Chapter 2

My Life Is Strange

KookV (Jungkook and Taehyung)

T

BoyxBoy/Yaoi

Warn: OOC, Typos, OC, MPreg, tdk sesuai EYD, gaje, abal, garing, aneh dsb..

Don't like don't read~

.

.

.

.

.

.


Hari ini adalah hari pertama Taehyung bersekolah disekolah barunya. Taehyung menghela nafas. Dia menunduk menatap seragam barunya yang sekarang. Sekolah baru dan teman-teman baru.

Taehyung sebenarnya malas mencari teman baru, dia sudah nyaman dengan sekolah dan teman-teman terdahulunya. Tapi sekarang..apa boleh buat. Taehyung juga tidak lupa kalau tadi sebelum pergi ayahnya berpesan agar dia segera mencari teman. Iya, kalau Taehyung tidak lupa~

Taehyung kemudian menatap bangunan besar dihadapannya, BTS High School, sebelum melangkahkan kakinya memasuki bangunan besar itu. Sepanjang koridor banyak murid yang memandanginya dengan terang-terangan.

Taehyung sih sudah biasa jadi pusat perhatian. Bukannya kepedean, Taehyung memang termasuk salah satu murid populer disekolahnya terdahulu. Tapi sekarang Taehyung adalah murid baru, jadi wajar kalau banyak yang memandanginya karena mereka baru pertama kali melihat Taehyung disekolah ini.

Ya Tuhan, sekolah ini lebih besar dari sekolahku sebelumnya. Kenapa mencari ruang guru saja harus sesusah ini? Batin Taehyung frustasi.

Taehyung sudah hampir 15 menit mengelilingi sekolah ini.

Taehyung menatap salah satu bangunan sekolah yang berada diseberang melalui jendela koridor.

Bruk

"Ugh.." Taehyung mengaduh, sepertinya dia menabrak seseorang. Taehyung terduduk dilantai koridor dengan mata yang menutup menahan sakit. Pantatnya nyeri sekali!

Orang yang menabrak Taehyung hanya diam sambil menatap Taehyung yang masih terduduk dilantai.

Taehyung perlahan membuka matanya. Terlihat sepasang sepatu didepannya. "Maafkan aku.."

Sebelum Taehyung menatap wajah si pemilik sepatu itu, Taehyung merasakan tubuhnya melayang. Matanya membulat karena terkejut, seseorang baru saja menarik lengannya untuk kembali berdiri.

Taehyung mendengar teriakkan dari dalam kelas disampingnya. Taehyung melirik kedalam kelas itu, ada beberapa murid perempuan yang menatap kearah mereka berdua sambil berbisik-bisik.

"Aku yang harusnya minta maaf, karena terburu-buru tadi" Suara yang lembut namun terkesan tegas itu masuk kependengaran Taehyung.

Taehyung mengerjapkan matanya menatap seseorang didepannya ini.

Ya Tuhan, orang ini tampan sekali! Batin Taehyung.

Tubuhnya lebih tinggi dan berisi dari Taehyung, bahkan Taehyung bisa membayangkan seperti apa yang ada didalam seragam yang membungkus tubuh tegap lelaki didepannya ini.

Rambutnya hitam ditata dengan model hair up, matanya yang bulat namun tajam dengan iris sehitam arang dan bibirnya..bibirnya yang tipis berwarna merah itu sedikit terbuka, membuat Taehyung dapat melihat sedikit gigi yang berbentuk seperti gigi kelinci itu. Lucu sekali!

Tapi, ekspresi wajah orang itu kenapa begitu? Tidak bisakah dia tersenyum?

"Hei, kau tidak apa?" Suara orang itu kembali menyadarkan Taehyung.

"Em..iya, aku tidak apa" Taehyung tersenyum canggung.

Kemudian tanpa berkata apa-apa orang itu langsung pergi meninggalkan Taehyung yang melongo ditempat.

Hei, apa-apaan itu? Tidak sopan sekali.

Taehyung bergegas menyusul lelaki bergigi kelinci itu.

"Tunggu!" Taehyung menarik ujung blazernya. Lelaki itu berhenti kemudian menghadap Taehyung.

Dia menatap lurus kearah Taehyung seakan bertanya kenapa Taehyung mencegatnya pergi.

Taehyung menggaruk pelipisnya dengan mata yang bergerak kesana-kemari. "Itu..aku sepertinya tersesat.."

Orang itu masih diam, menunggu Taehyung melanjutkan ucapannya.

"Aku murid baru disekolah ini, bisakah kau mengantarku keruang guru? Aku tidak bisa menemukannya dari tadi.." Taehyung menatapnya melas.

Lelaki itu terdiam sebentar sebelum akhirnya mengangguk. "Ikut aku"

Taehyung langsung tersenyum lebar dan mulai mengekori langkah lelaki didepannya.

Mereka berhenti didepan sebuah pintu yang Taehyung asumsikan sebagai ruang guru. Lelaki itu masuk lebih dahulu diikuti Taehyung.

"Ah, kau Park Taehyung kan? Si murid baru itu" Tiba-tiba bahunya ditepuk seseorang. Taehyung menoleh. "Eh, iya.."

"Kim saem, panggil saja aku Kim saem Taehyung" Ucap guru itu sambil tersenyum.

"Baiklah, Kim saem"

Taehyung baru menyadari kalau dia sendirian sekarang. Kemana lelaki yang mengantarnya tadi?

Taenyung mengedarkan pandangannya kepenjuru ruang guru. Dan matanya akhirnya menangkap keberadaan lelaki bergigi kelinci itu, dia sepertinya sedang berbicara serius dengan seorang guru dipojok sana.

"Hei, Taehyung? Kau mendengarku?" Kim saem melambaikan tangannya didepan wajah Taehyung.

"Ah, maaf saem..apa yang kau katakan tadi?"

"Aku bilang kau akan ditempatkan dikelas 11-D. Kebetulan aku adalah wali kelasnya, jadi sekalian saja kau pergi bersamaku"

Taehyung mengangguk walaupun matanya sesekali melirik lelaki dipojok sana dengan penasaran.

"Ayo Taehyung, aku akan mengantarmu. Sebentar lagi bel masuk"

Kim saem berjalan lebih dahulu, Taehyung dengan cepat mengikutinya. Dia tidak mau tertinggal, nanti kalau dia tersesat lagi bagaimana?

Taehyung mengikuti Kim saem dengan santai, dia tidak terlalu gugup dihari pertamanya bersekolah disini. Ketika Kim saem berhenti, Taehyung sadar mereka sudah berada didepan pintu kelas 11-D. Kim saem segera masuk kedalam kelas itu diikuti Taehyung.

Kelas yang semulanya ribut kini hening. Mereka menatap satu objek asing yang berada disamping Kim saem.

"Hei, bukankah itu murid yang tadi pagi menjadi pusat perhatian dikoridor?" Ucap seorang murid perempuan sambil menunjuk Taehyung.

"Iya benar itu dia! Pantas saja aku baru melihatnya, dia murid baru"

"Ahh, jadi itu orang yang kalian ceritakan tadi? Astaga, dia manis sekali~"

"Kau benar, lihatlah pipinya itu, membuat gemas saja!"

Taehyung hanya menatap murid-murid yang membicarakannya terang-terangan itu dengan tersenyum polos.

Kim saem memukul meja meminta perhatian kelas. "Jangan ribut!" Teriaknya. Kelas pun langsung hening.

"Ehm, aku kesini membawa murid baru. Seperti yang kalian lihat, namanya adalah Park Taehyung. Mulai hari ini dia akan sekelas dengan kalian. Kalian harus berteman dengannya, mengerti?"

"Iya saem~" Sahut semuanya.

"Taehyung kau bisa duduk disitu" Taehyung segera menuju kursi yang ditunjuk Kim saem. Apa dia duduk sendirian? Meja disebelahnya kosong.

"Baiklah, aku akan keluar. Kalian tetaplah berada dikelas, tunggu guru yang mengajar datang!"

Setelah kepergian Kim saem, meja Taehyung langsung dikerumbungi.

"Hei, kenalkan aku Mingyu! Dan yang disebelahku ini adalah Wonwoo"

Dua orang didepan Taehyung berbalik tiba-tiba. Mereka menatap Taehyung sambil tersenyum. Yang bernama Mingyu tadi mempunyai gigi yang seperti..taring? Terlihat ketika dia tersenyum, sedangkan lelaki disebelahnya yang ditunjuk oleh Mingyu tadi mempunyai kulit yang putih pucat dengan rambut hitam.

Mereka ramah, Taehyung pun balas tersenyum "Aku Taehyung, salam kenal juga!"

"Hei, Taehyung aku Mina! Kau manis sekali kalau dilihat lebih dekat~"

"Terima kasih~"

"Aku jadi ingin mencubit pipinya, gemas sekali"

"Taehyung, kau pindahan dari sekolah mana?"

"Eum, Bangtan High School"

"Wahh, itu kan cukup jauh"

Taehyung mengangguk. "Makanya aku pindah kesini, kantor ayahku dekat dengan sekolah ini jadi dia tidak akan susah lagi menjemputku"

"Taehyung, kau sudah punya pacar belum?"

Taehyung nyengir. "Belum"

"Wah, kebetulan. Kau mau tidak jadi pacarku?"

"Hei, apa-apaan kau bertanya seperti itu pada Taehyung?"

"Memang kenapa? Taehyung saja tidak marah!"

"Kau pede sekali, memang Taehyung mau denganmu? Lebih baik kau denganku saja Tae~"

"Hei! Kenapa kau ikut-ikutan?!"

"Memang kenapa? Bukan urusanmu!"

"Kau!"

"Apa, apa?!"

"Sialan kau!"

Taehyung menatap teman-teman barunya bingung. Kenapa mereka malah bertengkar?

"Psst..Tae, kuharap kau akan terbiasa dengan suasana kelas seperti ini. Kelas ini biasanya memang berisik" Mingyu tertawa.

"Tentu saja, aku suka suasana kelas yang seperti ini, tidak suram!" Jawab Taehyung sambil menatap sekelilingnya dengan mata berbinar.

"Oh iya, apa tidak ada yang duduk disebelahku? Kenapa kosong?"

"Ada Tae, yang punya tidak masuk sekolah. Dia sedang sakit" Jawab Wonwoo.

"Ohh.."

..

"Taehyung, mau kekantin bersama tidak?" Ajak Wonwoo.

Taehyung menatap Mingyu dan Wonwoo dengan sedih, dia menunjukkan kotak bekal yang ada dimejanya. "Maaf, aku sudah membawa bekal.."

Mingyu tertawa. "Sudah, tidak apa. Mungkin lain kali saja. Ayo Won kita kekantin"

"Tae kami pergi dulu ya?"

"Yaa~"

Setelah kedua teman barunya pergi, Taehyung langsung membuka kotak bekalnya lalu memakan isinya dengan lahap. Hari ini ibunya sengaja menyiapkan bekal karena hari pertama Taehyung bersekolah disini. Entah apa maksudnya, Taehyung sih tidak terlalu mempermasalahkan.

"Emm..makanan buatan ibu memang yang terbaik!"

Taehyung sudah menghabiskan isi bekalnya beberapa menit yang lalu. Waktu istirahat masih tersisa banyak. Taehyung menatapi teman sekelasnya yang hanya ada beberapa saja dikelas, itupun mereka berada jauh dari Taehyung, mereka sibuk memojok. Taehyung bosan, mana Mingyu dan Wonwoo juga belum kembali dari kantin.

Taehyung berfikir untuk keluar kelas saja, dari pada mati bosan didalam kelas. Taehyung segera mengambil PSP barunya sebelum keluar dari kelas. Tidak ada salahnya jalan-jalan sebentar sambil mengenal seluk-beluk sekolah barunya. Taehyung tidak khawatir kalau tersesat lagi, dia sudah meminta nomor Mingyu dan Wonwoo tadi. Kalau dia tersesat dia hanya perlu menghubungi salah satu dari mereka.

Koridor sangat ramai saat ini karena masih jam istirahat. Taehyung tidak peduli kemana kakinya melangkah. Taehyung sesekali tersenyum saat ada beberapa murid yang kebetulan menyapanya dikoridor.

Ngomong-ngomong, BTS High School ini mempunyai dua bangunan utama yang sangat besar yang dihubungkan oleh sebuah jembatan kecil. Gedung yang pertama digunakan untuk kegiatan belajar-mengajar, sedangkan gedung kedua digunakan sebagai tempat untuk kegiatan diluar jam belajar seperti kegiatan ekstrakulikuler atau kegiatan OSIS.

Taehyung menatap kagum bangunan sekolah barunya. Tanpa terasa dia sudah berada digedung kedua sekolahnya. Taehyung mengamati sekelilingnya, sangat sepi. Tentu saja ini masih jam sekolah, jadi sebagian besar murid berada digedung pertama.

Taehyung menatap murid yang berhamburan dibawah sana melalui kaca besar yang berada disepanjang koridor. Taehyung tiba-tiba saja mengantuk. Taehyung memutuskan untuk bersantai. Dia mendudukkan dirinya dilantai sambil bersandar pada kaca dibelakangnya kemudian mengambil PSP-nya dan langsung memainkannya.

Suara yang dikeluarkan oleh PSP yang sedang dimainkan Taehyung terdengar sangat jelas disepanjang koridor. Taehyung tenggelam dengan gamenya sampai tidak menyadari seseorang menatapnya dengan tajam diujung sana.

Orang itu mulai berjalan mendekati Taehyung. Suara sepatunya yang bersentuhan dengan lantai terdengar cukup jelas dikoridor yang sepi itu. Namun, Taehyung masih tidak menyadari keberadaannya karena terlalu fokus pada gamenya.

Dia berhenti tepat didepan Taehyung. "Hei" Panggilnya.

Taehyung yang menyadari seseorang memanggilnya segera mem-pause gamenya lalu mendongak.

"Hei, kau kan yang tadi pagi?" Pekik Taehyung. Itu si lelaki bergigi kelinci. Taehyung langsung berdiri sehingga mereka berhadapan.

Lelaki itu hanya mengangguk.

"Ah, yang tadi pagi itu terima kasih ya kau sudah mau mengantarku keruang guru" Ucap Taehyung sambil tersenyum.

Lelaki itu kembali mengangguk. Taehyung jadi berfikir lelaki didepannya ini sepertinya tipe orang yang pelit sekali mengeluarkan suaranya.

"..tapi sepertinya aku harus memperingatimu agar tidak membawa benda itu kesekolah"

Alis Taehyung bertaut. "Benda apa maksudmu?"

Lelaki itu menunjuk PSP yang dipegang Taehyung. "Oh, ini?" Taehyung menunjukkan PSP nya.

"Iya, dan sepertinya.." Tangan lelaki itu bergerak mengambil PSP Taehyung kemudian menyimpannya dengan cepat disaku blazernya. "..aku harus menyita benda ini" Lanjutnya tanpa bersalah.

Taehyung langsung membulatkan matanya. "Hei, kenapa bisa seperti itu? Kembalikan!"

"Untuk sementara aku akan menyita ini karena kau melanggar peraturan untuk tidak membawa benda ini kesekolah"

"Aku kan tidak tahu, lagi pula ini hari pertamaku bersekolah disini. Kau harusnya memberiku keringanan!"

"Aku tidak peduli, peraturan tetaplah peraturan"

Taehyung jadi kesal dibuatnya. Tangan Taehyung bergerak kearah saku lelaki itu, ingin mengambil PSP-nya. Tapi lelaki itu dengan mudah menghindar kemudian langsung pergi meninggalkan Taehyung yang melongo ditempat karena tidak berhasil mengambil PSP-nya. Hei, Taehyung seperti mengalami déjà vu.

Seakan tersadar, Taehyung meneriakki lelaki didepannya yang sudah berjalan cukup jauh "Hei, kau! Berhentiii!"

Lelaki itu sama sekali tidak mempedulikan teriakkan Taehyung yang menggema disepanjang koridor.

"Berheti kubilang!" Dan lelaki itu pun akhirnya menghilang dibelokkan koridor. Taehyung menghela nafas. "Sialan..padahal itu kan PSP baruku.." Gerutunya.

Taehyung tidak menyangka orang yang dikira cukup pendiam dan baik itu ternyata sangat menyebalkan! Bisa-bisanya dia bersikap seperti itu, memangnya dia siapa hah?

Taehyung memilih untuk kembali kekelas, dia sudah tidak mood bersantai disini, PSP-nya juga sudah disita oleh lelaki menyebalkan yang namanya masih tidak diketahui Taehyung.

Mingyu dan Wonwoo menatap Taehyung bingung saat lelaki bersurai merah itu memasuki kelas dengan raut wajah yang terlihat marah.

"Tae, ada apa denganmu?" Tanya Wonwoo saat Taehyung sudah duduk dikursinya.

"Tidak ada. Hanya sedikit marah karena bertemu dengan orang yang menyebalkan. Ya Tuhan, dia bahkan menyita PSP-ku!" Taehyung mengacak rambutnya kesal.

"Kau bertemu dengan siapa Tae? Sampai-sampai dia menyita PSP-mu?" Tanya Mingyu.

"Entahlah, aku juga tidak tau namanya. Yang jelas aku harus mengambil PSP-ku kembali saat bertemu dengan orang itu!" Tekad Taehyung.

Mingyu dan Wonwoo mengangguk. "Kuharap kau cepat bertemu dengan orang itu. Tidak akan susah menemukannya karena dia juga bersekolah disini" Ucap Mingyu.

Taehyung mengangguk mengerti. Ah, ngomong-ngomong dia kembali kekelas tanpa tersesat~

Tak lama kemudian bel pelajaran selanjutnya pun berbunyi.

..

Sekolah Taehyung baru saja berakhir. Dia baru saja keluar dari gerbang sekolahnya masih dengan wajah yang ditekuk. Dilihatnya mobil sang ayah yang sudah terparkir dengan manis didepan gerbang, Taehyung tanpa fikir panjang langsung memasuki mobil itu.

"Hahh.."

Chanyeol menoleh kearah Taehyung sebentar sebelum mulai menjalankan mobilnya. "Bagaimana hari pertamamu sekolah hm?"

Lagi-lagi Taehyung menghela nafas. "Yah, cukup menyenangkan, teman sekelasku baik. Hanya..ada sedikit masalah"

"Masalah? Masalah apa?" Tanya Chanyeol penasaran.

"Ya masalah..sudahlah ayah jangan bertanya, aku tidak mau membahasnya lagi, membuat kesal saja!" Gerutu Taehyung sambil melipat kedua tangannya didada.

Chanyeol hanya dapat menggelengkan kepalanya melihat sikap Taehyung yang tidak jauh berbeda dengan kedua adiknya.

..

Beberapa hari kemudian Taehyung masih tidak bertemu dengan lelaki bergigi kelinci itu. Kemana dia? Apa dia bersembunyi karena takut Taehyung menemukannya? Tidak mungkin kan?

Sebenarnya Taehyung sangat malas berurusan dengannya lagi, jika saja dia tidak ingat dengan PSP-nya yang masih berada ditangan si lelaki bergigi kelinci itu. Mau bertanya dengan teman-temannya pun susah karena Taehyung tidak mengetahui namanya.

"Hahh..PSP-ku, bagaiman nasibmu sekarang? Orang itu benar-benar.." Taehyung meremas ranselnya yang berada didekapannya.

"Bu, bisakah ibu pakaikan eye liner ini untukku?" Teriak Taehyung dari ruang tengah. Dia baru saja menyelesaikan sarapannya, sedangkan kedua adik dan ayah-ibunya masih sibuk menyelesaikan sarapan mereka.

Taehyung bukannya tidak bisa meggunakan eye liner, dia hanya sedang malas. Dan lagi jika ibunya yang memakaikan hasilnya akan sangat bagus. Ibunya ini kan salah satu pecinta eye liner, entah sudah ada berapa koleksi eye linernya didalam kamar sana.

"Sebentar Tae, ibu akan mengurus Jack dan Jes dulu" Sahut Baekhyun. Tangannya sibuk menyuapkan makanan untuk Jackson dan Jesper.

Chanyeol sudah menyelesaikan sarapannya. Dia segera menghampiri Taehyung dan duduk disebelahnya. Chanyeol tersenyum jail. "Tae, mau ayah pakaikan tidak?"

Taehyung langsung berjengit menatap ayahnya. "Tidak, terima kasih!" Tolaknya.

"Kenapa? Ayah juga bisa menggunakan benda itu, kau fikir ayah tidak bisa?"

"Tetap tidak! Aku tidak mau mataku nanti malah terlihat seperti mata panda" Jawabnya.

"Eii..kau tidak percaya hah? Sini ayah pakaikan" Chanyeol mendekatinya sambil cengengesan.

"Tidaaak! Aku tidak mau. Hentikan! Ibu, tolong aku~" Taehyung menjauhkan tangannya yang masih memegang eye liner itu dari jangkauan ayahnya.

"Ya Tuhan, kalian berisik sekali!" Bentak Baekhyun berjalan kearah ayah dan anak itu sambil menggandeng kedua tangan double J.

"Hyung~ kau kenapa berteriak-teriak?" Tanya Jackson.

"Chanyeol hentikan. Sini Tae, ibu pakaikan" Baekhyung langsung mengambil tempat duduk ditengah-tengan Chanyeol dan Taehyung.

Taehyung langsung menyerahkan eye linernya pada Baekhyun.

"Itu apa?" Tanya Jesper menunjuk eye liner yang dipegang Baekhyun. Jesper baru pertama kali melihat Taehyung yang memakai eye liner, biasanya kan dia memakainya langsung dari kamar.

"Ini namanya eye liner"

"Itu untuk apa hyung? Kenapa hyung memakai itu?"

Taehyung membuka satu matanya yang sudah dipakaikan eye liner.

"Supaya hyung terlihat tampan Jes" Jawab Taehyung pede.

"Benarkah? Kalau begitu Jes juga mau pakai itu. Ibu, Jes juga mau yang seperti Tae hyung~" Jesper merengek sambil menarik-narik baju Baekhyun.

"Tidak boleh. Kau baru boleh menggunakan ini saat sudah besar seperti Tae hyung Jes~" Jelas Baekhyun tanpa menatap Jesper. Anak itu langsung cemberut ditempat.

"Nah, selesai!" Seru Baekhyun.

Baekhyun menyerahkan cermin kecil pada Taehyung. "Bagaimana?"

Taehyung menatap bayangan wajahnya dicermin kecil itu sambil mengedip-ngedipkan matanya. "Hmm..bagus. Aku jadi semakin tampan saja hehehe"

"Yasudah. Sana kalian berangkatlah nanti terlambat!" Suruh Baekhyun.

"Ayo Jack, Jes" Taehyung langsung menarik kedua tangan adiknya menuju mobil.

"Kami pergi dulu ya sayang~" Chanyeol meninggal ciuman singkat didahi Baekhyun sebelum menyusul ketiga anaknya.

"Hati-hati~" Baekhyun melambaikan tangannya dari teras rumah mereka.

..

Taehyung memasuki kelasnya dengan santai sambil bersiul. Mingyu dan Wonwoo belum datang sepertinya melihat kursi mereka yang masih kosong.

Alis Taehyung menyatu saat pandangannya menangkap seseorang disebelah mejanya. Orang itu menenggelamkan wajahnya dilipatan tangannya jadi Taehyung tidak bisa menatap wajahnya. Semakin mendekat Taehyung semakin menajamkan pandangannya.

Apa dia tidur?

Taehyung jadi penasaran. Taehyung menusuk-nusuk jarinya dikepala orang yang ternyata mempunyai rambut berwarna hitam itu. "Hei" Taehyung mencoba membangunkannya.

Taehyung memanggilnya lagi karena tidak mendapat balasan. "Heiii~"

Orang itu sedikit terganggu, dia menggaruk kepalanya. Tiba-tiba orang itu menegakkan tubuhnya dengan malas kemudian menguap tanpa menutup mulutnya.

Saat itulah kedua mata Taehyung membulat. Taehyung tidak dapat menahan senyumannya.

"KAU!"

Orang itu berbalik menatap Taehyung karena mendengar teriakkannya. Keadaannya tidak jauh berbeda dengan Taehyung sekarang.

"TAEHYUNG?!"

Taehyung nyengir. Dia langsung memeluk orang itu dengan erat yang dibalas dengan pelukkan yang tak kalah eratnya.

Murid kelas 11-D yang kebetulan sudah berada didalam kelas itu menatap kedua manusia yang berpelukkan itu dengan berbagai ekspresi.

Itu adalah Jimin! Park Jimin sahabatnya sejah kecil. Sahabatnya yang berpisah dengannya bertahun-tahun. Taehyung sangat merindukannya!

"Chimchim~" Taehyung mengusak-usak wajahnya dileher Jimin.

Jimin terkikik mendengar Taehyung memanggilnya dengan manja. Jimin juga sangat merindukan sahabatnya ini.

"Ya ampun, tidak berubah ya. Masih saja manja" Canda Jimin.

"Aku merindukanmu bodoh, kemana saja kau selama ini?!" Taehyung melepaskan pelukkannya untuk menatap wajah Jimin.

Wajah Jimin masih saja imut dengan pipi chubby-nya seperti terakhir kali Taehyung lihat, tapi wajah Jimin yang sekarang juga menjadi tampan, tidak hanya imut.

"Aku juga merindukanmu~"

Kedua orang itu pun kembali berpelukkan untuk melepas rindu.

"Hei, kalian berdua saling kenal ya?"

Taehyung dan Jimin melepaskan pelukkan mereka lalu menatap Mingyu dan Wonwoo yang ternyata sudah duduk didepan mereka. Ho, saking asiknya mereka sampai tidak menyadari Mingyu dan Wonwoo sudah datang.

"Iya, Taehyung ini adalah sahabatku sejak kecil, tapi sayang dulu kami sempat terpisah" Jawab Jimin.

"Kalian kenapa tidak bilang kalau teman sebangkuku ini Jimin?"

"Kau kan tidak bertanya.." Jawab Wonwoo nyengir.

"..benar juga"

"Wahh, aku tidak menyangka kalau kalian adalah sepasang sahabat yang telah terpisah dan akhirnya dipertemukan kembali. Dunia memang sempit" Ucap Mingyu sambil tertawa.

Taehyung dan Jimin hanya cengengesan ditempat.

"Jim, nanti istirahat banyak yang ingin kutanyakan padamu. Kau jangan kemana-mana ya?"

"Iya Tae, tenang saja. Aku juga masih ingin melepas rindu denganmu haha"

"Hei, sepertinya obrolan kalian harus ditunda dulu. Guru yang mengajar sudah masuk.." Wonwoo menunjuk kedepan kelas.

..

Taehyung dan Jimin sekarang duduk dibangku yang berada ditaman sekolah. Setelah menghabiskan makan siang dikantin bersama dengan Wonwoo dan Mingyu mereka memutuskan untuk pergi ketaman ini. Sedangkan Wonwoo dan Mingyu memilih kembali kekelas lebih dulu.

"Jim, ceritakan kepadaku kenapa kau tiba-tiba pergi dulu, tidak berpamitan denganku pula. Dan lagi aku tidak menyangka kita bisa satu sekolah sekarang, ternyata kau selama ini bersekolah disini ya.."

"Baiklah, baiklah. Maaf dulu karena tidak sempat berpamitan denganmu Tae, itu karena masalah pekerjaan ayahku yang mendadak makanya terpaksa kami pindah. Dan dulu kami bukannya tidak berpamitan, kami datang kermahmu pagi itu, tapi kata ibumu kau masih tidur jadi kami hanya berpamitan dengan kedua orang tuamu saja" Jelas Jimin diakhiri dengan tawa.

"Kau kan bisa membangunkanku bodoh!" Protes Taehyung.

"Aku tidak terfikirkan, saat itu kan aku masih kecil~"

Taehyung cemberut. Sedetik kemudian wajahnya menjadi cerah. "Tapi Jim, aku masih tidak menyangka kita akhirnya bisa sekelas lagi. Aku senang sekali!" Ucap Taehyung sambil tersenyum lebar. "Oh ya, Jim kata Wonwoo kau sakit ya? Beberapa hari ini kau kan tidak masuk sekolah"

"Iya begitulah, aku terkena tipus makanya disuruh dokter beristirahat beberapa hari hehe"

"Ohh~"

"Tae sekarang giliranku yang bertanya" Ucap Jimin. Taehyung mengangguk.

"Tanya apa?"

"Kau, bagaimana kau bisa bersekolah disini hah? Aku sangat terkejut saat melihatmu yang tiba-tiba berada disampingku saat dikelas tadi"

"Itu karena ayahku. Dia menyuruhku pindah kesekolah ini karena dia fikir jarak antara kantornya dengan sekolah baruku lebih dekat daripada sekolah lamaku. Jadi dia tidak susah kalau mau menjemputku Jim"

"Hm, jadi begitu.."

Ah, membicarakan tentang kepindahannya ini membuat Taehyung jadi teringat akan pertemuannya dengan si lelaki bergigi kelinci yang sudah menyita PSP-nya sampai sekarang.

Taehyung seketika cemberut. Jimin memiringkan kepalanya melihat ekspresi Taehyung yang tiba-tiba berubah. "Kau kenapa Tae?"

"Hanya teringat sesuatu yang menyebalkan Jim"

"Ada apa? Apa ada yang mengganggumu hah?"

Taehyung menggeleng kemudian mengangguk, membuat Jimin gemas.

"Hei! Bisakan kau gunakan mulutmu itu hah? Aku tidak mengerti maksudmu bodoh"

Taehyung berdecak. "Maksudku tidak ada yang menggangguku, kecuali satu orang yang dengan seenaknya menyita PSP-ku!"

"Menyita PSP-mu? Kenapa?"

"Entahlah, dia bilang aku melanggar peraturan sekolah. Dan lagi saat itu aku hanya memainkannya ketika jam istirahat. Aku memintanya untuk memberiku keringanan karena itu hari pertamaku sekolah, tapi dia tetap tidak mau. Aku kan masih tidak tahu peraturannya Jim" Gerutu Taehyung. "Memangnya tidak boleh ya membawa PSP kesekolah?"

"Em..sebenarnya tidak masalah sih asal kau tidak sampai ketahuan. Ngomong-ngomong, siapa orang yang menyita PSP-mu Tae?"

Taehyung menggelengkan kepalanya. "Aku tidak tahu, kelasnya pun aku tidak tahu, apa lagi namanya Jim~"

"Kalau seperti itu bagaimana kau akan mengambil PSP-mu?"

"Tidak tahu..selama beberapa hari ini juga aku tidak melihatnya disekitar sekolah Jim, padahal aku sudah susah payah mencarinya. Kalau tidak ingat PSP-ku masih ditangannya aku tidak akan sudi mencari orang itu!"

"Apa kau membencinya hah?"

"Mungkin. Dia meninggalkan kesan yang buruk saat pertemuan kami"

"Hmm.. Tae apa kau sama sekali tidak mengingat bagaimana ciri-ciri orang itu?"

Taehyung berfikir sejenak mencoba mengingat bagaimana ciri-ciri orang yang sudah menyita PSP-nya itu. "Dia tinggi Jim, rambutnya hitam sama seperti matanya.."

Jimin mendengus. "Kalau ciri-cirinya seperti yang kau sebutkan itu, ada banyak orang dengan ciri seperti itu disekolah ini Tae~"

"Begitu ya..tapi Jim, yang pasti orang itu mempunyai gigi seperti kelinci!"

"Gigi kelinci?"

Taehyung mengangguk pasti. "Iya, gigi kelinci yang terlihat lucu. Yah walupun wajah orang itu sangat menyebalkan"

Jimin terdiam. Sepertinya dia sedikit tahu dengan orang yang Taehyung sebutkan ciri-cirinya tadi. Apa lagi dengan gigi kelinci itu, terdengar tidak asing bagi Jimin. "Hm, gigi kelinci ya?"

Seseorang berjalan dengan santai tak jauh dari Jimin dan Taehyung. Orang itu kebetulan berjalan didepan mereka. Ah, orang itu! Jimin melihat orang itu. Astaga kenapa dia baru sadar? Siapa lagi orang yang terkenal denga gigi kelincinya disekolah ini selain orang itu. Jimin membulatkan matanya lalu berteriak tanpa sadar memanggil orang yang berada didepannya.

"JUNGKOOK!"

Taehyung yang tadi menunduk langsung menoleh kearah Jimin dan meatapnya penuh tanya. Kenapa sahabatnya ini tiba-tiba berteriak?

Seseorang yang bernama Jungkook itu juga menghentikam langkahnya lalu menoleh kearah Jimin.

Beberapa murid yang kebetulan berada ditaman juga menoleh kearah Jimin karena teriakkan lelaki itu.

"Tae, ikut aku!" Jimin tanpa banyak bicara menarik tangannya sebelum melangkah dengan cepat.

"Hei, Jimin! Kau mau membawaku kemana hah?" Tanya Taehyung bingung karena Jimin menariknya tiba-tiba. Dia sedikit kewalahan mengikuti langkah Jimin yang terlalu cepat.

Bruk

Jimin berhenti mendadak membuat Taehyung yang berada dibelakangnya membentur tubuh bagian belakangnya.

"Jimin!" Taehyung meneriakkinya dari belakang.

Jimin segera menarik Taehyung agar berada disampingnya. Saat itu Taehyung baru sadar kalau didepannya kini berdiri seorang lelaki yang sudah berani menyita PSP-nya. Taehyung membulatkan matanya. Akhirnya dia bertemu dengan lelaki bergigi keinci itu juga! Kemana saja dia beberapa hari ini? Lelaki itu memandang Jimin dan Taehyung dengan santai.

"Tae, orang yang kau maksud itu dia kan?" Jimin menunjuk kearah Jungkook. Taehyung mengangguk-angguk.

"Jimin hyung?" Panggil Jungkook pelan namun cukup jelas.

"..dan dia adalah ketua OSIS disekolah ini Taehyung"

"APA?!"

Taehyung melotot kearah Jungkook yang menatapnya aneh. Sedangkan Jimin hanya tertawa entah karena apa.

.

.

.

.

.

.

Tbc


Tuh kook nya baru nongol diakhir, entah pertemuan pertama mereka itu bisa dihitung sbg moment mereka atau ngga..

Hahaha klo aku maksa adain moment mereka kyaknya kecepatan dehh biarlah mereka saling mengenal dulu~

Yg udh review makasihhhh~ banyak udh mau ngeluangin waktunya baca ff dan review fanfic gaje ini..

Last, review please?