Marriage

Disclaimer : Naruto so pasti punya om Masashi Kishimoto. Etha mah.. cuma pinjem karakternya aja 😁😁😁

Pairing : Sasuke-FemNaru, Gaara-FemNaru, Sasori-FemNaru, Sasuke-Sakura, Sai-ino, dan masih bnyk lainnya sesuai dg pengembangan cerita 😝😝😝

Rated : T bs naik jd M (Tergantung mood author yee 😜😜)

Genre : Romance, hurt, marriage, divorce, family.

Warning : OOC, Gak jelas kyk yg nulis, alur maju mundur cantik...cantik... (Loh kok jd lagunya syahrini sih?!) #abaikan authornya yg lagi sinting, Typo(s), gender switch, dan masih bnyk lainnya, so yg gk suka gk usah baca. Okay 😜😜

Info umur karakter :

1. Uzumaki Naruto : 29 tahun

2. Uchiha Sasuke : 30 tahun

3. Akasuna Sasori : 30 tahun

4. Sabaku Gaara : 30 tahun

5. Haruno Sakura : 29 tahun

6. Uchiha Sarada : 6 tahun

.

.

.

.

.

Chapter 9 : Keluarga?!

.

.

.

.

.

Selamat membaca! πŸ˜‰πŸ˜‰πŸ˜‰

.

.

.

~0~0~0~

Mikoto duduk di samping putranya yang kembali menangis keras. Dia tahu dan sangat tahu, putranya ini benar-benar terluka. Untuk kali pertama dalam hidupnya, Mikoto melihat Sasuke menangis dengan sangat keras...

"Sasuke, ibu tahu kau sangat menyesali apa yang telah terjadi pada tujuh tahun yang lalu. Tapi ini semua bukan salah Sarada sayang! Dia sama sekali tidak tahu apapun tentang permasalahan yang terjadi diantara kalian" Mikoto menangis dan memukul dadanya dengan cukup keras. "Ibu yang bersalah Sasuke! Ibu yang memintamu bertanggungjawab atas anak kakakmu yang berada didalam kandungan Samui. Ibu yang memaksamu untuk menikahi Samui dengan alasan bahwa itu adalah permintaan terakhir kakakmu sebelum Itachi meninggal" ungkap sesal Mikoto.

"Kakakmu Itachi hanya berpesan kepada ibu, agar kau mau mencintai anaknya seperti anakmu sendiri. Tapi dia tidak menuntutmu untuk bertanggungjawab atas Samui." Mikoto memeluk Sasuke dengan perasaan bersalahnya. "Maafkan ibu, Sasuke! Maafkan ibu! Kalau saja waktu itu, Samui tidak melakukan bunuh diri dalam keadaan mengandung Sarada. Mungkin ibu tidak akan memaksamu memutuskan pacarmu dan menikahi wanita yang seharusnya menjadi kakak iparmu"

"Ibu sama sekali tidak berpikir jika kau akan berbuat sejauh itu dengan kekasihmu 'nak! Ibu pikir hubungan kalian hanya main-main sebab kau tidak pernah mengenalkannya pada ibu!" tambah Mikoto lagi sambil membelai sayang rambut Sasuke dan memeluknya.

Sasuke melepaskan pelukan pada ibunya dan tersenyum pedih mengenang wanitanya dulu. "Dia berasal dari sebuah keluarga sederhana bu, dia hanya tinggal bersama dengan ibunya. Hal itu juga yang menjadi alasannya menolak ajakanku untuk mempertemukannya dengan ibu. Dia merasa tidak sepadan dengan keluarga kita, keluarga Uchiha." Sasuke kembali menatap kedua bola mata ibunya. "Dan apa ibu tahu?! aku bahkan memutuskannya dengan mengungkapkan apa yang menjadi ketakutannya selama ini. Aku bilang dia tidak sepadan denganku dan aku akan menikahi dengan seorang wanita yang berasal dari kalangan yang sepadan denganku. Aku juga bersalah atas hal ini bu! Aku sangat bersalah atas hal ini!"

Sasuke kembali menyalakan ponsel berwarna putih di genggaman tangannya dan menunjukkan sebuah foto pada ibunya. "Ibu lihat foto ini?! Dia begitu terlihat sangat cantik dengan perutnya yang membuncit, bu"

Mikoto meraih ponsel yang ditunjukkan Sasuke padanya. "Sasuke, darimana kau mendapatkan foto ini?"

"Ini handphone miliknya bu. Kami bertemu di Konoha sekitar seminggu yang lalu, dia begitu ketakutan melihatku dan lupa dengan ponselnya yang terjatuh"

"Kalau begitu, kau harus mencarinya lagi Sasuke! Kau cari dan nikahi dia, dengan begitu anakmu akan mengenalmu sebagai ayahnya" Mikoto sedikit menyunggingkan senyumnya dan menangis terharu. "Oh Tuhan, ternyata aku memiliki seorang cucu lagi yang sama sekali tidak aku ketahui keberadaannya! Kau harus menikahinya, Sasuke!"

Sasuke memejamkan matanya sejenak teringat akan pertemuannya dengan Gaara dan juga Naruto lalu kembali menangis. "Semua sudah terlambat bu! Dia sudah menikah dengan pria lain! Aku bahkan tidak tahu apakah anakku laki-laki atau perempuan. Yang aku tahu, anakku pasti akan seumuran dengan Sarada bu!"

Mikoto mengusap airmatanya dan mengguncang lengan Sasuke. "Satu hal yang harus kau ingat Sasuke, tidak ada mantan orangtua atau mantan anak di dunia ini Sasuke. Kau harus mencari anakmu dan dia harus tahu mengenai ayahnya, ayah kandungnya!"

.

.

.

.

.

Marriage

.

.

.

.

.

Sasori dan Naruto berjalan sepanjang koridor rumah sakit dengan penuh kecanggungan. Naruto yang malu atas perbuatannya kemarin malam yang mabuk-mabukan dan Sasori yang merasa canggung atas kebungkaman Naruto.

"Eum...Naru, mengenai perkataan dokter tadi~" Sasori mencoba membuka pembicaraan diantara mereka, tetapi dengan cepat Naruto menyela perkataannya.

"~Aku tahu apa yang akan mereka katakan. Mereka akan menasehatiku untuk tidak menyentuh alkohol lagi, meminum obat dan mengikuti terapi untuk kesembuhan rahimku. Aku rasa itu semua cuma omong kosong, Sas! Sudah banyak obat yang masuk melalui tenggorokanku dan mengikuti semua saran mereka tapi tetap saja dokter selalu memvonisku bahwa aku akan susah memiliki bayi lagi." potong Naruto cepat. "Kau mungkin sudah mendengar perkataan kacauku kemarin tentang kemandulan Gaara, tetapi tetap saja Sasori. Rahimku cacat setelah kecelakaan itu dan aku tidak akan pernah menjadi wanita yang sempurna" lanjut Naruto dengan lirih. Naruto tahu perkataannya ini terasa sangat kejam, tetapi dia tidak ingin kembali merasakan sebuah harapan yang pada akhirnya akan menjatuhkannya kembali.

Sasori menghentikan langkahnya dan juga menghentikan langkah Naruto lalu mengangkat wajah Naruto yang tertunduk lesu dengan senyum kesabarannya. Ia menyingkap anak rambut Naruto ke belakang telinga wanita itu dengan lembut dan mencium keningnya. "Tidak, jangan katakan itu lagi Naru! Bagiku kau adalah wanita yang sangat sempurna." Dengan lembut tangan Sasori membingkai wajah Naruto. "Kau cantik, baik, pandai, dan kau juga wanita yang sangat tegar meski terkadang kau sangat menyebalkan dengan sifat keras kepalamu itu. Tapi aku beruntung telah memilikimu di dalam hidupku"

Naruto kembali mengembangkan senyum manisnya. Sasori selalu bisa membuat mood-nya kembali seperti semula. Dengan gemas ia mencubit pipi putih milik kekasihnya ini yang memang terlihat sangat imut, terkadang Naruto sangat heran dengan wajah kekasihnya ini. Usia mereka hampir sama, bahkan usia Sasori lebih tua satu tahun. Tapi terkadang, masih banyak orang mengatakan jika umur Sasori jauh di bawah umurnya. "Baiklah tuan imut, sudah cukup pujiannya. Ya... meskipun yang terakhir itu tidak bisa dikatakan sebagai pujian dan itu sangat menyebalkan tapi sekarang aku jadi mengerti bagaimana caramu dulu menaklukkan banyak wanita untuk bersamamu~"

Sasori membalas cubitan pipi Naruto dengan mencubit hidung mancung Naruto. "~dan sekarang hanya kau, satu-satunya wanita di dalam hidupku. Aku bisa menjamin itu" Sasori mendekap tubuh mungil Naruto dan mengajak kekasihnya itu untuk kembali berjalan. "Karena hanya Uzumaki Naruto, satu-satunya wanita yang mampu membuat Akasuna Sasori menghentikan petualangan cintanya"

Naruto kembali tertawa renyah dan memicingkan matanya pada Sasori. "Aku tidak menyangka bahwa tuan sombong dan sok tampan yang pernah kutemui dulu akan berkata manis seperti ini kepadaku"

"Hey...aku memang tampan! Kau saja yang sejak dulu selalu mengabaikan ketampananku ini!"

Naruto memutar kedua bolamatanya malas. "Berhenti bersikap overconfident Sasori" balas Naruto tidak mau kalah. Dan akhirnya suasana canggung itu cepat berubah dengan perdebatan kecil mereka.

.

.

.

Pagi ini, Naruto mengalami muntah-muntah hingga kekurangan cairan tubuh akibat sebotol tequilla yang dia habiskan kemarin malam. Sebagai kekasih yang baik, tentu saja Sasori langsung membawanya ke rumah sakit. Namun bukan Naruto namanya jika dia mau menjalani rawat inap di sebuah rumah sakit.

Rumah sakit hanya mengingatkannya kembali pada kepedihannya saat kehilangan putranya...

"Ibuku yang cantik!"

Langkah Naruto terhenti saat seorang gadis kecil memanggilnya dengan lantang. Sebuah panggilan yang sangat unik, dan hanya satu orang yang memanggilnya seperti itu.

Sarada

Naruto langsung berbalik dan membuka kedua lengannya saat Sarada berlari menuju kearahnya lalu menggendongnya. "Ibu, apa ibu sakit?" Tanya Sarada pada Naruto.

Naruto langsung menginjak kaki Sasori dengan heelsnya saat Sasori akan menjawab pertanyaan Sarada. "Tidak, ibu sangat sehat. Kau sendiri, sedang apa dirumah sakit sayang?! Tidak baik bagi anak kecil bermain dilingkungan rumah sakit"

"Mama Sakura adalah suster dirumah sakit ini. Mama sedang bekerja saat ini dan Sarada menunggu ayah menjemput Sarada"

Naruto memasang pose berpikirnya lalu kembali tersenyum. "Hmm...jadi kau menunggu ayahmu menjemputmu? Bagaimana kalau kita menunggu ayahmu dengan satu cone ice cream?! Setuju?!" Sarada mengangguk riang dalam gendongan Naruto. "Sasori, sebaiknya kau pulang lebih dulu. Aku ada sedikit urusan bersama malaikat kecilku ini"

Sasori mendengus kesal sambil memegangi kakinya yang habis diinjak oleh Naruto. "Terserah... aku akan pulang mengobati kakiku yang lecet karena ulahmu barusan! Jangan pulang malam-malam Naru! Dan jangan melampiaskan masalahmu dengan alkohol!"

Naruto mendorong tubuh Sasori. "Iya...iya...aku mengerti! Sana kau pulang sana! hush...hush..." Naruto memanyunkan bibirnya sebal sembari menggerutu kecil. "Seperti dia tidak saja! Dasar Sasori menyebalkan!"

Selepas kepergian Sasori, Naruto menggendong Sarada dan berjalan menuju kantin rumah sakit sambil bercanda dengan gadis kecil ini. Entah kenapa Naruto sangat menyukai gadis kecil ini?!

Naruto tersenyum melihat Sarada melambaikan tangannya dan memanggil seseorang yang dipanggilnya ayah. Dengan perlahan Naruto membalikkan badan untuk berkenalan dengan ayah Sarada. Dan betapa terkejut dirinya saat orang yang dipanggil ayah oleh Sarada adalah...

Gaara?!

Sabaku Gaara?!

"Ternyata apa yang kau katakan padaku kemarin hanya omong kosong tuan Sabaku Gaara?! Kau menceraikanku karena kau harus bertanggungjawab atas putrimu ini bukan?!" sinis Naruto.

Gaara tertawa kecil menanggapi tatapan curiga Naruto. "Ya dia putriku, tapi putri angkatku. Aku sudah menganggapnya sebagai putriku walau dia bukan putri kandungku, kau pasti sudah mendengar semua perkataanku saat aku mabuk kemarin. Aku tidak akan bisa mempunyai anak"

Sarada bergantian menatap Gaara kemudian Naruto dengan pandangan polosnya. "Ayah?! Ibu?! Kalian saling mengenal?!"

Gaara menaikkan sebelah alisnya terkejut. "Kau memanggilnya siapa Sara?!"

"Ibu, ibuku yang paling cantikkk sedunia" jawab Sarada. Gaara hanya tersenyum tipis dan mengusap rambut Sarada setelah mendengar perkataan Sarada. Sedangkan Naruto akhirnya bisa mengerti kenapa Sarada memanggil Gaara dengan sebutan ayah. Mungkin hampir sama dengan dirinya, Sarada memang sangat mudah dicintai oleh setiap orang.

"Ayah, apa hari ini kita jadi jalan-jalan? Bolehkah aku mengajak ibu dalam acara jalan-jalan kita?" Tanya Sarada pada Gaara.

Gaara tersenyum dan mencubit pipi Sarada. "Tentu saja boleh. Itu jika ibumu mau ikut bersama dengan kita"

Dengan cepat Sarada menarik-narik tangan Naruto dengan tatapan memohonnya yang sangat lucu. "Ibu, ibu ikut ya?! Ayo ikut? Aku mohon?!" kata Sarada dengan tatapan puppy eyes no jutsu miliknya yang tentu saja tidak dapat ditolak oleh Naruto. Naruto menghembuskan nafasnya pelan sebelum akhirnya mengangguk setuju.

Sarada terpekik riang lalu tangan kirinya langsung ia gunakan untuk menggandeng Gaara, dan tangan kanannya ia gunakan untuk menggandeng Naruto dan berjalan beriringan seperti sebuah keluarga. Sebuah keluarga dimana ada ayah, ibu, dan putri kecil mereka.

'Seandainya enam tahun yang lalu aku tidak melakukan kebodohan, mungkin keluarga kita akan bahagia seperti ini Naru. Keluarga kita, dimana ada aku sebagai ayahnya, kau sebagai ibunya, dan putri kita... Sarada' ucap Gaara dalam hati.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

TBC

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Haiii gaeeessss 😁😁😁😁😁

Btw gimana komen kalian pd chapter kali ini? Kalo kalian cermati dr chapter awal, chapter ini termasuk chapter spesial menurut etha karena di chapter ini terungkap mengenai pernikahan Sasuke dan sedikit bocoran mengenai sebuah rahasia besar yang disembunyikan Gaara.

Ada yang tahu apa itu?

Semoga makin penasaranπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

See u next chapter πŸ˜‰πŸ˜‰πŸ˜‰

Kamis, 04 Mei 2017

Ethatata😘😍