CHAPTER 3

Setelah tamat jam sekolah,Sehun segera memasukkan buku buku nya ke dalam tas ransel. Dia tidak sabar lagi untuk bertem

u dengan Luhan , manakala Luhan yang menduduki kerusi di hadapan Sehun seakan sengaja memperlambat kegiatan memasukkan buku ke dalam tas nya . "Kyungsoo ya, kau pulang dulu , oke ? Aku ada temu janji dengan seseorang setelah ini" kata Luhan . Kyungsoo hanya menatapnya sambi tersenyum dan berkata "Oh , temu janji kencan eoh dengan anak baru itu ? Ckckck pantas sekali" . "Kencan pantatmu kyungsoo. Ah apa apalah aku permisi dulu" . Sela Luhan lalu Kyungsoo menyambung "Ah , gak apa apa sih , aku akan mencari BaekHyun untuk pulang bersama . Lebih baik ku bergerak pantas sebelum Kim Kai tidak tahu diri itu mencari ku."

"Sehun, rumahmu di mana? Mau pulang bersamaku ?" Tanya Kai yang sudah bersiap sedia untuk pulang. "Kai , apa kau lupa bahwa Luhan mengajakku untuk berjumpa dengannya di rooftop pada jam ini ? Cih kau ini pikun juga ya haha ya sudah gak usah lagipula aku pulang dijemput oleh supir keluargaku ." . Kai hanya mengangguk lantas sebuah senyuman mesum tersungging dibibirnya " Baiklah Sehun , tetapi jangan berbuat onar ya sewaktu di belakang kami ! Di luar jam sekolah pula hahaha" . Sebuah jitakan oleh Sehun kena dikepalanya . "Bodoh , mana mungkin aku mencemarkan namaku sebagai pelajar baru disini " .

Sehun terus berlari anak untuk ke rooftop . Sial, dia terlambat hanya kerana ocehan Kai. Bagaimana jika Luhan sudah tiada disitu? Sehun terhengah hengah ketika tiba di rooftop. Akhirnya dia menemukan sosok yang dicari. Sosok itu sedang berdiri membelakanginya , sekadar melihat permandangan kota Seoul ."Luhan !" Seru Sehun. Luhan membalikkan tubuhnya dan kini mereka saling berhadapan . Luhan memulakan bicara "Oh Sehun , lama tidak bertemu. Kau terlihat semakin tampan dengan rambut itu dan kau juga sudah semakin meninggi " sambil tertawa renyah. Sehun sekadar tersenyum bangga namun masih menantikan kalimat seterusnya.

"Sehun, kau pasti bertanya mengapa aku menghindarimu terus. Sejujurnya , sewaktu mata kita bertemu di dalam kelas, aku sangat teruja. Iya sih , kawan yang tidak berhubung selama lima tahun bertemu kembali. Aku merasa sangat ingin memelukmu dan mengatakan bahwa aku merindukanmu, namun kutahan perasaan itu ketika aku teringat apa yang kau lakukan. Kau berjanji tidak akan pernah meninggalkanku , iya kan ? Kau selalu melindungiku di mana pun , bahkan kau juga sentiasa berusaha untuk menggembirakanku. Sehinggalah pada suatu hari ketika aku pulang dari liburan ke Jeju , aku melihat rumahmu telah kosong. Kau pergi tanpa pesan atau maklumat perhubungan. Di saat itu aku merasa sungguh kecewa dan sedih saat dimaklumkan oleh paman Kim bahwa keluargamu telah pindah ke Seoul . Dan sekarang kau kembali lagi . Aku, aku tidak tahu apa yang harus kulakukan ." Air mata mula mengalir di pipi yeoja cantik itu. Sehun sungguh tidak tega melihat keadaan itu lantas dia menghampiri Luhan dan memeluknya . Sehun tidak tahu kalau itu akan berhasil menenangkan Luhan atau apalah , yang pasti dia cuma ingin melakukannya

. "Shhhh Luhan , berhentilah menangis, aku disini. Aku merindukanmu. Sebenarnya aku juga tidak tahu kalau kami harus berpindah pada hari itu. Aku hanya mampu mengikut perancangan appaku dan kebetulan kau juga tidak berada di rumahmu ketika itu. Aku tidak punya waktu yang banyak ketika itu untuk sekadar meninggalkan petunjuk dirumahmu. Tapi kau masih ingat kan , aku meninggalkan boneka Superman di dalam pagar rumahmu sebelum aku berangkat. Aku mahu boneka itu terus menjagamu walaupun aku tiada lagi di situ. Nahh sekarang appaku bertukar kerja lagi kesini jadi nya aku harus kembali dan sekolah ini memang impianku sejak dulu. Tumben sekali bertemu kamu, hahaha kamu juga makin cantik sih pantas saja aku tidak berapa mengenalmu tadi hahaha " kata Sehun dan ayat terakhirnya adalah bertujuan untuk memecahkan Luhan memerah . Setelah lama terdiam , Luhan bersuara "Jadi begitu ya. Ya sudahla kalau begitu aku sudah memaafkanmu, terima kasih Sehun kerana telah menjagaku selama ini dan oh tidak , kurasa di kantin barusan kau bilang kalau Kyungsoo itu imut . Dasar namja ." "Kau itu cantik , Kyungsoo itu imut . Ada bedanya kan ? Lagipula aku tidak mau mati ditangan Kai sih".

Mereka tertawa bahagia. "Lu , kau masih tinggal di rumahmu dulu iya kan ? " soal Sehun . "Ya memangnya kenapa Hunnieyy" jawab Luhan dengan mengeluarkan panggilan manja untuk Sehun yang setelah lama tidak digunakan , "Tidak apa apa . Ayo pulang. Kau dijemput appamu ya , Tuan Xi yang garang itu hahaha " . Luhan hanya mencerutkan bibir nya . "Yah gak usah mempoutkan bibir begitu sih , Luhannie sudah tidak cantik sekarang" kata Sehun lagi. "Apa ? Tidak cantik ? " Luhan sudah menunjukkan tanda kemarahannya dan Sehun yang sudah mengenali sifat yeoja itu segera melarikan diri sebelum dipukul oleh Luhan . Pukulan sayang cuma.

Namun, disatu sudut kelihatan seorang namja tinggi sedang mengepal tangannya . "Sial" . Umpatnya. Posted from WordPress for Android