MY HANDSOME DEVIL [REMAKE]

HUNSOO VERSION

.

.

.

Original story by ZENNY ARIEFFKA

.

.

.

CAST : OH SEHUN

DO KYUNGSOO (GS)

Other cast

.

.

.

GENRE : ROMANCE, HURT

RATE : M

.

.

.

AWAS TYPO

.

.

.

HAPPY READING

.

.

.

PART 2

Sungguh, Kyungsoo tidak tahu harus bersikap bagaimana ketika di hadapan Sehun. Pertanyaan, kenapa dia memperlakukanku seperti itu? Selalu berputar diotaknya. Kyungsoo merasa jika Sehun berubah sangat berubah, dan wanita sama sekali tidak mengerti apa yang terjadi dengan lelaki yang telah resmi menjadi suaminya tiga bulan yang lalu tersebut.

Saat ini Kyungsoo sedang melihat Sehun berkumpul bersama beberapa pamannya. Sedang Ia sendiri berkumpul dengan para wanita. Sehun sesekali melirik kearah Kyungsoo dengan tatapan yang sulit diartikan. Sungguh, Kyungsoo jadi salah tingkah karenanya.

"Well... sepertinya hubungan kalian membaik." Ucap Baekhyun seraya menghampiri Kyungsoo.

"hubungan kami memang baik, Baek." Kyungsoo mencoba tersenyum kearah sepupunya tersebut.

"sekarang, tapi tidak dulu. Coba lihat, dia sesekali memandangmu seakan ingin memakanmu hidup-hidup." Goda Baekhyun sambil menyenggol bahu sempit wanita bermata belo itu.

"kau berlebihan Baek.." sanggah Kyungsoo.

Namun Baekhyun hanya tertawa karena melihat pipi sepupunya itu sedikit mengeluarkan semburat merah yang menyerupai buah tomat. "Kyung.. kuharap kau bahagia dengannya. Tapi aku penasaran, bagaimana hubunganmu dengan Jongin?" tanya Baekhyun dengan sedikit serius.

Pertanyaan Baekhyun membuat Kyungsoo tertegun. Bagaimana dengan Jongin? Kenapa Kyungsoo sama sekali tidak memikirkannya sedikitpun saat dirinya berada di dekat Sehun.

"aku tidak tahu." Ucap Kyungsoo lirih, karena memang Ia tidak tahu bagaimana kelanjutan hubungannya dengan Jongin. Yang Ia tahu mereka berdua masih berhubungan seperti biasa hanya saja jarang bertemu dan keluar bersama.

"kau masih berhubungan dengan Jongin?"

"tentu saja Baek, dia kekasihku, dan aku mencintainya."

"tapi kau sudah memiliki Sehun, Kyung.."

"Sehun juga memiliki wanita lain selain aku, Baekhyun." Jawab Kyungsoo dengan sedikit kesal.

Sedangkan Baekhyun hanya menggelengkan kepalanya atas kerumitan hubungan sepupunya tersebut. "sungguh aku tidak mengerti apa yang sebenarnyaterjadi di antara kalian. Kalian telihat baik-baik saja, bahkan tatapan matanya seakan menunjukkan jika hubungan kalian sangat panas." Baekhyun berkata sambil terkikik geli.

Kyungsoo memandang Baekhyun dengan mata yang siap keluar saat mendengar ucapan vulgar wanita bermata sipit itu. "panas kau bilang?" Kyungsoo mencubit lembut lengan Baekhyun, yang bisa-bisanya menggoda ditempat seramai ini.

"Kyung.."

Kyungsoo hampir saja melompat karena terlalu terkejut dengan suara Sehun yang berada tepat di belakangnya. Tidak, bukan karena panggilannya, tapi karena suaranya yang terdengar serak membuat Kyungsoo sedikit merinding.

"ya..?" Kyungsoo membalik tubuhnya dan mendapati tubuh tegap Sehun tepat menjulang tinggi di hadapannya.

"apa aku mengganggumu?"

"tidak, tentu tidak Sehun... ada apa?" Kyungsoo merutuki nada bicaranya yang terlampau antusias tersebut.

"aku ingin keluar sebentar, apakah tidak apa-apa?" Kyungsoo mengeryitkan keningnya karena merasa aneh dengan Sehun. Sejak kapan lelaki itu meminta ijin padanya, bukankah biasanya dia selalu pergi keluar masuk seenaknya sendiri pikirnya. Namun kini lelaki itu seolah-olah seperti suami sungguhan yang tengah meminta ijin pada istrinya jika Ia ingin pergi dan tidak ingin membuat sang istri kebingungan mencarinya yang telah menghilang.

"yaahh... tidak masalah. Pergilah" ucap Kyungsoo meski ada keraguan dihatinya.

"aku hanya sebentar Kyung..."

"aku tahu." Balasnya dengan lirih.

Namun tanpa Kyungsoo duga Sehun mendaratkan bibirnya tepat diatas bibi hati miliknya dan mengecupnya lembut. Membuat tubuh mungil itu sedikit menegang dan hampir tidak bisa bernafas dengan baik.

"tunggu aku, jangan tidur dulu." Bisiknya tepat ditelinga Kyungsoo menyiratkan pesan sensual yang benar-benar mampu membuat pipi Kyungsoo memerah, dan untung saja Baekhyun sudah meninggalkannya saat Sehun menghampirinya. Jika tidak mungkin wanita itu akan menggodanya secara habis-habisan. Namun tak lama setelah kecupan singat itu berakhir, Kyungsoo dapat melihat punggung tegap itu semakin menjauh dari pengelihatannya.

¶9394¶

Saat ini Sehun sedang berada di sebuah hotel di Flemington. Luhan tadi menghubunginya, wanita bermata rusa itu menyusulnya ke New Jersey dan bilang jika saat ini sedang menunggu kedatangannya di sebuah kamar di hotel tersebut. Setelah memasuki lorong-lorong hotel akhirnya Sehun menemukam kamar nomor 202 tempat kekasihnya menginap. Dengan pelan Ia mengetuk pintu sabagai tanda jika Ia sudah tiba. Tak lama kemudian seorang wanita cantik keluar hanya mengenakan kimono tidur yang terlihat sangat sexy ditubuh lansingnya. Yang membuat Sehun mengumpat dalam hatinya.

Luhan menarik Sehun masuk ke dalam kamar tersebut dengan gerakan menggoda. Tanpa banyak bicara Luhan menyerang bibir Sehun dengan tidak sabaran.

"aku merindukannmu Sehun.. sungguh sangat merindukanmu.." ucap Luhan disela-sela desahannya.

Sehun menegang seketika. Luhan memang sangat piawai dalam hal berciuman, bahkan hanya dengan ciuamannya saja wanita itu mapu membuat Sehun menegang dan mengeras. Padahal baru beberapa jam yang lalu Ia bercinta dengan panas bersama Kyungsoo di dalam bathup di kamar mandi.

Kyungsoo... tunggu! Setelah mengingat nama itu, semuanya terasa hambar bagi Sehun. Ia menjauhkan Luhan dari tubuhnya. Dan menatap wanita itu dengan tatapan tak sukanya.

"kenapa Hun-a?" tanya Luhan dengan sedikit kebingunggan.

"kau... perlu sesuatu? Kenapa kau menyusulku?" Sehun balik bertanya pada Luhan.

"aku merindukanmu Hun-a" Luhan mencoba memeluk tubuh tegap Sehun.

"Luhan.. kupikir sebaiknya tidak disini." Lagi-lagi Sehun berusaha menghindar dari Luhan. Tetapi kenapa? Bahkan Sehun sendiri juga tidak tahu dengan reaksi yang diberikan oleh tubuhnya.

"Sehun... kau menolakku?" tanya Luhan dengan sedikit kesal, Karena melihat kekasihnya yang sedari tadi berusaha menjauh darinya.

"tidak sayang.." jawab Sehun.

"Ya... kau menolakku. Aku menyusulmu ke New Jersey dan ini yang aku dapatkan? Sebuah penolakan?" teriaknya tak percaya dengan apa yang Sehun lakukan.

Astaga... apa dirinya sudah gila pikir Sehun. Ia tidak pernah menolak wanita di atas ranjang apalagi jika wanita itu kekasihnya yang sexy seperti Luhan. Tanpa banyak bicara, Sehun mencumbunya kembali. Mendorong tubuh Luhan mundur hingga terjerembab di atas ranjang. Sehun menindihnya, melumat bibirnya hingga seseatu di antara selangkanganya menegang seketika. Saat itu juga Ia menurunkan celananya sendiri dan menenggelamkan diri pada lubang Luhan yang sudah sangat basah. Siaalll! Ini nikmat, tapi tentu saja tak senikmat lubang sempit Kyungsoo.

Kyungsoo? Lagi-lagi nama itu yang terngiang dikepala Sehun. Dengan frustasi Sehun bergerak secepat mungkin, sekeras mungkin untuk menuntaskan semuanya.

"Kyungsoo... aku tak dapat menahanya lagi... sial Kyung kau sangat nikmat... Kyung!.." rancau Sehun dengan tidak sadar, lalu meledak didalam Luhan. Nafasnya terengah meresapi nikmatnya percintaan mereka.

Tubuh tegap itu tersungkur lemat di sebelah Luhan, tak memperdulikan Luhan yang menatapnya dengan tatapan membunuhnya. Membuat Sehun mengeryit bingung.

"ada yang salah, sayang?" tanya Sehun pada Luhan.

"kau sialan..!" umpatnya sambil berdiri dan merapikan kimono tidurnya.

Sehun bangun dari atas tempat tidur sambil memandang Luhan bingung. "apa yang kulakukan?"

Luhan menghentikan pergerakannya dan menatap Sehun dengan tajam. Dadanya naik turun menahan emosi yang meluap-luap. "kau bercinta seakan-akan bercinta dengan seorang pelacur. Aku kekasihmu Sehun, bukan wanita yang kau bayar untuk memuaskan nafsumu." Teriaknya sambil menunjuk muka Sehun.

"apa yang kau katakan? Aku benar-benar tak mengerti." Sehun mengerang dengan kesal karena merasa tidak melakukan kesalahan pada Luhan.

"kau gila, kau memperlakukanku dengan kasar. Kau bahkan menyebut nama wanita sialan itu disini... saat berada di dalam tubuhku. Sialan..!"

"sh*t..! Sehun mengumpat, Ia sekarang benar-benar merasa sudah gila.

"pergilah... aku ingin sendiri.." usir Luhan sambil memegangi pelipisnya.

"Luhan.''

"pergilah Sehun...!" teriaknya lagi. Dan Sehunpun tak dapat berkata apa-apa lagi ketika Luhan sudah meledak seperti itu. Luhan adalah wanita keras kepala, dan Sehun tak ingin memperkeruh keadaan ketika wanita itu marah padanya. Dan memilih untuk mengalah dan pergi dari kamar hotel tersebut setelah merapikan pakaiannya yang sedikit berantakan.

.

.

.

.

Sehun sampai di rumah Baekhyun tepat pukul satu malam. Susananya sangat sepi. Saat Ia membuka pintu, ternyata didalam masih ada orang tua Baekhyun —Bibi Minseok dan paman Jongdae— sedang bercakap-cakap.

"Sehun.. kau baru pulang?" sapa bibi Minseok.

"iya Bibi... maaf tadi aku bertemu dengan salah satu rekan kerja" jawab Sehun bohong. Tentu saja, tidak mungkin kan Ia bilang jika sehabis bertemu dengan kekasihnya, bisa-bisa rencananya akan gagal sebelum Ia mendapatkan apa yang dia inginkan.

"oohh tentu saja sayang, kau pengusaha muda memiliki jam padat. Aku bahkan heran, saat tahu kau mau meluangkan waktumu menemani Kyungsoo kemari." Sahut bibi Minseok.

Sehun tersenyum. "aku hanya tak ingin melihat istriku bersama pria lain Bibi." Bibi Minseok dan Paman Jongdae tertawa renyah mendenar penuturan Sehun yang terdengar sangat posesif tersebut.

"iya kami tahu, bagaimanapun juga kalian masih penganti baru, bukan?" lagi-lagi Sehun hanya terseyum saat paman Jongdae mencoba menggodanya.

"Well... kami menunggu bayi mungil dari kalian..." sambung bibi Minseok dengan antusias. Dan entah untuk keberapa kalinya Sehun menanggapinya dengan senyuman.

Dalam hatinya bergumam jika Ia akan segera membuat Kyungsoo hamil seperti permintaan semua orang dan setelah itu segera mengakhiri kegilaan yang semakin menjeratnya.

Sehun membuka pintu kamar yang di tempatinya bersama Kyungsoo, matanya mendapati Kyungsoo yang sedang tidur meringkuk di ujung ranjang. Kyungsoo mengenakan lingerie sexy berwarna hitam. Dan astaga... hanya dengan melihatnya seperti itu saja sudah membuat Sehun menegang kembali. Gila Ia memang sudah gila gerutunya.

Sehun naik keatas ranjang, Ia mencoba tak tergoda oleh tubuh molek Kyungsoo yang sangat menantang. Tapi sialnya nafu besarnya tentu membuat semuanya memburuk. Sehun berakhir dengan mengecupi wajah lembut Kyungsoo, mengecupi pundak putih halus yang sedikit terbuka.

Kyungsoo mengerang tidak nyaman dan dengan pelan membuka matanya. "Sehun..." panggilnya dengan sedikit terkejut. Saat bibirnya terbuka, Sehun langsung melumatnya habis, membuat Kyungsoo terengah dengan ciuman sensual Sehun.

"ku bilang jangan tidur, Kyug... tunggu aku.." bisik Sehun pelan. "aku ingin bercinta denganmu, menyatu denganmu, dan mengubur dalam-dalam diriku di dalam tubuhmu." Lanjutnya lagi dengan suara yang sangat serak karena terkuasai oleh nafsu.

"ya... lakukanlah... lakukanlah Sehun..." ucap Kyungsoo dengan pasrah. Karena entah mengapa setiap sentuhan yang diberikan oleh Sehun, tubuhnya selalu meresponnya dengan baik.

Sehun membalik tubuh Kyungsoo cepat hingga Ia berada dibawah kungkungan tubuh tegap Sehun. Lalu tanpa banyak bicara, Sehun menyatukan diri dengan Kyungsoo, mengubur dirinya semakin dalam di dalam tubuhnya. Kyungsoo memekik tertahan karena kejantanan Sehun yang menghujamnya secara tiba-tiba tanpa melakukan pemanasan terlebih dahulu.

Sehun mengumpat frustasi saat kejantanannya tenggelam di lubang sempit Kyungsoo. Saking sempitnya, Sehun merasa jika, Ia tidak bisa menggerakkan dirinya di dalam sana. Semuanya terasa erat mencengkeramnya, menghisap, seakan tak memperbolahkannya untuk bergerak leluasa. Itu sangat sempurna, kenikmatan yang tidak pernah Sehun dapatkan sebelumnya dari wanita lain, termasuk Luhan —kekasihnya—.

"Kyungsoo, a... aku akan bergerak." Ucap Sehun sambil menahan gairah yang sudah memuncak.

"yaahhh..." Kyungsoo menjawab dengan mendesah. "bergeraklah Sehun... oh astaga.." dia terengah-engah. Keringat sudah membasahi pelipisnya dan sekitaran leher. Hingga membuat kulit putih itu tampak mengkilat.

Damn! Sehun mengumpat dalam hati. Pemandangan wajah penuh kenikmatan yang dipancaran Kyungsoo benar-benar membangkitkan seluruh gairahnya hingaa keakar-akarnya. Ia mulai bergerak pelan.. sangat pelan, karena Ia merasa didalam benar-benar sempit. Hingga setiap gesekan benda keras dan kenyal itu menikmbulkan efeck yang sangat dasyat untuknya.

Kyungsoo mendesah nikmat, bibir hatinya sedikit terbuka hingga membuat Sehun tak kuasa menahan diri untuk mencumbunya. Sehun langsung mencengkeram dagu Kyungsoo, mengarahkannya pada dirinya lalu segera menikmati bibir ranum yang sudah tampak mengkilat oleh saliva. Ciuman yang sangat lembut tanpa menghentikan pergerakannya di bawah sana.

"apa kau menikmatinya sayang?" dengan nada parau dan nafas yang memburu.

"aaahhhh..." hanya desahan yang diberikan oleh Kyungsoo sebagai jawabannya untuk Sehun jika Ia sungguh menikmati kegiatan panas mereka.

"begitupu denganku Kyungsoo... kau sungguh nikmat sayang, membuatku tak ingin berhenti untuk menyetubuhimu hingga pagi sampai malam lagi." Balas Sehun lalu kembali melumat bibirhabis bibir Kyungsoo, bibir yang sangat Ia damba. Sehun terus mencumbu Kyungsoo dengan ganas, tidak peduli lagi jika bibir Kyungsoo sudah sangat bengkak dan tubuhnya sudah dipenuhi oleh tanda-tanda merah akibat ulahnya. Ia terus mencumbu lagi dan lagi hingga mereka berdua tiba pada pelepasan mereka secara bersamaan.

.

.

.

Sehun memperhatikan wajah Kyungsoo yang menurutnya tampak pucat. Wanita itu juga tampak tidak nafsu makan. Sehun bertanya –tanya dalam hati apakah Kyungsoo sedang sakit?.

Ini sudah dua bulan sejak mereka menghabiskan malam di rumah Baekhyun, di New Jersey. Hubungan mereka mulai membaik. Sehun benar-benar tidak bisa mengacuhkan Kyungsoo semenitpun. Karena wanita bermata bulat itu selalu bisa menarik perhatiannya. Bahkan hampir setiap hari membuatnya mendesah nikmat. Meski begitu tujuannya masih sama. Membuat Kyungsoo lalu Ia mendapatkan warisan dari ayahnya. Tapi sampai saat ini Ia harus menghela nafas kecewa, karena Kyungsoo tak kunjung hamil meski mereka sering melakukannya.

Pagi ini mereka berencana untuk makan pagi bersama, namun dengan tiba-tiba Sehun melihat Kyungsoo membungkam mulutnya dengan tangannya, lalu berlari ke kamar mandi di dekat dapur. Dan saat Ia menyusulnya, Kyungsoo sedang memuntahkan seluruh isi perutnya.

"kau tidak apa-apa Kyung?" tanya Sehun selembut mungkin, sambil mengusap punggung sempit Kyungsoo.

Kyungsoo membersihkan wajahnya lalu menghadap ke arah Sehun. Wajahnya benar-benar sangat pucat, tubuhnya telihat bergetar. " tidak apa-apa... alu hanya..." Kyungsoo tidak bisa melanjutkan kata-katanya ketika dengan tiba-tiba tubuhnya limbung dan terjatuh begitu saja dalam pelukan Sehun.

Kyungsoo pingsang...

.

.

.

Sehun menatap dengan khawatir dokter yang sedang memeriksa Kyungsoo. Sungguh, entah kenapa Ia sangat khawatir dan takut terjadi sesuatu dengan Kyungsoo.

"selamat, Sehun. Dia hamil.." ucap dokter Yixing, dokter keluarnya.

Sehun menganga mendapati kabar tersebut. Kyungsoo hamil? Ia benar-benar tidak bercaya akan hal itu. Dalam hatinya bersorak penuh kemenangan. Karena itu artinya Ia akan segera mendapatkan warisan itu seperti yang dijanjikan oleh ayahnya. "dokter bisa memeriksanya lagi? Saya benar-benar ingin kepastian."

"dia benar-benar hamil Sehun, jika kau belum yakin, besok ajaklah Kyungsoo Kyungsoo ke rumah sakit untuk melakukan USG."

Sehun benar-benar tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya dan tersenyum lebar. Mungkin jika orang lain melihatnya mengira jika Sehun adalah seorang suami yang sangat bahagia mendengar kabar kehamilan istrinya tanpa tahu jika senyum lebar tersebut menyembunyikan banyak makna yang terselubung.

.

.

.

.

Kyungsoo terbangun karena cahaya senja yang menerobos masuk melalui sela-sela kaca jendela di kamar Sehun. Senja? Kyungsoo sedikit mengerutkan keningnya karena merasa bingung. Ia terduduk dengan cepat. Tangannya reflek memegang kepalanya yang terasa sangat pening. Dan satu tangan lagi memegangi perutnya yang masih merasakan mual.

Tak lama Sehun keluar dari kamar mandi hanya memakai handuk sebatas pinggang. Kyungsoo yang melihatnya dengan susah payah menelan salivanya. Tubuh Sehun benar-benar menggairahkan. Dia benar-benar lelaki yang paling mengairahkan yang Kyungsoo temui. Melihat perut kotak-kotaknya yang sexy, serta membayangkan kejantanan besar Sehun yang tertutup oleh handuk, membuatnya ingin sekali membuka selangkangannya dan memasukkan milik Sehun kelubangnya. Kyungsoo langsung tertunduk malu saat Sehun datang menghampirinya. Ia merasa murahan karena telah memikirkan hal-hal mesum dengan Sehun.

"hei... kau sudah bangun sayang?" sapa Sehun lembut yang berdiri tepat di sisi ranjang.

Kyungsoo hanya mengangguk.

Sehun membelai rambut berantakan Kyungsoo dengan lembut. " ayo kugendong, aku akan memandikanmu." Ucapnya dengan senyum hangat yang tak pernah Kyungsoo lihat sebelum.

"aku... aku bisa mandi sendiri Sehun." Jawab Kyungsoo dengan cepat.

"tidak, akulah yang akan memandikanmu, dan bayi kita." Sahut Sehun dengan nada antusias.

Bayi kita? Tunggu dulu... apa maksud dengan bayi kita? Pikir Kyungsoo. "Sehun... apa maksudmu?" tanya Kyungsoo dengan bingung.

"kau hamil Kyung... terima kasih kau sudah hamil" katanya lagi-lagi dengan tersenyum lembut. Semyuman yang terlihat sangat tulus bagi Kyungsoo.

Kyungsoo masih dalam mode terkejutnya saat Sehun menyatukan bibir mereka. "aku bahagia Kyung..." ucapnya lembut, lalu bibir panas itu mulai menempel kembali pada bibir Kyungsoo. Mereka saling menikmati bibir masing-masing, mencecap rasa satu sama lain. Sehun bahkan sempat mengerang kerena keintiman tersebut. Ciuman itu sangat lembut, tapi sekaligus terasa sangat panas. Dan Kyungsoo merasa ciuman itu sangat berbeda dengan ciuman Sehun sebelum-sebelumnya.

.

.

.

.

T. B. C

Maaf kalau chapter kali ini sangat pendek. Karena satu chapter aku bagi jadi dua chapter. Capek ngetik kalau puanjang kekekeke... dan mohon dimaklumi jika ada typo yang bertebaran dimana-mana. Jangan lupa tinggalkan review meski ini remake sebagian adalah kata-kata yang aku rombak.

Park28sooyah : kekeke jangan marah-marah, tar cepet tua :p ini itu dari app story dapet dari playstor dengan judul yang sama coba aja cari kalau mau baca versi aslinya.

Dinadokyungsoo1: aslinya mungkin juga gak kalah menyebalkan hhhhh, akan diusahan kalau gk capek ngetiknya :p

Erikaalni : baik kok kalau pas lgi tidur..

Baekvin23 : hhh jangan di bejek tak gak ada Sehun sialbino cakep lagi... sebenernya gak tega buat nistain Kai, tapi apa daya dia harus dinistakan kekeke. Jangan bosem nunggu ya .

Rizkinovitasarii : sepanjang rel kereta api ya hhh, akan diusahakan.

Nanachaan : maaf soalnya ngetiknya lembur n gak di edit lagi karena udah capek hhhh, semoga masih bisa menikmatinya.

Papiyeol : diusahakan untuk fast update.

lauraRose14 :hhh sudah terjawab kan ya. Thank buat semangatnya.

Park RinHyun-Uchiha : culik sudah gk ada yang nglarang kekekeke

Jerapinchansoo : waah kalau kesel gk mau baca lagi donk T-T

Defti785 :cerita aslinya emang kayak gitu plotnya cepet bingit... akan diusahakan buat fast update kekeke

Babyosh :kalau gak banyak moment kaisoonya gw jagan ditabok yaa hhhh :V

Jeyjong : emang biasanya kalau baca otaknya banjir ya hehehe #bercanda

Guest : terimakasih buat kalian aku harap kalian gak bosen nunggu updetan selanjutnya .

note : maaf jika ada yang tidak suka dengan maincast Ff ini, karena dari awal pengen bikin cast Hunsoo, jadi jika ada yang ingin baca Ff yang castnya Sehun dengan couple yang lain mohon cari Ff lain yang sesuai dengan keinginnan anda thank.

Keut

See you next chapter chu~