Sebelumnya...
"Baru dua hari kita tidak bertemu dan kau sudah merindukanku teukie?"
"Memangnya kenapa kalau aku bertingkah seperti anak berumur 10 tahun, ada masalah Kim heechul."
"Masih mau protes eoh? Lihat wajahmu yang pucat itu. Lagi pula siapa yang menyuruhmu datang kesini eoh?! Sudah tahu sedang hujan lebat, tapi masih saja nekat. Dasar malaikat pabo!"
"Aku tidak peduli kau mau pergi kemana, kau mau pulang atau tidak, aku tidak pernah peduli. Tapi gara-gara kau, istri dan anakku tidak tidur semalaman karena menunggumu. KAU PIKIR KAU SIAPA EOH?!"
"Apa yang kau lakukan Park yongmin. Seperti apa pun dia, dia tetap anakmu. Semua yang terjadi dimasa lalu, itu semua adalah takdir dan kau tak boleh seperti ini!"
...
LAST WISH
(Saranghae appa)
Cast :
Park Leeteuk
Park Donghae
Kim Heechul
Other cast :
Park Yongmin (Leeteuk appa)
Park Hyera (Donghae eomma)
Kim Hyun Joong (Heechul appa)
Author :
Ayu Rahayu
Genre :
Brothership, Friendship, Hurt, Drama, Family
Summary :
Ini hanya sedikit keinginan kecilku, bisakah kalian mengabulkannya?
HAPPY READING
.
.
.
.
.
.
Chapter 3
Seorang namja menggeliat pelan diatas tempat tidur putihnya, keringat dingin terlihat membasahi wajah dan tubuhnya, kedua alisnya saling bertaut saat merasakan sakit yang teramat dikepalanya.
Dengan perlahan kedua matanya terbuka, raut kesakitan semakin tampak jelas dalam iris hitam kelam itu.
"Arrghh.." erangan mulai terdengar dari bibir pucat itu. Dijambaknya rambutnya sendiri, berharap dengan cara ini bisa mengurangi rasa sakit yang menderanya. Namja bersurai coklat ini tiba-tiba bangun dari posisi tidurnya dan berlari dengan tergesa kedalam kamar mandi yang berada disudut
kiri kamarnya, saat merasakan sesuatu yang mendesak ingin keluar dari dalam perutnya.
"Huueekk.." wajah pucat itu pun semakin terlihat pucat saat namja ini memuntahkan cairan merah pekat itu. Dengan perlahan namja ini mendudukkan tubuhnya yang mulai terasa lemas diatas dinginnya lantai kamar mandi. Butir-butir liquid bening itu mulai lolos dari kedua manik hitam miliknya.
"Park Leeteuk kau harus kuat. Kau tidak boleh kalah dengan rasa sakit ini, kau harus kuat!" ucap namja ini mencoba menyemangati dirinya sendiri.
Leeteuk pun mulai bangkit dari duduknya, dengan gontai berjalan menuju nakas didekat tempat tidurnya. Dibukanya laci nakas itu, lalu diraihnya obat-obatan yang sudah beberapa bulan ini menjadi konsumsinya.
Setelah meminum semua obatnya, leeteuk kembali merebahkan tubuhnya diatas tempat tidurnya. Rasa sakit dikepalanya sudah mulai berkurang, namun rasa sesak didadanya masih terasa.
Drrrtt... Drrrrttt
Ponsel yang sedari tadi tergeletak diatas nakas tiba-tiba saja bergetar. Dengan cepat leeteuk meraih ponselnya itu.
'Chullie'
Nama itu tertera dibalik layar ponsel putih itu.
"Teukie?"
"Ne Chullie, waeyo?"
"Kau tidak tidur?"
"Tadinya aku tidur. Tapi karena kau, aku jadi terbangun."
"Jinjjayo?"
"Emhh.. Jinjja. Jadi kenapa kau menelfon ditengah malam seperti ini eoh?"
"Molla, perasaanku sedang tidak enak saja. Gwenchana teukie?"
"Ck! Kau menelfon ditengah malam hanya untuk bertanya itu? Hufftt.. Ne gwenchana."
"Jinjja? Jangan menyembunyikan apa pun dariku ne."
"Aigo.. Ne Kim Heechul. Sudah selesaikan? Kalau begitu aku mau tidur lagi."
"Awas kalau kau berani menyembunyikan keadaanmu dariku! Ya sudah, tidurlah."
"Emhh.. Ne. Gumawo."
PIP
Sambungan telfon pun terputus. Leeteuk, namja ini menatap nanar ponsel yang berada dalam genggamannya. Butiran air mata itu kembali menetes membasahi pipinya.
"Bahkan Heechul yang tak ada hubungan darah denganku saja bisa merasakan keadaanku, tapi kenapa appa tidak bisa merasakan apa pun." bisik leeteuk dengan sangat lirih.
.
.
.
Donghae pov
Annyeong.. Apa aku sudah memperkenalkan diriku?
Ahh.. Aku rasa belum kan. Baiklah aku akan memperkenalkan diriku.
Namaku Lee Donghae.. Tapi aku sudah lama meninggalkan nama itu. Aku bahkan tak sudi lagi dipanggil dengan nama itu. Lee.. Itu adalah marga dari seorang namja paling bejat yang pernah aku kenal. Ya.. Dia adalah ayahku. Aku sangat membencinya, karena dialah yang membuat hidupku dan eomma menjadi menderita. Setiap hari kerjaan namja itu hanya bermain judi, mabuk-mabukan, bahkan tak jarang dia bermain dengan yeoja-yeoja nakal diluar sana. Tapi itu dulu, sekarang aku dan eomma telah menemukan kehidupan baru kami. Kehidupan baru bersama seorang appa yang sesungguhnya, seorang appa yang benar-benar menyayangi keluarganya, nama Lee Donghae pun sekarang telah berubah menjadi Park Donghae. Dan semua kebahagiaan ini aku dapatkan semenjak eomma menikah dengan Youngmin appa 1 tahun yang lalu. Lalu dimana sekarang namja bejat itu? Ahh.. Namja itu telah meninggal akibat kecelakaan. Dan percaya atau tidak, tapi sungguh aku sangat bahagia atas kepergiannya itu.
Youngmin appa memang bukan appa kandung ku, tapi bersama dialah aku bisa merasakan kasih sayang seorang appa. Walaupun aku hanya anak tiri, tapi Youngmin appa sangat menyayangiku. Dan satu lagi, dikehidupan baruku ini, aku bukan hanya mendapatkan seorang appa tapi aku juga mendapatkan seorang hyung yang sangat baik hati, seorang hyung yang sangat menyayangiku. Kalian pasti mengetahui siapa dia kan?
Benar, dia adalah Park Leeteuk atau sering dipanggil Teukie. Umurku dan Teukie hyung hanya berbeda 2 tahun, lebih tepatnya dia lebih tua 2 tahun dariku. Aku dan Teukie hyung sama-sama bersekolah di sekolah kejuruan Farmasi, hanya saja Teukie hyung sudah ditingkat akhir sedangkan aku baru kelas 1.
Kehidupanku yang sekarang memang sangat bahagia, tapi terkadang aku merasa kasian dan tidak enak dengan Teukie hyung. Kasih sayang yang diberikan Youngmin appa padaku dan Teukie hyung sangat berbeda. Ahh.. Bahkan Youngmin appa tak pernah memberikan kasih sayangnya pada Teukie hyung. Youngmin appa selalu membentak bahkan memukul Teukie hyung, sangat berbeda denganku yang selalu mendapatkan kasih sayang dan perhatian dari Youngmin appa. Bahkan terkadang aku merasa seperti akulah yang anak kandung disini. Dan itu membuatku merasa tak enak dengan Teukie hyung.
Aku tak tahu, apa yang menyebabkan Youngmin appa menjadi sangat membenci Teukie hyung. Tapi jika dilihat dari sikap Youngmin appa itu, sepertinya ini bukanlah masalah yang sepele.
.
.
.
"Park Leeteuk." seorang namja yang tengah berjalan santai menuju kelasnya, tiba-tiba menghentikan langkahnya saat suara seorang namja yang sangat dikenalnya memanggilnya.
"Ne Chullie." ucap Leeteuk saat Heechul sahabatnya telah berada disampingnya. Mereka berdua pun kembali melanjutkan perjalanan mereka menuju kelas.
"Wajahmu pucat Teukie. Kau sudah meminum obatmu?"
"Ne, sudah."
"Jinjjayo?"
"Aish.. Ne jinjja. Kau ini selalu saja tidak percaya padaku."
"Bukannya tidak percaya. Hanya saja kau itu kan..."
"TEUKIE HYUNG~" ucapan Heechul tiba-tiba saja terhenti karena teriakan seorang namja yang tengah berlari menuju kearah mereka.
"Yak! Park Donghae. Kau pikir ini hutan eoh. Seenaknya saja teriak-teriak seperti itu." gerutu Heechul, saat namja yang tadi berteriak telah berada tepat dihadapan mereka.
"Teukie hyung, kau bawa jas praktikum tidak? Hari ini aku ada praktikum resep, tapi aku lupa bawa jas." ucap Donghae pada Leeteuk dan tidak memperdulikan gerutuan Heechul tadi.
"Ne hyung bawa. Tunggu dulu." Leeteuk pun membuka tas punggunya, lalu mengeluarkan sebuah jas berwarna putih dari dalam tasnya. Lalu memberikan jas itu pada Donghae.
"Hyung gumawo. Tapi hyung tidak memakainya kan hari ini?"
"Ne tidak. Pakai saja. Ya sudah, hyung kekelas dulu ne." mendengar jawaban Leeteuk, Heechul pun seketika membulatkan matanya. Baru saja dia akan protes, tapi Leeteuk sudah lebih dulu menarik tangannya dan berjalan menjauhi Donghae.
...
"Yak! Apa yang kau lakukan eoh?!" marah Heechul pada Leeteuk.
"Kenapa? Aku tak melakukan apa pun." jawab Leeteuk dengan santai, senyum terus terpantri diwajah pucatnya.
"Hari ini kita juga ada praktikum. Tapi kenapa kau meminjamkan jas mu padanya eoh?!"
"Gwenchana. Sekali-kali aku juga mau dihukum seperti murid lainnya."
"Ck! Alasan macam apa itu. Aku akan kekelas Donghae, dan mengambil lagi jas mu."
"Jangan!" ucap Leeteuk dengan nada pelan namun terdengar tegas, seketika menghentikan niat Heechul yang baru saja akan melangkahkan kakinya. Heechul pun hanya menghela napas panjang, lalu dengan kasar namja ini meletakkan tasnya diatas meja dan mendudukkan dirinya dibangku tepat disamping Leeteuk.
.
.
.
Youngmin pov
"Chagi.. Bagaimana kabarmu? Ahh.. Kenapa kau sangat cepat meninggalkanku. Sudah 2 tahun berlalu, tapi aku tetap tak pernah bisa melupakan kejadian itu. Mianhae.. Bukannya aku tak mau menyayangi Leeteuk seperti dulu, tapi setiap melihat wajahnya, entah kenapa amarah langsung saja menyulut diriku. Seandainya saat itu dia tidak memintamu untuk pulang, sekarang kau pasti masih bersamaku." ucapku sambil terus mengusap sebuah foto dalam bingkai yang menampakkan seorang yeoja yang tengah tersenyum manis. Dia adalah istriku yang telah meninggal. Dan istriku meninggal semua karena anak itu. Itulah sebabnya kenapa aku sangat membencinya.
...
Author pov
Flashback ON
Seorang namja berumur sekitar 15 tahun tengah duduk dengan sebuah ponsel yang ditempelkan ditelinganya.
"Eomma seminggu lagi Teukie ulang tahun. Teukie mau minta hadiah sama eomma, boleh?"
"Tentu saja boleh. Teukie mau hadiah apa?"
"Emhh.. Teukie mau eomma pulang."
"Ne? Teukie tapi eomma masih ada kerjaan disini. Teukie minta yang lain saja ne."
"Andwae! Teukie cuma mau, eomma ada disamping Teukie saat ulang tahun Teukie nanti."
"Huufftt.. Arraseo, nanti eomma pulang ne"
"Jinjja eomma? Yeeeyyy.. Gumawo eomma~"
"Ne cheonma chagi. Apa pun pasti eomma berikan untuk malaikatnya eomma ini."
"Hihihi~ Teukie saayaangg eomma."
"Eomma juga sangat menyayangi Teukie."
Saat itu Park Leeteuk sangat bahagia, karena sang eomma yang berada diJepang karena urusan bisnis, akan pulang saat ulang tahunnya nanti. Leeteuk hanya berharap saat dirinya meniup lilin nanti, sang eomma ada disampingnya dan dia sangat ingin menyuapi sang eomma dengan potongan kue pertamanya.
Tapi sayang.. Keinginan Leeteuk itu, sekarang hanya tinggal keinginan. Pesawat yang tumpangi sang eomma, mengalami kecelakaan. Untungnya sang eomma masih ditemukan, tapi ditemukan dalam keadaan tak bernyawa.
Sekarang, bukan hanya kehilangan sang eomma. Tapi seorang Park Leeteuk juga kehilangan kasih sayang sang appa. Sang appa yang merasa kejadian ini semua karena Leeteuk, sekarang mulai sangat membenci Leeteuk. Dan hari-hari berat Leeteuk mulai dari situ.
Flashback Off
.
.
.
"Baiklah anak-anak, seperti yang telah saya katakan minggu lalu. Hari ini kita akan melaksanakan praktikum Farmakognosi. Tapi sebelum kita mulai prakteknya, saya harap kalian semua memakai jas praktikum kalian." ucap Kim seongsangnim didepan kelas. Semua murid terlihat sibuk membuka tas dan mengambil jas praktikum mereka. Tapi ada seorang namja, tengah berjalan santai kedepan kelas. Kemudian berdiri didepan Kim seongsangnim.
"Seongsangnim." ucap namja itu.
"Kenapa Leeteuk?"
"Saya lupa membawa jas praktikum saya." mendengar ucapan Leeteuk, Kim seongsangnim pun menghela napas. Leeteuk adalah muridnya yang paling disiplin dan juga pintar. Tapi sekarang Kim seongsangnim merasa kecewa dengan murid kesayangannya ini.
"Kau tahu sendiri kan, murid yang tidak mengenakan jas dilarang masuk kedalam lab. Baik itu lab kimia, resep, bahkan lab Farmakognosi. Itu sudah aturan dari sekolah."
"Ne saya tahu."
"Kalau begitu kau harus menerima hukumannya. Sekarang kau berdiri ditengah lapangan sampai pelajaran saya ini berakhir." ucap Kim seongsangnim dengan tegas. Heechul yang sedari tadi memperhatikan sahabat dan gurunya didepan pun seketika membulatkan matanya ketika mendengar hukuman yang diberikan Kim seongsangnim untuk sahabatnya itu.
"Tapi seongsangnim, pelajaran ini berakhir 3 jam lagi. Itu sangat lama." protes Heechul.
"Dia salah jadi dia harus menerima hukumannya. Jika kau terus protes maka aku akan menambah hukumannya."
"Sudahlah Chullie, gwenchana. Baiklah seongsangnim, saya menerima hukumannya." ucap Leeteuk dengan senyum yang menghiasi wajahnya.
"Tapi Teukie, kau sama sekali tidak bersalah." batin Heechul miris.
...
Praktikum Farmakognosi untuk kelas XII pun hampir selesai. Sedari tadi Heechul tampak sangat tidak bisa konsentrasi dengan praktek yang dikerjakannya. Pikirannya terus tertuju pada namja yang sedang berdiri ditengah lapangan sekolah itu.
Praktikum dimulai pada pukul 10.00 dan berakhir pada pukul 12.25 . dan pada jam-jam itu matahari sudah terasa sangat menyengat, apalagi dengan keadaan Leeteuk sekarang. Dan itulah yang membuat Heechul terus memikirkannya. Dia khawatir, Heechul sangat khawatir ketika mengingat keadaan sahabatnya itu.
Akhirnya bel pun berbunyi, menandakan saatnya untuk istirahat. Dan juga menandakan bahwa hukuman untuk Leeteuk telah berakhir. Dengan cepat Heechul keluar lab dan berlari menuju tempat Leeteuk sekarang berdiri.
"Teukie." ucap Heechul saat dirinya telah berada disamping Leeteuk. Dan betapa terkejutnya Heechul saat melihat wajah sahabatnya ini. Dia tampak sangat pucat.
"Chullie~" ucap Leeteuk sangat lemah. Dan...
Bruukk
"Yak! Teukie ireona. Park Leeteuk ireona."
TBC
Jeng.. Jeng..
Wahh saya bener-bener nappeun. Kasian Teuk oppa~ :(
Mianhae oppa~
Dan mianhae juga buat kalian chingu, karena ceritanya jadi tambah gaje. Saya bener-bener sedang buntu sekarang.
Baiklah, saya harus menyiapkan diri untuk chapter selanjutnya.
Gumawo buat kalian chingu ^^
Dan saya masih mengharapkan review kalian ^^
