Marriage
Disclaimer : Naruto so pasti punya om Masashi Kishimoto. Etha mah.. cuma pinjem karakternya aja πππ
Pairing : Sasuke-FemNaru, Gaara-FemNaru, Sasori-FemNaru, Sasuke-Sakura, Sai-ino, dan masih bnyk lainnya sesuai dg pengembangan cerita πππ
Rated : T bs naik jd M (Tergantung mood author yee ππ)
Genre : Romance, hurt, marriage, divorce, family.
Warning : OOC, Gak jelas kyk yg nulis, alur maju mundur cantik...cantik... (Loh kok jd lagunya syahrini sih?!) #abaikan authornya yg lagi sinting, Typo(s), gender switch, dan masih bnyk lainnya, so yg gk suka gk usah baca. Okay ππ
Info umur karakter :
1. Uzumaki Naruto : 29 tahun
2. Uchiha Sasuke : 30 tahun
3. Sabaku Gaara : 30 tahun
4. Haruno Sakura : 29 tahun
5. Uchiha Sarada : 6 tahun
.
.
.
.
.
Chapter 7 : Alasan Gaara
.
.
.
.
.
Selamat membaca! πππ
.
.
.
~0~0~0~
Naruto menyeret koper kecilnya dan menyelempangkan tas kotak kecil yang seragam dengan rekan-rekan pramugarinya yang lain. Sesekali dia tersenyum menanggapi rekan pramugari lainnya yang terus menggodanya atas hubungannya dengan Sasori dan juga dengan Gaara yang sama-sama berprofesi sebagai pilot. Naruto menghentikan langkahnya saat ia melihat Sasori dan Gaara berada disebuah restoran makanan cepat saji yang berada di bandara ini.
"Ada apa Naru?!"
Naruto tersenyum dan menggeleng pelan kepada semua rekan kerjanya. "Kalian duluan saja ke hotel, sepertinya aku masih ada urusan disini"
Wanita cantik rekan Naruto sesama pramugari itu tersenyum tipis dan menepuk bahu Naruto. "Kalau begitu kami duluan saja Naru, jangan lupa besok lusa kita ada penerbangan menuju Sunagakure bersama captaint Gaara dan captaint Sasori"
Naruto mengangguk pasti. "Aku mengerti! Sampai jumpa!" Jawab Naruto sambil melambaikan tangannya pada semua rekannya. Setelah semua teman-temannya terlihat semakin jauh, Naruto masuk kedalam restoran makanan cepat saji dimana Gaara dan Sasori berada.
"Boleh aku bergabung bersama kalian disini?"
Secara bersamaan Sasori dan Gaara langsung terkejut melihat keberadaan Naruto disini. Kemudian Sasori bangkit berdiri dan menggandeng tangan Naruto. "Urusanku dengannya sudah selesai. Lebih baik kita langsung check in hotel saja"
"Kau duluan saja, masih ada hal yang ingin aku bicarakan dengan Gaara"
"Tapi Naruto~"
Naruto berbalik dan menyatukan kedua tangannya dihadapan Sasori. "Aku mohon Sasori" Naruto sedikit berjinjit dan membisiki Sasori. "Kau mempercayaiku bukan?!"
Sasori terdiam sejenak sebelum akhirnya mengangguk dan pergi dari tempat itu.
Gaara menyesap kopi miliknya dengan perlahan, menikmati aroma kopi yang terasa menyegarkan di hidungnya. "Dia pria yang cukup emosional"
Naruto ikut duduk dihadapan Gaara kemudian menggeleng pelan menanggapi perkataan Gaara. "Tidak, kau salah. Sasori tidak pernah terpancing emosinya dengan siapapun kecuali denganmu" Naruto tertawa kecil. "Dia pria yang gigih dan pantang menyerah, sama sepertimu dulu"
Gaara meletakkan gelas kopinya diatas meja dan tertawa kecil. "Apa kau mencintainya?!"
Bukannya menjawab Naruto malah mengalihkan pertanyaan Gaara dengan pertanyaannya. "Apa hidupmu bahagia dengan istri barumu?"
"Aku tahu betul dengan sikapmu yang seperti ini, kau mengalihkan pembicaraan kita karena kau tidak sanggup menjawab pertanyaanku tadi bukan?!" Gaara membuang nafas berat. "Kau sama sekali tidak berubah Naru, berhentilah mempermainkan perasaan seorang pria"
Naruto mendengus sinis. "Kau yang telah mempermainkan perasaanku, Gaara" Naruto mengangkat sebelah alisnya dan tertawa mengejek. "Aku tidak melihat cincin pernikahan lain di jarimu selain cincin pernikahan kita. Kenapa kau tidak melepasnya?"
Gaara mengangkat kedua bahunya. "Kau sendiri juga melakukan hal yang sama denganku" jawab Gaara sambil menunjuk cincin di jari manis Naruto dengan dagunya. Gaara bangkit berdiri dan menarik tangan Naruto. "Sebaiknya kita bicara di tempat yang lebih privasi saja"
.
.
.
Kedua manik hitam Sasuke menangkap sosok Naruto yang masuk ke dalam mobil bersama dengan seorang pria yang sepertinya sangat familiar baginya. "Ibu, ibu tidak keberatan jika aku menitipkan Sarada kepada kalian? Sepertinya ada hal yang harus aku selesaikan dulu bu"
Mikoto tersenyum lembut. "Sarada cucu kami juga Sasuke, kenapa ibu harus keberatan. Lagi pula Sakura-chan nanti akan datang ke rumah, dia bilang dia sangat merindukan Sarada"
"Ibu berhentilah merepotkan Sakura bu. Aku tidak suka ibu terus menghubunginya dan memberi harapan palsu padanya"
Mikoto mengambil Sarada yang tertidur dalam gendongan Sasuke lalu masuk kedalam mobil mengikuti suaminya. "Sudah selesaikan urusanmu sana! Kami pulang dulu" Mobil sedan berwarna hitam itu mulai melaju meninggalkan Sasuke yang masih berdiri ditempatnya.
Sasuke langsung menghentikan sebuah taksi dan memerintahkan sopir taksi itu untuk mengikuti sebuah mobil sedan berwarna merah yang ditumpangi oleh Naruto dan seorang pria yang ia lihat tadi. Ada sebagian rasa tidak suka dihatinya saat Sasuke melihat pria itu menggandeng tangan dobenya.
Sasuke memicingkan matanya saat ia mengenali sosok pria yang sedang bersama Naruto, pria itu adalah Sabaku Gaara. Sahabat Naruto sekaligus orang yang menjadi pesaingnya dulu.
Sasuke berlari mengejar kedua sosok berbeda gender itu. Tetapi Sasuke mendesah kesal ketika ia mendapati Naruto dan Gaara sudah masuk ke dalam ruang VVIP sebuah restoran.
~0~0~0~
Naruto duduk dihadapan Gaara tanpa melepaskan tatapannya pada pria bermarga Sabaku itu. "Baiklah, aku tidak ingin basa-basi. Aku bersedia mengikutimu karena ada satu hal yang dari dulu hingga saat ini belum kau jawab dengan jujur" ujar Naruto memulai pembicaraan. "Apa alasanmu menceraikanku, dulu?!"
"Aku lihat sepertinya kau belum menikah lagi, dan kau juga masih memakai cincin pernikahan kita jadi apa alasanmu, Gaara?!" Tanya Naruto lagi.
Dengan sikapnya yang tenang, Gaara memanggil seorang pelayan dan memesankan makanan dan minuman untuk mereka berdua. "Jangan terlalu tergesa-gesa Naru, kita baru bertemu lagi selama hampir dua tahun kita bercerai. Bagaimana kabarmu?! Apa pria bernama Sasori itu adalah kekasihmu?"
"Dia kekasihku atau bukan, itu bukan urusanmu lagi Gaara" jawab Naruto dengan nada sinisnya. "Apa kau bahagia dengan perceraian kita?" tanya Naruto tanpa melepaskan tatapan kecewanya pada Gaara.
"Kau ingin jawaban bohong atau jujur?!"
"Gaara berhenti selalu memutar kata-kataku! Tentu saja aku menginginkan jawaban jujur!" Jawab Naruto yang mulai kesal karena Gaara terus membuat perbincangan mereka semakin rumit. Naruto akui, Gaara mempunyai sifat yang sangat tenang. Tapi di lain sisi, Naruto merasa sifat Gaara yang terlalu tenang itulah yang membuat adanya jarak diantara mereka selama pernikahan mereka.
"Aku tidak bahagia atas perceraian kita" jawab Gaara dengan senyum mirisnya. "Tetapi aku sama sekali tidak menyesal atas keputusanku untuk kita berpisah. Itu jalan yang terbaik untuk kita, Naru!"
"Tapi kenapa? Jika kau menceraikanku karena aku tidak mampu memberikan keturunan untukmu, kenapa kau tidak menikah lagi dengan wanita lain yang sanggup memberimu keturunan yang keluargamu inginkan 'hah? Apa selama ini, pernyataan cintamu kepadaku hanyalah sebuah omong kosong bagimu?"
Gaara bangkit berdiri dan menghampiri Naruto menyeret kursi di dekatnya lalu duduk di dekat wanita itu. Perlahan tangannya terulur membelai pipi Naruto dengan lembut. "Sampai saat inipun, aku sangat mencintaimu Naru" Gaara menarik dagu Naruto yang mulai mempejamkan matanya. "Tapi maaf, aku tidak bisa mengatakan alasan yang sebenarnya kepadamu. Percayalah, aku melakukan itu semua demi kebaikanmu" kata Gaara lalu menempelkan bibirnya pada bibir Naruto, menghisap lalu saling melumat satu sama lain dengan penuh kerinduan.
Bagaimanapun mereka telah hidup bersama selama lima tahun, sangat munafik bila mereka tidak saling merindukan satu sama lain.
"Aku juga sangat mencintaimu, Gaara. Kebaikan apa yang aku dapat selain rasa sakit ini Gaara. Katakan padaku!" Jawab Naruto disela ciuman mereka.
Gaara melepaskan pagutannya dan terdiam menerawang. "Tidak, kau membohongi dirimu sendiri Naruto. Sejak dulu, hatimu tidak sepenuhnya menjadi milikku" Perkataan Gaara terhenti saat seorang pelayan datang mengantarkan pesanan makanan dan minuman ke meja mereka.
"Itu tidak benar, Gaara! Aku mencintaimu! Apa kau tahu betapa aku sangat tersiksa karena perceraian kita?"
Gaara kembali duduk di tempatnya semula dan meminum kopi pesanannya dengan nikmat. "Kau akan membenciku setelah kau tahu, apa yang aku sembunyikan darimu Naru. Kedatanganku kembali kesini adalah untuk menebus semua dosa-dosa yang pernah aku perbuat. Percayalah Naruto, ini semua demi kebaikanmu!"
Naruto bangkit berdiri dengan emosinya yang meluap. "Kau egois Gaara! Kau sangat egois!" Naruto pergi dari tempat itu dengan airmatanya yang mulai kembali jatuh. Naruto sendiri merasa sebal karena ia merasa menjadi wanita yang sangat lemah karena cinta. Namun langkahnya langsung terhenti melihat seorang pria berdiri yang sama sekali tidak ingin dia temui, tengah berdiri di depan pintu ruang VVIP yang ditempatinya bersama Gaara.
"Kau menangis?!" Sasuke mengulurkan tangannya untuk menghapus airmata Naruto namun dengan cepat ditampik oleh Naruto.
"Bukan urusanmu!" Singkat Naruto menerobos keberadaan Sasuke.
Saat Naruto melewatinya, Sasuke langsung menggenggam tangan Naruto hingga wanita cantik itu tidak dapat pergi. "Kita perlu bicara! Aku ingin mendengarkannya langsung dari mulutmu sebelum aku mencari tahu kebenarannya!"
"Lepaskan dia!" Gaara menghampiri Naruto yang meronta pada genggaman Sasuke lalu melepas tangan Sasuke dari pergelangan tangan Naruto. "Sudah tidak ada yang perlu dibicarakan kembali denganmu, Uchiha!" lanjutnya dengan nada dingin dan menyeret Naruto keluar dari restoran.
"Tidak sebelum kita berbicara!" Sasuke mendengus dan menarik sebelah sudut bibirnya. "Apa hakmu melarangnya 'hah?!" Kata Sasuke menarik sebelah lengan Naruto yang bebas.
Cukup!
Naruto semakin dibuat kesal oleh kedua pria yang sama-sama sedang menarik tangannya saat ini. Apa mereka pikir dia adalah boneka yang saling direbutkan dan ditarik kesana kemari?
Naruto menghentakkan kedua tangannya sehingga pegangan Sasuke dan Gaara terlepas. "Lepaskan aku!" Naruto melirik Gaara sebentar kemudian menautkan tangannya pada Gaara. "Dia sangat berhak atas diriku!" Naruto mengangkat tangan kanan Gaara dan menunjukkan cincin pernikahannya dengan Gaara. "Dia suamiku, kami sudah menikah jadi jangan ganggu hidupku lagi Sasuke!"
Sasuke terkekeh pelan. Saat ini dia berusaha menormalkan perasaannya yang terasa sakit mendengar dobe-nya telah menikah dengan seseorang yang menjadi pesaingnya dulu. "Omong kosong apa ini?!"
Naruto sedikit memiringkan kepalanya dan tertawa sinis melihat reaksi Sasuke. "Kau bilang ini omong kosong?! Baiklah..." Naruto menghadap kearah Gaara, lalu dengan gerakan cepat Naruto menarik dagu Gaara lalu mencium bibir Gaara dihadapan Sasuke. Tidak berhenti disitu, Gaara malah menarik tengkuk Naruto dan memperdalam ciuman mereka menghiraukan segala tatapan aneh yang menuju ke arahnya.
"Gaara, kau minum alkohol?!" Tanya Naruto lirih disela ciumannya yang panas.
Naruto melepaskan pagutannya dan menormalkan deru nafasnya yang memburu. Naruto merasa lega karena Sasuke sudah pergi meninggalkan mereka, tanpa menimbulkan kekacauan di tempat ini. Setidaknya, ciuman itu mampu mengusir Sasuke pergi dari tempat itu...
Naruto kembali mengalihkan wajahnya menuju Gaara. Pria tampan bermarga Sabaku itu tiba-tiba terkekeh sambil bertepuk tangan.
"See?!" Kata Gaara singkat sambil mengangkat sebelah alisnya membuat Naruto semakin bingung dengan sikap sinis Gaara saat ini.
"Apa aku melakukan kesalahan?!" Tanya bingung Naruto. Naruto kembali masuk kedalam ruang VVIP yang dipesannya tadi. Ia melihat sebotol Vodka kosong tergeletak diatas meja itu.
Sejak kapan Gaara memesan minuman terkutuk itu?
Naruto mulai melihat Gaara berdiri dengan sempoyongan. Naruto menarik sebelah tangan Gaara dan membantu memapahnya. "Gaara sepertinya kau sudah mabuk! Sebaiknya kita kembali ke hotel, biarkan aku yang mengemudikan mobilmu" cemas Naruto.
Gaara tertawa sinis menanggapi raut wajah Naruto yang menatapnya dengan penuh kecemasan. "Apa kau mencemaskanku?"
Naruto mengangguk dan kembali berjalan memapah Gaara yang semakin bersikap aneh. "Kau berbohong! Aku tahu, kau tidak pernah mencemaskanku. Perasaanmu kepadanya tidak akan pernah berubah sejak tujuh tahun hingga saat ini! Kau masih mencintainya! Dan hari ini, aku sudah mendapatkan jawaban atas pertanyaanku selama ini. Alasanku menceraikanmu" kata Gaara melantur melepaskan tangan Naruto dari dirinya.
Naruto sedikit berlari mengimbangi langkah lebar Gaara yang berlari dengan sempoyongan menuju parkiran mobilnya. "Gaara?! Apa maksudmu? Bukankah kau yang mengatakan kepadaku bahwa kau yang ingin berpisah denganku karena kau ingin memiliki sebuah anggota keluarga baru yang akan menjadi penerus keluargamu?! Apa yang terjadi denganku maupun Sasuke, semuanya berakhir semenjak aku menikah denganmu tujuh tahun yang lalu!"
"Tidak Naru! meski kau memungkirinya dengan keras, seluruh hatimu hanya kau berikan kepada satu nama yaitu Uchiha Sasuke!" Gaara tertawa kencang hingga membuat orang-orang disekitarnya mengalihkan perhatian kepadanya. "Apa kau tahu? Aku berbohong kepadamu, mengenai itu semua! Kesalahannya ada padaku! Akulah yang menjadi penyebab kita tidak memiliki penerus setelah anak itu lahir. Aku mandul! Akulah yang mandul! Bukan dirimu!" teriak Gaara dengan lantang.
Seketika itu juga seluruh pertahanan yang Naruto bangun dengan Kukuh, roboh bersamaan dengan pernyataan jujur Gaara. "Ja-jadi k-kau menceraikanku bukan karena kelemahanku?" Tanyanya dengan mata yang berkaca-kaca.
Gaara kembali berpegangan pada dasbor mobilnya dan memijat pelipisnya yang terasa pening. "Rahimmu memang terluka dan cacat, tapi kau masih bisa memiliki harapan untuk menimang seorang bayi walaupun harapan itu sangat kecil!" Gaara kembali tertawa tidak jelas. "Awalnya aku berpikir, alasan terbesarku menceraikanmu adalah agar kau hidup bahagia bersama suamimu yang baru dan kau bisa memiliki buah cinta bersamanya dan hidup berbahagia. Tetapi ternyata aku adalah pria yang paling munafik, Naruto!" racau kembali Gaara dalam segala ketidaksadarannya.
"Aku menceraikanmu, karena aku lelah! Aku lelah menjadi tempat sandaranmu disaat pria brengsek itu meninggalkanmu, aku juga lelah karena selama lima tahun pernikahan kita kau tidak pernah membalas perasaanku! Pernyataan cinta yang kau ucapkan tadi hanya omong kosong Naru! OMONG KOSONG!" Lanjut Gaara dengan berteriak.
Airmata Naruto langsung meluncur begitu saja, setelah dua tahun perpisahannya dengan pria ini. Naruto baru mengetahui jika Gaara menceraikannya bukan karena kecacatannya sebagai seorang wanita. Tapi karena maksud baik Gaara untuk melepaskannya dengan pria lain yang mampu membuat keinginan terbesarnya menjadi seorang ibu terpenuhi.
Terlepas dari rasa cemburu Gaara dan kesalahpahaman mengenai perasaannya selama ini...
Blamm...
Naruto sangat terkejut saat ternyata Gaara sudah menutup pintu mobilnya dengan sangat keras lalu mengemudikan mobilnya dalam keadaan mabuk. "GAARA! TUNGGU! DENGARKAN PENJELASANKU!" teriak Naruto sambil memukul kaca jendela pria itu dengan cukup keras.
Naruto jatuh bersipuh di jalan aspal yang kasar sambil menangis. "Maafkan aku, Gaara! Maafkan aku karena selama ini aku tidak peka terhadapmu!" Naruto meremas dadanya dengan sangat kuat. "Apa kau tahu?! Aku tidak berbohong! Aku benar-benar mencintaimu! Seiring berjalannya waktu selama pernikahan kita, aku mulai belajar mencintaimu!"
Naruto melepaskan sepatu hak tingginya dan melemparkannya dengan asal. "Tapi disaat aku mulai mencintaimu, kau menceraikanku Gaara! Kau meninggalkanku dengan alasan yang begitu menyakiti hatiku. Pernyataanmu itu yang membuat aku menganggap bahwa kau sama brengseknya dengan dia, yang meninggalkanku setelah kau bosan denganku!"
Naruto mengusap kasar airmatanya dan berusaha menormalkan suaranya, kemudian merogoh tas genggamnya dan mencari ponselnya yang kini telah berganti warna menjadi merah muda karena ponsel lamanya yang hilang.
"Halo, Ino?!"
"..."
"Ini aku, Naruto. Ponsel lamaku hilang!"
"..."
"Apa kau bisa menemaniku ke suatu tempat?"
"..."
"Aku janji aku yang akan mentraktirmu sepuasnya!"
"..."
"Jemput aku di Restoran Mirai"
Naruto langsung mengakhiri panggilannya dan bangkit berdiri dan berteduh, menunggu kedatangan temannya yang akan menjemputnya dan membantunya melupakan semua masalahnya hari ini.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
TBC
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Yeyeye...
Ahaiii etha kembali hadir dg chapter baru ππππ
Gk bs bnyk komentar nih, sedikit menjawab pertanyaan. Status Sasori dsni adalah kekasih Naruto, dan Gaara, dia itu mantan misua (#eh maksudnya suami)nya Naruto. Kalo Sasuke? Die mah di mantan pacarnya si Naru.
Sedikit mereview, mungkin chapter ini sedikit membingungkan para readers sekalian tapi aku merasa perasaan Naruto ke Gaara itu wajar kok. Mengingat lima tahun pernikahan yang telah mereka jalani bersama, munafik banget bila tidak ada rasa di antara mereka.
Ada pepatah jawa mengatakan 'Witing tresno jalaran soko kulino' maksudnya 'Cinta datang karena terbiasa' dan etha rasa pepatah masih berlaku hingga kini.
Tapi jangan salah sangka dulu yeee...
benih-benih cinta bila dipupuk dan dirawat dg benar maka hasilnya akan memuaskan tetapi sebaliknya. Jadi apa menurut kalian She still have some feeling for her ex-husband hm? ππ
Untuk saat ini ide menulis ff-marriage masih bertebaran di kepala etha. Jadi etha lg nulis klnjutan ff ini. Doain aja ide utk ff lain ikut muncul.
Oh iya nanti ada beberapa part utk flashback ttg hubungan Gaara-naruto-Sasuke, tentang alasan Sasuke meninggalkan Naruto n bagaimana Naruto bs merried sm Gaara. Tp di balik itu smua ada satu rahasia besar yg berkaitan dg masa lalu mereka.
Penasaran?
Tunggu next chapter ya guys ππ
See u next chapter guys...ππ
Jangan lp reviewnya yups?! π³π³
Minggu, 16 April 2017
Ethatataππ
