CHAPTER 7

Kai memberhentikan motorsikalnya di hadapan rumah Kyungsoo kelihatan agak sederhana dan tidak semewah rumah keluarganya. Namun, terasa kehangatan di dalam rumah tersebut, berbeza sekali dengan rumah keluarganya yang dingin

. "Kita sudah sampai"

"Terima kasih Kai, aku tidak tahu apa yang akan terjadi jika tiadamu" ujar Kyungsoo

."Biasa saja Soo , ini kan memang tanggungjawabku ? Haha" balas Kai .

Kyungsoo tersenyum. Kai langsung terpana. Ini adalah pertama kali Kyungsoo tersenyum ikhlas di hadapannya

.Setelah pulang dari sekolah , Sehun dan Luhan terus menuju ke kota untuk bersiar siar . Namun , cuaca hujan yang buruk telah menyebabkan mereka terkandas di dalam bubble tea shop . Yah , asal kau tahu saja Sehun tidak bisa menyetir di dalam hujan lebat , itu akan membahayakan nya dan Luhan. Lagipula Sehun sengaja ingin mentraktir Luhan bubble tea. Sehun hafal bebar kegemaran yeojachingu nya itu dari dulu. Sehun mampir ke meja mereka dengan membawa satu bubble tea perisa cokelat dan dua bubble tea perisa taro

. Luhan mengernyitkan alisnya "Sehun , kenapa kau memesan dua perisa taro ? Memangnya siapa yang mahu minum itu semua? " " Tentu saja kau Lu, sudah lama aku tidak mentraktirmu bubble tea kekeke" ujar Sehun gembira .

"Yak Sehun kau ini pabo juga ya . Cuaca sedang dingin kau malah memesan dua gelas untukku dan apa kau mahu melihatku gemuk kerana minum dua gelas sekaligus ?" soal Luhan .

Sehun mencurutkan bibirnya.

" Cerewet sekali sih , lagipula minum bubble tea aja sudah berpikiran akan gemuk hahahaha oke aku minta maaf aku lupa hujan diluar sana . Gak usah marah marah sih kita bawa pulang kerumah aja ya," . Luhan tertawa dan berkata " Cerewet ini yeoja chingu mu juga, iya kan ? Lagipula kalau aku sudah gemuk mana mungkin Sehun masih mau menyayangiku " Sehun menepuk jidatnya "Astaga Lu , tidak apa apa kok. Kau gemuk atau tua berkedut aku tetap sayang sih hahaha."

"Chagi aku mahu ke toilet sebentar ya , kau duduk diam diam disini oke , pakai jaket ku ini aku tahu kau kesejukan " ujar Sehun lalu melepaskan jaket jeans nya lalu memakaikannya kepada Luhan

. Luhan hanya mengangguk dan tersenyum .' Prihatin skali sih Sehun. Dan apa apaan itu ? Dia memanggilku chagi ? Ahh Sehun sayang beruntung aku memilikimu '.

Sedang Luhan mengelamun , seseorang datang duduk dihadapan nya . Dia agak kaget kerana yang di hadapannya adalah buka Sehun , tetapi Park Chanyeol yang terkenal kerana sifatnya yang suka menjahili orang lain dikelas itu tapi dia tidaklah jahat sama sekali , hanya dia bersifat agak nakal . Dan oh ya , Park Chanyeol baru saja putus dengan yeoja chingu genit dan cantiknya bernama Byun Baekhyun dua hari yang lalu. Pantas saja dia keseorangan

."Hai Luhan , berseorangan ? " sapanya sambil mempamerkan senyum idiot nya itu

."Hai err Chanyeol , hehe tidak sih , aku bersama Sehun . Dia ke toilet sebentar ""

"Oh begitu"

"Kau saja ?"

" Iya aku sendiri , kau tau kan bahwa aku sudah putus sama Baeki "Luhan mengangguk . Mana mungkin tidak tahu sih , satu sekolah gempar dengan kisah bahwa mereka putus cinta . Park Chanyeol itu anak brandalan manakala Byun Baek itu salah satu ratu cantik di sekolah nya.

"Iya sih Lu , cuba kalau saja aku lebih bertindak pantas dari Sehun , pasti aku sudah mendapatkanmu setelah putus sama Baeki haha""

"Tidak semudah itu mencari pengganti Tuan Park . Itu tandanya kau seperti tidak mencintai Baekhyun dengan bersungguh sungguh""

"Luhan kau tahu kan kalau aku juga menyukaimu dari dulu ? Aku adalah antara namja namja yang berusaha untuk mendekati mu . Cuma aku berhenti mengejarmu setelah aku bersama Baeki. Namun itu tidak memungkinkanku untuk terus melupakanmu . Dan oh rasanya sudah lama aku ingin merasai bibir ini "

Chanyeol segera merapatkan posisi mereka . "Apa yang kau cuba lakukan Chanyeol ?" tanya Luhan takut takut . Dimana Sehun sih. "Tenang saja Lu , aku hanya ingin bermain main" kata Chanyeol lagi. Belum sempat Chanyeol mencium Luhan , pipi Chanyeol telah ditumbuk terlebih dahulu oleh Oh Sehun .

"Brengsek kau Chanyeol ! Apa yang kau lakukan hah ?! "

"Se-sehun " Chanyeol cuba bangkit . Dia berasa agak malu kerana tertangkap oleh Sehun . Dia tidak menyangka bahwa Sehun akan datang secepat ini .

"Tenang lah Sehun , aku cuma ingin bermain main tadi "

"Bermain main seenak jidatmu ! Kau mau bermain main apa dengan yeoja ku ?! Pantas saja kau putus sama Baekhyun . Pergi dari sini sekarang juga sebelum kau kuhabisi " marah Sehun ."

"Cih , jaga perkataan mu anak baru. Kau belum mengenal aku siapa . Aku pergi dulu , Luhan ." ujar Chanyeol sambil tersenyum ke arah Luhan dan berlalu pergi dengan wajah nya yang sedikit berdarah."Chagi , kau tidak apa apa ? Apa yang dia lakukan kepadamu ? " tanya Sehun . Namun , melihat Luhan yang sedari tadi menangis dia mengurungkan niat untuk bertanya . Dia segera memeluk Luhan dan membawa Luhan masuk ke mobil nya .

"Park Chanyeol sialan . Masuk kali ini sudah dua orang yang bergaduh denganku. " "Mianhae Sehun , gara gara aku semua ini terjadi hiks " sela Luhan . "Shh tidak apa apa Lu , dia yang bersalah "

"Terima kasih Sehun kerana datang tepat pada waktu nya untuk menyelamatkanku. Kau memang tidak pernah gagal untuk melindungiku"

"Tidak ada apa apa sih Luhan , aku yang bertanggungjawab untuk melindungimu pada saat ini . Apa gunanya aku , kan ?" tanya Sehun sambil tersenyum . "Ngomong ngomong , apa yang cuba Chanyeol lakukan padamu tadi ?" tanyanya lagi. Luhan kemudian menceritakan peristiwa di mana perbualannya dengan Chanyeol bermula sehinggalah Chanyeol berusaha untuk mencium bibir nya . Sehun mendesah kesal .

"Sialan kau Park Chanyeol , aku saja masih belum bisa mendapatkan ciuman Luhan , seenakmu sahaja . " Gerutu Sehun dengan suara rendah namun Luhan masih dapat mendengar nya

."Kau bilang apa barusan , Sehun sayang ? " Luhan bertanya.

"Ti-tidak apa apa"Luhan tertawa .

CUP

.Luhan menempelkan bibirnya ke bibir Sehun dan menariknya kembali dalam waktu yang singkat. Sehun terpana dan serasa mahu pitam . Kemudian dia tersenyum kepada Luhan .

"Berani sekali eoh" . Kata Sehun kemudian menarik kepala Luhan untuk menyambung ciuman tadi

. "Saranghae"

"Nado"