Hidden Talent?

.

Disc : Boboiboy's not mine! (Unfortunately)

..

Warning : OOC, jalan cerita gak dimengerti, humor garing

Talent : ?

Pokoknya bukan tinju atau pembunuh saja… ya~h bisa dibilang bakatnya ini…peaceful

..

.

Boboiboy mempunyai satu bakat, yang benar-benar sebisa mungkin tidak ada yang tahu.

Bakat itu didapatnya karena ayahnya yang sebenarnya alchoholic, tetapi masih bisa memerankan peran ayah dan kepala keluarga yang baik dan solehah. Tetapi, sayang sang ayah mempunyai kebiasaan buruk untuk (kadang) membawa serta anaknya ke pub.

Dan bahkan mengajarkan anaknya untuk bermain… dengan dalih supaya kalau keuanganmu mepet dan aku dan ibumu sedang jauh dari jangkauan jadi tidak bisa mengirimkan uang padamu, tapi jangan pernah memberitahukan ini pada ibumu ya, soalnya aku bisa dipenggalnya.

Edan tenan

Dan ia merasa bimbang apakah ia harus memukul kepala ayahnya dengan tongkat baseball atau berterimakasih padanya.

Karena, jujur, orangtuanya itu selalu saja berpergian.

Pokoknya, ia bisa mati jika hal ini bisa diketahui teman-temannya, sudah cukup mereka sudah mengetahui soal insiden memasak dan menjahit itu.

Sudah cukup sewaktu Atok mengetahuinya, beneran. Telinganya tidak mau merah lagi karena dijewer.

.:||:.

Saat ini Boboiboy dan teman-temannya lagi-lagi melakukan tugas, kali ini diminta oleh Atok untuk membantu membereskan rumahnya secara keseluruhan. Dan yang dimaksud dengan membereskan rumah secara keseluruhan, memanglah secara keseluruhan. Dimulai dari ruangan, hingga pekarangan, bahkan ruangan bawah tanah.

Boboiboy kembali membelah diri untuk membuat pekerjaan cepat selesai, dan kali ini hanya Tanah yang menjaga kedai, sementara lainnya membantu Atok membereskan rumah.

Sementara mereka beres-beres, tiba-tiba Gopal teringat sesuatu.

"Oh ya, Api." Tanya Gopal

"Hm?" gumam Api selagi menyapu.

"Kenapa kau takut dengan Tanah? Padahal sewaktu pertama kamu muncul, kamu sok bahwa kau lebih kuat dari mereka, tetapi kenapa kamu takut dengan Tanah sekarang?"

TEP

Api diam seribu bahasa, badanya juga terlihat mematung, diam tidak bergerak.

Sementara yang lainnya (-Atok dan Boboiboys) menunggu jawaban Api.

Api mulai angkat bicara, walau suaranya agak gemetar, "Itu karena…"

SYUUUSH

BZZZZTT

Tiba-tiba Api menegang, begitu juga Petir, Angin, dan Air.

Api mulai pucat, mukanya perlahan menunjukkan muka horror, tangannya gemetar sewaktu genggamannya pada sapu yang dipegangnya mengerat.

Sementara Petir masih menunjukkan muka-masa-bodo-nya, walaupun dimatanya terdapat sinar ketertarikan.

Angin, tiba-tiba ia berlari ke kamarnya, dan ketika kembali, ia membawa serta perekam videonya, sambil terkikik.

Sementara Air, wajahnya masih datar, walaupun sekilas matanya menunjukan rasa kasihan.

Angin, yang masih terkikik, bilang, "Hei, Api, karena kamu sudah selesai mengerjakan tugasmu, jadi kamu yang merekam." Sambil menyodorkan camrecorder itu.

Api hanya menatap horror pada Angin, "Kau gila? Aku tidak mau!"

"Oh ayolah~ Kamu yang sudah selesai mengerjakan tugasmu~ Kita masih sibuk nih~"

"Tidak!"

"Plis~?"

"Pokoknya tidak! Aku tidak mau mendekati IBLIS itu!"

"Oh ayolah~ Kan jarang-jarang dia memperlihatkan keahliannya~"

"Enggak mau!"

"…Kalau kau mau melakukannya, aku akan membuatkan kue dengan bahan dasar coklat putih khusus untukmu saja…" kali ini Petir.

Tunggu…

…APA?

"Pe-Petir? Apa yang barusan kau katakan?" Tanya Yaya seolah tidak percaya dengan apa yang didengarnya. Ya jelas dia kaget, ini PETIR yang bicara. Petir yang pelitnya minta ampun *Disetrum*, sekarang menawarkan diri untuk memasakkan sesuatu.

"EH?! KOK KAMU HANYA MEMASAKKAN SESUATU UNTUK API SAJA?! AKU JUGA MAU!" teriak Angin.

Petir hanya menatap datar pada Angin sekilas, "Gak."

"PLIIISSSS~!"

"Tidak."

Sementara Api? Dia mulai bimbang. Disatu sisi dia ingin mengikuti permin-perintah sang 'saudara' tertua dan kedua, karena, jujur, coklat putih adalah makanan kesukaanya.

Tapi, disisi yang lain, Nggak mau! Aku nggak mau mendekati IBLIS itu! Tidak lagi! Tidak sekarang, tidak selamanya!

Saat Api sedang dalam keadaan dilema, yang lainnya hanya menatap bingung kearah para Boboiboy, sebenarnya apa yang terjadi?

Petir, yang kelihatannya sudah tidak sabaran, menggertak Api, "Cepat rekam, kalau tidak aku akan memberimu Hujan Halilintar." Sambil men-deathglare tingkat atas.

Api, yang dari tadi sudah bimbang, ketika melihat Petir langsung lari mengambil camrecorder dari Angin dan berlari keluar.

15 menit kemudian…

"HUUWEEEEEEEENG!"

Api berlari masuk ke rumah sembari melempar camrecordernya ke sembarang arah, yang untungnya berhasil ditangkap Angin yang kemudian langsung melihat hasil rekamannya, lalu memeluk Air erat, sambil menangis kencang seolah-olah ia baru melihat sesuatu yang sangat mengerikan.

Yang memang benar-benar terjadi.

Lalu muncul Tanah, yang memegang sekumpulan pakaian, entah punya siapa. Begitu ia melihat Api, Tanah langsung mendekatinya sambil meminta maaf berulang kali, walaupun kelihatannya tidak ada efek sama sekali.

Justru tangisan Api malah tambah kencang, dan sekarang ia berusaha menyembunyikan dari dibalik Air dari Tanah. Air hanya bisa diam tidak bergerak sama sekali dan Tanah benar-benar sudah mulai putus-asa memintamaaf.

Sementara Angin? Ia sedang ketawa tidak jelas melihat video-entah-apa bersama Petir.

Tunggu…

…APA?

(Wow, Déjà vu)

Fang yang sudah mulai kesal karena daritadi tidak tahu apa yag terjadi, menyahut, "Woi! Apa ada yang bisa memberitahu kepada kita apa yang terjadi?!"

Ying juga, "Iyaloh! Kita daritadi bingung ada apa yang sebenarnya terjadi!"

Angin, yang masih cekikikan, menjawab, "Kalau kalian ingin tahu, sini! Kuperlihatkan video nya."

Karena sudah terbakar oleh perasaan ingin tahu, Fang, Ying, Yaya, dan Gopal akhirnya gabung dengan Angin untuk melihat video nya.

~(^O^)~

Yang mereka lihat adalah rumput-rumput yang bergerak lambat dilihat dari atas, kelihatannya Api masih merasa ragu untuk merekamnya.

"Aku harus merekamnya… tapi aku tidak mau…" suara Api sangat pelan, benar-benar diluar karakternya.

"Tapi, aku harus melakukannya! Lagipula, jika aku bisa merekamnya, Petir akan membuat kue coklat putih kesukaanku!"

Lalu, layar itu berpindah hingga terpusat pada kedai coklat dikejauhan.

Dengan perlahan, gambar kedai itu mendekat.

Mendekat.

Mendekat.

Hingga...

"Royal Flush!"

Terlihat disana, Tanah, dengan wajah yang masih tidak terlihat, sedang melempar sesuatu di counter.

Dihadapannya, seorang pria yang hanya menggunakan celananya. Muka pria itu terlihat horror melihat sesuatu di counter.

"Ti-tidak mungkin…" ucap si pria itu.

Tanah, yang mukanya masih tidak terlihat, berkata, "Ehehehe~ aku menang lagi~"

"Aku yakin, kau pasti curang!" kata si pria itu tidak terima sambil menunjuk ke arah Tanah.

"Eh? Tapi aku tidak melakukan apa-apa. Lagipula kalaupun aku curang, apa buktinya?"

"I-itu… itu…"

"Hm~ hm~ taruhannya?"

"…tch!"

Lalu pria itu mulai menanggalkan celananya, meninggalkannya hanya berpakaian dengan boxernya saja, dan meletakkan celananya di counter.

"Khe! Kenapa aku masih kalah… dengan kau lagi! Padahal aku sudah berlatih dan berlatih tetapi masih kalah?!"

"Ehehe~ jadi, ronde berikutnya?"

"Kau pikir aku mau hah?! Lihat aku! Aku tinggal boxer saja, sedangkan kau baru topimu!"

"Oh iyakah? Ehehe, ini, aku kembalikan bajumu. Dan juga dompetmu."

Tetapi pria itu menolak, "Tidak."

"Heh? Kenapa?" Tanya Tanah kebingungan.

"Karena, seorang pria tidak pernah mundur dari perkataannya." Lalu pergi.

"Eh, tunggu, tuan?! Baju dan dompetnya-!" tetapi sebelum Tanah sempat mengembalikannya, pria itu sudah pergi.

"…ah, sudah pergi…"

"…"

"…"

"…"

"…hihi~ untung~"

Lalu, Tanah menghadap kearah kamera.

Tanah, si Tanah yang bijaksana, Tanah yang paling mendekati kata malaikat dari seluruh pecahan Boboiboy yang lainnya, menyeringai. Menyeringai bagaikan iblis. Giginya terlihat seperti taring. Retinanya mengecil. Dan, apa itu dua tanduk di atas kepalanya? Yang pasti, Tanah yang ada disitu benar-benar mirip dengan jelmaan iblis.

Pantas saja kenapa Api memanggilnya iblis

Lalu, mukanya berubah menjadi terkejut, "A-Api?"

"…"

"Tu-tunggu, Api! Ini bukan—"

"Hu-HUWEEEEEEEEEEENG!"

"A-Api!"

Lalu layar berubah menjadi rumout-rumput dari atas dengan cepat, kelihatannya Api sedang berlari. Yang terdengar dari video itu hanyalah suara tangisan Api dan suara teriakan Tanah yang sedang meminta maaf berkali-kali.

Hal itu pun terus berlanjut hinggal rumput-rumput itu berubah menjadi lantai, lalu langit, dan akhirnya wajah Angin, setelah itu hitam.

~(-_-|||)~

Setelah melihat video itu, semua orang yang melihatnya melongo, cengo. Karena ini Tanah, Tanah yang baik sekali bagaikan malaikat, bermain poker. Muka iblisnya juga langsung nge-stuck dipikiran mereka, Gopal saja nyaris nangis melihatnya.

Intinya, mereka langsung tidak bisa melihat Tanah dengan cara yang sama lagi.

Talent : ?

Bzzzzt

Talent : Poker

~TBC~

Akhirnya! Selesai juga! Maaf ya telah menunggu lama, soalnya aku bingung bagaimana cara mengakhirinya. Semoga saja ini bisa memuaskan kalian para pembaca.

Jika kalian ingin tahu ekspresi Tanah saat main poker, lihat saja di google Allen Walker Poker Face.