Puberty.
.
Warning: Typo, Yaoi, OOc, AR, alur cepat, incest, dll..
.
"cerita ini sah milikku dan dibantu oleh teman-temanku yang pada gila karena yaoi. Cast milik tuhan yang maha esa karena sudah menciptakan mereka. Aku hanya pemilik cerita ini dan beberapa character dalam cerita."
.
.
Cast: EXO , Suju :'v, Milly(mine),Leon(mine). dan lain lain :3
.
Pairing: KrisYeol,slight!krislay,chanlay
.
Rated: M.
please leave if you don't like yaoi or the story and maybe the pairing.
No Like, Don't Read
.
.
BTW, ini bukan jessicaInuzukaUzumaki. akun ini saya pinjam :3 udah ijin kok!
aku membuka mataku. celanaku basah. cairan kental ini...
apa ini?
aku menggoyangkan tubuh yifan. "Yifaaann.. bangun dong~"
aku terus menggoyangkan tubuhnya sampai ia terbangun dari mimpinya.
-AUTHOR PROV-
"Yifan!Yifan! wake up..!"
Yifan akhirnya membuka kedua matanya. Dia pun terduduk sambil mengusap kedua matanya. Jam berapa ini? Jam dinding masih menunjukkan jam satu pagi. Duh! padahal tadi lagi asik mimpi!
"ada apa yeollie? kau merusak mimpiku!"
"m-maafkan aku yifan, tapi..." Chanyeol terdiam sambil menundukkan kepala. Yifan cengo melihat chanyeol yang wajahnya tiba-tiba berubah menjadi merah. Anak ini sakit?
"kau sakit,um?"
"t-tidak!...yifan.." Chanyeol menggeser tubuhnya menjauhi kembarannya. "ini..ini apa?" tanya chanyeol sambil mengulurkan tangannya. Tangannya sudah dipenuhi sperma.
Yifan melongo. "k-kau.."
"ini apa?"
"KENAPA KAU MEMPERLIHATKANKU INII?!" tanya Yifan dengan sedikit membentak membuat chanyeol kaget. "arggh! nih!" yifan memberi 5 lembar tisu pada chanyeol.
"yifan, ini apa?"
"kau mimpi apa semalam? tunggu, biar kutebak! kau pasti mimpi bersama seorang gadis kan?!"
"tidak! di mimpiku tidak ada seorang gadis. Yang ada cuma.."
Chanyeol kembali memerah. Kali ini sangat merah. Wajahnya terasa sangat panas. Langsung saja ia menjauhi kembarannya. "s-sekali lagi aku bertanya... i-ini apa?"
"itu sperma. Kau tidak membaca buku? aku kira kau pintar."
"s-s-sperma? sperma mimpi basah?"
"iya. Jenius."
HUP! Chanyeol langsung berdiri dan berlari. Tidak peduli walau celana-nya masih basah karena sperma. Ini tidak mungkin! kini dirinya sudah dewasa. Tapi... di mimpi itu kenapa bukan sesosok gadis yang muncul? kenapa malah yifan?
Chanyeol berlari menuju ruang tamu dan..
BRAK! "ouch!"
"oh-uh, maaf kan aku yeollie."
chanyeol membuka matanya lebar. "Hyung!"
"yo~ada apa?" yixing tersenyum sambil menatap wajah yeollie. Perlahan matanya turun ke bawah menatap celana adiknya yang basah. "jangan bilang kau bangun jam satu pagi karena mengompol." yixing tertawa pelan, tapi chanyeol? dia cemberut. wajahnya masih merah dan terasa panas. Yixing pun berhenti tertawa. Kini wajahnya serius menatap adiknya. "kau kenapa? kau tidak mengompol?"
"ANIYA!"
"lalu?"
Hening sesaat. Oh.. Yixing paham.. adiknya mungkin sudah menjadi dewasa. Yixing hanya menatap chanyeol dengan senyum. Sungguh, itu membuat chanyeol tak nyaman. Kenapa hyung-nya ini? "hyung,kau kenapa?"
"aku tahu yeollie.. bukannya kau harus bahagia?"
"bahagia? kenapa harus bahagia! aku sengsara!"
"sengsara? bukannya kau menimatinya? enak bukan?"
"tidak! arghh! itu membuatku frustasi hyung! aku tidak suka ini!" Chanyeol mengacak-ngacak rambutnya.
"apa maksudmu? kau sudah dewasa, kau tampan, kau pintar, kau digemari. Mengapa kau harus frustasi?" yixing mengangkat kedua alisnya. Ia menyodorkan tangan kanannya. Sekantong makanan. "ini. lepas frustasimu dan makan ini."
"apa itu?" chanyeol mengendus-endus aroma nikmat makanan tersebut.
yixing tersenyum. "ini ramyun. Masih hangat. Buatan Song Qian-noona."
"pacarmu itu?"
"iya."
Yixing menyuapi chanyeol. "aaamm". Enak. Ramyun buatan Song Qian-noona sangat enak! Chanyeol menikmati ramyun ini. Di hidupnya tidak ada yang senikmat Ramyun ini kecuali...
Argh! Chanyeol mengacak-ngacak rambutnya lagi. Kenapa yang sekarang terpikirkan malah mimpi basah lagi? Ingin ia benturkan kepalanya dan menghilangkan memori ini. Mengapa yang muncul di mimpinya yifan? bukannya baekhyun—gadis cantik di kelas— yang dia suka?
Benar, Chanyeol menyukai Baekhyun. Kenapa tidak muncul baekhyun saja?
"oiya, setelah kau makan ini, kau ganti celana dulu sebelum tidur, OK?"
"selamat pagi chanyeol~" sapa Sehun—gadis cantik kelas sebelah dan jadi sahabat chanyeol— yang menghampiri chanyeol yang sedang mengikat tali sepatunya di teras rumah.
"hai sehun~"
"Sudah siap belum? yuk ke sekolah bareng!"
"oh-um, iya." Chanyeol segera berdiri. Namun ketika mereka berdua keluar pagar rumah untuk menunggu bus sekolah, yifan keluar dari garasi dengan motornya.
"Hey! Yeollie, mau ikut tidak?" tanya yifan.
Bodoh! mengapa dia menawari untuk ikut bersamanya ketika ada sehun? sudah jelaskan kalau chanyeol akan pergi bersama sehun?
"a-aku? emm.. tidak!" Chanyeol menggeleng.
"kalau kau?" Yifan menunjuk sehun. "kau mau ikut bersamaku?"
Sehun melotot. sehun menunjuk dadanya. "aku? bersama mu?"
"iya, bodoh!"
Chanyeol melirik Sehun. Dia sudah tahu jawabannya. Dia tahu bahwa sehun menyukai kembarannya. Tapi, apakah sehun rela pergi bersama kembarannya dan meninggalkannya sendiri? Tidak! itu bukan sehun! Chanyeol tersenyum menanti jawaban sehun. dirinya cukup percaya diri bahwa sehun akan menjawab 'tidak' soalnya sehun tidak mungkin meninggalkan sahabatnya.
Yifan menghela nafas berat, "yasudah kalau tidak—"
"aku mau!"
Chanyeol melotot. Tidak mungkin! sahabatnya sendiri telah menghianatinya! ya ampuun...
"yasudah, ayo naik!" suruh yifan pada sehun.
"tapi..hun.."
"maaf chanyeol, lain kali saja ya?" Sehun tersenyum dengan wajah tanpa dosa-nya.
Sungguh, saat itu chanyeol kesal. Padahal dirinya pintar, tampan, dan digemari!
ah..sudahlah, memang sehun menyukai yifan. Chanyeol mengerti. Atau jangan-jangan sehun menjadi sahabatnya karena yifan?
"Tolong kalian buka halaman 79! kalian kerjakan tugas itu dengan hening! sedangkan saya mau keluar sebentar." ucap mr. Choi lalu keluar kelas.
'Matematika lagi... Huh! membuat frustasi saja!' batin yifan dalam hati. Dia mengamati soal di dalam buku tersebut. Soal yang Chanyeol ajarkan semalam. Mudah!
Sedangkan bagi Chanyeol yang terduduk di sebelah yifan, pikirannya blank. 'soal macam apa ini? apa maksud dari kuadrat? lagi pula, mengapa soal yang muncul soal SD? aku tidak ingat soal SD!' batinnya sambil menggaruk kepalanya.
Chanyeol sesekali melirik yifan yang santai mengerjakan soal tersebut. Pensilnya menulis dengan cepat jawaban soal tersebut. melihatnya, chanyeol menjadi bertanya-tanya. 'mengapa aku menjadi bodoh begini? Yifan saja yang bodohnya melebihiku sudah menulis panjang jawabannya. Siapa aku? mengapa aku begini?'
"hei, kerjakan! jangan hanya menatapku! aku bisa kok!" protes yifan sambil menutupi bukunya dengan tangannya.
"oh-uh.."
Yifan melirik buku chanyeol. Masih kosong. Masih polos dan bersih. Hanya tertulis nomor soal saja. "kau kenapa? tidak bisa mengerjakan? haha.." tanya yifan becanda.
"iya. Aku tidak bisa."
"Huh?! serius? jangan becanda!"
"iya, aku serius! kuadrat itu apa? akar pangkat itu apa? cara pembagian gimana?" Chanyeol memiringkat kepalanya sambil menatap yifan.
Yifan ikut memiringkan kepalanya. "kau bercanda kan?"
"tidak."
"HEI JANGAN MENGOBROL!" Tegas Jumnyeon—ketua kelas— "apa kau tidak mendengar ucapan papa-ku tadi?"
"huh.. iya-iya!"
maklum, ketua kelas ini adalah anak dari mr. choi yang sama-sama galak!
.
.
.
Waktu istirahat. Waktu dimana chanyeol dan yifan berpisah untuk bermain bersama teman masing-masing. Tadi saat dinilai, Yifan mendapat nilai 85 sedangkan chanyeol hanya mendapat 93 dibalik menjadi 39. Huh! kesal!
Sehun yang terduduk manis sambil meminum susu vanilla-nya menatap chanyeol. Dirinya bingung. Kenapa sahabatnya menjadi seperti ini? "kau kenapa nurun?"
Chanyeol menghela nafas berat. Dia tidak mau membicarakannya. "kau kenapa tidak pergi bersamaku saat mau berangkat?" tanya balik chanyeol yang membuat sehun memerah.
"ah! kau tahu kan kalau aku menyukai kembaranmu itu! m-maaf kan aku... tapi aku berusaha menolak! tapi mulutku mengatakan sebaliknya!" sehun menutup wajahnya karena malu.
"ah, terserah dirimu saja." chanyeol memutar bola matanya.
"HEY! MEMANG BENAR! kalau tidak percaya... tidak usah bertanya! huh!"
"aku kira kau menyukai luhan—pria tampan yang sekelas dengan sehun— "
"itu masa lalu! dia mengencani Xiumin—gadis dari sekolah lain— dan aku ingin move on! kini hatiku berpihak pada kembaranmu!" sahut sehun. "apakah itu masalah?!"
"masalah!"
"lalu mengapa kau tidak mengencani Baekhyun saja?!" tanya sehun dengan nada tinggi.
"sshh... kenapa kau berisik sekali?"
"salahmu yang membuatku marah seperti ini! huh!"
"kalian bicara apa sih?" tanya seseorang yang baru saja duduk di bangku mereka. Namanya Kim Jongin, teman mereka yang digemari gadis-gadis adik kelas.
Sehun dan Chanyeol memutar bola matanya. "kami malas membahasnya lagi!" sahut mereka berdua dengan kesal.
"oh, ok. aku tidak akan ikut campur! masalah kalian urus sendiri!" Jongin menyedot jus mangga nya.
"ugh, mengapa kau bertanya kalau begitu?" tanya sehun kesal.
"soalnya ketika kalian sedang berantem, hanya aku yang bisa memisahkan kalian." itu benar, hanya jongin yang dapat memisahkan mereka ketika saling kesal begini. "eh, aku dengar dari adik kelas bahwa kembaranmu sudah mempunyai pacar ya, yeollie?"
"hum? aku tidak tahu itu."
"iya, namanya Jessica Jung. perempuan kelas A itu katanya sudah berkencan bersama kembaranmu itu!"
"APA?! JESSICA JUNG?! PEREMPUAN JUDES ITU BERKENCAN DENG—"
"sshh.. sehun, kenapa kau selalu berisik huh?" jongin membekap mulut sehun agar tidak mengomel lagi.
Bukan hanya sehun yang merasahan hatinya bagai tertusuk tombak. Tetapi Chanyeol juga. Mengapa demikian?
chanyeol memegang dadanya. Ini bukan cemburu karena yifan sudah duluan mempunyai gadis, tapi ini karena janji yang ia ucapkan di dalam mimpi. janji bahwa akan selalu ada. Namun kini yifan mempunyai seorang gadis. Apakah janjinya masih berlaku?
Bodoh! Itu janji dalam mimpi! tentu saja itu tidak berlaku! tidak berlaku sampai kapanpun!
Chanyeol menghela nafas. "aku hanya turut bahagia saja.".
Jongin tersenyum lebar. "oh tidak, ternyata bukan sehun saja yang tersakiti.. ternyata kembarannya juga tersakiti! haha.."
"oi! apa maksudmu? dasar sok tau!"
.
.
.
.
Pulang sekolah! akhirnya derita Chanyeol yang nilainya tiba-tiba menurun selesai juga (untuk hari ini). Entah si Kembar akan pulang bersama atau tidak, tapi sampai saat ini chanyeol masih merasa sakit hati. Ingat! itu hanya mimpi! hanya mimpi basah! hal yang seperti itu tidak akan terjadi di hidup nyata! apalagi bagian..
"Hei, pulang bersamaku. Yixing-hyung membuat makanan di rumah, katanya kita harus cepat pulang sebelum dingin. Naik motor bersamaku agar tidak lama." ujar seseorang dengan suara berat. Yifan.
"aku tidak mau."
"mengapa? kau ini kenapa? tadi di kelas kau menurun, sekarang kau tidak mau diantar pulang!"
"ITU KARENA KAU BODOH!" bentak Chanyeol keras. "kau yang ada di mi— eum.. kau yang berjanji.. di mim—eum... pokoknya aku tidak mau pulang naik motor!" lanjutnya sambil pouting.
"kau tidak mau makanan yang dibuat oleh xingxing-hyung?"
"AKU MAU! TAPI AKU IDAK MAU PULANG BERSAMAMU!" bentak chanyeol lagi. Kali ini lebih keras.
"oh masa bodoh! kau ikut bersamaku!" Yifan menarik chanyeol menuju motor. "Naik!"
Sambil pout "aku tidak mau!" tolak chanyeol.
"Naik!"
"tidak mau!"
"naik!"
"tidak mau!"
"NAIK ATAU AKAN KU POTONG KAKI MU DUA DUA NYA!" ancam yifan.
Chanyeol bergidik ngeri lalu segera naik ke atas motor.
TING TONG
"ah! iya, tunggu sebentar!" yixing segera membukakan pintu depan.
ckleck..
"ah!" Yixing terkejut. "mengapa kau terlambat huh? makanannya sudah keburu dingin tuh!" Yixing segera menarik tangan Wanita cantik. Ya, wanita cantik. Bukan adik kembarnya. "duh-aduh, dimana mereka berdua?"
.
.
BRUM!
Yifan mengebut di jalanan. Chanyeol mengeratkan pelukannya pada kembarannya. jujur, dia tidak mau memeluk kembarannya, soalnya akan membangkitkan rasa yang susah dijelaskan bergemuruh di dalam dadanya. Ini gara-gara mimpi basah itu. Oh chanyeol sangat membenci mimpi basahnya.
"Yifan! aapakah seharusnya jangan mengebut?" tanya chanyeol melalui angin angin.
"apa?"
"jangan mengebut!"
"aku tidak bisa mendengarmu bodoh! kita sedang berkendara!"
Chanyeol pun mendekatkan mulutnya ke telinga yifan. " Jangan mengeb—"
ckiiiiitt..
Yifan ngerem mendadak. Rem mendadak tersebut mengakibatkan chanyeol yang ingin mendekatkan bibirnya ke telinga yifan malah nyasar. Sekarang bibirnya menyentuh pipi yifan.
"mbleh!" chanyeol melepas ciumannya lalu segera mengusap bibirnya. "ugh..menjijikan!"
"Kenapa kau menciumku segala hah?!" bentak yifan. Walau membentak tidak suka, kini di pipinya terdapat rona merah muda.
"dan kau kenapa ngerem mendadak?! bikin kaget tau!" protes Chanyeol.
"aku merasa ada yang salah.."
"SESUATU YANG SALAH ITU ADALAH KAU NGEREM MENDADAK, BODOH!"
yifan mendengus kesal. "sudah jangan ngomel"
BRUUM
NGEENG
.
.
.
.
"dimana kedua adikmu,xing?" tanya wanita cantik yang terduduk manis di sofa ruang keluarga. "aku dengar mereka berbeda ya?"
"iya. mereka sangat berbeda. Keinginan mereka pun berbeda. Dulu aku sempat capek ketika merawat mereka." ujar yixing sambil tersenyum bodoh dan menggaruk kepalanya. "mereka saat ini belum datang. Mungkin ada pelajaran tambahan di sekolah mereka."
"oh, begitu ya?." Wanita itu bangkit dari sofa dan melihat-lihat foto keluarga. Leon, Milly, Yixing dan si kembar. Foto keluarga yang diambil di belakang rumah mereka. Saat itu Yixing masih SD dan kedua adiknya masih berumur 6 tahun. Mereka berdua terlihat menggemaskan. Apalagi Chanyeol dengan senyum lebarnya. "sekarang, berapa umur adik-adikmu?"
"mereka berumur lima belas tahun. Mereka sudah dewasa. Tidak akan menambah beban untukku. Mereka akan mulai kerja sendiri." Jawab Yixing sambil tersenyum. Dia bersyukur. Kedua adiknya ini sudah dewasa, jadi yixing tidak terlalu sibuk untuk bekerja karena ada kedua adiknya yang membantu.
"ngomong-ngomong, kau kerja apa?"
"aku kerja di Perusahaan, kerjaku adalah menjadi sekertaris." jawab yixing. "belakangan ini tugasku tidak banyak. Aku bersyukur bisa meluangkan waktuku bersama kedua adikku . hehe.." lanjutnya.
"kau juga harus bersyukur bisa meluangkan waktu bersamaku. Aku sudah mengatur jadwal kerjaku,xing. Kini aku bisa me-relax-kan diriku bersamamu." Wanita itu menghampiri Yixing yang masih terduduk di sofa. "aku juga ingin bermain-main bersama kedua adikmu, jika kau mengizinkan.." pinta wanita itu sambil terduduk di pangkuan Yixing.
"euh— maksudmu?"
"kau tahu kan maksudku,xing? aku tidak ingin 'BERDUA' saja, aku ingin melakukan 'Group'. Bolehkaan.."
BRAK!
"Kami Pulang hyung!" ucap Chanyeol sambil berlari menuju dapur. "MANA MAKANANNYA?! APAKAH SUDAH DINGIN?"
"periksa di lemari!" suruh yifan sambil mengobrak-abrik seisi rumah.
dengan segera, wanita itu turun dari pangkuan yixing. Yixing pun bangun dari sofa. "wah-wah kalian lapar ya? makanannya ada di meja makan! apa kalian tidak melihatnya? dasar kalian berdua!" Yixing tersenyum melihat tingkah laku kedua adiknya.
"WAAAH! INI JJANGMYEON~" Chanyeol berbinar melihat makanan yang sudah tersedia di meja. Dia menyukai makanan ini! begitu juga dengan yifan yang kini suah mulai menyantap nya.
Yixing berdiri di pintu bersama wanita cantik. "ingat kataku, xing. Aku ingin 'group' boleh?" bisik wanita itu.
Yixing menatap wanita itu dengan aneh. "Group?"
"iya. Group. Bersama mu, yifan dan chanyeol."
"Hey kalian berdua!"
"eungh—apa hyung?" sahut yifan yang kekenyangan.
"aku akan pergi dulu bersama temanku ini, kalian jaga rumah ya?" pinta yixing.
"iya.." jawab mereka berdua.
.
.
.
"XingXing-hyung pergi lagi ya?" Chanyeol menghela nafas berat. "apakah wanita itu pacarnya?"
"bukan. pacarnya cantik dan manis, seperti jessica.."
"oh" sahut chanyeol singkat. " kau serius berkencan dengan jessica?"
"iya." jawab yifan singkat dan jelas.
Chanyeol mengangguk saja lalu memainkan sendok yang masih berada di meja. "kalau itu bukan pacarnya, itu siapa? apakah xingxing-hyung selalu pergi bersama seorang wanita yang berbeda? huuh... seenaknya saja ia meninggalkan kita.."
"iya. Aku mempunyai firasat buruk dengan wanita itu."
TBC or Not
hello, FF ini akhirnya datang Chapter 2 nya juga, oiya, yah... kalian bisa bertanya padaku lewat review, nanya apa aja lah! Makasih buat review kalian. Maaf, sebenarnya FF ini cacat. Ada kata-kata yang hilang entah kenapa. Dan aku gak sempet Check lagi, soalnya *males :'v
please Review kalian dan pendapat kalian! maaf kalo di Chap.2 ini gak ada HOT scene -nya :3 sengaja ditunda dulu.. mungkin sekitar chapter 3- atau berapalah munculnya, ini cuma opening doang hehe :3
silahkan Flame, RevieW, Favs dan Follow nya :3 lagi butuh nih :3 dan saranin ya!? dan lanjut ato enggak nya terserah kalian aja :3
By: YeonHee
