THE KING'S CONCUBINE
Pairing : Yunho x Jaejoong
Genre : Romance/Hurt/Historical
Rate : T/M
Cast lain :
Jung changmin : adik tiri yunho
Jung heechul : ibu kandung yunho (ibu suri)
Park yoochun : ahli nujum istana
Choi siwon : paman yunho/adik ibu suri
Disclaimer : they are not mine but this story is mine
Warning : kesalahan ejaan dan pemilihan data, miss typo, penceritaan ngebut.
.
Akhirnya saya update juga… Horeeeeeee!
Saya minta maaf sama reader yang pada nunggu kelamaan, kemaren2 saya lagi focus sama fic saya yang laen. Makasih ya udah follow fic ini dengan setia…
Banyak yang nanya, apa fic ini bakal mirip banget sama legenda yang saya jadikan inspirasi. Pastinya bedalah ya…
Kalo legendanya kan singkat banget gitu, tau2 rajanya sakit-sakitan dan kitsune nya ketauan sama ahli nujum istana. Akhirnya dia kabur trus berubah jadi batu deh di gunung. Yang pasti cerita saya ga bakal gini. Hahaha…
Tanpa ba bi bu, langsung dinikmati aja.
Dozo!
.
.
Merah muda mewarnai pohon-pohon sakura yang begitu rindang. Jaejoong yang belum mampu berubah wujud menjadi manusia, bermain bersama anak-anak rubah lainnya. Musim semi berubah menjadi musim panas, bunga matahari bermekaran dengan indah. Kumpulan rubah dalam kelompok jaejoong semakin berkurang, beberapa diantaranya mati karena usia senja, begitupun dengan ayah jaejoong.
Daun-daun kering berjatuhan, musim gugur telah tiba. Namun keindahan musim gugur tidak menghentikan terjadinya perang di Hokkaido, sebagian besar hewan-hewan hutan terkena imbasnya. Banyak yang terbunuh dan mati kelaparan, menyisakan keluarga jaejoong. Warna putih membentang luas, hujan dan angin salju datang silih berganti. Ibu jaejoong mati demi melindungi kedua anaknya. Jaejoong dan adiknya pergi meninggalkan Hokkaido untuk mencari tempat yang lebih aman. Di musim salju ini, jaejoong telah genap berusia 100 tahun dan menjelma menjadi siluman rubah.
.
Jaejoong membuka matanya perlahan, bangun dari tidurnya. Dia dapat merasakan basah di pipinya.
"Apa yang kau mimpikan, joongie? Sehingga membuatmu menangis…" yunho mengusap air mata di pipi putih jaejoong dengan lembut.
Terkadang jaejoong bermimpi tentang masa kecilnya di hutan, atau perjalanan bersama keluarganya. Jaejoong merindukan alam yang memeliharanya tumbuh sejak kecil. Dan setiap mengingatnya ada rasa keharuan dalam hatinya, sehingga selalu meneteskan air mata.
"Hanya mimpi buruk biasa, yang mulia" ucap jaejoong beringsut memeluk yunho yang terbaring bersamanya. Yunho memandang wajah sembab selir barunya.
"Kau merindukan keluargamu?" tanya yunho. Jaejoong yang sedikit terkejut hanya diam.
"Aku mengerti perasaan itu. Terkadang aku mengingat masa kecilku dimana ayahanda masih hidup dan ibunda masih menyayangiku" ucap yunho memandang keluar jendela. Jaejoong ikut memandang bulan di luar kamar dalam pelukan yunho.
"Karena itu aku memilih untuk menghabiskan waktu luang berburu ke hutan. Suasana alam di hutan membuatku tenang…" lanjutnya.
"Kau mengingatkanku akan padang rumput luas, selalu membuatku nyaman" yunho memandang iris mata jaejoong yang menyala dalam gelap (iris mata rubah memantulkan cahaya seperti mata kucing). Dia tidak pernah merasa takut melihatnya, menurutnya mata jaejoong terlihat indah dan mempesona.
Yunho menggerakkan tubuhnya perlahan keatas tubuh jaejoong. Mereka telah bercinta beberapa kali, tapi tidak akan pernah cukup untuk yunho. Tubuh jaejoong bagaikan candu baginya. Yunho membuka tali kimono tidur jaejoong sehingga memperlihatkan tubuh polosnya. Jaejoong hanya diam memandang yunho, rambutnya yang sehitam langit malam tergerai memanjang hingga keluar dari futon. Tubuh jaejoong yang kecil dan kurus belum matang dan dewasa. Namun yunho selalu merasakan birahi tiap memandangnya.
Jaejoong memang merupakan siluman rubah yang telah mencapai usia 100 tahun, namun usia ini tergolong muda untuk ukuran kitsune karena mereka bisa hidup hingga beribu-ribu tahun lamanya. Oleh karena itu, wujud manusia jaejoong masih beranjak remaja dan rentang hidupnya akan lebih lama dari manusia.
Yunho menurunkan tubuh besarnya yang diapit oleh kedua paha putih jaejoong, kemudian melingkarkan kedua lengannya ke belakang punggung jaejoong. Tubuh keduanya kini telah menempel rapat. Yunho mulai mencumbu bibir ranum jaejoong dengan pelan. Jaejoong mengikuti permainan bibir yunho dan menyesapnya dengan lembut. Jaejoong membiarkan tubuhnya direngkuh erat oleh yunho, rasanya sangat nyaman bagai terombang-ambing oleh ombak.
Tubuh keduanya saling bergesek setiap terjadi gerakan kecil. Jaejoong merasa hangat merasakan berat tubuh yunho diatas tubuhnya, semakin membuatnya enggan untuk berpisah.
"Mmmhhhh…" jaejoong mendesah kala yunho menghisap dan mengecupi lehernya sehingga menimbulkan noda-noda merah diatas warna putih. Jaejoong merasa geli saat yunho mulai menjilati kulit antara dada dan ketiaknya. Yunho menggerakkan pinggulnya perlahan, sehingga penis keduanya saling bergesek. Setiap perlakuan yunho padanya sebelum bercinta selalu membuat tubuh jaejoong panas dan bergetar.
"Ughhh…" kali ini yunho mengerang rendah, kala tangan mungil jaejoong menangkap penis yunho. Dia bisa merasakan berat penis besar yunho yang berkedut di telapak tangannya. Jaejoong mengelus lubang di kepala penis yunho dengan jari telunjuknya, tak lama dia dapat merasakan cairan bening membasahi jarinya.
Yunho menekuk kedua kaki jaejoong dan meletakkannya diatas bahunya. Lalu memasuki lubang anal jaejoong dengan penisnya yang besar dan panjang. Yunho menggerakkan pinggulnya dengan cepat menimbulkan suara decakan akibat kulit yang saling bersentuhan. Tangan jaejoong terus membelai paha yunho dengan lembut dan desahan keluar dari bibir merahnya.
Yunho terus menyetubuhi jaejoong hingga mencapai klimaks dan menyemburkan spermanya di dalam lubang ketat jaejoong. Setelah kenikmatan yang yunho dapatkan dari jaejoong, tentu sang kaisar tidak akan membutuhkan wanita lain lagi. Hanya jaejoong seorang yang dapat memuaskan yunho, dan jaejoong akan memanfaatkan perasaan yunho untuk mewujudkan ambisinya.
Selamat datang, yang mulia jung. Kau telah tiba diatas taman yang indah dan berbahaya.
.
Semenjak jaejoong tinggal di istana, yunho lebih senang menghabiskan waktu bersamanya. Bahkan hampir setiap malam ia tidur di kediaman jaejoong. Dan yunho selalu mengabulkan apapun yang diinginkan oleh selir cantik ini. Seluruh halaman istana di kediaman selir kim dipenuhi oleh taman bunga lily putih. Saat jaejoong menginginkan seekor kucing berbulu abu-abu dan bermata hijau, yunho mencarinya hingga ke negeri daratan asing. Karena jaejoong sangat takut dan membenci anjing (menurut kepercayaan rubah takut akan anjing besar), yunho menurunkan perintah untuk membunuh seluruh anjing di wilayah istana dan di kota, termasuk anjing peliharaan.
Dan jika itu semua belum cukup, pada suatu musim semi yang cukup panas yunho dan jaejoong sedang tidur siang bersama. Yunho yang terbangun lebih dulu menyadari bahwa lengan kimononya tertindih oleh kepala jaejoong yang masih tertidur. Karena tidak ingin mengganggu tidur sang kekasih hati, yunho memotong kain lengan kimononya yang terbuat dari benang emas itu secara perlahan. Cinta dan perhatian yunho pada jaejoong bahkan sudah sampai sejauh ini.
(Fakta historical: kejadian diatas terinspirasi dari kisah cinta homoseksual antara Kaisar Ai dari Dinasti Han dengan panglima kerajaannya, Dongxian. Meskipun mereka berdua sama-sama telah beristri tapi tidak menghentikan affair antara keduanya. Kisah ini dikenal sebagai "Passions of The Cut Sleeve"di Negara china yang berarti preferensi seksual seorang pria pada pria lainnya.)
Begitu yunho muncul dengan lengan kimono terpotong dari kimono kebesarannya, kisah cinta antara kaisar Heian dengan selir prianya semakin tersebar hingga keluar istana. Mereka berdua menginspirasi setiap orang yang memiliki romantika antar pria, sehingga mereka merayakannya dengan memotong lengan kimono masing-masing.
Namun tidak semua orang bahagia mendengar berita ini, meskipun hubungan sesama jenis antar pria bukan hal tabu (Sejak jaman Heian hingga restorasi Meiji, Negara jepang masih terbuka terhadap hubungan homoseksual bahkan telah menjadi hal yang lumrah terjadi di setiap rumah tangga menengah keatas dan keluarga bangsawan).
Yunho semakin mengabaikan kewajiban kenegaraannya sebagai kaisar, bahkan dia hampir melupakan tugas-tugas resmi istana. Setiap hari, hanya jaejoong yang memenuhi kepalanya. Banyak masalah yang terbengkalai karenanya. Hal ini menimbulkan tumbuhnya musuh-musuh politik baru untuk melawan yunho, tidak terkecuali keluarga dari pihak ibunya, jung heechul.
"Aku sungguh kecewa, yang mulia!" heechul menggeram saat menghadap yunho. Sudah cukup lama heechul membiarkan kelakuan yunho selama ini hanya karena selir kim yang manja. Terlebih dengan rasa malu yang harus dihadapinya setiap mendengar berita mengenai yunho yang bagai kerbau dicocok hidungnya oleh seorang bocah berusia 14 tahun!
"Aku sudah cukup tau segalanya hanya dengan melihatmu bersama selir kim. Apa kau tidak merasa malu yang mulia? Kalian berdua bahkan terlihat seperti ayah dan anak saat bermesraan di taman istana" lanjutnya panjang. Menerima jaejoong sebagai selir istana merupakan kesalahan besar yang pernah heechul lakukan.
"Ibunda, mungkin ini terdengar konyol. Tapi di usiaku sekarang, aku baru saja merasakan cinta. Dan aku merasakannya pada jaejoong meskipun kami terlihat seperti ayah dan anak" balas yunho tenang, tidak seperti biasanya. Saat ini meskipun banyak orang yang menyalahkannya, namun menurut yunho jatuh cinta bukanlah hal yang salah. Menyadari anak yang telah dikandungnya dengan susah payah baru bisa merasakan cinta, membuat hati heechul melunak.
"Yang mulia, terkadang cinta pun bisa kejam. Cobalah kau buka matamu dan lihat lingkungan sekitarmu sejenak. Perasaanmu telah mengalahkan akal sehatmu" ucapnya menasehati.
"Sepertinya telah terjadi pergolakan dari pihak keluargaku. Mereka mulai meragukan kemampuan yang mulia sebagai kaisar" lanjut heechul khawatir. Sebelum heechul menikah dengan kaisar jung hangeng, keluarganya adalah klan samurai terbesar dan terkuat di seluruh negeri. Setelah pernikahan politik antara keduanya, keluarga heechul menjadi benteng militer bagi istana hingga sekarang. Dan keluarganya diangkat menjadi kalangan bangsawan.
"Tenanglah ibunda, aku tidak akan mengecewakanmu. Aku akan meminta penasehat lee untuk mengatur permasalahan yang sempat terbengkalai" yunho mencoba menenangkan ibunya.
Namun prediksi yunho ternyata salah besar, masalah Negara yang dia biarkan selama bertahun-tahun sejak kehadiran jaejoong telah membuat pihak militer istana kehabisan kesabaran. Pergolakan yang heechul perkirakan telah menjadi pemberontakan untuk menggulingkan kekaisaran yunho. Semuanya berjalan sesuai rencana balas dendam jaejoong. Yunho terpaksa harus mengungsikan diri dari istana untuk melindungi nyawanya dan merencanakan strategi perang menghadapi kudeta ini. Dan orang pertama yang ia temui sebelum meninggalkan istana tentunya adalah selir kim.
"Tunggulah aku, joongie sayang. Aku pasti akan kembali untukmu" ucap yunho memeluk jaejoong erat. Helm dan jubah perang yang ia gunakan saat ini membuatnya tidak mampu merasakan pelukan jaejoong seutuhnya.
"Yang mulia telah membawa hatiku pergi, aku akan terus bersabar menunggumu. Hiks…" balas jaejoong terisak, lagi-lagi bibir merahnya mengeluarkan kebohongan. Diam-diam tangannya menelusup kedalam pakaian yunho untuk menyelipkan sejumput bulunya dalam wujud rubah. Hal ini jaejoong lakukan agar dapat terus mengawasi setiap gerakan yunho meskipun dari jauh.
Yunho menatap mata jaejoong dalam kemudian mengecup bibirnya sekilas, rasanya sungguh menyakitkan harus pergi meninggalkan orang yang dicintai. Setelahnya yunho menaiki kudanya dan pergi bersama prajuritnya. Jaejoong memandang kepergian yunho dengan perasaan puas.
Aku harap kau kembali padaku dalam keadaan tak bernyawa, yang mulia.
.
Yunho beserta pasukannya merencanakan strategi perang di kediaman keluarga lee. Ninja penyusup yang telah yunho perintahkan untuk mengintai keluarga ibunya telah kembali untuk menghadap yunho.
"Aku telah kembali sesuai perintahmu, yang mulia" gerakan dan wujud ninja ini tidak terdengar dan tidak terlihat, hanya yunho yang mengetahuinya.
"Apa yang kau dapatkan dari keluarga choi?" Tanya yunho masih memandang buku yang sedang dibacanya dengan lilin di sisi buku. Ninja bayangan ini turun dari langit-langit kemudian membungkuk di belakang yunho.
"Pergerakan keluarga choi telah dilakukan sejak dua tahun yang lalu dan mereka telah menghasut keluarga daimyo lainnya. Mereka meragukan kemampuan yang mulia dalam istana semenjak kehadiran selir kim. Dan yang memimpin pemberontakan ini tidak lain dan tidak bukan adalah choi siwon" dia memberikan informasi dengan singkat. Yunho sungguh terkejut, choi siwon adalah paman dari pihak ibunya dan yunho tidak dapat melihat bagaimana hubungan antara kehadiran jaejoong dengan kemampuannya yang semakin menurun di istana. Matanya benar-benar telah buta oleh cinta.
"Apakah ibu suri turut andil dalam hal ini?" Tanya yunho lagi.
"Tidak, yang mulia. Tapi ibu suri telah mengetahui hal ini dari pihak keluarganya" jawabnya. Yunho mengangguk mengerti.
"Kau telah bekerja dengan baik, kembalilah ke tempatmu" perintah yunho.
"Terima kasih, yang mulia" wujud ninja bayangan ini perlahan-lahan ditelan kegelapan dalam kamar yunho. Mengetahui berita ini membuat perasaan yunho resah dan terkhianati. Kemudian dia memutuskan untuk menulis surat pada jaejoong untuk menenangkan pikirannya yang kacau. Memikirkan jaejoong telah membuat yunho melupakan masalahnya, pikirannya terbang pada kebersamaannya dengan jaejoong.
Malam mendalam.
Kabut dan cahaya bulan menusuk dingin.
Tubuhku yang hendak terbaring, menghangatkan sisa sake terakhir;
yang biasa kita minum berdua dalam cahaya lentera.
Selimut sutera berwarna hijau; dua bantal saling bersisian.
Bagai menghabiskan lebih dari seribu malam tidur bersamamu.
(Dikutip dari kumpulan puisi cinta Bo Juyi pada Qian Hui, pasangan homoseksual pada masa Dinasti Tang)
Setelah tiga hari perjalanan dengan kuda, akhirnya kurir yang membawa surat cinta yunho tiba di istana. Sebenarnya jaejoong melihat yunho menulis surat untuknya dari cermin yang telah ia sihir, namun dia tetap antusias membacanya. Ternyata yunho menulis puisi cinta untuknya, dan betapa yunho merindukan kebersamaan mereka berdua dalam istana. Bahkan dalam keadaan genting seperti saat ini, yunho hanya memikirkan jaejoong. Hanya tinggal menunggu waktu hingga yunho menggapai kehancuran.
.
Changmin menganjurkan untuk bergerilya dan melakukan penyerangan secara tiba-tiba pada keluarga choi. Hal ini dilakukan agar lawan mereka tidak dapat mengerahkan siasat matang yang telah dirancang lama. Mengingat pengalaman changmin di garis depan setiap perang, membuat yunho menyetujui rencana ini. Changmin segera menyiapkan prajurit dan perlengkapan untuk penyerangan esok hari.
Saat bala tentara yunho telah tiba di sekigahara, changmin meminta untuk menunda penyerangan. (Perang sekigahara benar-benar terjadi pada tahun 1600 yang menghasilkan kemenangan Tokugawa Ieyasu sebagai shogun baru di Jepang)
"Yang mulia, aku merasakan kehadiran bendera klan keluarga choi di seberang sana" ucap changmin kritis. Yunho mengalihkan matanya pada arah yang ditunjuk oleh changmin. Dan benar saja, perlahan-lahan muncul beberapa kuda dengan bendera klan keluarga choi yang berkibar.
"Sepertinya rencana kita telah tercium oleh mereka, atau ada pengkhianat diantara kita" lanjut changmin dengan berbisik pada yunho.
"Tidak ada waktu untuk mencari pengkhianat. Sebaiknya kita langsung bergerak pada rencana penyerangan" ucap yunho yang kemudian memusatkan matanya. Dia dapat melihat pamannya, choi siwon berada di sisi kiri pasukannya. Genderang perang berkumandang kencang dari klan keluarga choi diikuti dengan tembakan panah beruntun pada pasukan yunho. Sebagai panglima perang, changmin memerintah untuk mengambil posisi bertahan.
"Seraaaaanggggg!" teriak changmin setelah serangan panah mereda. Kuda-kuda pasukan yunho berlari maju dan pasukan lainnya memanah beruntun. Changmin telah memastikan agar yunho berada di bagian pusat, tidak terlalu di depan dekat dengan musuh dan tidak terlalu di belakang sehingga mudah untuk tertinggal.
Yunho dan changmin mengerahkan seluruh kemampuan bertarung mereka dengan menggunakan katana dari atas kuda masing-masing. Beberapa kali changmin melindungi yunho dari serangan lawan, sehingga tubuhnya mulai merasa lelah.
Seluruh pertarungan ini dapat jaejoong lihat lewat cerminnya. Beberapa kali ia merasa gemas dengan segala perlindungan changmin terhadap yunho. Tiba-tiba choi siwon menyelinap ke belakang yunho dan menggunakan kesempatan ini untuk menusuknya. Namun yunho berhasil menghindar sehingga hanya lengannya yang tersayat.
Mereka berdua bertarung dengan sengit, tubuh yunho telah terluka pada lengan dan perutnya. Begitupun dengan siwon yang telah lelah dan kesakitan tapi tetap bertahan. Entah mengapa jaejoong merasa iba melihat perjuangan yunho yang setengah mati secara harfiah.
Tiba-tiba jaejoong teringat sentuhan tulus yunho padanya yang tanpa pamrih. Setelah menjadi siluman rubah, hanya yunho yang memberikan kasih sayang padanya. Dan puisi cinta yunho untuknya, selalu jaejoong ingat dengan baik.
Jaejoong terkejut melihat yunho terjatuh dari kudanya, siwon hendak melesatkan katananya untuk menikam dada yunho yang sedang lengah. Entah dorongan dari mana, insting jaejoong bergerak untuk melindungi yunho. Sangat bertentangan dengan tujuan awalnya untuk menghabisi nyawa sang kaisar. Pada saat itu juga siwon melihat mata hijau yang menyala seperti mata kucing dari belakang tubuh yunho. Melihat siwon yang tiba-tiba tertegun, yunho segera menusuk tenggorokan siwon dengan katananya.
Ingin memastikan musuhnya telah mati, yunho kembali menusuk jantung siwon. Perang ini berakhir setelah yunho berhasil membunuh pamannya sendiri.
.
Setelah memenangkan perang di sekigahara, yunho bersikeras untuk kembali ke istana meskipun tubuhnya sudah penuh dengan luka dan kepalanya panas karena demam. Yang yunho inginkan adalah segera kembali ke pelukan jaejoongnya. Changmin menyerah melihat kakaknya yang dimabuk asmara dengan tubuh yang hampir roboh.
"Cepat panggil tabib istana! Yang mulia terluka berat!" changmin berteriak dengan sigap begitu tiba di istana. Seluruh penghuni istana merasa lega kaisar mereka tiba dalam keadaan hidup.
"Bawa yang mulia ke dalam kamarnya! Kau terluka cukup parah, pangeran. Kau juga perlu diobati" perintah heechul.
Luka-luka pada tubuh yunho telah diobati oleh tabib istana dengan telaten, namun demam pada tubuh yunho masih tinggi. Tabib istana menganjurkan agar wajah dan tubuh yunho terus dikompres dengan kain dari air dingin. Yunho terus menggumamkan nama jaejoong, heechul bingung menghadapinya. Membiarkan jaejoong masuk ke dalam kediaman kaisar dan permaisuri akan menggemparkan penghuni istana. Tapi yunho terus melemparkan kain yang telah pelayan gunakan untuk mengkompres.
Setelah berpikir keras, akhirnya heechul memanggil jaejoong ke kediamannya.
"Selir kim, entah sihir apa yang kau gunakan untuk membuat kaisar bertekuk lutut padamu. Bahkan dalam tidurnya pun yang mulia terus menggumamkan namamu" ucap heechul dengan nada menyindir. Jaejoong hanya terdiam di hadapan heechul.
"Malam ini kau harus menyamar dengan mengenakan pakaian pelayan untuk memasuki kediaman kaisar dan permaisuri. Tugasmu adalah merawat kaisar hingga siuman" perintah heechul.
"Me… nyamar?" Tanya jaejoong bingung.
"Tentunya kau sudah tau bahwa seorang selir biasa sepertimu tidak diijinkan untuk memasuki kediaman kaisar dan permaisuri sesukanya. Oleh karena itu, tidak boleh ada yang mengetahui semua ini. Kau mengerti, selir kim?!" Tanya heechul sedikit membentak.
"Hamba mengerti…" jawab jaejoong.
Setelah mengenakan pakaian pelayan, jaejoong diantar oleh pelayan lain ke kediaman yunho. Begitu pintu geser terbuka, jaejoong melihat yunho sedang tertidur diatas futon besar dan cukup tinggi di dalam ruangan luas. Pelayan telah meninggalkan jaejoong berdua dengan yunho di kamar ini. Sebuah kain basah tergeletak di samping futon yunho.
"Joongie… joongie…" yunho mengigau dengan suara parau, bibirnya kering dan pucat. Jaejoong yang sedikit merasa kasihan mengambil kain yang tergeletak kemudian merendamnya dalam baskom air es. Setelah cukup dingin, jaejoong memeras kain tersebut dan mengusap wajah yunho yang berkeringat. Saat jaejoong mengusap dada yunho, tiba-tiba tangan yunho menggenggam tangan jaejoong.
Yunho membuka matanya perlahan, samar-samar ia dapat mengenali jaejoong di sampingnya. Yunho sungguh senang sehingga menimbulkan senyum kecil di bibir pucatnya.
"Joongie sayang…" bisiknya lirih. Hati jaejoong yang selalu gelap oleh dendam tersentuh oleh senyum kaisar. Jaejoong sedikit bingung akan perubahan dalam dirinya. Bagaimana bisa hatinya berubah begitu mudah dari sebuah kebencian menjadi rasa sayang?
Nama lain dari cinta pastilah kebencian
Harapan adalah induk dari rasa kecewa dan putus asa
Hati yang terbakar akan selalu bisa padam oleh hati yang lain
.
Hari kedua setelah kepulangan yunho di istana masih meresahkan, karena demamnya tidak kunjung turun. Tabib istana berkata jika kondisi yunho masih terus seperti ini dalam waktu yang lama, dapat membahayakan nyawanya.
Seperti malam sebelumnya, malam ini jaejoong menjaga yunho yang sedang demam. Entah kenapa jaejoong semakin tidak tega melihat yunho menderita seperti ini, dia kemudian memutuskan untuk menggunakan kekuatan silumannya untuk menyembuhkan yunho. Jaejoong meletakkan tangannya diatas dada yunho, mencoba menyalurkan aura yin melalui telapak tangannya. Hal ini cukup memberatkan tubuh jaejoong karena dia belum lama menjadi kitsune, sehingga dia belum dapat mengontrolnya dengan baik.
Telinga dan ekor mencuat pada tubuh jaejoong, demam yunho berangsur-angsur lepas dari tubuhnya. Jaejoong menarik napas dalam agar tubuhnya tidak kehilangan kendali dan berubah menjadi rubah. Tiba-tiba ada sesuatu yang menyentuh ekor lebat jaejoong.
"Bagaimana bisa kau terlihat lebih indah dengan ekor dan telinga itu?" yunho telah bangun dari tidurnya dan tengah tersenyum. Jaejoong terhenyak dan berusaha menyembunyikan ekor dan telinganya, namun kekuatannya telah melemah setelah menyembuhkan yunho. Kemudian dia berusaha berlari dari sisi yunho, dan tangan yunho menahannya untuk pergi.
"Kau mau kemana, sayang? Tidakkah kau tau sebesar apa rasa rinduku padamu?" ucap yunho dengan mata sayu.
"Tapi… yang mulia, aku…" jaejoong tidak tau harus berkata apa, yunho telah mengetahui wujud rubahnya. Dan akan berbahaya baginya jika yunho tidak menyukai kenyataan ini, kecuali…
"Jadi kau memang rubah yang kutemui saat berburu di hutan? Oh, sungguh malang bagimu menjadi rubah yang kehilangan keluarganya di kota ini" yunho menghirup wangi dari ekor lebat jaejoong dengan sayang dan mengelusnya pelan. Ucapan yunho mengenai keluarga jaejoong ada benarnya.
"Ya, dan yang mulia telah membunuh adikku. Satu-satunya anggota keluargaku yang tersisa" akhirnya jaejoong bersuara dan mengeluarkan rahasia besarnya. Bagaimana bisa resolusinya untuk menghancurkan yunho begitu lemah? Mungkin dikarenakan hatinya yang mulai luluh oleh yunho. Yunho terkejut dan hanya memandang jaejoong yang menatapnya nyalang.
"Ah… benarkah? Kenapa kau baru mengatakannya sekarang joongie?" tanya yunho. Jaejoong mengalihkan pandangannya dari yunho, enggan untuk menjawab. Yunho merasa ada sesuatu yang jaejoong sembunyikan.
"Joongie… apakah pertemuan kita di hutan bukanlah kebetulan?" tanya yunho memaksa dan sedikit mengguncang bahu jaejoong. Namun jaejoong masih bergeming. Yunho menyadari sesuatu, dan wajahnya berubah menakutkan.
"Kau… masuk ke istana untuk membalaskan kematian adikmu?!" yunho setengah berteriak. Jaejoong menarik kimono yunho saat sang kaisar hendak menjauh darinya.
"Tapi aku tidak memiliki hati untuk melakukannya, yang mulia!" jaejoong menatap yunho intens dengan kedua alis bertaut.
"Saat yang mulia hampir terbunuh di sekigahara aku berusaha mencegahnya, dan aku menggunakan kekuatanku untuk menyembuhkan yang mulia. Aku sungguh tidak ingin kehilanganmu setelah kasih sayang yang kau berikan padaku" lanjut jaejoong jujur. Yunho mencari kebenaran dalam ucapan jaejoong.
"Jadi kau yang menolongku saat berhadapan dengan siwon dalam perang di sekigahara?" tanya yunho. Jaejoong hanya mengangguk meyakinkan yunho. Tentunya yunho akan selalu percaya pada jaejoong, baik itu tipu muslihatnya maupun ucapan jujurnya yang sungguh-sungguh.
"Jikalau memang kau tersiksa karenaku, aku rela mati untukmu joongie. Aku telah membuatmu sebatang kara dan membunuh adikmu. Namun itu semua kulakukan karena ketidaksengajaan. Bilamana aku mengetahuinya, aku tidak akan pernah mau melakukannya jika itu akan membuatmu menderita" jaejoong terharu mendengar pengakuan yunho.
"Aku tidak ingin cintaku ini menangis karenaku" bisik yunho memeluk jaejoong. Yunho menciumi telinga berbulu jaejoong yang panjang dan halus. Dia membayangkan betapa indahnya jaejoong sebagai rubah putih dengan bulu lebat dan halus. Jaejoong merintih dan terisak dalam pelukan yunho, ini adalah pertama kalinya ia merasa tenang sepanjang hidupnya yang dipenuhi lika-liku dan bahaya. Dalam dekapan yunho, akhirnya jaejoong tidak merasa sendirian lagi.
.
Jung heechul mencium sesuatu yang mencurigakan dari selir kim setelah perang di sekigahara. Akhirnya dia memanggil ahli nujum istana yang terkenal atas kekuatan mistisnya yang sangat tinggi, Park Yoochun. Heechul membawa yoochun mengitari kediaman yunho dan kediaman selir kim.
"Yang mulia, seekor siluman rubah telah memasuki istana ini. Dan dia memiliki ambisi untuk menghancurkan kekaisaran yang mulia yunho" yoochun merasakan hawa buruk yang mengitari kediaman jaejoong.
"Benarkah itu? berarti selir kim adalah seorang kitsune yang memiliki maksud buruk selama ini" heechul berkesimpulan.
"Bisakah aku menemui selir kim yang anda maksud?" tanya yoochun.
Heechul membawa yoochun kepada jaejoong yang ternyata sedang bersama dengan yunho.
"Selamat atas kemenangan yang mulia di sekigahara" yoochun menghadap yunho dengan hormat.
"Park yoochun ini adalah ahli nujum istana dengan kemampuan terbaik, yang mulia" heechul menjelaskan pada yunho.
"Untuk apa membawa seorang ahli nujum kesini, ibu suri?" tanya yunho.
"Park yoochun ingin menyampaikan sesuatu, yang mulia" jawab heechul dengan yakin.
"Yang mulia, hamba memohon ampun sebelumnya. Tapi selir kim yang selalu menemani anda merupakan seekor siluman rubah yang bermaksud untuk menghancurkan istana ini" jelas yoochun. Jaejoong memang merasakan kekuatan mistis dari ahli nujum ini, namun dia tidak menyangka jati dirinya telah terungkap dengan mudah.
"Pemberontakan oleh klan keluarga choi dan penyakit yang mulia merupakan ulah dari selir kim selama ini" lanjut yoochun.
"Jika semua itu merupakan ulah jaejoong, bagaimana bisa aku masih hidup hingga sekarang? Bila itu memang benar, seharusnya saat ini aku telah tiada" yunho membela jaejoong dengan tenang. Seluruh penjelasan yoochun adalah benar, tapi yunho meyakini itu semua hanyalah masa lalu jaejoong padanya. Dan sekarang jaejoong telah membalas cintanya, terbukti setelah jaejoong berusaha menyelamatkan nyawanya berulang kali.
Yoochun hanya terdiam, ucapan yunho ada benarnya. Dan ia tidak dapat menjelaskan fenomena ini.
"Tapi yang mulia, keberadaan seorang siluman dalam istana akan memberikan pengaruh buruk. Kekuatan kitsune sejak dia memasuki istana telah menyebarkan teluh di sekitar istana" yoochun mengkhawatirkan akan masa depan istana dengan adanya kehadiran jaejoong.
"Ucapanmu ini tidak masuk akal. Aku menolak untuk mempercayainya" balas yunho tegas.
.
Meskipun banyak pihak meminta agar jaejoong diusir dari istana, yunho tidak pernah menghiraukannya. Dia tidak akan meninggalkan jaejoong dalam kesendirian.
Malam ini, seperti biasa yunho sedang memanjakan jaejoong di kediaman selirnya. Jaejoong menidurkan kepalanya diatas paha yunho sambil melingkarkan tubuhnya seperti kucing, dan sang kaisar menyisir bulu-bulu halus pada ekornya. Sesekali tangannya yang lain mengelus kedua telinga berbulu jaejoong dengan halus. Yunho sangat menyukai wujud jaejoong saat ini, seperti seekor kucing besar yang manis dan menggairahkan. Namun jaejoong bukanlah kucing, dia adalah rubah yang agung.
Tiba-tiba terdengar suara mendengkur dari dalam tenggorokan jaejoong saat ia mengusap-usap wajahnya pada leher yunho. Kimono tipis jaejoong merosot dengan mudah dari bahunya. Yunho mengapit ketiak jaejoong dengan kedua tangannya, lalu menggeser posisi jaejoong berhadapan dengannya seperti mengangkat bayi. Yunho mengecupi leher jaejoong lalu turun untuk menjilati putingnya hingga tegang.
Jaejoong menggeliat resah kala yunho memusatkan bibirnya pada dada jaejoong. Dia merasakan penis yunho yang tegang menyentuh pahanya yang halus. Yunho mengubah posisi jaejoong hingga menelungkup diatas futon. Jaejoong memeluk erat bantalnya saat hidung yunho menciumi lubang analnya.
"Joongie sayang, lubangmu harum sekali. Aku ingin terus menciuminya…" kemudian yunho menjilati lubang jaejoong perlahan, rasanya sungguh manis dan wangi. Saat ini jaejoong telah memasuki pubertas, dan tubuhnya mengalami masa kawin sehingga kelaminnya menyebarkan wangi untuk menarik jantan lainnya untuk bersetubuh. Jaejoong sungguh malu, sehingga dia menggerakkan ekornya untuk menutupi lubang analnya.
"Kenapa ditutupi, sayang? Aku masih ingin melihatnya.." yunho menggoda dan menghalau ekor jaejoong. Kemudian meraba pangkal ekor jaejoong dan turun pada lubangnya dengan ibu jari.
"Aangghhhhh…" tubuh jaejoong bergetar, dia semakin mengeratkan pelukan pada bantalnya. Yunho merangkak keatas tubuh jaejoong sambil mengarahkan penisnya diantara kedua belah pantat jaejoong, kemudian memasuki lubang hangat jaejoong perlahan dan menggigiti telinga berbulu jaejoong dengan lembut.
Malam itu yunho dan jaejoong bercinta berkali-kali bagai tiada hari esok. Jaejoong terus menggoda libido yunho meskipun mereka telah lelah. Melihat betapa binalnya sang selir, yunho terus menggapai kepuasan bersama jaejoongnya.
.
Desakan petinggi istana untuk mengusir jaejoong sedikit mereda begitu kegiatan dalam istana kembali tenang dan jauh dari konflik. Namun akhir-akhir ini kaisar mereka mudah sekali sakit, dan meski sakit ringan tapi selalu butuh waktu lama untuk sembuh. Bahkan tabib ahli sekalipun tidak mengetahui penyakit apa yang sedang menggerogoti kaisar.
"Ini adalah efek dari kekuatan gelap siluman rubah, yang mulia" ucap yoochun di hadapan heechul.
"Siluman ini telah terlalu lama bersemayam dalam istana. Meskipun tidak ada lagi ambisi buruk, namun teluh yang telah menyebar di istana masih memberikan efek buruk bagi kesehatan kaisar. Sebaiknya selir kim segera diusir dari istana ini" saran yoochun.
Namun semua ini tentunya ditolak mentah-mentah oleh yunho. Jaejoong menyadari bahwa kehadirannya akan terus mengancam kesehatan yunho. Kemudian memohon pada Amaterasu (Dewi Matahari menurut kepercayaan Shinto di Jepang) agar melepaskan kutukan yang bersemayam dalam dirinya. Karena jaejoong merupakan siluman yang masih muda, sehingga dia tidak dapat mengontrol dengan baik kekuatannya.
"Aku bersedia membantumu, wahai kitsune. Tapi ada syarat yang harus kau penuhi…" ucap amaterasu.
"Aku bersedia melakukan apapun untuk keselamatan kaisar" jawab jaejoong.
"Kau harus melayaniku di kahyangan…"
"Tapi… aku masih ingin bersama dengan kaisar. Aku tidak ingin berpisah dari orang yang kucintai"
"Kau bisa mengunjunginya setiap bulan purnama, aku tidak akan melarang kalian untuk bertemu…" tawar amaterasu.
Dengan berat hati jaejoong menyetujui kesepakatan ini dan meninggalkan istana yunho menuju kahyangan. Kutukan dalam tubuh yunho telah menghilang, digantikan dengan kerinduan yunho setiap malam pada jaejoong. Setiap hari yunho menantikan bulan purnama agar dapat bertemu dengan pujaan hati.
Pada bulan purnama yang ketiga, jaejoong tidak mengunjungi yunho sendirian. Yunho sungguh bahagia menyambut bayi kecil dengan telinga dan ekor berwarna seputih salju dari gendongan jaejoong. Anak setengah manusia dan setengah siluman dengan mata musang menyerupai mata yunho. Buah cinta keduanya yang dapat menyatukan antara langit dan bumi.
.
.
THE END
Yup, saya tamatkan ceritanya disini.
Sumpah nerusin fic ini tuh lamaaaa banget, mungkin karena saya yang lagi mood2an bikinnya. Makanya kalo saya panjangin lagi ceritanya, takutnya malah ngebosenin. Temen2 pada ga mau kan kalo baca yang ngebosenin? T.T
Maaf juga kalo NC nya kurang mantep, namanya juga ga mood bikinnya. Tapi saya berusaha nulis sebaik2nya, ga enak juga kan nge publish cerita geje T.T
Saya emang sengaja nyelipin unsur2 historical disana-sini buat berbagi ilmu sama reader semua. Terutama yang bagian homoseksualnya, hihihi ^_^
Bagi yang pengen tau dan kepo soal history of homosexual baik itu dari Negara jepang, korea, china, yunani/romawi kuno saya siap melayani anda semua…
Silakan bagi yang berkenan, monggo di-review…
No-flame, no-bash please…
