Sebelumnya..
"Kenapa didunia ini harus ada rasa sakit?"
"Hyung sakit apa? Kelihatannya hyung sehat-sehat saja."
"Suatu hari nanti kaki ini pasti bisa berjalan lagi. Dan kaki ini akan membawamu berlari-lari dan bermain bersama appa mu lagi. Harapan itu masih ada Kyu, kau harus percaya itu."
"Hae.. Ini bukan salah mu. Sudahlah, jangan menangis ne."
"Sudahlah suamiku. Teukie pasti lelah, chagi kembalilah kekamarmu ne. Istirahatlah."
"Ck! Dasar anak tak berguna. Ternyata selama ini aku hanya membuang-buang uangku hanya untuk memelihara seorang anak tak berguna sepertimu!"
LAST WISH
(Saranghae appa)
Cast :
Park Leeteuk
Kim Heechul
Park Donghae
Other cast :
Park Yongmin (Leeteuk appa)
Park Hyera (Donghae eomma)
Kim Hyun Joong (Heechul appa)
Author :
Ayu Rahayu
Genre :
Brothership, Friendship, Hurt, Drama, Family
Summary :
Aku ingin kau memelukku, aku ingin kau tersenyum hangat kearahku. Hanya itu yang ku inginkan, bisakah kau mengabulkannya... Appa~
HAPPY READING
.
.
.
.
.
.
Chapter 6
"Mianhae? Ck! Dasar anak SIAL!"
Bugh
Satu pukulan akhirnya berhasil mendarat diperut Leeteuk.
"Eugh.." lenguhnya kesakitan.
"ANAK TAK BERGUNA!"
Bugh
Sekali lagi. Youngmin berhasil mendaratkan tendangannya didada sang anak. Membuat Leeteuk terjatuh tersungkur dilantai.
"Appo~" bisik Leeteuk hampir tak bersuara. Ditelungkupkannya tubuhnya untuk meredakan rasa sakit akibat pukulan Youngmin. Tapi belum sempat sakit itu mereda, sang appa kembali menghujaminya dengan pukulan lainnya.
Bugh
"Uhuukk.." cairan merah pekat itu akhirnya berhasil keluar saat Youngmin kembali mendaratkan tendangannya diperut sang anak.
"Uhuuk.. Uhukk.." cairan itu terus keluar, membuat lantai keramik keluarga Park yang awalnya putih sekarang telah ternodai oleh cairan merah pekat itu.
Hyera yang sedari tadi berdiri mematung memandangi Leeteuk dari kejauhan, seketika memekik keras saat dilihatnya sang anak tiri tengah terbatuk-batuk memuntahkan darah. Dengan langkah cepat Hyera berlari menghampiri Leeteuk yang sudah terbaring dengan darah yang telah menodai wajah putihnya.
"APA YANG KAU LAKUKAN PARK YOUNGMIN?!" teriak Hyera saat dirinya telah berdiri dihadapan sang suami. Dengan mata yang telah membentuk aliran anak sungai, yeoja cantik ini menatap kedalam manik sang suami.
"Apa kau sadar apa yang sudah kau lakukan ini eoh?! Kau sudah melukainya, biar bagaimana pun dia adalah anak kita. Dan sekarang dengan tanganmu sendiri kau melukainya. Ayah macam apa kau ini eoh?!" dengan amarah yang memuncak Hyera menatap Youngmin yang masih berdiri kaku dihadapannya.
"Anak kita? Dia? Ck! Anak kita hanya Park Donghae dan dia bukan siapa-siapa!" ucap Youngmin dengan tegas, tak ada keraguan sedikit pun dalam nada bicaranya. Tanpa disadarinya Leeteuk terus menatapnya dengan tatapan penuh luka. Senyum miris terpantri diwajahnya.
"Ternyata benar, bagi appa. Aku sudah tak ada artinya lagi." batinnya lirih. Dengan susah payah, namja ini mencoba bangkit, setelah berhasil berdiri dari posisinya, dengan langkah gontai Leeteuk berjalan mendekati sang appa dan eomma yang masih terlihat saling menatap.
"Appa~ sebegitu bencinya kah appa padaku? Tak ada kah sedikit saja tempat untukku dihati appa?" lirih Leeteuk.
"Aku sangat membencimu! Dan bagiku, kau itu tak lebih dari seorang pembunuh. Dan aku sangat berharap agar kau tak muncul lagi dalam hidupku!" jawab Youngmin tanpa menghiraukan perasaan Leeteuk yang telah berdiri dihadapannya.
"Baiklah, malam ini harapan appa akan terkabulkan. Aku akan pergi dan aku tak akan pernah muncul dalam hidup appa, eomma dan juga Donghae." mendengar ucapan Leeteuk, seketika Hyera yang berada disampingnya terbelalak. Apa maksudnya? Mau kemana dia?
"Teukie apa maksudmu, nak? Jangan seperti ini. Jebal~" ucap Hyera sedikit memohon, air mata telah membanjiri wajahnya. Leeteuk pun berbalik menatap sang eomma tiri yang selama ini telah merawatnya, senyum mengembang dibibirnya. Tangan namja itu pun mulai terangkat untuk menghapus air mata Hyera.
"Eomma gumawo karena sudah mau menjadi eomma ku. Aku sangat menyayangi eomma dan juga Donghae. Dan tolong jaga appa ne eomma." ucap Leeteuk. Dengan air mata yang telah menggantung disudut matanya, namja ini merengkuh tubuh sang eomma. Hyera pun membalas pelukan sang anak. Youngmin pun hanya berdiri mematung melihat istri dan anak yang dibencinya tengah saling berpelukan dihadapannya.
"Teukie jangan pergi ne chagi, jebal~" ucap Hyera. Leeteuk pun melepaskn pelukannya, lalu ditatapnya sang eomma dengan senyum yang masih bertengger manis dibibirnya.
"Anio eomma, aku harus pergi. Ini adalah keinginan appa. Jadi sebagai anak baik, aku harus menurutinya kan?" Leeteuk pun berbalik dan berganti menjadi menatap sang appa, sebelum akhirnya Leeteuk melangkah menjauh, meninggalkan rumah yang telah ditinggalinya selama bertahun-tahun ini. Sebenarnya ada sedikit harapan yang terbesit dalam benaknya, berharap agar sang appa memeluknya dan mencegahnya untuk pergi, berharap agar sang appa meralat ucapannya dan mengatakan bahwa sebenarnya dia sangat menyayangi Leeteuk. Tapi itu hanyalah sebuah harapan semu, karena semakin Leeteuk melangkah pergi, yang terdengar hanyalah suara Hyera yang berteriak memanggil Leeteuk sedangkan Youngmin terus menahan tubuh Hyera yang terus meronta ingin menyusul Leeteuk.
"LEPASKAN AKU! TEUKIE JANGAN PERGI! JEBAL" teriak Hyera yang masih berusaha lepas dari dekapan sang suami.
"Sudahlah, biarkan dia pergi. Dia berada disini juga tak ada gunanya kan. Jadi biarkan saja dia pergi." ucap Youngmin dengan sangat entengnya, membuat Hyera akhirnya terdiam.
"Kau benar. Lalu bagaimana perasaanmu sekarang tuan Park Youngmin yang terhormat. Kau bahagia? Kau puas? Sekarang kau berhasil, dia sudah pergi. Ck! Aku tak menyangka, ternyata kau sama kejamnya dengan mantan suamiku. Aku kecewa denganmu.!" ucap Hyera dengan tegas, lalu yeoja ini pun berlalu meninggalkan Youngmin.
.
.
.
Sebulan kemudian...
Donghae Pov.
Sudah sebulan semenjak kepergian Leeteuk hyung. Dan sekarang keadaan rumah benar-benar kacau, eomma sekarang menjadi pendiam dan sering mengurung dirinya didalam kamar hyung ku itu. Sedangkan appa... Sudahlah, sekarang aku sadar bahwa aku salah telah mengagumi sosok berwibawa yang sering aku panggil 'appa' itu.
"Hyung kau dimana? bagaimana keadaanmu sekarang hyung? Aku sangat merindukanmu. Aku merindukan senyummu, aku merindukan pelukan hangatmu." tanpa terasa air mata ku kembali menetes. Sebenarnya keadaanku tidak jauh berbeda dengan eomma, selalu menangis ditengah malam bahkan terkadang aku akan tertidur sambil memeluk foto hyung malaikat ku itu. Sangat menyedihkan bukan? Dan semua ini terjadi karena seseorang yang sekarang aku panggil appa.
Kalian mungkin bertanya, kenapa aku tidak menanyakan keberadaan Teukie hyung pada sahabat dekatnya Heechul hyung? Aku sudah melakukan itu berkali-kali, dan reaksinya selalu sama. Marah, membentak bahkan mendiamkan dan tidak menjawab pertanyaanku.
...
Flashback..
Author pov
"Hyung, aku tahu kau pasti mengetahui dimana Teukie hyung sekarang? Hyung jebal, beri tahu aku." ucap Donghae dengan air mata yang membanjiri wajahnya, dengan nada memohon namja ini terus bersujud dihadapan Heechul. Bahkan tak dipedulikannya tatapan murid-murid disekelilingnya.
"Sudah berulang kali kukatakan, aku tidak tahu."
"Bukankah kau sahabatnya, seharusnya kau..."
"Dan kau dongsaengnya. Jika kau yang dongsaengnya saja tidak tahu sekarang dia dimana, apa lagi aku yang hanya orang luar."
"Tapi hyung..."
"Sudah lah. Sekarang pergilah, dan jangan menanyakan tentang dia lagi padaku. Karena jawabanku akan tetap sama."
.
.
.
"Appa!" seorang bocah kecil terpekik girang saat melihat sang appa yang tengah berdiri dihadapannya. Namja mungil berkulit putih iti pun berlari dengan kaki-kaki kecilnya untuk mendekat pada sosok berwibawa itu.
Sang appa yang melihat bocah kecilnya berlari kearahnya pun mulai merentangkan tangan kekarnya dan dengan sigap sang appa menangkap tubuh mungil itu dan membawanya masuk dalam dekapannya.
"Kau merindukan appa?" mendengar pertanyaan sang appa, namja mungil itu pun mengangguk dengan semangatmya sambil menunjukkan senyum polos dibibirnya.
"Ne, sangat merindukan appa. Sekarang mana hadiah buat Teukie?"
"Aigo, appa baru pulang dan jagoan appa ini sudah meminta hadiah?"
"Tentu saja. Itu hukuman buat appa karena appa telah meninggalkan Teukie sangat lama."
"Tapikan appa hanya pergi selama sebulan." sang appa pun mengelus sayang helaian coklat yang timbuh dikepala sang anak.
"Kata eomma sebulan itu 30 hari dan bagi Teukie, 30 hari itu sangat lama. Jadi appa harus dihukum" celoteh namja kecil itu dengan lucunya membuat sang appa akhirnya tertawa."
"Baiklah, ini hadiah buat malaikat kecil appa." ucap sang appa sambil menyerahkan sebuah kotak putih pada sang anak.
"Yeeiii... Eomma lihat Teukie dapat hadiah dari appa." dengan girang bocah ini menunjukkan hadiahnya pada sang eomma yang sedari tadi berdiri dibelakangnya.
"Setelah mendapat hadiah, sekarang apa yang harus Teukie ucapkan pada appa eoh?"
"Gumawo appa." ucap Teukie dengan polosnya. Melihat itu sang appa pun kembali membawa tubuh sang anak kedalam dekapannya.
"Haneul, malaikat kecil kita ini sangat lucu. Aku sangat menyayanginya." ucap sang appa sambil menatap sang istri dihadapannya.
"Aku pun begitu. Park Youngmin dan Park Leeteuk, kalian adaplah kebahagiaanku."
...
Seorang namja terlihat tengah terbaring lemah didalam sebuah ruangan yang dipenuhi warna putih itu. Tubuhnya dipenuhi oleh alat-alat yang menjadi penopang hidupnya. Wajahnya sangat damai, sehingga saat dilihat secara sekilas namja ini seperti tengah tertidur lelap. Tak ada suara yang terdengar kecuali suara dari alat bernama Elektrokardiogram yang menjafi bukti bahwa jantung namja ini masih berdetak.
Wajahnya kini terlah menjadi pucat pasi, pipinya pun kini terlihat semakin tirus setiap harinya, bahkan bibir merah cherry yang biasanya selalu menampilkan senyum manis itu kini telah berubah menjadi putih pucat. Keadaannya ini membuat namja yang sedari tadi duduk disisi lain ranjang itu menatapnnya dengan tatapan miris.
"Sampai kapan kau akan seperti ini. Aku mohon bangunlah." ucap namja itu, setetes cairan bening telah meluncur dengan bebas dari kedua sudut matanya. Tangannya pun terulus membelai pipi tirus nan pucat itu dengan lembut.
"Jebal... Cepatlah sadar." lirih namja ini.
TBC
Akhirnya saya comeback... :D
Maaf atas keterlambatan saya, soalnya saya ada ulangan selama 2 minggu setelah itu classmeeting selama seminggu dan beberapa kesibukan lainnya.
Saya bener-bener minta maaf.
Dan maaf juga kalo FF ini semakin gaje aja.
Semoga masih ada yang mau baca :D
Gumawo... Saya tetap menunggu dari review kalian.. :D
