LAST WISH
(Saranghae appa)
Cast :
Park Leeteuk
Kim Heechul
Park Donghae
Other cast :
Park Yongmin (Leeteuk appa)
Park Hyera (Donghae eomma)
Kim Hyun Joong (Heechul appa)
Author :
Ayu Rahayu
Genre :
Brothership, Friendship, Hurt, Drama, Family
Summary :
Aku ingin kau memelukku, aku ingin kau tersenyum hangat kearahku. Hanya itu yang ku inginkan, bisakah kau mengabulkannya... Appa~
HAPPY READING
.
.
.
.
.
.
Chapter 7
"Haneul, aku merindukanmu. Sangat merindukanmu."
"Aku juga, aku merindukanmu dan juga malaikat kecil kita. Walaupun sekarang dia telah tumbuh menjadi namja dewasa, tapi dia tetap malaikat kecil kita.''
"..."
"Kenapa kau diam? Dia masih malaikat kita kan? Buah hati kita. Benarkan?"
"Dia..."
"Kau tidak boleh menyalahkannya atas apa yang sudah terjadi."
"Tapi karena dia, kau harus..."
"Semua itu bukan kesalahannya. Saat itu dia hanyalah seorang anak kecil yang menginginkan agar kedua orang tuanya hadir diacara ulang tahunnya. Tapi Tuhan berkehendak lain. Pada hari ulang tahunnya, dia justru harus kehilangan ibunya dan juga kasih sayang ayahnya."
"..."
"Kita dulu pernah membuat janji. Janji untuk menjaga dan melindungi malaikat titipan Tuhan itu. Tapi sekarang aku tidak bisa lagi menjaganya, aku hanya bisa melihatnya dari atas sini tanpa bisa menyentuh ataupun memeluknya. Sekarang hanya ada kau, kau harus menepati janji itu. Jaga malaikat kita."
"Tapi setiap aku melihat dia, aku selalu teringat kejadian itu. Aku belum bisa menerima semua ini."
"Seharusnya aku bahagia disini, tapi setiap malam aku selalu melihat dia menangis dan merintih kesakitan, itu membuatku tidak tenang. Jika kau sudah tidak ingin menjaganya, maka biarkan dia pergi bersamaku."
"Apa maksudmu? Kau akan membawanya?"
"Dia sudah terlalu banyak menangis, terlalu banyak rasa sakit yang harus ditanggungnya. Dia adalah anakku, aku tidak kuat melihatnya seperti itu. Jadi jika kau sudah tidak menginginkan kehadirannya, maka aku akan membawanya bersamaku."
"Andwae! Aku akan menjaganya. Biarkan dia bersamaku."
"Jangan sampai penyesalan itu menghampirimu Kim Youngmin. Jangan sampai."
.
.
.
Youngmin pov.
Malam ini aku kembali terbangun ditengah malam. Sudah beberapa malam, Haneul selalu muncul dalam tidurku. Dan itu membuatku gelisah, jujur aku sangat takut, apa lagi saat kuingat semua kata-katanya.
"Jika kau sudah tidak ingin menjaganya, maka biarkan dia pergi bersamaku."
Ahh... Ini benar-bebar membuatku sakit kepala. Baiklah, aku harus menyegarkan pikiranku. Mungkin sedikit teh hangat akan membuatku lebih tenang.
Aku pun beranjak dari tempat tidurku, kulirik Hyera yang sedang tertidur. Kulihat ada bekas jejak air mata dipipi putih itu. Semenjak dia pergi, Hyera selalu saja menangis dan menangis. Walaupun dia hanya berstatus seorang ibu tiri tapi yeoja ini sangat menyayangi anak itu, sedangkan aku yang ayah kandungnya... Rasa sesak itu kembali menghampiriku, aku menyesal tapi aku juga belum bisa menerima anak itu, semua ini terlalu berat.
Ahh.. Mengingat ini aku semakin sakit kepala. Dengan segera aku melangkahkan kakiku keluar dari kamar untuk membuat secangkir teh hangat dan menyegarkan pikiranku, tapi langkahku terhenti tepat didepan pintu kamar itu, kamar yang sudah sebulan ini ditinggalkan oleh pemiliknya. Entah mendapat dorongan darimana, aku pun melangkahkan kakiku masuk kedalam kamar itu.
Kamar ini tidak pernah berubah, dari dulu setiap aku memasuki kamar ini, aku selalu merasa seperti disurga. Sangat rapi dan bersih, ditambah lagi semua barang yang berwarna putih. Dia memang tidak pernah berubah.
Aku memperhatikan setiap sudut kamar ini, hingga akhirnya tatapanku tertuju pada sebuah buku catatan putih diatas nakas yang berada disamping tempat tidurnya.
"Ini buku yang kuberikan padanya. Dia masih menyimpannya." untuk pertama kalinya semenjak Haneul pergi aku tersenyum ketika mengingatnya. Jujur saja, aku sangat merindukan anak itu sangat merindukannya.
Dengan perlahan aku mulai membuka sampul buku itu, terdapat 2 lembar foto terselip dilembar pertama.
Foto yang pertama adalah foto ku dan haneul yang tengah tersenyum dan yang kedua adalah fotoku bersama Hyera dan Donghae. Kulihat tulisan dilembar buku ini, pasti dia yang menulisnya.
Buku ini adalah pemberian appa, aku sangat senang karena appa memberikan ini. Sekarang aku bisa menulis segalanya dibuku ini, aku akan selalu menjaga buku pemberian appa ini. Gumawo appa, saranghae 3
Aku pun kembali tersenyum, aku hanya memberinya sebuah buku dan dia sudah sesenang itu, dasar anak kecil.
Aku pun kembali membuka setiap lembaran buku ini, hingga akhirnya aku sampai pada pertengahan buku ini. Aku tertegun saat membaca kalimat pertama catatan ini. Catatan ini ditujukan untukku, untuk ulang tahunku 2 minggu yang lalu.
Happy birthday appa, Happy birthday appa. Happy birthday, happy birthday, happy birthday appa.
Selamat ulang tahun appa, semoga appa sehat selalu dan semakin sayang pada eomma, Hyera eomma dan juga Donghae.
Oya appa, appa sudah dapat hadiah dariku? Aku meletakkan hadiah itu dimeja kerja appa dan aku menggunakan nama Donghae agar appa mau menerima hadiah itu. Appa menyukainya? Appa kan sangat suka bekerja jadi aku memberikan ballpoint itu untuk appa. Dan appa tahu? Aku membeli itu dengan uangku sendiri. Aku bekerja mengantar koran dan susu, kemudian uangnya aku belikan hadiah untuk appa.
Mianhae aku hanya memberikan sebuah ballpoint untuk appa. Aku tidak tahu sampai kapan aku bisa bertahan, aku hanya ingin memberikan sebuah kenangan untuk appa. Walaupun appa tidak tahu kalau hadiah itu dariku, tapi aku cukup senang saat aku lihat appa selalu membawa ballpoint itu kekantor atau kemana pun. Gumawo appa, saranghae 3
-Park Leeteuk-
Tanpa kusadari air mata telah membanjiri wajahku. Aku sama sekali tidak menyangka jika dia bisa berbuat seperti ini. Ballpoint itu pemberiannya, dan aku dengan bodohnya beranggapan jika yang memberikan itu adalah Donghae.
"Aku harus mencarinya, aku harus mendapatkannya kembali." dengan cepat aku beranjak dari tempatku, meletakkan buku itu ditempatnya dan melangkah keluar dari kamar itu.
"Haneul, aku mohon berikan aku satu kesempatan. Biarkan aku menepati janjiku, aku akan menjaga malaikat kita. Aku mohon..."
.
.
.
Hari ini adalah hari minggu, hari yang ditunggu-tunggu oleh semua orang. Karena dihari minggu mereka bisa sedikit bersantai dan beristirahat dari semua pekerjaan mereka. Tapi itu tidak berlaku untuk seorang Kim Heechul. Dihari minggunya, namja ini tetap terlihat sibuk. Tapi namja ini bukan sibuk karena pekerjaan sekolahnya, malainkan sibuk menemani sahabatnya yang sampai sekarang belum sadarkan diri.
"Teukie, aku lapar. Aku keluar mencari makanan dulu ne. Kau tunggu saja disini." ucap Heechul pada Leeteuk dan yang pasti tidak akan dijawab oleh namja manis itu.
"Aku harap kau segera bangun. Aku sangat merindukanmu." heechul pun beranjak dari duduknya dan mulai melangkah keluar dari kamar rawat sahabatnya itu.
Tapi betapa terkejutnya Heechul saat dilihatnya seorang namja paruh baya tengah berdiri didepan kamar rawat Leeteuk.
"Apa yang anda lakukan disini?" tanya Heechul pada namja itu.
"Apa yang terjadi padanya?" jawab namja paruh baya yang tidak lain adalah Kim Youngmin itu.
"Apa maksud anda? Saya tidak mengerti." jawab Heechul dengan nada datar.
"Kenapa tidak ada yang memberitahukan masalah ini padaku?! Kenapa kalian begitu tega membiarkan aku tahu semua ini dari orang suruhanku ! Jawab aku Kim Heechul ! Apa yang terjadi padanya?!" Youngmin tidak bisa lagi menahan emosinya. Rasa sesak, sakit, dan sesal terasa menghimpit dadanya pasca mengetahui apa yang terjadi pada putranya beberapa saat yang lalu.
TBC
Mianhae saya potong dulu, bagaimana Youngmin bisa tahu tentang Leeteuk akan dijelaskan di Chapter selanjutnya.
Gumawo untuk yang uda review, saya pikir sudah tidak ada lagi yang berminat pada FF gaje saya ini.
Jeongmal gumawo semuaaaaa...
#BOW
