My stalker
Cast:
Lee Eunhyuk
Lee Donghae
Cho Kyuhyun
Lee Sungmin
Lee Ryeowook
Kim Yesung
Kim Kibum
Others (seiring berjalanya cerita)
Synopsis:
Seorang namja periang bertemu dengan namja tampan yang sangat dingin. membuat si namja manis terperangkap dengan perasaan penasaran, jengkel dan..."apakah aku mencintainya?"/ "kau mengatakan aku pengecut"/ "jadi selama ini kau membuntutiku?"/ "menjadi stalker itu lumayan juga, mencintai tanpa harus mengatakanya"
Warning: yaoi/BL, AU, EYD berserakan, OOC, abal+Geje
.
Tidak suka jangan dibaca
.
.
.
Chapter 6
Eunhyuk berusaha melepaskan ikatan itu, tapi gagal. Pergelangan tanganya sampai luka karena gesekan dari tali tambang yang kasar itu.
"hahaha malam ini kau akan menjadi milikku manis!" kata namja bertopi hitam itu sambil mendekati Eunhyuk. Eunhyuk hanya bisa menggeleng dan menangis. Dia tidak bisa berbuat apa-apa selain pasrah dan berdoa pada tuhan.
Tiba-tiba namja bertopi itu terjatuh saat sebuah kaleng mengenai kepalanya.
"heh siapa itu!?" tanyanya marah. Teman-temanya yang berjumlah 5 orang itu menatap sekitar. Mencari siapa pelaku pelemparan kaleng itu. Karena penerangan gang yang remang-remang membuat mereka kesusahan melihat sekitar.
Tap,tap,tap
Suara langkah kaki itu membuat keenam namja berandalan ini menatap kedepan. Mereka menemukan seorang namja berdiri sambil mengantongi tanganya.
"siapa kau?" Tanya si namja bertopi yang menjadi ketua genk berandal ini.
"lepaskan dia" kata namja itu dengan nada tenang.
"hahaha, ada yang mau menjadi pahlawan kesiangan ceritanya!" namja bertopi itu tertawa, diikuti oleh yang lain. "hei kalian hajar dia!" ketiga namja mengeroyok namja misterius itu. Mereka mencoba memukul, menendang, dan menusuk si namja dengan barang tajam yang mereka bawa. Tapi gagal, si namja dengan gesit menghindar. Dia memukul kepala namja bertubuh besar yang membawa pecahan botol, lalu berbalik menendang muka namja di sampingnya, dan sekali gerakan memukul perut namja yang berniat menusuknya. Ketiga namja yang mengeroyoknya pun jatuh pingsan.
"bos bagaimana ini?" Tanya namja bersurai putih ketakutan. Namja bertopi itu berdecak kesal lalu mengeluarkan pisau lipatnya. Dia menyerang si namja dengan brutal. Karena lengah, lengan si namja tersayat pisau tajam itu.
"hahaha kau masih mau main-main denganku?" Tanya namja bertopi bangga. Si namja berjaket hitam ini diam tanpa ekspresi. Namja bertopi hendak menyerangnya lagi tapi dia berkelit dan langsung memelintir tangan ketua berandal itu.
"pergi dari sini atau aku patahkan tanganmu!" katanya dingin, namja bertopi meringis lalu kabur bersama temanya yang selamat.
Namja itu membuka tali yang mengikat Eunhyuk lalu melepaskan sumpalan mulutnya. Eunhyuk yang masih syok hanya diam sambil menggigil ketakutan. Si namja membuka jaketnya dan mengenakanya pada Eunhyuk. Dia menggandeng tangan Eunhyuk pergi dari tempat itu.
…haehyuk…
Eunhyuk duduk di depan toko, membiarkan angin malam menggoyangkan surai blondenya. Dia membuka mata saat mendengar namja yang menolongnya duduk di sampingnya dengan membawa dua cup mie yang mengepul. Si namja memberikan mie itu pada Eunhyuk, membuat namja ceria ini tersenyum.
"gomawo Donghae-ssi" katanya pelan. Namja yang tidak lain adalah Donghae itu mengangguk lalu membuka penutup mienya. Dia melirik Eunhyuk yang meringis saat luka dipergelangan tanganya bergesekan dengan jaket miliknya. Dia segera menaruh mie itu dan masuk ke toko. Tidak lama kemudian dia kembali membawa sekotak plaster. Tanpa banyak bicara namja ini membawa tangan Eunhyuk kepangkuanya, menggulung jaket hitam itu dan memelester bagian yang luka. Eunhyuk sedikit meringis saat plester itu menempel pada lukanya.
"gomawo Donghae-ssi, mian aku merepotkanmu lagi" Donghae hanya tersenyum kecil lalu mengacak surai blonde itu. Eunhyuk tidak sengaja melirik lengan Donghae yang terluka.
"omo! Lenganmu berdarah!" Eunhyuk segera masuk kedalam toko, meminjam kain kompres, obat merah dan perban. Dengan cekatan namja yang dijuluki dancing mancine ini merawat luka Donghae. Donghae hanya diam tanpa ekspresi sambil tetap menatapnya. Tiba-tiba tubuh Eunhyuk bergetar membuat Donghae membelalakkan mata. "hiks… aku bodoh! Aku selalu merepotkan orang lain hiks.. dulu eomma dan appa, sekarang Donghae-ssi hiks… aku memang tidak berguna" setelah luka itu diperban Donghae segera menangkup wajah Eunhyuk.
"jangan mengatakan hal seperti itu! Kau tidak tahu kan bagaimana orang lain melihatmu? Kau merasa tidak berguna, tapi kau tidak tahu orang lain bahkan bisa mempertahankan hidupnya karena kamu" Donghae menghapus air mata di pipi tirus itu. Membuat Eunhyuk diam tidak bisa mengatakan apa-apa. "makanlah, nanti keburu mengembang" Donghae mulai menyumpit mienya. Eunhyuk mengangguk kaku dengan wajah merona. Keheningan pun langsung terjadi diantara mereka sampai Donghae mengantar Eunhyuk pulang.
…haehyuk…
#Eunhyuk POV
Hari ini aku memulai hariku seperti biasa. Menerima pelajaran, bergurau dengan teman-teman, makan bersama bahkan menjahili dosen. Tidak ada yang tahu kalau semalam aku hampir dirape oleh berandal-berandal bertampang mesum itu. Huwaaa, bagaimana jadinya kalau aku sampai di rape? Hyukkie yang ceria hanya tinggal kenangan dong? Aku akan terus hidup diliputi kegelapan, mungkin aku juga akan gila. Lalu teman-teman mengunjungiku di rumah sakit jiwa. Andwe! Aku tidak bisa membayangkanya!
Itu semua tidak terjadi berkat Donghae, dia yang menolongku? kalau tidak ada dia aku mungkin benar-benar berada di rumah sakit jiwa atau bunuh diri. Selalu Donghae yang menyelamatkanku. Aku sampai bingung bagaimana berterimakasih padanya. Tapi kalau dipikir-pikir… darimana dia tahu aku ada disana? Apa benar karena factor kebetulan? Atau takdir?
"Hyukkie!" aku terlonjak kaget saat suara teriakkan ini menembus telinga. Aku mendapati Sungmin hyung, Kyuhyun dan Yesung hyung berdiri mengerumuniku.
"sedang apa kau disini, Hyukkie?" tanya Sungmin sambil duduk disampingku.
"kalau ingin bertemu temanmu, jangan disini monyet! Di hutan sana" kata Kyuhyun santai tanpa mengalihkan tatapanya pada psp putih yang dipegangnya. Hu'uh dasar evil menyebalkan. Aku memukul kepalanya menggunakan buku yang kubawa. Dia tertawa puas, lalu duduk disamping Sungmin hyung. "woi jin kura-kura sampai kapan kau berdiri disana?"
"berhentilah memanggilku jin kura-kura, setan jerawatan!" seru Yesung hyung marah. Dia langsung menerjang Kyuhyun dan mencekiknya.
"hei kalian sudah?" kata Sungmin hyung berusaha melerai dua makluk asral ini. Mungkin karena tidak dihiraukan, Sungmin hyung membiarkan mereka, lalu mengalihkan konsentrasinya padaku "oh iya Hyukkie, Ryeowook mau mengadakan acara kembang api dirumahnya, kau mau ikut?" tanya Sungmin antusias. Kyuhyun dan Yesung hyung mengangguk setuju.
"iya Hyukkie, ikut saja? Makin banyak orang lebih asik" kata Yesung hyung lalu duduk disampingku.
"bilang aja, kalau banyak orang akan mempermudahmu mendekati Ryeowook" kata Kyuhyun sambil menyeringai. Aku menatap Yesung hyung yang langsung berubah merah. Dia berteriak lalu menyerang Kyuhyun lagi. Sungmin hyung menggeleng pasrah.
"bagaimana Hyukkie?" tanya Sungmin hyung. Aku mengangguk penuh semangat.
Tunggu, Perasaan ini muncul lagi? Aku menatap sekeliling, lalu menoleh kebelakang. Tidak ada siapa-siapa? Tapi perasaan ini, perasaan yang sama saat aku dibuntuti?
"Hyukkie gwenchana?" tanya Sungmin hyung khawatir. Aku segera menatapnya dan tersenyum meyakinkan.
"gwenchana hyung, gwenchana…"
…haehyuk…
Jam menunjukkan pukul 3 sore, waktunya pulang. Aku berjalan di sepanjang trotoar sambil menikmati lagu pop dari hendset kesayanganku. Aku terdiam saat berdiri tepat didepan pet shop. Melihat kedalam melalui kaca besar. Wah, lucunya anjing-anjing itu? Kapan ya aku dapat memeliharanya? Aku terus menatap binatang imut ini sampai perasaan ini muncul lagi. Aku melepas hendset lalu menatap sekeliling. tidak ada yang mencurigakan. Tapi kenapa aku merasa diperhatikan? Apakah aku di buntuti lagi oleh penjahat-penjahat itu?
Karena takut aku langsung berlari dari tempat ini. Menubruk orang-orang di sampingku membuat mereka terdorong bahkan jatuh. Biar orang lain mau mengatakan apa. Bagiku lebih cepat sampai rumah lebih baik. Huwaaa apa sih sebenarnya kesalahanku eomma, kenapa aku merasa selalu dibuntuti? Ini benar-benar membuatku tidak nyaman. Stalker atau apalah itu tolong jangan ganggu aku lagi?!
Karena tergesa aku tersandung lubang di trotoar. Membuatku jatuh tertelungkup.
"Sial, sial… aduh, duh lututku berdarah, appo…" Tiba-tiba aku melihat sebuah tangan terulur didepanku. Aku mendongak, ingin tahu siapa yang menolongku.
"Donghae-ssi…." Kataku pelan. Dia tersenyum kecil lalu membantuku berdiri.
"gwenchana?" tanyanya saat melihatku meringis. Aku mengangguk kaku. Argh, pasti seperti ini, kenapa aku jadi merona dan salah tingkah kalau didekatnya sih? Apalagi saat melihat senyumnya itu. "kajja" dia menuntunku ke sepeda motornya. Dengan reflex aku mencengkram pakaiannya, karena aku tahu dia pasti melaju dengan cepat.
…haehyuk…
"Donghae-ssi terimakasih sudah mengantarkanku" kataku saat kami sudah sampai di depan kontrakan. Dia mengangguk singkat. Ini orang tetap aja irit bicara, dasar? Dia menghidupkan sepeda motornya bersiap untuk pergi, tapi diurungkan saat hujan lebat langsung mengguyur kami. "Donghae-ssi, ayo berteduh di kontrakanku dulu!" kataku sambil memayungi kepalaku dengan tas. Dia mengangguk dan menepikan sepedanya.
Beberapa menit kemudian…
Aku duduk diruang tengah sambil mengeringkan rambut, mengalihkan perhatian saat mendengar suara pintu dibuka. Dari dalam kamar mandi keluar Donghae dengan kemeja biru milik appa. Wah, bagaimana pun Donghae, dia tetap tampan. Walaupun memakai pakaian tua seperti itu. Hah? Apa yang aku katakan? Sadar Lee Eunhyuk! Kenapa aku mengatakan hal bodoh seperti ini?
"wae?" suara itu membawaku kealam nyata. Aku menggeleng lalu tersenyum canggung.
"apa pakaian itu muat?" tanyaku yang dibalas anggukan. dia mengeringkan rambut menggunakan handuk yang terkalung dilehernya. Keren, seperti artis iklan shampoo. Huwaaa apa yang barusan aku katakana? Eomma appa, anakmu sudah gila? Sepertinya otakku perlu di keluarkan lalu di cuci dengan detergen, setelah itu dikeringkan dan disetrika supaya kembali normal.
Aku menatapnya lagi, dia sekarang melihatku dengan raut wajah seakan bertanya 'kau kenapa?' Argh, jangan bertampang bodoh seperti ini Lee Eunhyuk! Malu kan sama Donghae.
"hehehe mian, oh duduklah Donghae-ssi aku sudah membuatkan teh hangat" kataku berusaha mengusir kecanggungan yang dibuat oleh otak bodohku. Dia duduk didepanku dan langsung menyeruput tehnya.
"perasaan aku selalu ditolong olehmu ya?" aduh, kenapa aku mengatakan hal ini? Bodoh, bodoh… Bagaimana cara memulai pembicaraan yang baik? Aku meliriknya takut, aku terdiam saat mata kami bertemu.
"mungkin takdir" katanya sambil menopang dagu. 'blush~' aku segera mengalihkan tatapanku saat merasa pipi ini memanas.
"n-nde.. a-aku sampai bingung bagimana berterimakasih padamu" kataku terbata. Dia mengangkat daguku, yang otomatis membuat mataku bertemu lagi dengan mata sendunya. Donghae membawa wajahku semakin dekat denganya. Bahkan aku sampai bisa merasakan napasnya yang tepat mengenai pipiku. Aaaaa…. Apa yang harus aku lakukan?! Tidak, tidaak! aku belum siap! Apa dia mau menciumku seperti yang ada di film-film? Aku tidak tahu caranya berciuman? Ada apa denganku, kenapa aku tidak bisa bergerak? Karena takut aku hanya menutup mataku.
"tetaplah tersenyum" katanya tepat ditelingaku. Aku mengerjap-ngerjapkan mata saat dia kembali meminum tehnya. "kau kenapa?"
"a-ani, aniya… hehehe"
Donghae? Dia dengan mudah membuatku semakin terseret dalam pusaran rasa…. Suka? benarkah?
.
TBC
.
yuhuuuu author baru yang penuh imajinasi membosankan datang lagi? ada yang menunggu cerita ini? #ngarep
mian untuk semuanya, saya tidak bisa updet cepet! pertama karena faktor tinggal di asrama, #hiks hiks itu menyiksa be?
kedua tugas yang wow O.o
ketiga karena saya frustasi cerita pertama saya hilang tidak berbekas, huwaaaaa! kenapa cerita bisa hilang seperti itu? apa kena lahar dinginnya gunung kelud? #mulai gila
saya masih baru didunia fanfic ini? tapi kenapa sudah di beri ujian segitu beratnya? padahal belum 90 hari! apa cerita saya memang tidak layak di baca? sejelek itukah? #emang
hehehe untuk ripiunya, gomawo ^^ itu yang buat saya bersemangat lagi membuat cerita! gomawo... sangat berati lo #nangis bareng hyuk eomma
untuk cerita yang kependekan, hehehe ini emang kebiasaan? ndak bisa buat panjang yah biasalah kapasitas otak, mian?
tapi untuk semua pembaca #emang ada# saya benar-benar pakai sangat berterimakasih, jangan bosan membaca fanfic membosankan ini ya?
ndak usah banyak bicara lagi #padahal uda banyak
see you next chap
