"jantungmu berdetak keras sekali, chanyeol." Baekhyun yg masih terpejam merasakan degupan jantung chanyeol sambil tersenyum.

"uh-oh yaa..aku tau" jawab chanyeol yang malah membuat deru nafasnya semakin terasa di telinga baekhyun. baekhyun merasakan hangat nafas chanyeol yang secara intens menyerang belakang telinga dan tengkuknya. baekhyun menikmati itu, rasa hangat yang menjalar ke seluruh tubuhnya.

"mmm... ".

.

.

-CH2-

"me? jealous? hahah!"

Baekhyun merasakan hembusan nafas seorang Park Chanyeol di telinganya. Teratur dan hangat. Hembusan nafas yang beralunan dengan degup jantung Chanyeol. Entah kenapa hal itu membuat Baekhyun merasa tenang. Hatinya merasakan kehangatan yang berbeda ketika dia bersama Kris. Dalam diam, baekhyun tersenyum merasakan hal itu. Berbanding terbalik dengan Chanyeol yang seolah membatu di belakang Baekhyun. Chanyeol mati-matian menahan gugup yang kini membuat dirinya bak sebuah patung yang bisa bernafas. 'Aku masih straight.. aku masih straight...' Chanyeol meyakinkan dalam hati. Namun kenyataan yang ada, hatinya menyukai keadaan ini. Keadaan dimana ia merasa hangat dan nyaman merengkuh si mungil Baekhyun dalam pelukannya.

"Kau tau? Sebelumnya aku sangat membenci semua tentang menginap bersama, kemah dan semacamnya. Bukan karena aku tidak bisa berada di tempat yang jauh, hanya saja aku merasa seperti ada desahan nafas disamping telingaku." Baekhyun bergumam pelan, namun Chanyel yang berada sangat intim di belakang Baekhyun mampu mendengarnya.

"Tak perlu kau jelaskan Baek, aku bisa mengerti.." balas Chanyeol yang hendak bangun lagi dari posisinya. canggung.

"Yeol, aku bilang tak apa. Mungkin kita bisa berbaring seperti ini untuk beberapa saat.." Baekhyun memutar posisinya sehingga dia dapat melihat wajah tirus Chanyeol. Entah kenapa baekhyun ingin lebih lama berada dalam pelukan Chanyeol. Ya, baekhyun akui dirinya memang gay dan dia sudah memiliki kekasih, Kris. Namun hati kecil baekhyun mengatakan ini adalah hal yang benar. Berada dalam rengkuhan Chanyeol mmebuat baekhyun merasa kembali 'pulang'. Baekhyun menjilat bibirnya sendiri untuk menghilangkan rasa gugupnya akibat dilkihat secara intens oleh Chanyeol. Bibir tipis baekhyun yang semerah cherry itu terlihat mengkilap basah. Chanyeol yang melihatnya tergoda seakan ingin segera menyesap bibir tipis itu, merasakan kelembutannnya. Namun ia buru buru menghilangkan pikirannya itu.

"apa tidak apa, Park?" baekhyun yang sedari tadi menatap Chanyeol meminta kepastian.

"mmh, aku rasa kita bisa berbaring untuk beberapa saat.." ucap Chanyeol tanpa keraguan. Ya, seorang Park Chanyeol, pria yang menyukai Xi Luhan-dan masih straight tentu saja- tanpa ragu memeluk seorang Byun Baekhyun. Apa kau yakin masih straight Tuan Park?

Kemudian mereka berdua berbaring sambil mendengarkan alunan lagu yang diputar lewat piringan hitam milik baekhyun. Alunan nada itu mengantar mereka pada deru nafas teratur yang kemudian 'beberapa saat' milik Chanyeol berubah menjadi semalaman.

.

.

Dok..dok..dok..

"Baeki-ah...bangun...sudah jam 9 sekarang apa kau tak ingin bangun, huh, tukang tidur?"

Dokk.. ..dok..dok..dok.

Suara ketukan dipintu membangunkan baekhyun dari mimpi indahnya yang masih dalam rengkuhan lengan park chanyeol..

"ohh sialan..." desis baekhyun yang langsung terduduk kaget mendengar suara xiumin-kakak iparnya-yang mengetuk pintu layaknya orang bar bar. Chanyeol yang mendengar kegaduhan dari arah pintu ikut terbangun. sadar akan suara seorang yoeja dari luar pintu, Chanyeol seketika seketika berubah panik.

"Ya noona, aku akan segera keluar sebentar lagi.." teriak baekhyun dari dalam kamar.

Baekhyun dan chanyeol yang panik berdiri tergopoh dan tanpa sengaja chanyeol menendang gelas anggur yang semalam ia letakkan di atas karpet milik baekhyun. Karpet putih kesayangan baekhyun kini terkena noda merah anggur yang membuat baekhyun hanya bisa meng-o-kan mulutnya. Matanya terbelalak kaget. Kesal! Itu yang baekhyun saat ini tengah rasakan.

"Oh Shit... Maafkan aku baek, aku tidak sengaja" Ucap Chanyeol penuh dengan rasa bersalah sambil memandang karpet dan baekhyun bergantian.

Baekhyun memandang chanyeol dengan ekspresi kesal. "kau harus keluar lewat jendela" bisik baekhyun kepada chanyeol sambil memberi gestur menunjuk arah jendela kamar baekhyun.

Chanyeol yang mengerti akan hal itu langsung berlari menuju jendela kamar baekhyun gesit. chanyeol tak ingin tambah merusak mood baekhyun, dengan seketika chanyeol langsung melompat keluar lewat jendela dan berakhir diatas atap garasi baekhyun.

"lalu apa sekarang baek?" bisik chanyeol. Tangannya berpegangan pada jendela baekhyun. mimik wajahnya syarat akan ketegangan-atau ketakutan.

"lompat bodoh!"baekhyun memelotot pada Chanyeol.

"ummm baek apa kau yakin? Ini terlihat seperti aku harus melompat dari lantai 2 rumahmu, baek" ragu chanyeol yang memang sedikit takut akan ketinggian.

Chanyeol tidak bisa berbuat apa apa lagi, maka dengan sejuta keraguan ia mencoba melompat ke dahan pohon didepan rumah baekhyun. Namun sayang dewi fortuna sedang tidak berpihak padanya. Dahan yang menjadi pegangannya tidak kuat menahan berat badan chanyeol dan 'kraaaak' suara khas kayu yang patah terdengar. Bughhh, tabrakan antara badan kekar chanyeol dengan bumi pun-yang untungnya terjatuh dia atas rumput halaman rumah bekhyun- terdengar.

Bekhyun seketika memekik. "yaaaak! Park chanyeol apa kau baik-baik saja?". baekhyun mengeluarkan kepalanya lewat jendela dan mencoba melihat chanyeol yang jatuh.

Chanyeol tak kunjung menjawab. Baekhyun semakin panik. Namun beberapa detik kemudian park chanyeol muncul dengan seringaian bodohnya sambil melambaikan tangannya kearah baekhyun di lantai dua.

"argggh, aku baik baik saja baek." Ucap park chanyeol diantara senyuman idiotnya.

"oke, park.. pergi sekarang sebelum ketahuan noonaku." Pekik baekhyun panik ketika mendengar ketukan dari luar pintu kamarnya lagi.

"ya! Park. Telepon aku! Oke?" ucap baekhyun sebelum dia menghilang dari jendela dan segera membereskan kekacauan didalam kamarnya.

Chanyeol kemudian berlari menjauhi rumah baekhyun. Dia terus berlari sampai beberapa blok dari rumah baekhyun. Ya, dia sangat panik sekarang. Chanyeol merasa seperti seorang pencuri yang ketahuan mencuri di tengah hari.

"hossh...hosssh.." suara nafas chanyeol yang kelelahan. "Eh..hosssh..tungguh...hossh..akuh kan tidak punyah..hosssh.. nomor ponselnyaah...hossh..argggh" chanyeol mengumpat ditengah pelariannya. Dia ingin kembali ke rumah baekhyun namun ia urungkan niatnya karena sadar itu waktu yang tidak tepat.

.

.

23 july 2015

12.00 KST

"SHIT! Kau tau? Aku seperti Captain Amerika yang melompat dari atas lift dari ketinggian berpuluh lantai.! Aku melakukan itu dirumah seorang namja manis yang sudah memiliki pasangan. Apa kau pikir aku gila?" Ucap chanyeol kepada jongin dan kyungsoo sahabatnya. Saat ini merak sedang menikmati makan siang-atau mungkin sarapan untuk chanyeol- bersama di sebuah cafe tidak jauh dari kampus mereka. Chanyeol menceritakan kejadian semalam , tentang ia yang bertemu baekhyun di lorong sampai dengan kejadian dia melompat dari jendela lantai dua rumah baekhyun. Kyungso dan jongin yang mendengar cerita heboh sahabatnya itu hanya bisa saling menatap dan memutar mata. Setuju dengan pemikiran mereka berdua, 'chanyeol terlalu hiperbola, ya!'

"Apa?" tanya chanyeol heran atas ekspresi kedua sahabatnya itu.

"kau tau park? Kau itu anak yang manis." Ucap jongin singkat sebelum meneguk colanya.

"ya! Apa maskudmu?"

"kau bilang dia punya pacar dan kau percaya? Omo... itu hanya triknya saja untuk menarik perhatianmu park" ucap jongin menanggapi chanyeol yang menceritakan perkenalannya dengan baekhyun.

"apa kau berpikir dia tidak punya pacar?" tanya chanyeol sambil menyuapkan kentang goreng ke dalam mulutnya.

"ya.. aku pikir dia suka padamu."

"apa kau berpikir begitu? Aku kira dia straight?" ucap chanyeol ragu.

"apa kau pikir ada namja straight yang tengah malam mau menanggapi pria gila di lorong gelap yang sedang berbicara sendiri? Dan oh.. jangan lupakan tentang pelukan hangat kalian? Apa kau yakin tidak 'melakukanya'?"

"ya! Apa kau gila? Aku ini masih straight dan begitupun baekhyun. Dia memiliki seorang pasangan. Dan akupun menyukai xi Luhan." Ucap chanyeol dengan keras.

"tentu saja kau berkata seperti itu. Semua alibi yang kau katakan barusan adalah omong kosong. Aku dan kyungsoo menangkap radar ke-gay-anmu park!" ucap jongin sambil melirik kyungsoo, meminta dukungan. Kyungsoo yang sedari tadi terdiam hanya mengangguk menyetujui ucapan jongin. Chanyeol terdiam, tampak berpikir akan kelurusan orientasinya. Chanyeol yakin dirinya masih lurus, dan tak mungkin dalam semalam, hanya karena seroang Baekhyun dirinya bisa berbelok, dan mencampakan Xi Luhan.

"dalam beberapa hari telepon dia. Jika dia menanggapimu, itu membuktikan bahwa dia benar benar tertarik padamu. Ajak dia untuk kencan, makan beberapa ayam dan bir bersama." Usul jongin kepada chanyeol.

"uhh aku tidak akan menelponnya!"

"kenapa tidak? Kau tertarik padanya!"

"umm, karena..." jawab chanyeol ragu.

"karena xi luhan? Oh yang benar saja park!" ucap kyungsoo memutar matanya jengah. Kyungsoo memang tidak terlalu dekat dengan luhan-dan mungkin tidak suka- entah karena dasar apa.

"oh ayolah park, itu tidak akan pernah terjadi. Kau dan gadis china itu." Ucap jongin membantin garpu-yang ia gunakan- ke atas piring didepannya. "Apa kau tak tahu semalam dia berkencan dengan Oh Sehun?" lanjut Jongin.

"ya, aku tau tentang itu. Dan baekhyun, aku tidak akan menelponnya karena aku telah membuat kesalahan. Aku menumpahkan anggur diatas karpet kesayangannya."

"oke itu benar. Lalu siapa yang akan peduli? Gunakan itu untuk jadi alasan kau menghubunginya, bodoh!" ucap kyungsoo sadis.

"ya! Sudahlah. Bahkan jika aku ingin, aku tetap tidak akan menghubunginya." Ucap chanyeol sambil meneguk habis minumannya.

"ohhh. Dia tidak memberikan nomer ponselnya, kan?" tebak jongin yang tentu saja benar 100%.

Chanyeol yang merasa tebakan jongin benar menjadi salah tingkah. "dia memberikannya. Dia mengetik beberapa digit awal, kemudian dia menwari aku masuk kerumahnya, sebenarnya.." kyungsoo dan jongin yang mendengar hal itu tertawa terbahak.

"tapi aku dapat 5 digit awal nomer ponselnya kan? Oh ayolah, Ada berapa banyak kombionasi jika aku mencoba untuk mencari tahu beberapa digit akhirnya?" ucap chanyeol sok pintar dihadapan kedua sahabatnya sambil menampilkan evil smirknya.

"sepuluh ribu.." ucap kyungsoo singkat.

"eh?" chanyeol menatap kyungsoo dan melunturkan evil smirknya.

"Kenapa kau tidak mencari akun social medianya saja?" ucap jongin.

"dia tidak akan punya bodoh, dia tidak suka hal hal semacam itu."jelas chanyeol

"umm kau hubungi saja call-center di kampusnya. Aku punya teman di sana." ucap kyungsoo memberi jalan keluar.

Beberapa saat kemudian mereka sudah berada di dalam mobil milik jongin. Kyungso duduk disebelah jongin dan chanyeol dibelakang mereka.

Tuuuut...tuuuut...tuuut.

"yeoboseo..seulgi aku butuh bantuanmu" ucap kyungsoo.

"apa yang kau inginkan?" ucap seulgi-teman kyungsoo di bagian call center kampus baekhyun.

"uh, kami butuh nomor ponsel mahasiswa ditempatmu."

"eh, tunggu sebentar. Tingkat apa dia?"

"junior" ucap chanyeol memotong pembicaraan antara kyungsoo dan seulgi pada sambungan telepon-yang diloudspeaker.

"junior? Oke. Siapa namanya?"

"baekhyun" ucap chanyeol lagi, singkat.

"byun baekhyun?" tanyas seulgi memastikan.

"emm ya, BYUN. BAEK-HYUN." Ucap chanyeol yakin yang dibalas dengan putaran mata kyungsoo dan jongin.

"yang bernama baekhyun di tingkat junior hanya ada satu, byun baekhyun." Jelas seulgi.

"emm baiklah...bisa kau beri informasi tentang orang itu?." Ucap kyungsoo cepat.

"hanya ada nomor telepon rumah."

"apa tidak ada informasi lainnya? Tanya chaneyol lagi.

"hanya itu. Kau mau atau tidak? Aku sedang sibuk. Jadi cepatlah" ucap seulgi yang terdengar kasar.

"oke baiklah.. sebutkan..." ucap jongin.

Setelah mendapatkan nomor telepon rumah baekhyun dan menutup sambungan telepon jongin dan kyungsoo mengantar chanyeol pulang kerumahnya.

Chanyeol kemudian turun setelah sampai di depan rumahnya. "terimakasih kyungsoo-ah, jongin-ah" ucap chanyeol tulus.

"ya! Park. Tunggu beberapa hari lagi sebelum menghubunginya. Kau tidak ingin terlihat kesepian kan?" goda jongin dari dalam mobil.

Chanyeol yang hampir masuk rumahnya membalikkan badan memandang jongin dan kyungsoo.

"oh tentu saja, aku senang kita mendapatkan nomornya. Haha, tapi tenang saja aku bahkan ragu akan menghubunginya atau tidak." Ucap chanyeol yang kemudian langsung memasuki rumahnya.

.

14.00 KST

Tuuuut..ttuuuut..tuuuut..

Suara nada sambung telepon terdengar diataranya. Chanyeol yang menempelkan ponsel ditelinganya terlihat mondar mandir didalam kamar. Adiknya yang melihat hal itu hanya bisa tertawa lucu.

"yeoboseo" terdengar jawaban dari seberang sambungan ponsel chanyeol.

"uhmmm yoboseo.. uh apakah benar ini keluarga byun jongdae?" ucap chanyeol menahan paniknya.

"uhh ya benar."

"umm, aku teman dari salah satu anak lelaki dirumah anda."

"ya, mungkin satu satunya anak lelaki dirumah kami selain suamiku?"

"umm ya, itu maksudku. Aku teman baekhyun." Ucap chanyeol yang sedikit takut mendengar nada suara diseberang sana.

"uh-huh, lalu?"

"bolehkah saya berbicara dengannya?" ucap chanyeol sedikit memohon. Adiknya-jungkook- menatap hyungnya dengan penuh rasa tidak percaya.

"uh-yeoboseo. Ini baekhyun.." ucap baekhyun setelah beberapa detik.

"hey baek, ini aku chanyeol." Ucap chanyeoil sambil menarik nafasnya.

"uh-oh ya.. umm, ya. Tunggu sebentar.." baekhyun terdengar sedikit panik dan kaget diseberang sana. "umm ada apa chan?"ucap baekhyun setelah beberapa detik hening.

"ehm tidak. Begini, aku hanya ingin bilang aku pulang sampai rumah dengan selamat. Dan saat ini sedang istirahat. Um jadi, aku hanya ingin memastikan kalau kau baik baik saja. Apa noonamu marah mengenai karpetmu?" tanya chanyeol.

"ya, semuanya baik baik saja chan. Kau tak perlu khawatir."

"umm well, baguslah. Umm apa kau punya waktu malam ini?"

"ehm entahlah. Malam ini aku akan pergi ke bioskop bersama Kris."

"Kris?"

"ya, kris.. pacarku."

"oh, baguslah aku dan teman temanku akan pergi menonton film juga malam ini di Old Orchard Mall. Sepertinya menyenangkan."

"emm oke aku juga akan kesana."

"em oke sampai bertemu disana." Kemudian sambungan telepon tertutup. Jungkook yang melihat tingkah hyungnya yang panik hanya bisa tertawa geli. Chanyeol kemudian berbaring disebelah Jungkook.

"Kris...Jadi dia gay dan benar benar sudah memiliki pasangan, kookie.." ucap Chanyeol. Kookie hanya mendengarkan hyungnya, kemudian memeluk Chanyeol mencoba menenangkannya.

.

Sementara itu di kediaman baekhyun.

"dapatkah kita menyelesaikan ini?" ucap xiumin jengkel.

Baekhyun yang baru saja kembali dari dapur berdiri didepan jongdae dan xiumin yang sedang terduduk di ruang tengah.

"uh dengarkan noona. Aku tidak akan mengajari kalian tentang pengasuhan anak. Itu bukan urusanku. Aku cukup berterimakasih karena kalian mau merawatku sebagai adik kalian. Tapi aku mohon kalian tetap di area kalian, dan aku akan tetap di areaku. Dan juga biarkan aku mengatakan hal ini. Kita semua paham satu hal, aku memang minum alkohol sejak lulus SMA, dan kalian berdua mengijinkan hal itu. Dan bukankah itu hal yang baik ketika aku hanya minum anggur dikamarku daripada aku harus berpesta dengan alkohol dan narkoba di sebuah club yang bisa saja aku mabuk dan diperkosa oleh ahjussi ahjussi mesum dan dibunuh kemudian mayatku dibuang di sungai Han? Ayolah, aku tau kalian bukan wali yang kolot." Ucap baekhyun panjang lebar. Jongdae dan xiumin terlihat berpikir dan mencerna ucapan baekhyun.

"well?" tanya baekhyun lagi.

"dengar baekhyun. Ini bukan tentang kau minum alkohol. Ini tentang kau meminumnya dikamar dan menumpahkannya di atas karpet. Apa kau paham itu?" ucap xiumin.

"ah mwolla.. aku tidak tahu lagi. Apa kau ingin berkata sesuatu, sayang?" lanjut xiumin frustasi atas sikap baekhyun. Yang kemudian meminta bantuan jongdae untuk menceramahi baekhyun.

Jongdae hanya mengedikkan bahunya tanda bahwa ia tidak ingin ikut campur dalam urusan ini. Baekhyun yang melihat hal itu sedikit memekik senang dalam hati karena hyung satu satunya yang ia miliki sedikit membantunya untuk tidak menambah panjang masalah sepele ini.

"umm baiklah. Apakah aku akan dihukum karena hal ini? Karena malam ini aku akan pergi kencan dengan kris ke bioskop." Tanya baekhyun sambil beraegyo menampilkan puppy eyes nya.

Xiumin hanya menghela nafas. Kemudian dia menoleh kearah suaminya meminta tanggapan atas permohonan baekhyun. Jongdae lagi lagi mengedikan bahunya tanda mengijinkan.

"umm. Baiklah baekhyun. Kau boleh pergi."

"oh benarkah? Terikamasih hyung, noona" kemudian baekhyun memeluk kedua orang didepannya itu.

.

16.00 KST – Old Orchard Mall.

Chanyeol dengan setelah celana jeans biru dan kemeja putih panjang- yang lengannya di tekuk sampai siku- berjalan mondar mandir di hadapan jongin dan kyungso yang sedang asik memakan ice cream.

"ya.. apa yang kau lakukan? Tenanglah park. Kau seperti remaja yang sedang menunggu kekasihnya datang.' Ucap jongin kesal.

'apakah baekhyun akan datang?' pikir chanyeol dalam hati. Oh tuhan, tidak. Dia disini akan menonton film bersama teman-temannya, termasuk xi Luhan dan sekarang dia malah panik karena berharap baekhyun akan datang, bersama kris tentunya.

"oh demi saus tar-tar, jangan melihat kebelakang saat ini." Ucap kyungsoo kepada chanyeol, sedikit sinis. Chanyeol yang mendengar ucapan kyungsoo reflek menoleh kebelakang.

"oh anyeong..." ucap gadis dengan mata rusa yang berjalan mendekat ke arah chanyeol.

"anyeong luhan-ie." Ucap chanyeol yang kemudian dipeluk oleh Luhan.

"oh anyeong jongin-ah, anyeong kyungsoo-ah." Ucap luhan sambil melambai ke arah kedua orang itu. Jongin tersenyum, berbeda dengan kyungsoo yang menampilkan mimik datar sedikit sinis.

"hey chan, kemana kau tadi malam? Aku mencarimu." Ucap luhan

"uh.. aku pulang. Aku ada urusan saat itu."

"umm padahal aku ingin mengajakmu mengobrol kau tau? Aku ingin kita berdua memiliki salah satu malam terbaik yang dapat kita ingat bersama." Ucap luhan sambil mengaitkan tangannya ke lengan chanyeol. chanyeol hanya tersenyum menanggapi ocehan Luhan.

"jadi setelah ini kau mau kemana?" tanya luhan lagi.

"emm, belum ada rencana." Jwab chanyeol singkat yang sedikit gugup.

"uh bagaimana kalu pergi ke rumahku? Kita bisa mengadakan pesta barbeque di halaman belakang rumahku." Ucap Jessica, teman Luhan.

"oh menyenangkan. Baiklah kita akan pesta barbeque setelah menonton film." Ucap luhan senang kemudian menarik chanyeol untuk berjalan membeli tiket film. Chanyeol hanya bisa mengikuti luhan.

Chanyeol merasa ada yang memanggil namanya dari arah belakang.

"umm park chanyeol.."

Chanyeol menoleh ke arah belakang. Itu baekhyun, dengan kris. Chanyeol tersenyum kepada bekhyun. Ya lagi lagi dia mengagumi senyum manis namja mungil itu, tapi hanya beberapa saat karena kemudian dia tersadar ada seorang namja tinggi di belakang baekhyun. Ya dia kris. Pacar baekhyun.

"uh anyeong baekhyun." ucap chanyeol tersenyum tulus.

"uh kenalkan, ini Kris. Dia pacarku. Kris kenalkan ini Chanyeol, temanku."

Keduanya kemudian berjabat tangan. Chanyeol sedikit kikuk dan merasa tidak senang dengan kehadiran kris.

"uh aku chanyeol. Oh kenalkan ini luhan. Dan ini teman temanku.." chanyeol mengenalkan bekhyun kepada teman temannya, terutama pada jongin dan kyungsoo. "Jongin, Kyungsoo, kenalkan ini Baekhyun, dan ke-ka-sih-nya, Kris..." ucap chanyeol sedikit menegaskan. Jongin dan Kyungsoo hanya tersenyum dan menjabat tangan baekhyun dan kris.

"baiklah kita akan menonton Avengers. Apa kau mau menonton itu juga?" tanya chanyeol pada baekhyun.

"umm ya aku dan kris akan menonton itu juga... umm Kris apa tidak apa apa kita menonton film bersubtitle malam ini?" tanya baekhyun pada kris.

"terserah kau chagi. Apapun yang kau inginkan." Jawab kris sambil merangkulkan tangannya di pundak sempit baekhyun. Baekhyun sedikit merasa risih ketika kris akan mencium pipinya didepan chanyeol dan teman temannya. Hal yang sama dirasakan oleh chanyeol. Entah kenapa dia merasa panas ketika baekhyun melakukan skinship dengan kris. Dia merasa tidak suka dan ingin menarik baekhyun agar berjauhan dengan kris.

.

Setalah didalam bioskop, chanyeol duduk bersebelahan dengan luhan, disampingnya ada jongin dan kyungsoo. Sedangkan baekhyun dan kris duduk lebih belakang lagi di deret bagian kanan.

Mereka semua nampak menikmati film yang sedang di putar. Luhan yang tadinya mengenakan jaket jeans denim, membuka jaketnya dan menampilkan tubuhnya yang terbalut tangtop berwarna merah bata yang membuat kulit bahunya terkekspos. Chanyeol yang melihat itu nampak menelan ludah gugup. Luhan memberikan gestur seolah sedang kegerahan, tanganya ia letakan di dekat tangan chanyeol dan bahunya ia tempelkan di lengan chanyeol. Chanyeol yang gugup menoleh ke arah samping melihat jongin dan kyungsoo. Jongin dan kyungso yang melihat itu hanya bisa melotot ke arah chanyeol.

Chanyeol yang tadi menoleh ke arah jongin dan kyungsoo kini menoleh ke arah baekhyun. Chanyeol melihat baekhyun duduk disebelah kris. Baekhyun terlihat sangat manis ketika cahaya layar bioskop menyinari wajah mungilnyayang sedang tersenyum-kepada kris tentunya. Baekhyun yang menggunakan kemeja berwarna pink itu terlihat semakin manis. 'seharusnya aku yang duduk bersebelahan dengan baekhyun' pikirnya. Kyungso yang melihat chanyeol memandangi baekhyun langsung menggeleng kepada Chanyeol.

Saat Chanyeol sudah mengalihkan pandangannya kembali ke layar, beakhyun melihat ke arah chanyeol. Dia melihat luhan yang seakan sedang menggoda chanyeol. Luhan terkadang berbisik ke telinga chanyeol. Baekhyun merasa sangat kesal melihat hal itu. Ia yang melihat luhan memakai pakaian kurang bahan itu mendecih tak suka. 'dasar, didalam bioskop yang dingin begini bisa bisanya dia melepas jaketnya. cih.' pikir baekhyun.

Kemudian baekhyun memerhatikan penampilannya sendiri. Dia mengancingkan kemejanya sampai kancing paling atas. Entah dorongan dari mana dia melakukan hal itu. Dia hanya berpikir tidak ingin mengumbar bagian tubuhnya kepada orang lain. baekhyun kemudian memandang disekitarnya. Terlihat orang orang yang sibuk bermesraan dengan pasangannya. Tak sengaja ia melihat lagi ke arah chanyeol yang oh tidak., luhan sedang menggenggam tangan chanyeol dan berbisik entah apa ke telinga chanyeol.

Baekhyun merasa kesal melihat hal itu(?). Seketika dia berbisik kepada kris " Kris, aku akan membeli minuman , tunggu disini, aku segera kembali." Baekhyun langsung melesat pergi dari kursiny.

Chanyeol yang sedikit risih dengan perlakuan luhan, kemudian berpura pura menoleh kearah lain untuk menghindari bisikan bisikan luhan. Tanpa sengaja ia melihat bekhyun yang pergi keluar menuju pintu. Chanyeol heran apa yang dilakukan baekhyun. Apakah dia marah melihat kedekatannya dengan luhan? Chanyeol seketika panik dan dengan segera berlari menyusul baekhyun.

Braaak...

Suara khas pintu yang dibuka terdengar. Chanyeol menoleh kekikiri dan kekanan mencari sosok baekhyun...

Kemana perginya baekhyun? Pikirnya...

Kemudian sepasang onixnya menemukan sosok mungil dengan kemeja berwarna pink itu sedang duduk menunduk di sebuah sofa tunggu bioskop...

Chanyeol menghampiri baekhyun dengan sedikit berlari.

"baek..."

.

.

.

TBC

.

.

terimakasih untuk yang sudah review di chap kemarin.

hehe meskipun yg review cuman sedikit, tapi alhamdulillah aku udah seneng karena sudah ada yang follow dan fav FFaku, hehe ^^

terus aku mau minta maaf sama yang review, aku gatau cara balesnya darimana (karena ini pengalaman pertama aku bikin ff dan posting disini... T.T huhu,jadi aku bales lewat sini aja yaa.. maaf.. dan kalau ada saran bisa beri tahu aku jadi aku ga keliatan polos banget disini. heheh.)

last but not least, review juseyo readernim semuaaa ^^

Park Beichan, flowerinyou, gspghea:
makasih ya uda review^^. ini udah di update chap 2 . hehe pantau terus yaa dan kasih review lagi biar aku semangat updatenya.

sehunboo17: hehe makasih ya udah review. hehe baeki disini emang aku bikin jadi yg easy going tapi ga murahan gt. karena aku suka sama baeki yang sedikit kecabe cabean :p.