yang patah.
"hey sialan! yang bener saja! apa kau serius berniat untuk membunuh kami apa!" oceh genzu dengan marah marah.
"hah~ ternyata sekeras apapun aku berlatih, tetap saja aku bukan tandingan nya" ucap ginzha yang pasrah terbaring di atas tanah.
"haha! maaf maaf. aku tadi hanya terlalu kuat menggunakan tenaga ku" ucap amizora
"tapi tidak harus mengeluarkan tenaga seperti itu dasar bodoh!" protes genzu lagi.
"hey hey. seharus nya kau bisa menahan serangan ku tadi" ucap amizora
"karna dari tadi para gadis itu selalu memperhatikan kau latihan. mungkin mereka akan menganggap mu keren jika kau menunjukan kekuatan mu di hadapan mereka" lanjut amizora dengan berbisik di telinga genzu.
"ha!? benar kah!? di mana mereka?" ucap genzu sambil celingak celinguk.
"hah! hai honoka! hai umi! hai maki! hai nico! apa kalian telah menyaksikan kehebatan ku?" teriak genzu ke arah para gadis itu dengan lambaian tangan yang semangat.
ke empat gadis itu pun hanya balas melambai genzu dengan senyuman.
"seharus nya kau bisa lebih hebat tadi, mungkin saja mereka berpikiran 'wah genzu ternyata kuat ya. pasti akan sangat hebat jika dia menjadi ksatria ku' " ucap amizora dengan mengomporin genzu
"hah! benarkah!? sialan. seharus nya aku tadi mengeluarkan semua tenaga ku agar bisa menang" gumam genzu.
"SEKARANG AYO KITA TANDING ULANG" teriak genzu dengan menantang.
"tidak tidak. sudah cukup" tolak amizora.
"aku selalu penasaran, kenapa kau bisa sekuat ini" tanya ginzha ke amizora.
"cuma bakat alami" jawab nya singkat.
"sebenar nya tadi kalian sudah hebat, sampai sampai kalian membuat ku terdesak" ucap amizora.
"benar kah?" tanya ginzha.
"tidak! kalian tetap saja lemah, dan sampai kapan pun tidak akan bisa mengalahkan ku. HAHAHAHAHA!" ucap amizora.
"sialan kau jangan sombong!" teriak ginzha dan genzu sambil mengejar amizora.
adegan kejar kejaran pun terjadi di antara mereka.
:::::::
"jadi bagaimana? apa persiapan nya sudah selesai?"
"tentu saja tuan. dalam beberapa hari ini kita akan mulai menyerang mereka dan akan kita musnahkan semua manusia itu"
"hahahaha! bagus. dengan begini kita bisa merebut anchient jewels dari manusia sialan itu. dan dengan begini kita akan bisa mendapatkan kekuatan anchient yang hebat itu"
"tentu tuan"
"bagus persiapa kan pasukan dan kit. . . . . . . . siapa itu!? ada manusia yang menyusup di sini!"
"tangkap dia!"
"tidak ada siapa siapa tuan. tidak mungkin ada manusia berhasil menyusup di markas goa ini. dan juga aku tidak mencium ada bau manusia di area sejauh 1 kilo meter ini"
"baiklah. kalau begitu kita percepat saja rencana kita. dan besok akan kita musnahkan mereka"
