hay.. author disini heheh
trima kasih atas respon kalian utk acara ini ^^
bagi yg benar2 berminat silahkan mendaftar menjadi peserta. isi form dengan lengkap ya..
untuk keterangan lebih lanjut ada di akhir cerita hehe..
selamat menikmati.. chapt ini berisi kehidupan mereka di balik layar
previous chapt...
"jangan bersedih hati. Minggu depan kami akan hadir kembali menemani malam minggu kalian! Jadi tetaplah sehat dan tingkatkan cinta kalian untuk Take Him Out Global Super Junior!"
"akhir kata, Kim Gura dan Lee Young Ja undur diri dari hadapan anda! Anneyong hasimnika. Jalja-"
Semua member melambaikan tangan ke arah kamera yang masing-masing menyorot mereka. Dua jam kenapa terasa begitu cepat? Padahal sepertinya baru sepuluh menit mereka berdiri di belakang podium. Beberapa kru mulai hilir mudik membenahi ruang studio yang nampak berantakan dari sebelumnya. Begitupun penonton, secara rombongan mereka berangsur meninggalkan studio. Tentunya masih ada beberapa diantara mereka yang bersikeras meminta foto bersama para member dan MC.
Kyuhyun sudah lebih dulu berjalan ke belakang panggung menuju ruang tunggu mereka. Sepertinya keadaan pundaknya saat ini kurang baik. Ia merasa berat disana.
"Kyuhyun-ah!" Kyuhyun terperanjat mendengar suara hyung Cinanya itu
"gege"
"menyembunyikan sakitmu lagi eh?"
"anniya, aku-" Kyuhyun menghentikan perkataannya ketika tangan kokoh itu merengkuhnya. Memijat tengkuk belakangnya dengan lembut.
"kau yang mengajarkanku untuk tidak menyembunyikan perasaanku. Tapi apa ini? Uri magnae mencoba dewasa eh?"
"gege-"
"waeyo chagii?"
Kyuhyun tidak lagi meneruskan perkataannya, membuat Hangeng menghentikan pijatannya dan membalikkan tubuh magnaenya itu, agar dapat melihat dengan jelas. Betapa terkejutnya ia melihat si bungsu ini menggigit bibir bawahnya sendiri, berusaha menahan isakan yang sewaktu-waktu dapat pecah. Buliran bening sudah mengalir deras dari pelupuk mata bulatnya.
"waeyo magnae? Gege membuatmu bersedih eh?" tampak Hangeng begitu gusar akan tingkah magnaenya ini,
"jeongmal bogoshipppoyo, gege! Huaaaaa" Kyuhyun menghambur ke dalam pelukan Hangeng. Ia menangis sekencang-kencangnya di dada pria Cina itu. Persis seperti anak kecil yang sudah lama tidak bertemu dengan ayahnya.
"hahaha.. uljima magnae. Gege disini bersamamu, ne. uljimaa… uhuk uhuk !" Hangeng sampai terbatuk-batuk karena dekapan Kyuhyun yang begitu erat padanya. Lebih tepatnya seperti ingin membunuh dirinya. "Kyuhyun-ah, lepaskan! Gege susah bernafas!"
"shirreo! Nanti gege meninggalkanku lagi seperti waktu itu. Andweee!" kini pria berperawakan setan itu malah lebih mempererat pelukannya sambil menggoyangkan tubuh hyungnya itu ke kanan dan ke kiri. Bergelayut manja.
"Kyuhyun-ah, lepaskan ak-"
"yak! Evil! Apa yang kau lakukan pada sahabatku?" sentakan kuat itu berhasil melepaskan Hangeng dari pelukan maut si evil magnae.
"HYUUUUUNG! kau menggangku waktuku bersama gege!" Kyuhyun berteriak histeris pada Heechul yang baru masuk ke ruang ganti bersama member yang lain.
"gwenchana Chullie-ah, Kyuhyun hanya ingin bersamaku. Dia merindukanku" ujar Hangeng menenangkan sahabatnya yang tempramen ini.
"merindukan katamu? Dia hampir saja membunuhmu dengan jeratan tangan mautnya itu!"
Yah, begitulah Super Junior. Berapapun umur mereka kini tak akan pernah merubah sifat dan tingkah aneh mereka. Sebentar bertengkar, sebentar baikan, sebentar menangis, sesaat kemudian kembali berlarian kecil.
Leeteuk masuk paling akhir ke dalam ruang tunggu. Ia agak terkejut dan kurang terbiasa dengan keadaan ruang yang penuh sesak dan bising. Maklum saja, beberapa tahun belakangan ini Super Junior tak lebih dari 7 member yang aktif karena yang lain harus bergantian pulang pergi menjalankan kewajibannya pada Negara. Dan kini, diruangan yang berukuran tak lebih dari 10 X 7 meter terdapat 14 namja tengah berkumpul dan berbinjang ria. Ruangan ini sangat luas. Tapi jika ada mereka di dalamnya kenapa terlihat begitu sempit? Tak terasa buliran bening mengalir dari pelupuk mata sang leader. Ia masih tak percaya hari ini ada. Mereka berkumpul seperti dulu. Dongsaengdeulnya hadir dalam bayang nyata hidupnya. Hangeng, adiknya yang begitu tertutup dan tak pernah menunjukkan betapa menderitanya ia selama ini kini telah kembali dalam dekapannya. Kibum, si magnae es itu kini telah berkumpul kembali bersamanya. Chullie, adik tertuanya, ia dapat tersenyum tulus seperti dulu. Sikapnya jauh banyak berubah. Ia menanggalkan sikap egoisnya, menjaga dongsaengdeul saat Leeteuk menjalankan wajib militer.
"Leeteuk hyung?" suara itu membuyarkan lamunan sang leader. Ia tersenyum pada semua adiknya.
"memberdeul! Ayo kita pergi makan!" ujarnya lantang.
"hyung yang teraktir?" pekik Donghae bahagia
"ne." leader mengangguk mantap. Beberapa diantara mereka saling pandang, heran dengan keanehan orang paling tua ini. Kecuali Donghae dan Ryeowook yang meloncat kegirangan.
"hyung sakit?" Tanya Kyuhyun ragu.
"anni Kyunnie! Hyung tidak sakit. Ayo bersiap! Sebentar lagi manajer hyung menjemput kita di parkiran."
Kali ini bukan hanya Donghae dan Ryeowook yang meloncat kegirangan. Tapi Kyuhyun dan Kangin juga ikut bergabung dalam tingkah konyol mereka. Sungmin meski masih sedikit bingung tetap menuruti perkataan hyungnya itu. Ia bergegas mengambil tasnya dan berjalan pelan di belakang Heechul.
"HYUUUUNG!" teriakan Kyuhyun kembali menggelegar. Kibum menoleh sekilas memandang adiknya ini. Lalu berjalan menjajari langkah Kangin.
"Kyunnie, kemari!" Hangeng tahu teriakan itu untukknya. Ia melambaikan tangan menyuruh Kyuhyun agar berjalan mendekat kearahnya. Tidak berjalan, si Bungsu yang manja ini berlari memeluk hyung Cinanya itu dari belakang. Kembali bergelayut manja.
"cihh, manja sekali kau! Ingat umurmu magnae!" Heechul yang sedari tadi memang menempel terus dengan Hangeng mencemooh ulah magnaenya ini.
"shirreo! Hangeng hyung, eh gege milikku!" Kyuhyun tak kalah melontarkan evil star nya.
"panggil aku hyung saja Kyunnie" Hangeng terkekeh sambil menggenggam tangan si bungsu.
"Kyuhyun-ah, ayo cepat!" suara berat milik Sungmin terdengar dari depan. Ia agak payah membawakan barang magnaenya itu.
"ne Minnimie!" dengan cepat Kyuhyun melepaskan pelukannya pada Hangeng dan berjalan riang mengejar Sungmin yang sudah hampir sampai ke halaman depan parkiran.
"Ck! Apanya yang hyung favorit? Belum lima menit ia mengatakan kau miliknya. Lihat sekarang! Dia sudah merengek pada si kelinci militer itu!" cemoohan Heechul semakin menjadi melihat tingkah magnaenya itu.
"gwenchana Chullie-ah. Kau ini seperti tidak mengenal uri magnae saja" Hangeng menepuk pelan pundak sahabatnya itu. Membuat pria cantik itu mempoutkan bibir seksinya.
pagi yang indah di dorm baru Super Junior...
"yak! Cho Kyuhyun! Cepat bangun!" teriakan Sungmin menggelegar di pagi buta. Tidak! Ini sudah jam 10. Saatnya melaksanakan jadwal padat mereka.
Duaghh!
Kaki pendek itu menekan-nekan tubuh si magnae yang makin hari makin bertambah gembul saja. Dan, tarraaaaa…. Sekarang sang magnae sukses tersungkur ke lantai. Anehnya, ia tak kunjung bangun. Kembali terdengar dengkuran brutalnya menghiasi kamar petak ini. Sungmin berkacak pinggang. Ia melirik ke manusia satunya yang ada di tempat tidur itu. Sia-sia ia bangun pagi dan mendapatkan omelan pedas dari sang istri di rumah karena Sungmin hari ini kelewat rajin untuk berangkat bersama member ke Stasiun televisi. haaaa... biarlah , toh sudah lama Sungmin merasa hubungannya tidak baik-baik saja dengan para member pasca pernikahannya.
"Henry-ya! Cepat bangun!"
Sama, anak satu ini pun tak jauh beda dengan magnae mereka. Bahkan dalam dengkurannya pun ia masih sempat menggaruk pantatnya yang dirasa gatal.
"Ck! Kalian berdua sama saja!" sungmin berdecak kesal. Ia menyerah membangunkan dua magnae ini. Padahal hari ini mereka akan syuting Take Him Out episode ke dua. Karena itulah Henry dan Zhoumi menginap disini.
"hyungdeul! Aku menyerah! Mereka tak kunjung bangun. Padahal Kyunnie sudah ku tendang dari ranjangnya" gerutu Sungmin keluar dari kamar setan itu. Ia berjalan menuju dapur menghampiri Zhoumi dan Ryeowook yang tengah menyiapkan bekal untuk mereka.
"wonnie! Bantu aku!" ujar Hangeng yang telah berpakaian rapi pada adiknya yang tengah menyesap kopi pahit di depan televisi.
"arraseo hyung!" Siwon terdengar bersemangat menyusul hyungnya yang lebih dulu mengahuluinya.
"apa Hangeng hyung akan melakukan kebiasaan lamanya?" Tanya Donghae polos. Hyuk Jae yang baru menyadari hal itu tersenyum lebar. Cengirannya sungguh mengerikan.
"ayo Hae-ya! Kita harus membantu mereka!" setengah melompat, mereka membereskan karambol yang sedari tadi asyik dimainkan.
"yak! Hyung lepas!" teriakan mengerikan Kyuhyun membuat beberapa pasang mata sengaja menengok ke arah kamar sang magnae, setelahnya, mereka hanya menggeleng pelan.
"hyung lepas hyung!" satu lagi magnae mereka yang berteriak. Dipastikan suara cempreng itu milik Henry.
"aku berjanji akan membunuh kalian semua!" teriakan Kyuhyun agak teredam karena Hangeng dan Siwon berhasil memasukkan mereka berdua ke dalam kamar mandi.
Dug. Dug. Dug.
"hyung! Buka pintunya! Aku tak mau mandi bersama Henry!" amukan Kyuhyun makin menjadi. Tendangan. Pukulan. Dia layangkan semua pada pintu tak berdosa itu.
"ne hyung! Kami sudah besar!" sahut Henry menguatkan.
"arraseo arraseo! Akan ku bukakan setelah kalian selesai mandi" jawab Hangeng enteng dengan aksen Cinanya.
Di dekat pintu, sudah ada Donghae dan Hyuk Jae yang tersenyum penuh kemenangan. Sejak Siwon dan Hangeng keluar kamar sambil membopong tubuh kedua magnae itu, mereka dengan senang hati telah meletakkan dua set peralatan mandi dan handuk di dalam kamar mandi, dan membukakan lebar-lebar pintu itu agar Siwon dan Hangeng dapat masuk dengan mulus.
"aigooo… Kyunnie sepertinya makin bertambah bulat saja hyung! Lenganku sampai sakit karena menggendongnya." Keluh Siwon pelan. Ia tak mau setan kecil yang sedang terpaksa mandi itu mendengarnya.
"ssstttt.. jangan ucapkan kata 'bulat' disini Siwon-ah.. kau tidak mau kan dia ngambek padamu dan menyiksa kita semua dengan bibir manyunnya yang sun sungguh tidak imut itu?" ujar Hangeng pada adik kesayangannya satu ini, sukses membuat wajah Siwon pias. pria bertubuh sempurna ini menggeleng cepat.
"no no no.. hari ini dia berjanji akan menemaniku ke gym hyung.. jarang-jarang Kyunie seperti itu"
"Siwon-ah, aku yakin itu hanya modusnya saja untuk memeras uangmu dengan makanan mahal!" timpal Hyukjae yang kembali asyik dengan permainan karambolnya bersama Donghae.
"benar Siwon-ah.. jangan mau ditipu!" Donghae meyakinkan. uangmu hanya milik kami Siwon-ah~ . batin Donghae dalam hati.
Siwon hanya menggeleng malas mendengar hasutan kedua pria bodoh yang lebih bodohnya lagi adalah sahabat-sahabatnya. kau pikir aku juga tidak modus? ujar Siwon dalam hati. diam-diam pria ini tersenyum iblis menirukan sang magnae dan hyung cantiknya.
"yak! Kau lihat apa? Cepat berbalik!" pekikan kecil itu terdengar dari balik pintu kamar mandi. Ketigabelas pria dewasa yang kini telah berkumpul di ruang tamu hanya terkekeh mendengar umpatan-umpatan Kyuhyun dari sana.
"anneyong hasimnika yeorobeun! Senang sekali kami dapat menjumpai anda kembali dalam acara Take Him Out Global!"
Begitulah sambutan hangat yang dilantunkan Kim gura pada pemirsa di rumah. Tepukan riuh menambah semangat acara mereka malam ini.
hehe... bersambung dulu yaaa ^^
berikut form yang wajib diisi bagi yang berminat bergabung dalam Take Him Out Global :
nama lengkap :
nama panggilan :
tempat, tanggal lahir :
alamat sekarang : (lengkap beserta kota n provinsi)
agama :
pendidikan terakhir :
pekerjaan :
deskripsi pekerjaan : (jika sudah bekerja)
hobi :
kebiasaan : (tingkah yang dominan dalam diri kalian)
tipe pasangan idaman :
tipe pasangan yang tidak disukai :
deskripsi diri : (ceritakan diri kalian seperti apa)
kemampuan : (kelebihan diri)
berat badan :
tinggi badan :
warna kulit :
hairstyle : (panjang/pendek, lurus/ikal/keriting, hitam/warna (sebut warna))
no telp/hp/bbm :
poto : (close up dan full body)
ps : no telp/hp, bbm digunakan untuk interview lebih lanjut karena author membutuhkan informasi diri kalian selengkap mungkin. untuk pasangan tidak bisa request ya.. karena author memilih berdasarkan undian (random/acak).
data dan poto yang diminta harap dikirim via email atau FB.
email : choapple07
FB : Sri Kencana mentari
see you gaes...
