Braaak...
Suara khas pintu yang dibuka terdengar. Chanyeol menoleh kekikiri dan kekanan mencari sosok baekhyun...
Kemana perginya baekhyun? Pikirnya...
Kemudian sepasang onixnya menemukan sosok mungil dengan kemeja berwarna pink itu sedang duduk menunduk di sebuah sofa tunggu bioskop...
Chanyeol menghampiri baekhyun dengan sedikit berlari.
"baek..."
.
.
-CH3-
-confession-
chanyeol yang setengah berlari kemudian memelankan langkahnya menjadi langkah langkah kecil setelah jarak diantara dirinya dengan baekhyun menipis.
baekhyun memandang sepasang kaki yang ada didepannya. Menyadari kehadiranChanyeol, baekhyun menghela nafas untuk mencoba menenangkan hatinya yang berkecamuk.
"Film yang bagus bukan?" baekhyun mendongak memandang Chanyeol yang berdiri didepannya. Baekhyun tersenyum. Entahlah sebuah senyum yang terlihat dipaksakan.
"Ya. Film yang menyentuh." Ujar Chanyeol yang masih tetap berdiri didepan baekhyun. Sepasang onyx nya menatap intens onyx milik Baekhyun. Keduanya terpaku untuk satu menit pertama, mencoba mencari tau apa yang sedang ada dipikiran sosok didepannya.
"hei, baekhyun. Dengarkan aku-"
"uh maafkan aku chanyeol, sungguh" baekhyun memotong ucapan chanyeol yang belum sempat selesai terucap. Baekhyun terlihat gelisah dalam duduknya, dan mengalihkan pandangannya ke arah lain, berusaha menghindari tatapan makhluk tinggi berambut silver didepannya ini.
"aku minta maaf karena menyuruhmu melompat dari atas atap. Itu benar benar gila, dan sangat berbahaya." Ucap baekhyun menunduk merasa bersalah. "dan aku minta maaf jika aku sedikit seperti.. ummm..kau tau ditelepon...ugh aku terkadang sedikit panik" lanjut baekhyun yang kemudian mendongak menatap chanyeol.
Chanyeol yang mendengar penuturan baekhyun tersenyum simpul.
"berikan ponselmu" perintah chanyeol sambil mengulurkan tangannya ke arah baekhyun.
"ne?" baekhyun memberikan tatapan bertanya kepada uluran tangan chanyeol. Baekhyun mengamati uluran tangan Chanyeol bingung.
"berikan ponselmu, byun baekhyun!" ucap chanyeol yang kemudian duduk disamping baekhyun.
"uh-oh.." baekhyun yang mengerti kemudian mengambil ponsel pintar dari sakunya dan memberikannya pada chanyeol cepat.
Chanyeol kemudian mengetikkan beberapa digit nomor di ponsel baekhyun dan mendial nomor tersebut. tak beberapa lama, ponsel yang ada di saku chanyeol berdering menandakan ada sebuah panggilanmasuk dari nomor asing. Baekhyun yang melihat hal itu mengerutkan kedua alisnya nampak bingung dan tidak menegerti dengan apa yang dilakukan chanyeol.
"hmm oke , aku sudah mendapatkan nomor ponselmu. Jadi, aku memaafkanmu." Ucap chanyeol tersenyum yang kemudian mematikan sambungan telepon di ponsel Baekhyun dan segera mengembalikan ponsel milik baekhyun kepada si empunya.
dua detik kemudian Baekhyun baru mengerti akan apa yang tengah dimainkan oleh chanyeol dan tersenyum kemudian menganggukkan kepalanya lucu tanda ia paham akan suatu hal. 'ah, sungguh romantis sekali cara chanyeol' pikir baekhyun yang tiba tiba pipinya merona memikirkan cara klasik Chanyeol untuk mendapatkan sebuah nomor ponsel seseorang. Klasik namun romantis, pikir baekhyun. Namun semua pemikiran itu segera menghilang tatkala baekhyun mengingat tentang Luhan. Hatinya sedikit gelisah bercampur penasaran. 'apakah chanyeol berkencan dengan Luhan? Apakah aku harus menanyakan hal itu? Ah, Bodoh. Jangan pernah berpikir untuk menanyakan hal itu. ckk, tapi kenapa aku jadi gelisah seperti ini? .'ucap baekhyun dalam hati. Namun semua itu nyatanya hanya omong kosong dalam hatinya, karena apa yang keluar dari mulut baekhyun berbanding terbalik dengan apa yang dikatakan batinnya.
"umm, jadi.. jadi kau berkencan dengan Luhan? Dia sangat cantik." Ucap baekhyun kepada chanyeol. Baekhyun memaksakan senyumnya dan menyamankan duduknya sedikit menghadap chanyeol.
"ya begitulah, semua orang berpikir begitu." Ucap chanyeol.
"suatu kemajuan bukan? Dia duduk disebelahmu dan menggenggam tanganmu. Sepertinya dia menyukaimu." Baekhyun tersenyum tulus kali ini.
"emm aku pikir kau berpikir terlalu jauh baek. Ya bukan berarti aku tidak mengharapkan hal itu. hanya saja.." ucap chanyeol ragu..
"hanya saja apa? Apa kau masih ragu? Omo.. chanyeol dia menyukaimu. Terlihat sangat jelas."
"apa kau berpikir begitu?" tanya chanyeol sambil menautkan kedua alisnya tanda dia ingin tahu jelas tentang pendapat baekhyun.
"oh ayolah park chanyeol. apa kau mulai ragu dengan perasaanmu? kau tau chanyeol? Yakinlah pada perasaanmu sendiri karena menurutku keyakinan terhadap perasaan itu terlihat suci, dan... emm... seksi?" chanyeol terkekeh mendengar ucapan baekhyun.
"aku tau itu, haha, ibuku selalu berkata demikian." Kemudian keduanya tertawa.
"umm baiklah. Aku harus kembali masuk kedalam. Aku tak mau kris mencariku." Baekhyun kemudian berdiri hendak meninggalkan chanyeol, tak lupa ia tersenyum tipios sekilas pada chanyeol.
Chanyeol yang masih terduduk itu teringat kris. 'oh benar kris , si tuan beruntung yang bisa mendapatkanmu baekhyun' pikirnya.
"well, baiklah kau harus kembali kedalam. Oh, ya Baek, Kris sangat keren. Dia sangat cocok denganmu" Ucap chanyeol dengan nada sarkastik dan sedikit sinis.
Baekhyun yang mendengar nada sarkastik di ucapan chanyeol memutar matanya. "uh benarkah? Semua orang berpikir begitu..hehe"
"ya .. mungkin tidak semua. Oh ya baekhyun, setelah selesai menonton kita akan pergi kerumah jessica. Apa kau mau ikut? Kita akan mengadakan pesta barbeque." Ajak chanyeol.
"umm aku akan menanyakannya pada Kris." Jawab baekhyun sambil melipat kedua tangannya ke dada.
"baiklah. Selamat menikmati filmnya." Ucap chanyeol kemudian. Chanyeol masih terdiam di tempatnya semula. Entahlah, dia tidak ingin kembali ke dalam dan duduk manis disamping Luhan. Dia tidak ingin Baekhyun melihat kedekatannya dengan Luhan. Perasaannya berkata,jika dia tidak boleh terlihat dekat dengan Luhan, didepan baekhyun, Ia takut hal itu akan menyakiti Baekhyun. Ya, Chanyeol sendiri juga bingung akan perasaannya, untuk apa baekhyun merasakan sakit melihat kedekatannya dengan Luhan? Bukankah Baekhyun mendukungnya bersama Luhan? tapi hati kecil chanyeol seolah menyuruh chanyeol untuk tetap diam ditempat dan menjaga perasaan si mungil Baekhyun. Sedetik kemudian, ia teringat perkataan baekhyun, untuk yakin dengan perasaanya sendiri. Dan itu membuat Chanyeol tersenyum, lagi.
baekhyun berjalan ke arah studio film. Saat telah sampai didepan pintu masuk studio, baekhyun berhenti, dia kembali membalikkan badannya dan melihat chanyeol yang sedang melihat ke arah luar studio yag sedang tersenyum. Sungguh tampan. Itu pikir baekhyun. Baekhyun memandangi chanyeol beberapa saat kemudian dia teringat malam kemarin yang dia habiskan bersama chanyeol. Ya, kejadian malam itu membuatnya berpikir tentang apa yang dia inginkan dalam hidupnya. Dan yang baru baekhyun sadari adalah dia sedang tersesat. dia tidak memperhatikan apa yang ada disekitarnya, hingga kemudian dia menyadari keberadaan dari pria bertelinga lebar berambut silver itu membuatnya berasa ada didunia. Membuat seorang baekhyun memiliki sebuah jalan pulang. Dan itu adalah saat saat terbaik dalam hidup baekhyun, saat dia harus melihat senyuman seorang park chanyeol. Dan baekhyun tau dia menginginkan namja tinggi itu untuk selalu tersenyum kepadanya.
"ya chagiya..." sebuah interupsi membuat baekhyun tersadar dari pikirannya. Ia buru buru mengalihkan perhatiannya kepada kris yang memanggilnya.
"ne.." ucap baekhyun.
"kau lama sekali chagi. Aku jadi menonton filmnya sendirian." ucap Kris sedikit kesal..
"ne maafkan aku. Aku ke toilet dulu tadi." Bohong baekhyun. Kemudian mereka berdua masuk kembali ke dalam studio.
Disisi lain chanyeol yang sedari tadi tersenyum memandang jendela luar bioskop itu menoleh ke arah pintu studio. Dia melihat baekhyun yang dirangkul posesif oleh kris masuk kedalam studio. Tanpa ia sadari senyuman di bibirnya luntur seketika. Hatinya merasa tak rela tangan besar kris menyentuh bahu sempit baekhyun. ' ya, park chanyeol apa yang kau pikirkan? Kris itu pacarnya pantas saja dia memeluknya. Uh andai saja bahu mungil itu yang aku peluk. Pasti sungguh sangat amat pas.' Pikir chanyeol.
.
.
20.00 KST – Halaman Belakang rumah Jessica.
Mereka semua berkumpul di halaman belakang rumah jessica. Jessica dan tiffany menyiapkan bahan makanan untuk pesta barbeque. Sedangkan jongin, kyungsoo, chanyeol, baekhyun dan juga kris terlihat sedang berkumpul di area meja dan kursi taman sedang membicarakan sesuatu atau lebih tepatnya kris yang sedang meracau. Terlihat chanyeol yang sedari tadi mencuri pandang ke arah baekhyun. Baekhyun tidak menyadari hal itu, satu satunya yang menjadi fokus baekhyun adalah xi Luhan yang sedang menata gelas di meja dekat kolam renang. Baekhyun merasa itu kesempatan bagus untuk berbincang sekedar mengenal Luhan. Segera, baekhyun bangkit dari posisi duduknya dan berjalan menghampiri Luhan.
"anyeong, Xi Luhan..aku baekhyun. Tadi kita bertemu di bioskop." Ucap baekhyun memulai pembicaraan.
"oh anyeong, baekhyun-ssi." Balas luhan singkat. Dia masih sibuk menata gelas namun sempat meilirik dan menyunggingkan senyum manis rusanya kepada baekhyun.
"uh, bukankah kau teman chanyeol?" ucap Luhan kemudian.
"ya, aku sedikit mengenalnya." Balas baekhyun canggung.
Luhan menghentikan kegiatannya dan memberikan segelas cola kepada baekhyun.
"bukankah chanyeol pria yang keren?" Ucap luhan yang kemudian duduk dipinggir kolam yang disusul baekhyun.
"ya.." balas baekhyun singkat.
"apa pria di sana itu pacarmu?" tanya luhan sedikit ragu sambil mengarahkan pandangannya ke arah kris- yang oh tidak sedang apa dia? Menari nari dihadapan jongin, kyungsoo dan chanyeol? Ayolah astaga ..
"umm yaa.." balas baekyun sedikit ragu dan aneh melihat tingkah kris.
"oh-wow- dia mengagumkan.." ucap luhan tersenyum simpul.
"ya, tak kalah dari chanyeol." Ucap baekhyun singkat.
"apa kau menyukai chanyeol?" tanya luhan. baekhyun yang mendengar penuturan Luhan barusan tersedak dari acara meminum colanya.
"ya.. aku menyukainya...sebagai teman maksudku." Balas baekhyun yang kemudian meneguk colanya lagi. " kupikir chanyeol cukup keren." Lanjutnya.
Luhan mendelik ke arah baekhyun. "oh tidak. Chanyeol itu sangat sangat keren, kau tau? Dia sungguh menakjubkan." Ucap luhan antusias yang menyebabkan baekhyun sedikit meng-o-kan mulutnya kaget dengan ucapan dan tatapan ganas luhan.
"dia salah satu teman pria terbaikku. Ya, teman pria terbaik yang aku punya sebenarnya. Dia selalu ada untukku, disaat aku harus menghadapi semua hubunganku yang buruk bersama pacarku. Dia selalu memberiku saran yang terbaik. Dia sangat cerdas. Dan ya, kau harus melihat saat chanyeol bersama dengan adiknya."ucap luhan sambil tersenyum.
"adiknya?" tanya baekhyun.
"ya, adiknya berumur 6 tahun, dan dia sangat menyayangi adiknya. Aku tak begitu tau apa yang terjadi pada keluarga chanyeol, tapi aku rasa adiknya sangat membutuhkan chanyeol. Kau tau chanyeol keluarga broken home dan dia tinggal bersama ibu dan adiknya."
"wow...info menarik luhan.." bekhyun menatap luhan. 'luhan sangat tau kehidupan chanyeol.' Pikir baekhyun.
"ya.." luhan tersenyum. Kemudian meneguk minumannya sekali lagi. " kau tau baekhyun, aku ingin bertanya suatu hal kepadamu, dan kau harus menjawabnya sebagai seorang pria." Ucap luhan.
baekhyun memutar matanya.. 'ya apa kau pikir aku seorang gadis? dasar, bodoh.' ucap baekhyun dalam hati.
"apakah semua pria kebanyakan egois?" tanya luhan.
"ya, kebanyakan." Jawab baekhyun singkat.
"oh damn. Aku sungguh sangat muak dengan semua keegoisan mereka kau tau. Bukan berarti aku menyamakanmu dengan meraka oke? Mereka semua penuh dengan omong kosong, dan, ya kau tau keinginan mereka tentang seks."
Baekhyun yang mendengar kalimat terakhir luhan menautkan kedua alisnya. 'wow, gadis ini benar-benar liar, aku harap chanyeol tidak akan pernah berkencan dan tidur dengannya.' Pikir baekhyun.'eh tunggu, siapa gadis yang dia maksud? apakah chanyeol sudah mengajaknya melakukan seks?' tanya baekhyun dalam hati.
"apa kita masih membicarakan chanyeol?" tanya baekhyun ragu.
"sehun, tuan penuh bualan oh sehun yang sedang kita bicarakan saat ini." Ucap luhan memutar kedua matanya malas.
"o...apa dia menjengkelkan?" tanya baekhyun.
"rajanya orang menjengkelkan di seluruh dunia. Dan kau tau apa yang paling menjengkelkan dari seorang oh sehun? Dia akan mengatakan kepada semua orang bahwa aku yang mengejar ngejarnya dan memohon mohon untuk menjadi kekasihnya. cih" ucap Luhan kesal.
"wow..." baekhyun hanya bisa menatap luhan miris.
"bodohnya aku yang sudah tau setiap gadis yang kencan dengannya pasti akan berakhir di ranjang, dan aku masih saja mau berkencan dengannya setelah tahu semua hal itu. Kau tau apa yang menyedihkan? Aku terbangun sendirian tanpa sehun di sampingku. Entahlah, cinta memang membutakan mata dan hati seseorang." Luhan menunduk.
"apa kau menyesal sekarang?" tanya baekhyun hati-hati.
"ya , sedikit ku rasa." Luhan tersenyum sambil memandang baekhyun, matanya berkaca kaca. " kau tau baek, jika aku bisa memutar waktu, aku tidak akan mau mengikuti ajakan kencan seorang oh sehun. Sehun adalah yang pertama bagiku, aku menjaga semuanya untuk yang terbaik, dan aku rasa sehun bukanlah orang yang tepat. Bodohnya aku yang malah menolak ajakan makan malam chanyeol." Luhan memandang kolam renang didepannya menerawang, begitupun baekhyun.
Baekhyun yang mendengar penuturan luhan merasa sedikit getaran dihatinya. Lebih tepatnya sebuah perasaan iri karena chanyeol mengajak luhan makan malam. Kemudian baekhyun bersyukur karena luhan sempat memilih sehun dan menolak ajakan chanyeol, setidaknya dia tidak makan malam dengan chanyeol dan tidak melakukan 'hal yang aneh' dengan Chanyeol.
"kau tau luhan..." baekhyun menghentikan ucapannya ketika melihat chanyeol sedang memandangnya. Entah kenapa ia merasa senang chanyeol memandangnya dengan tatapan intens. Hatinya bergemuruh, senang akan tatapan tajam chanyeol, disatu sisi merasa hangat. Hingga 30 detik sudah baekhyun dan chanyeol saling bertatapan dalam jarak yang cukup jauh, akhirnya baekhyun menyadari suatu hal. 'ya, aku rasa aku menyukai park chanyeol' batin baekhyun.
"tau apa baek?" tanya luhan yang sudah 15 detik menunggu baekhyun baekhyun melanjutkan kata katanya.
"eh, ne?" baekhyun balik bertanya.
Luhan mengerutkan kedua alisnya pertanda bingung. "bukankah kau ingin berkata sesuatu kepadaku?" tanya luhan.
"eh benarkah?" tanya baekhyun kikuk. "um aku rasa ya, tadinya aku ingin mengatakan sesuatu, tapi, poof, seketika semua itu hilang" ucap baekhyun sambil tersenyum kikuk. 'tidak mungkin aku mengatakan kalau aku menyukai chanyeol, dan kau gadis china dengan mata rusa, kembalilah dengan oh sehunmu dan jauh jauh dari chanyeolku' sambung baekhyun dalam hati.
"ya! Kau sungguh lucu baekhyun, itu hanya 15 detik yang lalu dan kau sudah lupa? Haha"luhan tertawa disamping baekhun. Baekhyun ikut tertawa canggung..
Disisi lain, park chanyeol yang sedari tadi duduk didepan kris, memandang lurus ke arah kolam renang. Disana dia melihat luhan dan baekhyun sedang berbincang. Chanyeol sangat penasaran dengan apa yang sedang dibicarakan dua orang itu. chanyeol terus memerhatikan gerak tubuh baekhyun. Bagaiman jari lentik baekhyun memegang gelas, surai coklat lembut yang tertiup angin, dan oh jangan lupakan bibir plum merah cherry itu yang terlihat basah. Entah kenapa chanyeol ingin menghampiri baekhyun dan menerkamnya saat itu juga, meskipun disebelah baekhyun ada seorang xi Luhan.
"ya, kau .." panggil kris. Chanyeol menoleh ke arah kris dan ke arah kanan dan kirinya. Chanyeol baru tersadar jika hanya tinggal dia dan kris saja disitu.
"ya?"
"jadi, dimana kau bertemu dengan pacarku?" tanya kris menyelidik.
"umm di sebuah club, lebih tepatnya di luar sebuah club." Ucap chanyeol.
"err, dia sangat manis bukan?" tanya kris sambil sedikit tersenyum bangga.
"emm ya." Jawab chanyeol singkat.
"ya, sangat sangat manis. Kau tau aku tidak berpacaran dengan mahasiswa apalagi seorang junior karena mereka semua sangat kekanakan dan labil. Tapi dia sangat berbeda. Baekhyun seolah menginspirasiku. Dan kau tau dia selalu membuat 'adikku' memberontak di bawah sini." Ucap kris pervert. " kami akan bercinta malam ini." Lanjutnya.
Chanyeol yang mendegar hal itu mendengus tidak suka. 'bajingan, kalau kau berani menyentuh baekhyun sedikit saja , tamat riwayatmu' geram chanyeol dalam hati.
"oh ya?" jawab chanyeol pura pura tidak peduli dengan ucapan kris barusan.
"ya, seharusnya kami sudah melakukannya akhir pekan kemarin tapi aku harus pergi keluar negri, dan aku rasa malam ini malam yang sangat tepat. Kami baru akan pertama kali ini melakukannya. Kau tau aku sangat tidak sabar. Aku sudah menunggu sangat lama untuk ini. Aku akan menjadi yg pertama untuknya" Ucap kris pervert, yang semakin membuat chanyeol mati matian menhaan emosinya untuk tidak meninju wajah tampan kris.
Chanyeol mengalihkan pandangannya dan berusaha menulikan pendengarannya ketika kris menceritakan apa saja yang ingin dia lakukan pada baekhyun, tentang bagaiman dia akan membuat baekhyun menungging dan menampar pantat bulat baekhyundan segala hal mesum lainnya. Chanyeol mengalihkan pandangannya ke arah kolam renang, dan disana terlihat kosong. Dua orang-luhan dan baekhyun- sudah tidak berada disana. Chanyeol terlihat kebingungan. Ia kemudian beranjak berdiri ingin mencari baekhyun didalam rumah. Meninggalkan Kris dan racuan mesumnya yang jika terus menerus Chanyeol dengarkan, akan membuat lelaki bernama Kris itu terkapar karena mendapat tinjuan dari Chanyeol.
Chanyeol mencari baekhyun seantero halaman belakang rumah jessica, dan setelah berkeliling rumah besar itu, chanyeol menemukan baekhyun yang sedang terduduk menghadap ke sebuah piano hitam diruang tengah rumah keluarga jessica. Chanyeol kemudian menghampiri baekhyun yang sedang memainkan pinao itu dan duduk disebelah baekhyun, membelakangi piano. Baekhyun yang menyadari kehadiran chanyeol disisi sebelah kananya menoleh ke arah chanyeol. Wajah mereka sangat berdekatan dengan jarak tidak lebih dari satu jengkal tangan orang dewasa. keduanya saling bertatapan dalam.
"kau tidak pernah bilang padaku kalau kau mempunyai seorang adik." Ucap baekhyun tiba tiba.
"aku kira aku belum sempat bilang." Balas chanyeol. Keduanya masih bertahan dengan posisi yang sama. " dia adik tiriku, setelah ibuku menikah lagi dengan ayah tiriku sekarang." Sambung chanyeol. Baekhyun yang mendengar itu mengehela nafasnya yang dengan tepat hembusannya mengenai rahang bawah chanyeol.
"um, kau tau chanyeol? Aku sudah memiliki gambaran tentang bagaimana kehidupanmu, dan keluargamu, dan ternyata semua itu salah. Dan aku merasa bodoh berpikir mengetahui tentangmu, setelah mengenalmu semalam saja." Jawab baekhyun yang kemudian menunduk. Baekhyun terlihat sedikit kesal namun semua itu malam membuat chanyeol semakin gemas pada baekhyun.
"baek?" panggil chanyeol. Baekhyun mendongakkan kepalanya ke arah chanyeol.
"jangan melakukan seks dengan kris!" ucap chanyeol yang dibalas dengan baekhyun yang mengerjapkan matanya dua kali. Baekhyun tak habis pikir dengan ucapan tiba tiba chanyeol. Baekhyun hanya mampu membuka dan menutup mulutnya tanpa bisa berkata apapun. Sungguh apa apan yang diucapkan Chanyeol barusan.
"oh tuhan, sungguh kris tidak bisa dipercaya." Ucap baekhyun kemudian. Sungguh baekhyun sangat malu, dan ingin menghantamkan kepalanya ke pianodidepannya.
"ya, kau tau itu, dan ku harap kau tidak menyerahkan dirimu padanya. Kau tidak boleh." Ucap chanyeol posesif.
"kenapa tidak boleh?" tanya baekhyun. Mukanya masih memerah.
"apa kau bercanda baek?" jawab chanyeol sedikit emosi. 'aku tidak akan rela memberikanmu pada bajingan semacam kris. ' batin chanyeol.
"kau tau, kris pacarku. Dan aku rasa keperjakaanku bukanlah sebuah harta karun yang harus terus menerus aku jaga sampai aku menemukan orang yang tepat. Karena didunia ini tidak ada orang yang tepat, yeol.' Ucap baekhyun yang teringat akan kejadian yang menimpa Luhan, kemudian menundukkan kepalanya. Ia saat ini benar-benar bingung dan kesal. Bingung akan sikap chanyeol yang melarangnya melakukan seks dengan kris dan kesal karena, entahlah ia hanya merasa kesal karena Kris yang bermulut besar dan mengatakan hal yang tidak sewajarnya kepada Chanyeol.
"baek, aku hanya tidak ingin kau menyesalinya" ucap chanyeol tulus.
"setidaknya aku akan melakukannya dengan pacarku. Dan aku tau itu aman karena aku punya salinan riwayat kesehatannya." Balas baekhyun. " jadi katakan padaku sebuah alasan kenapa aku harus menyesal melakukan seks dengan pacarku?" ucap baekhyun yang mentap chanyeol dengan mata berkaca kaca. Chanyeol tidak tahan melihat sesosok malaikat dihadapannya ini. Sungguh dia ingin memeluk namja mungil ini. Chanyeol sungguh tidak tega melihat Baekhyun yang menahan emosi dan air mata secara bersamaan. Chanyeol berpikir Baekhyun terlalu rapuh untuk menjadi mainan Kris.
"kau tau baek, aku tidak berhak melarangmu. Tapi aku mohon jangan lakukan dengan si brengsek kris." Ucap chanyeol.
"kau tau chan? Kau sedang jatuh cinta pada luhan. Ya, Xi Luhan, gadis China yang mempunyai mata rusa, kulit putih halus dan rambut panjang yang lembut, oh jangan lupakan kepopulerannya.. semua orang menginginkan apa yang dimiliki xi Luhan...Dan satu lagi, kau tau dia berkata dia menyesal kencan dengan sehun dan ingin memutar waktu agar bisa berkencan denganmu. Aku harap kau puas dengan itu, dan tolonglah...kau tidak perlu mengkhawatirkanku oke? Berkencanlah dan lakukanlah seks dengannya. Dan jangan pernah melarangku." Ucap baekhyun kesal bercampur emosi.
"kau tidak perlu marah marah seperti itu baekhyun."ucap chanyeol."dan ya, apa kau malah membandingkan dirimu dengan xi Luhan?" tanya chanyeol lagi.. "Em,,, ya dia memang cantik, tapi kau tak kalah cantik baek. Kulitmu juga halus.." ucap chanyeol yang tidak memperbaiki keadaan.
"ya tentu saja karena aku menjaganya, kau bisa tanyakan siapa pasien dengan urutan konsultasi nomer satu pada dokter kulitku.."ucap baekhyun emosi. mukanya memerah menahan kesal kepada chanyeol. chanyeol hanya tersenyum mendengar ucapan baekhyun.."intinya adalah kau menyukai luhan. aku tidak akan melarangmu berkencan dengan Luhan, jadi biarlah aku melakukan apapun dengan kris." Ucap baekhyun emosi.
Chanyeol menatap baekhyun yang bersungut sungut emosi, kemudian menampilkan smirknya. Satu hal yang disadari chanyeol dari semua ucapan baekhyun. Baekhyun cemburu! Ya, baekhyun cemburu kepada luhan.
"ya bodoh, kenapa kau tersenyum begitu eoh?" tanya baekhyun bingung karena chanyeol tak berhenti memudarkan evil smirknya.
"kau menyukai ku baekhyun." Ucap chanyeol percaya diri.
Baekhyun menahan nafasnya seketika, tidak percaya pada ucapan chanyeol.
"uh-oh, andwe.." ucap baekhyun sambil menggelengkan kepalanya. " kenapa kau percaya diri sekali?" baekhyun mendecih.
"ya. Aku hanya berkata. Kau tak usah gugup seperti itu.." balas chanyeol yang tak lepas memandang mata – dan bibir baekhyun- bergantian.
"jadi, bagaimana menurutmu? Apakah kau menyukaiku?" ulang chanyeol.
Chanyeol menatap intens baekhyun dalam jarak yang sangat dekat. Baekhyun merasakan hembusan nafas chanyeol mendekat kearahnya mulai menyentuh kulit wajahnya. Baekhyun merasakanhawa hangat diseluruh wajahnya. Ia merona menyadari jarak wajahnya dan wajah chanyeol semakin mendekat. Baekhyun menelan ludahnya kasar, merasakan tenggorokannya kering yang anehnya hanya bisa dihilangkan jika bibir tebal milik chanyeol menyentuh bibir plum cherry nya, sekarang, saat ini juga. Keduanya saling mendekatkan bibir... Baekhyun menutup matanya,merasakan bibir chanyeol yang mulai mendekat dan hembusan nafas chanyeolyang menerpa wajahnya...
"baek, ku rasa kita harus pergi dari sini"
.
.
.
.
.
TBC
Review juseyo readernim ^^gomawo and saranghae
a/n:
terimakasih untuk reviewnya di chap kemarin, dan mohon review untuk bekal author nulis chap selanjutnya yaa. ^^
to:
Park Beichan: hehe, entahlah nanti bakalan nc an ama siapa.. kkk~ tebak yaaa. gomawo reviewnyaa^^
sehunboo17: Luhan itu terombang ambing perasaanya sama kaya status kejelasan hubungan chanbaek. gomawo reviewnyaa^^
Leena Park: baekhyun emang uda ngasih nomernya tapi cuma beberapa awal aja karena keburu ngajakin chanyeol masuk ke kamar.. gomawo reviewnyaa^^
parkbaexh614: gomawo revienya ^^ini uda lanjut
