Hidden Talent?

.

Disc : Boboiboy's not mine! (Unfortunely)

..

Warning : OOC, jalan cerita gak dimengerti, humor garing

Talent : Sewing

..

.

Boboiboy sebenarnya bisa menjahit, bahkan sebenarnya ia sangat handal dalam hal ini, karena ini salah satu bakat tersembunyinya.

Hanya keluarganya, Tok Aba, dan Ochobot yang tahu.

Yep, Ochobot juga tahu, dan ia bahkan tahu pecahan Boboiboy mana yang mendapatkan bakat itu juga.

Hal itu terjadi sekitar 2 hari yang lalu…

"Boboiboy, kau sedang apa?"

Boboiboy tersentak, lalu menengok ke arah Ochobot, "Oh kamu rupanya."

Ochobot pun berjalan (?) ke arah Boboiboy dan melihat apa yang dikerjakan Boboiboy, "Hm? Kertas apa ini? Kenapa ada gambar baju disini?" tanyanya.

"Oh hehehe, jangan bilang siapa-siapa ya Ochobot, tapi aku sedang menjahit kostumku buat bulan depan." Kata Boboiboy sambil menaruh jari telunjuk ke bibirnya.

"Aik? Memangnya kamu bisa menjahit?" Tanya Ochobot.

"Bisalah, lihat!"

"Wow bagusnya!"

"Tapi ini masih belum selesai."

"Oh ya, kamu bilang ini mau digunakan buat bulan depan, memang ada apa?"

"Hmm… bisa dibilang aku akan pergi selama beberapa hari." Kata Boboiboy sambil melanjutkan jahitannya.

"Eh?! Kamu mau pergi?! Huhuhu… Jangan pergi Boboiboy…!" tangis Ochobot sambil memeluk Boboiboy.

"Ish kamu ini, aku cuma pergi selama beberapa hari saja kok. Setelah itu aku kembali kesini."

"Janji?"

"Janji."

"…"

"…"

"…"

"*Yawn*"

"Ini sudah malam, kau harus tidur." Kata Ochobot.

"Tapi… ini masih belum selesai, dan aku masih ada 3 kostum yang belum dikerjakan… *Yawn*"

"Halah, besok kan bisa."

"Bener juga, ya udah aku tidur dulu, s'lamat malam Ochobot."

"Malam."

Lalu Ochobot keluar kamar karena Tok Aba memanggilnya.

20 menit kemudian, Ochobot kembali ke kamar Boboiboy, dan mendapati Boboiboy masih menjahit.

"Loh, Boboiboy? Katanya mau tidur? Kok masih menjahit?"

'Boboiboy' menengok ke arah Ochobot, sambil memasang wajah cemberut, "Habisnya aku masih belum ngantuk!" serunya kekanakkan.

"Aikh? Tapi ini sudah jam…" suara Ochobot terputus ketika ia bisa melihat jelas sosok Boboiboy.

'Boboiboy' ini memakai jaket berwarna merah terang dengan resleting dibuka, memakai dalaman kaus putih tanpa lengan, topinya berwarna senada menghadap ke depan dan dinaikan.

Yep, yang sedang menjahit saat ini adalah Boboiboy Api.

"Hei Ochobot!" tiba-tiba Api berteriak membuat Ochobot tersentak, lalu ia membeberkan baju yang dijahitnya ke muka (?) Ochobot, "Menurutmumu ini sudah mirip sama desainnya gak?" tanyanya.

"Erm… mirip kok…" jawab Ochobot tak yakin, dia masih kaget melihat Boboiboy Api, yang biasanya selalu mengambil alih tubuh seenaknya dan keluyuran, kini menunjukkan baju yang selesai dijahitnya.

"Ehehehe~ Yosh, aku sudah selesai yang ini! Tinggal 3 lagi!"

Lalu, Api mulai menjahit, dan Ochobot hanya bisa diam sambil melihat Api melakukan kegiatannya.

Ketika paginya, Boboiboy kaget ketika melihat semua bajunya selesai dijahit, dan ketika bertanya pada Ochobot, ia kaget ketika mendengar Boboiboy Api yang melakukannya.

Beberapa hari kemudian…

Sekolah mereka akan mengadakan drama dan semuanya mempersiapkan pertunjukan. Laki-laki membuat dekorasi dan perempuan membuat kostumnya.

Boboiboy membelah menjadi lima supaya pekerjaannya cepat selesai.

Semuanya bekerja dengan cekatan (kecuali Angin dan Api yang kerjanya sambil mengomel), sampai Api melihat para siswi yang sedang menjahit.

Lalu Api diam, memerhatikan para siswi yang sedang asyik menjahit, dengan tatapan tajam. Tangannya gemetar, mukanya juga berubah menjadi cemberut. Sampai akhirnya…

"Aduh! Bagaimana ini?!"

"Kenapa Suzy?"

"Ini, aku salah menjahit."

"Waduh! Ini kostum tokoh utamanya! Bagaimana ini?"

"Ya ampun Yaya! Kenapa kostumnya menjadi seperti itu?!"

"Eh? Ya ampun! Maaf! Aduh bagaimana ini?"

CTAK

"KALIAN! BISA NGGAK SIH MENJAHIT YANG BENAR?!"

Walah dalah, si Api ngamuk.

Semua orang terdiam sambil melihat Api yang berjalan sambil mencak-mencak ke kerumunan para siswi.

"Sini, bajunya dan desainnya, biar kujahit ulang!" kata Api.

Lalu, dengan gaya professional, ia mulai menjahit baju demi baju, memperbaiki baju yang salah jahit, dan menjahit kain yang masih belum dijahit.

Dan, tanpa sadar semua kostum selesai dijahit dalam waktu 2 jam saja.

"Nah, selesai!" seru Api.

"Wow." Gumam para siswa (-yang perempuan).

Angin berlari menuju Api, "Wow! Semuanya terjahit dengan rapi!" serunya.

"Iya dong! Api!"

Tanah baru mau mendekati Api, ketika Api kembali memekik dan sembunyi di belakang Air, membuat Tanah makin pundung.

Sementara para siswi? Mereka bukan merasa senang karena mendapat bantuan, justru merasa terhina karena yang akhirnya menjahit semua kostum adalah seorang anak terlampau hyperactive yang benar-benar sangatlah kekanakan seperti Api.

~TBC~

*Syok* Aku tak menyangka bahwa akan ada yang membaca sampah ini… bahkan mereview… bahkan me-fave-kan cerita ini… TERIMA KASIH BANYAK!

Oh ya, aku akan membocorkan sedikit untuk chapter depan, tentang bakat yang berada dalam diri Tanah, dan penyebab kenapa Api takut dengan Tanah.

Sekali lagi, TERIMA KASIH TELAH MEMBACA/REVIEW/FAVE FIC KU INI!

Salam dari Tante Kucing!

P.S : Maaf sekali telah membuat kalian lama menunggu! Aku seminggu ini berada di rumah nenek, dan gila saja, internetnya lemot sekali!