Urban Legend

A Hetalia fanfic

Hetalia belongs to Hidekaz Himaruya

This time,

Photographer

From Unknown

'Beware with your situation'

Hetalia's Prussia


Sekali lagi, Gilbert menatap pantulan dirinya di cermin.

Setelah beberapa kali mengecek, lelaki itu merasa bahwa persiapannya telah sempurna. Jadi ia meraih kameranya dan mengalungkannya di leher. Dengan mengenakan kemeja putih dan celana jeans hitam, penampilannya sudah lebih dari cukup untuk melakukan perjalanan kali ini.

Gilbert meraih ranselnya dan memanggulnya, berjalan keluar dari kamarnya. Matanya menangkap dua sosok yang tengah bergelut di depan tv, sesekali berteriak dan menyikut lawannya.

"Eh, sudah mau jalan Gil?" Antonio mem-pause game yang ia mainkan ketika melihat Gilbert hendak keluar. Pemuda itu mengangguk mengiyakan mendengar pertanyaan adiknya itu.

"Tidak menunggu Ludwig? Setahuku kali ini kau akan melakukan perjalanan dengannya" Francis ikut berucap, memperhatikan Gilbert sambil menaikkan sebelah alisnya.

"Ludwig bilang ia ada urusan, jadi kali ini aku akan melakukannya sendirian" balas Gilbert. Francis ber-'huh?' seperti biasa yang dibalas pukulan pelan oleh Antonio, berujar 'diam kau, bodoh'. Gilbert tertawa kecil melihat tingkah dua anak itu.

"Kemana Heracles?"

"Kau tahu sendiri, dia itu tukang tidur. Kurasa dia terlelap di dapur tadi" jawab Antonio. Gilbert mengangguk perlahan sebelum berpamitan. Mengambil kunci mobilnya sebelum mengendarainya keluar rumah.

Well, Gilbert terlahir sebagai anak pertama dari 2 bersaudara -Ludwig adalah adiknya yang masih hidup, sementara Severin.. sudahlah-. Ia hidup layaknya orang normal. Belajar, bermain, bersenang-senang. Ia cukup bersyukur atas hidup yang ia miliki. Prestasinya bagus sehingga ia mendapat beasiswa. Sementara sahabat-sahabatnya tengah 'berlibur' disini

Oh, dan lelaki ini juga memiliki hobi yang unik. Gilbert sangat menyukai mengabadikan keindahan alam, hobinya inilah yang membuatnya bekerja sebagai fotografer alam.

Gilbert tersenyum sendiri di dalam mobil. Ia tak sabar 'melahap makanan' favoritnya tersebut. Lokasi yang ia tuju sendiri kali ini cukup jauh, yaitu Hutan Rosswell. Kabar yang ia dengar hutan ini memiliki panorama yang sangat memikat, membuatnya jadi penasaran dan memutuskan untuk menjelajahinya.

3 jam perjalanan bukan waktu yang singkat, Gilbert harus bersabar melewati jalan yang berkelok, juga mendaki gunung yang cukup terjal. Namun bayaran yang ia dapat rasanya setimpal saat ia tiba disana.

"Indah sekali~ Hampir sama kerennya denganku" pujinya sambil merentangkan tangan, membiarkan angin mendekapnya. Hijaunya pepohonan membuat sejuk matanya. Burung-burung berkicau, jamur yang tumbuh bebas, serta beberapa kupu-kupu yang terbang melengkapi keindahan hutan ini.

Tak ingin membuang waktu, Gilbert melepas kamera DSLR-nya dan segera mengabadikan keadaan hutan itu. Kakinya melangkah menelusuri hutan lebih dalam, sementara tangannya tak henti-henti menekan tombol shutter. Keadaan disana benar-benar indah, membuat Gilbert merasa sangat takjub. Ia bahkan tidak tahu kata-kata apa yang perlu ia gunakan untuk mendeskripsikannya.

Hutan ini terlalu menakjubkan.

Keindahan Hutan Rosswell membuatnya terbius, Gilbert bahkan tak sadar hari sudah malam dan ia berjalan terlalu jauh ke dalam. Ia tersentak ketika mendengar suara burung hantu. Untuk sesaat, Gilbert terdiam sebelum membelalak.

Ia tersesat.

Sendirian. Di tengah kegelapan malam Hutan Rosswell.

Gilbert menghela nafas, sebelum menurunkan ranselnya ke tanah. Mengeluarkan barang yang ia perlukan dan mulai membuat tenda. Lelaki itu memang berencana bermalam disini, tapi ia tak menduga ia akan tersesat.

"Huh, aku harap matahari segera terbit. Baterai kameraku sudah hampir habis. Benar-benar tidak hebat" ucap Gilbert setelah menyelesaikan tendanya. Tangannya mengelus tengkuk ketika mendengar suara burung hantu dan lolongan serigala.

"Well, lebih baik aku cepat tidur. Keadaan makin mencekam disini" Gilbert bermonolog sebelum mengendikkan kedua bahunya. Lelaki itu memutuskan masuk ke dalam tenda miliknya. Berbaring disana, Gilbert menguap sebelum matanya terasa berat dan perlahan-lahan menutup.

Gilbert tertidur dengan pulas, cukup lama hingga matahari mulai mengintip dibalik ufuk merah. Pemuda itu terbangun ketika mendengar dering alarm tepat di telinganya.

"Huh?" gumam Gilbert sambil mengusap pelan matanya. Kantuk masih menguasainya, membuatnya menguap. Gilbert menggeleng perlahan sebelum meregangkan tubuhnya. Matanya mengerjap beberapa kali sebelum melirik sesuatu di ujung tenda.

Handphone.

"Hm? Aku tidak ingat aku membawa barang ini" katanya sambil meraih benda itu. Ia menatap layar handphone berwarna putih tersebut.

Pukul 05.45

'Masih pagi' batinnya. Gilbert menguap lagi sebelum mengambil kamera miliknya, sekedar ingin melihat-lihat hasil jepretannya kemarin.

Pemuda itu tersenyum puas saat melihat koleksi foto-foto yang telah ia ambil. Banyak panorama indah yang berhasil ia abadikan. Beberapa lama setelahnya, Gilbert menemukan sesuatu yang janggal.

Foto tenda miliknya.

Ingatan Gilbert mengatakan bahwa ia tidak pernah mengambil foto itu. Lagipula, semalam kan ia tersesat dan kelelahan sehingga langsung tertidur. Dan lagi, apa untungnya dia mengabadikan tenda?

Kalau bukan dia, lalu siapa?

Gilbert pikir Ludwig yang mengambilnya, sebelum ia ingat adiknya itu tidak ikut kemari.

Gilbert terdiam disana. Rasa takut mulai menjalari tubuhnya, membuatnya berkeringat dingin. Namun Gilbert menghela nafas dan mengendikkan bahu. Ia memutuskan melihat foto selanjutnya.

Dan apa yang ia lihat membuat Gilbert terperanjat kaget, bahkan hampir berteriak. Kameranya jatuh karena Gilbert tak sengaja melepaskannya.

Disana, di kamera itu, terpampang sebuah foto.

Foto dirinya yang tengah terlelap di dalam tenda.


HUAA UDAH BERAPA LAMA INI FF TERBENGKALAI?! /slaped

Ohh, maafkan saya yang sibuk bikin oneshoot sehingga multichap seperti ini keteteran m(_'_)m

MAAAFFF! OAO

Untuk review, maaf saya belum bisa balas satu-satu /taboked. Ini juga saya ketik sambil kejar waktu, banyak kerjaan yang belum saya selesaikan ._.

Terima kasih sebesar-besarnya pada TheDarknessOfHeaven23, Jesslynkr, Garmmon, Darknessisyorukaze, Jones Bonnefoy dan demonnicfox. Selamat juga pada 2 terakhir karena telah memenangkan kuiz kemarin :) Ficnya menyusul~

Untuk req, sementara ditunda dulu yaa~

Banyak yang ga ngerti sama UL sebelumnya. Penceritaan saya payah ternyata /sungkem. Untuk Reflection, ceritanya berkisar tentang Alfred yang ngeliat sosok misterius di depan rumahnya. Dinding depan terbuat dari kaca, sehingga dia bisa melihat seluruh panorama depan rumah. Singkat kata, dia nelpon polisi. Para opsir ga bisa nemuin jejak apapun dari sosok itu, tapi Ludwig kemudian nemu genangan darah di pekarangan belakang. Sadar apa yang terjadi, Alfed gemetaran.

Karena yang dia liat itu bayangan dari sosok tadi. Sejak awal sosok itu ada di belakang sofa tempat dia ngumpet.

Door Lock, mudah. Natalya punya stalker yang ngintipin dia tiap malem karena kamarnya ga dikunci. Jadi ketika Natalya ngunci rumahnya, si stalker nanya kenapa dia ngunci rumah sehingga orang itu ga bisa masuk.

Lalu Cell Phone. Iggy kira hapenya hilang. Tapi nggak, karena ketika dia telpon lewat telpon rumah, panggilannya dijawab cuma ga ada suara. Simpelnya, ada orang lain di sana selain dia.

Kira-kira begitu '-')/

Last, terima kasih sudah baca fic ini! Yang masih nungguin, silahkan tampar saya sekarang karena saya tahu saya salah ._.

Terima kasih!