Chapter 7

My Life Is Strange

KookV (Jungkook and Taehyung)

T

BoyxBoy/Yaoi

Warn: OOC, Typos, OC, MPreg, tdk sesuai EYD, gaje, abal, garing, aneh dsb..

Don't like don't read~

.

.

.

.

.

.


Taehyung masih saja menarik lengan Jungkook saat mereka sudah berada digedung apartemen Jungkook. Entah apa maksudnya padahal dia sudah tidak dikejar Baekhyun sejak mereka meninggalkan sekolah tadi.

Saat mereka sudah berada didalam apartemen, barulah Taehyung melepaskan lengan Jungkook sambil menghela nafas.

"Aishh..aku lelah sekali" Ringis Taehyung sambil menyeka keringat yang mengalir dipelipisnya.

"Siapa suruh berlarian seperti tadi" Ucap Jungkook sambil mengelus sebutir keringat yang menetas dari pelipis Taehyung.

Taehyung langsung cemberut. "Hei, tadi itu sangat darurat tahu! Kau saja yang tidak tahu masalahnya" Ucapnya sambil melepas sepatunya.

Sedangkan Jungkook hanya menatap Taehyung dan ikut melepas sepatunya. Saat Taehyung mendongak ternyata Jongkook menatapnya dengan tatapan yang meminta penjelasan.

"Akhh..baiklah aku akan memberitahumu. Tapi, bisakah kita istirahat dulu? Aku benar-benar lelah Kookie~" Rengek Taehyung.

Jungkook pun akhirnya menghela nafas dan mengangguk pelan, tidak tega juga dia dengan Taehyung yang memang terlihat begitu kelelahan. Mana mungkin Jungkook tega, apalagi lelaki bersurai merah itu menunjukkan wajah melas andalannya.

Dahi Jungkook mengerut saat iris hitamnya menangkap sesuatu yang ganjil.

"Tae, ini sepatu siapa? Milikmu?" Jungkook menunjuk sepasang sepatu yang berada dirak.

"Hah, sepatu?" Taehyung mengikuti arah pandang Jungkook. "Itu bukan milikku, lagipula aku hanya membawa sepasang sepatu ini saat kabur" Taehyung menunjukkan converse birunya.

Jungkook terlihat berpikir. Kalau bukan milik Taehyung itu milik siapa? Tentu saja itu juga bukan miliknya. Apa ada yang masuk keapartemennya? Yang mengetahui password apartemennya ini kan hanya dia dan hyungnya saja, bahkan orangtua mereka pun tidak tahu.

Jungkook mendengar suara televisi yang cukup keras terdengar dari ruang tamunya.

Tunggu, jangan-jangan..

"..hyung?" Gumam Jungkook.

"Huh? Kau mengatakan sesuatu Kookie?"

"Tae, sepertinya itu milik hyungku. Ayo kita masuk" Jungkook segera menarik Taehyung menuju ruang tengah, sedangkan yang ditarik hanya mengikuti dengan pasrah.

Benar saja, seseorang bersurai coklat tengah berbaring disofa menghadap televisi sambil memakan cemilan.

"Hyung?" Panggil Jungkook.

Orang yang dipanggil segera menoleh dan langsung tersenyum lebar.

"Aigo..adik manisku sudah pulang ternyata. Ah, hyung sangat merindukanmu Kook-ah, sudah lama kita tidak bertemu~"

Dia beranjak dari sofa untuk memeluk Jungkook dengan erat dan mengusak-usak kepalanya dileher Jungkook gemas. Belum menyadari seseorang yang berada dibelakang Jungkook menatapnya dengan raut wajah terkejut.

"Woahh..tubuhmu semakin bagus saja Kook. Apa selama aku pergi kau sering berolahraga hah? Atau kegym?" Hyungnya tertawa sambil menepuk-nepuk punggung Jungkook.

"Hyung, apa-apaan kau, seperti tidak bertemu bertahun-tahun saja. Dan juga tubuhku memang begini bahkan sebelum kau pergi, hyung saja yang tidak sadar"

"Benarkah?!"

Jungkook hanya mendengus. "Hyung, kapan kau pulang?" Jungkook menyentuh bahu hyungnya itu.

"Kejutan Jungkookie kejutan~ surpriseu~ apa kau terkejut dengan kedatangan hyungmu ini hah?"

"Hyung, kau sungguh kekanakan"

Hyung Jungkook segera mengangkat kepalanya dari bahu Jungkook. Dan saat itulah dia bertemu pandang dengan seseorang yang berada tepat dibelakang Jungkook.

Mereka sama-sama terkejut sekarang.

Jungkook yang menyadari keterdiaman hyungnya langsung melepaskan pelukkan mereka kemudian menatap hyungnya yang bertatapan dengan Taehyung dengan bingung.

"TAETAE?!"

Pekikkan suara hyungnya membuat Jungkook membulatkan matanya. Ada apa ini? Apa hyungnya mengenal Taehyung? Dan lagi, dia memanggil pacarnya dengan panggilan semanis itu. Jungkook tidak suka mendengarnya.

Jungkook menoleh pada Taehyung yang terlihat terlihat berbinar-binar menatap hyungnya. What the f-

"HOSEOK HYUNG~"

Jeon Hoseok, hyungnya Jungkook langsung mendekati Taehyung dan memelukknya. Kedua orang itu tersenyum lebar sambil melompat-lompat dan berputar tanpa melepaskan pelukkan mereka. Tidak ingat umur.

Terlihat sangat bahagia. Taehyung bahkan sepertinya lupa akan rasa lelahnya tadi.

Tanpa sadar Jungkook berdecih melihat pemandangan itu.

Apa-apaan itu? Bagaimana bisa hyungnya seakrab itu dengan Taehyungnya? Jungkook tidak suka melihatnya, tentu saja, memangnya siapa yang rela melihat pacarmu berpelukkan dengan orang lain begitu? Maaf saja, Jungkook tidak suka membagi apa yang sudah menjadi miliknya.

Jungkook mendekati dua orang itu kemudian memisahkan tubuh mereka dengan kasar hingga pelukkan mereka terlepas. Taehyung dan Hoseok menatap Jungkook bingung.

Jungkook menarik lengan Taehyung mendekat padanya kemudian merangkulnya bahunya posesif.

"Hei, hei, Jungkook ada apa ini hah?"

"Aku tidak suka melihatmu berpelukkan dengan orang lain, kau membuatku cemburu.." Bisik Jungkook didepan telinga Taehyung. Sedangkan yang dibisiki hanya bisa mengerjapkan matanya dengan wajah yang merona samar.

"Ta-tapi Jungkook, Hoseok hyung-"

Taehyung tidak jadi melanjutkan ucapannya karena Jungkook menatapnya tajam membuat nyali Taehyung sedikit menciut.

"Hyung, jangan memeluk pacarku seperti tadi lagi, aku tidak suka.." Jungkook menatap Hoseok tajam.

"APA?! Taehyung pacarmu? Wahh..kebetulan macam apa ini?" Ucap Hoseok sambil menggelengkan kepalanya.

Jungkook mengerutkan dahinya bingung. "Kebetulan apanya hyung?"

"Asal kau tau saja, Taehyung itu sebenarnya adalah mantan pacarku~" Jawab Hoseok sambil cengengesan.

"Apa? Mantan?"

"Benar sekali adikku~"

Jungkook menoleh pada Taehyung yang menatapnya dengan gugup dan tersenyum kaku. "Benar begitu Tae?"

Dan Taehyung hanya mengangguk pelan sebagai jawaban.

.

.

"Jadi, kalian berdua sudah saling mengenal?" Tanya Jungkook. Dia menyerakan segelas jus jeruk pada Taehyung yang langsung meminumnya dengan beringas.

Jungkook menegurnya agar minum secara perlahan sedangkan Taehyung hanya nyengir kemudian meminum jusnya kembali dengan cara yang lebih sopan.

Kini ketiganya sedang duduk disofa dengan televisi yang masih menyala tanpa dipedulikan sama sekali.

"Benar sekali Jungkook! Wahh..aku tidak percaya bisa bertemu dengan alien satu ini lagi. Dan lagi sekarang kalian berpacaran? Wahh..benar-benar tidak disangka" Ucap Hoseok diakhiri dengan tawa.

"Taehyung tidak pernah bilang kalau dia mengenalmu hyung.." Jungkook melirik Taehyung.

"Hei, kau juga tidak pernah bilang kalau Hoseok hyung itu hyungmu! Mana aku tahu kalau dia hyungmu. Dan Hoseok hyung, berhenti memanggilku alien!" Taehyung mengerucutkan bibirnya.

"Omon-omong, kenapa Taehyung bisa berada disini?" Tanya Hoseok disela kunyahan snacknya.

Taehyung tersenyum canggung sambil mengelus lehernya "Ah, itu..aku sebenarnya sedang kabur dari rumah hyung, makanya aku tinggal disini sementara. Hyung tidak keberatan kan?"

"Apa? Kabur?! Kenapa kau bisa kabur Tae, apa yang terjadi?"

"Itu karena aku menghindari perjodohan hyung, orangtuaku ingin menjodohkan, tentu saja aku tidak mau.."

"Woah, perjodohan ya..aku tidak menyangka orangtuamu akan menjodohkanmu Tae. Baiklah kalau begitu, kau bisa tinggal selama yang kau mau disini Tae sampai masalahmu dan orangtuamu selesai"

"Terima kasih hyung!"

"Ya, ya, santai saja Tae. Dan tentang kau yang tinggal disini tentu saja aku tidak keberatan, aku jadi punya teman main karena adikku yang satu ini sama sekali tidak bisa diajak bermain-main" Jawab Hoseok sambil menunjuk Jungkook. "Oh ya, bagaimana dengan Jin hyung dan Namjoon sekarang? Ah, sudah lama aku tidak bertemu mereka"

Taehyung menggeleng. "Aku belum menghubungi mereka sama sekali sejak aku pindah kesekolah kalian. Ahh..aku jadi merindukan mereka, Jin hyung~ Namjoon hyung~" Rengek Taehyung.

Dan berakhirlah sore itu dengan obrolah panjang lebar dari Hoseok dan Taehyung. Dua orang itu telihat akrab sekali, apalagi sepertinya mereka mempunya sifat yang sama. Dan lagi-lagi Jungkook merasa terabaikan. Dia seperti merasakan deja vu.

Malam harinya dikamar Jungkook dan Taehyung. Dua orang itu terlihat berbaring diranjang dengan saling berhadapan dan tatap-tatapan sejak beberapa menit yang lalu. Jungkook dengan wajah datarnya dan Taehyung dengan wajah cemberutnya.

"Kenapa menatapku begitu.." Ucap Taehyung pelan dengan wajah merona samar karena jarak wajahnya dan Jungkook yang sangat dekat.

"Kau sepertinya akrab sekali dengan Hoseok hyung.."

"Hyungmu itu orang yang sangat menyenangkan Kookie! Aku jadi ingin punya hyung yang seperti itu, sayang sekali aku hanya punya adik"

"Jangan terlalu dekat dengannya Tae, aku tidak suka melihatnya. Apalagi mengetahui fakta bahwa dia itu mantanmu"

"Tapi Hoseok hyung itu hanya masa laluku Kookie~"

"Tetap saja aku tidak suka. Kau itu milikku sekarang Taehyung" Ucap Jungkook tajam.

"..baiklah, aku akan lebih menjaga sikapku nanti. Dasar Jeon posesif.."

"Baguslah kalau kau sadar" Jungkook terkekeh pelan. Dia mengelus surai Taehyung dengan lembut membuat lelaki bersurai merah itu menutup matanya menikmati elusan Jungkook.

Nyaman sekali. Sudah lama dia tidak merasakan elusan senyaman ini dikepalanya. Taehyung jadi mengingat ibunya, walaupun ibunya pemarah begitu dia tetap suka memanjakan Taehyung.

"Tae, kau tidur?"

Jungkook menyentuh pipinya membuat Taehyung membuka matanya. Taehyung menatapnya dengan sorot mata yang sedikit sedih.

"Aku hanya sedikit merindukan ibuku..kau tahu? Yang mengejarku disekolah tadi, dia ibuku"

Oh, pantas saja wajah mereka terlihat mirip, ternyata itu ibunya Taehyung batin Jungkook.

"Kau tidak ingin menghubunginya eum? Kau merindukannya Tae.." Jungkook membawa tubuh Taehyung mendekat padanya dan memeluk tubuhnya dan menepuk punggungnya pelan. Dan Taehyung otomatis menyamankan tubuhnya dalam dekapan Jungkook.

"Aku ingin..tapi, ibu pasti akan memaksaku pulang untuk melakukan perjodohan itu, aku tidak mau Jungkook" Taehyung menutup matanya saat merasakan ciuman-ciuman ringan Jungkook diwajahnya.

"Terkadang aku seperti merasa bersalah pada orangtuamu Tae, aku bisa saja memberitahu mereka kalau kau berada disini, tapi nyatanya aku tidak memberitahu mereka. Aku hanya tidak ingin kau dijodohkan dengan orang lain Taehyung, makanya aku masih menahanmu disini"

Jungkook sadar kalau dia terlihat egois saat ini.

"Kookie.."

Taehyung menatap iris hitam Jungkook yang menatapnya penuh arti.

"Aku mencintaimu, Tae.."

Jungkook meraih wajah Taehyung dan menempelkan bibirnya pada bibir manis Taehyung yang sangat disukainya. Taehyung menutup matanya menikmati bibir hangat Jungkook yang menyentuhnya. Tidak ada nafsu disana, karena Jungkook melakukan itu hanya untuk menenangkan Taehyungnya.

..

..

Sudah hampir sebulan Taehyung tinggal diapartemen Jungkook dan sudah selama itu juga dia menahan diri untuk tidak menghubungi keluarganya. Padahal dia sangat merindukan ibunya, apalagi kedua adiknya itu, ah, ayahnya juga sih.

Tapi, mau bagaimana lagi?

Taehyung dan Jungkook berpisah diujung koridor karena anak itu katanya ada urusan diruang OSIS jadi dia tidak bisa mengantar Taehyung kekelasnya.

Taehyung sih oke saja, lagipula menurutnya Jungkook sedikit berlebihan sampai mengantarnya kekelas segala, Taehyung kan bukan perempuan dan ini juga masih didalam area sekolah, dia masih bisa menjaga dirinya sendiri. Walapun kata Jungkook Taehyung itu tipe orang yang harus dilindungi.

Taehyung menatap Jimin dengan pandangan horror. Pasalnya, sejak tadi pagi ketika mereka bertemu dikoridor dan menuju kelas bersama, sahabatnya yang bermata sipit itu selalu saja tersenyum bahkan ketika bokongnya sudah menyentuh kursi.

Apa mulut Jimin tidak terasa keram karena dia tersenyum terus? Ada apa dengan sahabatnya ini? Apa dia kehabisan obat? Batin Taehyung.

"Jim, ada apa denganmu? Kenapa kau tersenyum terus sejak tadi pagi?" Tanya Taehyung dengan dahi yang mengerut.

"Aku hanya terlalu senang Tae~"

"Senang kenapa? Kalau sedang bahagia itu bagi-bagi dengan sahabat sendiri lah~"

Jimin menatap Taehyung dengan sensi. "Aku tidak akan berbagi karena ini menyangkut Yoongi hyungku!"

Omong-omong Yoongi itu adalah pacarnya Jimin, sekelas dengan Hoseok hyung yang berarti dia berada dikelas 12.

Saat itu Taehyung baru bertemu dengannya saat Jimin berangkat sekolah bersamanya karena sebelumnya Yoongi hyung sama dengan Hoseok hyung yang mengikuti pertukaran pelajar diluar negeri selama hampir 2 bulan. Makanya diawal kepindahan Taehyung, dia tidak bertemu dengan Yoongi dan Hoseok.

Saat bertemu dengan Yoongi hyung, Taehyung akui kalau Jimin sangat pintar memilih pacar. Yoongi itu mempunyai wajah yang sangat manis dan tubuh yang mungil. Dia itu hampir sempurna kecuali sikap tsundarenya yang akut parah itu.

Kalau orang yang tidak terlalu mengenal Yoongi, mungkin mereka akan berpikir kalau Yoongi itu lelaki yang dingin karena dia selalu berwajah datar, walaupun sebenarnya dia bukan orang yang seperti itu.

Kalau Taehyung tidak ingat Jungkook dan Jimin mungkin dia akan menjadikan Yoongi hyung itu pacarnya, pikir Taehyung nakal.

"Apa sih Jim? Membuat penasaran saja"

"Yoongi hyung mengajakku kencan Tae, ini sungguh mengejutkan. Biasanya selalu aku yang berinisiatif lebih dulu, itupun karena aku memaksanya! Hahh..aku senang sekali Tae~"

"Begitu ya? Kalau begitu aku turut berbahagia untuk sahabat bantetku ini~" Taehyung merangkul Jimin sambil tertawa.

"Hei, jangan memanggilku begitu! Aku akui kau memang lebih tinggi dariku, tapi 'posisi'mu itu tidaklah lebih tinggi dariku Kim Taehyung~" Ejek Jimin sambil menyeringai.

"Hei! Kenapa kau malah membahas itu sih, menyebalkan!"

"Habis kau duluan yang memulai Taetae~"

"Aishh.."

"Hahaha.."

..

..

Sebenarnya, Taehyung dan Jungkook sendiri belum pernah berkencan selama mereka pacaran. Hanya belum sempat bukannya tidak ingin, Jungkook yang seorang ketua OSIS itu membuat waktunya sedikit tersita. Sedangkan Taehyung sendiri, dia tidak masalah mau Jungkook mengajaknya kencan atau tidak.

Berdiam diri diapartemen Jungkook saja dia sudah senang, apartemen Jungkook itu sangat nyaman dan lengkap, membuat Taehyung betah.

Taehyung saat ini sedang bersantai menonton televisi sambil menguras isi kulkas Jungkook.

Dia diapartemen sendirian. Jungkook tadi setelah mengantar Taehyung pulang dia kembali kesekolah, sedangkan Hoseok belum pulang keapartemen, entah pergi kemana anak itu.

Ting tong..

Ting tong..

Taehyung mendengar bel apartemen Jungkook yang berbunyi. Lelaki bersurai merah itu segera menuju pintu dan membukanya dengan cepat.

Tidak peduli dengan pakaiannya saat ini yang membuatnya terlihat seperti seorang gembel, Taehyung hanya memakai kaos oblong abu-abu yang terlihat cukup lusuh dan celana hitam pendek. Untung saja wajahnya manis.

Taehyung mengerutkan dahinya menatap seorang lelaki dewasa yang berdiri didepannya dengan wajah terkejut. Taehyung akui wajah lelaki itu sangat cantik.

"Maaf, apa kau mencari Hoseok hyung dan Jungkook? Kalau iya mereka sedang keluar" Ucap Taehyun sambil tersenyum tipis.

Sedangkan Luhan masih terkejut menatap anak lelaki yang membukakannya pintu itu.

Anak ini kan? Bukankah dia Park Taehyung? Ja-jadi selama ini dia tinggal disini? Kenapa dia bisa berada disini? Batin Luhan bingung.

"Ah, jadi mereka sedang keluar ya?" Ucap Luhan sambil tersenyum canggung.

"Iya. Kalau kau ada pesan bisa sampaikan padaku, nanti aku akan sampaikan pada mereka, atau kau ingin menunggu disini?" Taehyung membuka pintu lebar-lebar mempersilahkan Luhan masuk. Dia menatap Luhan sambil tersenyum manis.

Anak ini manis sekali! Tidak salah aku menyukainya! Jerit Luhan dalam hati.

"Kalau begitu aku menunggu saja.." Jawab Luhan sambil balas tersenyum pada Taehyung.

Luhan segera masuk kedalam apartemen dan langsung menuju dapur untuk menaruh barang bawaannya diatas meja makan.

Dan Taehyung hanya mengekori Luhan dengan bingung.

"Maaf sekali lagi, kalau boleh tahu kau ini siapanya Hoseok hyung atau Jungkook ya?" Tanya Taehyung hati-hati sambil menatap punggung Luhan.

Luhan mati-matian menahan senyumnya, dia senang sekali akhirnya dia bisa bertemu dengan calon menantunya. Luhan kemudian berbalik dengan pelan untuk menatap Taehyung yang menatapnya penuh tanya.

"Aku..ibunya Hoseok dan Jungkook"

Taehyung membulatkan matanya. Jadi, yang ada didepannya ini adalah ibu Hoseok hyung dan Jungkook? Pantas saja dia terlihat tidak canggung saat memasuki apartemen tadi, batin Taehyung sedikit terkejut.

"A-aa..ja-jadi kau ibu mereka? Kalau begitu maafkan aku karena bertingkah tidak sopan padamu.." Ucap Taehyung penuh sesal.

Luhan hanya terkekeh melihat reaksi Taehyung. "Tidak apa, santai saja. Omong-omong kau ini siapanya anakku ya?"

"Ah, aku sampai lupa mengenalkan diri. Aku Park Taehyung, aku..eum..teman sekelasnya Jungkook, yah.." Bohong Taehyung. Dia masih belum siap untuk memberitahu ibunya Jungkook tentang statusnya yang merupakan pacar anak itu.

"Ahh..begitu ya" Luhan mengangguk-angguk sok mengerti.

"I-iya..eum.." Taehyung terlihat bingung ingin memanggil Luhan apa.

Luhan yang melihatnya segera menjawab dengan cepat. "Panggil saja aku ibu, Taehyung.." Ucapnya lembut.

I-ibu? Tidakkah itu sedikit berlebihan? Lagipula dia kan hanya pacar Jungkook, bukan istrinya..yah, walaupun dia berharap begitu sih nanti..

"Ta-tapi.."

Luhan menggeleng. "Stt..tidak apa, panggil saja aku begitu, aku suka mendengarnya"

"..baiklah, i-ibu" Taehyung berucap dengan wajah merona. Dan akhirnya dia pun menuruti apa yang diperintahkan Luhan meskipun dia masih bingung.

"Taehyung, kau manis sekali~" Pekik Luhan sambik mengelus kedua pipi Taehyung gemas.

"Eh.." Taehyung hanya menatap Luhan sambil mengedip-ngedipkan matanya bingung.

"Oh ya Taehyung, tidak biasanya Jungkook mengajak temannya kesini. Setahu ibu, Jungkook itu bukan anak yang mudah akrab dengan orang lain apalagi sampai membawa temannya kesini.."

Luhan mulai mengeluarkan bahan-bahan yang ada didalam kantong yang dibawanya. Melihat isinya, Taehyung yakin itu pasti bahan-bahan untuk membuat makanan. Taehyung pun berinisiatif membantu Luhan. Tidak sopan kan melihat ibu dari pacarmu yang juga pemilik apartemen ini sibuk sedangkan kau malah tidak membantu.

Luhan yang melihatnya tersenyum tipis.

"..aku juga tidak tahu kenapa Jungkook mengizinkanku menginap disini" Gumam Taehyung.

Luhan tidak bertanya lebih lanjut kenapa Taehyung bisa berada disini karena dia sudah tahu yang sebenarnya terjadi. Dia tidak akan memberitahu siapa dia sebenarnya pada Taehyung, tidak untuk saat ini. Lagipula dia tidak ingin ikut-ikutan dibenci Taehyung karena ketahuan ikut berperan dalam masalah perjodohan itu.

"Mungkin karena kau satu-satunya temannya yang membuatnya nyaman, makanya dia mengajakmu kesini" Ucap Luhan sambil tersenyum.

"Mungkin saja, bu" Jawab Taehyung. "Tapi, Jungkook itu agak menyebalkan, dia suka seenaknya..dia bahkan belum mengembalikan PSP-ku yang dia sita dulu" Gerutu Taehyung tanpa sadar.

"Wah, benarkah?"

Taehyung mengangguk dengan semangat. "Apa ibu tahu? Saat pertama kali aku bertemu dengannya Jungkook, dia meninggalkan kesan yang buruk padaku, dia itu irit bicara dan selalu berwajah datar, sok cool sekali. Apalagi dia juga menyita PSP-ku..menyebalkan sekali"

Luhan hanya tersenyum tipis sambil melirik Taehyung yang terlihat bersemangat menceritakan betapa menyebalkan seorang Jeon Jungkook. Luhan bahkan harus menahan diri untuk tidak menerjang Taehyung saat itu juga saking gemasnya dia dengan anak itu.

"Tapi..dibalik itu semua, dia sebenarnya anak yang baik dan manis bu"

"Hmm..kau benar Taehyungie, Kookie memang anak yang manis walaupun anak itu sangat sulit untuk menunjukkan perasaan pada orang lain"

Tidak terasa hari sudah mulai menggelap. Karena terlalu asik mengobrol dengan Taehyung, Luhan jadi lupa waktu. Luhan memutuskan untuk segera pulang setelah dia dan Taehyung selesai membuat makan malam.

Sebenarnya, lebih banyak dia sih yang berkerja, karena Taehyung terlihat tidak terlalu mahir dalam urusan dapur, untung Luhan baik hati jadi dia dengan sukarela mengajari Taehyung yang merupakan calon menantunya itu untuk membuat makanan dengan baik dan benar, apalagi Taehyung terlihat bersemangat saat Luhan mengajarinya.

Taehyung memaksanya agar dia tetap tinggal dan makan malam bersama, tapi Luhan tetap menolak. Dia bilang kasihan suaminya tidak ada yang menemani makan dirumah.

Dan Taehyung pun hanya bisa menghelas nafas pasrah. Sedikit sedih saat harus berpisah dengan Luhan, karena Taehyung sudah terlanjur menyukai Luhan, dia menyenangkan dan juga hangat, tidak seperti ibunya yang cerewet itu.

"Maaf ya bu aku tidak bisa mengantarmu pulang.."

"Aishh..tidak apa Taehyungie, aku sudah biasa pulang sendiri. Lagipula aku pulang kan menggunakan taxi, bukannya jalan kaki" Ucap Luhan sambil terkekeh.

"Yasudah, kalau begitu hati-hati ya!"

Luhan mengangguk. "Ibu pulang dulu ya Tae? Bye-bye!"

"Eum, bye-bye!"

Taehyung segera menutup pintu saat Luhan sudah menghilang dari pandangannya. Sudah hampir jam setengah 7 tapi Hoseok dan Jungkook belum juga pulang.

Taehyung menuju dapur untuk membereskan sisa-sisa bahan makanan dan alat yang belum sempat dia dan Luhan bereskan tadi.

Taehyung bersikeras agar Luhan tidak perlu melakukan itu dan mengatakan saja dia yang akan melakukan itu.

Taehyung cari muka sekali dihadapan Luhan, tentu saja dihadapan calon mertua kan dia harus cari muka agar mendapat restu! Padahal sih, ketika dirumah mana sudi Taehyung melakukan pekerjaan seperti itu, itu sih pekerjaan ibunya~

"Aku pulang!" Teriak Hoseok sambil memasuki apartemen.

"Jungkookie? Taehyungie? Kalian sudah pualang?" Teriak Hoseok lagi.

Taehyung yang mendengarnya segera menyahut. "Aku didapur hyung!"

Hoseok langsung menuju dapur saat dia mendengar sura Taehyung. "Woahh..apa ini? Kenapa ada banyak sekali makanan disini?" Hoseok menatap lapar berbagai macam makan rumahan yang tersaja dimeja makan.

Taehyung hanya terkekeh. "Itu untuk makan malam kita bertiga hyung"

"Ini terlihat sangat lezat. Tae, apa Jungkook belum pulang?"

"Iya, hyung. Sepertinya dia sibuk sekali akhir-akhir ini dengan kegiatan OSIS-nya. Hyung kau darimana? Kenapa juga pulang terlambat"

"Aku tadi sedang kumpul dengan teman-teman rapper undergroundku, makanya terlambat. Ah, tadi juga anda Namjoon dan Jin hyung!"

"Benarkah ada Namjoon dan Jin hyung juga? Kenapa hyung tidak mengajakku.." Protes Taehyung.

"Maaf, aku lupa. Lain kali aku akan mengajakmu Tae!"

"Benarkah?"

Hoseok hanya mengangguk-angguk. "Baiklah, aku akan mandi dulu, sekalian menunggu Jungkook!" Ucap Hoseok sambil berlari kekamarnya sambil berteriak-teriak tidak jelas.

"Hoseok hyung tidak berubah sama sekali" Gumam Taehyung sambil tersenyum tipis. Dia kembali melanjutkan aktivitasnya yang sempat tertundu.

Saking fokusnya Taehyung pada apa yang tengah dia lakukan, dia tidak menyadari seseorang yang melangka mendekatinya tanpa suara.

Saat sepasang lengan melingkari pinggangnya tiba-tiba barulah Taehyung memekik terkejut. Dia menoleh kesamping dan menghela nafas saat melihat Jungkook yang menyandarkan kepalanya dibahu Taehyung sambil menutup mata.

"Ya Tahun, aku pikir siapa..hei menyingkirlah, kau berat tahu"

"Hmm.." Bukannya menyingkir Jungkook malah mengeratkan pelukkannya pada pinggang Taehyung.

"..Tae, apa Hoseok hyung sudah pulang?"

"Ya, dia sudah pulang" Taehyung pasrah dan memutuskan untuk membiarkan Jungkook, anak itu keras kepala.

"Kalian tidak melakukan sesuatu kan saat aku tidak ada?" Jungkook menciumi bahu Taehyung yang terekspos dihadapannya karena leher kaos yang dikenakan Taehyung cukup lebar. Taehyung hanya bisa merona menerima perlakuan Jungkook.

"Hei, kau pikir aku lelaki seperti apa huh? Aku bukan orang suka suka main dibelakang ketika aku sendiri sudah mempunyai pacar" Bela Taehyung. Tidak sadar kalau dia mengarahkan sebuah pisau yang dipegannya kehadapan wajah Jungkook.

"Hei, Tae, jauhkan itu. Kau ingin melukaiku eoh?"

"Eh?" Taehyung langsung menjauhkan pisaunya itu dan meletakkan ditempatnya kemudian menatap Jungkook sambil nyengir. "Maaf, maaf, tadi itu refleks. Kau sih.."

Jungkook tidak mempedulikan ucapan Taehyung. Lelaki Jeon itu kembali mengeksplor sekitar bahu dan leher Taehyung dengan mulutnya.

"Akh!" Taehyung memekik saat Jungkook menggigit lehernya cukul keras. Sedangkan Jungkook hanya menatap hasil karyanya yang tercetak sangat jelas dibahu Taehyung dengan puas.

"Ju-Jungkook, hentikan, Hoseok hyunghh.."

Taehyung mencoba untuk melawan tapi yang ada tubuhnya malah melemas karena sentuhan Jungkook.

Demi Tuhan, dia sangat takut kalau Hoseok tiba-tiba datang dan mendapati mereka sedang melakukan hal yang tidak-tidak begini. Kalau Jungkook sih sudah pasti tidak akan peduli, nah kalau Taehyung? Mau ditaruh dimana wajah memalukannya nanti?

Ciuman Jungkook mulai merambati rahang Taehyung, menciumnya cukup liar disana. Taehyung hanya bisa menggigit bibirnya berusaha keras agar suaranya atau mungkin desahannya tidak keluar dari mulutnya.

Jungkook kemudian meraih wajah Taehyung untuk mempertemukan bibir mereka dalam sebuah ciuman yang liar namun lembut.

"Akhh.." Taehyung meremas lengan Jungkook saat merasakan lidah lelaki Jeon itu memasuki mulutnya dan mulai memainkan lidahnya disana. Taehyung hanya bisa membalas seadanya ciuman Jungkook, percayalah, Taehyung tidak akan pernah bisa mendominasi ciuman mereka.

Karena tiap Taehyung mencobanya, itu akan berakhir dengan Jungkook yang selalu memenangkan pergulatan mereka.

Saat mulutnya sibuk menjelajahi mulut Taehyung, satu tangan Jungkook mulai memasuki kaos Taehyung dan mengelus perut tak ber-abs Taehyung dengan lembut. Membuat lelaki bersurai merah itu menggelinjang kegelian dengan wajah yang semakin merona.

"Hmphh.."

Jungkook tersenyum dalam hati. Sejujurnya dia sudah tergoda sejak dia memasuki dapur dan melihat Taehyung yang berdiri membelakanginya dengan kaos tipis yang kebesaran dan celana hitam yang begitu pendek hingga yang terlihat hanya ujungnya saja dari balik kaos Taehyung.

Tapi tenang saja, Jungkook masih tahu batasan. Dia tidak akan melakukan lebih dari ini, Jungkook yakin Taehyung juga pasti belum siap jika mereka melakukannya lebih dari ini, yah walaupun sebenarnya dia sangat ingin melakukannya dengan Taehyung. Ya ampun, pikiranmu Jeon Jungkook.

Jungkook melepas pagutan mereka membuat Taehyung mengerang protes tanpa sadar. Dia membalik tubuh Taehyung sambil terkekeh dan kembali menarik pinggang Taehyung membawa lelaki bersurai merah itu kedalam pelukkannyan

Tanpa disangka Taehyung menarik leher Jungkook dan kembali mempertemukan bibir mereka dalam ciuman yang lembut dan hangat, Jungkook sih senang-senang saja menerima ciuman dari Taehyung. Jungkook membalas tak kalah lembut ciuman Taehyung, membuat keduanya tersenyum dalam pagutan mereka.

"Sayang.." Bisik Jungkook setelah dia melepaskan pagutan mereka dan menyandarkan dahinya pada dahi Taehyung sambil menatapnya hangat. Sedangkan Taehyung masih mengatur nafasnya.

Jungkook kembali menciumi seluruh wajah Taehyung dengan gemas, membuat Taehyung terkekeh.

"Kookie~ hentikan" Rengeknya.

"Tae, kau manis sekali..aku jadi ingin memakanmu"

"Hei!" Bentak Taehyung sambil menatap Jungkook kesal.

"Bercanda sayang.." Ucap Jungkook sambil tertawa pelan, membut Taehyung cemberut melihatnya.

Mata Jungkook menangkap ponsel Taehyung yang bergetar diatas meja dibelakang mereka. Jungkook melonggarkan pelukkan mereka

"Tae, ponselmu" Beritahu Jungkook.

Taehyung melirik sekilas kemudian kembali menarik leher Jungkook dan menyandarkan kepalanya dibahu tegal lelaki itu. "Biarkan saja"

Jungkook menghela nafas. Dia mendorong sedikit tubuh Taehyung membuat lelaki itu mengerang protes.

"Angkatlah Taehyung, siapa tahu itu penting. Kau tidak kasihan pada orangtuamu yang sangat mengkhawatirkanmu?" Jungkook menatap dalam iris hazel Taehyung.

Taehyung terdiam beberapa detik sebelum akhirnya dia mendesah dan meraih ponselnya malas-malasan. "Baiklah, baiklah, aku akan mengangkatnya" Jawab Taehyung membuat Jungkook tersenyum tipis dan mengelus surai merahnya.

Taehyung melihat nomor ayahnya dilayar ponselnya.

"Ada ap-"

"Ya Tuhan, Taehyung akhirnya kau mengangkatnya juga"

Taehyung mengerutkan dahinya mendengar nada bicara ayahnya. "Ayah ada apa? Kalau kau menghubungiku hanya untuk-"

"Taehyung, ibumu sakit! Ayah mohon kau pulanglah..kau tidak kasihan apa pada ibumu? Dia bahkan mengalami muntah-muntah, dia sakit cukup parah beberapa hari ini. Dia memanggil namamu terus Tae..dia bahkan tidak mau makan. Dia hanya menginginkanmu Tae, dia sangat merindukanmu dan mengkhawatirkanmu"

Suara ayahnya diseberang sana terdengar sedih.

Taehyung hanya bisa membulatkan matanya.

Ibunya jatuh sakit? Ayahnya bilang cukup parah? Dan lagi, itu semua karena dia begitu merindukan dirinya..

Taehyung merasakan dadanya tiba-tiba menjadi sesak. Apa dia sudah keterlaluan? Sampai membuat ibunya sakit begitu? Taehyung jadi merasa kalau dirinya begitu jahat sekarang.

Dia menoleh pada Jungkook yang menatapnya khawatir. Jungkook tentu tahu apa yang terjadi karena Taehyung mengaktifkan loadspeaker saat menerima telpon.

"Jungkook..ibuku.." Panggilnya lemah sambil menatap Jungkook dengan mata yang sudah berkaca-kaca dan bibir yang bergetar.

Jungkook dengan sigap membawa Taehyung kedalam pelukkannya untuk menenangkan lelaki bersurai merah yang terlibat kacau itu.

"Stt..tenanglah Tae.."

.

.

.

.

.

.

Tbc


Nah loh, baek smpai sakit gitu gegara mikirin anaknya :v

Btw, yg nebak kalo hyungnya kookie itu hobi, selamat kalian benarrr~ xD

Lagian aku ga tega ngecouplein mphi sama member boygrup lain~ u,u

Makasih banyak yg udh review dan baca chap sebelumnya :D loveyouall~

Last, review juseyoo~^^