Chapter 6

My Life Is Strange

KookV (Jungkook and Taehyung)

T

BoyxBoy/Yaoi

Warn: OOC, Typos, OC, MPreg, tdk sesuai EYD, gaje, abal, garing, aneh dsb..

Don't like don't read~

.

.

.

.

.

.


A/n:

Baru sempat ngasih tahu, itu warn mpreg diatas emng ditujukan buat baek sama luhan..tapi klo buat mphi nya sendiri..idk. Aku blm kepikiran soal buat si taetae sama kek ibunya dan jga aku blm terlalu pengalaman masalah mpreg.. #maaf -,-v


Ruangan dalam sebuah apartemen itu terasa sunyi, hanya terdengar suara nafas yang saling memburu dan kecipak dari dua bibir lelaki yang tengah beradu diatas ranjang.

"Eunghh.."

Lelaki yang bersurai merah terlihat pasrah dengan kedua mata yang terpejam erat dan wajah yang merona padam. Sedangkan lelaki yang bersurai hitam terlihat begitu mendominasi atas apa yang telah dilakukannya. Taehyung merasakan Jungkook kembali melumat bibir bawahnya dengan gerakkan lembut yang sensual.

"-Kook..ahh"

Taehyung mencoba untuk membalas ciuman Jungkook perlahan walaupun masih terkesan malu-malu dan pasif. Namun itu sudah cukup untuk membuat Jungkook tersenyum dalam hati, artinya Taehyung tidak menolaknya kan?

Yang jelas dia tidak dapat memikirkan apapun lagi, karena dikepalanya kini hanya dipenuhi oleh satu nama, yaitu Jungkook. Dan juga ciumannya.

Taehyung juga tidak menyangka dia bisa mengeluarkan suara-suara memalukan seperti itu hanya karena ciuman seorang Jeon Jungkook. Dia terlihat lemah dihadapan Jungkook, padahal dia lebih tua dari bocah Jeon itu, tapi Jungkook saja tidak sampai mengeluarkan suara-suara aneh begitu.

Kalau Taehyung boleh jujur, ciuman Jungkook itu sungguh memabukkan, dia seperti merasakan kupu-kupu memenuhi perutnya, sangat menggelitik. Taehyung terlena oleh ciuman dari Jungkook, dia tidak menyangka bocah itu seorang good kisser. Apa dia sering melakukan itu? Taehyung yakin bibirnya pasti akan memerah dan membengkak setelah ini.

Taehyung mencoba untuk membuka matanya perlahan, menatap lelaki bersurai hitam didepannya yang masih menikmati bibir Taehyung. Bagaimana kedua alisnya yang tajam itu terlihat bertaut dan matanya yang beriris hitam itu terpejam karena menikmati pagutan mereka.

Melihat pemandangan itu malah semakin membuat Taehyung semakin malu dengan dada yang terus berdebar kencang.

Taehyung melihat setetes keringat yang mengalir menuruni pipi putih Jungkook, dan entah kenapa tangannya secara otomatis bergerak menuju wajah Jungkook untuk mengusap keringat itu, walaupun tangannya sedikit gemetar.

Jungkook yang merasakan sentuhan lembut dipipinya segera membuka matanya dan langsung bertemu pandang dengan iris coklat lembut milik Taehyung. Dada keduanya kembali berdesir.

Jungkook menggenggam tangan Taehyung yang masih berada dipipinya kemudian berinisiatif melepaskan pagutan mereka yang berlangsung hampir dua menit itu. Jungkook menjilat perlahan saliva yang membasahi sekitar dagu Taehyung membuat anak itu mendesis.

"..rasamu manis sekali, Taehyung" Bisik Jungkook tepat didepan telinga Taehyung.

Setelahnya Jungkook menjauhkan wajahnya untuk menatap wajah indah Taehyung lebih jelas. Nafas keduanya beradu dengan kedua iris yang masih saling tatap dengan penuh arti dan posisi keduanya yang tidak berubah sejak beberapa saat lalu.

Jungkook menatap Taehyung dengan iris yang sedikit menggelap.

"Tae.."

Taehyung menatap lelaki bersurai hitam itu dengan sorot mata sayunya dan wajah yang merona saat Jungkook mengelus bibirnya yang basah dan sedikit terbuka itu dengan lembut.

Shit! Taehyung terlihat sangat seksi saat ini, apalagi dengan bibirnya yang memerah itu, batin Jungkook mengumpat.

"Ju-Jungkook" Suara Taehyung bergetar memanggil nama Jungkook.

Taehyung ingin menarik tangannya yang masih berada digenggaman Jungkook, tapi percuma karena genggamannya cukup erat namun masih tetap ada kelembutan disana sehingga tidak menyakiti Taehyung.

Taehyung membuang wajahnya yang merona dengan perasaan sedikit kesal. Entahlah, Taehyung juga tidak mengerti kenapa perasaannya menjadi campur aduk sekarang. Dia ingin marah pada Jungkook, kenapa bocah itu menciumnya secara tiba-tiba, tapi sejujurnya Taehyung tidak membenci ciuman itu, Taehyung malah terkesan begitu menikmati ciuman Jungkook..

"Jungkook..kenapa kau melakukan ini padaku?" Tanya Taehyung pelan tanpa menatap Jungkook.

"Tae, tatap aku" Pinta Jungkook dengan suara rendahnya.

Namun Taehyung hanya menggelengkan kepalanya, masih tidak mau menatap Jungkook. Tentu saja, Taehyung kan sangat malu mengingat dia baru saja berciuman dengan Jungkook. Apalagi Taehyung masih ingat dengan jelas bagaimana sensasi saat bibir Jungkook memagut bibir tebalnya dengan sedikit liar.

Melihat Taehyung yang keras kepala begitu mau tidak mau membuat Jungkook gemas juga.

"Tae-"

Mata Taehyung membulat saat merasakan tubuhnya terdorong kesamping-

"Jungkook-"

BRUUK

-dan jatuh membentur ranjang yang empuk. Ah, jangan lupakan Jungkook yang kini berada diatasnya dengan bertumpu pada kedua lengannya untuk memberikan sedikit jarak agar dia tidak menindih tubuh kurusnya, Taehyung menelan salivanya keras. Jungkook masih setia menatapnya tajam.

Belum juga Taehyung menenangkan detak jantungnya pasca dia mendapatkan ciuman mendadak dari Jungkook, kini dia kembali dibuat panik oleh tingkah lelaki bersurai hitam itu. Kedua tangannya berada didepan dada Jungkook, menahan agar tubuh lelaki bertubuh tegap itu tidak semakin menekan tubuhnya.

Dia menyadari tubuhnya tidak bisa bergerak dengan bebas karena kukungan Jungkook diatasnya. Kedua mata Taehyung bergerak dengan gelisah kesana-kemari, berusaha menghindari tatapan tajam Jungkook.

"Ju-Jungkook, apa yang kau lakukan? Menjauh dari tubuhku.." Mohon Taehyung dengan suara yang memelas.

Hening beberapa saat diantara mereka. Taehyung tidak suka dengan keadaan mereka sekarang apalagi dengan posisi yang dapat menyebabkan kesalahpahaman seperti ini jika ada yang melihat.

Suara Jungkook yang menghela nafas membuat Taehyung menoleh walaupun dia masih dilanda rasa malu dan bingung.

"Aku tertarik padamu Tae" Ucap Jungkook to the point sambil menatap Taehyung tepat pada iris coklat lembutnya dengan tatapan yang dalam dan penuh keseriusan.

"Hah?"

Taehyung menatap Jungkook dengan mulut yang membuka dan mata yang membulat. Dia kembali shock. Apa-apaan ini? Apa sebenarnya yang ada dipikiran bocah Jeon itu?

"K-kau tertarik padaku? Kenapa? Sejak kapan.."

"Entahlah, aku juga tidak yakin sejak kapan. Yang pasti saat pertama kali kita bertemu, aku merasa ada sesuatu yang menarikku untuk mendekat padamu Tae.."

Jungkook mendekati leher Taehyung kemudian menghembuskan nafasnya disana, memberikan sentuhan-sentuhan ringan disana menggunakan bibir tipisnya disekitar perpotongan leher dan pundak Taehyung yang terbuka karena kaos yang dikenakannya berleher cukup rendah. Jungkook menutup kedua matanya sambil menghirup aroma tubuh Taehyung yang manis, dan Jungkook sangat menyukainya.

Sontak saja tidakkan Jungkook itu membuat Taehyung langsung bergerak-gerak risih, apalagi Jungkook menyentuh salah satu titik sensitifnya.

"A-ahh..Jungkook, berhenti melakukan itu bocah nakal.." Matanya kembali menutup rapat, tanpa sadar Taehyung meremas kaos Jungkook saat merasakan sesuatu yang aneh pada dirinya untuk pertama kali.

Jungkook terkekeh disela aktivitasnya mendengar Taehyung yang berucap dengan susah payah, bahkan anak itu mendesah tak sadar.

Jungkook menjauhkan kepalanya kemudian menatap wajah Taehyung dengan jarak yang sangat dekat. Ya Tuhan, lihatlah wajah Taehyung saat ini, sangat menggemaskan dengan rona dikedua pipinya yang sedikit chubby itu dan ujung mata runcingnya yang sedikit berair.

Taehyung yang merasakan hembusan nafas Jungkook menerpa wajahnya lembut. Taehyung perlahan membuka matanya.

"Tae, jadi pacarku ya?" Ucap Jungkook sambil tersenyum manis kearahnya. Taehyung bahkan dapat melihat gigi kelincinya dengan jelas.

Entah kenapa dia suka saat melihat Jungkook terseyum manis begini padanya, membuat Taehyung yakin kalau Jungkook memang lebih muda darinya walaupun anak itu mempunyai aura dominan yang sangat kuat.

"Tae" Panggil Jungkook lagi, sepertinya Taehyung melamun batin Jungkook.

Taehyung langsung tersadar, dia mengedip-ngedipkan matanya, menatap Jungkook polos.

"Jungkookie..apa kau yakin dengan apa yang kau katakan? Kau tahu..kita berdua bahkan baru mengenal beberapa hari, bagaimana mungkin kau..jangan main-main padaku.." Ucap Taehyung serius sambil menatap Jungkook dalam.

"Aku selalu yakin dengan apa yang kukatakan dan aku serius mengatakan itu. Aku menyukaimu Tae" Tekan Jungkook.

"Ta-tapi.." Taehyung tergagap, tidak tau harus mengatakan apa. Ucapan Jimin ternyat benar terjadi, Jungkook menyukainya, semudah itukah?

"Jadi pacarku ya Tae?" Jungkook menerjang Taehyung dengan pelukkannya, menyembunyikan wajahnya dileher Taehyung.

"Ap- Jungkook! Tu-tunggu dulu.." Taehyung kembali merona, dia mencengkram bahu Jungkook.

"Aku tidak menerima penolakkan!"

Taehyung hanya bisa membulatkan matanya mendengar ucapan Jungkook. Apa-apaan ini?

Jungkook kembali menatap wajah Taehyung sambil tersenyum tampan. Dan Taehyung bisa merasakan dia meleleh saat itu juga karena melihat senyuman Jungkook.

"Mulai sekarang Kim Taehyung adalah pacar Jeon Jungkook.." Putus Jungkook sambil mencium dahi Taehyung lembut. Taehyung bakan sampai menutup matanya. Ciuman Jungkook berlanjut dikedua matanya, hidungnya, kedua pipinya yang merona dan terakhir bibir Taehyung.

"Aku menyukaimu Tae.." Bisik Jungkook sebelum kembali mencium bibir Taehyung dengan lembut dan penuh perasaan.

Sedangkan Taehyung hanya bisa menghela nafas dan mengangguk pasrah menerima segala keputusan sepihak Jungkook. Semoga keputusan dia untuk mempercayai Jungkook tidak salah. Lagipula Jungkook memang anak yang baik kan walaupun tertutupi sifat menyebalkannya itu? Seperti kata Jimin.

Tidak dapat dipungkiri kalau Taehyung merasa senang karena Jungkook menyukainya, dadanya berdebar dengan cepat namun terasa begitu menyenangkan dan nyaman, ugh, Taehyung sendiri tidak bisa menjelaskannya dengan kata-kata.

"Dasar Jeon menyebalkan, untuk apa kau bertanya padaku hah? Kalau akhirnya kau malah memaksaku begini.." Ucap Taehyung sambil menatap Jungkook pura-pura kesal. Sedangkan anak itu hanya nyengir innocent dihadapan Taehyung sebelum dirinya kembali memeluk tubuh Taehyung gemas.

Dan berakhirlah malam itu mereka tidur dengan saling berbagi pelukkan hangat satu sama lain.

..

..

Tidur Taehyung mulai terganggu saat merasakan elusan disurai merahnya dan sesuatu yang lembut dan hangat menyentuh pipinya.

Taehyung perlahan membuka matanya dan menemukan Jungkook yang sudah siap dengan seragam sekolahnya tersenyum lembut menatapnya. Taehyung menguap sambil mengusap matanya kemudian menatap Jungkook dengan pandangan setengah mengantuknya dan bibir yang sedikit mengerucut. Tidak sadar kalau sikap alaminya itu terlihat begitu menggemaskan dimata Jungkook.

"Selamat pagi.." Ucap Jungkook sambil tersenyum.

Jungkook menatap Taehyung bingung karena tidak kunjung mendapat jawaban, anak itu hanya menatapnya tanpa membalas ucapan selamat paginya.

"Kenapa?" Tanya Jungkook.

"..kau terlihat aneh seperti itu"

"Aneh? Aneh bagaimana maksudmu?"

"Ya..kau aneh saja tiba-tiba bersikap manis seperti tadi, biasanya kan kau selalu menyebalkan.."

Jungkook terkekeh mendengar ucapan polos Taehyung. "Memangnya tidak boleh? Sekarang kau kan pacarku"

Taehyung mendengus dengan wajah yang merona samar mendengar jawaban Jungkook. "Terserahlah" Jawabnya pura-pura tak peduli.

"Yasudah cepat mandi sana, aku tunggu didapur setelah itu kita berangkat" Ucap Jungkook sambil menarik kedua tangan Taehyung yang terlihat malas untuk bangun dari ranjang.

"Iya, iya, Jungkookie~"

..

..

Mereka berdua berjalan dikoridor dalam diam. Jungkook setia dengan wajah datarnya sedangkan Taehyung hanya sesekali melirik anak itu dengan sedikit bingung.

Taehyung pikir sikap Jungkook sangat berbeda ketika dirumah dan disekolah. Kalau dirumah anak itu lebih ekspresif dan sedikit banyak bicara, nah ketika disekolah dia sok pendiam begitu, sok cool, apa dia begitu untuk menjaga imagenya sebagai seorang ketua OSIS huh?

"Aku pergi kekelas dulu, Tae" Jungkook dengan cueknya memberikan sebuah ciuman disurai merahnya sebelum anak itu pergi meninggalkan kelas Taehyung dengan terseyum tipis.

Jungkook..kalau sudah menunjukkan perhatiannya pada Taehyung begitu, dia benar-benar tidak peduli dengan sekitarnya. Dan Taehyung hanya bisa menahan wajahnya yang semakin merona saat banyak pasang mata menatap kearahnya.

Iya, Jungkook yang terkenal jarang meunjukkan ekspresinya disekolah itu tiba-tiba saja tersenyum.

Taehyung dapat mendengar beberapa pekikkan terkejut dari sekitarnya saat Jungkook menciumnya tadi. Pasti setelah ini dia akan mendengar gosip tentangnya dan Jungkook yang menyebar dengan cepat.

Berharap saja semoga tidak ada lagi fans Jungkook yang cemburu padanya, atau lebih parahnya sampai membullynya.

"Yah! Tae, apa sesuatu yang terjadi pada kalian? Kenapa Jungkook bisa sampai menciummu begitu?"

Taehyung duduk setelah dia meletakkan ranselnya dimeja kemudian menatap Jimin, Mingyu dan Woonwoo yang menatapnya penasaran. Taehyung menghela nafas kemudian menyuruh 3 orang itu untuk mendekat padanya. Taehyung melirik sekitarnya dengan was-was sebelum berucap dengan pelan.

"Janji ya kalian jangan memberitahu siapapun tentang ini?" Tanya Taehyung yang langsung diangguki 3 orang didepannya. "Se-sebenarnya..aku dan Jungkook, sekarang kami pacaran.." Lanjutnya dengan wajah yang merona malu.

Jimin, Mingyu dan Wonwoo menatapnya dengan mulut menganga.

"Kenapa?" Tanya Taehyung dengan nada sedikit merajuk.

"Wow" Jimin memberikan seringaiannya pada Taehyung. Sedangkan Mingyu dan Wonwoo tersenyum geli padanya.

"Sudah kuduga ini akan terjadi. Apa kubilang Tae, anak itu pasti menyukaimu"

"Hmm.."

"Ehm, yang sekarang pacarnya kerua OSIS~" Goda Mingyu.

"Apaan sih" Taehyung berusaha untuk bersikap biasa saja, tapi wajahnya merona dengan jelas.

"Tapi, bagaimana ceritanya kalian bisa sampai pacaran begini?" Tanya Wonwoo.

"..entahlah, semuanya terjadi begitu saja"

"Yah, ceritakan pada kami~" Rengek Jimin sambil menarik-narik lengannya.

"Aish Jimin, apaan sih, lepas!"

"Makanya ceritakan pada kami Taetae~"

"Tidak mau!" Tolaknya keras. "Lagipula a-aku malu menceritakannya.."

Tentu saja, apa lagi mengingat adegan ciumannya dengan Jungkook.

Jimin tertawa setelahnya membuat Taehyung menatapnya kesal.

"Aku masih tidak menyangka kau akan benar-benar jatuh pada Jungkook, pesona anak itu memang tidak bisa diremehkan" Ucap Jimin.

Yah, Taehyung pun tahu Jungkook memang sangat mempesona. Bahkan sejak pertama mereka bertemu pun Taehyung memang mengakui kalau Jungkook itu memang tampan. Mungkin lelaki paling tampan yang pernah Taehyung tahu.

"Yah, aku sebagai sahabatmu hanya bisa berharap semoga hubunganmu dengan Jungkook langgeng. Kupikir kalian terlihat sangat cocok ketika bersama" Jimin berucap dengan Jujur.

Taehyung tersenyum kearahnya. "Woah benarkah? Terima kasih Jim~ kau memang sahabatku!" Taehyung menerjang Jimin dengan pelukkannya.

"Y-Yah! Lepaskan aku bodoh, kau membuatku sulit bernafas!" Pekik Jimin.

"Tidak mauu~" Balas Taehyung sambil tertawa.

..

..

Taehyung memakan makan siangnya dengan perasaan sedikit tidak tenang. Pasalnya sejak mereka berjalan menuju kantin tadi banyak yang berbisik-bisik menatapnya bahkan sampai ada yang bertanya pada Taehyung mengenai hubungannya dengan Jungkook tanpa malu.

Taehyung hanya bisa menghela nafas. Sudah dia duga, ini akan menyebar dengan cepat.

"Sepertinya percuma saja Tae kau menyuruh kami merahasiakan hubungannmu dengan Jungkook, lihatlah mereka sudah tahu dengan sendirinya" Ucap Jimin sambil menatap sekeliling mereka.

Ya, hanya mereka berdua yang pergi kekantin karena Mingyu dan Wonwoo entah menghilang kemana. Terkadang Taehyung berpikir yang tidak-tidak tentang dua temannya itu, mereka sering sering sekali pergi berduaan entah kemana.

"Ya, kau benar Jim..aish, mereka membuatku risih saja"

"Sudah, jangan pedulikan mereka Tae. Cepat habiskan makananmu"

"Iya Jimin cerewet~"

"Tae"

"Ah! Jungkook, ya Tuhan kau mengagetkanku saja" Taehyung mengelus dadanya sambil menatap Jungkook yang sudah duduk disampingnya, sangat dekat.

"Oh, Jungkook. Hei Kook, ternyata kau ini tipe yang cepat bertindak juga ya?" Jimin menatap Jungkook jahil, sedangkan anak itu hanya mendengus.

"Diamlah hyung"

"Apa sih yang kalian bicarakan?" Taehyung menatap Jungkook dan Jimin bergantian dengan bingung.

"Tidak ada apa-apa, jangan pedulikan ucapan Jimin hyung"

Taehyung langsung cemberut membuat Jungkook mencium bibirnya cepat. Taehyung mengedip-ngedipkan matanya, terkejut dengan Jungkook yang menciumnya tiba-tiba.

Demi Tuhan mereka masih berada dikantin sekolah yang ramai dan lagi Jungkook menciumnya dibibir! Sepertinya Taehyung harus merelakan dirinya menjadi bahan gosip satu sekolah lagi setelah ini.

"Wahh, ketua OSIS kita memang sangat berani ya" Ucap Jimin sambil tertawa.

"Jungkook! Jangan melakukan itu, kita masih disekolah!"

"Kenapa? Memangnya aku tidak boleh mencium pacarku sendiri?" Tanya Jungkook santai.

"Aishh..kau memang bocah menyebalkan! Mau apa sih kau kesini? Pergi sana.."

"Hei, memangnya aku tidak boleh menemuimu? Aku kan hanya merindukanmu..sekalian ada yang ingin kubahas denganmu"

"Huh, alasan saja!. Ah, sudahlah. Omong-omong kau ingin membahas apa denganku?"

"Kegiatan klub disekolah ini. Seluruh muridnya diwajibkan mengikuti minimal 1 kegiatan klub"

"Ah, benar. Bukankah Taehyung belum memilih klub sejak dia sekolah disini?" Tanya Jimin.

Taehyung hanya mengangguk-angguk.

"Kau ingin masuk klub apa Tae?" Tanya Jungkook sambil mengelus surai merahnya.

Taehyung terlihat berpikir dengan wajah yang sangat menggemaskan. "Hmm..apa ya? Aku masih belum memikirkannya sih.."

Disekolahnya yang dulu Taehyung ikut klub musik, tapi sekarang dia sudah tidak terlalu berminat lagi ikut klub musik.

"Ikut kelas menari saja Tae biar kita bertiga 1 kelas" Ajak Jimin sambil tertawa.

"Kelas menari?"

"Iya sayang. Tapi terserah kau mau ikut klub yang mana, keputusan ada ditanganmu"

Jungkook jadi gemas sendiri melihat pacarnya yang bertingkah manis seperti anak kecil itu.

"..hmm, baiklah aku ikut klub yg sama seperti kalian saja. Lagipula aku tidak banyak kenal dengan murid disekolah ini"

"Baiklah kalau begitu nanti sepulang sekolah aku aka memberimu formulirnya. Kebetulan sekali hari ini adalah jadwal kegiatan klub menari, jadi kau bisa langsung ikut" Jelas Jungkook.

"Hm..hm.."

Jungkook melirik arlojinya kemnudian menatap Jimin dan Taehyung bergantian. "Sepertinya aku harus pergi sekarang, masih ada urusan diruang OSIS"

"Ya, ya, pergi saja sana ketua OSIS sok sibuk~" Cibir Taehyung mebuat Jungkook tersenyum geli.

"Tae, nanti pulang seolah kau sekalian saja pergi bersama Jimin keruang klub, aku akan lagsung kesana" Ucap Jungkook. Dia menyempatkan diri untuk mencium Taehyung lagi sebelum pergi meninggalkan kantin. Membuat Taehyung hanya bisa menutup wajah malunya dengan kedua tangan.

"Anak itu, sepertinya suka sekali melakukan skinship denganmu, tidak tanggung-tanggung dia bahkan berani menciummu didepan umum"

"Aishh..masih saja suka seenaknya, Jeon sialan"

"Eii..biar begitu dia kan pacarmu juga?" Goda Jimin membuat Taehyung tidak bisa membalas ucapannya.

..

..

Jungkook dan Taehyung berjalan beriringan menuju parkiran sekolah setelah mereka selesai kegiatan klub.

"Ahh~ lelahnya! Jimin tega sekali menyuruhku latihan dengan koreo yang berat-berat, padahal kan aku baru masuk klub itu.."

Dia memakai kaos hitam Jungkook sekarang karena saat latihan tadi dia tidak membawa pakaian ganti, walaupun tinggi mereka tidak jauh berbeda, tetap saja kaos Jungkook terlihat begitu kebesaran ditubuh kurusnya itu. Jungkook dengan sukarela meminjamkan pakaiannya yang memang sengaja ditinggal diloker.

Jungkook mengacak surai merahnya gemas.

"Wajar saja, Jimin hyung memang seperti itu. Kalau sudah menyangkut urusan tari-menari dia ahlinya, makanya dia dipilih sebagai ketua klub itu"

"Apa?! Jadi Jimin itu ketuanya? Wah, aku tidak menyangka..hebat juga anak itu" Taehyung menggelengka kepalanya. Sedangkan Jungkook hanya merangkul bahu Taehyung membawa tubuhnya mendekat pada Jungkook.

Taehyung mempertajam pandangannya melihat seseorang yang tidak asing berjalan cukup jauh darinya didepan sana. Surai hitam itu, lalu tubuhnya yang kecil itu..itu kan..

"IBU?!" Pekik Taehyung tanpa sadar. Bahkan Jungkook dan orang yang dia panggil ibu itu menoleh kearahnya.

Gawat, Taehyung harus segera pergi dari sekolah sebelum ibunya itu menyeretnya untuk pulang kerumah.

"TAEHYUNG! YAH, KAU ANAK NAKAL KESINI KAU!" Baekhyun mempercepat langkah untuk menghampiri Taehyung yang juga berlari sambil menarik tangan seseorang.

Jungkook hanya pasrah saat tangannya ditarik Taehyung menuju motornya. Anak itu memasang helmnya dengan cepat kemudia menyuruh Jungkook untuk bergegas pergi dari sekolah.

"Tae, sebenarnya ada apa? Siapa orang yang mengejarmu itu?"

"Aishh..sudahlah Jungkook, cepat jalankan saja motormu sekarang, nanti aku akan memberitahumu ketika sampai diapartemen!" Desak Taehyung panik. Astaga, kenapa ibunya bisa ada disekolah? Apa yang sedang dia lakukan disini? Batin Taehyung resah.

Taehyung sudah duduk dijok motor Jungkook sambil melirik ibunya yang semakin mendekat.

"Ya Tuhan Jungkook, cepatlah!"

Jungkook pun segera menaiki motornya walau dengan perasaan yang masih bingung, ia segera menjalankannya motornya dengan cepat, karena Taehyung menyuruhnya untuk mengebut.

"YAH! PARK TAEHYUNG, KEMBALI KAUUU!" Teriak Baekhyun dengan sura melengkingnya saat motor yang ditunggangi Taehyung melewatinya dengan cepat, anak itu bahkan menutup kaca helmnya. Benar-benar kurang ajar!

Baekhyun mengatur nafasnya yang memburu sehabis berlari.

"Baekhyun? Kau tidak apa-apa?" Chanyeol datang sambil menatapnya khawatir.

"Hahh..a-aku tidak apa. Tadi Taehyung.."

"Taehyung? Kau bertemu dengannya?"

Baekhyung mengangguk pelan. "..tapi, seseorang yang bersama Taehyung tadi, sepertinya tidak asing.." Gumam Baekhyun sambil menerawang.

"Sudahlah, lebih baik kita pulang sekarang, sudah sangat sore. Yang penting kita tahu kalau anak itu baik-baik saja" Ucap Chanyeol sambil membawa istrinya menuju mobil mereka.

..

..

Luhan menatap ponselnya yang berdering. Di meletakkan majalah yang dibacanya kemudian segera mengangkat ponselnya.

'Ibu!"

"Hai! Bagaimana kabarmu? Kenapa kau jarang sekali menghubungi ibu akhir-akhir ini huh.." Ucap Luhan dengan nada merajuk.

Seseorang diseberang sana tertawa.

'Akhir-akhir ini aku sangat sibuk bu dan jangan memasang wajah seperti itu kalau kau tidak mau diserang ayah!'

"Yah! Apa maksudmu eoh?"

'Hahaha, maafkan aku bu. Omong-omong, aku sudah berada di Seoul sekarang'

"Apa? Kau sudah pulang? Kenapa tidak memberitahu kami?!" Pekik Luhan.

'Aku sengaja tidak memberitahu kalian. Bu, jangan beritahu anak itu kalau aku sudah kembali. Aku langsung pulang keapartemen saja, aku ingin memberi kejutan pada adik kesayanganku itu~"

Luhan menghela nafas. "Baiklah, baiklah, lakukan apa maumu. Tapi setelah itu jangan lupa mengunjungi ibu dan ayah dirumah"

'Call! Ibu tenang saja aku pasti akan mengunjungi kalian. Sudah ya bu, taxiku sudah tiba"

"Iya~"

Luhan segera menuju ruang kerja suaminya dengan senang untuk memberitahu bahwa anak sulung mereka sudah kembali.

.

.

.

.

.

.

Tbc

Ga terjadi apa2 kok sama mereka, mereka cuma kisseu aja, fanfic ini aman dirate T ._.v


Duhh akhir2 ini susah banget update, lagi stuck ide.. #sigh

Ohya aku mau bilang, menurut kalian fanfic ini alurnya agak lambat gimana gitu ya? Aku sih ngerasi kek gitu :v atau cuma perasaan aku aja/?

Btw, chap ini aku sedikit semangat ngetiknya coz baru nonton bon voyage ep7. Dan disitu banyak bgt moment minyoon dan kookv yg bertebarann~ moodboaster bgt deh pokoknya!

Tak lupa terima kasih banyak bagi yg udh meluangkan waktunya buat baca dan review fanfic ini :D

Last, review pleaseu~^^