Pernah mendengar stalker yang memiliki stalker? Well, Natalya pernah mengalaminya~
Urban Legend
A Hetalia Fanfiction by UltimateFujo
All the characters belong to Hidekaz Himaruya
I own this fic
this time,
Door Lock
from Unknown
'Don't forget to lock your door'
Hetalia's Belarus
Natalya melompat ke ranjangnya.
Aktivitasnya hari ini memang tidak melelahkan, bahkan cenderung sama; membuntuti kakaknya dan memaksanya menikah. Tapi entah kenapa tubuhnya terasa sangat lelah hari ini.
Sekali lagi ia menguap dan menggeliatkan tubuhnya. Kantuk memang sudah menguasainya, tetapi entah kenapa matanya tidak mau menutup. Ia sudah berulang kali mencoba untuk tidur, bahkan semua ruangan disini sudah ia coba. Sayangnya ia tetap terjaga hingga sekarang.
Ah, mungkin secangkir teh hangat dapat membuatku tidur, pikirnya.
Jadi wanita berkebangsaan Belarusia itu bangkit dari kasur dan berjalan menuju dapurnya. Disana, tangannya meraih cangkir dan dengan cekatan mulai membuat teh. Ia menambahkan gula dua sendok teh, sesuai kesukaannya.
Kepulan asap hangat yang berasal dari teh membuat mata Natalya terpejam, cukup lama hingga ia tersentak karena kepalanya terantuk meja.
Sadar bahwa ia tak boleh tertidur disini, Natalya segera meneguk tehnya hingga habis. Tanpa sengaja matanya melirik pintu masuk yang terkunci.
Natalya biasanya memang tak pernah mengunci pintu. Ia mengenal seluruh orang di perumahannya dengan baik, lagipula belum pernah terjadi kasus pencurian dan semacamnya. Ia merasa aman walaupun tak mengunci pintu.
Tapi malam ini berbeda.
Ia memutuskan untuk mengunci pintunya. Kembali Natalya menguap, ia berjalan menuju kamarnya dan merebahkan dirinya di kasur. Tak berapa lama setelah memejamkan matanya, ia terlelap.
Ayam berkokok menandakan hari sudah pagi, burung-burung mulai bernyanyi sementara matahari masih mengintip dari balik gunung. Natalya menguap seraya meregangkan tubuhnya. Matanya menatap ke arah jam dinding yang tergantung di atas jendela. Jam 6 pagi. Masih terlalu pagi untuk memulai aktivitas.
"Da svidaniya ima wa mada ni panimayu"
Natalya meraih handphonenya ketika barang itu berbunyi. Ada sebuah pesan singkat dari nomor tak dikenal. Natalya pikir itu aneh mengingat dia tak pernah memberikan nomor telfonnya kepada siapapun. Tapi karena penasaran, ia memutuskan untuk tetap membacanya. Pesan itu berbunyi:
"Mengapa kamarmu dikunci semalam?"
