Urban Legend
All the characters belong to Hidekaz Himaruya
this time,
I Know
from Unknown
'Shh, don't hide it.'
Hetalia's Indonesia
Kirana Kuspaharani berbaring di ranjangnya. Di sebelahnya, ibunya sedang duduk sambil tersenyum. Lalu sang ibu mengecup dahi Kirana pelan seraya berujar, "Sleep Well, dear. Have a nice dream"
Kirana ikut tersenyum. Ia memejamkan mata ketika ibunya menutup pintu kamar.
Ia mulai tertidur.
Kirana sedang tidur di kamarnya ketika ia mendengar suara langkah kaki di luar pintu kamarnya. Saat itu masih tengah malam dan karena penasaran, ia mengintip melalui lubang kunci untuk melihat apa yang terjadi.
Namun ia melihat sesuatu yang mengerikan. Seorang pembunuh dengan tangan berlumuran darah tengah menggendong mayat ayahnya menuruni tangga. Ia naik kembali hanya untuk menggendong mayat kedua, mayat ibunya.
Kirana tidak bisa berpikir, baru saja tadi ibunya menidurkannya. Ta-tapi sekarang?
Pembunuh itu naik lagi. Karena ketakutan, Kirana langsung naik kembali ke atas tempat tidur. Namun sebelumnya, ia sempat melihat sang pembunuh menuliskan sesuatu dengan darah di dinding tepat di luar kamarnya.
Suara pintu berdecit memecah keheningan malam. Pembunuh itu dengan langkah perlahan memasuki kamar Kirana. Tanpa suara, pembunuh itu bersembunyi di bawah kolong tempat tidur Kirana, membiarkan pintu kamarnya terbuka lebar.
Kirana memejamkan matanya, ketakutan setengah mati. Ia mencoba berpura2 tidur. Sebagai anak berusia 12 tahun, hanya itu yang terlintas di pikirannya. Ia sangat berharap pembunuh itu segera pergi meninggalkannya.
Kirana bisa mendengar desah napas pembunuh itu di bawah tempat tidurnya. Dengan bercucuran keringat dingin, Kirana mencoba membuka matanya sedikit.
Sekarang, dengan pintu kamarnya terbuka lebar, ia bisa membaca apa yang dituliskan pembunuh itu di dinding.
"AKU TAHU KAU SUDAH BANGUN."
Saya harusnya post ini tanggal 17 yang lalu :'D /headbang.
Anyway, chap ini pendek karna buru-buru, dan malah jadi gaje :'D Untuk memperingati kemerdekaan Indonesia sih (yang mana malah telat www).
Ah, terima kasih sudah membaca!
