My stalker

Cast:

Lee Eunhyuk

Lee Donghae

Cho Kyuhyun

Lee Sungmin

Lee Ryeowook

Kim Yesung

Kim Kibum

Others (seiring berjalanya cerita)

Synopsis:

Seorang namja periang bertemu dengan namja tampan yang sangat dingin. membuat si namja manis terperangkap dengan perasaan penasaran, jengkel dan..."apakah aku mencintainya?"/ "kau mengatakan aku pengecut"/ "jadi selama ini kau membuntutiku?"/ "menjadi stalker itu lumayan juga, mencintai tanpa harus mengatakanya"

Warning: yaoi/BL, AU, EYD berserakan, OOC, abal+Geje

.

Tidak suka jangan dibaca

.

.

.

Chapter 2

Keesokan harinya, tampak Eunhyuk sedang berjalan dengan langkah riang melewati koridor kampus yang mulai ramai. Sesekali dia memberikan senyum gummy smilenya yang manis, membuat beberapa mahasiswa tertegun karenanya. Dia terhenti di depan kelas musik. kelas yang dimulainya kemarin, dan kelas yang mempertemukannya dengan seorang namja yang membuatnya penasaran. Dengan keyakinan penuh bahwa kelas masih kosong karena jam baru menunjukan pukul 07.30, dia membuka pintu itu dengan semangat. Betapa terkejutnya dia mendapati seorang namja tengah duduk di bangku belakang sambil membaca buku kecil bersampul hijau. Eunhyuk terdiam, menggigit bibir bawahnya.

'aduh~ kenapa harus bertemu dia pagi-pagi sih? Aku harus apa coba' Eunhyuk berpikir keras. 'apa aku harus menyapanya? Oh no~ aku belum siap! Atau aku cuek bebek aja, pura-pura tidak tahu kalau dia ada disana, ah tidak mungkin, itu namanya tidak sopan kan? em begini saja aku pergi dari kelas ini, dan menunggu sampai kelas ramai.. tidak! Itu hal yang konyol, lalu apa yang harus aku lakukan?'

"kau mau masuk atau keluar Eunhyuk-ah?" suara dari belakang Eunhyuk sukses membuatnya terlonjak kaget. Dia menatap horor si pelaku pengagetan itu. Seorang namja berkulit putih bersih seperti salju, jangan lupakan killer smilenya.

"kau mengagetkanku Kibummie...!" kata Eunhyuk kesal, dia menggembungkan pipinya membuat kadar keimutanya bertambah berkali lipat.

"salahmu sendiri, melamun di ambang pintu! Kajja kita masuk kelas" Kibum mengandeng tangan Eunhyuk. Sesekali Eunhyuk curi-curi pandang melihat namja brunete bernama Lee Donghae itu. Tapi sepertinya namja itu tengah asik dengan buku yang dibacanya. Eunhyuk hanya bisa menghela napas kecewa lalu duduk disamping Kibum.

…haehyuk…

#Eunhyuk POV

Disinilah aku sekarang, berjalan dikoridor perpustakaan yang sepi. Ini semua salah Kim songsaenim, dengan seenaknya menyuruhku mengembalikan buku-buku tebal itu ke perpustakan. Untung saja bisa selesai sebelum jam makan siang, kalau tidak bakal aku santet dia. #Eunhyuk ketularan Kyuhyun

Enak-enak mengerutu, tiba-tiba mataku bertemu lagi dengan mata sendu itu. Dia, namja yang terus mengusik pikiranku, kini sedang berjalan sambil mengantongi sebelah tanganya kearahku. Oh tidak! Benar-benar kearahku? Bagaimana ini, aduh kenapa juga aku malah mematung disini? Kenapa tidak bisa bersikap wajar sih,? Demi monyet di seluruh jagat raya, dia makin dekat. Dan detik berikutnya dia melewatiku. Aduh kenapa aku malah seperti yeoja yang sedang jatuh cinta sih? Benar-benar memalukan nama baik namja!

Oh, mungkin ini waktunya berbicara denganya tentang tugas kelompok itu! Iya, daripada berurusan dengan si Jung songsaenim lebih baik aku buang rasa aneh ini. dengan kikuk aku membalik badanku, lalu memanggilnya, yang kalau tidak salah malah terdengar seperti bentakan.

"Lee Donghae!" seruku sekali lagi, tapi kali ini lebih lembut. Yah berhasil, dia menghentikan langkahnya, lalu berbalik dan memandangku dingin. Dia melipat kedua tanganya didada. Menatapku dengan isarat ada-apa-kau-memanggilku. Dengan berani aku berjalan kearahnya. Aku berhenti saat jarak kami kurang 5 langkah lagi.

"eum... i-ini ma-masalah itu, anu eum kerja kelompok" kataku terbata. WHAT THE HELL! Kenapa aku jadi seperti ini? aduh, malah terlihat aneh kan? Eunhyuk pabbo! Aku menatap Donghae yang kini sedang memandangku. Aduh, ni orang ngerti ga' sih aku ngomong apa? masak mau ngomong lagi? oh demi pisang di kulkasku, bagaimana ini?

Donghae berbalik, tunggu! Apa dia mau meninggalkanku, tanpa jawaban? Kalau sampai itu terjadi, aku akan malu setengah hidup dong?

"besok aku tunggu di pintu gerbang kampus" kata Donghae tanpa melihat kearahku, lalu berjalan pergi. Apa katanya? Dia menungguku besok? Besok?

Aku tidak menjawab, hanya diam sambil menatap punggung tegapnya pergi.

_skip time_

Jam menunjukkan pukul 15.00. Hari ini aku pulang berjalan kaki. Semua orang sedang sibuk tidak ada yang mengantarkanku, Kyuhyun dengan game terbarunya. Sungmin hyung dengan shoping holicnya, dan Yesung hyung dengan keluarga kecilnya, Ryeowook dan ddangkoma brother. Jarak rumah dan kampusku lumayan jauh, butuh sekitar setengah jam jika berjalan kaki.

Aku terus berjalan, tidak terasa tinggal melewati satu blok ini. tunggu perasaan apa ini? kenapa aku merasa ada yang mengikutiku? Apa hanya perasaanku saja? Aku berhenti, memberanikan diri menengok ke belakang. Tidak, tidak ada apa-apa di belakang. Aku melanjutkan langkahku dengan perlahan. Berdoa didalam hati kalau itu hanyalah halusinasiku.

…haehyuk…

Aku duduk di sudut ruang dance. Pikiranku kalut. Sekarang apa yang harus aku perbuat? Tetap disini atau menemui Lee Donghae, namja misterius yang pendiam itu. huft... kacau! Kenapa aku jadi begini sih? Ada apa denganmu Lee Eunhyuk?

Andwe! Bagaimanapun aku tidak boleh mengecewakan Lee Donghae! Kenapa aku mesti takut dengan hal yang belum tentu terjadi!

Aku berjalan menuju pintu gerbang kampus. Sekarang aku bisa melihat seorang namja bersurai brunete, menyandar sambil melipat tanganya didada. Kepalanya mendongak mungkin sedang melihat langit. Dengan keyakinan tinggi aku berjalan kearahnya. Dia menatapku tajam, tuhan? Aku salah ya membuat orang lain menunggu?

"eum... ano Donghae-ssi, eum... mian membuatmu menunggu lama?" aku menangkupkan tangan berusaha meminta maaf. Dia malah berjalan menuju sebuah motor besar berwarna silver. Donghae duduk sambil mengenakan helm silver juga. Aku hanya diam, tidak tahu harus berbuat apa. segitu marahnya dia padaku? sampai mau pergi tanpa bilang sepatah kata pun?

Dia menoleh kebelakang, menatapku dengan iris coklat mudanya.

"ayo" kata Donghae singkat. Aku mengerap-ngerjapkan mataku. apa katanya tadi? Dia mengajakku? "tidak jadi?" tanya Donghae lagi. aku segera berlari dan duduk di belakangnya. Dia memberiku helm putih, yang langsung kupakai tanpa mengatakan apapun. "pegangan"

"ap-apa HUWAAAA~" aku segera mendekap pinggang Donghae saat dia melajukan motornya dengan kencang. Benar-benar, demi monyet di seluruh angkasa, ini orang mau membawaku mati apa? dia mantan pembalap mungkin? Huwee hiks eomma, appa Hyukkie tidak mau mati muda? Jebal, tolong Hyukkie?

Tunggu kenapa wajahku merona ya? Ternyata punggung Donghae begitu lebar, serta hangat. Membuatku merasa sangat nyaman, apa yang aku rasakan ini tuhan? Mungkinkah...

.

TBC

.