Urban Legend
A Hetalia Fanfiction by UltimateFujo
All the characters belong to Hidekaz Himaruya
I own this fic
this time,
Cellphone
from United Kingdom
'Where is my phone?'
Hetalia's England
Arthur mendengus.
Sudah sekitar satu jam ia mencari telepon selulernya, tapi sayangnya benda kecil itu belum ketemu juga. Ia sudah frustasi kehilangan alat –yang baginya- vital tersebut, bagaimanapun dia memang benar-benar membutuhkan benda itu. Apalagi sekarang ia harus menghubungi Francis untuk mengatur rapat dengan kliennya.
Arthur yakin menaruhnya didalam rumah, tapi ia lupa dimana tepatnya.
Kelelahan, ia memutuskan untuk istirahat sejenak. Arthur mendudukkan dirinya di kursi dapur. Tangannya memijat pelan kening berkeringatnya sementara matanya menelusuri ruang tamu dan dapurnya –dapurnya berhadapan langsung dengan ruang tamu-.
Tidak ada apapun kecuali telepon rumah.
Ah, telepon rumah!
Arthur merasa bodoh, harusnya ia ingat kalau ia mempunyai telepon rumah. Lelaki itu bangkit dari kursinya dan berjalan ke ujung dapur dimana telepon rumahnya diletakkan.
Arthur mulai menekan nomor hanphonenya dan menempelkan gagang teleponnya ke telinga. Dengan begini ringtone hpnya akan terdengar dan ia akan tahu dimana hpnya berada.
Namun tak terdengar suara apapun. Hening.
Arthur mendengar nada tunggu dari telepon rumahnya, tapi tidak ada bunyi ringtone handphonenya sama sekali. Pemuda itu hampir putus asa ketika ada seseorang menjawab panggilannya.
'Sial, apa aku salah memasukkan nomor?' gerutunya dalam hati.
"Hallo?" kata Arthur, berniat meminta maaf pada siapapun yang ia telfon karena salah sambung. Tapi tidak ada jawaban dari seberang.
Cukup lama ia menunggu, dan tetap tak ada jawaban dari sana. Samar-samar Arthur mendengar ada siaran tv dari seberang. Ia menoleh ke arah ruang tamunya, mendapati tvnya juga dalam keadaan menyala.
Dan ia juga menyadari bahwa suara tv diseberang dan dirumahnya sama.
"Halo?" ulang Arthur. Ia mulai merasa risih, tangannya meraih remote tv dan mengganti channelnya.
Pemuda itu dapat mendengar suara channel tv diganti dari seberang. Dan lagi, suara siarannya tetap sama.
Arthur mencoba berpikir positif, mungkin itu kebetulan. Ia mencoba mematikan siaran televisinya.
Dan suara tv diseberang juga terdengar seperti dimatikan.
Mulai merasa takut, Arthur memutuskan sambungan teleponnya dan menaruh gagang itu kembali. Arthur kembali duduk di kursinya tadi dan merenung.
Sejam kemudian, setelah mengumpulkan keberaniannya Arthur mencoba menghubungi nomornya lagi. Kali ini ia memencet dengan sangat hati-hati, tak ingin salah sambung seperti tadi.
Ring! Ring! Ring!
Arthur menghela nafas lega ketika mendengar ringtone hpnya berbunyi. Ia menutup telepon dan menghampiri asal suara tadi. Ternyata telepon selulernya terselip di sofa ruang tamu. Arthur memeluk dan mencium 'kekasih'nya tersebut sebelum mengecek daftar panggilan di hpnya.
Menyadari sesuatu, lelaki bermata hijau itu membulatkan mata dan berlari keluar dari rumahnya. Terkadang memejamkan mata sekuat mungkin dan memikirkan semuanya.
Ia tidak salah sambung. Ia memang menelpon ke hpnya. Arthur melihat nomor telepon rumahnya di daftar panggilan diterima.
Singkatnya,
Ada 'seseorang' dirumahnya.
