My stalker

Cast:

Lee Eunhyuk

Lee Donghae

Cho Kyuhyun

Lee Sungmin

Lee Ryeowook

Kim Yesung

Kim Kibum

Others (seiring berjalanya cerita)

Synopsis:

Seorang namja periang bertemu dengan namja tampan yang sangat dingin. membuat si namja manis terperangkap dengan perasaan penasaran, jengkel dan..."apakah aku mencintainya?"/ "kau mengatakan aku pengecut"/ "jadi selama ini kau membuntutiku?"/ "menjadi stalker itu lumayan juga, mencintai tanpa harus mengatakanya"

Warning: yaoi/BL, AU, EYD berserakan, OOC, abal+Geje

.

Tidak suka jangan dibaca

.

.

.

Chapter 5

Malam ini aku tidak bisa tidur. Sudah kucoba menutup mataku, tapi selalu terbuka. Ini semua karena wajah Donghae yang selalu terbayang. Aku duduk di kasurku lalu mengacak-acak rambutku kesal.

"huwaaa! Benar-benar menyebalkan! Bisa gila kalau seperti ini" teriakku frustasi. Aku menatap meja kecil di samping tempat tidurku. Mengambil tiket yang mirip id card ini. "Donghae-ssi..."

#flasback

"kalian akan berdansa untuk memperlihatkan keromantisan! Para juri yang akan menilai siapa diantara kalian yang paling indah, musik mengalun itu tandanya battle ini dimulai!" semua pasangan berdansa menikmati alunan musik. tapi tidak dengan pasangan nomor 10. Eunhyuk tampak gugup, terlihat dia menunduk sambil mencengkram gaunya. Donghae mengelus rambut pasangan Eunhyuk berwarna coklat itu.

"kenapa?"

"aku tidak bisa berdansa, aku memang menyukai dance tapi bukan berarti aku suka dansa" kata Eunhyuk masih tetap menunduk. Donghae mengangkat tangan Eunhyuk dan mengalungkan ke lehernya. Eunhyuk menatap Donghae ragu. "Donghae-ssi..."

"ikuti gerakanku, kau hanya perlu merasakan" kata Donghae sambil tersenyum. Eunhyuk merona lalu mengangguk takut. Donghae meletakkan tanganya di pinggang ramping Eunhyuk. Mereka mulai bergerak, Eunhyuk dapat merasakan hembusan napas Donghae karena jarak mereka sangat dekat. Mata keduanya bertemu. Seperti magnet, tetap mengikat satu sama lain.

#flasback off

'BLUSH~' Eunhyuk menunduk menyembunyikan wajahnya yang merona hebat. dia berguling kesana kemari sambil merancau tidak jelas.

"eomma appa eothokhe? Apa aku menyukai Donghae-ssi? Kyaaa!"

Di depan rumah Eunhyuk, tampak seseorang berpakaian serba hitam berdiri sambil menatap jendela kamar namja penyuka pisang ini. Dia tersenyum saat melihat Eunhyuk membuka kaca jendelanya. Dan langsung berlari ke belokan jalan saat Eunhyuk menatapnya.

"siapa orang tadi?" tanya Eunhyuk sambil mengerutkan kening.

…haehyuk…

Universitas SM. Tampak Eunhyuk, Sungmin dan Kyuhyun tengah duduk di pojok kantin sambil menikmati makanan mereka.

"chagi, nanti temani aku ke game center nde?" kata Kyuhyun memecah keheningan diantara mereka.

"sampai jam berapa Kyu?"

"ya seperti biasa"

"mianhae Kyu, untuk hari ini aku tidak bisa"

"wae? Kau mau selingkuh di belakangku yeoh?" tuduh Kyuhyun, yang langsung membuat Sungmin tersedak.

"MWO? kenapa kau tuduh aku selingkuh?"

"habisnya baru kali ini kau tidak mau kuajak!" pertengkaran bak telenovela itu membuat Eunhyuk menggeleng pasrah.

"chagi kenapa sih? Ada yang lebih tampan dari aku ya? Mana orangnya, mana?"

"igh, kau tidak mengerti Kyu! Dasar anak kecil"

"yaa, siapa yang anak kecil?"

"sudah-sudah! Kalian ini, bisa tidak sih bersikap wajar?" Tanya Eunhyuk mencoba menengahi, Kyuhyun langsung mendeathglarenya.

"diam monyet! Ini kelangsungan hubunganku dengan Minimi jangan ikut campur"

"tuh kan Hyuk! Dia yang salah karena bersikap seperti anak kecil" kata Sungmin sambil mempautkan bibir.

"siapa sih yang kayak anak kecil? Aku hanya berbeda 1 tahun dibawahmu, Minnie"

"sudah! Kalian tidak malu apa dilihatin satu kantin?" Tanya Eunhyuk lagi. Kyuhyun dan Sungmin menatap sekitar, melihat mereka sekarang menjadi pusat perhatian. Kyuhyun yang cuek memilih memainkan pspnya, Sungmin tersenyum aneh sambil menundukkan kepala meminta maaf.

"hehehe mianhae Hyukkie" kata Sungmin sambil menggaruk pipi.

"memangnya ada apa sih hyung? Tumben sekali hyung tidak mau berkencan dengan Kyu?" Tanya Eunhyuk, yang dihadiahi anggukan dari si master game.

"bukanya aku tidak mau, hanya aku tidak bisa karena…" Sungmin menjeda kalimatnya, membuat Kyuhyun melirik namja imut ini, sampai tidak menyadari layar pspnya menampilkan kalimat game over. "aku ingin melihat film drama terbaru yang ku beli kemarin" kata Sungmin dengan nada riang.

"hanya karena film chagi?" Tanya Kyuhyun yang baru terbangun dari cengonya. Sungmin mengangguk sebagai jawaban.

"sebagus itukah hyung?" kali ini Eunhyuk yang bertanya,

"film ini bukan sekedar bagus tapi keren! Jadi ceritanya si pemain utama dibuntuti oleh seseorang yang menyukainya, yah semacam stalker gitu" jelas Sungmin dengan mata berbinar. Dia menautkan alis saat mendapati sahabatnya melamun. "Hyukkie kok malah diem? Tenang saja setelah melihatnya akan kupinjamkan ke kamu" Eunhyuk tersenyum kecil lalu mengangguk.

"Yoo!" seru sebuah suara yang tidak asing bagi mereka.

"Yesung hyung, kau menakutkan" kata Eunhyuk sambil mengelus bulu kuduknya.

"kekuatanmu sudah meningkat ya hyung"

"maksudnya Kyu?"

"aura hitammu makin pekat, dari jin kura-kura menjadi raja kura-kura"

"apa kau bilang?" Yesung segera mencekik leher Kyuhyun yang dibalas hal serupa. Sungmin mencoba melerai mereka dan Eunhyuk hanya tertawa. Tapi langsung diam saat melihat namja tampan yang tengah berdiri di belakang ketiga temanya.

"Donghae-ssi.." katanya pelan. Membuat kyuminsung menatap ke arah yang sama dengan namja bergummy smile ini.

"Hyukkie? Kau mengenal Donghae?" Tanya Yesung sambil berdiri di samping namja tampan itu. Eunhyuk mengangguk.

"dia teman kelasku yang baru hyung, dan kebetulan kita satu kelompok" jelas Eunhyuk, Yesung dan Sungmin hanya ber'o' ria.

"oh iya perkenalkan semua, dia hyungnya Ryeowook, namanya Lee Donghae"

…haehyuk…

Sore hari yang indah.

Aku tengah berjalan pulang sambil menentang tas belanjaan. Yah karena aku tinggal di kontrakkan sendiri jadi aku harus mengerjakan semuanya sendiri. Ah lelah juga, lebih baik aku mengistirahatkan kakiku dibangku taman.

Aku duduk di depan patung. Meluruskan kakiku yang sedikit pegal. Minggu ini sangat melelahkan. Kerja sambilanku yang terus lembur, tugas dari Jung soesangnim yang menyebalkan itu tapi untungnya sudah selesai, ditambah kejadian dengan Donghae. Donghae? Eum sedang apa ya dia sekarang? Tadi saat dikantin dia hanya diam lalu pergi tanpa mengakatan apa-apa. Tidak ada senyum seperti waktu itu! Waktu itu apa aku hanya salah lihat? Apa Donghae tersenyum hanya untuk menyemangati ku saja? Jadi aku tidak boleh berharap lebih dong dengannya? Huweee eomma, appa anakmu yang tampan no 1 sekorea selatan ini kenapa sih? Masa iya aku benar-benar jatuh cinta pada namja itu? Padahal dia kan namja menyebalkan bin pendiam bin aneh yang pernah kutemui. Walaupun begitu dia baik, dan peduli padaku? Huwaa aku malah pusing memikirkanya!

Aku mengacak rambut frustasi. Hanya Lee Donghae yang membuatku seperti ini? Terlihat bodoh dan konyol dalam waktu bersamaan. Kenapa sih tidak ada alat pendeteksi rasa cinta? Supaya aku tahu apa benar perasaanku ini suka atau sekedar terpesona? Lalu aku juga mau mengetes Donghae, mengetes apa namja dingin itu punya hati aku tidak, yah mungkin saja kan hatinya di tenggelamkan bersama kapal titanic, atau ditaruh di tubuh boneka kayak sasori di komik naruto?

Eh tunggu! Perasaan ini terjadi lagi! Aku merasa seperti ada seseorang yang mengawasiku? Apa hanya halusinasi ya? Dengan ragu aku menoleh ke belakang. Tidak ada siapa-siapa, hanya seorang anak yang diajak ibunya pulang.

Aku kembali menatap kedepan, kalimat Sungmin hyung muncul lagi. Apa hal yang kurasakan ini seperti film yang ditontonnya ya? Masa sih di zaman ini masih ada stalker atau penguntit atau mata-mata atau apalah itu namanya! Kalau iya, kenapa aku? Perasaan tidak ada yang bisa dibanggakan dariku. Wajah tampan emang sih, tapi menurut kebanyakan orang aku malah manis dipikir mereka aku permen kali ya? Kaya, itu mustahal bin mustahil bin mustahol… aku hanya tinggal dikontrakkan kecil dan makan mie rebus saat tanggal tua, menarik? Itu malah tidak masuk hitungan, aku bukan Kyuhyun yang tinggi, berotak jenius dan tampan! Aku juga bukan Sungmin hyung yang bertubuh aduhai dan imut, bukan yesung hyung yang lincah, kaya dan keren, juga bukan Donghae, yang tampan, kaya, pintar, to cool tapi jangan di tambahi arwana, ntar jadi nama pelawak Indonesia lagi? #abaikan yang ini! hu'uuh aku hanyalah namja kurus, pekerja keras dan hidup dari mengantar Koran serta menjadi karyawan toko! Hah, itu mungkin hanya perasaanku saja! Oh omo! Sejak kapan langit berubah gelap? Waduh karena terlalu asik melamun, aku sampai lupa waktu! Mana belum masak lagi? Huwee eomma aku tidak mau kelaparan lagi.

#Eunhyuk POV END

Eunhyuk berjalan melewati lorong gang yang sepi. Sedikit kesusahan mengingat plastic belanjaannya yang cukup berat, apalagi tubuh Eunhyuk yang bisa di bilang kurus dan kecil. Matanya menatap sekitar, merasakan ada orang yang membuntutinya. Namja manis ini mencoba tenang dan berjalan agak cepat. Tapi dugaanya benar, dia mendengar suara langkah selain dirinya di gang sepi dan sempit ini.

'eomma, appa tolong Hyukkie? Tuhan tolong…' doa Eunhyuk dalam hati. Dia menjerit saat tanganya di tarik oleh seseorang. Membuatnya kehilangan keseimbangan dan jatuh. Belanjaan yang dibawanya pun berserakan di lantai. Dia mendongak mendapati seorang namja berpakaian hitam tengah berdiri berkacak pinggang di depanya.

"siapa kau?" Tanya Eunhyuk lantang. Dia mencoba mengusir rasa takutnya dengan menatap tajam namja ini.

"aku adalah orang yang menyukaimu, chagi~" kata namja bertopi itu sambil mengelus dagu Eunhyuk. Eunhyuk berdiri dan mencoba kabur, tapi langsung dihalangi oleh teman-teman namja itu. "kau tidak bisa kabur, manis"

"mau apa kau sebenarnya? Yaa lepaskan aku?"

"tidak mungkin aku melepasmu, manis! Aku sudah lama melihatmu, dan menunggu kesempatan untuk membuatmu menjadi milikku! Hahaha"

"apa katamu? Jadi selama ini kau yang membuntutiku?"

"kalau iya memangnya kenapa? Hey kalian ikat dia! Kita akan bersenang-senang malam ini! Hahaha" namja berpakaian serba hitam itu tertawa, diikuti oleh temanya yang lain. Eunhyuk mencoba berontak, tapi gagal karena tenaganya yang kecil. Dia hanya bisa menangis saat mendapati tangan serta kakinya diikat, mulutnya disumpal kain dan kaos kesayanganya di robek secara paksa.

'tuhan, tolong aku…. Eomma appa, Hyukkie takut…Hyukkie takut…'

.

TBC

.