MY HANDSOME DEVIL [REMAKE]
HUNSOO VERSION
.
.
.
Original story by ZENNY ARIEFFKA
.
.
.
CAST : OH SEHUN
DO KYUNGSOO (GS)
Other cast
.
.
.
GENRE : ROMANCE, HURT
RATE : M
.
.
.
AWAS TYPO
.
.
.
HAPPY READING
.
.
.
PART 1
—DO KYUNGSOO—
Memiliki seorang suami tampan pastinya menjadi kebanggaan tersendiri bagi seorang wanita biasa sepertiku. Ya... aku sangat bangga memiliki suami yang sangat tanpan seperti Oh Sehun. Wajah terlihat tegas dengan garis kokoh seorang lelaki sejati, aku sangat bangga memiliki suami yang bagaikan malaikat tersebut. Tapi tak ada yang tau jika dia seperti iblis —iblis bertubuh malaikat—.
Aku Do Kyungsoo, tiga bulan yang lalu masih menjadi wanita biasa dengan seragam putih bersih dan berjalan di lorong-lorong rumah sakit tempatku bekerja. Karena profesiku adalah sebagai seorang perawat. Akan tertapi semua itu berubah semenjak aku bertemu dengan Oh Sehun.
Laki-laki yang tiba-tiba saja datang kerumah, tanpa ada hujan dan hujan Ia melamarku. Lalu seminggu kemudian menikahiku. Tentu saja hal itu sangat membingungkan untukku. Sehun bukanlah lelaki biasa seperti Jongin kekasihku. Sehun, tentu saja melebihinya. Dia adalah laki-laki kaya dengan ketampanan diatas rata-rata. Saat itu aku berpikir, kenapa dia mencariku dan menikahiku begitu saja. Ternyata jawabannya adalah ada pada kalung yang sedang kukenakan saat ini.
Kalung berbentuk separuh hati, yang separuh lagi ada pada Sehun. Bagaimana bisa? Aku juga tidak tahu dan tak mengerti bagaimana persisnya. Ibu hanya bercerita padaku jika dulu saat masih bayi, aku dan Sehun sudah dijodohkan. Konyol bukan? Tapi itulah kebenarannya. Kami dulu memang tinggal di Kanada, lalu saat aku berusia tujuh tahun, Ayah mengajakku dan Ibu pindah ke New York. Karena pada saat itu ayah dipindahtugaskan ke kota ini, dan kami tinggal disini hingga saat ini.
Datangnya Sehun tiga bulan yang lalu, membuat kedua orang tuaku mengingat janji-janji mereka saat aku masih bayi dulu. Janji akan menikahkan aku dengan salah seorang keluarga Oh yang tak lain adalah Oh Sehun, si iblis tampan bertubuh malaikat.
Kenapa aku menjulukinya seperti itu? Sungguh, Sehun memang orang yang seperti iblis bagiku, iblis berwajah tampan. Dia dikenal sebagai pengusaha muda berdarah dingin. Siapapun yang menentangnya akan digilas begitu saja. Memiliki banyak kekasih, dan bahkan dia tidak segan-segan mengajak kekasihnya tersebut menginap di rumah kami. Yang membuatku harus menutup telinga rapat-rapat agar tidak mendengar suara-suara laknat yang mereka hasilkan. Selain itu Sehun adalah tipe lelaki yang selalu bersikap kasar, pemaksa, dan juga pemarah. Wajahnya datarnya sangat mendukung dengan semua sikap dan sifat yang dimilikinya.
Tapi aku menyukainya...
Suka? Astaga... Ya.. aku menyukainya hingga melupakan fakta jika aku sudah memiliki seorang kekasih. Entah sejak kapan rasa itu tumbuh, aku sendiri juga tak tahu. Sehun mempengaruhiku, mempengaruhi hatiku tanpa lelaki iblis sadari. Mugkin sejak malam itu... Malam dimana aku telah sah menjadi istri sesunguhnya untuknya.
Beberapa minggu yang lalu..
Aku mendengar pintu kamarku diketuk oleh seseorang. Mungkin sebuah ketukan kurang sesuai, itu lebih mirip dengan sebuah gedoran. Kulirik jam di nakas yang menunjukkan pukul tiga dini hari. Siapa yang menggedor pintu kamarku seperti itu? Apakah itu Sehun? Aahhh... mana mungkin dia ke kamarku, bukankah dia memiliki kamar sendiri? Walau kami sudah menikah, tetapi tentu saja kami tidak tidur sekamar. Dia lebih memilih tidur di kamar tidur pribadinya yang ekstra besar, dari pada harus tidur denganku. Apakah aku mengharapkan tidur bersamanya? Sejujurnya ya, aku mengharapkannya. Bukankah aku istrinya, jadi wajar jika hal itu sepintas terlintas dibenakku. Dan lagi-lagi hanya karena sebuah gedoran pintu dan memikirkan Sehun bisa membuat aku melupakan fakta tentang Jongin. Mungkin Sehun benar-benar sudah menguasai pikiranku, dan menggeser tempat Jongin lelaki yang berstatus kekasihku.
Dengan sedikit kesal dan sesekali menguap, aku membuka pintu kamarku dengan mata yang setengah tertutup. Namun hal itu tidak bertahan lama karena ada hal yang membuatku terkejut hingga rasa kantuk itu lenyap terbawa dentingan jam yang berbunyi. Sebuah benda kenyal tak bertulang begitu saja mendarat dengan mulus dibibirku.
Dia menciumku...
Astaga... sangat panas. Ciuman yang aku sendiri tak tahu kenapa bisa begitu mempengaruhiku. Dia mendorongku, lalu merangkul pinggangku, dan menendang pintu di belakangnya hingga tertutup rapat.
.
.
.
Ciuman Sehun semakin intens,lelaki berkulit putih itu mulai mengajak perang lidah dengan Kyungsoo. Membuat wanita bermata bulat itu merasakan perutnya seakan dihinggapi ribuan kupu-kupu. Ada apa dengan lelaki ini? Ada apa pula denganku? Gumam Kyungsoo dalam hati ditenggah-tenggah ciuman panasnya dengan Sehun.
Sehun melepaskan pangutannya dan menatap Kyungsoo dengan mata yang berkabut penuh nafsu. Sehun sedang mabuk, dan Kyungsoo tahu akan hal itu. Kyungsoo mendorong tubuh tegap Sehun agar menjauh dari tubuhnya, namun bukannya menjauh Sehun malah kembali memeluk Kyungsoo dengan sangat erat. Membuat wanita itu dapat merasakan hembusan hangat nafas Sehun disekitaran lehernya. Hingga bulu kuduknya meremang karena merasakan sensasi aneh yang tiba-tiba saja menyergap dalam tubuhnya. Ditambah bau parfum mint Sehun yang tertangkap oleh lubang hidungnya menambah sensasi itu semakin menjadi.
"aku ingin menyatu denganmu Kyung.." Ucap Sehun dengan nada sensual tepat ditelinga Kyungsoo, membuat tubuh kecil itu menggeliat tak nyaman.
Lalu detik berikutnya, sebelum Kyungsoo memberikan tanggapan, Sehun —lelaki itu—dengan tidak sabaran mendaratkan bibir tebalnya pada leher jenjang Kyungsoo. Mencium, dan menyesapnya dengan kasar disekitarannya, lalu turun ke pundak putih yang tak tertutup kain karena tangan Sehun sudah menyingkap piama yang Kyungsoo gunakan sebelum memulainya.
Please... jika aku harus melakukan ini, kumohon jangan pada saat dia mabuk seperti ini. Mohon Kyungsoo dalam hati.
"Sehun, kau mabuk" ucap Kyungsoo susah payah karean tubuhnya mulai terpengaruh dengan ransangan yang diberikan oleh Sehun. Kedua tangannya berusaha mendorong Sehun, namun lagi-lagi kekuatannya tidak sebanding dengan Sehun.
"aku tak peduli Kyungsoo.. aku menginginkamu, aku ingin didalammu" jawab Sehun dengan suara berat namun terdengar serak.
Lalu Sehun mendorong Kyungsoo dengan kasar hingga terlentang di atas ranajng. Mendidih dan kembali mencumbu Kyungsoo dengan panas. Kyungsoo berusaha menghindar dari cumbuan Sehun, namun satu tamparan langsung mendarat di pipi mulusnya. Hingga sudut bibirnya sedikit mengeluarkan cairan berwarna merah. Jujur saja ini bukan yang di inginkan Kyungsoo. Ia ingin melakukannya dengan nyaman bukan seperti ini, diperkosa oleh orang yang bersetatus suaminya. Ya Tuhan.. sampai kapan siksaan ini berakhir?
Sehun mulai membuka satu per satu kancing piaya yang dikenakan oleh Kyungsoo. Tanpa perlawanan karena Ia tidak ingin lagi membangunkan iblis yang bersemayam ditubuh suaminya dan membuat sekujur tubuhnya terluka. Mata Sehun terlihat berkilat saat melihat gundukan mulus, padat berisi dada Kyungsoo. Wajah Kyungsoo sedikit di hiasi rona merah. Kyungsoo merasa malu, sungguh sangat malu. Ini adalah pertama kalinya bagi Kyungsoo mengekspos bagian tubuhnya di depan lelaki. Meski ia dan Jongin sudah cukup lama menjalin kasih, namun tak pernah sekalipun Ia mempertontonkan tubuhnya didepan kekasihnya tersebut. Kyungsoo memalingkan wajahnya ke samping, tapi kemudian Sehun meraih wajahnya, seakan menyuruh untuk menatap mata indahnya.
"kau malu Kyung?" tanya dengan mata tajam menatap wajah Kyungsoo dengan intens.
Kyungsoo tidak menjawab. Tentu saja itu karena Ia sangat malu. Karena semua serba pertama baginya, apa lagi ini adalah hal yang paling intim yang pernah Ia lakukan dengan seorang lelaki.
"jangan malu dan jangan takut. Setelah ini aku akan mengajarimu untuk menyentuhku" Kyungsoo hanya diam, tidak berniat untuk menanggapi ucapan Sehun.
Lalu Sehun mendaratakan bibir basahnya tepat diujung payudara Kyungsoo yang sudah tidak tertutup oleh apapun. Memainkannya dengan lihai membuat Kyungsoo tidak sadar merintih nikmat atas perlakuan Sehun. Sial! Kenapa seperti ini? Atau memang seperti ini rasanya rutuknya dalam hati.
Sehun masih saja memainkannya bergantian. Kyungsoo merasakan hal yang tak pernah Ia rasakan sebelumnya. Meski sedikit aneh, tapi hal itu mampu membuat Kyungsoo melayang atas sensasi yang ditimbulkan oleh perbuatan Sehun di payudaranya. Bahkan tangan Kyungsoo secara reflek mengacak-acak rambut Sehun, membuat ujung payudaranya semakin melesak kedalam mulut Sehun yang terasa hangat dan panas secara bersamaan. Bahkan Ia berharap agar Sehun todak menghentikannya. Ya Tuhan... ini sangat nikmat. Rancaunya dalam hati.
Cumbuan Sehun kini bergeser menuruni puncak payudara Kyungsoo. Bahkan Kyungsoo dapat merasakan jika tangan kasar Sehun mulai menurunkan celana piyama beserta celana dalam yang Kyungsoo kenakan.
Kyungsoo langsung membelalakkan matanya saat kesadaran mulai menguasainya meski tidak sepenuhnya sadar. "aa... apa yang kau lakukan Sehun?' tanya Kyungsoo dengan gugup dan merasa tidak nyaman karena bagian tibuh bawahnya sudah tidak lagi tertutup oleh kain. Hingga kedua tangannya terpasa Ia gunakan untuk menutupi.
Sehun menelan ludahnya dengan kasar karena melihat bagian intim Kyungsoo yang sangat bersih tanpa bulu lebat hanya bulu tipis-tipis yang tubuh disekitarannya, bagian terdalamnya terlihat berwarna merah muda mengkilat sedikit basah, sedang bagian luarnya terlihat putih mulus. Sepertinya Kyungsoo benar-benar merawat asetnya dengan baik.
"ssshhh... aku akan membuat ini indah untuk kita." Ucap Sehun dengan seduktif sambil menyingkirkan kedua tangan Kyungsoo dari area yang sangat ini segera Sehun masuki tersebut.
Lagi-lagi Kyungsoo hanya pasrah dan tidak ada yana dapat Ia lakukan lagi selain merintih nikmat saat jari-jari itu mulai memainkan pusatnya dengan terampil. Kasar dan lembut secara bersamaan memuat tubuhnya mengelijang merasakan sensasi nikmat, panas, dan menggairahkan. Kyungsoo benar-benar dibuat kuwalahan, dan Ia akui jika Sehun sangatlah ahli dalam hal ini. Pantas saja jika Ia memiliki banyak kekasih, karena cara bercinta Sehun sangatlah panas.
"Sehun.. kumohon hentikan aku..." ucap Kyungsoo dengan susah payah. Kepalanya sedikit terangkat dan dari ujung bulu matanya Ia melihat jika Sehun sedang menyeringai. Seketika jantungnya berdekup tidak terkontrol.
"belum sayang... ini belum seberapa" lalu Sehun mendaratkan kembali bibirnya diatas pusar Kyungsoo dan lagi-lagi bermain disana. Membuat Kyungsoo tidak bisa berkata apa-apa lagi. Ia merasa jika Sehun adalah seorang dewa seks karena keahliannya yang mampu membuatnya tidak berdaya dibawah kungkunganya. Kyungsoo hampir saja menjerit karena pelepasannya yang sudah di ujung tanduk. Namun dengan tiba-tiba Sehun menghentikan aksinya, sambil menatap Kyungsoo dan tersenyum. Senyum yang jarang sekali Kyungsoo lihat. Kyungsoo sedikit mengerang sebagai bentuk protes karena Sehun menghentikan aksinya yang sudah berhasil membuatnya dikuasi oleh kenikmatan.
Senyum yang tadi tercetak dibibir Sehun kini sudah digantikan oleh seringai yang menunjukkan kemenangan. "belum sayang, gunakan aku untuk mencapai puncak itu" ucapnya sambil berdiri dan mulai membuka seluruh pakaian yang Ia kenakan termasuk celananya. Tubuh kokoh dan penuh dengan tato-tato langsung terpampang secara nyata di depan Kyungsoo. Lelaki berkulit putih itu terlihat sangat gagah, tampan dan tentunya sangat panah. Dadanya yang bidang membuat Kyungsoo ingin selalu tidur bersandar disana setiap waktu. Oh jangan lupakan perut yang berbentuk kotak-kotak membuatnya semakin terlihat sexy. Dan di suamiku... gumam Kyungsoo dalam hati tanpa sadar. Kyungsoo masih tidak dapat mempercayainya jika lelaki sempurna dihadapannya ini adalah suami sahnya.
Setelah selesai melepas semua pakaiannya Sehun, kembali menindih Kyungsoo. Lalu memposisikan dirinya diantara kedua paha Kyungsoo. Kyungsoo terkesiap saat Sehun mulai menyentuhkan kejantanannya yang sudah sangat tegak dan keras pada pusatnya. Ia menggigit bibir bawahnya dengat kuat saat benda tumpul itu mendesak untuk masuk. Yang Kyungsoo rasakan saat ini adalah sakit dan sedikit parih pada daerah intimnya.
"lau siap Kyung?" tanya Sehun dengan terangah dan keringat membasahi pelipisnya. Dan Kyungsoo hanya mengangguk lemah sambil membuka matanya yang tadi terpejam. Sehun menghentak keras masuk ke dalam hingga mereka menyatu seutuhnya. Lagi-lagi Kyungsoo hanya bisa menggigit bibir bawahnya yang sudah bengkak dan merah untuk menahan rasa sakit, perih seperti dirobek oleh sesuatu dan hal itu membuat Kyungsoo menangis diantara penyatuan mereka.
Sehun mengarahakan wajah Kyungsoo hingga mereka saling menatap satu sama lain. Mata Kyungsoo terlihat merah, sedang mata Sehun tetap terlihat tajam meskin wajahnya sedikit melunak tidak seperti saat-saat lelaki tampan itu marah yang terlihat sangat mengerikan " I'm sorry Kyungsoo." Ucapnya sambil mengusap pipi Kyungsoo untuk menghapus air matanya. Lalu detik berikutnya Sehun mukai melumat bibir penuh Kyungsoo, menari-nari lagi dengan lidahnya membuat Kyungsoo kembali terengah merasakan kenikmatan yang tadi sempat hilang karena rasa sakit yang melanda daerah wanitanya.
Sehun mulai menggerakkan dirinya, tak menghentikan cumbuanya pada tubuh Kyungsoo yang sudah penuh dengan bercak-bercak merah yang diciptakan oleh bibirnya. Sehun —lelaki itu—benar-benar menjadi sosok yang berbeda dari biasanya.
"aahh.." Kyungsoo mengerang. Sungguh, Sehun kembali membuatnya gila, membuatnya mendesah pasrah dan sesekali merancau tidak jelaskerena seluruh sarah pada tubuhnya sudah dikendalikan oleh nafsu.
"kau sungguh menakjubkan.." rancau Sehun masih dengan mencumbu tubuh Kyungsoo dengan sangat panas dan bergairah.
Sehun menggeram dan disusul umpatan yang keluar dari bibirnya. "sial! Aku akan sampai Kyung.." lalu Sehun mempercepat lajunya memaju mundurkan pinggulnya dengan kasar. Namun tidak menghilangkan rasa nikmat yang dirasakan wanita dibawah kungkungannya. Kyungsoo semakin terengah, nafasnya semakin pendek badannya naik turun seiring dengan Sehun yang menghentak. Kyungsoo tidak dapat merasakan apa-apa lagi ketika kepalanya mulai berputar, matanya berkabut, dan semua otot-ototnya menegang karena kenikmatan dahsyat yang Ia rasakan dari Sehun. Tak lama kemudian Kyungsoo merasakan jika Sehun mengerang, menandai jika lelaki itu juga mencapai pelepasannya yang membuat perut Kyungsoo hangat dan terasa panuh.
Sehun kembali mencium Kyungsoo lembut. Sesekali berkata "Thanks Kyungsoo.." dan Kyungsoo tidak tahu apa yang harus Ia katakan pada Sehun karena lelah dan kantuk yang melandanya, Kyungsoo memilih diam dan segera memejamkan matanya yang sudah tidak mampu lagi untuk Ia buka.
¶hunsoo¶
Kyungsoo mendengar pintu depan terbuka dengan keras. Siapa lagi pelakunya jika bukan Oh Sehun. Lelaki iblis berbadan malaikat penghuni rumah yang juga dihuni oleh Kyungsoo. Kadang Kyungsoo berpikir tidak bisakah lelaki iru bersikap lembut sedikit saja pada benda-benda yang disentuhnya, tanpa harus membantik seperti yang dilakukan beberapa saat yang lalu. Kyungsoo sedikit mendengar Sehun berteriak marah pada pegawainya. Bukan hal yang mengejutkan bagi Kyungsoo, sedang marah. Bukan hanya itu, terkadang lelaki itu juga mengucapka sumpah serapah dengan lantangnya. Tanpa memperdulikan orang yang dimaki akan sakit hati oleh ucapan tajamnya.
Kyungsoo memilih melanjutkan acara memasaknya dengan pelayan rumah didapur. Kyungsoo memang suka sekali memasak dan bereksperimen dengan bahan-bahan masakan. Dulu saat sebelum menikah dengan Sehun, disela-sela pekerjaannya sebagai perawat, saat di rumah Kyungsoo selalu menyempatkan diri untuk memasak dengan ibunya.
'eehhheemmm'
Kyungsoo mendengar suara berdehem tepat dibelakangnya. Membuat tubuh kecil itu sedikit berjingkat kerena terkejut. Lalu dengan pelan Kyungsoo membalikkan tubuhnya dan sangat terkejut saat tubuh tegap itu tepat berdiri didepanku, lebih tepatnya wajahnya sejajar dengan dada bidang milik Sehun yang berdiri cukup dengannya.
"ada apa?" tanya Kyungsoo sambil mendongak dan dengan sedikit gugup.
Semenjak malam itu baik Sehun maupun Kyungsoo memang tidak pernah berbicara lagi, kecuali jika ada hal yang penting untuk dibahas. Hubungan merekapun masih sama datarnya seperti sebelumnya, tetapi tentu saja Sehun selalu bisa mempengaruhinya. Bayangan akan kelembutan yang lelaki iblis itu berikan malam itu seakan selalu menari-nari didalam kepalanya. Yang berujung dibagian bawahnya akan basah dengan sendirinya hanya dengan membayangkannya saja. Bahkan tak jarang juga Kyungsoo harus menuntaskan hasratnya sendiri entah itu di atas tempat tidur ataupun di kamar mandi saat bayangan bercintanya dengan Sehun berhasil merangsangnya.
"kita makan diluar" ucap Sehun tiba-tiba dengan datar.
"aku sudah memasak Sehun" Kyungsoo berucap sambil menatap manik coklat yang terlihat kehitaman millik Sehun.
"aku ada janji dengan teman, dan aku ingin kau menemanikau"
"tapi aku.."
"ahhh lupakan! Aku akan keluar dengan kekasihku yang lain saja" potong Sehun dingin lalu meninggalkan Kyungsoo yang masih terpaku ditempatnya.
Seperti itulah Sehun, dia selalu bersikap dingin dan menyebalkan ketika kemauannya tidak dituruti. Dan Kyungsoo menyesal tidak menuruti kemauannya. Bukankah sebagai istri seharusnya Ia menurut? Tapi kenapa malah menolak dan membiarkan suaminya pergi dengan wanita lain yang hanya berstatus sebagai kekasihnya.
¶hunsoo¶
Sial!...
Sehun mengumpat dalam hatinya. Ia terlalu tidak mengerti dengan dirinya sendiri, yang bisa-bisanya mengajak wanita kolot itu untuk makan malam dengannya. Sungguh, itu sama sekali bukan dirinya. Dalam benaknya penuh pertanyaan untuk dirinya sendiri. Ada apa denganku? Kenapa aku seperti ini? Apa karena malam itu? Malam dimana dirinya mabuk kepayang hanya karena melihat wajah cantik Kyungoo yang baru saja bagun tidur. Sial..! lagi-lagi Ia mengumpat sambil mengusak rambutnya dengan kesal.
Sejujurnya sejak malam itu Sehun tidak bisa berkonsentrasi lagi. Pikirannya selalu berada pada sosok yang selama ini disebutnya dengan Wanita Kolot tersebut. Bagaimana tidak? Dia, Do Kyungsoo, wanita yang sudah lebih dari tiga bulan ini dinikahinya, adalah seorang wanita biasa —sangat— biasa dengan pakaian yang tak kalah biasa. Buksn apa-apa, akan tetapi menurut Sehun, cara berpakaian Kyungsoo benar-benar tak sesuai dengan warga New York pada umumnya. Kyungsoo sangat biasa. Bahkan sampai detik inipun Sehun tidak percaya jika dirinya mau menjadikan Kyungsoo sebagai istrinya.
Malam itu, entah setan apa yang merasuki Sehun hingga dirinya menyentuh Kyungsoo dan sekarang berakhir dengan Ia yang selalu penasaran terhadap Kyungsoo.
Tidak dapat dipungkiri jika Sehun menginginkan hal itu lagi dan lagi. Tetapi tentu saja Sehun mengelaknya, Ia selalu meyakinkan dirinya sendiri jika Ia tidak menginginkan Kyungsoo lagi namun hal itu selalu gagal saat bayangan kejantananya masuk kelubang sempit Kyungsoo selalu menghantuinya. Hubungannya dengan Kyungsoo memang tidak semulus seorang pria dan wanita pada umumnya. Atau lebih tepatnya tidak seperti hubungan antara suami dan istri pada umumnya. Mareka awalnya tidak saling kenal, dan dengan tiba-tiba harus menikah lalu tinggal bersama dalam satu atap yang membuat dirinya harus bertemu dengan wanita biasa itu setiap hari meski itu jarang sekali. Ini semua benar-benar membuat Sehun gila. Jika bukan karena warisan itu, mungkin Sehun tidak akan sudi menikahi wanita bernama Kyungsoo yang lebih cocok menjadi pelayannya dari pada pendampinya.
Sehun dan Kyungsoo sudah dijodohkan sejak mereka masih kecil. Tetapi tentu saja saat itu Sehun menolak mentah-mentah perjodohan tersebut, mana mungkin Sehun mau menikah dengan wanita biasa-biasa saja seperti Kyungsoo. Saat pertama kali melihat fotonyapun Sehun dengan tegas menolaknya.
Tapi siapa yang tau jika wanita biasa itu mampu mempengaruhi sistep otaknya. Bahkan tubuhnyapun bersekongkol dengan setan. Membuatnya malam itu menemui Kyungsoo dengan kesadaran yang minim karena pengaruh alkhohol. Dan.. terjadilah malam yang menakjubkan itu, malam yang membuat Sehun menginginkan hal itu terjadi lagi. Mengharapkan tubuhnya menyatu dengan Kyungsoo. Menginginkan lubang sempit mencengkeram kuat kejantanannya.
"Sehun, apa yang kau pikirkan?" Luhan, wanita yang duduk di sebelah Sehun, akhirnya angkat bicara karena keterdiaman Sehun yang Ia pikir sedikit berbeda dari Sehun yang biasanya.
"tidak ada." Jawab Sehun datar.
Luhan mengerutkan keningnya karena merasa Sehun benar-benar berbeda. " apa kau tahu jika kau berubah Hun-a?" Luhan menghela nafas sedikit kasar karena merasa kesal dengan sang kekasih. "kau jadi semakin dingin." Lanjutnya dengan suara yang sedikit menekan ucapan terakhirnya.
Sehun sedikit melunak, memikirkan Kyungsoo hingga membuatnya lupa jika sekarang Ia sedang bersama Luhan. " aku banyak pekerjaan di kantor Lu, seharusnya kau mengerti."
"tapi sepertinya bukan karena itu."
"terserah apa katamu." Jawab Sehun ketus.
Sehun sendiri juga tidak mengerti kenapa tiba-tiba Ia bersikap semenyebalkan ini dengan Luhan. Padahal biasanya lelaki itu akan selalu bersikap lembut dan selalu memanjakan Luhan dimanapun berada termasuk diatas ranjang. Bukankah Luhan kekasihnya? Apa perubahan sikapnya karena ada hubungannya dengan Kyungsoo? Aahh... sial! Umpat Sehun dalam hati karena nama itu lagi yang diingatnya.
"Sehun.. kapan kau akan menceraiakan istri kampunganmu itu?" tanya Luhan secara tiba_tiba.
"kenapa kau bertanya seprti itu?"
" bukankah kau berjanji akan menikahiku.. aku tidak suka kau dekat dengan dia Hun-a." Rengek Luhan sambil bergelayut manja pada lengan kokoh Sehun.
"tidak semudah itu Luhan.. warisan itu belum jatuh ketanganku. Semua masih atas nama Ayah, jadi aku belum bisa menceraikannya." Alasan Sehun menikahi Kyungsoo hanya karena warisan keluarga yang akan diterimanya setelah Ia menikahi wanita yang sudah ditentukan oleh keluarganya. Hanya itu saja.
" apa itu masih lama Hun-a?"
Sehun mengangkat bahunya, " aku tak tahu, semoga saja tidak."
Luhan sedikit cemberut mendengar jawaban tidak pasti dari Sehun. " tapi aku lelah Sehun, jika harus sembunyi-sembunyi terus seperti ini.."
Sehun mengusap pipi Luhan dengan ibu jarinya. "tenang sayang.. semua akan membaik. Segera setelah aku menerimabwarisan itu, aku akan menceraikannya dan menikahimu." Jawab Sehun penuh tekat.
Dalam benaknya hal itulah yang memang seharusnya terjadi. Sehun tentu saja akan menceraikan Kyungsoo. Bagaimanapun juga Ia tak mungkin hidup selamanya dengan wanita biasa seperti Kyungsoo.
¶hunsoo¶
Setelah makan malam dengan Luhan, Sehun tidak langsung pulang. Ia lebih memilih pergi ke rumah kedua orang tuanya. Lelaki itu terlalu malas jika pulang dan mendapati Kyungsoo masih terjaga. Sehun hanya tak tahu harus berbicara apa dengan wanita tersebut.
Ibu dan Ayah Sehun pindah ke New York sebulan yang lalu. Tentu saja Sehun yang menyuruhnya, yang disetujui oleh kedua orang tuanya. Mungkin mereka akan akan tinggal di New York selama beberapa bulan sebelum kembali lagi ke Kanada. Kedua orang tua Sehun sangat menyayangi Kyungsoo bahkan melebihi rasa sayangnya padak Senhun sendiri yang selaku anak kandungnya. Sehun tidak tahu apa yang telah dilakukan oleh wanita itu hingga ayah dan ibunya begitu sangat menyayanginya.
"malam ayah, ibu... " sapa Sehun saat melihat kedua orang tuanya diruang santai.
" Sehun... kau sendiri? Dimana Kyungsoo?" Ibunya bertanya dengan antusiasnya.
See ibunya lebih mencari wanita itu ketimbang menyambut hangat sang anaknya. Dan hal itulah yang selalu ibunya tanyakan saat dirinya berkujung sendiri tanpa mengajak Kyungsoo. "entahlah, aku tidak tahu" jawab Sehun sekenanya.
"bagaimana bisa kau tidak tahu, dia kan istrimu nak?"
"aku banyak urusan ibu, aku tak bmungkin selalu mengurusinya." Jawab Sehun singkat sambil mendudukkan dirinya dikursi di depan ayahnya. " ayah, kapan penyerahan warisan itu akan dilaksanakan?" tanya Sehun tanpa basi-basi. Lelaki itu benar-benar sudah tidak bisa menunggu lama lagi sampai-sampai bertanya pada ayahnya secara terang-terangan. Yang terkesan seperti dirinya adalah orang yang gila akan harta. Okey mungkin itu sedikit ada benarnya juga. Disisis lain Sehun tidak ingin, Kyungsoo semakin mempengaruhinya jika terlalu lama hidup dengannya.
"kau hanya memikirkan warisan nak,? Tapi maaf, ayah belum bisa menyerahkan warisan itu padamu" ucap ayahnya dengan nada tegas. Membuat Sehun terkejut. "apa? Tapi kenapa?" nada bicaranya sedikit meninggi.
"tidak sebelum kau memberi kami seorang cucu dari Kyungsoo."
"APA?" teriak Sehun tak percaya. Hell...! sh*t... apa maksud Ayahnya.. apa mereka tidak mengerti jika dirinya dan Kyungsoo tak mungkin memiliki bayi bersama. Damn... sumpah serapah terlontar dari hari Sehun, merutuki ucapan sang Ayah yang semakin memper sulitnya.
.
.
.
.
.
Sehun kembali pulang dengan sangat kesal. Rasanya Ia ingin meledak-ledak pada siapapun yang berada di dekatnya. Bahkan sudah dirumahpun Sehun tidak berhenti mengumpat. Moodnya benar-benar sangat buruk malam ini. Mana mungkin Ia bisa membuat Kyungsoo hamil sedangkan hubungan mereka saja bukan hubungan yang wajar.
Sehun membuka pintu dengan gusar, dan ternyata Ia mendapati Kyungsoo masih terjaga dan duduk santai di sofa ruang tamu. Apa dia sedang menungguku? Pikirnya.
"hai Sehun..." sapa Kyungsoo dengan sedikit kaku.
"ada apa?" jawab Sehun dengan nada ketus seperti biasanya.
Kyungsoo menghela nafas pelan untuk menghilangksn kegugupannya. "Sehun, aku... besok aku ingin pergi ke New Jersey beberapa hari karena saudara ibu sedang melakukan acara pernikahan. Apa aku boleh kesana?" tanyanya dengan takut-takut.
" mengantar? Kau pikir aku seorang pengangguran yang tak memiliki pekerjaan?" jawab Sehun sedikit meninggikan nada suaranya.
Lagi-lagi Kyungsoo harus menghela nafasnya. " baiklah, kalau begitu aku sendiri saja" ucap Kyungsoo, lalu bergegas meninggalkan Sehun.
"bagus... pergilah, lebih lama lebih bagus." Sehun sedikit berteriak karena Kyungsoo sudah sedikit tak terlihat.
.
.
.
.
.
Paginya Sehun bangun sedikit kesiangan. Tadi malam Ia tidak bisa tidur dengan lelap karena memikirkan keinginan ayah dan ibunya. Jika itu satu-satunya jalan agar dirinya bisa mendapatkan warisan itu, lalu Ia harus bagaimana? Sehun berpikir jika, Ia tidak mungkin meniduri Kyungsoo untuk kedua kalinya.
Sehun beranjak dari tempat tidurnya dan bergegas membuka jendela kamarnya. Pemandangan pertama yang manik matanya lihat adalah sebuah mobil jelek yang terparkir di parkirinan depan rumahnya. Mobil siapa itu? Apakah Kyungsoo menerima tamu? Bukankah dia berkata jika dia akan keluar kota hari ini? Sehun menggeleng untuk menepis semua pertanyaan yang tiba-tiba memenuhi benaknya. Untuk apa Ia peduli gumamnya sambil menjauh dari area jendela.
Akhirnya Sehun pergi ke kamar mandi dan membasuh wajahnya lalu bergegas keluar untuk melihat siapa yang bertamu sepagi ini. Ia sebenarnya mencoba untuk tidak peduli tapi rasa penasarannya lebih memenagkan otaknya. Di ruang tamu Sehun melihat seorang lelaki sedang duduk dengan secangkir kopi yang masing mengepul dihadapannya.
Sehun mengeryitkan keningnya karena merasa tidak kenal dengan laki-laki yang ada dihadapannya. " siapa kau? Ada perlu apa kemari?" tanyanya dengan nada dingin. Karena rumahnya tidak pernah kedatangan tamu selain wanita-wanita yang menjadi kekasihnya.
"saya Kim Jongin, kekaih Kyungsoo" lelaki itu memperkenalkan diri pada Sehun.
"Apa..?" teriak Sehun tak percaya, sial! Umpatnya dalam hati, berani-beraninya wanita itu membawa kekasih sialannya ke rumah ini. Apa dia tak tahu batas privasi seseorang. Apa dia ingin membuatku marah? Rutuknya dalam hati. Bahkan Sehun lupa jika dirinya hampir setiap hari membawa wanita-wanitanya tanpa menghiraukan jika dirumah itu ada Kyungsoo istri sahnya dimata hukum. Bukankah itu terlalu egois tuan Sehun? Tanpa banyak bicara Sehun langsung menuju kamar Kyungsoo, membuka pintunya dengan keras lalu membantingnya hingga pintu itu tertutup dengan bunyi dentuman sangat keras.
Kyungsoo terlonjak kaget. "Sehun, apa yang terjadi?" tanyanya sedikit terkejut saat Sehun menghampiri dengan wajah yang terlihat sangar dan menakutkan.
Sehun mendengus kesal. "apa yang terjadi? Seharusnya aku yang bertanya, apa yang kau lakukan? Kenapa kau membawa gembel miski itu ke rumahku?" teriak Sehun tepat didepan wajah Kyungsoo.
"apa maksudmu Sehun?" tanya Kyungsoo takut-takut.
"Sial! Lelaki berengsek di luar itu. Siapa yang mengijinkanmu membawanya kemari?"
"uumm... aku... aku minta maaf, tapi dia yang akan mengantarkanku ke New Jersey pagi ini Sehun..." Kyungsoo mencoba menjelaskannya dengan susah payah.
Sehun menghela nafas kasar. " kau bisa memintaku Kyung, kenapa harus memintanya?"
Kyungsoo memberanikan diri menatap manik mata Sehun. " Aku sudah memintamu tadi malam Sehun.. dan kau menolaknya."
Sehun terdiam. Lalu mengumpat dalam hatinya. Kyungsoo benar, bukankah tadi malam Ia sendiri yang menolaknya. Lalu, apa Ia akan membiarkan Kyungsoo pergi dengan manusia gembel ituu?.
"lupakan tadi malam. Aku akan mengantarmu, jadi usir dia sekarang juga." Ucap Sehun dengan datar.
"tapi Sehun, aku tidak enak kalau harus mengusirnya, karena aku yang memintanya untuk datang kemari"
Sehun melangkah mendekati Kyungsoo hingga wanita itu harus mundur. "kenapa? Karena dia kekasihmu? Aku tidak peduli. Kau harus mengusirnyasekaranng juga." Ucap Sehun dengan mendesis tajam. Lalu pergi meninggalkan Kyungsoo begitu saja.
Sehun begitu bingung dengan apa yang baru saja dilakukannya. Ia tidak tau kenapa Ia merasa marah jika Kyungsoo membawa lelaki lain kerumahnya dan pergi bersama. Bukahnkah seharusnya Ia membiarkannya toh Kyungsoo hanya istri dimata hukum. Namun lagi-lagi otak dan tubuhnya mengkhianatinya hingga melakukan hal yang menurutnya tidak masuk akal.
.
.
.
.
.
Bagi Kyungsoo, Sehun benar-benar menyerupai iblis. Dia sangat-sangat menyebalkan. Bukankah semalam Kyungsoo sudah memintanya untuk mengantarnya. Dan lelaki menyebal itu dengan lantang menolaknya. Lalu kenapa pagi ini dia berubah pikiran dan meledak-ledak tidak jelas dasar laki-laki aneh gerutu Kyungsoo dalam hati. Mungkin Ia akan gila jika hidup selamanya dengan iblis yang satu itu.
Akhirnya dengan berat hati Kyungsoo menghampiri Jongin, dan berusaha menjelaskan jika hari ini rencana pergi ke New Jersey gagal. Kyungsoo berharap dalam hati semoga saja Jongin mengerti.
"hai Kyungie... kenapa kau belum bersiap? Ini sudah sedikit siang" sapa Jongin sambil berdiri. Ya Tuhan, aku tak tahu harus berkata apa lagi ucap Kyungsoo dalam hati.
Kyungsoo meremas jari-jarinya kebiasaan jika Ia sedang gelisah ataupun gugup. " Jongin, aku minta maaf, tapi sepertinya, rencana kita batal." Jawabnya sedikit pelan dengan kepalan menunduk.
"kenapa batal Kyung? Ada masalah?" tanya Jongin terlihat bingung.
Kyungsoo menggigit bibir bawahnya. "tidak Jongin. Uuummm sepertinya... Sehun..."
"aku sendiri yang akan mengantarkan istriku kesana" Sehun dari arah tangga memotong omogan Kyungsoo dengan suara yang terdengar sangat tegas. Kyungsoo mendongak melihat kearah Sehun dengan kening berkerut. Sejak kapan lelaki itu memanggil dirinya sebagai istri gumam Kyungsoo dalam hati.
Kyungsoo menghela nafas pelan. " uumm... Jongin... aku sungguh minta maaf.."
"tidak Kyungsoo, kau tidak perlu minta maaf. Aku senang jika ada yang mengantarmu." Jawab Jongin sambil mengusap lembut rambut kepala Kyungsoo dan tidak lupa memberikan kekasihnya senyuman manis sebagai bukti jika Ia benar-benar tidak apa-apa.
"singkirkan tanganmu dari rambutnya." Kali ini Sehun berbicara dengan nada dingin. Lagi-lagi Kyungsoo merasa heran denga sikap Sehun. Sebenarnya ada apa dengan lelaki itu, apakah dia salah makan pikirnya.
Jongin menarik tangannya kembali kemudian melangkah ke hadapan Sehun. " kau tidak berhak mengaturku Tuan." Ucap Jongin dengan nada dingin dan pandangan tajam yang menantang.
"dia istriku.." jawab Sehun dengan nada tak kalah dingin dari Jongin.
"dia kekasihku." Balas Jongin.
Rahang Sehun mengeras tatapannya sangat tajam bahkan Ia sangat siap untuk meledak saat itu juga. Ia tidak suka jika ada yang mengklaim istrinya sebagai seorang kekasih.
Lalu keduanya saling menatap dengan tatapan siap embunuh satu sama lain. Bahkan Kyungsoo sudah melihat tangan Sehun mengepal seakan ingin menghantam wajah di hadapannya.
"baiklah Jongin, kupikir kau harus pulang, aku harus segera berangkat." Kata Kyungsoo mencoba mencairkan ketegangan di antara mereka.
Jongin menghela nafas pelan, tatapannya melembut saat matanya manatap kearah Kyungsoo. "baiklah Kyung, jangan lupa hubungi aku setelah kau sampai di New Jersey."
Kyungsoo mengangguk lalu mengantar Jongin keluar sampai lelaki berkulit tan tersebut meninggalkan rumah Sehun. Kyungsoo kembali masuk kerumah dan mendapati Sehun dengan wajah beringasnya. Wanita itu hanya bisa menunduk karena merasa takut dengan Sehun yang seperti akan meledak-ledak seperti biasanya saat ada sesuatu yang membuatnya marah ataupun tidak suka.
"cepat siapkan barang-barangmu sebelum kita kesiangan." Katanya dengan dingin dan pergi begitu saja meninggalkan Kyungsoo. Sekali lagi Kyungsoo melihat kearah tangan Sehun yang masih terlihat mengepal. Mungkin dia masih marah , tap kenapa? Pikirnya.
.
.
.
Akhirnya mereka pun sampai di New Jersey, tepatnya di kota Flemington. Di sana sudah ada ibu dan beberapa keluarga Kyungsoo. Ini adalah pesta pernikahan Baekhyun sepupunya. Terkadang Kyungsoo iri dengan sepupunya itu, karena bisa menikah dengan laki-laki yang dicintai dan mencintai sepupunya. Tidak seperti dirinya yang menikah dengan laki-laki yang tidak memiliki perasaan dan berwajah datar layaknya iblis seperti Sehun.
"haiii... Kyungsoo, apa kabar?" Baekhyun menyambut Kyungsoo sambil mengecup kedua pipi gembilnya.
Kyungsoo tersenyum hangat kearah Baekhyun. "aku baik. Kau sendiri?''
"bisa kau lihat, aku lebih dari baik." Jawabnya dengan raut wajah yang sangat bahagia. "oohhhh... haiii Sehun... kupikir kau tak ikut kemari. Kyungsoo bilang jika kau mungkin sangat sibuk" sapa Baekhyun pada Sehun yang sejak tadi berdiri di belakang Kyungsoo.
"yaaaahh... aku memang sibuk, tapi aku akan mengantar istriku kemanapun dia pergi." Balas Sehun dengan nada posesif. Kyungsoo pikir akhir-akhir ini Sehun memang sangat aneh.
"uuhhh.. kalian membuatku iri..." goda Baekhyun. Dan Kyungsoo hanya bisa merasakan pipinya memenas karenanya. "baiklah kalian bisa ke atas, aku sudah menyiapkan kamar untuk kalian." Lanjut Baekhyun lagi.
Kyungsoo mengangguk dan berpamitan pada Baekhyun. Dan mulai menaiki tangga diikuti Sehun yang berada di belakangnya. Tangan Kyungsoo dengan pelan membuka pintu cokelat yang berada di ujung ruangan. Kyungsoo ingat jika dulu, Ia sering menginap dirumah Baekhyun dan kamar itu adalah kamar favoritnya.
Kyungsoo melihat Sehun melemparkan diri ke atas ranjang. Sedangkan Kyungsoo memilih untuk mendekat ke arah jendela kaca besar yang langsung menuju balkon samping rumah tersebut. Tak lama terdengar suara ponsel berbunyi. Itu adalah ponsel milik Sehun. Kyungsoo melirik dengan ekor matanya, Sehun mengangkat teleponnya dan entah mengapa hal itu membuat dadanya sesak saat mendengar percakapan Sehun dengan suara di seberang sana.
"hallo sayang! Aku tidak di rumah."
"..."
"aku di New Jersey, tepatnya di Flemington. Yahh.. sedang menghadiri acara keluarga."
"..."
"oohh tidak, kau tidak perlu menyusulku kesini"
"...''
"baiklah... aku tidak akan melarang jika kau benar-benar merindukanku."
Dan Kyungsoo yang sudah tidak tahan lagi mendengar suara percakapan merekapun memilih untuk pergi. Ia langsung bergegas masuk ke dalam kamar mandi. Berharap dengan mandi Ia bisa menghilangkan stres yang ada di kepalanya.
Bagi Kyungsoo hal itu bukanlah yang pertama kali, Sehun menelepon wanita dengan mesranya. Ia bahkan sangat sering mendengar Sehun berbicara dengan sangat mesra hal yang tidak pernah sekalipun lelaki itu lakukan padanya. Terkadang Ia juga melihat dengan mata kepalanya sendiri Sehun sedang bercumbu dengan wanita yang selalu dibawanya kerumah. Dan entah kenapa Kyungsoo selalu tidak menyukai itu.
Kyungsoo menenggelamkan diri ke dalam bathup sambil memejamkan matanya. Aroma mawar dari sabun yang disediakan Baekhyun benar-benar membuatnya rileks. Ketika Kyungsoo sedikit demi sedikit mulai terengut dari kesadarannya, tiba-tiba Ia merasakan air di dalam bathup bergelombang seakan ada yang mengusik ketenangannya.
Dan benar saja, saat Kyungsoo membuka matanya, Ia mendapati Sehun yang sudah telanjang bulat masuk dalam bathup bersamanya. Kyungsoo sangat terkejut, dengan gelagapan Ia terbangun dan beringsut menjauh.
"apa yang kau lakukan Sehun?"
"aku hanya ingin berendam. Apa tidak boleh?" jawabnya dengan santai.
"tapi kau bisa menungguku selesai"
"tidak ada waktu, sebentar lagi akan masuk waktunya makan malam." Dan Kyungsoo tidak dapat membantahnya lagi.
Mereka akhirnya berendam bersama di dalam bak mandi yang lebih kecil dari pada yang ada di rumah Sehun. Tubuh mereka saling bersentuhan dan entah kenapa itu sedikit membuat Kyungsoo sedikit gelisah. Lalu dengan tiba-tiba Kyungsoo merasakan tangan Sehun mulai melingkari perutnya yang rata. Kyungsoo hanya menggigit bibirnya karena merasa gila dengan yang dilakukan Sehun.
"disini sempit Kyung, kau bisa pindah ke atasku." Katanya dengan parau tepat dibelakang telinga Kyungsoo.
Dan tentu saja bukan Sehun namanya, jika dia tidak melakukan hal-hal yang menyebalkan bagi Kyungsoo. Tanpa banyak bicara, dia meraih tubuh Kyungsoo dan mendudukkannya di atas pangkuannya. Bahkan Kyungsoo dapat merasakan sesuatu yang mengeras di sana.
.
.
.
.
Mungkin Sehun benar-benar sudah gila. Jika tidak, mana mungkin lelaki itu melakukan sesuatu pada Kyungsoo dalam keadaan sadar sepenuhnya. Sehun mengumpat dalam hati saat dirinya dengan gilanya mendudukkan tubuh Kyungsoo di pangkuannya, di antara kejantanan yang seakan sudah siap meledak sewaktu-waktu.
"Sehun... kupikir"
"kenapa Kyung..? kau tidak suka?"
"tidak... maksudku... "
"bukankah kita suami istri? Bukankah wajar jika kita melakukan ini?" sebenarnya sangat wajar. Yang tidak wajar adalah dirimu Sehun... bagaimana bisa kau memperlakukan dia seperti ini setelah seharian bersikap dingin padanya. Siall! Bahkan hati nuraninyapun ikut memaki sikap sialannya.
"kupikir kau..."
"shhh" Sehun menyuruh Kyungsoo diam, dan tanpa permisi tangannya mendarat sempurna di payudara ranum Kyungsoo yang mengkilat terkena air sabun. Sehun dapat merasakan betapa payudara Kyungsoo sangat lembut dan begitu pas ditinganya. Dan dia baru saja menyadinya.
Setelah puas mempermainkannya dengan tangan, Sehun membalik tubuh Kyungsoo hingga mereka saling berhadapan. Dengan intens matanya menelusuri wajak polos Kyungsoo, wajah polos yang tak pernah sedikitpun memakai riasan. Dan entah kenapa itu semakin membuat Sehun mengerang.
Sehun mendekatkan bibirnya dengan bibir Kyungsoo, lalu mulai melumat bibir ranum tersebut. Terasa panas dan menggairahkan. Sehun mencari-cari lidah Kyungsoo dan mengajaknya menari bersama. Hal itu membuat Sehun tidak dapat menahan hasratnya lagi. Ia angkat tubuh Kyungsoo, lalu memposisikannya hingga Sehun dapan menyatu sempurna dengan Kyungsoo.
Saat mereka menyatu, Sehun dapat melihat kening Kyungsoo berkerut, seperti sedang merasakan sesuatu yang sangat menyakitkan. Apa dia kesakitan pikirnya? Bisa jadi yang dipikirkannya benar, karena Sehun dapat merasakannya jika didalam sana sangat sempit. Sehun langsung menyambar bibir Kyungsoo hingga wanita itu merasa rileks kembali. Saat Kyungsoo mulai mendesah di antara ciuman mereka, Sehun tahu jika Kyungsoo mulai menikmati permainan mereka.
"bergeraklah Kyung... puasakan dirimu, puaskan aku..." ucap Sehun dengan suara serak penuh dengan gairah.
Tak lama Sehunpun melihat Kyungsoo benar-benar mulai bergerak dengan mata tertutup dan bibir sedikit terbuka. Hal itu benar-benar membuat Sehun semakin gila dan membuatnya seakan ingin meledak.
"pelan-pelan sayang jangan terburu-buru" rancau Sehun saat menahan kenikmatan yang diberikan oleh Kyungsoo.
"aaaahhh... Sehun... " Kyungsoo mengerang dengan nikmat bahkan Ia mengigit bibir bawahnya dengan sensual.
"sial...! sial...!" dan Sehun hanya bisa mengumpat saat dinding kewanitaan Kyungsoo mulai mengetat, semakin menghimpit milik Sehun, tanda jika Kyungsoo ingin mencapai klimaksnya.
Akhirnya tanpa dapat menahan lebih lama lagi, Sehun melepaskan semua benihnya didalam Kyungsoo.
Kyungsoo terkulai dalam pelukan Sehun. Mereka berdua sama-sama saling terengah, sama-sama kehabisan napas karena percintan panas yang baru saja mereka lakukan. Tanpa sadar Sehun memeluk Kyungsoo dengan erat, mengusap lembut rambut panjang di punggungnya. Setidaknya dengan ini Sehun akan mendapatkan keinginannya. Apalagi jika bukan warisan orang tuanya. Bahkan dalam hatinya sudah tersirat senyum licik diikuti dengan gumamman segera, setelah Kyungsoo hamil, Ia akan mendapatkan warisan itu dan menikahi Luhan wanita sexy yang dicintainya.
.
.
.
.
.
T. B. C
UUUUWWAAAAAAHHHH ini tuh panjang pakek banget. Sebenernya mau update kemarin tapi belum selesai ngetiknya. Dan maaf buat pemilik asli cerita ini, maaf jika cerita anda saya rombak 95% adalah milik anda 5% adalah milik saya. Kalau ada yang pernah beca cerita aslinya pasti ngerti bagaimana bentuk aslinya .
Nesyarera, dyodhe12, babyosh, dinadokyungsoo1, jeyjong, orangbijak16, Rizkinovitasarii, kyungsuu, il, kyungsooima, Hunsoo ship : mohon ditunggu lanjutanya
Just Young Min : kekeke mungkin anda benar.
Jerapinchansoo, papiyeol, hunsoobae, Dvian1012, Lovedudu1201, baekvin23 : akan di usahakan fast update seperti biasanya. Jadi jangan bosan untuk menunggunya .
Park28sooyah: hhh bener mukanya terlalu mendalami karakter devil.
Defti785: sudah aku rombak moga lebih nyaman saat membacanya. Hhh cerita aslinya memang gaya penulisannya seperti diprolong.
Kim pratama1108 : terimakasih buat semangatnya kim , Jangan bosen buat bacanya kekeke.
see you next chapter chu~
