MY HANDSOME DAVIL

HUNSOO VERSION

.

.

.

Original story by. ZENNY ARIFFKA

.

.

.

CAST : OH SEHUN

DO KYUNNGSOO (GS)

Other cast

.

.

.

GENRE : ROMANCE, HURT

RATE : M

.

.

.

AWAS TYPO

.

.

.

HAPPY READING

.

.

.

Lelaki brengsek itulah Sehun menyebut dirinya sendiri. Bagaimana tidak, Ia duduk di meja makan dengan berbagai macam hidangan makanan, sedang di istrinya entah sedang melakukan apa di dalam kamar. Sehun tidak tahu dan tidak ingin mencari tahu. Ia takut jika Ia menemui Kyungsoo emosinya akan kembali meluap-luap seperti sebelum-sebelumnya.

Ini sudah lima hari semenjak kejadian malam itu. Malam dimana Kyungsoo mengetahui semuanya. Malam itu setelah Kyungsoo pergi dari teras, Sehun pikir istrinya itu akan melanjutkan menagisnya di kamar. Namun nyatanya presepsinya semua salah, setelah Ia memutuskan untuk menyusul Kyungsoo kekamar, Sehun melihat Kyungsoo sedang memasukkan semua baju-baju serta barang-barangnya yang lain kedalam koper dan tas jinjing miliknya dengan tergesa dan juga sesekali menghapus air matanya yang terus meleleh membasahi pipinya. Kyungsoo berniat untuk pergi meninggalkan rumah itu, meninggalkan Sehun..

Malam itu...

"Kyung.. apa yang kau lakukan?" tanya Sehun dengan raut bingung yang jelas terpanjar dari kedua matanya.

Kyungsoo hanya diam, tak mengindahkan keberadaan Sehun. Dia masih saja memunguti barang-barangnya satu per satu dan memasukkannya ke dalam koper. Sehun lantas bergegas kearah Kyungsoo, mencengkeram pergelangan tangannya hingga Kyungsoo berhenti memasukan barang-barangnya. Namum wajahnya sama sekali tidak melihat kearah Sehun.

"katakan apa yang akan kau lakuka?" Tanyan Sehun dengan penuh penekanan, dengan rahang mengeras menahan emosinya karena merasa tidak dihiraukan oleh Kyungsoo.

Kyungsoo berusaha melepaskan cengkraman tangan Sehun dari tangannya. " lepaskan akau." Teriaknya.

"aku tidak akan melepaskanmu sebelum kau menjawabku. Apa yang akan kau lakukan Kyungsoo?"

Kyungsoo menghela nafas berat sebelum memberanikan diri menatap mata tajam Sehun yang terlihat sangat menakutkan. "aku akan pergi dan kita akan berpisah." Jawab Kyungsoo dengan tegas.

"sialan! Tak akan ada perpisahan dan kau... kau tidak akan bisa keluar dari rumah ini" ucap Sehun tegas.

"persetan denganmu Oh Sehun, aku akan tetap pergi."

"tidak tanpa seijinku." Tutur Sehun dingin lalu pergi meninggalkan Kyungsoo dan mengunci pintu kamarnya dari luar.

Kyungsoo menyumbah serapahi Sehun, Ia pikir lelaki itu sangatlah egois. Bukankah wajar jika dirinya marah, karena Sehun menikahinya hanya karena warisan itu. Jika dari awal Ia mengetahui hal itu sudah dipastikan jika dirinya tidak akan pernah mau menerima lamaran Sehun. Yang harus mengorbankan hubungannya dengan Jongin yang dibinanya cukup lama. Rasanya sangat sakit menggerogoti hatinya, Sehun memang sangat kejam.

Sehun mendengar Kyungsoo menggedor-gedor pintu dibelakangnya akan tetapi lelaki itu sama sekali tidak menghiraukannya, Sehun bahkan pergi begitu saja dan menulikan telinganya akan teriakan-teriakan keras Kyungsoo disela-sela isakan tangisnya.

.

.

.

Sehun memijit pelipisnya, Ia merasa jika sikapnya sangat keterlaluan terhadap Kyungsoo. Mungkin juga terlalu kasar. Tentu saja semua yang ada di pikiranya itu benar. Demi Tuhan, Kyungsoo sedang hamil dan Ia malah mengurung istrinya di dalam kamar sendirian selama lima hari terakhir ini. Ia memang benar-benar merasa sudah gila. Tak lama salah seorang pelayan yang melayani Kyungsoo datang mendekat ke arahnya dengan wajah takut-takutnya. Sehun pikir itu ada hubunganya dengan Kyungsoo.

"ada apa?" tanya Sehun sedatar mungkin.

"ummm... nyonya Kyungsoo tidak mau memakan makanannya, Tuan" jawabnya sedikit terbata dengan nada yang bergetar.

Sehun mengerutkan keningnya, dasar keras kepala rutuknya dalam hati." Sejak kapan?"

"sejak tadi pagi, Tuan" pelayan itu terus menunduk, tidak berani mengangkat wajahnya.

Sehun lantas membanting sendok yang digenggamnya. "sialan..!" umpatnya kasar. Lalu Ia bergegas menuju kamar Kyungsoo, tempat Ia mengurung Kyungsoo. Cukup lama Sehun menatap pintu kamar tersebut, hingga Ia memutuskan untuk membukanya dengan pelan. Ia dapat melihat tubuh mungil Kyungsoo dengan perut membuncit meringkuk miring layaknya induk kucing yang menghangatkan anaknya memunggungi pintu. Sehun mendekat kearah Kyungsoo dan mulai mengucapkan beberapa kata meski itu Ia katakan dengan nada dingin.

"kenapa tidak makan?"

Hening tak ada jawaban yang keluar dari bibir Kyungsoo.

"Kyung, cepat makan atau aku akan berlaku kasar padamu." Lanjut Sehun.

"pergilah" hanya itu yang Kyungsoo ucapkan.

Sehun menghela nafas kasar. "baiklah, jika itu yang kau inginkan. Aku akan pergi." Kata Sehun dengan sangat dingin lalu meninggalkan Kyungsoo begitu saja. Tanpa berniat untuk membujuk wanita yang telah mengandung anaknya tersebut. Sehun menutup pintu kamar dengan sedikit keras, lalu menguncinya kembali.

.

.

.

Kyungsoo merasa jika Sehun berubah menjadi iblis kembali. Lelaki itu mengurungnya, bersikap dingin padanya. Kyungsoo benar-benar merasa bodoh, lagi-lagi pikirannya menerawang pada hari dimana Sehun datang kerumahnya dan melamar dirinya. Sehun adalah lelaki yang memiliki banyak sekali kelebihan, jadi mana mungkin lelaki itu mau begitu saja menikahi dirinya yang terbilang sangat biasa saja, jika tidak mengharapkan sesuatu dari sebuah pernikahan tersebut. Pantas saja jika Sehun disebut sebagai pengusaha bertangan dingin karena dia akan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan apa yang Ia mau. Dan sekarang dirinyalah yang menjadi korban dari keabisiusan seorang Oh Sehun.

Sakit.. itulah yang Kyungsoo rasakan saat ini. Ia ingin pergi, dan hanya ingin pergi menjauh dari Sehun. Kyungsoo sungguh sangat membenci Sehun.

Saat pikirannya berkelana, tiba-tiba saja pintu kamarnya diketuk. Kyungsoo tahu jika itu Eunha. Eunha adalah salah satu pelayan yang sebaya dengan dirinya (anggap saja begitu :p ). Selama Kyungsoo tinggal di rumah Sehun yang menurutnya sangat membosankan itu, Eunhalah yang menjadi temanya, meski sebenarnya mereka tidak begitu dekat.

"masuklah." Ucap Kyungsoo sedikit mengeraskan suaranya.

Pintupun terbuka, menampakkan Eunha membawa sekeranjang buah jeruk dan apel permintaanya. Ia memang tak ingin makan, bukan karena mogok makan, tapi entah kenapa Ia akan kembali merasa mual saat ada nasi masuk ke dalam perutnya. Jadi Kyungsoo hanya bisa memakan buah-buahan sebagai gantinya untuk memberikan nutrisi pada anak yang ada dikandungannya.

"nona, apa kau tahu jika tuan Sehun benar-benar sangat marah? Makanlah Nona, semua orang yang ada di dalam rumah ini benar-benar terkena imbasnya karena tuan Sehun tak berhenti marah pada kami" adu Eunha dengan ekspresi memohonnya.

Sungguh, jika Kyungsoo tidak memiliki masalah dengan Sehun, Ia akan meminta lelaki itu untuk berhenti bersikap seenaknya pada semua pelayan dan pengawal di rumah tersebut. Ia merasa jika Sehun sangat keterlaluan dan tidak seharusnya lelaki itu bersikap bar-bar pada pelayan dan pengawal yang sama-sama manusia.

Kyungsoo menghela nafas pelan. " maafkan aku Eunha-ya, aku tidak punya pilihan lain" jawan Kyungsoo sambil menundukkan kepala karena merasa bersalah.

Tak lama kemudian, kepala pelayan Yuri masuk kedalam kamar Kyungsoo, membuat kedua wanita tersebut mengarahkan pendangan meraka pada kepala pelayan tersebut. Kepala pelayan Yuri adalah orang tertua di rumah tersebut, dia yang mengurus segala macam keperluan dirumah Sehun. Salah satu orang kepercayaan Sehun yang sudah Sehun anggap sebagai sanak saudaranya sendiri.

"nona Kyungsoo, bersiap-siaplah" ucap kepala pelayan Yuri tiba-tiba setelah Ia menutup pintu kamar Kyungsoo.

Kyungsoo mengeryitkan keningnya. "bersiap untuk apa?" tanya Kyungsoo pada kepala pelayan Yuri dengan bingung, Eunha juga terlihat bingung dengan perintah kepala pelayan Yuri.

"kau akan pergi malam ini juga." Jawab kelapa pelayan Yuri tegas.

Kyungsoo sangat terkejut dengan apa yang disampaikan oleh kepala pelayan Yuri tersebut. "Apa? Bagaimana mungkin?" pekik Kyungsoo tidak bisa menutupi rasa keterkejutannya.

"aku yang akan membantumu."

"tapi... tapi kenapa?" tanya Kyungsoo masih sedikit tidak percaya dengan kepala pelayan tersebut.

"Sehun sudah seperti anakku sendiri. Sudah saatnya Ia disadarkan dan diselamatkan. Aku tahu kau mencintainya dan dia juga mencintaimu. Hanya saja kalian sama-sama keras kepala hingga saling menyakiti satu lain." Jelas pelayan Yuri panjang lebar pada Kyungsoo.

"maaf, tapi sepertinya kau salah paham kepala pelayan Yuri." Kyungsoo menelan ludahnya dengan susah payah sembari menahan sesak yang tiba-tiba terasa di dadanya. "Sehun.. tak pernah mencintaiku, dia hanya menginginkan warisan dari keluarganya."ucap Kyungsoo lirih.

"Bodoh." Ucap kepala pelayan Yuri yang sontak membuat Kyungsoo dan Eunha menatap kepala pelayan tak mengerti dengan apa yang membuat wanita paruh baya tersebut mengumpat seperti itu pada Kyungsoo. "apa kau tak bisa melihat matanya? Menyelami perasaannya disana? Jelas-jelas dia sangat mencintaimu Kyungsoo. Hanya saja cara mencintainya yang salah." Lanjut kepala pelayan Yuri.

"entahlah... aku tidak yakin."

"percayalah padaku. Sekarang ikutlah aku, kujamin dia akan mencari kemanapun kau berada, dan pada saat Sehun menemukanmu, semuanya akan berakhir."

Kyungsoo menatap kepala pelayan Yuri dengan ragu, namun dimenit berikutnya Kyungsoo menganggukkan kepalanya menyetujui rencana kepala pelayan Yuri...

.

.

.

"sial...!" umpat Sehun kasar sambil membanting semua barang yang ada di hadapanya... "bodoh... apa yang kalian lakukan, hah? Bagaimana mungkin kalian bisa kehilangan dia?" Sehun terus marah-marah pada orang yang ada di rumahnya.

Sehun mengacak rambutnya dengan frustasi. Ia lihat semua anak buahnya hanya bisa menundukkan kepala mereka. Bodoh, benar-benar bodoh. Sehun terus menggerutu dalam hatinya, bagaimana bisa mereka kehilangan seorang wanita yang sedang hamil besar. Entah sudah keberapa kali Sehun mengumpat hari ini, otaknya sudah dipenuhi dengan emosi yang meledak-ledak. Dalam hatinya bertekat jika dirinya harus mendapatkan Kyungsoo kembali dan membawanya pulang kerumah mereka.

"kau.." Sehun menunjuk seorang bawahannya. " periksa semua CCTV yang ada di rumah ini." Perintahnya. " kau" ucapnya lagi menunjuk yang lainnya. " periksa semua pelayan yang ada di rumah ini." Perintahnya lagi.

Sehun tahu, Kyungsoo tidak mungkin bisa keluar sendiri dari rumah itu, belum lagi keadaan anak buahnya yang tertidur lelap saat Kyungsoo pergi, mereka tidak mungkin tidur secara bersamaan kan? Apa lagi kepala pengawalnya selalu menjadwal semua kegiatan pengawal-pengawal lain dari kegiatan yang harus mereka lakukan dari pagi sampai malam.

' aku akan mendapatkanmu Kyung... lihat saja..'

.

.

.

"kau sembunyikan dimana istriku?" tanya Sehun pada wanita paruh baya yang selama ini sudah Ia anggap sebagai ibunya sendiri.

Dia Yuri, kepala pelayan dirumah tersebut. Dia dulu adalah pangasuh Sehun, jika tidak heran jika Sehun menganggap kepala pelayan tersebut sebagai Ibu keduanya, karena mereka terlampau dekat sangat dekat. Ketika Sehun ke New York, Yuri dan beberapa pelayan lainnya juga ikut dipindah kerumahnya yang ada di New York.

"bukannya kau tak menyukainya? Aku hanya membantunya pergi dari genggamanmu." Jawab kepala pelayan Yuri dengan santainya dan tanpa rasa takut sama sekali.

Sehun mengebrak meja dihadapannya dengan marah. "siall..! katakan atau kau akan menyesal!" ancam Sehun. Dan seperti itulah sifat aslinya yang seperti iblis keluar. Sehun brengsek, tentu saja.. bagaimana mungkin Ia mengumpat kasar pada seorang yang telah merawatnya sejak kecil.

"kau tidak akan berani melalukan apapun padaku Sehun." Tantang pelayan Yuri dengan tegas dan mata yang melihat tajam kearah Sehun.

Ya wanita itu benar, akan tetapi Sehun mempunyai rencana lain.

"geledah semua barang miliknya." Perintah Sehun pada beberapa anak buahnya tanpa sedikitpun mengalihkan pandangannya pada sosok di hadapannya tersebut.

"kau tahu Sehun... kau hanya perlu bilang bahwa kau mencintainya... semua akan selesai. Kau terlalu keras kepala."

Sehun menaruh kedua tangannya diatas pinggangnya, bersikap angkuh. "Aku tidak perlu mendengar ocehanmu." Ucapnya dingin, tidak ada sikap sopan santunnya sama sekali.

Pelayan Yuri mengela nafas kasar, wanita itu sama sekali tidak terkejut dengan sikap kasar Sehun padanya, karena lelaki albino itu sudah terlalu sering memperlihatkan sikap seperti itu pada pelayan lain meski bukan padanya. " aku hanya memberimu nasehat, katakan itu sebelum kau menyesal." Ucapnya dengan nada keibuan. Dan entah kenapa perkataan pelayan Yuri membuat semuanya menjadi sedikit masuk akal.

Selama ini Sehun tidak pernah menyatakan semua perasaanya pada Kyungsoo, yang Ia pikirkan hanyalah warisan dan hasrat sialannya tersebut. Sehun pikir Kyungsoo tidak akan mempercayainya, apalagi mengingat istrinya itu mendengar semua ucapan Luhan pada malam itu. Haruskah Ia mengungkapkannya pada Kyungsoo, tapi bagaimana caranya? Sedang dirinya sendiri tidak tahu dimana keberadaan Kyungsoo saat ini.

.

.

.

Tenang dan nyaman itulah yang Kyungsoo rasakan. Saat ini Ia berada di Kanada. Lebih tepatnya berada di kediaman Oh. Ia tidak menyangka jika kepala pelayan Yuri akan membacanya kemari. Apalagi ayah dan ibu Sehun sangat menyambut hangat kedatangannya. Mereka memang sempat tinggal dirumah yang disediakan Sehun di New York beberapa waktu lalu, akan tetapi mereka sudah pindah kembali ke Kanada sejak dua bulan yang lalu. Mereka bilang New York terlalu ramai dan membuat mereka sedikit pusing. Dan Kyungsoo menyetujui gagasan itu.

Dikediaman Oh juga ada Taeyeong, adik Sehun yang tak kalah tampannya, tapi tentu saja menurut Kyungsoo lebih tampan Sehun. Dan astaga... baru empat hari Ia dirumah keluarga Sehun, Ia merasa sudah sangat merindukan lelaki itu. Bahkan terkadang dalam dia Kyungsoo sering bertanya-tanya, apakah Sehun juga sedang merindukannya, apakah Sehun sedang mencarinya saat ini, namun pikiran itu buru-buru ditepisnya karena menurutnya Sehun tidak akan merindukannya apa lagi mencarinya.

Bicara tentang Taeyeong, lelaki itu sangat baik pada Kyungsoo. Ibu Sehun bilang jika sebenarnya Taeyeong adalah anak angkat, tapi keluarga Oh sudah menganggapnya seperti anak sendiri, bahkan Taeyeong sudah memiliki saham yang hampir sama banyaknya dengan milik Sehun.

Ayah dan ibu Sehun sudah menjelaskan perihal warisan itu pada Kyungsoo. Awalnya Kyungsoo sedikit terkejut, namun Ibu Sehun bilang jika pelayan Yuri sudah memberitahukan keadaannya dan Sehun kepada mereka. Ibu Sehun bilang, jika sebenarnya Sehun tak ingin aset keluarga jatuh ke tangan orang yang bukan dari keluarga Oh sesungguhnya.

Kyungsoo bisa mengerti akan hal itu. Akan tetapi memanfaatkan dirinya tentu saja mumbuat hati Kyungsoo sakit. Sehun menikahinya dan membuat dirinya hamil hanya untuk sebuah warisan. Tapi kemudian Ibu Sehun memberi pengertian padanya jika puteranya bukanlah seorang yang seperti itu. Dia yakin, jika Sehun sedikit banyak berubah kerena dirinya. Tapi hal itu masih membuat Kyungsoo tidak yakin.

"hai apa yang kau pikirkan?" suara Taeyeong membawa Kyungsoo kembali pada alam sadarnya. Kyungsoo sedikit heran karena hari masih sore akan tetapi lelaki itu sudah berada dirumah.

"oohh... hai.. tidak, aku tak memikirkan apapun." Balas Kyungsoo dengan diiringi senyum manisnya.

Taeyeong lalu duduk disebelah Kyungsoo. " apa kau sedang memikirkan Sehun?" tanya Taeyeong seperti bisa membaca pikirannya.

Kyungsoo mengangguk lemah.

"dia memang keras kepala, tapi dia sebenarnya baik. Kau harus memaafkannya Kyung." Taeyeong mencoba memberi saran pada wanita yang menjadi kakak ipar tirinya tersebut.

Kyungsoo menoleh kearah Taeyeong dengan mengerutkan keningnya. "kenapa kau membelanya? Bukankah selama ini kalian tidak akur?" tanya Kyungsoo bingung.

"ya.. kami memang tidak akur. Mungkin dia hanya ingin melindungi apa yang menjadi milik keluarganya." Taeyeong lalu menatap Kyungsoo dengan pandangan lembut. " kau tahu Kyungsoo, Sehun sangat berkuasa, dia mampu melakukan apapun yang dia mau dengan kecerdikan dan kekuasaan yang dia miliki, nyatanya selama ini dia tidak pernah mempersulitku,dia membiarakanku bersaing dengannya secara adil." Jelas Taeyeong.

"tapi dia membencimu."

"itu karena dia belum mengenalku." Ucapnya sambil tersenyum. "kadang aku ingin sekali menganggapnya sebagai kakaku sendiri, tapi pastinya dia tidak akan sudi."

"kau jangan putus asa, suatu saat dia pasti akan mengerti jika kau tulus dan baik hati padanya," kata Kyungsoo memberi semangat pada Taeyeong.

Taeyeong menggenggam kedua telapak tangan Kyungsoo. "terimakasih Kyung, kau wanita yang baik, well... Sehun sangat beruntung memilikimu..."

Kyungsoo tersenyum hangat pada Taeyeong.

"lepaskan tangan sialanmu it dari istriku." Suara dingin penuh penekanan itu mengejutkan mereka, lebih tepatnya suara Sehun yang berasal dari arah belakang mereka, lelaki itu berdiri dengan tampan sangarnya.

Kyungsoo berdiri dengan cepat sambil memegangi perut buncitnya. Ia sangat terkejut dengan kedatangan Sehun, bahkan Ia tidak menyangka jika lelaki yang berstatus suaminya itu dengan sangat cepat menemukan dirinya. "Sehun.." panggil Kyungsoo sedikit memekik terkejut.

"hmm... aku tahu sekarang, kenapa kau lebih memilih kabur dari rumahku dan betah tinggal disini, rupanya karena lelaki brengsek itu?" ucap Sehun yang sarat akan kemarahan sambil menunjuk Taeyeong yang berdiri tidak jauh dari Kyungsoo.

"jaga mulutmu Sehun..." ucap Taeyeong dengan tegas, karena tidak terima di tuduh begitu saja.

Kyungsoo memejamkan mata untuk sesaat karena merasa atmosfer disekitarnya terlalu horor oleh tatapan tajam dari kedua lelaki tersebut. Setelah dirasa Ia yakin, dengan keberanian terbatasnya, Kyungsoo meraih telapak tangan Sehun, lalu menariknya menuju kamar Sehun yang ditempati olehnya selama beberapa hari belakangan ini selama Ia berada di Kanada.

Sehun menghempaskan cekalan tangan Kyungsoo dengan kasar saat mereka sudah berada di dalam kamar. "apa yang kau lakukan? Bisa-bisanya kau pergi dan tinggal di sini dengan lelaki sialan itu?" maki Sehun dengan nyalang.

"aku tidak hanya berdua denganya Sehun, di sini ada ayah dan ibumu juga." Bela Kyungsoo.

Sehun menaruh kedua tangannya di pinggang dan menatap intens Kyungsoo yang ada di depannya. "aku tidak peduli, yang aku tahu, kau meninggalkanku dan tinggal serumah dengan lelaki berengsek itu." Kyungsoo hanya bisa menghela nafas mendengar semua tuduhan Sehun, oh apakah lelaki itu sudah gila, bagaimana bisa dia menuduh dirinya hanya tinggal dengan Taeyeong, bahkan dia sendiri tahu jika rumah itu adalah rumah orang tuanya sendiri. Bahkan dirinya dan Teayeong jelas-jelas tidak hanya berdua saja. Lalu jika sudah seperti itu ayah dan ibunya serta penghuni lain rumah itu Sehun anggap apa? Setan? Hantu? Dedemit? Benar-benar...

"dia adikmu Sehun.."

"bukan.." jawab Sehun dengan suara kerasnya. " dengar Kyungsoo, aku tidak suka kau dekat dengan dia" lanjutnya dengan suara yang meninggi.

"aku juga tidak suka sikap kasarmu Oh Sehun.." balas Kyungsoo disertai dengan buliran air mata yang jatuh di pipinya. Cengeng..! Kyungsoo benci menjadi cengeng pada saat seperti ini. Terlebih dihadapan Sehun, laki-laki paling egois di antara yang egois. Kyungsoo membalikkan tubuhnya hendak menjauh tapi kemudian Sehun meraih pergelangan tangannya dan menarikknya kedalam pelukannya.

" maafkan aku.. aku... aku sudah kasar denganmu..." ucap Sehun dengan nada suara yang melembut, tangan kanannya mengusap rambut Kyungsoo dengan pelan berusaha menenangkan Kyungsoo yang ada dipelukannya.

"aku membencimu Sehun... kau gila, kau membuatku sakit hati, kau egois Sehun..." tutur Kyungsoo sambil meronta dalam pelukan Sehun.

"aku bisa menjelaskan semua Kyungsoo" Kyungsoo merasakan Sehun semakin mengeratkan pelukannya pada tubuhnya. "aku merindukanmu... sungguh, aku merindukanmu Kyungsoo.." bisiknya parau sambil mengecup puncak kepala Kyungsoo bertubi-tubi.

Saat ini Sehun duduk di pinggiran ranjang, tepat disebelah Kyungsoo, mereka sama-sama terdiam dengan suasana canggung yang menyelimuti diantara mereka. Sehun masih setia menggenggam erat telapak tangan Kyungsoo meski tak ada tanda-tanda lelaki itu akan memulai pembicaraan. Namun tak lama akhirnya suara itu keluar dari bibirnya.

"bagaimana keadaanmu?" tanya Sehun masih belum berani menatap kearah Kyungsoo.

"baik.." hanya itu jawaban Kyungsoo. Oh Tuhan... jika saja mereka tidak dalam suatu masalah, mungkin saat ini Kyungsoo sudah melemparkan tubuhnya ke dalam pelukan Sehun, mencari-cari kehangatan di dada bidangnya kehangatan yang beberapa hari ini sangat Ia rindukan.

"Kyungsoo... aku... aku minta maaf" tutur Sehun sedikit terbata.

"apa yang membuatmu minta maaf Sehun?"

"aku brengsek." Jawabnya.

"ya... kau memang sangat brengsek Oh Sehun." Balas Kyungsoo membenarkan ucapan Sehun.

"tapi itu dulu Kyung, sebelum aku mengenalmu"

"apa bedanya dengan sekarang Sehun? Kau tetap brengsek, dingin, dan kasar padaku"

"setidaknya perasaanku sudah berubah terhadapmu Kyung..." jawab Sehun lirih tapi mampu membuat jantung Kyungsoo berdetak semakin tak beraturan.

"aku tak mengerti... yang ku tahu kau hanya..." kyungsoo tak dapat melanjutkan kalimatnya ketika Sehun merubah posisinya dengan berjongkok di hadapannya.

"Kyung... aku bisa jelaskan semuanya, tapi aku mohon, jangan potong kalimatku sebelum aku selesai bicara." Pinta Sehun dengan nada lembut.

Kyungsoo melihat Sehun memejamkan matanya, menghirup napas dalam-dalam dan mulai bercerita. "baiklah, kuakui, aku menikahimu hanya karena kalung dan warisan sialan itu. Tapi itu dulu, sebelum perasaan ini tumbuh.." Sehun menempelkan telapak tangan Kyungsoo di dadanya. Dan Kyungsoo dapat merasakan jika detak jantung Sehun berdetak tak kalah cepat dengan jantung miliknya. "aku tak bisa menjelaskannya Kyung, karena aku sendiri tak mengerti perasan apa yang saat ini ku rasakan padamu. Aku tak pernah merasakan seperti ini sebelumnya. Gila hanya karena seorang wanita. Dan wanita itu adalah kau Kyungsoo.." jelas Sehun dengan bersungguh-sungguh.

Kyungsoo menggelengkan kepalanya, dan air matanya sudah tumpah dari pelupuk mata. " aku tak percaya, kau berbohong Sehun" ucap Kyungsoo denga nada parau.

"kalau aku berbohong, untuk apa aku jauh-jauh ke Kanada hanya untuk menyusulmu Kyungsoo? Aku juga tak akan mungkin memecat semua pelayan yang membantumu kabur"

Kyungsoo terkejut. "kau memecat mereka semua?" tanyanya.

Sehun mengangguk tanpa ragu. "tentu saja, masih bagus aku tak memenjarakan mereka dengan tuduhan penculikan.." jawabnya dengan santai dan angkuh. Oh sepertinya sifat asli Sehun telah kembali.

"Sehun.. kau kelewatan... kau tak perlu melakukan itu." Protes Kyungsoo.

"aku akan melakukan apapun , Kyungsoo, demi membawamu kembali kesisiku." Sahut Sehun sambil menggeratkan genggamannya pada kedua tangan Kyungsoo.

Pipi Kyungsoo menghangat. Astaga... hanya karena ucapannya saja Kyungsoo sudah merasa kalah. Ia bahkan tak memikirkan rasa sakit hatinya lagi pada Sehun. Kenapa seperti itu? Sehun benar-benar membuat dirinya sakit dan sembuh secara bersamaan. Oh dan dengarlah, jantungnya bahkan tak berhenti berdetak. Ditambah lagi dari dalam perutnya Ia bisa merasakan tendangan-tendagan kecil dari malaikat kecilnya. Apakah dia di dalam sana sangat senang dengan kata-kata ayahnya?

"kyungsoo... apa kau mendengarku? Aku ingin kau kembali padaku." Tanya Sehun membuyarkan pikiran Kyungsoo yang sempat berkelana.

"kembali sebagai apa Sehun..?" pancingnya

Sehun menghela nafas pelan. "sebagai istriku yang sesungguhnya." Ulangnya dengan tegas tanpa ada keragu-raguan sedikitpun dari nada bicaranya.

Kyungsoo masih sedikit ragu. "bagaimana jika warisan itu.."

" persetan dengan warisan sialan itu! Sungguh aku tidak memikirkan dan menginginkannya lagi. Aku masih bisa hidup dengan hasil kerja kerasku sendiri tanpa warisan dari ayah" jawabnya lagi-lagi tanpa ada keraguan.

"kau yakin?" tanya Kyungsoo lagi.

Sehun memejamkan matanya dengan frustasi. "apa yang membuatmu ragu padaku Kyungsoo? Aku sudah menjelaskan semuanya, aku bahkan sudah menyatakan perasaan yang sedang ku rasakan padamu, lalu apa lagi?"

"aku... entahalah... ku pikir kau akan meninggalkanku dan menikah dengan wanita itu."

Sehun menyipitkan matanya ke arah Kyungsoo. "jadi ini karena Luhan? Ayolah sayang, Luhan sudah membusuk di penjara."

Lagi-lagi ucapan Sehun membuat Kyungsoo terkejut. "apa yang kau lakukan padanya Sehun?"

"aku hanya menuntutnya karena dia memerasku. Awalnya aku ingun melenyapkannya, tapi ku pikir aku akan mengotori tanganku, jadi ku putuskan untuk mengirimnya kepenjara." Jawab Sehun tanpa beban.

Kyungsoo tidak tahu lagi kata apa yang tepat untuk mendiskripsikan laki-laki yang ada di depannya saat ini. Dia benar-benar kejam, namun meski begitu Ia tidak bisa membencinya. "kau keterlaluan Sehun... bagaimanapun juga kalian pernah menjalin suatu hubungan. Kau tak boleh bersikap seperti itu."

Sehun mengangkat bahunya acuh, seolah tidak pernah kenal dan menjalin hubungan dengan Luhan. "biarlah... itu sudah menjadi resikonya karena berurusan dengan seorang OH" jawabnya kemudian.

Kyungsoo hanya mampu menggelengkan kepalanya. Apa Sehun sampai nanti akan seperti ini? Apa Sehun akan tetap bersikap seenaknya sendiri? Dan bersikap layaknya seorang iblis yang tak memiliki belas kasih? Pertanyaan-pertanyaan tersebut tiba-tiba saja melintas dalam pikirannya. Kyungsoo berpikir mungkin saja Sehun akan seperti ini sampai seterusnya tidak bisa berubah, bukankah selama ini dia hidup sepeti itu? Karena sifat alaminya, seperti iblis sudah tertanam sejak dulu dalam tubuh tegap dan berparas tampan layaknya malaikat.
"apa yang kau pikirkan?" tanya Sehun membuta Kyungsoo terkejut. Dan Kyungsoo baru sadar jika sejak tadi dirinya sudah ternganga sambil menatap ketampanan Sehun.

"kau merindukanku, bukan?" tanyanya dengan nada menggoda.

Kyungsoo memalingkan wajahnya yang sudah memerah agar Sehun tidak dapat melihatnya. "tidak, kau mengada-ada." Sanggah Kyungsoo dengan salah tingkah.

"aku tidak mengada-ada. Aku tahu jika kau merindukanku Kyungsoo... karena aku juga merindukanmu." Lalu tanpa Kyungsoo duga, Sehun memeluk perutnya masih dengan berjongkok dihadapanya. "dan aku juga merindukan dia.." lanjutnya parau sambil sesekali mengecup lembut perutnya yang sudah besar. Dan entah dengan dorongan apa, Kyungsoo mulai membalas pelukan Sehun. Hatinya terasa menghangat karena mendapat perlakuan seperti itu dari Sehun. Bahkan tanpa sadar seulas senyum tercetak dari bibir hatinya.

Merasa mendapat balasan posesif dari Kyungsoo, Sehun mendongakkan kepalanya, menatap intens mata bening Kyungsoo dengan tatapan merindunya. Sehun mengulurkan tanganya, lalu mengusap pipi Kyungsoo dengan ibu jarinya secara pelan dan lembut. Membuat Kyungsoo memejamkan matanya untuk menikmati sentuhan lembut Sehun.

"maafkan aku sudah menyakitimu..." ucap Sehun terdengat dari nada suaranya jika lelaki itu mengucapkannya penuh penyesalan.

Kyungsoo dengan pelan membuka matanya dan membalas tatapan Sehun dengan tatapan hangat. "aku akan memaafkanmu, tapi..." Kyungsoo sengaja menjeda ucapannya untuk melihat reaksi Sehun.

Kening Sehun sedikit berkerut " tapi...?" tanyanya dengan bingung dan sedikit was-was.

"kau harus mempekerjakan kembali orang-orang yang kau pecat gara-gara aku" lanjut Kyungsoo sambil memasang wajah memelas.

"tidak..." jawab Sehun cepat.

"baiklah kalau begitu... aku tidak akan memaafkanmu"

"hey... kau mengancamku?"

"aku pergi atau mereka kembali?" tanya Kyungsoo tanpa menjawab pertanyaan Sehun sebelumnya. Kyungsoo hanya berpikir mungkin Ia bisa merubah sikap Sehun sedikit demi sedikit untuk tidak selalu meledak-ledak dan juga agar lelaki itu bisa menghargai setiap orang yang ada disekitarnya. Dan Ia memutuskan untuk memulainya saat ini juga, bukankah ini satu kesempatan untuknya. Sedikit ancaman tidak apa-apakan? Toh Sehun juga sudah sering melakukan hal sama pada dirinya, eits ini bukan balas dendam, hanya sebut saja ini sebagai langkah kecil awal dirinya untuk merubah Sehun.

Sehun menghela nafas kasar. " mereka kembali" jawab Sehun pelan namun masih bisa di dengar oleh Kyungsoo.

Kyungsoo tersenyum lembut, Ia tidak menyangka jika ancaman kecilnya akan berhasil. 'terimakasih Sehun." Ucap Kyungsoo.

Sehun mendekatkan diri pada Kyungsoo dan akhirnya menyatukan bibir mereka. Semua rasa rindu tercurahkan dengan saling menyayangi, menyentuh dan mencumbu satu sama lain.

.

.

.

Malam ini mereka makan malam bersama di kediaman keluarga Oh. Kebahagiaan sangat nampak di wajah ayah dan ibu Sehun. Walau masih berwajah datar, Kyungsoo tahu jika Sehun juga bahagia namun lelaki itu sangat gengsi itu memperlihatkannya pada semua orang. Pun dengan Taeyeong, lelaki itu tampak tak pernah melunturkan senyum hangat dari bibirnya meski sebenarnya masalahnya dengan Sehun belum terselesaikan.

Sehun sudah berjanji pada Kyungsoo jika Ia tak akan mengganggu adik tirinya tersebut. Bagaimanapun Taeyeong adalah lelaki baik, dia bahkan mau mengurus perusahaan keluarga Oh yang ada di Kanada saat Sehun sibuk mengurus perusahaan besar yang ada di New York.

"jadi ... kalian tetap memutuskan kembali ke New York?" tanya ibu Sehun.

"ya, Bu, aku tak mungkin meninggalkannya di sini." Jawab Sehun sambil menatap Kyungsoo lembut.

"dia hamil besar Sehun.."

"karena itu, aku tidak ingin jauh darinya" jawab Sehun dengan nada posesif.

Ibu Sehun mengela nafas pelan, jika anaknya sudah bicara seperti itu maka tidak ada yang bisa merubahnya. "kau masih sama keras kepalanya dengan dulu."

Sehun hanya tersenyum mendengar tanggapan dari ibunya.

" dan kau Kyungsoo.." tatapan ibu Sehun berubah pada Kyungsoo yang duduk di depannya lebih tepatnya disebelah Sehun. "jaga dirimu baik-baik, sayang. Kalau Sehun menyakitimu, datanglah kemari, ibu akan menjewer telinganya hingga memerah" lanjutnya dengan nada sedikit bercanda.

"iya ibu..." jawab Kyungsoo sambil tersenyum bahagia. Dan begitulah acara makan malam di kediaman Oh berlangsung dengan obrolan-obrolan ringan. Membahas apa saja yang terlintas didalam benak mereka. Namun meski begitu mereka lebih banyak membahas tentang hubungan Kyungsoo dan Sehun kedepannya. Bahkan Sehun berjanji di depan kedua orang tuanya untuk tidak mengulangi kesalahnya pada Kyungsoo.

.

.

.

Menatap langit malam Kanada benar-benar indah. Seakan membuat Kyungsoo kembali pada masa kecilnya saat tinggal di Kanada. Dimana memory-memoty indah itu bergulir seiring dengan berkerlap-kerlipnya bintang yang bertabur diatas langit Kanda.

Sehun masih setia memeluknya dari belakang dengan selimut tebal yang membungkus tubuh mereka berdua. Sambil menikmati indahnya malam langit Kanada dari balkon kamar mereka. Hal romantis yang belum pernah mereka lakukan semenjak pernikahan mereka.

"kau senang berada disini?" tanya Sehun sambil melihat sekilas kearah wajah Kyungsoo yang tampak terlihat berbinar.

Kyungsoo mengangguk dengan lembut.

Sehun tersenyum kecil dan semakin mengeratkan pelukannya pada tubuh berisi Kyungsoo. Perut buncit istrinya tidak menjadi halangan untuknya melingkarkan tangannya pada perutnya. Hal itu malah membuat Sehun merasa senang, karena Ia merasa seperti bisa melindungi keduanya dari udara dingin yang sedikit menusuk tulang tersebut. "setelah melahirkan dan anak kita tumbuh besar, aku akan membuatkan kelian rumah di sini." Ucap Sehun.

Kyungsoo terkejut lalu mendongak kearah Sehun di belakangnya. "benarkah?" tanya Kyungsoo sedikit memekik.

Sehun menunduk membalas tatapan Kyungsoo lalu mengangguk kecil. "ya... kupikir aku juga terlalu bosan hidup di New York, di sana terlalu sesak dan ramai" jelasnya.

"bagaimana dengan perusahaanmu?"

"Taeyeong bisa mengurusnya."

Lagi-lagi Kyungsoo terkejut. Oh entah sudah berapa kali lelaki itu membuatnya terkejut seperti itu, bahkan Kyungsoo sendiri sudah tidak mengingatnya karena terlalu sering dibuatnya terkejut. "kau percaya padanya?"

"sedikit, tapi aku akan mencoba. Selama ini dia tidak pernah merugikan keluarga kami, jadi aku akan mencoba percaya padanya." Kyungsoo membalikkan tubuhnya dan memeluk Sehun dengan sangat erat. " terimakasih Sehun... terimakasih sudah memberikan semua ini padaku.."

Sehun melepaskan pelukan Kyungsoo dengan pelan, lalu menangkup kedua pipi istrinya tersebut dengan telapak tangannya yang terasa hangat. "kyungsoo... kau tak perlu berterima kasih, aku hanya melakukan apapun yang bisa aku lalukan untuk membahagiakanmu. Karena kebahagiaanku adalah dirimu, Oh Kyungsoo.." ucap Sehun dengan lembut lalu mendekatkan diri dan menempelkan bibirnya pada bibir Kyungsoo. Ciuman yang hangat di tengah indahnya langit Kanada dan juga dinginnya hawa malam membuat Kyungsoo seakan terbang melayang bersama kebahagiaan yang di berikan oleh Sehun laki-laki yang sangat Ia sayangi dan cintai. Laki-laki tampan namun menyimpan sifat iblis di balik wajah tampannya. Dan iblis itu hanya milik Kyungsoo selamanya hanya milik Kyungsoo.

THE END

Terimakasih untuk yang masih mau nunggu ff ini, maaf molor banget updater chap terakhirnya. Terimakasih untuk semua yang mau baca, review, favorite, ataupun follow Ff remake ini. Maafkan kalau banyak typo yang bertebaran hingga membuat kalian tidak nyaman saat membacanya. Untuk yang meminta banyak moment kaisoo maaf banget gak bisa memenuhi permintaan kalian, karena jalan cerita aslinya yang seperti itu. Yang kemarin tanya sama author apa gak capek bales satu per satu review kalian jawabannya tidak selama author sempat bales, karena itu sebagai bentuk author untuk dekat dengan kalian meskipun mungkin balasannya terkesan kaku kekeke :p ooohhh satu lagi jika ada yang penasaran sama Ff aslinya kalian bisa cari di playstore dengan judul yang sama. Tapi mungki cerinya banyak berbeda karena ini sudah aku rombak dari versi aslinya untuk memudahkan kalian membacanya.

Sampai bertemu di Ff selanjutnya, mungkin Ff yang akan datang masih tentang Hunsoo couple tapi Ff murni dari karyaku sendiri. Mungkin akan agak lama untuk publishnya karena masih tahab pengerjaan hingga chapter akhir. Hanya sekedar spoiler aja kalau FF nanti berbau-bau dunia medis, tapi tetap masih dengan romance (mungkin) and family. Soo buat kalian yang suka dengan hunsoo jangan lupa merapat.

Thank to :

Nesyarera, dyodhe12, Just Young Min, babyosh, Jerapinchansoo, papiyeol61, dinadokyungsoo1, jeyjong, orangbijak16, Rizkinovitasarii, hunsoobae, Dvian1012, park28sooyah, Lovedudu1201, Baekvin23, Defti785, Kyungsuu, kim pratama1108, erikaalni, nanachaan, LauraRose14, Park RinHyun-Uchiha, taekiangle, kaidohun, Ahan2021, KwonJungHee, babytaaa, Baby niz 137, Rizk Cloud9, mdsdohksoo, , kyungni sarang, dan para guest.

See you next time guys... chu~~~~