Sebelumnya..
"Park Leeteuk kau harus kuat. Kau tidak boleh kalah dengan rasa sakit ini, kau harus kuat!"
"Bahkan Heechul yang tak ada hubungan darah denganku saja bisa merasakan keadaanku, tapi kenapa appa tidak bisa merasakan apa pun."
"Wajahmu pucat Teukie. Kau sudah meminum obatmu?"
"Teukie hyung, kau bawa jas praktikum tidak? Hari ini aku ada praktikum resep, tapi aku lupa bawa jas."
"Gwenchana. Sekali-kali aku juga mau dihukum seperti murid lainnya."
"Yak! Teukie ireona. Park Leeteuk ireona."
LAST WISH
(Saranghae appa)
Cast :
Park Leeteuk
Kim Heechul
Park Donghae
Other cast :
Park Yongmin (Leeteuk appa)
Park Hyera (Donghae eomma)
Kim Hyun Joong (Heechul appa)
Author :
Ayu Rahayu
Genre :
Brothership, Friendship, Hurt, Drama, Family
Summary :
Ini hanya sedikit keinginan kecilku, bisakah kalian mengabulkannya?
HAPPY READING
.
.
.
.
.
.
Chapter 4
"Yak! Teukie ireona. Park Leeteuk ireona." teriak Heechul panik saat tiba-tiba tubuh Leeteuk ambruk tak sadarkan diri. Wajahnya tampak sangat pucat, peluh pun telah mengalir deras diwajahnya. Dengan sigap Heechul langsung menggendong tubuh Leeteuk dan membawanya pergi.
"Teukie bertahanlah." bisik Heechul disela-sela kepanikannya. Tak dipedulikannya semua murid yang tengah istirahat menatap mereka dengan tatapan heran. Namja ini hanya terus berlari, yang ada dipikirannya hanyalah membawa sahabatnya ini dengan segera ke rumah sakit.
Sesampainya di parkiran sekolah. Heechul pun dengan segera memasukkan Leeteuk kedalam mobilnya dan dengan cepat namja ini menjalankan mobil sport merahnya ini menuju rumah sakit.
"Teukie kau harus bertahan."
.
.
.
Tik.. Tak.. Tik.. Tak..
Dentingan jam terdengar memecah kesunyian malam, waktu telah menunjukkan pukul 8 malam.
Diatas ranjang putih itu, terlihat seorang namja tengah terbaring lengkap dengan baju khas rumah sakit serta masker oksigen dan infus yang terpasang ditubuhnya. Sejak beberapa jam yang lalu, namja ini masih setia memejamkan matanya.
"Teukie kenapa belum sadar~" lirih Heechul yang duduk dikursi yang berada di samping ranjang Leeteuk. Tangannya menggenggam hangat telapak tangan sahabatnya yang masih belum sadarkan diri ini.
Ckleekk
Suara pintu terbuka, masuklah seorang namja paruh baya dengan baju putih dan stetoskop yang tergantung dilehernya.
"Appa, kenapa Teukie belum sadar juga? Dia sudah tidur terlalu lama." ucap Heechul pada namja paruh baya itu tanpa mengalihkan pandanganya dari Leeteuk.
"Biarkan dia istirahat dulu. Appa sengaja menyuntikan obat tidur untuknya." jawab namja yang ternyata adalah Kim Hyung Joong, ayah dari Heechul dan juga dokter yang marawat Leeteuk.
Hyung Joong pun berjalan pelan menuju tempat tidur Leeteuk, dan kembali memeriksa keadaan namja yang sudah dianggapnya seperti anaknya sendiri ini.
"Keadaannya sudah lebih baik. Kalau begitu appa pergi dulu, kalau ada apa-apa segera hubungi appa." ucap Hyung Joong sambil berjalan meninggalkan Heechul dan Leeteuk.
Heechul hanya diam, pandangannya tak pernah lepas dari wajah pucat Leeteuk yang sedikit tertutupi oleh masker oksigen yang dipasang untuk membantunya bernapas.
Drrrtttt.. Drrrttt..
Suara getar ponsel Heechul, akhirnya kembali menyadarkan namja ini. Dengan pelan diraihnya ponselnya itu.
"Yeoboseyo"
"Heechul hyung, apa Leeteuk hyung ada bersamamu? Sedari tadi dia belum pulang. Kami sangat mencemaskannya."
"Benarkah? Apa ayahnya juga mencemaskannya?."
"Emhh.. Itu..."
"Ck! Aku tahu itu. Ini semua karenamu. Aku harus kembali melihanya lemah seperti ini, dan ini semua karenamu!"
"Apa maksudmu hyung? Aku tidak mengerti."
"Sudahlah. Kau tidak perlu cemas, dia akan baik-baik saja denganku!"
"Tapi hyun..."
PIP
Namja diseberang sana belum menyelesaikan ucapannya, tapi Heechul sudah memutuskan panggilan itu. Kembali ditatapnya wajah sahabatnya yang sampai sekarang belum sadarkan diri itu.
"Teukie, gwenchana. Aku dan appa akan selalu bersamamu. Kau tidak perlu memikirkan orang-orang itu ne. Nanti mereka akan menyesal karena telah menyia-nyiakan malaikat sepertimu."
.
.
.
Donghae pov
"Tapi hyun..."
PIP
"Aish.. Dasar Heechul hyung, aku kan belum selesai berbicara." gerutuku kesal saat Heechul hyung memutuskan panggilanku secara sepihak, padahal masih ada yang ingin aku tanyakan.
"Sebenarnya apa maksudnya tadi." bisikku pelan. Aku ingat kembali ucapan Heechul hyung sebelum mengakhiri panggilanku.
"Ck! Aku tahu itu. Ini semua karenamu. Aku harus kembali melihanya lemah seperti ini, dan ini semua karenamu!"
Kutatap ponsel ditangannku. Pikiranku melayang, mengingat kembali pembicaraanku dan Heechul hyung tadi. Nada bicara Heechul hyung tadi sangat berbeda, terdengar seperti sedang... Marah. Heechul hyung memang orang yang emosional tapi tadi, sangat berbeda dari ada apa antara Heechul hyung dan Teukie hyung.
Ahh.. Sudahlah. Aku tidak perlu berpikir macam-macam. Semoga Teukie hyung baik-baik saja. Lagi pula sekarang kan dia sedang bersama Heechul hyung, jadi aku tidak perlu khawatir. Heechul hyung pasti akan menjaga Teukie hyung.
Lebih baik sekarang aku memberi tahu eomma, kalau Teukie hyung sedang bersama Heechul hyung. Dari tadi eomma sangat gelisah memikirkan Teukie hyung, sampai-sampai eomma menyuruhku untuk menghubungi semua teman Teukie hyung yang aku kenal.
Aku pun mulai melangkahkan kakiku untuk menemui eomma. Tapi langkahku terhenti saat melihat appa dan eomma sedang duduk diruang keluarga, sepertinya mereka sedang membicarakan hal serius. Akhirnya aku mengurungkan niatku untuk menemui eomma.
...
Author pov
"Aku bahagia, karena kau mau menerima Donghae. Kau menyayangi Donghae, memperlakukan Donghae layaknya anakmu sendiri." ucap Hyera dengan iris coklat madunya yang terus memandang sang suami yang duduk disampingnya.
"Apa maksudmu? Donghae memang anak ku." jawab Youngmin santai sambil membaca koran ditangannya.
"Ne, Donghae anakmu. Tapi Leeteuk adalah darah dagingmu. Berhentilah hidup dimasa lalu, Leeteuk tak bersalah. Seandainya dia tahu akan terjadi seperti itu, dia juga tidak akan menyuruhnya untuk pulang."
"Aku sibuk, tak ada waktu untuk membahas anak itu." dengan kasar Youngmin meletakkan korannya diatas meja kemudian berlalu meninggalkan Hyera. Hyera pun hanya menatap sedih kepergian sang suami.
.
.
.
Kelopak itu dengan perlahan mulai terbuka, menampakkan sepasang iris hitam kelam yang indah. Ditelisik sekelilingnya, putih. Aroma menyengat langsung menyambut penciumannya dan sekarang dia tahu, bahwa dia kembali berada di Rumah Sakit.
"Chullie~" bisik namja ini saat melihat sahabatnya yang tengah tertidur dengan posisi duduk dan kepala yang direbahkan diatas tempat tidurnya.
"Mian, lagi-lagi aku merepotkanmu." batin Leeteuk. Dengan perlahan diangkatnya tangannya yang masih terasa lemas itu, diletakkannya tangannya diatas kepala sahabatnya, dengan lembut Leeteuk mengelus surai hitam sahabatnya.
...
"Eughh.." Heechul mulai terbangun dari tidurnya. Direnggangkannya tubuhnya yang terasa sangat pegal. Posisi tidurnya terasa sangat tidak nyaman dan menyiksa untuk tulang punggungnya.
"Selamat pagi Kim Heechul." sapa Leeteuk dengan riang.
"Teukie?" Heechul pun melebarkan matanya saat suara Leeteuk menyapanya. Ditatapnya wajah sang sahabat, ternyata wajah itu sudah tak terlalu pucat, masker oksigen yang semalaman terpasang pun telah terlepas. Senyum seketika merekah dibibir namja ini.
Tanpa berkata apa pun, Heechul pun langsung meraih tubuh yang masih terlihat lemah itu untuk masuk dalam dekapannya. Leeteuk pun hanya tersenyum, dengan perlahan namja ini membalas pelukan Heechul.
"Chullie, kau terlalu erat memelukku. Aku tidak bisa bernapas."
"Aku tidak peduli. Kau tahu aku sangat mengkhawatirkanmu."
"Tapi jika kau seperti ini, kau bisa membuatku kembali memakai masker oksigen itu. Aku sangat tersiksa jika memakai alat itu Chullie." lirih Leeteuk dengan nada yang dibuat-buat. Dengan sangat terpaksa Heechul pun melepaskan pelukannya.
"Arraseo, mianhae."
"Ne, gwenchana. Sekarang cepatlah bersiap-siap, jika tidak kau bisa terlambat masuk sekolah."
"Aku tidak akan sekolah hari ini. Aku ingin menemanimu."
"Emhh.. Baiklah, aku beri kau 2 pilihan. Pertama, kau pergi ke sekolah sekarang dan aku akan menunggumu disini sambil istirahat atau sekarang kita berangkat ke sekolah berdua. Jadi yang mana pilihanmu Kim Heechul."
"Yak! Aku akan tetap disini bersamamu."
"Arraseo, aku rasa kau memilih pilihan yang kedua. Kajja kita berangkat sekolah bersama." Leeteuk dengan perlahan mulai berniat bangkit dari tidurnya. Heechul yang melihat itu pun, dengan segera menahan tubuh Leeteuk.
"Yak! Arraseo, aku akan bersiap-siap lalu berangkat sekolah sekarang."
Senyum Leeteuk pun merekah, saat melihat Heechul berjalan keluar ruang rawatnya dengan wajah tertekuk.
Setelah Heechul benar-benar pergi. Leeteuk pun kembali merebahkan tubuhnya.
"Ahh.. Rasanya sangat lelah." bisik namja ini. Kembali dipejamkannya matanya, berusaha untuk kembali tidur.
.
.
.
Dikantin sekolah, terlihat Heechul sedang duduk termenung. Tangannya terus mengaduk-aduk minuman dihadapannya, matanya terus menatap lurus kedepan.
"Huuuftt.." entah sudah berapa kali terdengar helaan napas namja ini. Direbahkannya kepalanya diatas meja kantin.
"Kenapa lama sekali. Aku ingin cepat pulang, Teukie pasti kesepian." bisik namja ini.
"Hyung, Teukie hyung kemana?" suara seorang namja yang tiba-tiba duduk dihadapannya, akhirnya menyadarkan Heechul dari lamunannya. Ditengadahkannya kepalanya, menatap namja itu.
"Dia sedang istirahat."
"Istirahat? Memangnya dia kenapa hyung? Teukie hyung sakit?"
"Iya dia sakit. Lalu kenapa, apa pedulimu. Dia sakit atau tidak, kalian juga tidak akan pernah pedulikan?!"
"Hyung, dia memang bukan hyung kandungku. Tapi aku sangat menyayanginya, dia satu-satunya hyung yang aku miliki. Aku sangat mencemaskannya hyung, dia kenapa? Apa dia kelelahan lagi? Kalau begitu, aku berharap setelah dia beristirahat, dia akan segera sembuh. Kalau begitu aku pergi dulu, sampaikan salamku padanya. Katakan padanya, bahwa aku sangat merindukannya." Donghae pun bangkit dari duduknya. Ditatapnya Heechul yang masih duduk dihadapannya itu sejenak, sebelum akhirnya Donghae membalikkan tubuhnya, berniat meninggalkan tempat ini.
"Tapi dia tidak akan bisa sembuh Hae." bisik Heechul namun masih bisa terdengar oleh Donghae. Donghae pun mengurungkan niatnya, kembali di balikkan tubuhnya dan ditatapnya Heechul yang tengah menunduk sedih.
"Apa maksudmu hyung?"
"ALL Stadium 4"
"ALL? apa maksudmu itu..."
"Acute Lymphoblastic Leukemia. Dia sakit Hae, dia sangat sakit."
TBC
Gumawo yang uda baca dan review :)
Mian kalau ceritanya malah tambah gaje~
Balasan Review..
Sfsjclouds : penyakitnya cuma satu kok chingu. Nanti pasti appanya sadar, tapi belum sekarang. Soalnya saya belum puas bikin Teuk oppa menderita :D
Ameliachan : ahh.. Gumawo chingu :)
Ne saya akan berusaha lagi, gumawo sarannya :)
Hyuashiya : gumawo chingu :)
Fanoy5 : keterlaluan yaa? Ahh.. Mian :(
Wonhaesung love : ne, ini uda lanjut. Gumawo :)
Abilhikmah : hehehhe :)
Teuki-Angel : Chullie oppa akan selalu bentu Teuk opoa kok :)
: ne uda lanjut :)
TeukTeukTeukie : ne, kalau emang gak banyak tugas. Saya akan usahakan selalu update cepat. :)
.75470 : iya chingu, saya typo(s). Mianhae chingu :(
Sampai kapan boongnya? Emhh. Mungkin sampai dia tidak tahan lagi ^^
Gumawo sarannya :)
Angelika park : mian terlambat updatenya. Saya sedang banyak tugas sekolah. Ne, saya juga suka liat Teuk oppa menderita, tapi cuma di FF ^^
Kim min soo : ne gwenchana :)
Ne, oppa sakit. Soalnya saya suka liat oppa sakit-sakit. Tapi cuma di dunia FF ^^
..
Nahh.. Gumawo untuk semua saran dan masukannya chingu ^^
Gamawo juga untuk Reviewnya :)
#BOW
