Chanyeol menatap intens baekhyun dalam jarak yang sangat dekat. Baekhyun merasakan hembusan nafas chanyeol mendekat kearahnya mulai menyentuh kulit wajahnya. Baekhyun merasa pans diwajahnya. Ia merona menyadari jarak wajahnya dan wajah chanyeol semakin mendekat. Baekhyun menelan ludahnya kasar, merasakan tenggorokannya kering yang anehnya hanya bisa dihilangkan jika bibir tebal milik chanyeol menyentuh bibir plum cherry nya, sekarang, saat ini juga. Keduanya saling mendekatkan bibir...

"baek.. kurasa kita harus pergi dari sini!"

.

.

-CH 4-

-i think, i truly, madly, crazy, deeply in love with you. In love with you-

.

Baekhyun yang mendengar namanya dipanggil sontak menarik wajahnya mundur dari hadapan Chanyeol. Chanyeol menggeram pelan, matanya menutup tanda tak suka ada seseorang yang menginterupsi kegiatannya dengan Baekhyun. ' Damn, kenapa harus saat ini, sialan?' batin Chanyeol.

Baekhyun panik dan membulatkan kedua matanya saat ini, karena Kris sedang berada di belakang Chanyeol dengan tatapan penuh emosi. 'Bodoh kau baekhyun, kenapa kau sempat sempatnya akan berciuman dengan Chanyeol sedangkan pacarmu ada disini?' rutuk Baekhyun dalam hati.

"Byun Baekhyun! Aku bilang. Pulang. Sekarang!" bentak Kris yang melihat Baekhyun masih bergeming dihadapan Chanyeol.

"Um-Ba-baik Kris." Ucap baekhyun terbata, kental akan kegugupan setelah mendengar seorang Kris membentaknya dihadapan Chanyeol. Kemudian tanpa harus menunggu lebih lama Baekhyun beranjak berdiri dan mendekat ke arah Kris. Chanyeol hanya bisa diam dan masih memunggungi Kris dan Baekhyun. Ia tak tahu harus berbuat apa, disatu sisi Chanyeol tidak ingin Baekhyun pergi, namun Chanyeol juga merasa tak tau diri dengan sikapnya yang akan mencium Baekhyun.

"Kris..a-apa kau baik-baik saja? Wa-wajahmu terlihat sangat merah. A-apa kau mabuk?" tanya baekhyun yang melihat raut merah padam Kris. Chanyeol kemudian memberanikan diri menoleh menatap wajah Kris, hnaya sekedar memastikan apakah Kris benar benar mabuk.

"um, jika kau mabuk aku bisa memberi tumpangan pada kalian." Ucap Chanyeol menawari. Sekedar basa basi untuk rasa tidak enaknya pada Kris dan juga ketidak relaannya jika harus melihat Baekhyun dibawa pergi oleh seorang yang sedang dalam keadaan mabuk.

"brengsek, urus saja masalahmu sendiri!" bentak Kris yang semakin terlihat emosi.

Chanyeol tidak terima dengan bentakan dari Kris. Tanpa menunggu banyak waktu, Chanyeol tersulut emosi. Ya, emosi karena Kris telah mengganggu acara-mari kita berciuman Baekhyun- dan sekaang seorang Park Chanyeol harus mendengar bentakan dari seorang Kris? Ayolah. Mereka sama sama pria, dan tidak ada pria yang santai santai saja bila ada pria lain yang membentaknya. Itu ajakan perang.

"kau tau apa yang kupikirkan, Kris-ssi?" tanya Chanyeol seraya mendekat ke arah Kris, dengan wajah yang mati matian menahan emosinya agar tidak meledak di hadapan Baekhyun. "aku sudah mengatakan namaku PARK CHANYEOL, dan jika kau berani mengubah namaku menjadi 'brengsek' kusarankan kau mulai mengganti namamu menjadi 'bajingan' karena aku sudah muak dengan omong kosongmu." Ucap Chanyeol.

Kris tak tinggal diam, Kris semakin tersulut emosi dan tangannya mengepal bersiap memukul Chanyeol. Dan.. Buggggh...Rahang tegas Chanyeol mendapatkan hadiah bogem mentah dari Kris. Chanyeol tersungkur menabrak piano yang ada dibelakangnya.

"OMO, Kriss, apa yang kau lakukan?" pekik baekhyun kaget melihat Chanyeol yang jatuh di sebelahnya. Kedua tangan baekhyun menutup mulutnya kaget akan perlakuan Kris kepada Chanyeol.

"Chanyeol, kau baik baik saja?" ucap baekhyun panik yang kemudian membantu Chanyeol untuk berdiri. Chanyeol menyeringai, kemudian ia bangkit dan memegangi rahangnya yang terasa linu akibat hantaman tangan kris.

"Akhh..Aku baik baik saja Baek." Ucap Chanyeol. Chanyeol menatap Kris dengan mata berapi menandakan emosi yang sudah tidak bisa dia tahan lagi. Tanpa diduga Chanyeol membalas kris dengan satu pukulan di rahang kanan Kris, namun Kris berhasil menghindar dan balik menyerang Chanyeol. Sekali lagi Chanyeol terlambat menghindar dan mengakibatkan bibir di bagian sudutnya robek mengeluarkan darah segar. Chanyeol kali ini tersungkur dan kepalanya terbentur meja kecil di dekat piano. Beberapa orang sudah datang ke ruangan itu dan melihat kekacauan itu. baekhyun kaget dan dengan segera menghampiri kris, dan menamparnya.

"apa yang kau pikir sedang kau lakukan, huh?" bentak baekhyun dengan mata berkaca kaca kepada Kris. Kris tak menghiraukan baekhyun, Ia sedang dilanda emosi saat ini dan satu satunya yang terpikirkan adalah menghabisi Chanyeol.

"YAK! BAJINGAN APA YANG KAU LAKUKAN PADA SAHABATKU? AKAN KUBUNUH KAU" Teriak Jongin yang tak terima dengan apa yang terjadi pada sahabatnya. Kyungsoo menahan Jongin agar tidak memukul Kris.

"KYAAAAA- Apa yang terjadi?" teriak Jessica. " Ya, Kalian berdua pergi dari rumahku!" bentak jessica pada baekhyun dan Kris.

Luhan yang ada disamping Jessica, kaget melihat Chanyeol tersungkur dilantai dan segera menghampiri Chanyeol ketika melihat darah disudut bibir Chanyeol. Luhan, menyeka darah itu dan membimbing Chanyeol untuk berdiri dan segera pergi dari tempat itu. Baekhyun yang melihat itu hanya bisa menahan gemuruh api cemburu dihatinya dan rasa malu yang menjadi satu. Tanpa banyak berpikir, baekhyun secepat kilat menarik Kris pergi dari rumah itu setelah meminta maaf dan membungkukkan badannya ke pada Jessica dan semua orang didalam ruangan.

"Maafkan kami, kami mengacaukan pesta kalian. Sekali lagi aku sungguh sungguh meminta maaf." Ucap Baekhyun sambil membungkuk dalam. Kemudian mereka berdua pergi meninggalkan rumah itu.

"Shit, seharusnya memang kita tidak pernah kesini!" geram Kris sambil berlalu dari ruangan itu, mengekor dibelakang Baekhyun dan membanting pintu rumah Jessica.

.

Chanyeol keluar dari kamar mandi di kamar tamu jessica. Luhan sengaja masuk kesitu setelah ia meminta ijin kepada Jessica untuk meminjam ruangan kamar tamu agar Chanyeol bisa beristirahat. Chanyeol duduk di sisi ranjang besar berukuran queen size itu yang kemudian disusul Luhan duduk disisinya. Luhan untuk mengompres rahang Chanyeol yang lebam dengan seplastik gel dingin. Chanyeol meringis merasakan dingin yang menyelimuti perih dan ngilu di rahangnya. Chanyeol memperhatikan Luhan yang serius mengompres rahang Chanyeol. Luhan yang merasa diperhatikan, mengalihkan pandangannya dari rahang Chanyeol menuju mata Chanyeol. Luhan tersenyum sangat cantik.

"Apa masih terasa sakit?" tanya Luhan yang masih tetap mengompres lebam di rahang Chanyeol.

"Akh..ya, tapi sudah lebih baik." Ucap Chanyeol.

"aku akan mengambilkan minum. Pegang ini." Perintah Luhan kepada Chanyeol yang kemudian mengambil kompres yang diberikan Luhan kepadanya. Tak sengaja keddua tangan itu bersentuhan. Luhan tersenyum dan mengelus punggung tangan Chaneyol, kemudian berjalan menuju meja didekat pintu kamar mandi diruangan itu dan mengambil segelas air putih untuk diberikan kepada Chanyeol.

"Terimakasih , Lu." Ucap Chanyeol. Chanyeol meneguk air minum itu sampai habis dan kemudian meletakkan gelasnya di lantai.

"chanyeol aku ingin kau tau sesuatu...emmm... Saat di club, aku tidak berniat meninggalkanmu dan pergi dengan Oh Sehun." Ucap luhan menunduk. Chanyeol hanya diam dan memandang Luhan, namun tak mau menanggapi dan masih mendengarkan.

"ya aku memang sempat berkencan dengan Oh sehun, hanya beberapa jam setelah dia mengajakku bermalam di apartemennya. Aku harap kau tidak merasa jijik denganku Chan."

"hey, aku tidak akan pernah menanggapmu begitu." Ucap chanyeol lembut.

Luhan mendongakkan wajahnya memandang chanyeol. "umm, kau tau sebenarnya aku tertarik dengamu,, aku berkencan dengan oh sehun hanya untuk mempersiapkan diri agar tidak terlihat polos dihadapanmu." Jujur luhan. Chanyeol kaget dengan pernyataan luhan dan segera berdehem untuk menetralkan kekagetannya.

Chanyeol memerhatikan Luhan yang sekarang wajahnya memerah dan mulai sedikit lebih mendekat ke arah Chanyeol. Ya, gadis ini sungguh sangat mempesona, pikirnya. Tanpa disadari kedua tangan Luhan mulai menangkup pipi Chanyeol dan dalam sekali tarikan Luhan menempelkan bibir Chanyeol dengan bibirnya. Chanyeol hanya diam tidak membalas. Luhan mulai melumat bibir Chanyeol lembut. Chanyeol yang merasakan hal itu, langsung memejamkan matanya ikut melumat bibir plum milik Luhan. Pagutan demi pagutan tercipta di kedua bibir yang saling menyatu itu, merasakan bagaimana basah dan lembutnya bibir milik orang didepannya. Tanpa disadari tangan Chanyel bergerak menuju pinggang Luhan. Mengusap pinggang luhan lembut. Tangan chanyeol yang satunya bergerak menuju tengkuk Luhan. Luhan masih saja melumat bibir Chanyeol dan dengan sengaja menggigit bibir bawah Chanyeol untuk mencari celah masuk kedalam rongga mulut Chanyeol. Chanyeol yang merasakan bibirnya digigit oleh Luhan, langsung membelalakan matanya dan teringat akan luka di sudut bibirnya.

Bukan luka yang membuat chanyeol terbelalak, namun penyebab terjadinya luka di bibirnya. Ya, Chanyeol teringat akan Baekhyun. 'hey Park, kenapa kau malah memikirkan baekhyun? Bukannya kau menyukai luhan? Dan sekarang gadis itu sedang menciummu. Apa yang kau pikirkan? Kenapa kau tidak merasa senang? kenapa kau malah merasa bersalah?'pikir chanyeol. Terakhir yang chanyeol lihat adalah baekhyun pergi bersama dengan Kris yang sedang emosi dan mabuk. Ia takut terjadi apa apa terhadap baekhyun. Chanyeol merasa sangat khawatir dan gejolak dihatinya mengatakan untuk pergi menyusul baekhyun-nya. Dengan cepat Chanyeol melepaskan tautan bibirnya dengan Luhan.

Luhan kaget ketika dengan sedikit kasar chanyeol menarik kepalnya menjauh. "uh,, maafh, Chan.. aku tidak sengaja." Ucap Luhan menunduk malu. " aku rasa aku sedikit mabuk" lanjutnya.

"Tak apa Lu, ku rasa kau harus beristirahat." Ucap Chanyeol kemudian membaringkan Luhan ke atas ranjang dan menutupi tubuh mungil itu dengan selimut dan mengecup dahi luhan sekilas. Luhan hanya mentap Chanyeol sendu.

"apa kau tidak menyukaiku, Chan?" tanya Luhan yang masih mempertahankan wajah sendunya.

"aku menyukaimu. Tapi itu sebelum aku bertemu dengan seseorang, Lu. Dan aku rasa kau hanya sedang bingung karena masalahmu dengan Oh Sehun." Balas Chanyeol.

"apa kau marah padaku karena aku menolak ajakanmu untuk makan malam dan malah pergi berkencan dengan Sehun?" tanya Luhan sedikit merasa kecewa.

Chanyeol tersenyum. "tidak Lu, aku tidak marah akan hal itu, meskipun sedikit kecewa tapi aku berusaha untuk mengerti. Kau tau aku tidak akan pernah bisa marah kepadamu. Kau sangat berarti bagiku. Tapi aku tau kau tidak menyukai ku dalam konteks yang lain. aku tau kau sangat mencintai oh sehun, dan aku err, aku rasa aku menyukai orang lain Lu" luhan yang mendengar itu meneteskan air matanya dan memeluk chanyeol.

"maafkan aku Chan, aku sungguh bodoh." Isak luhan dalam pelukan chanyeol. "apa dia baekhyun?" tanya luhan. Chanyeol hanya tersenyum dan mengelus rambut panjang luhan.

"Tidurlah, agar kau lebih tenang. Dan berhentilah menangis kalau tidak ingin mata cantik rusamu berubah menjadi mata panda besok. Aku harus pergi sekarang." Ucap Chanyeol lembut kemudian pergi meninggalkan Luhan yang masih menangis.

.

23.15 KST

"ya park chanyeol kenapa kau sungguh idiot? Bisa bisanya kau mengatakan kalau baekhyun menyukaimu?" gumam chanyeol seorang diri didalam mobilnya.

Chanyeol mengendarai mobilnya membelah jalanan yang sudah cukup sepi. Chanyeol tidak tahu akan kemana, satu satu nya tujuan yang ia miliki adalah menemukan baekhyun. Ya, ia harus menjelaskan suatu hal pada baekhyun, dan meminta maaf tentunya.

Drrt..drtt..drrrrt..

Ponsel dijok samping chanyeol bergetar menandakan ada sebuah pesan masuk. Chanyeol melirik ke arah ponselnya dan dengan segera mengambil ponsel itu kedalam genggamannya.

[From: Byun Baekhyun]

Bisakah kau menjemputku didepan rumahku sekarang, Chan?

Chanyeol yang membaca pesan singkat dari baekhyun terseyun dan segera membalas 'ok' dan dengan segera menginjak pedal gas dan melesat menuju rumah baekhyun.

Lima belas menit berlalu dan Chanyeol sampai didepan rumah baekhyun. Bekhyun menunggu didepan rumahnya sambil berjongkok dan melipat kedua tangannya diatas lututnya. Baekhyun yang mendengar suara mobil berhenti didepannya langsung mendongak dan melihat chanyeol yang sedikit berlari keluar dari mobil dan menghampiri baekhyun.

"Baekhyun, apa kau baik baik saja?" ucap chanyeol terdengar khawatir.

Baekhyun berdiri dan tersenyum memandang Chanyeol.

"aku ingin berjalan jalan Chanyeol, apa kau mau menemaniku?" tanya baekhyun.

Chanyeol tersenyum dan menganggukan kepalanya. Baekhyun balas tersenyum lebih senang.

"baiklah kajja" ucap chanyeol sambil menarik tangan baekhyun dan menuntunnya masuk kedalam kursi penumpang mobilnya.

Didalam mobil keduanya tidak saling bicara, hanya diam. Baekhyun yang diam dan hanya memandang keluar jendela, sedangkan chanyeol fokus mengendarai mobilnya, satu tangannya ia letakkan di pahanya setelah mengganti gigi dan menambah kecepatan laju mobilnya. Bukan chanyeol mendiamkan baekhyun, chanyeol hanya merasa gugup dan sedang menunggu baekhyun untuk memulai pembicaraan. Chanyeol akui ia masih sungkan jika mengingat kejadian dirumah Jessica tadi.

Baekhyun menoleh ke arah depan. Menarik nafasnya panjang kemudian mengeluarkannya lewat bibir tipisnya. Sedetik kemudian ia menatap chanyeol. Baekhyun merasa jantungnya berdetak dua kali lebih cepat sekarang hanya karena menatap wajah chanyeol. Chanyeol terlihat sangat tampan meskipun ada bekas lebam di sudut bibirnya. Seketika hati baekhyun mencelos. Ingin sekali dia mengusap luka di wajah chanyeol dan mencium luka itu agar sakit yang dirasakan chanyeol berkurang. Baekhyun menurunkan pandangannya dan melihat tangan chanyeol yang terkulai diatas paha seksi chanyeol. Baekhyun menarik nafasnya sekali lagi, lebih panjang. Dan saat ia sudah merasa jantungnya lebih normal, ia meraih tangan chanyeol. Menggenggamnya dan meletakkan tautan telapak tangan itu diatas paha baekhyun. Jari baekhyun mengusap usap lembut punngung telapak tangan chanyeol. Ya baekhyun merasa nyaman seperti ini. Chanyeol yang menyadari tangannya digenggam oleh baekhyun tersenyum tanpa mengalihkan pandangannya.

"aku putus dengan Kris." Ucap baekhyun yang membuat chanyeol menoleh ke arah baekhyun.

Chanyeol yang mendengar pernyataan baekhyun mengulum senyumnya. Baekhyun melirik Chanyeol dari sudut matanya dan sedikit mengernyit. " aku tidak melakukan ini karenamu." Ucap baekhyun yang masih menggenggam telapak tangan chanyeol.

"heumm, ya.." ucap chanyeol menetralkan wajahnya tapi malah terlihat sedikit aneh (?)

"tapi itu bukan berarti kau tidak salah." Ucap baekhyun yang kemduian menoleh ke arah Chanyeol. "kalian berdua bertengkar dan aku tidak suka dengan sikap kris yang menghajarmu. Aku minta maaf untuk itu, dan kau, kau juga harus meminta maaf padaku karena membuatku menjadi menyukaimu." Ucap baekhyun.

"aku minta maaf." Ucap chanyeol singkat dan tersenyum ke arah baekhyun."apa kau benar menyukaiku? " tanya chanyeol.

"ehhem." Gumam baekhyun. " tapi kau menyukai Luhan." Ucap baekhyun.

Chanyeol kembali menoleh ke arah baekhyun. " ya awalnya begitu, tapi setelah malam dilorong itu aku rasa aku sedang tertarik dengan pria manis disampingku ini." Ucap Chanyeol yang membuat pipi baekhyun merona.

"apa kau yakin?" tanya baekhyun.

"apa kau perlu bukti? Aku rasa seorang byun baekhyun tidak perlu sebuah bukti jika park chanyeol menyukainya. Aku bahkan hampir menciummu saat dirumah jessica." Ucap Chanyeol.

Baekhyun tersenyum dan memandang chanyeol.

"aku rasa kita saling menyukai." Baekhyun mengulum senyum. " tapi bukan berarti aku bisa langsung berpacaran denganmu."

Chanyeol terlihat sedikit ragu, "umm oke. Jadi.."

"kau tau chan, aku takut jika ini hanya perasaan sesaat. Aku takut jika besok ketika aku terbangun dari tidurku aku sudah tidak merasakan perasaan ini." Ucap baekhyun semakin mnegeratkan genggaman tangannya.

"kita pelan-pelan saja oke? Tidak usah terlalu terburu buru. Mari kita yakinkan perasaan kita masing masing dan lebih saling mengenal lagi." Ucap chanyeol meyakinkan baekhyunnya.

"terimakasih chanyeol." Baekhyun dan chanyeol saling bertatap untuk beberapa detik sebelum chanyeol kembali fokus menyetir.

Baekhyun tersenyum dan melepaskan tautan tangannya dengan chanyeol. Tak sampai satu detik tangan chanyeol balik menggenngam tangan telapak tangan baekhyun dan sekarang kedua telapat tangan itu saling bertautan. Sangat pas dan terasa hangat. Baekhyun merasa nyaman berada dalam genggaman chanyeol. Baekhyun mengangkat telapak tangan chanyeol dang mengecup punggung tangan chanyeol. Menempelkan bibir tipisnya pada telapak tangan itu, mengecup lembut dan menghirup aroma kulit chanyeol. Sungguh membuat baekhyun merasakan nyaman. Baekhyun menempelkan punggung tangan chanyeol ke pipi gembil baekhyun dan merasakan kehangatan chanyeol. Baekhyun kembali mencium punggung tangan chanyeol dan sedikit memainkan hidung bangirnya disitu. Chanyeol yang tersenyum melihat tingkah lucu baekhyun.

Tiba tiba baekhyun berteriak dan melepaskan genggaman tangannya dan chanyeol. Baekhyun menutup mulutnya dan matanya berkaca kaca ketika melihat pemandangan diseberang jalan. Chanyeol mengikuti arah pandang baekhyun dan menemukan sebuah kecelakaan lalulintas yang membuat sebuah mobil terbalik. Keadaan begitu hiruk pikuk dan kacau. polisi mengatur lalu lintas dan mobil ambulans yang membunyikan sirinenya. Baekhyun menahan tangisnya masih dalam keadaan syok. Chanyeol yang melihat baekhyun segera melajukan mobilnya agar menjauh dari sana.

"chan, aku rasa aku tidak baik-baik saja." Ucap baekhyun yang air matanya sudah membasahi mata dan pipi gembil baekhyun. chanyeol segera melajukan mobilnya dan berhenti di area parkir sebuah rest area. Baekhyun langsung berlari keluar dari mobil chanyeol dan menumpukan tangannya pada lututnya.

Chanyeol langsung berlari menyusul baekhyun. Chanyeol kaget melihat baekhyun yang sudah terisak dan nafasnya berlomba dengan isakannya.

"baek..." baekhyun yang mendengar panggilan chanyeol menegakkan badannya dan menatap chanyeol dengan wajah terisaknya.

"hikss, ma-maafkan aku ..hikss.. chan..."isak baekhyun.

"apa kau bercanda baek? Jangan pernah meminta maaf padaku. Kau tidak salah apapun." Ucap chanyeol lembut.

"aku..hiks.. aku tidak tau.. hiks... kenapa aku seperti ini,hiks... tapi kecelakaan tadi hiks...mengingatkanku pada kedua orangtuaku chan. Hikss..." ucap baekhyun yang semakin terisak.

"hey baek.. lihat aku.. aku disini. Kau tidak sendirian. Kau masih punya aku dan hyung dan noonamu." Ucap chanyeol yang membuat baekhyun sedikit berlari dan memeluk chanyeol erat..

Chanyeol membalas pelukan baekhyun. Chanyeol mengelus punggung baekhyun mencoba menenangkan pria mungilnya.

"aku tidak tau chan..hiksss. terkadang semuanya terasa begitu ."baekhyun masih terisak dalam pelukan chanyeol.

"shhhh.. tenanglah... semua akan baik baik saja. Oke. Percaya padaku." Ucap chanyeol. Chanyeol mencium pucuk kepala baekhyun mencoba menyalurkan kehangatan lewat kecupannya agar baekhyun berhenti terisak. Baekhyun sedikit berhenti dari isakannya dan melepaskan pelukannya dari tubuh chanyeol.

" aku tau kau seorang yang kuat baek.. dan kau tak akan pernah sendirian. Aku akan selalu menjagamu, oke? Jadi tenanglah, sayang. Percaya padaku." Ucap chanyeol lembut.

Baekhyun memandang chanyeol dengan wajah merah dan mata sembab. Tanpa chanyeol sadari baekhyun langsun mencium bibir chanyeol. Kedua tangan baekhyun menangkup leher jenjang chanyeol sebagai tumpuannya.

Chanyeol terbelalak kaget ketika baekhyun menciumnya. Tapi kemudian chanyeol memejamkan matanya dan membalas ciuman baekhyun. Kedua tangan chanyeol menarik pinggang baekhyun dan menempelkan ke tubuhnya. Kini kedua tubuh itu menempel tanpa ada jarak satu centi pun. Baekhun melumat bibir chanyeol dan chanyeol membalas lumatan baekhyun. Tangan chanyeol bergerak menuju tengkuk baekhyun dan menekan kepala baekhyun agar semakin memperdalam ciumannya dengan chanyeol.

Baekhyun merasakan perutnya tergelitik karena ciuman chanyeol. Baekhyun merasakan ada berjuta kupu kupu yang terbang didalam perutnya mendesak ingin keluar lewat perutnya. Sesuatu yang tidak pernah ia rasakan pada saat bersama kris. Baekhyun terbuai oleh lumatan dan kecupan chanyeol.

"..mmmphh, eungghh.." baekhyun melenguh kecil. Chanyeol memutus pagutannya bersama baekhyun. Baekhyun dan chanyeol saling berpandangan tanpa membuat jarak diantara tubuh mereka, kedua kening mereka saling menempel. Chanyeol memandang bibir plum baekhyun yang sekarang terlihat sangat basah karena saliva milik chanyeol.

Baekhyun mengusapkan jempolnya pada bekas luka dibibir chanyeol.

Cup...baekhyun mengecup bekas lebam itu sekilas. Chanyeol kembali memejamkan matanya. Merasakan kelembutan bibir milik baekhyun yang membuatnya ingin melumatnya lagi dan lagi.

"aku mencintaimu.. byun baekhyun..." ucap chanyeol yang masih memejamkan matanya.

Baekhyun kembali mengecup bibir chanyeol. "ehem.. aku tau, park chanyeol." Ucap baekhyun.

Chanyeol membuka matanya dan mengecup kening baekhyun sekali. Chanyeol kemudian mengajak baekhyun untuk kembali ke dalam mobil dan pulang dengan melewati jalan yang berbeda.

Setelah sampai didepan rumah baekhyun, chanyeol membukakan pintu mobil untuk baekhun. baekhyun keluar dengan wajah yang merona.

"terimakasih, chaniee.." ucap baekhyun yang masih menampilkan rona merah padam di pipinya.

"kembali kasih, sayang.." ucap chanyeol kemudian mengecup kening baekhyun dan menyuruh baekhyun masuk kerumah.

Baekhyun melambaikan tangannya ke arah chanyeol dan berlari menuju halaman rumahnya. Chanyeol bersender pada mobilnya menunggu baekhyun masuk sampai kedalam rumah, namun baekhyun memutar badannya dan berlari menuju chanyeol dan mencium bibir chanyeol lagi...

"..eungghh.." baekhyun melenguh ketika chanyeol menggigit lembut bibir bawah baekhyun membuat chanyeol dengan leluasa memasukkan lidahnya kedalam rongga mulut baekhyun. chanyeol menjilat lidah baekhyun dan membuat baekhyun merasa lemas seketika.

"...engh..chan..." baekhyun melingkarkan tangannya di leher chanyeol. Kakinya sungguh terasa lemas dan jangan lupakan kupu kupu diperutnya yang memberontak ingin terbang keluar. Chanyeol terus saja mengulum bibir baekhyun dan memainkan lidahnya untuk menjilati lidah baekhyun.

"emmp..chan...akuhh...mppph...rasah..aku..eungh..harus...mh..segera..masukh..eungh" racau baekhyun disela lenguhannya karena ya chanyeol tidak berhenti menggoda baekhyun.

Chanyeol melepaskan ciumannya dan mencium hidung baekhun. "ne...masuklah udara sudah semakin dingin." Ucap chanyeol didepan bibir baekhyun. Baekhyun yang kehabisan nafas terengah didepan bibir chanyeol, merasa hangat terkena terpaan nafas chanyeol.

Baekhyun mengecup bibir tebal chanyeol sekali lagi.."ne..selamat malam chanyeol." ucap baekhyun kemudian.

"selamat malam, sayang." Balas chanyeol. Baekhyun kembali tersipu kemudian berlari masuk kedalam rumahnya.

.

.

July, 24 , 2015

16.00 KST

[From: Park Chanyeol]

Chagi..apa kau sedang sibuk?

[To: Park Chanyeol]

Sedang mengerjakan tugas dari dosen. Aku merindukanmu, chaniee.. ^^

[From: Park Chanyeol]

Apa aku mengganggu? Baiklah kerjakan tugasmu dan kabari aku jika sudah selesai. Aku akan menelponmu, sayang. FIGHTING, URI BABY BYUN ^3^

Baekhyun tersenyum melihat pesan yang dikirimkan Chanyeol, ia kemudian menekan dial number chanyeol dan menelpon chanyeol.

"yoboseo..."

"Yoboseo Chanieee.."

"apa kau sudah meyelesaikan tugasmu sayang?"

"uhm.. belum. Tapi aku sudah sangat merindukanmu,.."

"selesaikan tugasmu dulu, aku tidak akan mengganggu. Setidaknya untuk 15 menit kedepan. Kkk~"

"ya! Apa kau sedang berada diluar? Aku mendengar suara anak anak."

"ya,, aku sedang di taman bersama jungkook. Kemarilah temani kami. Aku sedikit kesusahan mengurusnya"

"ya! Kau ini hyung tidak berguna...dan ya..emm...aku tidak ingin mengganggu waktu berharga kalian. Aku akan menyelesaikan tugasku kalau begitu."

"yaa bilang saja kau sudah rindu dengan suaraku kan, baby byun?"

"cih... ya kau benar tuan park.. sudah aku matikan ya.."

"kkk~ baiklah. Segera selesaikan tugasmu. Chuu, baekii."

PIPP...

Bekhyun mematikan sambungan teleponnya. Ia kemudian bangkit dari duduknya dan berjalan menuju dapur untuk mengambil beberapa snack. Saat akan menuju dapur baekhyun melihat hyung dan noonanya berpakaian rapi seperti akan pergi kesebuah pesta..

"umm, kenapa kalian berpakaian seperti itu?" tanya baekhyun heran.

"umm kami membuat aturan baru bahwa setiap makan malam kita harus memakai setelan pesta." ucap Xiumin sarkastik.

"wow... aku tidak pernah tau akan hal itu" ucap Baekhyun sedikit heran. "Ada apa sebernanya, hyung?" tanya Baekhyun lagi

"uh.. kami akan pergi ke pesta amal milik temanku." Ucap jongdae.

"ya baekhyun, apa kau pernah mendengarkan aku ketika kau berbicara kepadamu? Aku sudah mengatakan tentang acara ini seminggu yang lalu." Ucap xiumin kesal. Baekhyun hanya mengangguk angguk tanda tak ingat noonanya ini pernah mengatakan hal semacam pesta amal.

"apa aku harus ikut kalian?" tanya baekhyun lagi.

"umm tak usah. Akan terlambat jika harus menunggumu bersiap siap. Jadi kau tidak apa kan jika dirumah saja?" tanya jongdae.

"emm oke..." ucap baekhyun mengangguk lagi.

"aku sudah menyiapkan makan malammu di kulkas. Kau tinggal memanaskannya di microwave jika ingin makan malam. Dan satu hal lagi.. apa kah aku sudah terlihat cantik?" tanya noonanya..

"kau yang paling cantik dirumah ini, noona, setelah aku pastinya.." kata baekhyun yang kemudian berlari menuju dapur.

.

Didapur baekhyun teringat akan satu hal, dia akan dirumah sendiri malam ini. Setidaknya sampai jam 12 malam. Baekhyun ingin mengundang chanyeol kerumahnya. Ia kemudian segera berlari menuju kamarnya dan menelpon chanyeol..

"Chanie.. apa kau sudah pulang?"

"yaa, aku sedang di jalan menuju rumah. Ada apa baek? Apa kau sudah merindukanku lagi?"

"ya! Bodoh. Aku hanya ingin mengundangmu kerumahku malam ini. Hyung dan noonaku sedang pergi ke pesta amal. Apa kau mau menemaniku?"

"emm pesta amal? Apakah kau sendirian dirumah? Baiklah aku akan kesana 1 jam lagi."

"baiklah. Aku tunggu."

Baekhyun mematikan teleponnya dan berlari menuju kamar mandi. Entah kenapa ia merasa gugup. Ia kemudian memilih mandi agar rasa gugup nya menghilang.

.

Chanyeol yang mendapatkan undangan untuk pergi kerumah baekhyun menyeringai mesum. Ia bergegas melajukan mobilnya agar cepat sampai rumah. Setelah sampi rumah ia berlari menuju kamar mandi dan segera membersihkan dirinya agar tampil tampan dan mempesona didepan baekhyun.

Chanyeol duduk didepan meja belajarnya. Memandang sebuah bungkusan silver kecil. 'apa aku harus membawa ini? Uh tapi aku tidak ingin baekhyun berpikir buruk tentangku. Tapi ini kesempatan bagus, baekhyun dirumah sendirian kan..' pikirnya. Kemudian chanyeol mengambil sebuah botol kecil berwarna biru dan menaruhnya didalam kantong celananya. 45 detik kemudian chanyeol kembali kekamarnya dan menaruh botol kecil itu di meja dan segera menuju rumah baekhyun.

.

.

Rumah baekhyun

45 menit kemudian..

Baekhyun menunggu chanyeol didalam kamarnya. Ia menggunakan kaos tanpa lengan berwarna biru dongker dan sebuah american apparel berwarna putih yang membuat pahanya putih mulusnya terekspos...

Baekhyun berulang kali menarik nafas panjang,. Entah kenapa ia merasa sangat gugup hanya karena chanyeol ingin berkunjung ke rumahnya. 'hey, chanyeol hanya akan menemaniku menonton tv bukan akan bercinta denganku, jadi aku tak harus gugup seperti ini.' Pikir baekhyun. Tak beberapa lama baekhyun mendengar suara bel pintu dan segera berlari untuk membukakan pintu. Ia yakin itu pasti chanyeol.

"hey baek..." ucap chanyeol dengan senyum bodoh diwajahnya. Chanyeol membawa sebuah kardus dalam dekapannya.

"hey, masuklah. Dan apa itu?" tanya baekhyun.

"uhh bisa kita letakkan ini dulu? Ini berat .." ucap chanyeol yang kemudian masuk kedalam rumah baekhyun.

"umm letakkan dikamarku saja..ayoo" ucap baekhyun yang kemudian mengajak chanyeol masuk menuju kamarnya.

Setelah sampai di kamar baekhyun, chanyeol meletakkan kardus yang ia bawa. " aku membeli ini di toko buku yang biasa aku kunjungi. Semoga kau suka." Ucap chanyeol sambil menggaruk tengkuknya.

Baekhyun langsung berjongkok dan membuka kardus itu, dan melihat banyak majalah klasik berwarna warni. Baekhyun membulatkan mulutnya kaget.

"uh, aku harap kau suka baek, aku tidak tau harus memberimu apa.. umm aku pikir kau senang membuat kolase dan aku rasa—" belum sempat menghentikan kalimatnya, chaenyol terhentak satu langkah kebelakang karena baekhyun sudah memeluknya erat.

baekhyun merasa sangat bersyukur memiliki chaneyol sebagai kekasihnya. dia tidak menyangka bahwa chanyeol akan melakukan hal hal kecil yang terdengar konyol, namun menurut baekhyun itu adalah sesuatu hal yang klasik yang romantis yang selalu diinginkan oleh baekhyun. ya... baekhyun mungkin terlihat naif dan klise, namun ia sadar jika kebahagiaan kecil yang diberikan oleh chanyeol membuat nya sangat sangat jatuh cinta kepada chanyeol. ya, baekhyun memilih untuk mencintai chanyeol, mempercayakan hatinya pada chanyeol, dan menikmati segala kebahagian kebahagian kecil yang diciptakan chanyeol. baekhyun seketika merasakan hangat dalam hatinya.

"kau tau Chanyeol? i think, i truly, madly, crazy, deeply in love with you. In love with you. Aku tidak menyangka kau akan memberikanku kejutan klasik dan romantis seperti ini." ucap baekhyun kemudian mengcup kilat bibir Chanyeol kemudian melepaskan pelukannya dan berjalan menuju meja belajarnya. Ia memainkan laptopnya dan memutar sebuah musik.

"emm, aku mendownload ini tadi malam. Kita bisa memutar ini didalam mobilmu kalo kau mengijinkan." Ucap baekhyun yang masih berdiri didepan meja belajarnya, memunggungi chanyeol. Chanyeol memandang baekhyun dan baru menyadari bahwa kekasinya ini sangat sangat errr menggoda. Dengan kaos biru dongker dan celana pendek putih, ahh chanyeol merasakan celananya menjadi sesak.

Alunan musik terdengar dari laptop milik baekhyun. Baekhyun masih setia berdiri dan memiringkan kepalanya, matanya terpejam menikmati alunan musik yang sedang ia putar. Chanyeol perlahan berjalan menghampiri baekhyun. Melingkarkan tangan kekarnya ke pinggang dan perut baekhyun. Kemudian chanyeol mencium leher baekhyun. Menghirup aroma vanilla di tubuh baekhyun. Baekhyun menegang merasakan kecupan hangat di lehernya. Nafasnya memburu merasakan chanyeol kembali menciumi leher dan tengkuknya.. entah kenapa suasana di kamar baekhyun menjadi sedikit hangat karena deru nafas satu sama lain dan juga alunan musik yang terdengar lembut dan sedikit erotic (?)

"..eunghh..chan..." baekhyuun tak sadar mengeluarkan suara yang membuat chanyeol semakin merasa sesak di celananya.

"yah..baeki.." balas chanyeol yang sekarang memutar tubuh baekhyun untuk menghadapnya. Chanyeol mash setia menciumi leher baekhyun.

"apa kau sudah ..mppphh.." belum sempat baekhyun menyelesaikan pertanyaannya, chanyeol sudah membungkam bibir baekhyun dengan lumatan lumatan kasar.

"mmpshhh..."

Chanyeol mendorong baekhyun sampai menempel pada meja belajarnya dan sedikit mengangkat baekhyun agar baekhyun duduk dimeja belajar. kaki baekhyun seidkit terbuka, dan chanyeol berdiri diantara kedua paha berisi milik baekhyun. Tangan chanyeol meraba dan mengelus pinggang baekhyun. Chanyeol masih melumat bibir baekhyun, dan keduanya kini sedang bermain lidah didalam rongga mulut chanyeol.

"eunghh,.chaannnh..."

Tangan chanyeol naik menyusup kedalam kaos yang dipakai baekhyun. tangan kanan Chanyeol mencari cari nipple baekhyun dan mengusapnya pelan membuat baekhyun semakin terengah sedangkan tangan kiri chanyeol berada di pinggul baekhyun dan mengusap lembut kulit milik baekhyun. Bibir Chanyeol kemudian beralih ke leher baekhyun dan menyesap leher baekhyun, membuat tanda bercak merah. Baekhyun tak mau kalah, ia menciumi cuping telinga chanyeol dan menjilatnya,membuat chanyeol mendongak dan kesempatan itu digunakan baekhyun untuk menyerang leher chanyeol. Baekhyun mencium dan mengendus leher chanyeol, kemudian baekhyun menggigit leher chanyeol dan membuat dua tanda merah disana.

"aakhh..baek..."

"emhh..chan...apa kauh..eung..ingin bermainnn..?" racau baekhyun yang kini lehernya sedang dikerjai oleh chanyeol.

"eungh.. yaah baek..." ucap chanyeol singkat sambil terus mengerjai leher baekhyun.

kedua tangan baekhyun yang melingkar di leher chanyeol dengan segera melepas kaos chanyeol dan membuangnya di lantai. chanyeol tersenyum dan kemudian melumat bibir baekhyun lagi, sedangkan tangan baekhyun perlahan mengusap dan mengelus dada bidang chanyeol...

"eung... apah.. yang ingin .. kau lakukan, chan...?" tanya baekhyun dengan sedikit menggoda.

chanyeol kembali mengerjai leher baekhyun dengan mengecup dan menghembuskan nafas hangatnya ke leher baekhyun, kemduian mengehntikan kegiatannya dan menempelkan keningnya ke kening milik baekhyun. Chanyeol memandang baekhyun intens yang masih terengah karena cumbuan chanyeol.

"emm, apa?" tanya baekhyun sedikit heran. namun chanyeol tidak menjawab dan masih tetap memandang baekhyun secara intens...

'chan, apa yang kau pikirkan?" tanya baekhyun lagi.

"emm, aku hanya berpikir..uh..ini adalah minggu terbaik dalam hidupku.." chanyeol kemduian mengecup kilat bibir baekhyun.."dan aku tidak ingin melakukan apapun yang dapat merusak moment ini baek." ucap chanyeol yang kemudian mengusap pipi baekhyun dengan tangannya.

"uh...ohhh.." baekhyun sedikit terlihat bingung dan menatap ke arah lain selain mata chanyeol.

tapi kemudian dia menundukkan kepalanya. baekhyun merasa chanyeol telah menolaknya dan itu membuat baekhyun seperti lelaki murahan yang mengharapkan bahwa setelag mereka bercumbu akan berlanjut pada sesi saling menghangatkan di atas ranjang.

" .. kau benar ..." ucap baekhyun yang kemudian mendorong pelan tubuh chanyeol dan melompat dari duduknya diatas meja belajar dan berjalan ke arah jendela dikamarnya dan membelakangi chanyeol.

chanyeol yang melihat tingkah baekhyun sedikit kaget dan mundur beberapa langkah dari meja belajar. tangan chanyeol menyusup kedalam celananya dan sedikit membenarkan celana dalamnya karena sesuatu didalamnya sedikit memberontak ingin dikeluarkan.

"baek apa kau baik baik saja?" tanya chanyeol yang heran karena baekhyun hanya diam saja.

"ya..aku baik baik saja. maafkan aku chan. aku tau seharusnya kita pelan pelan saja dan tidak terburu buru." ucap baekhyun yang kemudian membalik badannya menghadap ke arah chanyeol.

"uhh.. begitukah ? maaf kalau begitu" ucap chanyeol canggung.

"aku tak mau kita menjadi seperti sepasang remaja SMA, yang kelebihan hormon dan tidak bisa mengontrol diri chan.." ucap baekhyun. chanyeol hanya memandang baekhyun yang sedang menatapnya intens dengan nafas yang masih sedikit tersengal. baekhyun tanpa sadar mengulum bibir bawahnya dan itu membuat sesuatu di dalam celana chanyeol yang masih mengeras semakin mengeras dan memberontak.

"persetan dengan omong kosong itu baek" ucap chanyeol yang langsung berjalan dan mencium baekhyun kasar. baekhyun yang memang masih sedikit diselimuti gairah mengalungkang tangannya di leher chanyeol dan menempelkan tubuhnya ke tubuh chanyeol.

tangan chanyeol mengangkat paha bakehyun untuk dilingkarkan dipinggangnya dan menggendong baekhyun berjalan ke arah ranjang.

baekhyun dan chanyeol masih dalam posisi saling mencumbu dan menjilat. chanyeol menaikan ujung kaos milik baekhyun dan langsung mengulum nipple baekhyun yang sudah sangat menegang.

"eungghh..." baekhyun melenguh karena cumbuan chanyeol.

baekhyun dengan sedikit kekuatannya berusaha membalik tubuhnya agar menjadi berada diatas chanyeol dan mencumbu leher milik chanyeol. chanyeol menengadahkan kepalanya karena jilatan baekhyun di lehernya.

"baek...kau sangat nakal..." ucap chanyeol yang kemudian merubah posisi membuat baekhyun kembali berada dibawahnya. baekhyun ditindih oleh tubuh chanyeol yang berada diantara pahanya.

tangan chanyeol bergerak menuju selangkangan baekhyun dan mengelus sesuatu di bawah situ. "eunghh... chan..." baekhyun melenguh dan mendongakkan kepalanya. chanyeol menciumi leher baekhyun dan menjilati leher baekhyun membuat baekhyun menggelinjang dibawah chanyeol.

"eumhh.. chan apa kau membawa vigel?" tanya baekhyun disela sela ciuman chanyeol..

chaneyol menarik kepalanya sedikit mundur untuk memandang baekhyun. " umm aku rasa aku tidak membawanya baekh.." ucap chanyeol.."apa itu perlu?" tanya nya lagi.

baekhyun mengecup sekali bibir chanyeol..."yaa... itu sangat perlu. aku tidak mau lubangku yang mash perawan lecet dan membuatku tidak bisa berjalan, yeol.." ucap baekhyun.

chanyeol kemudian menarik dirinya dan duduk disebelah baekhyun. chanyeol merutuki dirinya sendiri yang sebelum ke rumah baekhyun malah mengembalikan vigel yang sempat di bawanya...

.

.

.

.

TBC.

A/N:

chap depan ff ini tamat .

terimakasih untuk review chap kemarin...

mohon reviewnya untuk chap ini ya ...

gomawooo ^^