MY HANDSOME DEVIL

HUNSOO VERSION

.

.

.

Original story by ZENNY ARIEFFKA

.

.

.

CAST : OH SEHUN

DO KYUNGSOO (GS)

Other cast

.

.

.

GENRE : ROMNCE, HURT

RATE : M

.

.

.

AWAS TYPO

.

.

. HAPPY READING

.

.

.

Siang ini Kyungsoo melakukan aktifitasnya seperti sebelumnya, yaitu merajut syal di bangku balkon kemarnya. Usia kandungnya sudah menginjak usia enam bulan, dan selama dua bulan terakhir, Sehun tak penah mengijinkannya keluar dari rumah. Kyungsoo benar-bemar merasa kebosanan akanl hal itu, tapi Ia memilih untuk menuruti Sehun. Karena bagaimanapun itu bertanda jika Sehun tak ingin terjadi sesuatu dengan mereka.

Tentang Sehun, laki-laki itu benar-benar sangat berubah. Menjadi over protektif, pengertian, dan sangat lembut. Kyungsoo tidak mengerti pada lelaki tersebut. Tapi tak dibisa dipungkiri jika Kyungsoo sangat senang dengan perubahan sikap Sehun. Dia juga jarang meledak-ledak seperti dulu lagi. Yang pasti Sehun tidak pernah mengajak kekasihnya ke rumah mereka lagi.

Apa Sehun benar-benar sudah berubah? Apa ia sudah membuka hatinya untuk Kyungsoo? Entalah... yang pasti perasaan Kyungsoo terhadap Sehun sungguh sangat besar. Ia mencintai Sehun seiring berjalannya waktu. Dan berharap Sehun juga memiliki perasa yang sama terhadap dirinya.

Tentang Jongin, Kyungsoo tidak tahu bagaimana kabar lelaki tersebut. Dia tidak pernah lagi menghubungi Kyungsoo. Terakhir kali Jongin menghubunginya adalah ketika Ia kembali dari New Jersey. Jongin menanyakan keadaannya, setelah itu Jongin hilang begitu saja bagaikan tertelan oleh bumi. Dan Jongin juga tidak bisa dihubungi, setiap kali dirinya menghubungi nomor Jongin yang menyahut adalah suara operator. Dan sejak itu Kyungsoo menyerah untuk menghubungi lelaki yang masih berstatus sebagai kekasihnya tersebut.

Kyungsoo merasakan sebuah tangan memeluknya dari belakang. Sebuah pipi lembut menempel pada pipinya. Dan aroma itu, aroma yang sangat Ia kenal san selalu dirindukannya menyapa indra pembaunya. Sehun...

"kau sudah pulang?" tanya Kyungsoo dengan suara lembut.

"sudah... aku tidak bisa terlalu lama meninggalkanmu." Jawab Sehun dengan suara parau. Dan Kyungsoo tahu artinya jika suara Sehun berubah seperti itu.

Sehun mengusap perut Kyungsoo yang sudah sedikit membuncit, sesekali mengecupnleher dan tengkuk Kyungsoo. Sehuah desahan keluar dari bibir hatinya. Hormon kehamilan benar-benar mempengaruhinya. Bagaimana bisa hanya dikecup seperti itu semua yang di bawah sana sudah basah dan berkedut ingin disentuh.

"aku merindukanmu Kyungsoo." BisiK Sehun tepat di telinga Kyungsoo.

Sehun akhirnya menarik Kyungsoo untuk berdiri. Melumat bibir Kyungsoo secara tidak sabaran, dak Kyungsoo yang tidak keberatanpun langsung mengalungkan kedua tangannya pada leher Sehun lalu membalas lumatan Sehun dengan tidak kalah panasnya.

"kau cantik.." ucapnya dengan manatap tajam kearah mata bulat Kyungsoo.

"kau juga... tampak sempurna" balas Kyungsoo sambil tersenyum lembut.

Sehun kembali melumat bibir Kyungsoo. Menghisap, mencecap tanpa ampun. "kita pindah ke dalam sayang.." ucapnya penuh dengan kelembutan.

Sehun lalu menggendong Kyungsoo ala bridal style menuju kamar mereka. Membaringkannya diranjang, menyelimutinya, lalu Sehun ikut naik ke atas ranjang, masuk dalam selimut dam mulai memeluk tubuh Kyungsoo dengan pelan. Tangannya dengan lembut mengusap perut Kyungsoo sambil sesekali mencium keningnya. Hal itu membuat Kyungsoo sedikit terbuai dan sedikit demi sedikit kesadaranya semakin menipis. Hingga Ia tidak dapat menahan kantuknya lagi. Dan malam itu Ia berakhir terlelap dalam pelukan hangat Oh Sehun.

.

.

.

Sehun mengumam pada dirinya sendiri jika lagi-lagi dia melakukan hal itu. Seakan tubuh Kyungsoo menjadi candunya. Ia mengumpat dalam hati dengan frustasi karena, Ia merasa ini bukanlah tujuan pertamanya, yaitu menguasai warisan sialan ayahnya. Membuat Kyungsoo hamil dan mendapat warisan itu sebelum adik tirinya menguasainya.

Adik tiri Sehun bernama Taeyeong. Taeyeong adalah seorang anak jalanan yang dipungut oleh kedua orang tua Sehun. Saat Ia mengurus perusahan ayahnya yang ada di New York, Taeyeong mengurus perusahaan ayahnya yang ada di Kanada. Meski harus Sehun akui kinerja Taeyeong sangatlah bagus akan tetapi tetap saja Sehun berpikiran jika Taeyeong adalah orang luar. Ia juga tidak rela jika warisan keluarga Oh jatuh ketangan Taeyeong.

Awalnya Sehun memang menolak keras usaha ayahnya untuk menjodohkan dirinya dengan puteri keluarga DO, yaitu Do Kyungsoo. Tapi karena ancaman dari ayahnya, mau tak mau Ia harus menurutinya. Ancaman itu semakin membuatnya gila saat ayahnya memberi tahu jika beliau ingin cucu dari Kyungsoo. Harusnya Sehun cucup bahagia saat ini, mengingat Kyungsoo sudah mengandung anaknya. Akan tetapi hati kecilnya merasa jika ada yang sangat kurang.

Sehun merasa jika semua ini salah. Tidak, bukan keadaanya yang salah, tapi perasaanya. Beberapa bulan yang lalu saat mendapati Kyungsoo hamil, Ia benar-benar merasa sangat senang. Bukan senang mendapat warisan, akan tetapi senang dalam artian yang sebenarnya. Merasa senang karena Ia akan menjadi seorang ayah. Sejak saat itu perhatiannya tidak pernah luput dari sosok yang saat ini sedang dipeluknya. Wanita itu benar-benar bisa mengalihkan segala dunianya. Tak ada lagi dunia malam ataupun wanita jalang yang menemani malam-malamnya seperti dulu. Baginya Kyungsoo saja sudah lebih dari cukup untuk memuaskan hasrat seksualnya. Bahkan bukan hanya kepuasan, Sehun juga merasakan kebahagiaan serta kedamaian saat bersamanya. Hal itu tidak pernah, Ia dapatkan dari wanita-wanita jalang yang pernah menajadi kekasihnya.

Sehun bahkan berhasil menyingkirkan Jongin, kekasih Kyungsoo. Tentu saja Ia tak akan membiarkan Kyungsoo berhubungan dengan lelaki lain selain dirinya. Dan Ia telah melakukan berbagai macam cara hingga Ia berhasil menyingkerkan Jongin dari Kyungsoo. Bukan hal yang sulit bagi Sehun untuk mendapatakan semua informasi tentang Jongin, lalu Ia mulai menyusun rencana untuk menyingkirkan Jongin. Awalnya Sehun hanya memberi sedikit ancaman untuk Jongin, mengingat lelaki itu hanya bekerja di salah satu perusahaan kecil yang ternyata mudah sekali untuk Sehun kuasai. Tapi ternyata, sebuah ancaman saja tidak cukup untuk menyingkirkan Jongin.

Kemudia Sehun memutusakan untuk pergi menemui Jongin, dan berniat memberinya pelajaran agar tidak lagi menghubungi Kyungsoo. Namun bukan kesepakatan yang Ia dapat, Jongin menolak mentah-mentah semua permintaan Sehun. Dan merekapun memutuskan melanjutkan pembicaraan mereka dengan menggunakan pukulan dan tendangan. Rupanya, hal itu tetap tidak menghentikan Jongin untuk berusaha menghubungi Kyungsoo. Sampai akkhirnya, Sehun memilih cara licik dan bisa dibilang sangat pengecut, Ia melaporkan Jongin ke polisi, menuntutnya supaya membusuk di penjara dengan tuduhan membangganggu rumah tangga dan berusaha merayu Kyungsoo sang istri.

Luhan...? wanita yang menurut Sehun sialan itu membuat suasana menjadi rumit. Dia tidak pernah berhenti menagih janjinya pada Sehun untuk menikahinya. Sehun berpikir jika, Ia tidak mungkin meninggalkan Kyungsoo dan menikahi Luhan. Akhirnya dua bulan yang lalu Sehun memutuskan hubungan mereka secara sepihak. Dan hal itu membuat Luhan marah dan tidak terima. Sehun sangat tahu wanita macam apa Luhan itu, Sehun tidak ingin wanita itu merecoki hubungannya dengan Kyungsoo. Dan demi keamanan Kyungsoo dan bayinya yang ada di dalam perut sang istri, Sehun melarang keras Kyungsoo untuk keluar rumah. Setidaknya hal itu membuat Sehun sedikit tenang saat Kyungsoo berada di dalam rumah dengan banyak perlindungan entah dari para pelayan atau dari para pengawalnya.

Sehun merasa Kyungsoo bergerak dalam pelukannya. Mungkin dia sudah bangun pikir Sehun. Lalu mengecup lembut pundak Kyungsoo.

"kau sudah bangun?" tanyanya dengan suara parau.

Kyungsoo membuka matanya pelan , dan mendongak kearah Sehun. "hmm... aku lapar Sehun..." dan itu membuata Sehun tidak dapat lagi manahan tawanya. Ia merasa sangat bergairah. Menegak sejak tadi... tapi saat Kyungsoo bangun, wanita itu malah kelaparan. Astaga... tahan dirimu Sehun... kau sungguh-sungguh sangat mesum.

"padahal aku menginginkanmu Kyung..."

Kyungsoo membulatkan matanya selebar-lebarnya. " Sehun... kau benar-benar..." dan Kyungsoo tak dapat melanjutkan kata-katanya saat Sehun kembali melumat habis bibir hatinya.

"kau... kau gila Sehun..." ucapnya ditengah-tengah ciuman dengan nafas terengah.

" ya... lebih dari itu sayang." Rancau Sehun. Sesekali mengecupi punggung belakangnya. Sehun bahkan tidak yakin bisa melepaskan Kyungsoo setelah ini. Apa salah jika Ia mempertahankan Kyungsoo hingga akhir? Ia rasa tidak. Saat ini Ia bahkan sudah tak peduli lagi dengan warisan sialan tersebut. Yang ada di pikirannya saat ini hanyalah Kyungsoo, dan bayi mereka yang ada dalam kandungannya.

.

.

.

Mereka akhirnya makan malam bersama. Sehun menatap Kyungsoo yang sedang makan dengan lahapnya di hadapnya. Saat ini nafsu makan Kyungsoo sudah kembali. Dan dia tidak pilih-pilih lagi jika soal mekanan. Dan Sehun lihat tubuh Kyungsoo juga sudah kembali berisi, tidak kurus kering seperti saat bulan-bulan pertama kehamilannya dulu.

Tak lama Sehun melihat pengawalnya datang menghampirinya dengan gurat wajah khawatir. Dan Sehun dapt membacanya jika sedang ada masalah.

"ada apa?" tanyanya sedingin mungkin. Karena Sehun tidak suka jika waktu bersama Kyungsoo terganggu.

"ada tamu tuan." Jawab sang pengawal.

"siapa...?"

"nona Luhan." Dan seketika itu juga Kyungsoo menghentikan acara makannya dan menatap kearah Sehun dengan pandangan yang sulit diartikan.

Sehunpun sedikit terkejut. Bagaimana mungkin Luhan berani menginjakkan kaki di rumahnya, padahal Ia sudah memutuskannya bahkan mengancamnya dengan berbagai macam hal agar dia tak mengganggu dirinya lagi, namun nyatanya, Luhan masih memiliki nyali untuk menginjakkan kaki dirumahnya. Sehun berdiri dan bergerak akan menghampiri Luhan. Namun Kyungsoo menghentikannya. Dia menatapnya dengan tatapan tanda tanya.

" kau mau kemana Sehun?"

Sehun menggenggam tangan Kyungsoo. " tunggu di sini Kyung, aku harus menimuinya."

" kau masih ada urusan dengannya?"

Sehun menggeleng. "tidak, aku sudah memutuskannya" jelas Sehun pada Kyungsoo. "tunggu disini saja, aku akan segera kembali." Lanjutnya.

Kyungsoo mengsngguk sebagai jawabanya. Dan Sehun mulai melangkahkan kakinya meninggalkan Kyungsoo untuk menemui Luhan di tempatnya berada. Sehun melihat Luhan, yang sedang berdiri mondar-mandir di teras rumah terlihat jika raut wajahnya penuh dengan kebencian. Dan tentu saja para pengawal Sehun tidak berani mengijinkan Luhan untuk masuk. Meski dulu Luhan dengan mudah keluar masuk rumah itu, tapi sekarang tidaklah mudah tanpa seijin sang tuan rumah yang mengijinkan tamu itu boleh masuk atau tidak.

"Hun-a... apa yang terjadi? Kenapa kau melakukan ini padaku?" tuntut Luhan dengan tidak sabar setelah melihat Sehun keluar dari dalam rumah dengan wajah datarnya.

Sehun menghampiri Luhan yang kedatangannya sangat mengganggunya. "ku pikir kita tak memiliki urusan lagi Luhan." Ucap Sehun dengan nada dingin.

Luhan melotot kearah Sehun karena terkejut dengan apa yang baru saja Ia dengar. " apa katamu? Bagaimana bisa kau bicara seperti, Sehun..?" tanyanya penuh emosi.

" kita sudah selesai Luhan." Balas Sehun tegas.

"tidak. Kau berjanji akan menikahiku setelah kau mendapatkan warisan sialanmu itu. Bukankah saat ini istri kampunganmu itu sudah hamil? Berarti kau sudah mendapat warisan itu kan?" cerocos Luhan tangannya memegang lengan Sehun dengan kedua tangannya.

" apa yang kau katakan jalang?" ucap Sehun dengan kasar sambil menghempeskan tangan Luhan dari lengannya membuat tubuh ramping itu sedikit terhuyung namun tidak sampai membuatnya terjatuh. Sehun benar-nenar bodoh karena pernah memberi tahu semua rencananya pada Luhan. Takdir siapa yang tahu, jika Ia tahunakan jatuh cinta pada Kyungsoo mungki Ia tidak akan pernah menceritakan renacananya pada Luhan.

Luhan menghampiri Sehun kembali, dan dengan tidak tahu malunya menempelkan tubuhnya pada tubuh Sehun. Terlebih pada payudaranya yang terlihat menyembul dari dress mini yang Luhan kenakan."kau bilang akan menceraikannya Huan-a, setelah dia hamil dan kau dapat warisan itu. Apa kau lupa jika kau berjanji akan menikahiku setelah itu, aku menagih janjimu Hun-a." Rengek Luhan.

Sehun merasa jijik dengan sikap Luhan yang tidak tahu malu. Padahal dua bulan lalu Ia sudah memutuskannya atau lebih tepatnya sudah Ia campakan. Namun lihat wanita itu dengan tidak tahu dirinya merengek padanya dan memohon padanya untuk dinikahinya.

"apa kau benar-benar bicara padanya seperti itu Hunie...?" suara bergetar Kyungsoo benar-benar mengejutkan Sehun. Ia langsung membalik badannya setela mendorong tubuh Luhan menjauh darinya yang direspon dengusan oleh wanita bertubuh ramping tersebut, bahkan wajah Sehun terlihat memucat. Tak jauh darinya tepatnya diabang pintu Kyungsoo berdiri dengan mata yang sudah berkaca-kaca. Hati Sehun rasanya seperti diremas saat melihat tubuh Kyungsoo mulai bergetar. Pertanyaan apakah Kyungsoo mendengar semuanya memenuhi otaknya.

Sehun menghampiri Kyungsoo dengan penuh kekhawatiran. "apa yang kau lakukan di sini sayang? Ku bilang tinggallah disana jangan mengikutiku." Ucap Sehun setenang mungkin.

Kyungsoo menghapus air matanya yang sudah tidak bisa Ia tahan lagi. " ya.. supaya aku dengan gampangnya bisa kau bodohi begitu? Kau sialan Oh Sehun.." tangannya yang sudah mengepal Ia gunakan untuk memukul-mukul dada Sehun, namun dengan spontan Sehun membawa tubuh Kyungsoo ke dalam pelukannya.

"Kyung.. ku mohon dengarkan penjelasannku." Pinta Sehun sambil mencium pucuk kepala Kyungsoo.

Kyungsoo dengan kasar melepas pelukan Sehun, Ia lalu menatap suaminya tersebut dengan tatapan tajam. " aku tidak butuh penjelasanmu, aku membencimu Sehun..." teriaknya diantara isak tangisnya. Lalu pergi masuk kembali kedalam rumah sambil memegangi perutnya yang terasa sedikit nyeri tanpa memperdulikan pangilan Sehun.

Sehun mengumpat dalam hati, merasa sangat marah karena Luhan benar-benar membuat masalah. Demi Tuhan, jika karena ini Sehun kehilangan Kyungsoo, Ia bersumpah tak akan pernah mengampuni wanita sialan itu.

.

.

.

.

T. B. C

Maaf telat sehari dari jadwal update, baru bisa ngetik sekarang n maaf kalau banyak typo yang selalu meraja lela dimana-mana. Kekekeke aku harap kalian masih bisa mengerti dengan kata-kata tidak jelas yang dihasilkan oleh bapak typo :p

.

.

.

Babyosh : hhhh iya dia hidupnya naena mulu kalau ngeliat yang bening dikit suka kilaf. Maaf ya chap ini bikin kecewa gara-gara gak ada moment kaisoonya, tapi noh udah dikasih moment real yang lebih sweet sama kaisoo distage kemarin

Park28sooyah :hehehe paling tidak udah tau lah ya dikit" sama jalan ceritanya. Spoilernya buat diri sendiri aja ya lol hhh. Masih diusaha buat Ff chansoo lagi nyari ide masihan kekeke.

Erikaalni : jangan lupa sedia tissue ya :p

Jeyjong : wkwkwk lebih parah ternyata, maaf ya sepertinya tebakan anda salah :p

Rizkinovitasarii : burungnya minta dipotong biar gk enaena mulu #eehhh maksih" jagan terlalu penasaran tar nyesel lagi

Nesyarera : jangan bosen nunggu nes ke...ke ~

lauraRose14 : sama-sama :* siapa tahu penasaran sama cerita aslinya kekeke.. waah ono arek jowo ternyata, jangan bosen nunggu aja kekeke..

dinadokyosoo1 : waahh maafken saya membuatmu berdosa karena terlalu banyak mengumpat T..T

Baekvin23 : bisa jadi karena enak jadi ketagiham #plak... waah makasih udah selalu menunggu :*

Park RinHyun-Uchiha: berdoa aja yang kyusu' hehehe :v

Teukiangle: mungkin bulet kayak telur :p

Kaidohun: hehehe diusahakan :*

Defti785: please jangan emosi tar Sehun ilang kekeke...jangan baper akan diusahakan untuk fast update.

Ahan2021: please aku bukan artis #eehhh ditunggu aja ya, yang penting jari kagak kriting diusahakan rahin ngetiknya hhhhh:*

Guest: makasih buat kalian semua yang masih mau nunggu FF ini, Chu~...

keut

.

.

.

See you next chapter chu ~