Sebelumnya..
"Appa, kenapa Teukie belum sadar juga? Dia sudah tidur terlalu lama."
"Ck! Aku tahu itu. Ini semua karenamu. Aku harus kembali melihanya lemah seperti ini, dan ini semua karenamu!"
"Ne, Donghae anakmu. Tapi Leeteuk adalah darah dagingmu. Berhentilah hidup dimasa lalu, Leeteuk tak bersalah. Seandainya dia tahu akan terjadi seperti itu, dia juga tidak akan menyuruhnya untuk pulang."
"Mian, lagi-lagi aku merepotkanmu."
" Acute Lymphoblastic Leukemia . Dia sakit Hae, dia sangat sakit."
LAST WISH
(Saranghae appa)
Cast :
Park Leeteuk
Kim Heechul
Park Donghae
Other cast :
Park Yongmin (Leeteuk appa)
Park Hyera (Donghae eomma)
Kim Hyun Joong (Heechul appa)
Cho Kyuhyun
Author :
Ayu Rahayu
Genre :
Brothership, Friendship, Hurt, Drama, Family
Summary :
Aku ingin kau memelukku, aku ingin kau tersenyum hangat kearahku. Hanya itu yang ku inginkan, bisakah kau mengabulkannya... Appa~
HAPPY READING
.
.
.
.
.
.
Chapter 5
Leeteuk pov
Sekarang disinilah aku berada, disebuah gedung putih yang dipenuhi dengan berbagai macam aroma obat-obatan, orang-orang yang terus berlalu lalang dengan keadaan mereka masing-masing. Rasanya sangat miris saat melihat pemandangan yang disuguhkan oleh gedung ini.
"Kenapa didunia ini harus ada rasa sakit?" gumamku pelan. Tak peduli jika tak ada yang bisa menjawab pertanyaanku, tapi itulah yang ada dalam pikiranku sekarang.
Aku terus melangkahkan kakiku menyusuri setiap koridor gedung bernama rumah sakit ini. Mataku terus menelisik sekelilingku, menatap seriap raut wajah orang-orang yang dirawat disini. Hingga langkahku terhenti saat aku melihat seorang namja kecil yang tengah duduk dikursi roda dengan kaki mungilnya yang tertutupi oleh perban putih itu. Aku pun melangkahkan kakiku mendekati namja itu.
"Annyeong.." sapaku saat aku telah berada didepan namja kecil ini.
"Ahh.. Annyeong.." balas namja itu dengan senyum khas anak kecilnya. Ahh.. Terlihat sangat manis, aku sangat gemas dengannya.
"Siapa namamu?" aku pun bersimpuh dihadapannya, mencoba menyamakan tubuhku dengannya yang sedang duduk dikursi roda.
"Aku Cho Kyuhyun. Kalau hyung?" jawabnya riang.
"Aku Park Leeteuk. Tapi kau bisa memanggilku Teukie hyung."
"Hyung juga pakai infus, hyung sakit?" tanyanya padaku saat dilihatnya tanganku sedang menggandeng sebuah tiang besi yang menjadi alat untuk menggantung labu infus yang masih terpasang dipergelangan tangan kiriku.
"Ne, hyung juga sakit." jawabku.
"Hyung sakit apa? Kelihatannya hyung sehat-sehat saja." ucap namja kecil itu. Seketika senyumku pun memudar, namja ini memang benar, aku terlihat sehat-sehat saja jika dilihat dari luar. Tapi didalam, hanya aku yang tahu bagaimana rasanya saat sakit itu kembali muncul.
"Tapi setidaknya hyung masih lebih beruntung. Karena hyung masih bisa berjalan dan berlari-larian. Jadi hyung masih bisa bermain bersama appa. Coba lihat Kyunie, seharian hanya duduk dikursi roda. Kyu jadi tidak bisa bermain bersama appa lagi." ucap Kyuhyun. Raut wajahnya terlihat sangat sedih. Aku pun tersenyum melihatnya, dengan pelan aku mengelus kakinya yang terbalut perban itu.
...
Author pov
"Suatu hari nanti kaki ini pasti bisa berjalan lagi. Dan kaki ini akan membawamu berlari-lari dan bermain bersama appa mu lagi. Harapan itu masih ada Kyu, kau harus percaya itu." ucap Leeteuk lembut, senyum merekah dibibirnya.
Melihat senyuman tulus Leeteuk, seketika membuat Kyuhyun pun ikut tersenyum.
"Wahh.. Hyung. Kata-kata mu itu sama seperti apa yang biasa appa ucapkan padaku."
"Jinjjayo?"
"Ne jinjja. Kata appa, aku tidak boleh berhenti berharap. Karena Tuhan tidak pernah menutup mataNya. Jadi aku harus percaya bahwa harapan itu ada." ucapan Kyuhyun pun mampu membuat Park Leeteuk tersentuh. Entah mendapat dorongan dari mana, Leeteuk dengan spontan memeluk tubuh mungil Kyuhyun. Awalnya Kyuhyun terkejut dengan tindakan tiba-tiba yang dilakukan namja yang baru pertama kali ditemuinya ini, namun detik kemudian Kyuhyun pun tersenyum dan membalas pelukan Leeteuk.
"Kau benar, harapan itu masih ada. Gumawo Kyu." bisik Leeteuk lembut. Kyuhyun pun hanya tersenyum.
"Kyunie." suara berat seorang namja paruh baya, akhirnya menyadarkan Leeteuk dan juga Kyuhyun. Leeteuk pun dengan cepat melepas pelukanya dan berdiri menghadap sang namja paruh baya itu.
"Appa." ucap Kyuhyun saat dilihatnya sang appa telah berdiri dibelakang kursi rodanya.
"Appa kenalkan, dia Leeteuk hyung. Teman barunya Kyunie." lanjut Kyuhyun memperkenalkan Leeteuk pada sang appa.
"Annyeong ajjushi." ucap Leeteuk sambil membungkukkan tubuhnya dengan sopan dan dibalas dengan senyuman ramah dari ayah Kyuhyun ini.
"Baiklah Kyu, kita harus pergi bertemu untuk memeriksakan kakimu ini." ucap sang ayah sambil mengelus lembut pundak Kyuhyun.
"Hyung aku pergi dulu ne. Semoga kita bisa bertemu lagi. Aku sangat senang bisa bertemu denganmu hyung."
"Ne, hyung juga senang bisa bertemu denganmu. Fighting Kyu!"
Ayah Kyuhyun pun mendorong kursi roda sang anak. Menjauh meninggalkan Leeteuk yang masih berdiri menatap kepergian mereka.
TES
Setetes air mata akhirnya turun dengan mulus menelusuri pipi pucat Leeteuk.
"Appa~" bisiknya.
Ditundukkannya kepalanya menatap kakinya yang hanya beralaskan sepasang sandal tipis rumah sakit. Liquid bening itu masih setia turun, tak dipedulikannya tatapan beberapa pasien dan suster yang berlalu lalang dikoridor ini. Rasa rindunya pada sang appa dan juga rasa sakit ditubuhnya, membuatnya tak bisa membendung tetesan bening itu. Untuk kali ini saja, biarkan namja rapuh ini menangis. Setidaknya, biarkan cara ini membuat perasaannya sedikit teras tenang.
.
.
.
Seorang namja dengan langkah tergesa, terus berjalan menelusuri setiap koridor rumah sakit ini. Air mata tampak telah menganak sungai dipipi putihnya.
"Leeteuk hyung~" tak henti-hentinya namja ini menggumamkan nama itu.
...
Donghae pov
"Acute Lymphoblastic Leukemia . Dia sakit Hae, dia sangat sakit."
Apa yang diucapkan oleh Heechul hyung tadi terus terngiang-ngiang dikepalaku. Membuatku tak bisa membendung air mataku lagi. Dengan langkah cepat aku berlari menelusuri setiap koridor di rumah sakit ini, aku tak peduli jika nanti aku akan mendapat hukuman karena aku telah meninggalkan sekolah di jam pelajaran. Sungguh, aku tidak peduli. Yang aku inginkan sekarang adalah dengan cepat bertemu dengannya lalu memeluknya dengan erat.
"Ingat Hae, dia tidak ingin kau atau keluargamu tahu tentang penyakitnya ini. Jadi jika bertemu dengannya, kau harus berpura-pura tidak mengetahui apa pun."
Lagi-lagi aku teringat dengan apa yang diucapkan oleh Heechul hyung. Aku pun menghentikan langkahku dan menghapus air mata yang telah membasahi pipi ku.
"Hufftt.." kuhembuskan nafas ku, mencoba untuk menenangkan pikiranku. Untuk beberapa detik, aku hanya berdiri, berharap agar air mata ku tidak kembali menetes. Setelah merasa tenang, aku pun kembali melangkahkan kaki ku.
Tapi tiba-tiba langkahku terhenti saat ku lihat seorang namja yang sangat aku kenali, namja yang saat ini sangat ingin aku temui sekarang tengah berdiri menunduk didepanku, tampaknya dia tengah menangis. Dengan perlahan aku berjalan mendekatinya.
...
Author pov
"Leeteuk hyung~" bisik Donghae pelan, saat dirinya telah berdiri didepan Leeteuk. Leeteuk yang sangat mengenal suara itu pun, segera mendongakkan kepalanya yang sempat tertunduk karena menangis tadi. Dan betapa terkejutnya Leeteuk saat dilihatnya sang dongsaeng telah berdiri dihadapannya, menatapnya dengan mata sembab.
"Hae? Dari mana kau tahu jika aku ada disini?" tanya Leeteuk. Raut wajahnya mengisyaratkan sebuah kekhawatiran. Donghae yang melihat raut wajah itu pun tak bisa lagi menahan air matanya, dengan cepat dipeluknya tubuh sang hyung.
"Hyung mianhae. Ini semua karena aku, gara-gara hyung meminjamkan jas praktikum padaku, hyung jadi dihukum. Mianhae hyung, hyung sakit seperti ini semua karena aku. Mianhae~" lirih Donghae, dieratkannya pelukannya pada tubuh yang terasa semakin kurus itu. Leeteuk pun membalas pelukan Donghae.
"Hae.. Ini bukan salah mu. Sudahlah, jangan menangis ne." ucap Leeteuk lembut.
"Hiks.. Hyung.. Mianhae~"
"Sudahlah Hae, lagi pula sore nanti aku sudah bisa pulang."
"Hiks.. Jinjja?"
"Ne, jinjja. Sekarang kita kembali ke dalam ne."
.
.
.
"Teukie kau yakin bisa pulang sendiri. Kemana Donghae? Bukannya tadi dia menemanimu." ucap Kim Hyung Joong pada Leeteuk yang masih terlihat duduk ditempat tidurnya.
"Ne aku bisa ajjushi. Tadi Donghae pergi, katanya dia ada tugas mencari 5 tumbuhan herbal. Jadi dia tidak bisa mengantarku pulang." ucap Leeteuk.
"Kalau begitu, kau pulangnya besok saja ne. Besok kau bisa diantar Heechul atau Donghae. Ottokhae?" mendengar kekhawatiran dokter Kim yang menurutnya berlebihan itu, membuat Leeteuk tersenyum lembut. Leeteuk pun bangkit dari duduknya dan langsung memeluk namja yang sudah dianggapnya seperti appa kandungnya itu.
"Gwenchana. Aku bisa sendiri, ajjushi jangan terlalu berlebihan seperti itu. Aku tahu aku sedang sakit, tapi bukan berarti aku tidak bisa melakukan semuanya sendiri kan?" ucap Leeteuk sembari mengeratkan pelukannya pada dokter Kim.
"Hufft.. Arraseo. Oya, kau harus janji sesuatu pada ajjushi." dokter Kim pun merenggangkan sedikit pelukannya.
"Janji apa ajjushi?" tanya Leeteuk.
"Kau harus janji, kau jangan sampai terlambat makan, jangan terlalu lelah. Dan yang paling penting, kau jangan sampai lupa meminum obatmu. Yaksok?" ucap dokter Kim.
"Ne, yaksok." Leeteuk pun kembali memeluk sang ajjushi. Dan dibalas hangat oleh dokter Kim ini.
.
.
.
Leeteuk pov
Akhirnya aku keluar juga dari tempat itu, benar-benar sangat melegakan. Walaupun aku harus pulang sendiri, karena Donghae dan Heechul yang sedang sibuk dengan tugas mereka masing-masing, jadi mereka tidak bisa mengantarku. Tapi gwenchana, yang penting sekarang aku sudah keluar dari tempat itu.
"Aku pulang.." ucapku saat aku telah memasuki rumahku ini.
"Teukie? Aigo.. Akhirnya kau pulang juga nak.. Dari mana saja kau eoh? Eomma sangat mencemaskanmu." senyumku mengembang saat kulihat eomma menyambut kedatanganku.
"Mianhae eomma. Aku ada tugas jadi aku menginap di rumah Heechul." ucapku berbohong. Mianhae eomma.
"Wah.. Wah.. Wah.. Kau masih ingat jalan pulang rupanya eoh!" ucap appa yang tanpa aku sadari telah berada didepanku dan eomma. Aku pun menunduk, sungguh aku merasa takut, appa pasti sangat marah.
...
Author pov
"Sudahlah suamiku. Teukie pasti lelah, chagi kembalilah kekamarmu ne. Istirahatlah." ucap sang eomma mencoba menengahi antara Leeteuk dan Youngmin. Leeteuk pun mengangguk patuh, tapi baru saja Leeteuk akan melangkahkan kakinya, Youngmin dengan Keras menarik tangannya dan mendorongnya hingga tersungkur diatas dinginnya lantai rumah mewah ini.
"DARI MANA SAJA KAU EOH!" bentak Youngmin. Hyera yang melihat itu pun tak dapat lagi menahan air matanya. Dengan cepat yeoja ini berlari kearah sang suami, berusaha mencegah sang suami melakukan hal yang lebih keras lagi pada sang anak tiri.
"Sudahlah suamiku. Jebal~" mohon Hyera pada sang suami. Tapi Youngmin seakan tidak memperdulikan kehadiran sang istri. Amarah telah merasukinya, sehingga tak ada satu orang pun yang bisa mencegahnya.
"Appa mianhae~ aku dari rumah Heechul mengerjakan tugas~" ucap Leeteuk dengan air mata yang telah membasahi wajahnya.
"Ck! Dasar anak tak berguna. Ternyata selama ini aku hanya membuang-buang uangku hanya untuk memelihara seorang anak tak berguna sepertimu!" Youngmin pun mencengkram kerah baju Leeteuk.
"Mianhae appa mianhae~" ucap Leeteuk dengan berurai air mata. Youngmin melihat air mata itu, Youngmin pun melihat raut wajah sedih itu. Tapi semua itu tak bisa membuat seorang Park Youngmin luluh, melihat itu justru membuatnya semakin ingin melakukan yang lebih, lebih, dan lebih keras lagi pada anak kandungnya ini.
"Mianhae? Ck! Dasar anak SIAL!"
Bugh
TBC
Annyeoongg... Akhirnya saya comeback... :D
Ahh.. Mianhae saya baru bisa posting sekarang, belakangan ini saya banyak tugas dan laporan-laporan yang harus saya selesaikan. Makanya dengan terpaksa saya harus menunda FF ini :'(
Terus sebenarnya uda seminggu kemarin saya mau posting, tapi lagi-lagi saya mendapat halangan. Folder yang menyimpan FF saya kehapus, dan akhirnya semua FF saya hilang :'(
Saya terpaksa harus menulis kembali lanjutan Last Wish ini. Jeongmal mianhae atas keterlambatan saya :'(
Semoga saja masih ada yang mau membaca FF saya ini. :')
Oya, gumawo untuk semua reviewnya. Dukungan kalian benar-benar membuat saya bisa kembali bersemangat :')
Kamsahamnida... :D
#BOW
