The masked hyung

Chapt.3

.

.

Vkook/kookv/taekook

.

Romance/hurt

.

Yaoi/BL

.

M

.

.

20:00 KST~

Sejak kejadian menguntit taehyung sore tadi sekarang pikiran jungkook menjadi tidak bisa tenang, spekulasi-spekulasi gila mulai menumbuhi otaknya lagi jungkook pikir sikap taehyung seperti itu karena ia memiliki gangguan mental atau mungkin kenangan buruk? Ya siapa yang tau bisa saja alasan kedua itu lebih benar.

"Kook saatnya makan malam!"teriak jin keras membuat jungkook hanya mendengus kesal, disaat ia sedang berspekulasi untuk memecahkan masalah hyung nya itu selalu datang dan mengganggu

Jungkook melangkahkan kakinya dengan sebal menuruni setiap anak tangga dirumahnya hingga suara hentakan terdengar sangat keras, jungkook segera mendudukan dirinya tanpa mengindahkan tatapan membunuh dari hyungnya yang sudah duduk manis dimeja makan itu.

"Hei bocah kau ini kenapa hah? Wajahmu seperti monster kau tau!"sindir jin kesal melihat ekspresi gelap yang ditunjukan adiknya, tapi jungkook hanya terdiam tanpa membalas ucapan sang hyung

"Kookie apa kau ada masalah?"tanya eomma jungkook yang menatap anak kesayangannya itu lamat, sementara jungkook hanya menggelengkan kepalanya

"Lihat eomma bahkan dia sudah berani tidak menjawab pertanyaan eomma!"ucap jin yang mencari pembelaan pada sang ibu yang hanya menggelengkan kepalanya melihat sikap kedua putranya itu

"Sudahlah jin kau ini sebagai hyung seharusnya mengerti adikmu mungkin saja jungkook sedang kelelahan"merasa dibela sang eomma jungkook menjulurkan lidahnya pada jin membuat lelaki itu hanya memandang gemas sang adik

"Aku selesai!"ucap jungkook segera berlari menuju kamarnya membuat eomma nya hanya memandang kepergian putranya dengan bingung

"Ada apa dengan adikmu?"tanya eomma pada jin yang hanya mengangkat bahu pertanda tidak tau menau dengan sikap sang adik

.

.

Jungkook pov

Kujatuhkan tubuhku pada ranjang empuk kesayangan ku mataku hanya menatap kosong kearah langit-langit kamar, hingga sebuah dering yang berasal dari ponselku membuat padanganku beralih membaca pesan yang baru saja masuk

From : jiminie~

'Kook kurasa aku baru saja melihat taehyung sunbae bersama seorang gadis diperempatan dekat minimarket bong,aku tidak tau itu taehyung sunbae atau bukan tapi kurasa iya'

Mataku hanya membulat menatap pesan yang baru saja dikirim oleh jimin, tiba-tiba tubuhku serasa menjadi panas setelah membaca pesan itu dengan cepat aku berdiri memakai jaket ku dan bergegas keluar menuju minimarket bong.

"Hei kook kau mau kemana?"ucap jin hyung tapi tak kutanggapi sekarang yang terpenting adalah aku harus melihat apakah itu tae hyung atau bukan, aku terus berlari menuju minimarket bong yang letaknya tidak terlalu jauh dari rumahku.

Aku terus mempercepat lariku aku tidak boleh kehilangan jejak taehyung tidak boleh, nafas ku semakin memburu melihat minimarket bong yang sudah dekat dimataku dengan cepat aku bersembunyi dibalik tembok minimarket. Mataku masih menatap sekitar minimarket mencari-cari sosok tae hyung hingga pandanganku berhenti pada seorang lelaki berpakaian serba hitam dengan yeoja berpakaian minim yang bergelayut dilengannya.

"Tae hyung..."tubuhku serasa melemas melihat pemandangan dihadapan ku, kini tangan tae hyung menarik tengkuk yeoja itu dan mengecup bibirnya sekilas tanpa terasa mataku terasa panas sekarang

"Ani kook! kau kuat kau tidak boleh menangis!"aku hanya mengelap bulir-bulir air mata yang membasahi pipiku, tubuhku merosot begitu saja pada dinding minimarket bong

"Kook kenapa kau bisa ada disini hah?!"ucap seseorang yang bisa kukenali suranya, dia tae hyung kurasa dari nada bicaranya ia marah sekarang

"Ikut aku sekarang!"ucap tae hyung dingin dengan kasar ia menarik tangan ku memasuki jalan buntu yang penerangannya remang-remang, kurasakan sekarang tae hyung mendorong tubuhku keras hingga punggung ku terasa sangat sakit berbenturan dengan dinding

"Aah...appo"ringis ku merasakan rasa sakit yang kini menjalar keseluruh tubuhku

"Apa yang kau lakukan disitu hah?!"tanya tae hyung dengan nada penuh kemarahan, aku hanya diam tanpa menjawab pertanyaannya tubuhku masih terasa sangat sakit untuk berbicara sekarang

"JEON JUNGKOOK JAWAB AKU!"teriak tae hyung penuh kemarahan, kupejamkan mataku merasakan air mata yang mulai meluncur dari pelupuk mataku

"Bukankah aku sudah bilang berhenti mengikuti ku! Berhenti memasuki kehidupan ku,kenapa kau sangat keras kepala huh? Apa tidak cukup aku memberitau mu tadi sore hah!"bentak tae hyung mencengkram kedua bahuku kencang, aroma alkohol yabg kuat mencuat dari bibir tae hyung

"H-hyung appo.."ringisku kesakitan tapi tae hyung malah mempererat cengkramannya pada bahuku

"Kurasa kau harus diberi pelajaran atas sikapmu kali ini!"dengan kasar taehyung mengangkat daguku membuat mataku bertemu dengan mata tajamnya itu, kurasakan bibir taehyung mulai melumat bibirku kasar tak ada perasaan lembut sedikitpun yang ia berikan sekarang.

Dengan kasar tae hyung mengigit bibir bawahku membuat luka lecet dibibirku yang kini mengeluarkan darah, melihatku membuka mulut tae hyung segera memasukan lidahnya kedalam mulutku mengaduk-aduk isi mulutku membuat saliva kami menetes. Mataku membulat saat kurasakan tangan tae hyung mulai bergerak menyentuh kejantanan ku, dengan kasar kudorong tubuh tae hyung agar menjauh dariku.

"Bajingan kau! Kenapa kau bersikap seolah-olah aku ini hanya lelaki murahan yang bisa kau mainkan hah!"

"APA KAU TIDAK TAU KAU MENYAKITI HATIKU HYUNG!"

"KAU PIKIR AKU INI APA?! JAWAB AKU HYUNG! KAU BOLEH MEMUKULKU JIKA KAU MAU TAPI TOLONG BERHENTI MEMPERMAINKAN KU SEPERTI INI!"nafas ku memburu merasakan semua perasaan sakit yang tae hyung berikan, aku masih menatap tae hyung yang masih terdiam

"Setelah ini aku akan benar-benar menjauhi kehidupan mu!"ucapku segera berlari meninggalkan tae hyung yang masih terdiam, mataku menangkap sosok yeoja yang tadi bersama tae hyung sekarang ia tengah menatapku dengan ekspresi sulit dijelaskan. Persetan dengan mereka sekarang aku sudah tidak perduli lagi dengan mereka

.

Author pov

Taehyung masih terdiam ditempatnya berdiri sekarang, tak ada pergerakan sedikitpun dari lelaki itu. Pikirannya masih mencerna setiap perkataan jungkook yang begitu jelas mengiang ditelinganya.

"Kau bodoh kim taehyung! Aku tidak percaya kau melakukan hal seperti ini pada bocah polos itu!"ucap yeoja itu menatap taehyung sebentar dan kembali berjalan meninggalkan taehyung sendirian

"Arrggghhhhhhh!"teriak taehyung menendang setiap barang yang ia lihat dengan kesal, pikirannya terlalu kacau sekarang untuk menyadari apa yang ia perbuat. Taehyung hanya bisa terduduk ditanah sambil mengacak-acak rambutnya frustasi.

"Ayo pulang.."ucap seseorang yang berlari kearah taehyung dan membopong tubuh taehyung untuk pulang

"B-baekhyun hyung.."ucap taehyung menatap sosok yang sekarang membopong dirinya

"Bora noona menelpon ku tadi,dia bilang kau tengah mabuk berat"ucap baekhyun membopong adiknya untuk pulang sementara taehyung hanya bisa diam

.Flashback.

Taehyung hanya menatap bora sekilas, kini yeoja itu tengah membopong dirinya untuk segera pulang. Hari ini taehyung mabuk berat bahkan berjalan sendiri saja dia tidak mampu,beruntung bora melihat taehyung jadi yeoja itu mengajak taehyung untuk segera pulang melihat kondisi taehyung yang kacau.

"Noona kenapa kau disini hm?"

"Aku harus mengantarmu pulang sekarang! Kau sangat kacau kim taehyung"

"Ahh aku tidak mau! Biarkan aku minum noona!"

"Tidak kau tetap harus pulang sekarang atau ak-"ucapan bora terputus setelah taehyung menarik tengkuknya dan mengecup bibir nya sekilas

Chuu

"Sialan kau kim taehyung berani-beraninya kau mencium ku hah!"ucap bora kesal hingga mata yeoja itu menangkap sosok yang sedari tadi menatap kearah mereka

"Taehyung-ah kurasa ada orang yang mengenali mu,dia bersembunyi dibalik tembok minimarket"

"Hmm?nuguya?"ucap taehyung segera berjalan kearah tembok minimarket yang berbatasan dengan jalan buntu, taehyung hanya menyipitkan matanya menatap sosok yang tengah berjongkok itu

"Kook kenapa kau bisa ada disini hah?!"setelah mengenali sosok yang sedari tadi melihatnya taehyung segera menarik jungkook menuju jalan buntu yang remang-remang itu

"Bocah sialan!"ucap bora yang memperhatikan taehyung dari kejauhan, tangan yeoja itu segera menghubungi hyung taehyung

'Baekhyun-ah adik mu mabuk dan membuat masalah sekarang datanglah ke minimarket bong!'

.Flashback end.

.

.

Jungkook pov

Aku membuka pintu rumah dengan kasar membuat jin hyung menatapku dengan panik melihat wajahku yang sembab, beruntung eomma tengah pergi kerumah keluarga jimin jika tidak mungkin eomma bisa mengintrogasi ku seperti jin hyung.

"Berhentilah menangis kook"ucap jin hyung mengelus-elus rambutku

"Hyung tapi hatiku sakit.."ucapku dengan suara serak membuat jin hyung hanya mampu membuang nafas pelan

"Setiap orang itu berbeda kook,kau tidak bisa dengan cepat membuatnya mengerti perasaan mu dan mulai sekarang sebaiknya berhenti menyukai lelaki itu kurasa dia bukan orang yang baik untuk mu"ucap jin hyung membuat rasa nyeri dihatiku bertambah

"B-berhenti menyukai nya?"

"Iya berhenti menyukainya biarkan dia yang menyukaimu bukan kau yang menyukainya"ucap jin hyung membuatku terdiam

"Chaa! Sekarang tidurlah besok kau boleh libur biar aku bicara dengan eomma nanti"

"Hyung...tolong jaga rahasia ku"

"Hm tenanglah kook"jin hyung segera keluar dan menutup pintu kamarku rapat-rapat, setelah jin hyung benar-benar keluar aku hanya bisa menangis dalam diam hingga kurasakan mataku benar-benar berat dan akhirnya aku jatuh dalam mimpi

.

.

Taehyung pov

Aku terus memegang kepalaku kuat-kuat merasakan pusing yang sedari tadi pagi tidak hilang-hilang, aku tidak ingat apa yang terjadi padaku semalam hingga baekhyun bilang aku mabuk berat dan tertidur saat dia membawa ku pulang. Tapi rasanya ada yang aneh dalam diriku seperti ada sesuatu yang terjadi semalam tapi aku tidak bisa mengingatnya.

"Kim taehyung jika kau sakit pergilah ke uks sekarang"ucap nam songsaenim membuatku segera beranjak menuju uks, kepalaku benar-benar pusing hari ini bahkan semua penjalasan nam songsaenim seakan angin lalu yang lewat begitu saja

Kaki ku terus melangkah menuju ruang uks yang berada dekat ruang OSIS, tanganku masih mencengkram erat rambutku berharap rasa pusing ini akan segera hilang. Mungkin ini efek mabuk semalam hingga otakku seakan berhenti bekerja begitu saja, langkahku terus berjalan melewati lapangan yang ramai dengan murid kelas 1-2.

"Annyeong hyung! Apa kau baik-baik saja hyung?"ucap lelaki bersurai kecoklatan seingatku jika tidak salah namanya park jimin

"Eoh kepalaku hanya pusing jim"jimin segera membopong tubuhku mendengar ucapanku barusan

"Biar kuantar kau ke uks hyung"ucap jimin yang hanya kubalas dengan anggukan pasrah

"Hari ini banyak sekali yang sakit padahal cuaca sangat cerah"oceh jimin

"Bukankah kau sedang pelajaran olahraga,apa jung songsaenim tidak mencarimu jim?"

"Aniyo hyung aku sudah selesai penilaian tadi jadi sekarang aku bebas sayang sekali jungkook tidak masuk hari ini"ucap jimin membuatku menoleh kearahnya tiba-tiba ada perasaan sakit yang menghampiri hatiku saat mendengar nama jungkook

"J-jungkook tidak masuk?"jimin menoleh kearahku dan mengangguk

"Kata song songsaenim jungkook sakit tapi aku tidak tau jungkook sakit apa,eum..hyung bolehkah aku bertanya sesuatu?"ucap jimin takut-takut menatap kearahku seolah aku ini monster

"Tanya saja"

"Apa semalam kau bersama seorang yeoja hyung? Semalam aku tidak sengaja melihatmu dalam keadaan mabuk bersama yeoja didepan minimarket bong"

DEG!

Minimarket bong? Mabuk? Yeoja? Otak ku masih berputar-putar memikirkan ucapan jimin dengan keras, mengingat apa saja yang terjadi semalam hingga potongan-potongan adegan melintas diotak ku sekarang

"Aku harus mengantarmu pulang sekarang! Kau sangat kacau kim taehyung"

"Ahh aku tidak mau! Biarkan aku minum noona!"

"Tidak kau tetap harus pulang sekarang atau ak-"

Chuu

"Taehyung-ah kurasa ada orang yang mengenali mu,dia bersembunyi dibalik tembok minimarket"

"Bukankah aku sudah bilang berhenti mengikuti ku! Berhenti memasuki kehidupan ku,kenapa kau sangat keras kepala huh? Apa tidak cukup aku memberitau mu tadi sore hah!"

"Bajingan kau! Kenapa kau bersikap seolah-olah aku ini hanya lelaki murahan yang bisa kau mainkan hah!"

"APA KAU TIDAK TAU KAU MENYAKITI HATIKU HYUNG!"

"KAU PIKIR AKU INI APA?! JAWAB AKU HYUNG! KAU BOLEH MEMUKULKU JIKA KAU MAU TAPI TOLONG BERHENTI MEMPERMAINKAN KU SEPERTI INI!"

"Setelah ini aku akan benar-benar menjauhi kehidupan mu!

"JUNGKOOK!"teriak ku seketika setelah otakku benar-benar bisa mengingat kejadian semalam

"Hyung kenapa kau memanggil jungkook?"tanya jimin menatapku seolah ingin meminta penjelasan dariku

"Mian jim tapi bisakah kau tinggalkan aku sendirian sekarang kumohon!"ucapku membuat jimin terkejut, ia menatapku sebentar sebelum berjalan meninggalkan ku didepan pintu uks sendirian. Pikiran ku kembaki mengingat kejadian itu semua

"Kau memang benar-benar bajingan taehyung"ucapku tersenyum getir

.

.

Author pov

Jeon jungkook lelaki bersurai hitam legam itu hanya mengurung dirinya didalam kamar meski rasa bosan mulai menghigapi dirinya, hari ini jungkook terpaksa membolos sekolah karena hyungnya bilang jika dia terlalu kacau hari ini untuk pergi kesekolah. Sebenarnya apa yang dikatakan hyung nya memang benar pikiran jungkook tidak bisa fokus pada apapun bahkan sekarang jungkook sering melamun.

"Kook apa kau tidak mau makan, apa kau akan terus-terusan mengurung dirimu didalam kamar?!"

"KOOK! CEPAT TURUN DAN MAKAN!"teriak jin yang memasuki kamar jungkook kesal, membuat lelaki bersurai hitam legam itu tersadar dari lamunannya

"Ne.."ucap jungkook pelan bahkan seperti berbisik membuat jin menatap sang adik ngeri, tentu saja bagaimana bisa hanya karena cinta adiknya berubah seperti orang yang terkena gangguan kejiwaan

Jungkook hanya melangkahkan kakinya pelan dengan pandangan kosong bahkan lelaki itu hampir menabrak guci besar yang berada didepannya, sungguh jin rasanya ingin membunuh orang yang sudah berani membuat adiknya seperti orang gila sekarang.

"Duduk dan makanlah kook, hari ini eomma pergi ke busan untuk menengok nenek"ucap jin terus memandangi sang adik yang hanya diam dan sibuk memakan nasi

"Kook kenapa kau hanya makan nasi saja? Ambil lauknya"ucap jin membuat jungkook hanya menatap lelaki dihadapannya sekilas dan kembali melanjutkan makannya tanpa menuruti ucapan jin

"Kook sadarlah kau bukan orang seperti ini! Mana jungkook yang selalu ceria? Tolong kembalilah kook berhenti memikirkan nya"jungkook hanya tersenyum tipis menatap sang hyung

"Aku baik-baik saja hyung,aku hanya sedang tidak mood percayalah padaku setelah ini semuanya akan berjalan seperti biasa"ucap jungkook berusaha meyakinkan jin

"Aku sudah selesai hyung"jungkook meletakan sendoknya dan berlalu pergi begitu saja meninggalkan jin yang masih terdiam menatap kepergian sang adik

.

.

Jungkook pov

Tangan ku terus bergerak menghapus satu persatu foto tae hyung yang tersimpan diponselku, sekarang aku sadar dengan apa yang dikatakan jin hyung aku harus segera melupakan tae hyung. Mulai hari ini aku akan melupakan semua tentang tae hyung dan mencoba kembali pada kehidupan ku yang lama, tenang dan berjalan lancar tanpa tae hyung.

"Kook kau didalam boleh aku masuk?"ucap seseorang yang dari suaranya sudah terkenali bahwa itu jimin

"Masuk saja jim"pintu kamarku segera terbuka dengan lebar memperlihatkan sosok jimin yang tersenyum lebar dan berlari kearahku

"Kook kau tau aku kesepian tadi, kenapa kau tidak masuk padahal hari ini pengambilan nilai olahraga"

"Aku hanya kelelahan jim"ucapku membuat jimin memutar bola matanya malas

"Hei kook ada kabar baik!"

"Kabar baik?"aku hanya menatap jimin bingung

"Kau tau tadi tae hyung tentang menanyakan dirimu lalu tiba-tiba saat aku menanyakan tentang yeoja yang bersamanya tae hyung berteriak menyebut namamu, aneh bukan sifat tae hyung"oceh jimin panjang lebar yang hanya kubalas dengan senyum tipis

"Kook kau baik-baik saja kan?"aku hanya mengangguk dan tersenyum lebar menanggapi ucapan jimin mencoba terlihat bahwa aku baik-baik saja didepannya

"Baguslah! Ayo aku akan mengajakmu duel bermain game siapa yang menang akan mendapatkan kaset video game terbaru"tawar jimin yang langsung kuterima begitu saja, mungkin bermain game bisa membuat suasana hatiku sedikit membaik

.

.

Author pov

Taehyung melangkahkan kakinya memasuki ruang tengah dengan wajah muram, membuat baekhyun yang terduduk disofa menatap lelaki bersurai light caramel itu terheran-heran.

"Kau kenapa?"tanya baekhyun mengalihkan pandangannya dari tumpukan album foto yang berada dimeja

"Aku hanya kelelahan saja"ucap taehyung merebahkan tubuhnya pada sofa disamping baekhyun

"Apa yang kau lihat hyung?"tanya taehyung yang melirik sang hyung

"Foto-foto masa kecilmu"mendengar ucapan baekhyun taehyung hanya memutar kedua bola matanya malas

"Kau tau tae-ah wajahmu saat kecil sangat manis sekali"ucap baekhyun menatap setiap foto yang tertempel pada album

"Aku ini tampan bukan manis!"ucap taehyung kesal sementara baekhyun hanya terkekeh geli dan kembali menatap setiap foto taehyung hingga pandangan baekhyun menyipit menatap salah satu foto yang tidak asing menurutnya

"Tae-ah apa kau tidak merasa wajah teman mu ini mirip dengan seseorang?"ucap baekhyun menunjukan foto bocah yang tersenyum lebar menampilkan gigi susunya sambil merangkul taehyung kecil

Mata taehyung menatap lamat wajah bocah itu yang tidak asing baginya, taehyung mencoba mengingat kenangan-kenangan masa kecilnya. Otak taehyung serasa sebuah rol film yang berputar kebelakang untuk mengingat sosok kecil itu.

"Kau suka permen atau manisan hyung?"

"Tidak semuanya!"

.

"Hyung kau mau menjadi temanku?"

"Tidak!"

"Gomawo hyung kau mau menjadi temanku mulai sekarang semua rahasia mu akan kusimpan baik-baik"

"Aku tidak ingin berteman dengan mu!"

"Terserah kau saja hyung tapi jawaban tidak berarti iya untukku"

"Dasar bocah keras kepala"

"Kau juga bocah hyung kkkkk"

.

"Apa yang kau lakukan?"

"Menulis nama kita dipasir hyung"

.

"Hyung kurasa aku tau siapa dia"ucap taehyung menatap baekhyun serius

"Mwo?maksudmu bocah difoto ini?"tanya baekhyun bingung

"Ne! Aku ingat dia sekarang,dia..."

.

TBC!

.

Maafkan hayati klo ff ini kecepeten ato gmna au dah mood udh down gegara ga bisa ikut fanmeet bts hikss dampaknya ke ff ini hikss gw kudu ottohke/?...oke curcol ini tentang perasaan gw yg broken/?

balik lagi ke topik! disini si dia first love nya abang taetae blm keluar jd ditunggu dan ada 1 lg yg barusan tae liat siapakah bocah itu?

You can know in next chapt~

BIG THANKS FOR READERS OR VIEWERS & ETC. :****