(Untitled)

CHAPTER 4

Pagi itu Sehun bersiap awal untuk ke sekolah. Dia berencana untuk berangkat bersama Luhan dengan menaiki mobil kesayangannya.

"Morning Oh Sehun , semangat sekali eoh mahu berangkat ke sekolah ? Apa anak appa ini sudah ketemu dengan pujaan hatinya ? " sapa Tuan Oh Leo yang sedang menikmati sarapannya. Sehun segera mengambil tempat dan berkata " Morning appa, ngomong ngomong appa masih ingat pada Luhan ? Xi Luhan yang sering bermain denganku sewaktu kecil , ternyata aku satu sekolah dengannya dan aku berencana untuk berangkat dengannya menaiki mobilku , bisa kan appa ? " Tuan Oh sekadar ber oh ria dan tersenyum mengingati Xi Luhan yang dahulunya polos dan suka berbicara itu. "Baiklah Sehun".

Sehun tiba di hadapan rumah Luhan . 'Hmmm tidak berubah sama sekali rumah ini ' gumamnya. Dia jadi merindui memori memori ketika mereka bersama dahulu . Sehun segera mengeluarkan ponsel Iphone 6 nya dan menghubungi Luhan yang memberikan nomor ponselnya kemarin."

APA ? KAU MENJEMPUTKU ? SEKARANG ? ASTAGA SEHUN AKU MASIH BELUM BERSIAP AISHH OH SEHUN MENYEBALKAN MENGAPA TIDAK KAU BERITAHU DARI AWAL" suara Luhan sudah naik lima oktaf menyebabkan Sehun terpaksa menjauhkan ponselnya daripada telinga . "Iya Luhan , aku tunggu dibawah ne hehe" Sehun tetap tersenyum walaupun gegendang telinganya sudah hampir pecah mendengar suara Luhan di pagi hari . Luhan tidak pernah berubah, Sehun tersenyum lagi

.5 menit kemudian , muncul seorang yeoja cantik keluar dari rumah itu dan menaiki mobil Sehun

. "Emmm maaf Luhan , aku cuma ingin mengejutkanmu jadi aku tidak tahu jika kau akan marah sekali" ucap Sehun . "Ya sudah gak apa apa lah Sehun , ayo berangkat . " Sepanjang perjalanan , Luhan melirik Sehun dengan ekor matanya . ' hmmm tampan sekali , apa Sehun sudah punya pacar ya di Seoul ? Sudahla , mungkin aku saja yang menyukainya dalam diam. '

" Kau kenapa Lu , usah melirik ku begitu , aku tahu aku ganteng haha " ucap Sehun . Luhan hanya menjulurkan lidahnya . "Sok tampan" umpatnya .

Ketika tiba di kawasan sekolah atau lebih tepat lagi apabila Sehun dan Luhan keluar dari perut kereta , serasanya seluruh siswa dan siswi di sekolah itu menatap mereka dan berbisik bisik. Ada yang kagum dengan ketampanan Sehun , ada yang heran dengan ke akraban mereka yah soalnya baru semalam mereka seperti bergaduh atau semacamnya , bahkan ada yang teruja dengan mobil Sehun . Tidak sedikit juga yang mengatakan bahwa Sehun dan Luhan cocok untuk digelar pasangan. Sehun hanya tersenyum canggung manakala Luhan sudah merah menahan malu dijadikan bahan tontonan awal pagi. Mereka ingin cepat berlalu dari situ.

Setibanya di kelas , tiba tiba ..."YAH ! LIHAT ITU PASANGAN SEJOLI SUDAH TIBA ! " teriak Park Chanyeol, namja bertelinga lebar dan bermata bulat yang suka membuat kekecohan di dalam kelas itu. Seluruh siswa memandang ke arah Sehun dan Luhan . Giliran Kai pula berteriak "Hey Sehun kurang ajar , ternyata kau lebih pantas dariku ya , bisa menakluki Luhan dalam masa sehari. Aku sendiri juga masih tidak bisa mengencani BabySoo ku. " Sehun hanya memilih untuk diam manakala Luhan yang sudah kemarahan lantas memarahi Kai " Diam Jongin , kami tidak jadian atau apalah itu aku tidak mahu mendengarnya lagi. " Akhirnya Sehun bersuara "Ya , lagipula Luhan ini bukanlah tipeku sama sekali " .

Semua siswa dan siswi terangguk angguk dan kelas mulai aman . Melainkan hati Luhan yang tidak aman. 'Oh jadi aku bukan tipe mu Sehun , kau hanya melayaniku sepantas teman rupanya , aku yang berlebihan mengharap' . Luhan tersenyum hambar. Sehun yang berada di tempat duduk di belakang Luhan berniat untuk mengajaknya mengobrol.

"Lu"

"Luhan menoleh ke di sebelah Sehun memulakan bicaranya

. "Jangan menganggunya Sehun,"Sehun mengernyitkan alisnya."Bukankah dia bukan tipe mu , untuk apa kau mencoba menggombalnya.""

"Tapi dia teman sewaktu kecilku" jelas Sehun padahal di dalam hatinya dia amat mencintai Luhan , sepertimana dia tidak mengetahui kalau Luhan juga mempunyai rasa yang sama

."Teman sewaktu kecil , ya? Hanya sekadar itu ? Tidak mungkin sih kau perlu repot repot untuk menjemputnya di rumah untuk ke sekolah . Ah aku tidak percaya , aku yakin kau pasti menyukai nya juga dalam diam dan ingat , hanya aku yang boleh mendekatinya sebelum kau pindah ke sini . Dan seterusnya juga akan begitu . Ngerti ? " kata Kris

BUGHKris melepaskan penumbuk sulung nya ke wajah Sehun . Sehun jatuh terduduk ke lantai.

"Kris ! Apa yang kau lakukan ?! " jerit Luhan

Sambil melepaskan penumbuk seterusnya , Kris berkata " Biar saja dia , ini adalah balasan kerana mempermainkanmu . "

Sehun segera bangkit . Dia tidak boleh terlihat lemah di hadapan Luhan . Dengan tenaga yang ada , dia menyepak Kris dengan sepenuh hati dan gilirannya untuk melepaskan tumbukan ."Jangan masuk campur urusan kami. Kau tidak mengerti sama sekali" Teriak Sehun di wajah Kris.

Kim Jongin dan Park Chanyeol datang untuk meleraikan persengketaan mereka kembali ke tempat asal , Luhan menghampiri Sehun.

"Sehun , kita harus ke ruang rawatan untuk membersihkan lukamu . Sekarang . Tidak ada penolakan, kau sekarang terlalu berantakan dengan memar memar itu" katanya sambil mengecek wajah Sehun .Sehun hanya menurut. Ketika tiba di ruang rawatan Luhan membersihkan luka luka di wajah Sehun dengan tekun. Sehun pula memerhatikan wajah Luhan yang berada di dekatnya . 'Cantik' batinnya."Maaf Sehun , keranaku kalian jadi bergaduh. Asal kau tahu Kris memang begitu , dingin dan tidak suka kalau melihat orang lain mendekatiku." Kata tertawa renyah . " Tidak apa , aku hanya shok dan panasaran . Kau menyukai nya juga atau bagaimana ?"Luhan terus bergumam "Tidak mungkin sih aku suka pada naga itu . Aku tidak menyukai sesiapa pun ketika di sekolah ini ."Sehun tersenyum. "Baguslah" . Katanya

"Bibi Oh pasti marah marah melihatmu begini . Hmmm aku yang bersalah .""Tidak Luhan , apa yang dikatakan oleh Kris memang benar ""Yang mana ?""Nanti saja hehe"Luhan pun dengan geram mencubit paha Sehun . Setelah selesai rawatan , mereka ke kelas.