LAST WISH

(Saranghae appa)

Cast :

Park Leeteuk

Park Donghae

Kim Heechul

Other cast :

Park Yongmin (Leeteuk appa)

Park Hyera (Donghae eomma)

Kim Hyun Joong (Heechul appa)

Author :

Ayu Rahayu

Genre :

Brothership, Friendship, Hurt, Drama, Family

Summary :

Ini hanya sedikit keinginan kecilku, bisakah kalian mengabulkannya?

A/N :

Saya kurang tahu, di Korea ada sekolah Farmasi atau tidak. Tapi entah kenapa, didalam cerita ini saya pengen ada yang beda, makanya saya masukan tentang sekolah farmasi ^^. Heheh :D

Semoga kalian suka, tapi kalau kalian tidak suka juga tidak apa-apa ^^

Gumawooo...

HAPPY READING

.

.

.

.

.

.

Sebelumnya...

"Sekarang sebaiknya kau istirahat." Heechul pun beranjak dari duduknya dan berjalan hendak meninggalkan leeteuk.

"Kau marah chullie?"

"Anio."

"Kau marah..! Mianhae kalau aku merepotkanmu. Kalau kau tidak suka ak.."

"Ya aku marah! Jika memang ada masalah, kenapa kau harus menyimpannya sendiri?! Aku sahabatmu kan? Lalu kenapa kau tidak pernah mau berbagi padaku?!"

"Mianhae aku.. Argh~" ringis leeteuk seraya memegangi kepalanya yang tiba-tiba saja terasa sakit. Heechul yang menyadari keadaan sahabatnya itu pun mulai berbalik dan kembali mendekati leeteuk. Dengan erat namja ini memeluk leeteuk.

"Sakit?" tanya heechul dan dijawab anggukan lemah oleh leeteuk.

"Gwenchana. Aku akan menemanimu."

"Gamawo chullie dan mianhae karena aku selalu merepotkanmu. Aku sangat menyayangimu" batin leeteuk sebelum akhirnya dia tertidur dalam pelukan hangat heechul.

Selanjutnya...

Chapter 2

.

.

.

Heechul pov

Perkenalkan, namaku Kim Heechul. Umurku 17 tahun, aku adalah seorang siswa kelas 3 sebuah sekolah kejuruan Farmasi. Banyak yang bertanya kenapa aku masuk sekolah farmasi ? Emhh.. Sebenarnya aku juga tidak tahu, mungkin karena aku terlahir dalam keluarga kesehatan. Appa dan eomma adalah seorang dokter, hanya saja eomma seorang dokter Anestesi sedangkan appa seorang dokter ahli Onkologi.

Aku memiliki seorang sahabat yang umurnya hanya berbeda 9 hari denganku. Kalian pasti tahu siapa sahabatku itu, ya.. Dia adalah Park Leeteuk. Namja yang hampir membuatku mati berdiri karena khawatir tadi malam. Ahh.. benar juga, aku harus menemuinya, bagaimana keadaanya sekarang? Tadi malam dia demam sangat tinggi. Aish.. Dasar merepotkan. Tapi aku tetap menyayanginya, bahkan sangat menyayanginya.

.

.

.

Author pov

Cahaya matahari pagi mulai merambah masuk melalui celah-celah jendela kamar. Seorang namja bersurai coklat yang tengah tertidur pulas, mulai terusik saat cahaya mentari itu menerpa wajahnya. Dengan perlahan, namja berlesung pipi ini membuka kedua matanya. Namja ini diam sejenak untuk mengumpulkan semua nyawanya, setelah terkumpul semua, namja manis ini mulai bangkit dari tidurnya dan berjalan perlahan kearah jendela. Ini merupakan kebiasaan yang selalu dilakukannya saat bangun tidur. Membuka jendela dengan lebar, membiarkan hembusan angin pagi yang lembab menerpa tubuhnya, suara cicit burung yang seakan bernyanyi menyambut pendengarannya.

"Minggu yang cerah." gumam namja itu sembari tersenyum manis.

"Kau sudah bangun Teukie." mendengar suara yang menyapanya, dengan cepat leeteuk membalikkan tubuhnya.

"Ajusshi." teriak leeteuk. Namja ini pun berlari memeluk namja paruh baya yang tengah berdiri didepan pintu.

"Ajusshi bogoshippo~" ucap leeteuk dengan manja.

"Baru dua hari kita tidak bertemu dan kau sudah merindukanku teukie?" tanya namja paruh baya itu.

"Emhh.. Tentu saja." jawab leeteuk sembari menganggukan kepalanya dengan lucu.

"Aigo.. Park leeteuk ingat lah sekarang kau berumur 17 tahun. Tapi tingkahmu itu masih saja seperti anak berumur 10 tahun." ucap seorang namja yang tiba-tiba saja telah berada disamping dua namja yang masih berpelukan ini.

Leeteuk yang merasa terganggu dengan kehadiran heechul pun, mulai melepas pelukannya pada sang ajusshi.

"Memangnya kenapa kalau aku bertingkah seperti anak berumur 10 tahun, ada masalah Kim heechul." ucap leeteuk dengan memberi penekanan pada 'kim heechul'

"Sudah.. Sudah.. Kalian setiap bertemu pasti berdebat. Lebih baik sekarang kita sarapan." ucap kim ajusshi menengahi.

"Emmh.. Ajusshi. Mianhae aku tidak bisa ikut sarapan dengan kalian. Aku harus pulang, eomma dan donghae pasti mencariku. Dan..."

"Dan kau takut appa-mu yang tercinta itu marah. Iya kan?" ucap Heechul memotong perkataan leeteuk.

"Ya sudah, pulanglah. Heechul akan mengantarmu." ucap Kim hyung joong seraya mengelus sayang kepala leeteuk.

"Anio, aku bisa pulang sendiri."

"Aku akan mengantarmu pulang." Heechul pun berjalan menghampiri leeteuk, lalu menarik tangan namja ini.

"Ajusshi aku pulang dulu. Mianhae, aku sudah merepotkanmu." ucap leeteuk sedikit keras saat dirinya telah menjauh dari sang ajusshi.

"Ne, berhati-hatilah." jawab Hyung joong tak kalah keras.

...

"Chullie, aku bisa pulang sendiri." ucap leeteuk pelan dengan tangan masih digandeng oleh sahabatnya ini.

Mendengar ucapan leeteuk, heechul pun menghela napas panjang lalu membalik tubuhnya menghadap leeteuk.

"Jika kau terus protes, maka aku akan menarikmu kembali kedalam, lalu menguncimu didalam kamar agar kau tidak bisa kembali kerumahmu itu."

"Tapi..."

"Masih mau protes eoh? Lihat wajahmu yang pucat itu. Lagi pula siapa yang menyuruhmu datang kesini eoh?! Sudah tahu sedang hujan lebat, tapi masih saja nekat. Dasar malaikat pabo!"

Leeteuk pun hanya menghela napas pasrah. Dia tahu, dia tidak pernah bisa menang dari heechul. Lagi pula, heechul seperti ini karena heechul peduli padanya dan itu sedikit bisa membuat leeteuk merasa dianggap.

"Gumawo chullie~" bisik leeteuk pelan dan masih bisa terdengar oleh heechul, namun namja ini hanya tersenyum.

.

.

.

Leeteuk pov

Ahh.. Dasar heechul. Selalu saja seperti itu, dia itu terlalu berlebihan. Tapi aku suka diperlakukan seperti itu olehnya, setidaknya aku bisa merasakan kalau sekarang masih ada yang menyayangiku.

Setelah mengantarku sampai didepan, heechul memaksa ingin mengantarku sampai kedalam rumah. Berlebihan kan? Dia pikir aku selemah itu apa. Tapi untungnya aku berhasil membujuknya, jadi akhirnya dia pulang dan hanya mengantarku sampai didepan halaman saja.

"Aku pulang." ucapku saat aku telah memasuki rumah. Ahh.. Rasanya sangat lelah. Mungkin, seharian ini aku akan tidur saja didalam kamar, aku ingin mengistirahatkan tubuhku yang entah kenapa terasa sakit semua.

"Dari mana saja kau eoh?!" Langkahku terhenti saat tiba-tiba aku mendengar suara appa menegurku dari belakang. Dengan perlahan aku berbalik, dan aku pun bisa melihat appa yang sedang menatapku dengan tatapan marahnya. Dibelakang appa, ada hyera eomma dan donghae tengah duduk disofa sambil menundukkan kepala mereka.

...

Donghae pov

"Mianhae appa, aku dari rumah heechul." ucap leeteuk hyung seraya menunduk meminta maaf pada appa.

"Aku tidak peduli kau mau pergi kemana, kau mau pulang atau tidak, aku tidak pernah peduli. Tapi gara-gara kau, istri dan anakku tidak tidur semalaman karena menunggumu. KAU PIKIR KAU SIAPA EOH?!" bentak appa pada teukie hyung, terlihat sekali kalau appa sedang sangat marah saat ini. Kulihat eomma berlari menghampiri teukie hyung dan memeluknya.

"Sudahlah suamiku. Yang penting dia sudah pulang." ucap eomma.

"Jangan pernah coba-coba untuk melindunginya. Dia ini anak pembawa sial dan anak seperti dia tidak pantas untuk kau lindungi." dengan kasar appa menarik teukie hyung dari pelukan eomma dan menarik kerah baju teukie hyung dengan keras dan berhasil membuat eomma menjerit.

Kulihat teukie hyung hanya manangis. Kasian teukie hyung, tapi apa yang bisa kulakukan. Aku juga takut jika appa sudah seperti ini.

Plakk..

Kudengar suara tamparan. Ya.. Appa menampar teukie hyung dengan keras hingga membuat teukie hyung tersungkur diatas dinginnya lantai. Dan.. Aigoo hidung teukie hyung berdarah. Dengan cepat aku berlari menghampiri teukie hyung.

"Hyung gwenchana?" dia terus saja berusaha untuk menghapus darah yang terus keluar dari hidungnya.

"Gwenchana Hae~" jawab teukie hyung dengan sangat lemah. Ini hanya perasaanku atau memang wajah teukie hyung terlihat pucat. Ada apa dengannya, apa dia sakit?

"Apa yang kau lakukan Park yongmin. Seperti apa pun dia, dia tetap anakmu. Semua yang terjadi dimasa lalu, itu semua adalah takdir dan kau tak boleh seperti ini!" sekarang bukan hanya appa yang marah, tapi eomma pun marah.

Tapi appa seakan tuli dengan bentakan eomma, dengan segera appa melangkahkan kakinya meninggalkan kami.

Teukie hyung akhirnya bangkit dari posisinya.

"Mianhae karena aku sudah membuat kalian khawatir. Dan gumawo~" lirih leeteuk hyung kemudian berlalu meninggalkan aku dan eomma.

.

.

.

Author pov

Malam telah tiba dan seperti biasa, terlihat leeteuk tengah duduk didepan jendela kamarnya. Manik indahnya terus menatap perhiasan langit yang berkerlap kerlip diatas sana.

"Eomma, eomma apa kabar disana? Pasti eomma sangat bahagia. Emhh.. Eomma, bisakah teukie ikut bersama eomma. Teukie ingin tinggal bersama eomma saja." lirih namja ini.

"Anio eomma, appa tidak pernah memukulku. Appa sangat menyayangiku. Hiks.. Appa sangat menyayangiku eomma. Eomma tidak perlu khawatir ne, eomma bahagia saja disana. Teukie juga akan bahagia disini, bersama appa, hyera eomma dan donghae. Hiks.. Pasti, teukie pasti akan bahagia." ucap namja ini sembari mengelus foto ditangannya. Ya.. Sedari tadi namja ini terus berbicara pada foto sang eomma, mungkin ini adalah salah satu cara untuk menyemangati dirinya sendiri. Bibirnya terus mengembangkan senyuman, walaupun terlihat sangat jelas rasa sakit dalam senyuman itu.

"Eomma, teukie mengantuk. Teukie tidur dulu ne. Jaljayo eomma." dengan gontai namja ini berjalan menuju tempat tidurnya. Lalu merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur bersprai putih itu. Dipejamkannya matanya, tidak membutuhkan waktu lama hingga akhirnya namja ini berhasil masuk dalam alam bahagianya. Alam mimpi. Ditempat ini, dia tidak akan merasakan sakit dan ditempat ini pula, dia bisa bertemu orang yang sangat dirindukannya. Sang eomma. Dan inilah alasan kenapa namja ini sangat menyukai alam mimpi, dan tak jarang pula dia berdoa agar bisa tinggal ditempat ini selamanya bersama sang eomma.

.

.

.

TBC

Balasan Review...

TeukTeukTeukie : Hahah.. Ne gumawo sarannya chingu^^ dan gumawo atas reviewnya. :)

Angelika park : ne, ini udah dilanjutin kok chingu. gumawo ne reviewnya.

Wonhaesung : Ne ini udah lanjut. Gumawo^^

Guest : Ne selama saya bisa lanjutkan pasti akan saya lanjutkan. Gumawo ne chingu^^

Sayangsemuamembersuju : Ne teuk oppa memang terlihat lebih dewasa. Tapi kalau tidak bahagia? Wahh.. Saya kurang memperhatikan chingu. Hehehe

Gumawo reviewnya ne^^

Sfclouds : hahah.. Nanti akan dikasih tahu dalam cerita. Tunggu aja ne^^. Gumawo karena uda nyempetin review.

.75470 : ne ini udah lanjut. Arraseo akan saya banyakin. Gumawo^^

Sarah : ne, udah dilanjutin kok. Gumawo ya reviewnya. ^^

Hee : ne, ini udah lanjut. Gumawo^^

Sitha911110 : baiklah akan saya banyakin. Wahh.. Menderita semenderita deritanya? Hahah.. Baiklah akan saya usahakan. Gumawo chingu ^^

Fanoy5 : hahaha.. Akan saya usahakan. Gumawo reviewnya. ^^